Claim Missing Document
Check
Articles

Islamic Parenting In Islamic Education: A Study of Jamal Abdurrahman's Thought Rafieudin, Muhammad; Madrah, Muna Yastuti; Choeroni, Choeroni
TA'DIBUNA: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 8, No 2 (2025): Educational Issues
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jpai.8.2.190-205

Abstract

This study aims to examine the concept of Islamic Parenting from the perspective of Islamic education and analyze Jamal Abdurrahman's thoughts on child rearing based on Islamic values. The research method used is descriptive qualitative. Data collection was carried out using literature review, content analysis, and documentation methods. The results of the study show that Islamic Parenting is a process of child rearing based on Islamic values and centered on the teachings of tauhid as the main foundation of education. The instillation of tawhid from an early age is considered important to form a strong spiritual foundation, accompanied by the fulfillment of children's physical and spiritual needs. Parenting in Islam not only emphasizes physical aspects but also includes character building, worship habits, and instilling a love for the Qur'an and Sunnah to shape children's characters to be faithful and noble. In addition, Jamal Abdurrahman, in his work Aṭfālu al-Muslimīn Kaifa Rabbāhum an-Nabiyyu al-Amīn Ṣalallahu ‘Alaihi wa as -Salām, puts forward a concept of child education that is divided into five stages of development, infancy (0-3 years), childhood (4-10 years), early adolescence (11-14 years), late adolescence (15-18 years), and pre-marital age period. This division provides systematic guidance for parents and educators so that children's education can be optimally tailored to their stage of development and needs.
Implementasi Taḥfīẓ, Taḥsin dan Tadabur dalam Meningkatkan Kemampuan Menghafal Al-Qur'an pada Mahasiswa Universitas Darussalam Gontor Ponorogo Oky Ayu Agustin; Choeroni Choeroni; Khoirul Anwar
Studia Quranika Vol. 10 No. 2 (2026): January
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/studiaquranika.v10i2.8

Abstract

The fundamental problem in the implementation of Qur’an memorization programs in Islamic higher education institutions is that many students struggle to maintain the quality of their memorization due to inadequate foundations in Qur’anic recitation and fluctuating motivation. This study aims to analyze the implementation and impact of integrating taḥfīẓ, taḥsin, and tadabur (3T) in improving the Qur’an memorization ability of students in the Al-Qur’an and Tafsir Studies Program at Universitas Darussalam Gontor. This study employs a qualitative approach with a field research design. Data were collected through interviews, observations, and documentation involving students and lecturers or muhāfiẓ, and then analyzed using triangulation techniques. The findings show that taḥfīẓ enhances the quantity of memorization and student discipline, taḥsin improves accuracy of recitation and memorization stability, while tadabur strengthens verse comprehension and students’ intrinsic motivation. This study recommends strengthening individual mentoring, differentiating memorization targets, and optimizing the role of muhāfiẓ to ensure that the integration of the tahfid, taḥsin and tadabur is implemented more effectively and sustainably.
ANALISIS AKAR MASALAH PENDIDIKAN ISLAM DAN SOLUSINYA DALAM KITAB KAIFA TUWAJIHUL FITAN: Analisis Akar Masalah Pendidikan Islam dan Solusinya dalam Kitab Kaifa Tuwajihul Fitan: Studi Kualitatif terhadap Pemikiran Syaikh Shalih bin Thoha Abdul Wahid Muhamad Iqbal; Asmaji Muchtar; Choeroni Choeroni
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 9 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v9i2.4687

Abstract

Kitab Kaifa Tuwajihul Fitan Syaikh Shalih bin Thoha Abdul Wahid menawarkan solusi untuk masalah pendidikan Islam, dan tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan akar masalah tersebut. Penelitian ini mengeksplorasi pemikiran penulis kitab tentang masalah dan solusi pendidikan dalam menghadapi fitnah zaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis dan metode studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyimpangan aqidah, pemahaman yang buruk tentang manhaj Islam yang benar, dan dominasi orientasi duniawi dalam sistem pendidikan adalah masalah utama dalam pendidikan Islam. Penekanan pada pendidikan akhirat, penguatan ilmu syar'i, dan pemurnian tauhid adalah beberapa solusi yang ditawarkan oleh Syaikh Sholih. Diharapkan penelitian ini akan memberikan bantuan ilmiah dan praktis dalam membangun sistem pendidikan Islam yang sesuai dengan aturan agama.
STRATEGI PENGGUNAAN METODE WAFA DALAM PENCAPAIAN TARGET PEMBELAJARAN AL-QUR’AN DI SDIT AL-INSAN KABUPATEN PINRANG: Studi Kasus di SDIT Al-Insan Kabupaten Pinrang Muh. Nasir; Choeroni Choeroni; Asmaji Muchtar
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 9 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v9i2.4805

Abstract

Di Kabupaten Pinrang, khususnya di SDIT Al-Insan, metode Wafa mulai diimplementasikan sebagai strategi pembelajaran Al-Qur'an untuk mengatasi rendahnya motivasi belajar dan kesulitan penguasaan tajwid pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan, keunggulan, dan persepsi guru terhadap penggunaan metode Wafa dalam pembelajaran Al-Qur’an. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Wafa di SDIT Al-Insan telah berjalan dengan baik dan konsisten, diterapkan oleh seluruh guru, meskipun sebagian guru baru masih mengalami keterbatasan kompetensi. Keunggulan metode ini terletak pada kemudahan dalam membaca, menghafal, dan memahami Al-Qur’an melalui pendekatan inovatif dan pendampingan terstruktur. Selain itu, metode Wafa dinilai efektif dalam meningkatkan kemampuan peserta didik melalui pendekatan yang menyenangkan, seperti lagu, gerakan, dan media visual yang mengoptimalkan fungsi otak kanan. Materi yang tersusun sistematis juga mempermudah tahapan pembelajaran. Dengan demikian, metode Wafa berkontribusi positif dalam pencapaian target pembelajaran Al-Qur’an di SDIT Al-Insan Kabupaten Pinrang. Kata Kunci: Metode Wafa, Pembelajaran Al-Qur’an, Motivasi Belajar, Tajwid, SDIT Al-Insan
Islamic Character Education Development Strategy Shaping Students Spiritual Intelligence at SD Islam Al Hidayah Sragen Tri Wibowo; Muna Yastuti Madrah; Choeroni Choeroni
Community: Jurnal Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Hasil Penelitian
Publisher : Perkumpulan Dosen Tarbiyah Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/community.v5i1.131

Abstract

Education plays a pivotal role in shaping a generation that excels not only academically but also in character and spiritual intelligence. This study aims to explore the strategies for developing Islamic character-based education at SD Islam Al Hidayah Sragen to enhance students spiritual intelligence. Using a qualitative descriptive method, data were gathered through observations, interviews, and documentation, then analyzed using triangulation techniques to ensure validity. The findings reveal that development strategies are implemented through the systematic integration of Islamic values into daily activities, including congregational Dhuha prayers, Quran memorization, and the 5S program. A distinctive novelty in this study is the holistic synergy between schools and parents through home-activity monitoring instruments, alongside the installation of practical muamalah ethics via Market Day events. Consequently, these programmed habits significantly strengthen students faith (aqidah), Sharia, and morality (akhlaq) in an integrative manner. The study concludes that active stakeholder collaboration is the key to fostering resilient spiritual intelligence as a vital filter against globalization challenges and digital disruption.
Internalisasi Nilai Tauhid, Ikhlas dan Sabar melalui Praktik Ruqyah Aswaja sebagai Pendidikan Non Formal di Masjid Besar At-Taqwa Kedungbanteng Tegal Aldi Prasetyo Utomo; Samsudin Samsudin; Choeroni Choeroni
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.41016

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya internalisasi nilai-nilai keislaman dalam kehidupan masyarakat, khususnya nilai tauhid, ikhlas, dan sabar melalui praktik ruqyah Aswaja sebagai bentuk pendidikan non formal. Praktik ruqyah tidak hanya dipandang sebagai media pengobatan spiritual, tetapi juga sebagai sarana pembinaan akidah dan pembentukan karakter religius. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi internalisasi nilai tauhid, ikhlas, dan sabar, mengetahui metode yang digunakan, serta menganalisis pengaruh lingkungan Masjid Besar At-Taqwa Kedungbanteng Tegal terhadap keberhasilan internalisasi nilai-nilai tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi pengurus masjid, praktisi ruqyah, dan jamaah yang mengikuti kegiatan ruqyah Aswaja. Data yang diperoleh dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai tauhid, ikhlas, dan sabar dilakukan melalui berbagai kegiatan dalam praktik ruqyah Aswaja, seperti pembacaan ayat Al-Qur’an, doa, dzikir, nasihat keagamaan, serta pembiasaan sikap religius. Metode yang digunakan meliputi metode ceramah, keteladanan, pembiasaan, dan praktik langsung. Lingkungan Masjid Besar At-Taqwa Kedungbanteng Tegal yang religius dan kondusif turut memberikan pengaruh positif terhadap keberhasilan internalisasi nilai-nilai tersebut, sehingga jamaah lebih mudah memahami, menerima, dan menerapkan nilai tauhid, ikhlas, dan sabar dalam kehidupan sehari-hari.
IMPLEMENTASI MEDIA WORDWALL PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI DI SD NEGERI GABAHAN SEMARANG TAHUN AJARAN 2025/2026 Salwa Salsabila; Choeroni .; Khoirul Anwar
Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa Vol 5, No 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Jurnal Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi digital dalam bidang pendidikan mendorong pendidik untuk mengembangkan proses pembelajaran yang lebih inovatif, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik di era modern. Salah satu media pembelajaran berbasis teknologi yang banyak dimanfaatkan dalam kegiatan belajar mengajar adalah WordWall. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan penggunaan media WordWall dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SD Negeri Gabahan Semarang, mengkaji fungsi media tersebut dalam mendukung proses pembelajaran, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung maupun menghambat implementasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, serta peserta didik kelas VI sebagai informan penelitian. Data yang diperoleh dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media WordWall telah diterapkan secara terstruktur pada setiap tahap pembelajaran, mulai dari kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, hingga kegiatan penutup. Media ini berfungsi sebagai sarana penyampaian materi, media latihan, sekaligus instrumen evaluasi pembelajaran. Kehadiran WordWall mampu meningkatkan motivasi belajar, partisipasi, serta antusiasme peserta didik selama mengikuti proses pembelajaran. Faktor pendukung implementasi WordWall meliputi ketersediaan sarana pembelajaran yang memadai dan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi pendidikan. Adapun faktor penghambatnya antara lain keterbatasan jaringan internet dan terbatasnya fitur yang tersedia pada akun WordWall versi gratis. Secara umum, penggunaan WordWall memberikan kontribusi positif dalam menciptakan pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti yang lebih aktif, menarik, dan bermakna. Kata kunci: WordWall, media pembelajaran, Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, sekolah dasar.
Literacy Culture in Islamic Boarding Schools: The Relationship Between Free Time and the Reading and Writing Motivation of Students at the Hidayatus Sholihin Islamic Boarding School in Wringinjajar, Mranggen, Demak Choeroni Choeroni; Khoirul Anwar
TA'DIBUNA: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 9, No 1 (2026): Educational Issues
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jpai.9.1.%p

Abstract

Literacy culture is an essential element in developing the intellectual tradition within Islamic boarding schools (pesantren). The productive use of leisure time is considered to contribute to strengthening literacy culture while enhancing students' reading and writing motivation. This study aims to describe the literacy culture developed at Pondok Pesantren Hidayatus Sholihin Wringinjajar Mranggen Demak, analyze how students utilize their leisure time for literacy activities, and examine the impact of leisure time utilization on students' reading and writing motivation. This study employed a qualitative field research approach. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation involving the boarding school leader, teachers, library manager, and students. Data were analyzed using an interactive analysis model consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing, while data validity was ensured through source and technique triangulation. The findings reveal that literacy culture is fostered through habitual reading of classical Islamic texts, supporting books, group discussions, lesson reviews, and note-taking activities within a conducive learning environment. Students productively utilize their leisure time for various literacy activities, making it an integral part of their independent learning strategies. The productive use of leisure time positively influences students' reading and writing motivation, as reflected in increased reading interest, improved writing skills, active participation in discussions, and stronger independent learning habits. This study concludes that optimizing students' leisure time is a significant factor in strengthening literacy culture and enhancing reading and writing motivation in Islamic boarding schools.
Strategi Pondok Pesantren Daarul Huda Li-Tahfidhil Qur'an Malang dalam Membentuk Akhlaqul Karimah Santri di Era Modern Saisatul Munawwaroh; Choeroni Choeroni; Khoirul Anwar
Jurnal Inovasi Pembelajaran dan Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Inovasi Pembelajaran dan Pendidikan
Publisher : CV. Berkah Cakrawala Inspirasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66959/1v8gj968

Abstract

This research examines the strategies employed by Pondok Pesantren Daarul Huda Li-Tahfidhil Qur'an Malang in shaping the noble character (akhlaqul karimah) of its students in the modern era. This study aims to identify comprehensive strategies implemented by the pesantren in maintaining traditional Islamic values while adapting to contemporary challenges. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through observation, in-depth interviews with kyai, ustadz, and students, as well as document analysis. The findings reveal that the pesantren employs five integrated strategies: (1) curriculum integration combining Qur'anic memorization with character education through kitab kuning such as Ta'limul Muta'allim and Akhlaq Lil Banin, (2) exemplary leadership from kyai and ustadz who serve as role models in daily interactions, (3) structured habituation through strict daily routines including congregational prayers and tahfidz schedules, (4) conducive environmental support with 24-hour boarding system, and (5) active parental involvement through regular communication. The main challenges include social media influence and diverse student backgrounds, which are addressed through digital literacy education and intensive orientation programs. This study concludes that the success of character formation depends on synergy among all components and consistent implementation of established Islamic values.
PERAN GURU AL QUR'AN DALAM MENINGKATKAN KWALITAS KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR'AN SANTRI DI RUMAH QUR'AN DAARUSSUNNAH TAMBUN BEKASI Ahmad Khotami; Samsudin Samsudin; Choeroni Choeroni
Indonesian Journal of Islamic Studies (IJIS) Vol. 2 No. 2 (2026): Vol. 2 No. 2 Edisi Juli 2026
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijis.v2i2.2636

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru Al-Qur’an dalam meningkatkan kemampuan membaca santri di Rumah Qur’an Daarussunnah Tambun Bekasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian meliputi penanggung jawab lembaga, guru Al-Qur’an, dan santri. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran strategis sebagai pembimbing, motivator, fasilitator, dan evaluator. Penerapan metode talaqqi dan tikrar terbukti efektif dalam membantu santri memperbaiki bacaan sesuai kaidah tajwid, makhraj, dan sifat huruf, serta didukung oleh koreksi langsung. Faktor pendukung meliputi lingkungan religius yang kondusif, intensitas latihan, dan praktik spiritual seperti mujahadah yang memperkuat motivasi belajar. Adapun kendala yang dihadapi antara lain keterbatasan media pembelajaran makhraj dan perbedaan kemampuan santri. Dampak pembelajaran terlihat pada peningkatan kelancaran membaca, ketepatan tajwid, serta pemahaman hukum bacaan, bahkan sebagian santri mencapai hafalan yang signifikan. Dengan demikian, keberhasilan pembelajaran membaca Al-Qur’an sangat dipengaruhi oleh kualitas guru, efektivitas metode pembelajaran, serta dukungan lingkungan belajar yang kondusif dan religius.