Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : Jurnal ABDIMAS MUTIARA

SOSIALISASI PERILAKU CUCI TANGAN PAKAI SABUN DI DESA SAWO SEBAGAI - BENTUK KEPEDULIAN TERHADAP MASYARAKAT DITENGAH MEWABAHNYA VIRUS COVID-19 Veronika Sinaga, Lia Rosa; Munthe, Seri Asnawati; Bangun, Henny Arwina
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 1 No. 2 (2020): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cuci tangan secara teratur dan menyeluruh dengan sabun dibawah air mengalir dengan 6 langkah dianjurkan oleh WHO karena dapat membunuh virus yang mungkin ada di tangan seperti virus corona (Covid-19). Praktik kebersihan diri baik dengan cuci tangan merupakan langkah awal pencegahan penularan virus 2019-ncoV dan telah terbukti menjadi salah satu langkah pencegahan penyakit menular yang murah dan terjangkau. Kecemasan dan ketakutan melanda manusia diawal tahun 2020, disebabkan oleh hadirnya virus baru yang menyerang bagian penting dari organ tubuh manusia. Tujuan Pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengetahui dan memahami cara mencuci tangan dengan baik dan dapat melakukan teknik mencuci tangan dengan benar sebagai upaya untuk perubahan perilaku sehingga nantinya dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Di Desa Sawo Kecamatan Sawo Kabupaten Nias Utara, diketahui bahwa mayoritas masyarakat masih belum mempunyai pemahaman yang baik mengenai pentingnya perilaku mencuci tangan dengan menggunakan sabun, cara yang benar mencuci tangan dan kapan saja diperlukan cuci tangan pakai sabun. Serta sedikitnya kesadaran masyarakat untuk melakukan kebiasaan cuci tangan menggunakan sabun khususnya saat masalah pandemic covid-19 seperti sekarang ini Salah satu upaya yang dilakukan untuk membantu pemerintah dan meningkatkan kesehatan masyarakat dengan mengurangi penularan virus covid-19 adalah dengan dilakukanya penyuluhan dan sosialisasi Cuci Tangan menggunakan Sabun. Diharapkan dengan adanya sosialisasi Cuci Tangan Menggunakan Sabun pada masyarakat Desa Sawo Semakin bertambahnya pengetahuan masyarakat tentang manfaat dan pentingnya cuci tangan yang benar dengan menggunakan sabun pada air mengalir dan kesadaran agar mau dan mampu melakukan kebiasaan Cuci Tangan Menggunakan Sabun Sebagai Bentuk Kepedulian Terhadap Masyarakat Di Tengah Mewabahnya Virus Covid-19.
PENYULUHAN DAN SOSIALISASI MASKER DI DESA SIFAHANDRO KECAMATAN SAWO SEBAGAI BENTUK KEPEDULIAN TERHADAP MASYARAKAT DITENGAH MEWABAHNYA VIRUS COVID 19. Munthe, Seri Asnawati; Manurung, Jasmen; Sinaga, Lia Rosa Veronika
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 1 No. 2 (2020): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masker adalah alat pelindung diri yang dirancang untuk melindungi pengguna dari menghirup partikel udara dan melindungi kesehatan saluran pernafasan. Penggunaan masker mengurangi infeksi influenza dan coronavirus pada manusia dengan mencegah penyebaran percikan yang dapat menyebabkan infeksi dari orang yang terinfeksi ke orang lain dan kemungkinan kontaminasi lingkungan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengetahuan dan sikap Masyarakat desa Sifahandro tentang pentingnya pencegahan infeksi saluran pernafasan melalui penggunaan masker. Di masa pandemic ini desa Sifahandro termasuk desa dengan jumlah ODP/OTG tertinggi di wilayah Kabupaten Nias Utara.Sedangkan di Desa Sifahandro hampir tidak terlihat masyarakat yang menggunakan masker saat keluar rumah. Belum ditemukannya orang dengan gejala covid-19 membuat mereka merasa bahwa penggunaan masker belum terlalu penting dan kurang berpengaruh bagi kesehatan mereka . Adapun metode yang dilakukan adalah dengan cara penyuluhan dan sosialisasi kepada sasaran yaitu masyarakat. Adapun lokasi yang dilakukan adalah di desa. Penyuluhan dilaksanakan pada tanggal 16 Juli 2020 yang bertempat dikantor atau Aula kepala desa Sifahandr kecamatan Sawo. Adapun hasil dari pengabdian masyarakat adalah masyarakat sangat antusias dan respon , haal ini terlihat dari banyaknya peserta yang bertanya pada saat penyuluhan.Penyuluhan ini dihadiri langsung oleh bapak Kepala desa sekaligus beliau memberi kata sambuatn.Sedangkan masyarakat yang hadir lebih kurang 20 Orang. Diharapkan dengan melakukan penyuluhan dan sosialisasi ini masyarakat semakin sadar dan peduli akan pencegahan covid 19 dengan memakai masker.Selain itu semua masyarakat apabila keluar rumah memakai masker.
PELATIHAN RELAWAN POS GABUNGAN PENCEGAHAN COVID-19 KEPADA UTUSAN KECAMATAN DARI WILAYAH MEDAN-BINJAI-DELISERDANG (MEBIDANG) TAHUN 2020 Manurung, Jasmen; Munthe, Seri Asnawati; Bangun, Henny Arwina
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 2 No. 2 (2021): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada awal 2020, dunia dikejutkan dengan mewabahnya pneumonia baru yang bermula dari Wuhan, Provinsi Hubei, yang kemudian menyebar dengan cepat ke lebih dari 190 negara dan teritori. Coronavirus Disease 19 (COVID-19) merupakan penyakit yang disebabkan oleh Novel Coronavirus (2019-nCoV) atau yang kini dinamakan SARS-CoV-2 yang merupakan virus jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Salah satu cara pencegahan yang paling tepat adalah dengan menerapkan perilaku sesuai dengan protokol kesehatan, yaitu: mencuci tangan sesering mungkin, menjaga jarak, dan menggunakan masker. Partisipasi masyarakat menjadi salah satu kunci penting dalam menerapkan protokol kesehatan ini. Tokoh masyarakat (agama, adat), tokoh pemuda, kader, ibu-ibu PKK, tokoh organisasi masyarakat dan berbagai tokoh lainnya menjadi beberapa elemen penting yang dapat membantu pencapaian keberhasilan perubahan perilaku masyarakat. Para tokoh ini diharapkan akan menjadi salah satu role model penerapan perilaku yang sesuai dengan protokol kesehatan. Hal inilah yang menjadi latar belakang pelaksanaan kegiatan Pelatihan Relawan Pos Gabungan Pencegahan Covid-19 Kepada Utusan Kecamatan Dari Wilayah Medan-Binjai-Deliserdang (Mebidang) Tahun 2020. Medan-Binjai-Deliserdang merupakan tiga kabupaten kota yang memiliki angka penularan penyakit Covid-19 pada kategori tinggi. Untuk itu, perlu dilakukan penguatan penerapan perilaku yang sesuai dengan protokol ksehatan di tiga wilayah ini. Diharapkan setelah mengikuti pelatihan relawan pos gabungan pencegahan covid-19 kepada utusan kecamatan dari wilayah Medan-Binjai-Deliserdang (Mebidang) mereka mampu menerapkan perilaku kesehatan yang sesuai dengan protokol kesehatan pencegahan covid-19
ENAM LANGKAH MENCUCI TANGAN YANG BENAR DALAM PENCEGAHAN PENULARAN VIRUS COVID 19 Purba, Ivan Elisabeth; Munthe, Seri Asnawati; Bangun, Henny Arwina
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 2 No. 2 (2021): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus virus corona di Indonesia sudah berlangsung hampir satu tahun sejak diumumkan pertama kali oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 2 Maret 2020. Covid-19 (coronavirus disease 2019) adalah penyakit yang disebabkan oleh jenis coronavirus baru yaitu Sars-CoV-2, yang dilaporkan pertama kali di Wuhan Tiongkok pada tanggal 31 Desember 2019. Covid-19 ini dapat menimbulkan gejala gangguan pernafasan akut seperti demam diatas 38°C, batuk dan sesak nafas bagi manusia. Selain itu dapat disertai dengan lemas, nyeri otot, dan diare. Pada penderita Covid-19 yang berat, dapat menimbulkan pneumonia, sindroma pernafasan akut, gagal ginjal bahkan sampai kematian.Covid-19 dapat menular dari manusia ke manusia melalui kontak erat dan droplet (percikan cairan pada saat bersin dan batuk), tidak melalui udara (Kemenkes, 2020). Berdasarkan informasi dari Kementerian Kesehatan RI, total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia sampai dengan 17 Februari 2021 sudah menembus angka lebih dari 1,2 juta atau sebanyak 1.243.646 orang, total yang meninggal dunia sebanyak 33.788 orang dengan angka kesembuhan sebanyak 1.047.676 orang (Kemenkes RI, 2021). Pengabdian kepada masyarakat ini akan dilaksanakan pada bulan Juni sampai Agustus 2021. Tempat kegiatan pengabdian ini adalah di kantin asrama Bri-Mob Medan, Jalan K.H.Wahid Hasyim no.3 Kelurahan Babura, Kec. Medan Baru Kota Medan. Hasil kegiatan edukasi tentang manfaat dan prosedur langkah – langkah mencuci tangan yang benar diharapkan dapat membantu memberikan pengetahuan bagi masyarakat dan diharapkan dapat membantu suksesnya upaya pencegahan penularan virus Covid 19.
PENTINGNYA EDUKASI DAN PENERAPAN VAKSINSI GUNA MENCEGAH PENULARAN PANDEMI COVID - 19 DI LINGKUNGAN MASYARAKAT DESA KELURAHAN TITI PAPAN KECAMATAN MEDAN DELI Veronika Sinaga, Lia Rosa; Manurung, Jasmen; Munthe, Seri Asnawati
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 1 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (In Press)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejak vaksin COVID-19 tiba di Indonesia, tidak sedikit masyarakat yang belum setuju akan anjuran pemerintah untuk menjalani vaksinasi COVID-19. Padahal, pemberian vaksin ini sangatlah penting, bukan hanya untuk melindungi masyarakat dari COVID-19, tetapi juga memulihkan kondisi sosial dan ekonomi negara yang terkena dampak pandemi.Vaksinasi atau imunisasi bertujuan untuk membuat sistem kekebalan tubuh seseorang mampu mengenali dan dengan cepat melawan bakteri atau virus penyebab infeksi. Tujuan yang ingin dicapai dengan adalah menurunnya angka kesakitan dan angka kematian akibat virus ini. Meskipun tidak 100% bisa melindungi seseorang dari infeksi virus Corona, vaksin ini dapat memperkecil kemungkinan terjadinya gejala yang berat dan komplikasi akibat COVID-19.Tujuan Pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengetahui dan memahami Pentingnya edukasi dan penerapan vaksinasi guna mencegah penularan pandemi covid 19 di lingkungan masyarakat sebagai upaya untuk perubahan perilaku sehingga nantinya dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan untuk membantu pemerintah dan meningkatkan kesehatan masyarakat dengan mengurangi penularan virus covid-19 adalah dengan dilakukanya sosialisasi Pentingnya edukasi dan penerapan vaksinasi guna mencegah penularan pandemi covid 19. Diharapkan dengan adanya sosialisasi Pentingnya edukasi dan penerapan vaksinasi guna mencegah penularan pandemi covid 19 pada masyarakat Desa Kelurahan Titi Papan,Kecamatan Medan Deli Semakin bertambahnya pengetahuan masyarakat tentang manfaat dan pentingnya edukasi dan penerapan vaksinasi guna mencegah penularan pandemi covid 19 serta kesadaran masyarakat agar mau dan ikut serra melaksanakan Vaksinasi covid-19 Sebagai Bentuk Kepedulian Terhadap Masyarakat Di Tengah Mewabahnya Virus covid-19.
Pencegahan Penyakit DBD Melalui Pemberdayaan Masyarakat Dengan Komunikasi Dan Edukasi Di Desa Tanjung Beringin I Kabupaten Dairi J. Sitorus, Mido Ester; Ivan Elisabet Purba; Seri Asnawati Munthe; Sejukan Hati Harefa; Winda Ningsih Sitompul
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 6 No. 1 (2025): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia, terutama di daerah tropis seperti Kabupaten Dairi. Penyebaran penyakit ini dipengaruhi oleh kurangnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan dan tindakan pencegahan yang tepat. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta partisipasi masyarakat dalam pencegahan DBD melalui pendekatan komunikasi dan edukasi di Desa Tanjung Beringin I. Metode yang digunakan dalam program ini meliputi sosialisasi, penyuluhan kesehatan, pelatihan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) 3M Plus, serta pendampingan kader kesehatan desa. Tempat dan waktu pelaksanaan pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan di Desa Tanjung Beringin I Kabupaten Dairi, pada bulan O-tober-Desember Tahun 2024. Edukasi diberikan melalui berbagai media, termasuk penyuluhan langsung, poster, dan media sosial untuk memastikan informasi tersebar luas. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan dan perubahan perilaku masyarakat sebelum dan sesudah pelaksanaan program. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat tentang DBD, faktor penyebabnya, serta cara pencegahannya. Selain itu, terdapat perubahan perilaku positif, seperti meningkatnya kebiasaan membersihkan lingkungan dan menerapkan PSN 3M Plus. Keberlanjutan program ini diharapkan dapat didukung oleh pemerintah desa serta tenaga kesehatan agar edukasi tetap berlanjut dan mampu menekan angka kejadian DBD di wilayah tersebut.
GERAKAN RUMAH SEHAT : KAMPANYE LINGKUNGAN BERSIH BEBAS DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI DESA SIONGGANG KECAMATAN BUNTU PANE TAHUN 2025 Munthe, Seri Asnawati; Liarosa Veronika Sinaga; Jasmen Manurung; K, Yuni
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 6 No. 2 (2025): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v6i2.6209

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is one of the environmental-based diseases, namely a pathological condition in the form of abnormal function or morphology of an organ of the body caused by human interaction with everything around it that has the potential for disease. The environment greatly influences the incidence of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF), especially an environmental condition with poor sanitation (Arsyad et al., 2020).. Dengue Hemorrhagic Fever (DHF). For this reason, a clean house movement is needed to eradicate mosquito breeding places. This Community Service aims to increase public awareness of mosquito breeding places and reduce DHF cases. After participating in the Healthy Home Movement, it turned out that the community was enthusiastic about participating and there was an increase in knowledge from an average of 56 before and an average after counseling of 88 so that there was an increase of 32 points. In addition, the mutual cooperation participants were also very enthusiastic, as seen from various parties involved and even the village head provided the necessary equipment. For this reason, it is hoped that the community will be able to prevent the spread of Dengue Fever so that DHF cases decrease and the home environment is clean.
SOSIALISASI CUCI TANGAN PAKAI SABUN DI PAUD DAN TAMAN KANAK KANAK SEKOLAH SINAR MENTARI DESA PERCUT SEI TUAN KABUPATEN DELI SERDANG SUMATERA UTARA Bangun, Henny Arwina; Sinaga, Lia Rosa Veronika; Manurung, Jasmen; Asnawati, Seri; Siregar, Ronni Naudur
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 1 No. 1 (2020): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap siswa siswi di sekolah berhak memperoleh derajat kesehatan yang setinggi-tingginya dan perlu diikutsertakan dalam usaha-usaha kesehatan pemerintah. Hal ini tercantum di dalam Undang-Undang Kesehatan pasal 1 No.9 tahun 1960. Yang dimaksud dengan kesehatan dalam UU Pokok Kesehatan tersebut adalah pengertian sehat yang sesuai dengan ketentuan yang telah di definisikan oleh WHO yaitu sehat adalah suatu keadaan jasmani, rohani, dan sosial yang sempurna dan bukan hanya bebas dari penyakit, cacat dan kelemahan. CTPS merupakan salah satu indikator output STBM. Setiap rumah tangga dan sarana pelayanan umum dalam suatu komunitas (seperti sekolah, kantor, rumah makan, puskesmas, pasar, terminal) tersedia fasilitas cuci tangan (air, sabun, sarana cuci tangan), sehingga semua orang mencuci tangan dengan benar. Permasalahan pemberian penyuluhan kepada siswa siswi PAUD dan Taman Kanak-Kanak (TK) Sekolah Sinar Mentari Desa Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang, mengenai kesehatan masih kurang. Rendahnya tingkat pendidikan dan ekonomi orangtua siswa siswi di PAUD dan TK Sekolah Sinar Mentari menyebabkan rendahnya perilaku siswa siswi untuk selalu menerapkan pola hidup sehat terutama untuk melakukan cuci tangan dengan memakai sabun. Sebagai contoh mereka sering kali untuk tidak mencuci tangan sebelum makan dan aktivitas lainnya. Padahal cuci tangan memiliki manfaat yang cukup banyak salah satunya dapat mencegah terjangkitnya penyakit diare. Berdasarkan hal tersebut penulis tertantang untuk memberikan sosialisasi CPTS pada siswa siswi di di PAUD dan TK Sekolah Sinar Mentari di Desa Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang dari hasil sosialisasi diperoleh antusiasnya siswa siswa untuk bertanya dan mempraaktekan CPTS ini. Dengan sosialisasi CPTS ini diharapkan siswa siswi melakukan CPTS disetiap kegiatan sehingga diharapkan akan terbebas dari segala penyakit yang berhubungan dengan kuman, bakteri pada makanan salah satunya adalah diare, sehingga derajat kesehatan pada siswa siswi akan meningkat.
EDUKASI PENERAPAN HYGIENE DAN SANITASI PADA PENJAMAH MAKANAN DI BANDARA KUALANAMO TAHUN 2025 Veronika Sinaga, Lia Rosa; Munthe, Seri Asnawati; Jasmen Manurung
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6748

Abstract

Hygiene sanitasi makanan berfungsi untuk memastikan keamanan dan kebersihan makanan dari proses produksi hingga konsumsi. Hygiene sanitasi penjamah makanan tidak terlepas dari sikap dan pengetahuan mengenai hygiene dan sanitasi makanan. Pengetahuan, sikap dan hygiene sanitasi penjamah makanan sangat penting dalam penyelenggaraan makanan agar makanan yang dihasilkan terhindar dari kontaminasi.Tujuan Pengabdian masyarakat ini adalah Meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan para penjamah makanan dalam menerapkan prinsip hygiene dan sanitasi yang baik guna mencegah kontaminasi makanan dan mendukung kesehatan Masyarakat. Diharapkan dengan adanya edukasi Penerapan Hygiene Dan Sanitasi Pada Penjamah Makanan maka penjamah makanan mengalami peningkatan pemahaman mengenai konsep hygiene pribadi, sanitasi lingkungan, dan pentingnya penerapan standar kebersihan dalam pengolahan makanan, terjadi peningkatan nilai pre-test dan post-test sebagai indikator keberhasilan edukasi, terjadi perubahan perilaku seperti mencuci tangan dengan benar sebelum dan sesudah menangani makanan serta menggunakan perlengkapan kebersihan seperti sarung tangan dan penutup kepala, Penjamah makanan mampu mempraktikkan teknik sanitasi dasar seperti membersihkan alat masak, menjaga kebersihan area dapur, dan memisahkan bahan makanan mentah dan matang dengan benar, Pengelola usaha makanan menunjukkan minat untuk mengadakan pelatihan lanjutan dan menyediakan fasilitas sanitasi yang lebih memadai (seperti wastafel, sabun, dan tempat sampah tertutup) dan Adanya komitmen dari pengelola usaha makanan untuk meningkatkan pengawasan terhadap hygiene dan sanitasi pegawai
Co-Authors Agnes N Asima Sirait Bali, Linta Antasari Bangun, Henny Arwina Br. Girsang, Gustina Brahmana, Nettietalia Brahmana, Nettietalia Br. Buulolo, Sitimawar Daniel Ginting Della Kuswinda Tanjung Deva Zulfianda DONAL NABABAN Donal Nababan Elisabeth Purba, Ivan Elliwati Ginting Erwin Silitonga Falentina Wau, Falentina Fitri Aisyah Frida Lina Tarigan Friska Vaulina Manik Ginting, Elliwati Gulo, Titus Themavati Gultom, Try Lasmarito Hana Ike Dameria Purba Harianja, Pransiska Paola Henny Arwina Bangun Hulu, Yufianis Ike Dameria Purba, Hana Ivan Elisabet Purba J. Sitorus, Mido Ester Jasmen Manurung K, Yuni Ketaren, Otniel Laia, Fidalina Lia Rosa Veronica Sinaga Linta Antasari Bali lismawati, lismawati Madjid, Mohd Muliandi Manullang, Kristina Manurung, Kesaktian Maria Roslina Marni Br Tarigan Melvinnaria Zamili Mido Ester J. Sitorus Mindo Siagian Mindo Tua Siagian Mustika Purnama Utami MYRNAWATI, MYRNAWATI Nababan, Donal Nababn, Donal Nadilla Pratiwi Nainggolan, Christina Roos Etty Ningrum, Maya Meliya Nora, Elvita Ohara, Evy Pakpahan, Nita Ernawati Perdede, Sartana Purba, Wulan Sari Putri, Nurcahaya Rahmat Alyakin Dakhi Rahmatunnisa Sinaga Realita Marbun Realita Realita, Realita Rohana Sinaga, Taruli Ronni Naudur Siregar Sejukan Hati Harefa Sembiring, Chory Vevayosa Br Sembiring, Evaria Sembiring, Rinawati Seriyana Sijabat Siagian, Mindo Tua SILITONGA, EVAWANI Silitonga, Evawani Martalena Simangunsong, Nani Sugiarti Simanjuntak, Marylin Parulian Simanullang, Elysa Sinaga , Lia Rosa Veronika Sinaga, Lia Rosa Veronika Sinaga, Taruli Rohana Siti Nurjannah Sitompul, Aiko Lismawati Sitorus, Mido Ester Tarigan, Malemta Tarigan, Yenni Tarigan, Yenni Gustiani Ulina, Sri Utama, Indra Vierto Winda Ningsih Sitompul Yenni Tarigan Yuni K Zulfianda, Deva