Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : KESMAS

EFEKTIVITAS PENYULUHAN TENTANG PENYAKIT DIARE TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN SISWA DI SEKOLAH DASAR NEGERI INPRES ENEMAWIRA KECAMATAN TABUKAN UTARA KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE Landangkasiang, Erma Nafratilova; Raule, Jean; Sumampouw, Oksfriani
KESMAS Vol 6, No 4 (2017): Volume 6, Nomor 4, Juli 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit diare dapat terjadi di semua kalangan usia, salah satunya pada anak usia sekolah dasar. Anak usia sekolah dalam masa pertumbuhan dan perkembangan sering mengalami masalah kesehatan seperti penyakit diare. Salah satu faktor penyebab terjadinya penyakit diare pada anak usia sekolah adalah karena kurangnya pengetahuan tentang penyakit diare. Kurangnya pengetahuan siswa tentang penyakit diare dapat beresiko bagi kesehatan. Pendidikan kesehatan di sekolah sangatlah penting untuk meningkatkan pengetahuan anak sekolah tentang penyakit diare. Salah satu pogram kesehatan di sekolah adalah pemberian informasi pada anak sekolah yang merupakan salah satu metode yang paling baik untuk meningkatkan pengetahuan, seperti kegiatan memberikan penyuluhan kesehatan agar dapat mencegah terjadinya penyakit diare. Penyuluhan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan seseorang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penyuluhan tentang penyakit diare terhadap tingkat pengetahuan siswa Sekolah Dasar Negeri Inpres Enemawira Kecamatan Tabukan Utara Kabupaten Kepulauan Sangihe. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian quasi experimental dengan metode penelitian yaitu one group pre-test dan post-test, sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah total populasi dengan pengambilan data menggunakan kuesioner yang berisi 11 pertanyan tentang penyakit diare. Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon Rank Test. Hasil pengetahuan siswa Sekolah Dasar Inpres Enemawira sebelum penyuluhan dengan kategori pengetahuan baik berjumlah 25 orang (62,5%) dan pengetahuan kurang berjumlah 15 orang (37,5 %), dan sesudah penyuluhan pengetahuan siswa meningkat menjadi 100 %. Hasil analisis dengan menggunakan uji Wilcoxon Rank test diperoleh nilai p value 0,000 (p<0,05) yang berarti bahwa ada perbedaan ke arah yang lebih baik antara pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan. Penyuluhan efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa tentang penyakit diare.Kata kunci: Penyuluhan, Pengetahuan, DiareABSTRACT Diarrheal disease can occur in all ages, one of them on the basis of school-aged children. School-aged children in their growth and development often experiencing health problems such as diarrheal diseases. One of the factors causing diarrheal disease in school-aged children is due to lack of knowledge about diarrheal diseases. Lack of student knowledge about diarrheal diseases can pose a risk to health. Health education in schools is very important to improve the knowledge of school children about diarrheal disease. One of the pogram in schools is the awarding of health information on school children which is one of the best methods for increasing knowledge, like activity providing health counselling in order to prevent the occurrence of the disease diarrhea. Counseling is one way to increase one's knowledge. The purpose of this research is to know the effectiveness of counseling about diarrheal diseases against on the level of knowledge of students in Elementary School of Inpres Enemawira Sub District of Tabukan Utara Regency of Sangihe Island. This type of research uses quasi experimental research with one group pre test and post test method, whereas the sample in this research are the total population with data retrieval using a questionnaire containing 11 question about diarrheal disease. Data analysis using the Wilcoxon Test Rank Test. The result of knowledge of Elementary School students of Inpres Enemawira before counseling with good knowledge category amounted to 25 people (62,5%) and less knowledge amounted to 15 people (37,5%), and after counseling student knowledge increased to 100%. The result of analysis by using Wilcoxon Rank test test obtained p value 0,000 (p <0,05) which mean that there is difference toward better between knowledge before and after counseling. Effective counseling in improving students' knowledge of diarrheal diseases.Keywords: Counseling, Knowledge, Diarrhea
Gambaran Postur Kerja dan Keluhan Muskuloskeletal pada Petani di Desa Kakenturan Kecamatan Modoinding Nathania Degista Tololiu; Oksfriani J. Sumampouw; Maureen I. Punuh
KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Vol. 11 No. 3 (2022): VOLUME 11, NOMOR 4, JULI 2022
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluhan musculoskeletal dan postur kerja merupakan salah satu masalah pada pekerja informal khususnya PETANI. Hal ini bisa menyebabkan terjadinya masalah saat bekerja seperti masalah seperti kecelakaan kerja. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan postur kerja dan keluhan musculoskeletal pada petani di Desa Kakenturan Kecamatan Modoinding Minahasa Selatan Provinsi Sulawesi Utara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif terhadap 77 petani. Pengukuran menggunakan kuesioner Nordic Body Map (NBM) dan Ovako Work Posture Analysis System (OWAS). Data dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sebagian besar petani di Desa Kakenturan Kecamatan Modoinding berumur >56 tahun (32,5%), laki-laki (70,1%), bekerja 1-8 jam perhari (59,7%), pendidikan SMA (36,4%), telah bekerja >10 tahun (98,7%), merokok (61,0%), dan mengkonsumsi alkohol (55,8%). Kesimpulan penelitian ini yaitu postur kerja berisiko namun hampir seluruh petani hanya merasakan keluhan yang ringan atau rendah saja. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu Postur Kerja petani di Desa Kakenturan Kecamatan Modoinding sebagian besar masuk dalam kategori beresiko tinggi yaitu (58,4%) postur kerja tersebut perlu dilakukan tindakan perbaikan secepatnya dan Keluhan Muskuloskeletan di Desa Kakenturan Kecamatn Modoinding sebagian besar masuk dalam kategori rendah yaitu (59,7%). Kata Kunci: Postur Kerja; Keluhan Muskuloskeletal; Petani. ABSTRACT Musculoskeletal complaints and work posture are one of the problems in informal workers, especially FARMERS. This can cause problems at work such as problems such as work accidents. The purpose of this study was to describe the work posture and musculoskeletal complaints of farmers in Kakenturan Village, Modoinding District, South Minahasa, North Sulawesi Province. This research is a descriptive study of 77 farmers. Measurements used the Nordic Body Map (NBM) and Ovako Work Posture Analysis System (OWAS) questionnaires. Data were analyzed univariately. The results showed that most of the farmers in Kakenturan Village, Modoinding District aged >56 years (32.5%), male (70.1%), working 1-8 hours per day (59.7%), high school education (36 .4%), had worked >10 years (98.7%), smoked (61.0%), and consumed alcohol (55.8%). The conclusion of this study is that the work posture is risky, but almost all farmers only feel mild or low complaints. The conclusion of this study is that the work posture of farmers in Kakenturan Village, Modoinding Subdistrict, is mostly in the high risk category, namely (58.4%) the work posture needs to be corrected as soon as possible and Musculoskeletal complaints in Kakenturan Village, Modoinding sub-district, mostly fall into the low category, namely (59.7%). Keyword: Work Posture; musculoskeletal disorders; Farmer
Postur Kerja dan Keluhan Muskuloskeletal pada Nelayan di Desa Borgo Satu Kecamatan Belang Anggi Ayudea Agustina Engka; Oksfriani Jufri Sumampouw; Wulan Kaunang
KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Vol. 11 No. 4 (2022): VOLUME 11, NOMOR 4, Oktober - Desember 2022
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluhan musculoskeletal dan postur kerja merupakan salah satu masalah pada pekerja informal khususnya nelayan. Hal ini bisa menyebabkan terjadinya masalah saat bekerja seperti cedera. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan postur kerja dan keluhan musculoskeletal pada nelayan di Desa Borgo Satu Kecamatan Belang Minahasa Tenggara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif terhadap 50 nelayan. Pengukuran menggunakan kuesioner Nordic Body Map (NBM) dan Ovako Work Posture Analysis System (OWAS). Data dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden terbanyak masuk pada kategori rendah sebanyak 49 responden (98,0%) dan paling sedikit pada kategori sedang sebanyak 1 responden (2,0%). Responden terbanyak masuk kategori sangat tinggi sebanyak 30 responden (60,0%) dan terendah kategori sedang sebanyak 2 responden (4,0%). Kesimpulan penelitian ini yaitu postur kerja berisiko namun hampir seluruh nelayan di Desa Borgo Satu Kecamatan Belang hanya merasakan keluhan yang ringan atau rendah saja. Kata Kunci: Keluhan musculoskeletal; Postur kerja; nelayan. ABSRACTMusculoskeletal complaints and work posture are one of the problems for informal workers, especially fishermen. This can cause problems at work such as injuries. The purpose of this study was to describe the work posture and musculoskeletal complaints of fishermen in Borgo Satu Village, Belang District, Southeast Minahasa. This research is a descriptive study of 50 fishermen. Measurements used the Nordic Body Map (NBM) and Ovako Work Posture Analysis System (OWAS) questionnaires. Data were analyzed univariately. The results showed that the most respondents were in the low category as many as 49 respondents (98.0%) and the least in the medium category were 1 respondent (2.0%). Most respondents were in the very high category as many as 30 respondents (60.0%) and the lowest was in the medium category as many as 2 respondents (4.0%). The conclusion of this study is that the work posture is risky, but almost all fishermen in Borgo Satu Village, Belang District, only feel mild or low complaints. Keywords: Musculoskeletal complaints; Work posture; fisherman
Keluhan Muskuloskeletal pada Nelayan Gloria Joseph; Oksfriani Jufri Sumampouw; Grace Debbie Kandou
KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Vol. 12 No. 1 (2023): VOLUME 12, NOMOR 1, Januari - Maret 2023
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nelayan merupakan salah satu jenis pekerjaan yang berisiko mengalami penyakit akibat kerja dan/ atau kecelakaan kerja. Salah satu faktor yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja yaitu adanya keluhan musculoskeletal/ musculoskeletal disorders (MSDs). Tujuan penelitian ini yaitu untuk menggambarkan keluhan muskuloskeletal pada nelayan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang dilaksanakan di Desa Kalasey 1 Kabupaten Miniahasa pada Agustus sampai Desember 2021. Sebanyak 36 nelayanan menjadiresponden dalam penelitian ini. Variabel yang diukur yaitu MSDs menggunakan kuesioner Nordic Body Map (NBM). Data diperoleh melalui wawancara dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan usia paling banyak berumur 46-55 tahun (41,7%), berdasarkan tingkat pendidikan paling banyak berpendidikan SD sederajat (52,8%), berdasarkan masa kerja paling banyak telah bekerja 10 tahun ke atas (77,8%) dan berdasarkan keluhan musculoskeletal (MSDs) paling banyak keluhan sangat tinggi (47,2%). Kesimpulan penelitian ini yaitu para nelayan banyak mengalami keluhan yang sangat tinggi sehingga diperlukan upaya koreksi oleh nelayan dan petugas kesehatan.
Co-Authors Aaltje Elleb Manampiring Aaltje Ellen Manampiring Abdullah, Rusli Adam, Jeanne d'Arc Zafera Adam, Jeanne d’arc Z. Adam, Jeanne d’arc Zafera Aditia, Donny Afnal Asrifuddin Agung Nur Cahyanta, Agung Nur Andrew Christian Pangemanan Anggi Ayudea Agustina Engka Anita Linda Yohana Pratasik Anneke Tahulending Arda, Darmi Ardiansa Tucunan B H. R. Kairupan Bidjuni, mustapa Budi Tamardy Ratag Christina Lombogia Dahlan Abdullah Dewi, Chitra Diqna Noventi Ellen Deivi Tamuntuan Fatimawali . Fifie Polak Fione Vesty Logor Firsty Jovial Noli Fitri M. Suhartoyo Frelly Valentino Kuhon Gloria Joseph Gloria Joseph Grace Debbie Kandou Grace Korompis Harfika, Meiana Ivonny Melinda Sapulete Jean Hendry Raule Jeana Lydia Maramis Jeanne d’arc Zafera Adam Jeineke Ellen Ratuela Jeini E. Nelwan Jeini Ester Nelwan Jemima Kisy Olga Lariwu Jootje M.L. Umboh Junita Maja Pertiwi Junita Maja Pertiwi Karamoy, Youla Koch, Novarita M Landangkasiang, Erma Nafratilova Linda E. Mantiri Margareth Rosalinda Sapulete Martha M. Kaseke Martin Simanjuntak Maureen I. Punuh Monica Eunike Majesty Sumual Monisye Lesawengen1 Musa, Ester Candrawati Mutiara Hikmah Nathania Degista Tololiu Nelwan, Ester Jeini Novie H. Rampengan Novie Homenta Rampengan Novisca Prisicillya Kumbea Nursiah, Andi Odi Roni Pinontoan Pannyiwi, Rahmat Pinontoan, Odi Roni Rahmat, Rezqiqah Aulia Ralph Kairupan Ramli, Rahmat Ratuela, Jeineke Ratuela, Jeineke E. Ratuela, Jeineke Ellen Raule, Jean Raule, Jean Henry Rianne Rollin Pangau Ricky C. Sondakh Rinna Merlin Sorongan Ronald Imanuel Ottay Sabriana, Riska Septa Ayu Bungasari Setyaningsih, Rahayu Sima, Yenny Starry Homenta Rampengan Starry Homenta Rampengan Tahulending, Anneke A Tahulending, Anneke A. Thalib, Kiki Uniatri Timothy Sean Kairupan Van Grayen Lowing Vega Rosa Fiona Vennetia R Danes Wijayanti, Lumastari Ajeng Wulan Kaunang Wulan Pingkan Julia Kaunang Yoan Yeni Manoppo Yuke Tyneke Darado Yuliana, Ni made