Claim Missing Document
Check
Articles

RELATIONSHIP BETWEEN PSYCHOLOGICAL FATIGUE AND WORK STRESS WITH PERFORMANCE AMONG MOTHERS WORKING AT ALASA PUBLIC HEALTH CENTER, NORTH NIAS REGENCY Sinaga, Taruli Rohana; Sembiring, Rinawati; Munthe, Seri Asnawati; Sitorus, Mido Ester J; Hulu, Enjel Siska Dewita
Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 9 No 1 (2026): Jurnal Mutiara Ners
Publisher : Program Studi Ners UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmn.v9i1.6732

Abstract

Working mothers in the health sector, particularly in community health centers, face the challenge of playing dual roles as professionals and homemakers. This situation has the potential to cause psychological fatigue and work stress, which can impact their performance. This study aims to analyze the relationship between psychological fatigue and work stress on the performance of working mothers at the Alasa Public Health Center (PHC) in North Nias Regency. This study is a quantitative study with a cross-sectional design. The sample consisted of 36 married women working at the Alasa PHC. Data collection was conducted using a questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data analysis was performed using univariate and bivariate analysis using the chi-square test. The results showed a significant relationship between psychological fatigue and performance with a p-value = 0.005 <α=0.05 and a significant relationship between work stress and performance with a p-value = 0.001 <α=0.05. Mothers who experienced psychological fatigue and high work stress tended to show low performance. This situation is exacerbated by heavy workloads, significant domestic responsibilities, particularly within the family environment, lack of rest time, and minimal social support. This study recommends managerial efforts to identify and manage psychological factors that affect working mothers, such as emotional support from superiors, colleagues, and family, adequate rest time, more flexible work schedules, and improved welfare. The implementation of these strategies is expected to reduce psychological fatigue and work stress, thereby significantly and measurably improving the performance of female health workers, particularly working mothers, which in turn will have a positive impact on overall performance.
HUBUNGAN KUALITAS FISIK BIOLOGI AIR MINUM DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI KELURAHAN BELAWAN II LINGKUNGAN 14 KECAMATAN MEDAN BELAWAN KOTA MEDAN TAHUN 2026 Seri Asnawati Munthe; Lia Rosa Veronika Sinaga; Jasmen Manurung; Yolanda Manullang
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 8 No. 1 (2026): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/tekesnos.v8i1.6367

Abstract

Latar belakang : Stunting adalah kondisi yang ditandai oleh kekurangan gizi pada anak, adanya infeksi yang berlangsung dalam jangka waktu lama, serta diidentifikasi melalui pengukuran tinggi badan menurut umur pada balita yang berada di bawah standar normal (Kemenkes RI, 2016). Kondisi ini mencerminkan masalah gizi kronis yang terjadi secara bertahap dan berkelanjutan. Di Kecamatan Medan Belawan angka stunting masih tergolong tinggi meskipun secara keseluruhan Kota Medan mengalami penurunan kasus dari 288 kasus pada tahun 2023 menjadi 188 kasus hingga Agustus 2024, dengan Kecamatan Medan Belawan tercatat sebagai wilayah dengan kontribusi kasus tertinggi. Air minum yang terkontaminasi bakteri coliform berpotensi menimbulkan infeksi berulang seperti diare, sehingga mengganggu penyerapan zat gizi pada balita Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif hubungan kualitas fisik, biologi air minum yang dikonsumsi rumah tangga dengan kejadian stunting pada balita di Kelurahan Belawan II, Lingkungan 14, Kecamatan Medan Belawan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Keluarga yang memiliki balita usia 0–59 bulan yang berjumlah 50 orang sekaligus sebagai sampel. Selanjutnya dilakukananalisa analisa data yaitu dengan univariat dan bivariate. Bivariat dilakukan dengan menggunakan uji Chi-Square, dengan tingkat kepercayaan 95 % (α) = 0,05. pemilihan uji Chi-Square didasarkan pada skala data nominal dan tujuan penelitian untuk mengetahui adanya pengaruh antara dua variabel kategorik (Lemeshow et al.,2020). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air minum yang memenuhi syarat kesehatan secara fisik 48 % dan syarat biologi 52 %. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value < 0,001 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas air minum baik fisik maupun biologi dengan kejadian stunting pada balita di Kelurahan Belawan II Kecamatan Medan Belawan Kota Medan Tahun 2026. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas air minum dengan kejadian stunting pada balita. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kualitas air minum, sanitasi lingkungan, serta edukasi kesehatan kepada masyarakat untuk menurunkan kejadian stunting pada balita.
PENINGKATAN KESADARAN MASYARAKAT TERHADAP KEAMANAN AIR MINUM RUMAH TANGGA DI DESA NAMO SIMPUR TAHUN 2026 Seri Asnawati Munthe; Jasmen Manurung; Liarosa Veronika Sinaga; Grace Christine Malau; Rahel Karen Pricillia Damanik
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 2 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i2.6380

Abstract

Air merupakan komponen esensial bagi kelangsungan hidup manusia, namun air yang tidak aman justru dapat menjadi media penularan berbagai penyakit. Secara global, lebih dari dua miliar orang masih hidup tanpa akses terhadap air yang layak konsumsi, kondisi ini berkontribusi terhadap 1,4 juta kematian setiap tahun dan memicu hampir setengah dari angka malnutrisi global (Setyoadi, 2012). Di Indonesia, situasinya tidak kalah mengkhawatirkan. Berdasarkan Survei Kualitas Air Minum Rumah Tangga (SKAMRT) Tahun 2023 yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan, ditemukan fakta bahwa sekitar 80 persen akses air minum rumah tangga belum memenuhi kategori aman. Bahkan, kontaminasi bakteri Escherichia coli (E. coli) ditemukan pada 45,4 persen sampel air minum isi ulang yang diuji oleh Kementerian Kesehatan. Artinya, hampir setengah dari air isi ulang yang dikonsumsi masyarakat setiap hari berpotensi membawa penyakit (Pangestu & Lusno, 2025).Selain faktor kualitas sumber air, perilaku masyarakat dalam pengolahan dan penyimpanan air minum juga menjadi faktor risiko penting. Banyak rumah tangga masih memiliki kebiasaan penyimpanan air dalam wadah terbuka, penggunaan wadah yang tidak higienis, kurangnya kebiasaan mencuci tangan sebelum mengambil air minum, serta minimnya pemahaman mengenai cara pengolahan air yang aman seperti perebusan yang benar, filtrasi, desinfeksi sederhana, maupun sanitasi wadah penyimpanan. Desa Namo Simpur merupakan salah satu wilayah yang masyarakatnya masih banyak menggunakan sumber air sederhana untuk kebutuhan sehari-hari.. Beberapa masyarakat masih menggunakan air tanpa proses perebusan hingga matang, serta kurang memperhatikan kebersihan tempat penyimpanan air minum. Selain itu, masih terdapat masyarakat yang menyimpan air minum di wadah terbuka sehingga berisiko terkontaminasi debu, serangga, maupun bakteri dari lingkungan sekitar. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang keamanan air. Adapun sasaranya adalah seluruh ibu bu yang tinggal didesa Sampur dan diharapkan nantinya setelah pengabdian masyarakat ini maka pengetahuan masyarakat akan meningkat tentang keamanan air sehingga semua masyarakat mengkonsumsi air yang berkualitas. Setelah dilakukan penyuluhan maka ada peningkatan pengetahuan yaitu dari 30 % menjadi 85 % berpengetahuan baik. Diharapkan kepada masyarakat Desa Namo Simpur dapat menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh selama kegiatan penyuluhan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam pengolahan, penggunaan, dan penyimpanan air minum rumah tangga secara higienis.
HUBUNGAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA TENAGA KESEHATAN DI PUSKESMAS NON RAWAT INAP MANDREHE UTARA Yenni Gustiani Tarigan; Seri Asnawati Munthe; Titus Themavati Gulo; Yufianis Hulu
Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Kinerja tenaga kesehatan merupakan indikator penting dalam menentukan mutu pelayanan di Puskesmas. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi kinerja adalah motivasi kerja, yang berperan dalam mendorong semangat, tanggung jawab, dan komitmen dalam melaksanakan tugas. Kinerja yang tidak optimal dapat berdampak pada rendahnya kepuasan pasien dan citra institusi pelayanan kesehatan. Tujuan: untuk menganalisis hubungan antara motivasi kerja dengan kinerja tenaga kesehatan di Puskesmas Non Rawat Inap Mandrehe Utara. Metode: pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Seluruh tenaga kesehatan sebanyak 59 orang dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Chi-square pada tingkat signifikansi 0,05 menggunakan SPSS. Hasil: Terdapat hubungan signifikan antara kebutuhan fisiologis (p=0,000), kebutuhan penghargaan (p=0,008), kebutuhan sosial (p=0,004), dan kebutuhan aktualisasi diri (p=0,049) dengan kinerja tenaga kesehatan. Namun, kebutuhan keamanan tidak berhubungan secara signifikan dengan kinerja (p=0,704). Kesimpulan: Motivasi kerja berhubungan dengan kinerja tenaga kesehatan, khususnya pada aspek fisiologis, sosial, penghargaan, dan aktualisasi diri. Upaya peningkatan motivasi melalui pengembangan karier, pelatihan berkelanjutan, dan dukungan lingkungan kerja perlu dilakukan untuk meningkatkan kinerja dan mutu pelayanan kesehatan.
RELATIONSHIP BETWEEN PSYCHOLOGICAL FATIGUE AND WORK STRESS WITH PERFORMANCE AMONG MOTHERS WORKING AT ALASA PUBLIC HEALTH CENTER, NORTH NIAS REGENCY Taruli Rohana Sinaga; Rinawati Sembiring; Seri Asnawati Munthe; Mido Ester J Sitorus; Enjel Siska Dewita Hulu
Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 9 No 1 (2026): Jurnal Mutiara Ners
Publisher : Program Studi Ners UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Working mothers in the health sector, particularly in community health centers, face the challenge of playing dual roles as professionals and homemakers. This situation has the potential to cause psychological fatigue and work stress, which can impact their performance. This study aims to analyze the relationship between psychological fatigue and work stress and their effects on the performance of working mothers at the Alasa Public Health Center (PHC) in North Nias Regency. This study is quantitative and cross-sectional. The sample comprised 36 married women employed at the Alasa PHC. Data were collected using a questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data analysis was performed using univariate and bivariate analysis using the chi-square test. The results showed a significant relationship between psychological fatigue and performance (p = 0.0005 < α = 0.05) and a significant relationship between work stress and performance (p = 0.001 < α = 0.05). Mothers who experienced psychological fatigue and high work stress tended to show low performance. This situation is exacerbated by heavy workloads, significant domestic responsibilities, particularly within the family environment, lack of rest time, and minimal social support. This study recommends managerial efforts to identify and manage psychological factors affecting working mothers, including emotional support from superiors, colleagues, and family, adequate rest time, more flexible work schedules, and improved welfare. The implementation of these strategies is expected to reduce psychological fatigue and work stress, thereby significantly and measurably improving the performance of female health workers, particularly working mothers, thereby positively impacting overall performance.
Co-Authors Agnes N Asima Sirait Bali, Linta Antasari Bangun, Henny Arwina Br. Girsang, Gustina Brahmana, Nettietalia Brahmana, Nettietalia Br. Buulolo, Sitimawar Daniel Ginting Della Kuswinda Tanjung Deva Zulfianda Donal Nababan Donal Nababan Elisabeth Purba, Ivan Elliwati Ginting Enjel Siska Dewita Hulu Erwin Silitonga Falentina Wau, Falentina Fitri Aisyah Frida Lina Tarigan Friska Vaulina Manik Ginting, Elliwati Grace Christine Malau Gulo, Titus Themavati Gultom, Try Lasmarito Hana Ike Dameria Purba Harianja, Pransiska Paola Henny Arwina Bangun Hulu, Enjel Siska Dewita Hulu, Yufianis Ike Dameria Purba, Hana Ivan Elisabet Purba J. Sitorus, Mido Ester Jasmen Manurung Jasmen Manurung Jasmen Manurung K, Yuni Ketaren, Otniel Laia, Fidalina Lia Rosa Veronica Sinaga Lia Rosa Veronika Sinaga Liarosa Veronika Sinaga Lidya Susianti Sitohang Linta Antasari Bali lismawati, lismawati Madjid, Mohd Muliandi Manullang, Kristina Manurung, Kesaktian Maria Roslina Marni Br Tarigan Melvinnaria Zamili Mido Ester J Sitorus Mido Ester J. Sitorus Mindo Siagian Mindo Tua Siagian Mustika Purnama Utami MYRNAWATI, MYRNAWATI Nababn, Donal Nadilla Pratiwi Nainggolan, Christina Roos Etty Ningrum, Maya Meliya Nora, Elvita Ohara, Evy Pakpahan, Nita Ernawati Perdede, Sartana Purba, Wulan Sari Putri, Nurcahaya Rahel Karen Pricillia Damanik Rahmat Alyakin Dakhi Rahmatunnisa Sinaga Realita Marbun Realita Realita, Realita Rinawati Sembiring Rohana Sinaga, Taruli Ronni Naudur Siregar Sejukan Hati Harefa Sembiring, Chory Vevayosa Br Sembiring, Evaria Sembiring, Rinawati Seriyana Sijabat Siagian, Mindo Tua SILITONGA, EVAWANI Silitonga, Evawani Martalena Simangunsong, Nani Sugiarti Simanjuntak, Marylin Parulian Simanullang, Elysa Sinaga , Lia Rosa Veronika Sinaga, Lia Rosa Veronika Sinaga, Taruli Rohana Siti Nurjannah Sitompul, Aiko Lismawati Sitorus, Mido Ester Tarigan, Malemta Tarigan, Yenni Tarigan, Yenni Gustiani Taruli Rohana Sinaga Titus Themavati Gulo Ulina, Sri Utama, Indra Vierto Winda Ningsih Sitompul Yenni Gustiani Tarigan Yenni Tarigan Yolanda Manullang Yufianis Hulu Yuni K Zulfianda, Deva