cover
Contact Name
Acep Roni Hamdani
Contact Email
acepronihamdani@unpas.ac.id
Phone
+6287726846888
Journal Mail Official
jurnalilmiahpendas@unpas.ac.id
Editorial Address
Jl. Taman Sari No. 6-8 Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar
Published by Universitas Pasundan
ISSN : 24772143     EISSN : 25486950     DOI : 10.23969
Core Subject : Education,
Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar is a journal published twice a year, namely in June and December that aims to be a forum for scientific publications to pour ideas and studies complemented with the results of research related to primary school education. To achieve this, basic education journals will selectively disseminate ideas and studies complemented by quality research results related to basic education, develop an education center to the elementary-school that can produce innovative, creative and original work and tested in the field of education and learning elementary School to be disseminated and implemented for improving the quality of primary-to-national education at the national, regional and international levels.
Articles 15,076 Documents
Analisis Miskonsepsi Turunan Fungsi pada Buku Matematika SMA : Definisi Turunan, Visual Grafik, dan Contoh Soal Nazwa Azzahra; Putri Isnaini; Sabrina Nur Karimah Nst; Chelsea Natalia; Wingston Leonard Sihombing
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 3 September 2025 In Order
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.33292

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis miskonsepsi yang muncul dalam buku teks Matematika SMA pada topik turunan fungsi, khususnya terkait dengan definisi turunan, representasi visual melalui grafik, serta contoh soal yang disajikan. Turunan merupakan. This research aims to analyze the misconceptions that arise in high school mathematics textbooks on the topic of function derivatives, specifically regarding the definition of derivatives, visual representation through graphs, and the example problems presented. Derivatives are a fundamental concept in calculus that requires not only procedural skills but also a deep conceptual understanding.The analysis shows that some books still present the definition of a derivative rigidly without connecting the meaning of a limit to the instantaneous rate of change. In the aspect of graphical visuals, there is a tendency to display illustrations that are inconsistent with the formal definition, making it difficult for students to connect the function graph with its derivative graph. Additionally, example problems often only emphasize mechanistic techniques (using quick derivative rules) without providing an understanding of the initial concept.This condition has the potential to cause misconceptions, such as the assumption that derivatives are merely a "formula" without geometric or applicative meaning. These findings underscore the importance of evaluating and improving textbooks so they can balance the conceptual, procedural, and representational aspects of learning function derivatives.
BERMAIN SAMBIL BELAJAR: OUTBOND SEBAGAI SARANA PENGEMBANGAN MOTORIK DAN SOSIAL ANAK DI SAIT BUTTU SARIBU Muhammad Satria Sembiring Pelawi; Sofia Suandi; Simanjuntak , Khoirunnisa; Wardah Hayirani lbs; Hilda Zahra Lubis
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 3 September 2025 In Order
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.33305

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kegiatan outbound terhadap pengembangan kemampuan motorik dan keterampilan sosial anak. Outbound sebagai bentuk permainan luar ruangan dinilai mampu memberikan stimulus positif baik secara fisik maupun sosial, sehingga menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan sekaligus mendidik. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah kegiatan outbound, sedangkan variabel terikat meliputi aspek motorik (motorik kasar dan halus) serta kemampuan sosial anak, seperti kerja sama, komunikasi, dan empati. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain pretest dan posttest. Data dikumpulkan melalui observasi terstruktur dan instrumen penilaian perkembangan anak sebelum dan sesudah mengikuti kegiatan outbound. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada skor kemampuan motorik dan keterampilan sosial setelah mengikuti kegiatan outbound. Temuan ini menunjukkan bahwa outbound tidak hanya menjadi media rekreasi, tetapi juga efektif sebagai strategi pembelajaran aktif yang mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh. Kata Kunci: Outbound, Permainan Luar Ruangan, Motorik Anak, Keterampilan Sosial, Pembelajaran Aktif.
MISKONSEPSI DALAM MEMAHAMI BARISAN DAN DERET ARITMATIKA PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS Aisyah Putri Simanjuntak; Monica Dina Rosari Sihite; Cindy Ramadhani; Sahru Ramadhan; Jesica Dhea Chyntia; Bungaria Elisabeth Hutasoit; Wingston Leonard Sihombing
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.33346

Abstract

Barisan dan deret aritmatika merupakan salah satu materi penting dalam kurikulum matematika SMA yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga memiliki penerapan praktis dalam kehidpuan sehari-hari, seperti perhitungan bunga tunggal, anuitas, dan proyeksi pertumbuhan penduduk. Namun, dalam praktik pembelajaran, banyak siswa mengalami kesulitan memahami konsep dasar ini sehingga memunculkan berbagai miskonsepsi. Kesalahan yang sering muncul antara lain menyamakan barisan dengan deret, salah subtitusi rumus suku ke-n, keliru menentukan tanda beda (positif atau negatif), serta penggunaan rumus jumlah n suku pertama yang tidak sesuai dengan konteks. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengkaji kesalahan umum dalam memahami barisan dan deret aritmatika. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah Modul Matematika Umum Kelas XI Barisan dan Deret terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (2020) sebagai rujukan utama. Analisis dilakukan dengan cara meninjau defenisi, rumus, contoh soal, serta latihan yang tersedia dalam modul, kemudian mengelompokkan potensi miskonsepsi yang sering dialami siswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa miskonsepsi paling banyak terjadi pada tahap dasar, yaitu saat siwa membedakan antara barisan (urutan bilangan) dengan deret (penjumlahan suku-suku), serta dalam penggunaan rumus matematika secara konsisten. Kesalahan dalam menafsirkan soal cerita juga menjadi faktor dominan yang yang memengaruhi rendahnya kemampuan siswa dalam mengaplikasikan konsep aritmatika pada permasalahan nyata. Dengan demikian, pemahaman yang benar mengenai konsep dasar dan latihan intensif dalam soal kontekstual sangat diperlukan untuk meminimalisir miskonsepsi.
Analisis Miskonsepsi Pada Materi Operasi Bilangan Bulat dan Pecahan pada Buku Pembelajaran Matematika Iren Kurnia Nadapdap; Aloi Hasugian; Maria Florentina Togatorop; Aghniya Rahmi; Wingston Leonard Sihombing
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.33377

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis miskonsepsi yang terdapat pada buku ajar matematika terkait materi operasi bilangan bulat. Buku ajar memiliki peranan penting sebagai sumber utama belajar siswa, sehingga kejelasan konsep yang disajikan menjadi faktor krusial dalam membangun pemahaman matematika. Namun, hasil telaah menunjukkan bahwa masih terdapat beberapa penyajian materi yang berpotensi menimbulkan miskonsepsi, khususnya pada penjelasan operasi pengurangan bilangan bulat yang melibatkan tanda negatif, serta pada representasi perkalian dan pembagian bilangan bulat. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis isi (content analysis) dengan menelaah beberapa buku ajar matematika tingkat sekolah menengah pertama. Data dianalisis berdasarkan indikator miskonsepsi yang umum terjadi pada siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa miskonsepsi pada buku ajar muncul dalam bentuk penyajian contoh soal yang tidak konsisten, penggunaan ilustrasi yang membingungkan, serta penekanan yang berlebihan pada prosedural tanpa mengaitkan makna konsep. Temuan ini mengindikasikan perlunya perbaikan dalam penyusunan buku ajar, khususnya dengan menambahkan representasi visual, konteks nyata, dan penjelasan konseptual yang lebih komprehensif agar siswa dapat memahami operasi bilangan bulat secara benar dan bermakna.
Analisis Miskonsepsi Geometri Bangun Datar dan Bangun Ruang pada Buku Matematika Tingkat SMP Sederajat Fayyadhina Putri Laira Hrp; Filza Anati Ibna; Tessalonika Purba; Alonso Panjaitan; Lita Datita Saragih; Nathan Abyansyah; Wingston Leonard Sihombing
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.33388

Abstract

Penelitian ini berfokus pada kajian miskonsepsi dalam pembelajaran geometri, khususnya pada materi bangun datar dan bangun ruang di tingkat SMP. Melalui telaah buku teks matematika SMP dan padanannya, publikasi ilmiah, serta temuan penelitian terdahulu, digunakan metodologi penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka.Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa kesalahpahaman penting, seperti: (1) definisi layang-layang yang salah, yaitu didefinisikan sebagai segi empat dengan dua pasang sisi berhadapan yang sama panjang, padahal definisi yang benar adalah dua pasang sisi yang bersebelahan sama panjang; (2) klasifikasi prisma dan tabung yang salah, sehingga menimbulkan kesalahpahaman bahwa tabung merupakan bagian dari prisma; (3) pemahaman volume yang kurang, hanya sebatas menghafal rumus tanpa memperkuat dasar-dasar tentang volume; dan (4) kesalahpahaman representasi akibat penggunaan notasi matematika yang sangat tidak konsisten.Kesalahpahaman ini dapat mengganggu pemahaman siswa tentang geometri dan mempersulit mereka untuk belajar di tingkat yang lebih tinggi. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan, seperti pembuatan definisi yang jelas, notasi standar, penggunaan alat bantu visual, dan teknik pengajaran yang mengutamakan pemahaman konseptual. Guru dan penulis buku teks dapat memanfaatkan wawasan ini untuk membantu menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan sukses
PENGARUH PEMAHAMAN SISWA AKIBAT MISKONSEPSI MATERI HIMPUNAN PADA BUKU MATEMATIKA KELAS 7 Fanden Batara Damanik; Yogi Okta Fernandes Sembiring; Desti Cantik Novita Sari; Fasya Nabilah Putri; Noviantri Lumban Raja; Wingston Leonard Sihombing
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 3 September 2025 In Order
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.33442

Abstract

Misconception is one of the serious obstacles in mathematics learning. Sets material, especially the concepts of the empty set and the universal set, often become sources of misconception for students. Main learning sources such as textbooks play a large role in shaping this conceptual understanding. This study aims to analyze and identify potential misconceptions in the material on the empty set and the universal set in 7th grade mathematics textbooks, as well as the possible impacts on students. The method used is descriptive qualitative through literature study and content analysis. The material analyzed in this study is the “Set Theory” chapter in the “Mathematics Grade VII Semester 1” textbook published by the Ministry of Education and Culture. The results show that although the book has defined the empty set, the explanation is not sufficiently complete and in depth. The absence of an explicit explanation that the empty set is a subset of every set, including the universal set, potentially causes misconception. As a result, students may experience misunderstanding of basic concepts, difficulties in set operations, and confusion in interpreting the universal set. It is concluded that the presentation of empty set material in the textbook needs improvement by giving more comprehensive explanations and contextual examples to prevent misconceptions. The implication of this study is the importance of a strict review of textbook material to ensure the accuracy of the concepts conveyed.
PENGEMBANGAN E-MODUL PEMAHAMAN KARIER UNTUK PESERTA DIDIK SMA Suherman Syahputra; Non Syafriafdi; Khairiyah Khadijah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.33526

Abstract

ABSTRACT This study aims to develop an E-Module on Career Understanding to improve the foundation related to self-understanding and the career world of high school students. The research method used is Research and Development (R&D) with the ADDIE model (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). The resulting product was validated by subject matter experts, media experts, and language experts, and tested on a small group of 10 students from Pekanbaru 1 Public High School. The validation results showed that the Career Understanding E-Module was declared highly valid by subject matter experts (92.05%), media experts (100%), and language experts (98.33%). The small group trial also produced positive responses with a practicality percentage of 95.60%, indicating that this module is effective and easy to use by students. This E-Module is designed with interactive features such as gamification, videos, and animations to facilitate career understanding, covering self-understanding, work world exploration, and career planning materials. This research contributes to the field of guidance and counseling by providing innovative digital media to help high school students plan their careers. Recommendations for further research include expanding the scope of the material and conducting effectiveness tests on a larger scale.
PENGARUH PENERAPAN MODEL JIGSAW DALAM PEMBELAJARAN GEOGRAFI TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA FASE E DI SMAN 1 SUTERA Nur Hikma Aulya; Lailatur Rahmi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025 Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.33548

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan rendahnya hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran geografi. Hal tersebut dikarenakan kurang efektifnya model pembelajaran yang diterapkan dikelas. Penelitian ini memiliki tujuan antara lain : (1) Untuk mengetahui penerapan model pembelajaran jigsaw dalam pembelajaran geografi terhadap hasil belajar siswa(2)Untuk mengetahui pengaruh dari model pembelajaran jigsaw dalam meningkatkan hasil belajar geografi siswa fase E di SMAN 1 Sutera. Jenis penelitian yang digunakan ialah jenis Quasi Experimental Design. Populasi dalam penelitian kelas X Fase E di SMAN 1 Sutera. Untuk pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dimana kelas E3 ditunjuk sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 36 siswa sedangkan kelas E1 ditunjuk sebagai kelas kontrol yang berjumlah 36 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan berupa soal pretest dan posttest dalam bentuk pilihan ganda. Teknik pengumpulan data yaitu tes, observasi dan dokumentasi. Analisis data meliputi uji normalitas, uji homogenitas serta analisis hipotesis dengan menggunakan uji independent sample T-test dan uji N- gain ternormalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model jigsaw berpengaruh dalam meningkatkan hasil belajar geografi peserta didik dengan dibuktikan melalui dengan rata –rata N-gain ternormalisasi kelas kontrol sebesar 39,28 dikategorikan rendah sementara kelas eksperimen sebesar 81,36 dikategorikan tinggi. Hasil uji independent sample T–test menunjukkan hasil nilai sig (2-tailed ) pada Equal variance assumed adalah 0,000 < 0,05 terbukti terdapatnya perbedaan pengaruh dengan penerpan model konvensional dan model jigsaw dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik.
Efektivitas Penggunaan E-Book 'Ragam Hias di Indonesia' dengan Game-Based Learning berbantuan Crossword Wordwall untuk Meningkatkan Hasil Belajar Seni Rupa Peserta Didik SD Chitra Sintarani; Hartono; Fathur Rokhman; Wagiran Wagiran
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.33654

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis efektivitas penggunaan e-book 'Ragam Hias di Indonesia' dengan game-based learning berbantuan crossword wordwall dalam meningkatkan hasil belajar seni rupa peserta didik sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian Pra-Eksperimental One Group Pretest-Posttest dengan subjek 29 peserta didik di kelas VB SD Negeri Sambiroto 02 Kota Semarang. Instrumen penelitian terdiri dari 20 butir soal pilihan crossword yang divalidasi oleh ahli materi, media, dan bahasa. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan dalam hasil belajar, dengan rata-rata skor pretest 42,15 meningkat menjadi 85,63 pada posttest. Analisis gain ternormalisasi mencapai 0,75 dengan kategori peningkatan sangat tinggi. Lebih dari 86% peserta didik terlihat peningkatan hasil belajar dan keterlibatan dalam pembelajaran. Penelitian membuktikan bahwa integrasi teknologi digital dan game-based learning efektif dalam mentransformasi pengalaman belajar seni rupa, menawarkan pendekatan inovatif yang responsif terhadap kebutuhan generasi digital. Kajian ini menyimpulkan bahwa penggunaan e-book 'Ragam Hias di Indonesia' dengan game-based learning berbantuan crossword wordwall mampu memberikan inovasi baru dalam proses pembelajaran yang menyenangkan dan memiliki tingkat efektivitas dan efisiensi yang tinggi.
PENGARUH MODEL SELF ORGANIZIED LEARNING ENVIRONMENT BERBANTUAN GOOGLE SITES TERHADAP LITERASI SAINS DAN SELF REGULATION KELAS XI PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI Kesumawardani, Aryani Dwi; Huda, Nur; Sari, Aulia Novita; Oktafiani, Raicha
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025 Terbit
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.33667

Abstract

Quality education plays a crucial role in shaping students to become critical thinkers, independent learners, and scientifically literate individuals. However, suboptimal instructional models continue to hinder the development of students’ science literacy and self-regulation skills. This study aims to investigate the effect of the SelfOrganized Learning Environment (SOLE) model assisted by Google Sites on students' science literacy and self-regulation abilities. A quantitative approach with a quasi-experimental design was employed, and samples were selected purposively from Grade XI students. Data were collected through post-tests and questionnaires administered at the end of the learning process. The results show that the implementation of the SOLE model facilitated active student engagement, encouraged independent learning management, and promoted effective use of digital learning resources. Students responded positively to the learning process, demonstrating high enthusiasm and increased autonomy in organizing their learning. These findings suggest that the SOLE model assisted by Google Sites has a positive impact on enhancing students’ science literacy and self-regulation. This model offers a promising alternative learning strategy aligned with the demands of 21st-century education.

Page 538 of 1508 | Total Record : 15076


Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Published Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 02, Juni 2026 Produce Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Public Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Public Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Published Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Publish Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Press Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01, Maret 2026 Release Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Produce Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Publish Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Release Vol. 11 No. 1 (2026): Volume 11 No.1, Maret 2026. Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Press Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Terbit Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Published Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 In Process Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 In Published Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 In Order Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Build Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025 Published Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025 In Process Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025 Build Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025 Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025 Terbit Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025 In Press Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10, Nomor 02 Juni 2025 publish Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10, Nomor 02 Juni 2025 Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10 No. 02 Juni 2025 Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10 No. 02 Juni 2025 In Press Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10, Nomor 02 Juni 2025 t Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10 No. 02 Juni 2025 In Build Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10 No. 02 Juni 2025 In Progres Vol. 10 No. 01 (2025): Volume 10, Nomor 01 Maret 2025 Vol. 10 No. 01 (2025): Volume 10, Nomor 01, Maret 2025 Vol. 10 No. 01 (2025): Volume 10, Nomor 01 Maret 2025 in progress Vol. 10 No. 01 (2025): Volume 10 No. 01 Maret 2025 In Press. Vol. 10 No. 01 (2025): Volume 10 No. 01 Maret 2025 In Process Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 3 September 2025 In Order Vol. 10 No. 02` (2025): Volume 10 No. 2 Juni 2024 In Built Vol. 10 No. 01 (2025): Volume 10 Nomor 1, Maret 2025 Vol. 10 No. 4 (2025): Volume 10. No4, Desember 2025. Vol. 10 No. 3 (2025): Volume 10 No3 September, 2025 Vol. 10 No. 2 (2025): Volume 10 Nomor2, Juni 2025 Vol. 10 No. 2 (2025): Volume 10 No. 2 Juni 2025 Vol. 10 No. 2 (2025): Volume10 Nomor 2, Juni 2025 Vol. 9 No. 04 (2024): Volume 09, Nomor 04, Desember 2024 Vol. 9 No. 04 (2024): Volume 09 No. 04, Desember 2024. Vol. 9 No. 04 (2024): Volume 09 No. 04 December 2024 In Press. Vol. 9 No. 04 (2024): Volume 09, No. 04 Desember 2024 Vol. 9 No. 04 (2024): Volume 09 No. 04 Desember 2024 Press Vol. 9 No. 04 (2024): Volume 09 No. 04 Desember 2024 Vol. 9 No. 03 (2024): Volume 09 No. 03 September 2024 Vol. 9 No. 03 (2024): Volume 09, Nomor 03, September 2024 In Progres Vol. 9 No. 01 (2024): Volume 09 No. 01 Maret 2024 Vol. 9 No. 4 (2024): Volume 09 No. 04 Desember 2024 In Press Vol. 9 No. 3 (2024): Volume 09, No. 03, September 2024 Vol. 9 No. 3 (2024): Volume 09 No. 03 September 2024 Vol. 9 No. 3 (2024): Volume 09 No. 03 September 2024. Vol. 9 No. 2 (2024): Volume 09 No. 2 Juni 2024 Vol. 8 No. 02 (2023): Volume 08 No 02, September 2023 Vol. 8 No. 01 (2023): Volume 08 No. 01 Juni 2023 Vol. 8 No. 01 (2023): Volume 08 No. 01 Maret 2023 Vol. 8 No. 1 (2023): Volume 08, Nomor 01, Juni 2023 Vol. 8 No. 03 (2023): Volume 08 No. 3 Desember 2023 Vol. 8 No. 03 (2023): Volume 08 No. 3 September 2023 Vol. 7 No. 2 (2022): Volume 07, Nomor 02, Desember 2022 Vol. 7 No. 1 (2022): Volume 7 Nomor 1 Juni 2022 Vol. 6 No. 2 (2021): Volume 6 Nomor 2 Desember 2021 Vol. 6 No. 1 (2021): Volume 6 Nomor 1 Juni 2021 Vol. 5 No. 2 (2020): Volume 5 Nomor 2 Desember 2020 Vol. 5 No. 1 (2020): Volume 5 Nomor 1 Juni 2020 Vol. 4 No. 2 (2019): Volume 4 Nomor 2 Desember 2019 Vol. 4 No. 1 (2019): Volume 4 Nomor 1 Juni 2019 Vol. 3 No. 2 (2018): Volume 3 Nomor 2 Desember 2018 Vol. 3 No. 1 (2018): Volume 3 Nomor 1 Juni 2018 Vol. 2 No. 2 (2017): Volume 2 Nomor 2 Desember 2017 Vol. 2 No. 1 (2017): Volume 2 Nomor 1 Juni 2017 Vol. 1 No. 1 (2016): Volume 1 Nomor 1 Desember 2016 More Issue