Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Korelasi antara Kreativitas Guru dalam Metode Pembelajaran dengan Semangat Belajar Siswa di SDN 064976 Telambanua, Desvi Putri Andriani; Ikhsan, Khairul; Tambunan, Paulina; Gurning, Puji Kristian; Budianto, Agum
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis korelasi antara kreativitas guru dalam metode pembelajaran dengan semangat belajar siswa di kelas V A SDN 064976. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain korelasional, melibatkan 30 siswa sebagai responden melalui teknik direct sampling. Instrumen penelitian berupa angket skala Likert yang memuat indikator kreativitas guru dan variasi strategi, rekayasa aktivitas belajar, dan fleksibilitas metode serta indikator semangat belajar siswa, yaitu atensi, persistensi, keterlibatan, dan inisiatif. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif yang kuat antara kreativitas guru dan semangat belajar siswa, ditunjukkan melalui koefisien korelasi yang signifikan secara statistik. Temuan ini menegaskan bahwa kreativitas pedagogik guru berperan penting dalam meningkatkan keterlibatan dan motivasi belajar siswa. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi pembelajaran kreatif di sekolah dasar.
PENGEMBANGAN MANAJEMEN SEKOLAH RAMAH ANAK DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS SISWA SEKOLAH DASAR Harahap, Rizki Dwi Aprilia; Purba, Diva Egita; Siburian, Parasina Caroldion Br; Namira, R. Nazra Fitri; Budianto, Agum
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v5i4.8219

Abstract

ABSTRACT The development of Child-Friendly Schools (CFS) is crucial in creating a safe, inclusive learning environment that supports the psychological development of elementary school students. However, the implementation of CFS in many schools still faces challenges, particularly in terms of management, teacher readiness, and the availability of supporting facilities. This study aims to analyze how school management develops CFS and how these efforts contribute to improving students’ psychological well-being. The study employs a qualitative approach using a case study method. Data were collected through observations, in-depth interviews with principals, teachers, and students, as well as analysis of school documents. The study includes identification of initial conditions and needs mapping, analysis of child protection policies and programs, evaluation of CFS implementation in classrooms and the school environment, and assessment of its impact on indicators of students’ psychological well-being. The results indicate that CFS development is carried out through the formulation of child protection policies, enhancement of teachers’ capacity in positive parenting, strengthening guidance and counseling services, and provision of child-friendly facilities such as counseling rooms and safe play areas. The findings also show increased student self-confidence, reduced learning anxiety, and improved academic motivation. Overall, the study concludes that school management that consistently applies CFS principles is able to create a safe and supportive learning environment, thereby significantly contributing to the improvement of students’ psychological well-being. ABSTRAK Pembangunan Sekolah Ramah Anak (SRA) sangat penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan mendukung perkembangan psikologis siswa sekolah dasar. Namun, implementasi SRA di banyak sekolah masih menghadapi hambatan, terutama dalam hal manajemen, kesiapan guru, dan ketersediaan fasilitas pendukung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana manajemen sekolah mengembangkan SRA dan bagaimana upaya ini berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, dan siswa, serta analisis dokumen sekolah. Penelitian ini mencakup identifikasi kondisi awal dan pemetaan kebutuhan, analisis kebijakan dan program perlindungan anak, evaluasi implementasi CFS di kelas dan lingkungan sekolah, serta penilaian dampak terhadap indikator kesejahteraan psikologis siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan SRA dilakukan melalui formulasi kebijakan perlindungan anak, peningkatan kapasitas guru dalam parenting positif, penguatan layanan bimbingan dan konseling, serta penyediaan fasilitas ramah anak seperti ruang konseling dan area bermain aman. Temuan juga menunjukkan peningkatan kepercayaan diri siswa, penurunan kecemasan belajar, dan peningkatan motivasi akademik. Secara keseluruhan, studi ini menyimpulkan bahwa manajemen sekolah yang secara konsisten menerapkan prinsip-prinsip SRA mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung, sehingga berkontribusi secara signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis siswa.
Analisis Persepsi Mahasiswa terhadap konsep Meritokrasi Manajemen Pendidikan untuk Mencegah Nepotisme dalam Rekrutmen Guru Sekolah Dasar Fitri Mardayanti; Aribah capah; Khofifah Indah T; Septi Qorima Sitorus; Tryona Loise Siahaan; Agum Budianto
RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 3 No. 6 (2025): November: RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Asosiasi Ilmuwan Pendidikan, Sosial, dan Humaniora Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/risoma.v3i6.1286

Abstract

This study aims to analyze students' perceptions of the concept of meritocracy in education management as an effort to prevent nepotism in the recruitment process for elementary school teachers. Meritocracy is seen as an approach that emphasizes individual competence, qualifications, and achievements in the selection process for educators, while nepotism is often an obstacle in creating a professional and ethical educational environment. This study uses a quantitative descriptive method with data collection through questionnaires distributed to students in education study programs who have acquired a basic understanding of educational management and teacher recruitment systems. The data were analyzed to describe the students' level of understanding, attitudes, and views on the application of meritocracy principles and their awareness of the negative impacts of nepotism in the world of education. The results show that the majority of students have a positive perception of meritocracy as a fair and effective system for improving the quality of educators. However, some students acknowledge that nepotism is still common in the education sector and is considered to undermine professionalism and public trust. These findings emphasize the importance of instilling meritocratic values from the university level and strengthening competency-based recruitment policies to support the creation of a transparent and high-quality education system.
Analisis Kritis Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar: Hambatan dan Solusi Sela Maranata; Sartika Putri Ruth Angel Sihombing; Ria Septya Ningsih; Revandika Adrianta Tarigan; Agum Budianto
Journal of Constitutional, Law and Human Rights Vol. 1 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jclhr.v1i2.5667

Abstract

Kurikulum Merdeka merupakan inisiatif reformasi pendidikan di Indonesia yang bertujuan untuk memberikan keanehan dalam proses pembelajaran di sekolah dasar. Penelitian ini mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi dalam penerapan Kurikulum Merdeka, termasuk keterbatasan sarana dan prasarana, kurangnya kompetensi guru, kesulitan dalam evaluasi pembelajaran, heterogenitas siswa, dan ketimpangan kebijakan pemerintah. Untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut, solusi yang diusulkan mencakup peningkatan akses sumber daya pendidikan, pelatihan berkelanjutan bagi guru, pengembangan sistem evaluasi yang efektif, sosialisasi kepada orang tua, serta penguatan kebijakan lokal di satuan pendidikan. Melalui kolaborasi antara pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat, diharapkan Kurikulum Merdeka dapat diterapkan secara optimal dan memberikan dampak positif bagi kualitas pendidikan di Indonesia. Penelitian ini pentingnya upaya bersama untuk menciptakan generasi pelajar yang kreatif, mandiri, dan berkarakter sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila.
ANALISIS SWOT DALAM PERENCANAAN STRATEGIS SEKOLAH UNTUK PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN Sormin, Eunike Gracia; Budianto, Agum; Nabila, Farah; Siregar, Husnah; Reni, Monica Intan; Putri, Sasri Agustina; Utami, Nadia Dwi
Jurnal Merah Putih Sekolah Dasar Vol. 3 No. 2 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jmpsd.v3i2.70508

Abstract

This study analyzes the application of SWOT analysis (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) as a strategic instrument in planning quality improvement in elementary schools. The main focus of this study is how SWOT analysis can help schools formulate adaptive, collaborative, and sustainability-oriented policies amid the challenges of globalization and digital transformation. This analytical approach not only serves as a tool for identifying the internal and external conditions of schools, but also as a reflective mechanism to strengthen the participation of all stakeholders, including principals, teachers, parents, and the community, in creating a culture of sustainable quality. The results of the study show that the application of SWOT can improve the effectiveness of school strategic planning through the formulation of policies based on data and real needs, strengthen adaptive capabilities to policy changes, and encourage more visionary and measurable decision-making. Critically, this study emphasizes that SWOT analysis is not merely an administrative procedure, but part of the transformation of educational management towards a reflective, participatory, and quality-oriented system. Through the optimal utilization of internal strengths and external opportunities, elementary schools can become learning institutions that are resilient, innovative, and relevant to the needs of the 21st century.
Telaah Kurikulum Terhadap Pergeseran Pendekatan Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar Fathiah Nurul Rahmah; Dohar Lamhot Sitorus; Juanfan Rajagukguk; Agum Budianto
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2026): JUNI-JULI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/7c0x2h27

Abstract

The Merdeka Curriculum is an educational policy designed to improve the quality of learning through a more flexible and student-centered approach. This article aims to examine the shift in learning approaches that has occurred in the implementation of the Merdeka Curriculum at the elementary school level. The study employed a literature review method with a qualitative descriptive approach. Data were collected from various scientific sources, including national journals, books, and policy documents relevant to the research topic. Data analysis was conducted using content analysis techniques to identify changes occurring in the learning process. The findings indicate that the Merdeka Curriculum encourages a shift from teacher-centered learning to student-centered learning. This shift is characterized by the implementation of differentiated learning, project-based learning, contextual learning, changes in the teacher's role as a facilitator, and the use of assessment that focuses more on the learning process. Although its implementation still faces several challenges, such as teacher readiness and limited supporting facilities, the Merdeka Curriculum has significant potential to improve the quality of learning in elementary schools. Therefore, collaboration among various stakeholders is necessary to support the successful implementation of the curriculum
Telaah Kesesuaian Kurikulum Merdeka dengan Karakteristik Peserta Didik Sekolah Dasar Gisela Olivia Sitindaon; Meta Afdelia Pratiwi; Raisyah Saffanah Tambunan; Zerah Clarisha Silitonga; Agum Budianto
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 05 (2026): MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum Merdeka hadir sebagai bentuk pembaruan pendidikan yang menekankan pembelajaran berpusat pada peserta didik, fleksibilitas guru, serta pengembangan potensi siswa secara optimal. Namun, keberhasilan implementasinya sangat dipengaruhi oleh kesesuaian kurikulum dengan karakteristik peserta didik sekolah dasar yang memiliki perbedaan dalam kemampuan, minat, gaya belajar, dan perkembangan sosial emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesesuaian Kurikulum Merdeka dengan karakteristik peserta didik sekolah dasar serta mengidentifikasi kendala dalam penerapannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi literatur melalui telaah berbagai jurnal, buku, dan dokumen ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka secara konseptual telah sesuai dengan karakteristik peserta didik sekolah dasar melalui penerapan pembelajaran diferensiasi, pembelajaran aktif, dan proyek penguatan Profil Pelajar Pancasila. Kurikulum ini mampu mendukung perkembangan kognitif, kreativitas, kemandirian, dan pembentukan karakter siswa. Namun, implementasinya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan pemahaman guru serta sarana pembelajaran yang belum memadai. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kompetensi guru dan dukungan fasilitas agar penerapan Kurikulum Merdeka lebih optimal.