Transformasi digital telah menjadi strategi penting untuk meningkatkan daya saing usaha mikro; namun, proses implementasinya belum merata, khususnya di daerah-daerah yang mengalami keterbatasan infrastruktur dan akses terhadap teknologi. Studi ini bertujuan untuk menganalisis peran faktor pendukung internal dalam mendukung transformasi digital pelaku usaha mikro di Dusun Kepetingan, Desa Sawohan, Kabupaten Sidoarjo. Cakupan analisis meliputi strategi organisasi, kemampuan teknologi berkelanjutan, kontrol organisasi yang fleksibel, aksesibilitas terhadap kemitraan, proses bisnis, sumber daya manusia terampil, dan budaya organisasi. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif eksploratif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan 21 informan yang dipilih menggunakan purposive sampling dan diperluas lebih lanjut melalui teknik snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua dimensi faktor pendukung internal berkontribusi pada proses transformasi digital. Meskipun demikian, keterbatasan infrastruktur jaringan, tingkat keterampilan digital yang rendah, dan pemanfaatan media digital yang terbatas telah menghambat proses transformasi untuk mencapai hasil yang optimal. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis bahwa model Internal Enablers dapat diperluas dengan menunjukkan bahwa pada usaha mikro yang berada di wilayah blankspot, infrastruktur digital dan konektivitas berperan sebagai foundational enabler yang mendahului efektivitas faktor-faktor internal organisasi.