Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Effects of Health Education on Knowledge and Preventive Behaviors Related to ARI and Pneumonia in Timor-Leste Yarwin Yari; Hardin La Ramba; Daud Wiberdjohn Tafuli; Nia Rosliany; Rizqa Wahdini; Ribka Sabarina Panjaitan; Khalida Ziah Sibualamu; Wagida Ahmed Nasor Abdelrahim
Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan (Abdigermas) Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Bidang Kesehatan (Abdigermas)
Publisher : CV Media Inti Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58723/abdigermas.v4i2.710

Abstract

Background: Respiratory tract infections, particularly Acute Respiratory Infections (ARI) and pneumonia, remain important public health concerns in rural communities with limited access to health information.Aims: This community-based health education program aimed to assess changes in community knowledge and preventive behaviors related to ARI and pneumonia among adults in Vatuboro Village, Liquica District, Timor-Leste.Methods: A pre-experimental one-group pretest–posttest design was used involving 20 participants selected through purposive sampling. The intervention consisted of interactive health education sessions, including lectures, group discussions, and demonstrations on respiratory disease prevention practices. Data were collected using structured questionnaires and analyzed using descriptive statistics and paired t-tests with a significance level of p < 0.05.Conclusion: Continuous and contextually appropriate health education programs are recommended to support community health literacy and respiratory disease prevention.
Cerdas Digital, Hidup Seimbang: Edukasi Pencegahan Kecanduan Gadget pada Siswa Enni juliani saragih; Nia Rosliany; Azwar; Fajar Nur Rahman
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 3 No 2 (2026): SerQua : Service Quality (Jurnal Pengabdian Masyarakat)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan RS Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecanduan gadget pada remaja merupakan masalah kesehatan digital yang berkembang pesat dan berdampak serius terhadap kesehatan fisik, psikologis, dan prestasi akademik siswa. Penggunaan gadget yang tidak terkontrol telah menjadi permasalahan nyata di lingkungan sekolah menengah pertama, termasuk di SMP Santo Paulus Jakarta Pusat. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam menerapkan penggunaan gadget yang sehat dan seimbang sebagai upaya pencegahan kecanduan gadget secara mandiri. Metode pelaksanaan meliputi pendidikan kesehatan digital dan demonstrasi serta simulasi penggunaan gadget yang sehat, mencakup cara menyusun jadwal harian yang seimbang, menggunakan fitur screen time pada smartphone, dan mengenal aktivitas alternatif pengganti gadget, dengan 35 peserta siswa kelas VII. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test pengetahuan serta lembar observasi keterampilan (checklist 10 item) dan lembar observasi keaktifan peserta (skala Likert 1–5). Kriteria keberhasilan ditetapkan apabila terjadi peningkatan nilai rata-rata post-test minimal ?20% dibandingkan pre-test dan minimal 75% peserta menunjukkan peningkatan skor pengetahuan. Hasil observasi mencatat peningkatan pemahaman tentang dampak kecanduan gadget dan antusiasme yang tinggi pada seluruh peserta. Edukasi pencegahan kecanduan gadget terbukti efektif sebagai intervensi berbasis sekolah untuk mendorong manajemen waktu digital, pembatasan konten adiktif, dan kemandirian kesehatan siswa.
Hubungan Aktivasi Pasien dengan Perilaku Self-Management Diet Cairan pada Pasien Penyakit Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisis Fitri Adella; Rizqa Wahdini; Nia Rosliany
Jurnal Ventilator Vol. 4 No. 3 (2026): September : Jurnal Ventilator
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59680/ventilator.v4i3.2740

Abstract

Chronic kidney disease requires patients undergoing hemodialysis to adhere to fluid and dietary self-management in order to maintain their health condition. Patient activation is considered an important factor in improving patients’ ability to independently manage their health. This study aimed to analyze the relationship between patient activation and fluid diet self-management among patients with chronic kidney disease undergoing hemodialysis at Husada Hospital, Jakarta. A correlational analytic method with a cross-sectional design was used, involving 124 respondents selected through purposive sampling. Data were collected using the Patient Activation Measure-13 (PAM-13) and the Fluid Control in Hemodialysis Patients Scale (FCHPS). The data were analyzed using the Spearman Rank Correlation test. The results showed that 93.5% of respondents had good patient activation, while 75.8% demonstrated good fluid diet self-management. Statistical analysis revealed a significant positive relationship between patient activation and fluid diet self-management (p < 0.001; r = 0.326). These findings indicate that higher patient activation is associated with better fluid diet self-management among chronic kidney disease patients undergoing hemodialysis.
Hubungan Pengetahuan dan Dukungan Keluarga sebagai Treatment Support dengan Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis pada Pasien TB Paru Marsya Aulia Cantika; Nia Rosliany; Yarwin Yari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1634

Abstract

Tuberkulosis (TB) paru masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dan keberhasilan terapinya dipengaruhi oleh kepatuhan mengonsumsi Obat Anti Tuberkulosis (OAT). Pengetahuan pasien dan dukungan keluarga sebagai Treatment Support dapat berperan dalam mempertahankan kepatuhan selama pengobatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan dan dukungan keluarga sebagai Treatment Support dengan kepatuhan minum OAT pada pasien TB paru di UPTD Puskesmas Karang Bahagia. Penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan desain cross-sectional pada 120 pasien TB paru yang dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner karakteristik, pengetahuan, dukungan keluarga, dan kepatuhan minum OAT. Analisis bivariat menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian ini sebagian besar responden laki-laki (75%), berusia 40–60 tahun (50,8%), berpendidikan SMA (50,8%), dan bekerja sebagai buruh/petani/nelayan (48,3%). Tingkat pengetahuan baik sebanyak 79 responden (65,8%), dukungan keluarga baik 105 responden (87,5%), dan kepatuhan tinggi 80 responden (66,7%). Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dan kepatuhan minum OAT (r = 0,298; p = 0,001) serta antara dukungan keluarga dan kepatuhan minum OAT (r = 0,343; p = 0,001), keduanya berpola positif dengan kekuatan korelasi sedang. Penelitian ini menyimpulkan semakin baik pengetahuan dan dukungan keluarga, semakin tinggi kecenderungan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan TB paru.