Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

MOBILE ASSISTED LANGUAGE LEARNING AND DIGITAL STORYTELLING FOR MULTILINGUAL EDUCATION: A SYSTEMATIC REVIEW Riska Meisyi Putri; Retno Wahyu Ningsih; Azimah Haji Ali
Lingeduca: Journal of Language and Education Studies Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/lingeduca.v4i2.2880

Abstract

This study reviews the use of Mobile-Assisted Language Learning (MALL) and digital storytelling in multilingual educational settings. It focuses on research trends, teaching strategies, and their role in supporting inclusive and effective language learning. Using a systematic literature review, peer-reviewed studies published between 2020 and 2025 were collected from major academic databases and analyzed thematically. The findings show that combining MALL and digital storytelling improves learner engagement, motivation, intercultural awareness, and language proficiency in diverse classrooms. These approaches also support personalized learning, collaboration, and the development of critical literacy skills related to educational equity and social justice. The main contribution of this review is its integrated perspective, which views mobile learning and digital storytelling as connected pedagogical approaches in multilingual and multicultural contexts. Overall, the study highlights the potential of technology-based learning to promote learner autonomy, adaptive learning, and inclusive teaching practices. The findings also provide useful guidance for educators, policymakers, and curriculum designers in developing learning programs that respond to the needs of multilingual learners.
Analisis Kesiapan Sekolah dalam Mengadopsi Teknologi Pembelajaran Adaptif: Perspektif Guru Himam Nur Wahidin; Wiji; Wahyu Arohman H; M. Ali Basroh; Retno Wahyu Ningsih
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 9 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia (Issue in Progress)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i9.3860

Abstract

Transformasi digital pendidikan ditandai oleh kemunculan teknologi pembelajaran adaptif (adaptive learning technology) berbasis kecerdasan buatan yang menjanjikan personalisasi proses belajar. Keberhasilan adopsi di sekolah menengah atas tidak ditentukan semata oleh kecanggihan sistem, melainkan sangat bergantung pada kesiapan ekosistem sekolah dengan guru sebagai aktor utama penjembatani teknologi dan praktik kelas. Artikel ini menganalisis kesiapan sekolah dalam mengadopsi teknologi pembelajaran adaptif dari perspektif guru melalui systematic literature review berpedukan protokol PRISMA 2020 terhadap tiga basis data ditambah grey literature dan forward citation tracking, dengan asesmen risiko bias menggunakan instrumen JBI. Hasil sintesis menunjukkan kesiapan sekolah dapat dipetakan ke dalam lima dimensi utama, yaitu infrastruktur teknologi dan sumber daya, kompetensi dan literasi digital guru, sikap serta penerimaan psikologis guru, kepemimpinan dan dukungan kelembagaan, serta kesiapan pedagogis dalam pembelajaran berdiferensiasi. Kelima dimensi diintegrasikan ke dalam Model Konseptual Tiga Lapis dengan Ethical-Permeating Layer yang mengangkat Intelligent-TPACK Çelik sebagai kerangka etis pemersatu, sehingga menghasilkan posisi diferensial terhadap kerangka readiness global seperti UNESCO ICT-CFT dan UNESCO AI Competency Framework for Teachers 2024. Implikasi praktis disusun berdasarkan lima domain kerangka UNESCO tersebut dengan memperhatikan tiga generasi ALT, Explainable AI, dan strategi komunitas belajar profesional tematik AI.
REKONSTRUKSI EPISTEMOLOGI MANAJEMEN PENDIDIKAN DI ERA SOCIETY 5.0: TELAAH FILSAFAT ILMU ATAS PARADIGMA INTEGRASI-INTERKONEKSI M. AMIN ABDULLAH Tukini Rahmawati; Habibi Habibi; Rosnawati Rosnawati; Buchori Buchori; Zulpahmi Hadi; Agus Sugianto; Retno Wahyu Ningsih; Yusrizal Yusrizal; Rizky Firnanda
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 5 No. 2 (2026): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, Desember 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v5i2.1810

Abstract

Penelitian ini bertujuan merekonstruksi epistemologi pengelolaan pendidikan di era Society 5.0 berdasarkan telaah filsafat ilmu terhadap pemikiran M. Amin Abdullah dan merumuskan relevansinya bagi pengembangan pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research melalui kajian terhadap karya M. Amin Abdullah, literatur filsafat ilmu, pendidikan Islam, serta artikel ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paradigma integrasi-interkoneksi dapat dikembangkan dari sekadar pendekatan relasional antarkeilmuan menjadi kerangka epistemologis yang mengintegrasikan dimensi keilmuan, nilai keislaman, kemanusiaan, dan perkembangan teknologi. Rekonstruksi tersebut menghasilkan prinsip epistemologis berupa keterpaduan pengetahuan, dialog lintas disiplin, dan orientasi humanistik-transformatif. Novelty penelitian ini terletak pada perumusan kerangka epistemologi pengelolaan pendidikan Islam yang menggeser pola pikir dikotomis menuju sistem integratif, adaptif, dan humanistik dalam menghadapi transformasi teknologi. Secara teoretis, penelitian ini memperluas penerapan paradigma integrasi-interkoneksi M. Amin Abdullah ke ranah pengelolaan pendidikan dengan menempatkan nilai, pengetahuan, manusia, dan teknologi sebagai unsur yang saling terhubung dalam pengambilan keputusan pendidikan. Kerangka ini menjadi landasan konseptual bagi pengembangan kepemimpinan, tata kelola, kurikulum, dan kebijakan pendidikan Islam yang responsif terhadap tuntutan Society 5.0 tanpa kehilangan orientasi nilai dan tujuan humanistik pendidikan.
AKSIOLOGI PENGEMBANGAN PERGURUAN TINGGI DALAM PEMIKIRAN AZYUMARDI AZRA: RELEVANSINYA BAGI MANAJEMEN PENDIDIKAN Zamharil Zamharil; Widyawati Widyawati; Riky Mayudi; Yulivia Indryani; Retno Wahyu Ningsih; Rita Rahmatillah; Yusrizal Yusrizal; Rizky Firnanda
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 5 No. 2 (2026): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, Desember 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v5i2.1811

Abstract

Perkembangan perguruan tinggi tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas akademik, tetapi juga membutuhkan landasan nilai yang mampu mengarahkan tujuan pendidikan agar tetap memberikan manfaat bagi masyarakat. Kajian ini secara khusus berfokus pada pemikiran Azyumardi Azra sebagai objek material, dengan aksiologi sebagai pisau analisis untuk mengkaji nilai, tujuan, dan kemanfaatan ilmu dalam pengembangan perguruan tinggi serta relevansinya terhadap manajemen pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan filsafat ilmu melalui penelaahan berbagai literatur yang berkaitan dengan pemikiran Azyumardi Azra, aksiologi pendidikan, dan manajemen perguruan tinggi. Hasil kajian menunjukkan bahwa Azyumardi Azra memandang perguruan tinggi sebagai institusi keilmuan yang tidak hanya berfungsi menghasilkan dan mengembangkan pengetahuan, tetapi juga membentuk manusia yang berintegritas, berkarakter, dan memiliki tanggung jawab sosial. Ditinjau dari perspektif aksiologi, pengembangan perguruan tinggi perlu diarahkan pada pemanfaatan ilmu yang berlandaskan nilai etika, moral, dan kemanusiaan serta berorientasi pada kemaslahatan masyarakat. Pemikiran tersebut memiliki relevansi terhadap manajemen pendidikan melalui penguatan tata kelola perguruan tinggi yang profesional dan berorientasi nilai, peningkatan mutu akademik, integrasi ilmu dan nilai keislaman, serta pengembangan budaya akademik yang bertanggung jawab secara sosial. Kontribusi orisinal kajian ini terletak pada perumusan keterkaitan antara pemikiran Azyumardi Azra dan perspektif aksiologi sebagai landasan konseptual bagi pengembangan manajemen pendidikan tinggi yang menempatkan keunggulan akademik, integritas moral, dan kemaslahatan sosial sebagai satu kesatuan. Dengan demikian, pemikiran Azyumardi Azra dapat menjadi pijakan dalam membangun paradigma manajemen pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul secara intelektual dan profesional, tetapi juga memiliki orientasi nilai, etika, dan tanggung jawab sosial.