Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Pendugaan Potensi Lestari Ikan Tenggiri (Scomberomorus sp.) di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Belawan Wontri Erwina Yusniati; Farizal Farizal; Suhessy Syarif; Fauzan Ramadan; Nurhayati Nurhayati; Lisna Lisna; Bagus Pramusintho
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol 11, No 2 (2023): Juli
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.11.2.p.79-85

Abstract

Ikan tenggiri merupakan salah satu sumberdaya ikan yang mempunyai potensi dan nilai ekonomis yang cukup tinggi, sehingga ikan ini menjadi salah satu hasil tangkapan utama di perairan Samudera Belawan. Penelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisis CPUE ikan Tenggiri dan menganalisis potensi lestari di PPS Samudera Belawan. Penelitian ini dilaksanakan pada  April s/d Mei 2022 di Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, Sumatera Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Metode analisis yang digunakan meliputi CPUE dan MSY. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa tren CPUE selama periode tahun 2012-2021 mengalami fluktuasi dengan kisaran antara 1.079 – 4.636 ton/tahun. Potensi lestari (Maximum Sustainable Yield) ikan tenggiri (Scomberomorus sp) di Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan adalah sebesar 1211.163843 ton/tahun, sedangkan Effort optimum (fopt) sebesar 590.8274348 trip/tahun. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa potensi lestari ikan tenggiri di Pelabuhan Perikanan Samudra Belawan pada tahun 2017 mengalami overfishing, sedangkan pada tahun 2012, 2013, 2014, 2015, 2016, 2018, 2019, 2020 dan 2021 mengalami undefishing.
Comparative of the Results of the Throw-net Catch at Different Mesh Sizes in Kerinci Lake Zikri Naqsa Bandi; Lisna Lisna; Mulawarman Mulawarman
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 26 No. 1 (2021): February
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jpk.26.1.13-16

Abstract

Nets are a simple fishing tool which principally confines fish so they cannot escape. The mesh sizes that are often used by the people of Kerinci Lake are the mesh sizes of 2.5 inches and 4.5 inches. The research objective was to compare the catch of jala lempar with mesh sizes of 2.5 inches and 4.5 inches in Kerinci Lake. The method used is the experimental fishing method by catching 16 trips. The results showed that the catch of jala lempar with a mesh size of 2.5 inches got a catch with a weight of 53.930 kg and a total of 266 fish, while a 4.5 inch mesh size obtained a catch with a weight of 33.844 kg and a total of 51 fish. the type of fish that you get is tilapia and barau. The use of different mesh sizes on the Net fishing gear shows a significant difference (P <0.05) to the weight of the catch, at mesh size 2.5 inch, with an average catch weight of 3.371 kg while the mesh size is 4.5 inches. obtained an average catch weight of 2.111 kg. Based on this research, it can be concluded that using a 2.5 inch mesh size results in more catch than 4.5 inches in size.
Growth Pattern of Grouper Sunu (Plectropomus leopardus) At the Kurau Beach Fishing Port Central Bangka Regency Aniz Fitrianisa; Nurhayati Nurhayati; Lisna Lisna
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 25 No. 3 (2020): October
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jpk.25.3.208-215

Abstract

Sunu grouper fish belongs to the Seranidae family whose pattern of reproduction is anti hermaphrodite protogyny, which is the gonad as an organ that changes the transition from the female to male phase. The aims of this research is to study the growth pattern of Sunu grouper fish and find out the total of female Sunu grouper or male Sunu grouper that caught a lot. This research was conducted at the Port of Kurau Coastal Fisheries, Central Bangka Regency, Bangka Belitung Province from February to March 2020 using a survey method. The results showed that the catch of tiger grouper fish reached 399,94 kg, consist of 283,44 kg or 581 female fish species and 116,50 kg or 69 fish according to male sex. The total number of fish caught during the study was 650 fish with the growth pattern is allometric positif. The results also showed a coefficient of determination (R2) of female groupers 0.938 and a value of determination (R2) of 0.701 in male groupers. Based on the results of research that has been done can conclude the growth pattern of female Sunu grouper is allometric positif with value 3,09 and the growth pattern of male Sunu grouper is allometric positif with value 3,87. The total of Sunu grouper fish catch along research is about 650 fish consist of 581 female grouper fish and 69 male grouper fish.
THE EFFECTIVITY OF THE CATCH OF MANGROVE CRABS WITH DIFFERENT BAITS IN THE KAMPUNG LAUT WATERS KUALA JAMBI DISTRICT TANJUNG JABUNG TIMUR REGENCY Lisna Lisna; Juni Trisno Mulyo; Fauzan Ramadan; M Hariski; Yurleni Yurleni
Jurnal Perikanan Unram Vol 12 No 2 (2022): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v12i2.293

Abstract

Kelurahan Kampung Laut merupakan Kelurahan yang terletak di Kabupaten Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi yang memiliki Area hutan bakau yang cukup luas. Salah satu biota laut yang terdapat di perairan bakau adalah kepiting bakau, Nelayan di Kelurahan Kampung Laut menangkap Kepiting Bakau menggunakan alat tangkap bubu lipat dengan menggunakan umpan sebagai pemikat, umpan yang digunakan biasanya umpan belut yang diasinkan dan umpan kepala Ayam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil tangkapan kepiting bakau menggunakan umpan Belut yang diasinkan dan kepala Ayam di kampung laut. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Kampung Laut Kecamatan Kuala Jambi Kabupaten Tanjung Jabung Timur pada tanggal 24 Juni – 24 Juli 2021. Metode yang digunakan adalah experimental fishing, dengan menggunakan 2 jenis umpan yang berbeda yaitu umpan Belut yang diasinkan dan umpan kepala Ayam, dilakukan selama 16 kali pengulangan.  Pemasangan alat tangkap dilakukan dengan cara selang-seling dan jarak antar alat tangkap ± 2 m. Peubah yang diamati meliputi jumlah hasil yang kapan, berat hasil tangkapan dan lebar karapas. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan hasil tangkapan Kepiting Bakau menggunakan umpan Belut yang di asinkan dan kepala Ayam baik dari segi jumlah, berat, maupun ukuran lebar karapas kepiting bakau (P<0,05). Penggunaan umpan belut yang diasinkan mendapatkan hasil tangkapan yang lebih banyak yaitu sebesar 38 ekor dengan berat total 14841 (gr) dan rata-rata lebar karapas per ekor yaitu 141,78 (mm), sementara itu umpan kepala ayam memiliki hasil tangkapan 27 ekor dengan berat total hasil tangkapan 10407 (gr) dan rata-rata lebar karapas per ekor yaitu 134,44 (mm). Kesimpulan dari penelitian ini adalah hasil tangkapan kepiting bakau dengan menggunakan jenis umpan belut yang diasinkan mendapatkan hasil yang lebih banyak dibandingkan dengan menggunakan jenis umpan kepala ayam baik dari segi jumlah, berat dan ukuran lebar karapas kepiting bakau.
TINGKAT KERAMAH LINGKUNGAN ALAT TANGKAP DI KELURAHAN MENDAHARA ILIR Agape Saragih; Nurhayati Nurhayati; Mairizal Mairizal; Lisna Lisna; Darlim Darmawi; Fauzan Ramadan
Jurnal Perikanan Unram Vol 12 No 3 (2022): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v12i3.322

Abstract

Kelurahan mendahara ilir merupakan salah satu kelurahan yang terletak di Kabupaten tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi yang mayoritas masyrakatnya berprofesi sebagai nelayan, namum masyarakat nelayan belum mengetahui seberapa besar tingkat keramah lingkungan alat tangkap yang mereka gunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keramah lingkungan alat tangkap yang digunakan nelayan di Kelurahan Mendahara Ilir yang di lakukan pada bulan Juli–Agustus 2021. Metode yang digunakan adalah metode survey dengan melakukan pengamatan dan observasi secara langsung. Adapun Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat tangkap jaring insang dasar memiliki skor 27,56, sondong memiliki skor 18,54 dan togok memiliki skor 26,66 sehingga masih dikategorikan ramah lingkungan, sedangkan alat tangkap bubu memiliki skor 32,5 dan rawai memiliki skor 28,86 sehingga dikategorikan sangat ramah lingkungan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penilaian terhadap tingkat keramah lingkungan alat tangkap menurut kriteria FAO, alat tangkap yang digunakan nelayan Kelurahan Mendahara Ilir ada 5 jenis alat tangkap yaitu sondong dengan skor 18,54, Jaring insang dasar 27,56, rawai 28,86, togok 26,66, dan bubu dengan skor 32,5. Hal ini menunjukkan bahwa yang mempunyai tingkat keramahan lingkungan paling tinggi adalah bubu dan yang paling rendah adalah sondong.
TINGKAT EFISIENSI WAKTU PENDARATAN IKAN TUNA SIRIP KUNING (Thunnus albacares) DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA (PPS) BUNGUS SUMATERA BARAT Yosi Sulastri Br Sihotang; Lisna Lisna; Ester Restiana Endang G; Fauzan Ramadhan; Rizky Janatul Magwa
Jurnal Perikanan Unram Vol 13 No 3 (2023): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v13i3.559

Abstract

Efisiensi waktu merupakan salah satu hal terpenting dalam operasional pelayanan pelabuhan perikanan. Semakin efisien waktu bongkar muat ikan, semakin murah biaya tambat nelayan dan antrean kapal penangkap ikan bongkar muat ikan.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi waktu pendaratan serta faktor – faktor yang mempengaruhi efesiensi waktu pendaratan ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) di PPS Bungus. Penelitian ini dilaksanakan di PPS Bungus Kota Padang Provinsi Sumatera Barat pada tanggal 19 Januari sampai 23 Februari 2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey, dimana penelitian dilakukan dengan mengamati secara langsung fasilitas, pelaku bongkar dan waktu pada aktivitas pendaratan ikan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Efesiensi Waktu Pendaratan Ikan Tuna Sirip Kuning (Thunnus albacares) di PPS Bungus sebesar 43% tergolong tidak efesien hal ini terjadi akibat banyaknya antrean kapal dan pelaku bongkar masih banyak mengulur-ulur waktu pembongkaran. Faktor – faktor yang mempengaruhi efesiensi waktu pendaratan ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) yang paling berpengaruh signifikan yaitu, waktu bongkar (Menit), waktu terbuang (Menit) dan usia pelaku bongkar (Tahun).
Composition of the Catch of 28 GT Boat Bagan in Carocok Tarusan Waters, Pesisir Selatan District West Sumatra Province Afriadi, Ahmad; Mairizal, Mairizal; Magwa, Rizky Janatul; Alwi, Yun; Lisna, Lisna; Ramadan, Fauzan
Journal of Coastal and Ocean Sciences Vol. 5 No. 3 (2024): September
Publisher : Department of Marine Science, Faculty of Fisheries and Marine Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jocos.5.3.185-188

Abstract

The waters of West Sumatra are one of the richest in Indonesia, and they have potential in the fisheries sector. They use various types of fishing gear, one of which is boat bagan. One of the most common fishing tools in fishing ports is the boat bagan in the waters of Carocok Tarusan, West Sumatra. The catches usually caught by boats are anchovies and tuna. The research aims to determine boat bagan composition in Carocok Tarusan Waters, Pesisir Selatan Regency, West Sumatra Province. This research was carried out on 20 July – 20 August 2023. The method used in this research was a survey method, with direct observations in the field and conducting interviews with fishermen. The tools used in this research were scales, a logbook, a cellphone camera, a ruler, a fishfinder, and a refractometer. The materials used are catches from bagan boats. The data is then calculated and differentiated between main catch, bycatch, and discard. The results of this research show that the composition of the main catch of boat charts is anchovies (Stolephorus spp) as much as 875 kg (24.7%) and tuna (Euthynnus affinis) 888 kg (25%). At the same time, fish that are bycatch consists of several types of fish, namely, trevally (Selaroides leptolepis) as much as 248 kg (7%), peperek (Aurigequula fasciata) as much as 710 kg (20%), mackerel (Rastrelliger sp) as much as 457 kg (12.9%), squid (Loligo sp) as much as 104 kg (2.93%), and mackerel scad (Decapterus) as much as 267 kg (7.5%), for the discarded catch, namely pufferfish (Tetraodontidae) as much as 0.25 kg (0.01 %). The discard catch consists of pufferfish
Sosialisasi Budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai Pakan Altenatif Ternak di Desa Teluk Ketapang Kecamatan Pemayung Kabupaten Batang Hari Ramadan, Fauzan; Lisna, Lisna; Arfiana, BS Monica; Hariski, Muhammad
Journal of Rural and Urban Community Empowerment Vol. 5 No. 2 (2024): April
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.908 KB)

Abstract

Maggot (Black soldier fly) merupakan lalat buah yang bermanfaat bagi lingkungan, karena maggot merupakan serangga pengurai sisa-sisa bahan organik. Dalam rangka mengatasi permasalahan lingkungan dan pakan pada ternak yang ada di Desa Teluk Ketapang, kegiatan yang dilakukan adalah sosialisasi budidaya maggot (BSF). Sasaran dari kegiatan pengabdian ini adalah Kelompok Tani Harapan Maju di Desa Teluk Ketapang yang melakukan kegiatan budidaya ikan dan ternak ayam serta siswa SMK PP Batanghari untuk meningkatkan kreativitas dalam limbah organik dan pakan untuk ternak. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode ceramah dan demonstrasi plot (demplot) dengan masyarakat. Kegiatan ini memperoleh manfaat yaitu menjalin hubungan kerjasama dengan Kelompok Tani Harapan Maju dan Siswa SMK PP Batanghari serta masyarakat paham bagaimana cara membudidayakan maggot (BSF) untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak.
STRUKTUR DAN UKURAN LAYAK TANGKAP UDANG JERBUNG (Penaeus merguiensis) DI PERAIRAN MENDAHARA ILIR Dea Tri Ananda; Depison Depison; Lisna Lisna; Nelwida Nelwida; Muhammad Hariski
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 13, No 1 (2023)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v13i1.16980

Abstract

Mendahara Ilir area is one of the areas in East Tanjung Jabung which has a high enough potential for shrimp, one of which has high economic value is Jerbung Shrimp. It is feared that the increasing activity of catching Jerbung shrimp will lead to overfishing. One of the important things in catching fish is paying attention to the size structure of the caught shrimp. The size of shrimp suitable for capture is a reference in the management of capture fisheries for the sustainability of shrimp resources in the future. This study aims to determine the structure and size suitable for catching Jerbung shrimp using Sondong fishing gear in Mendahara Ilir waters. This study used the Simple Random Sampling method, that is, the number of samples taken was 10% of the total catch of Jerbung prawns. The results showed that Jerbung prawns caught using Sondong fishing gear were in the range of 100-156 mm. The coefficient value of the correlation between length and weight of Jerbung prawns is 2.3 which indicates that the growth pattern of Jerbung prawns is negative allometric. The percentage of suitable size for catching is 78% and not suitable for catching is 22%. The conclusion of this study is that the percentage of Jerbung shrimp size suitable for catching is greater than not suitable for catching but in this study it has not been included in the good criteria.
Morphometrics and Meristics of Senangin (Eleutheronema Tetradactylum) Results of Gillnet Catch in Mendahara Ilir of East Tanjung Jabung District Haryani, Nova; Lisna, Lisna; Magwa, Rizky Janatul; Nelwida, Nelwida; Gelis, Ester Restiana Endang; Farizal, Farizal
Journal of Fish Health Vol. 5 No. 1 (2025): Journal of Fish Health
Publisher : Aquaculture Department, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jfh.v5i1.6045

Abstract

Mendahara Ilir is an area located on the coast with the majority of the community working as fishermen. Fishermen in this area catch fish using Gillnet fishing gear. Overfishing is a form of excessive fishing, the fish population is decreasing over time so that it can cause extinction and will cause degradation of fish resources leading to the extinction of the Senangin species. The purpose of this study was to determine the morphometric and meristic measurements of Senangin (Eleutheronema tetradactylum) in the waters of Mendahara Ilir which can be used as a consideration in making fisheries resource management policies. The method used in this study was the survey method. Data collection was carried out on 30 Senangin samples. Morphometric measurements used 11 characters and meristic calculations used 7 characters. The results of this study showed that the longest Senangin was 65.8 cm and the shortest was 19.0 cm. The average length of the Senangin obtained was 34.7 cm. The determination coefficient R2 of senangin from morphometric characters to total length (TL) ranges from 0.94 to 0.99 where the value shows a very close relationship. The correlation results are influenced by food availability. Meristics of senangin are D.II; D17-19, A.II: A15-70, P.II: 10-76, C.II: 31-182, scales on the tail stem with a total of 136 and a minimum number of 40, lateral line scales with a total of 170 and a minimum number of 62. The conclusion is that Senangin in the Mendahara Ilir waters are still well maintained habitat in Mendahara Ilir.
Co-Authors . Asparian, . A Budiansyah Abdurrahman Madani Ade Octavia Afriadi, Ahmad Afriani H Agape Saragih Aniz Fitrianisa Arfiana, BS Monica Bagus Pramusintho Bandi, Zikri Naqsa Bibit Bibit Darlim Darmawi Darmawan Darmawan Darmawan Darmawan Dea Tri Ananda Depison Depison Depison Depison E. Wiyanto Egga Yolanda Eko Wijayanto Eko Wiyanto Ester Restiana Endang Gelis Fachry Abda El Rahman Farizal Farizal Farizal Farizal Fauzan Ramadan Fauzan Ramadhan Fauzan Ramadhan Fauzan Ramadhan Ramadhan Filawati Filawati Filawati Filawati Firmansyah Firmansyah Fitrianisa, Aniz Haris Lukman Hariski, M Haryani, Nova Hilman Madian Insani Indra Sulaksana Indra Sulaksana Irvan Gunawan Jasmine Masyitha Amelia Juni Trisno Mulyo M. Afdal M. Afdal M. Apri Maulana M. Apri Maulana M. Ridho Saputra Mairizal Mairizal Maryo Tinambunan Mia Andriani Muhammad Farhan Mulawarman Mulawarman Mulawarman Mulawarman Mulawarman Mulawarman Mustika Zahara Nasution, Annio Indah Lestari Nelwida Ne Nelwida Nelwida Nelwida Nelwida Noferdiman Noferdiman Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Prizky Nanda Mawaddah Ren Fitriadi Revis Asra Reza Pahrul Rosadi Reza Pahrul Rosadi Rizky Janatul Magwa Safitri Safitri Sri Maharani Suhessy Syarif Suparjo Suparjo Suratinah Suratinah Syafril Hadi Tina Yuli Fatmawati Vincentia, Agnes Wontri Erwina Yusniati Yosi Sulastri Br Sihotang Yun Alwi Yurleni Yurleni Yusma Damayanti Zikri Naqsa Bandi