cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 102 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2025): April" : 102 Documents clear
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DESA MELALUI PEMBENTUKAN BUNDA LANSIA DAN PELATIHAN CAREGIVER LANSIA Kumboyono, Kumboyono; Kristianingrum, Niko Dima; Dewi, Elvira Sari; Dara, Yuliezar Perwira; Soenarti, Sri; Heriansyah, Teuku; Amanda, Febrina; Arifah, Medisa Roro Putri Nur; Jannah, Riska Raudhatul; Indriyani, Damayanti; Machfud, Savinka Salsabiela Iriana; Nursuhaida, Haffa Syafana; Marfuah, Marfuah; Nurhayati, Septi; Riswandha, Sofyan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.27225

Abstract

Abstrak: Peningkatan jumlah lanjut usia (lansia) dapat memicu beragam masalah kesehatan yang membutuhkan perhatian khusus dari masyarakat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah pemberdayaan masyarakat, khususnya perempuan desa, dalam perawatan lansia. Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk Bunda Lansia serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perempuan desa dalam merawat lansia. Metode kegiatan mencakup pembentukan Bunda Lansia, penyuluhan, dan pelatihan perawatan lansia, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Lumajang. Kegiatan ini melibatkan 75 perempuan dari Desa Kraton, Desa Yosowilangun Lor, dan Desa Yosowilangun Kidul. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi praktik, skala penilaian keterampilan, umpan balik peserta, serta tindak lanjut untuk menilai penerapan keterampilan dalam kehidupan sehari-hari. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 75 Bunda Lansia telah dilantik, dengan peningkatan pengetahuan dari rata-rata 77,5 menjadi 92 (18,7%), serta peningkatan keterampilan dalam perawatan lansia dari rata-rata 72,5 menjadi 85 (17,2%). Kesimpulannya, kegiatan ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perempuan desa dalam perawatan lansia.Abstract: The increasing number of elderly individuals can lead to various health issues that require special attention from the community. One possible approach to address this is through community empowerment, particularly of rural women, in elderly giver. This initiative aims to establish “Bunda Lansia” (Elderly Care Mothers) and to enhance the knowledge and skills of rural women in elderly care. The methods include the formation of Bunda Lansia, education sessions, and elderly care training, in collaboration with the Department of Health, Population Control, and Family Planning of Lumajang Regency. This activity involved 75 women from Kraton Village, Yosowilangun Lor Village, and Yosowilangun Kidul Village. The evaluation was conducted through pre-tests and post-tests, practice observations, skill rating scales, participant feedback, and follow-up assessments to evaluate the application of skills in daily life. The results indicate that 75 Bunda Lansia were inaugurated, with an increase in knowledge from an average of 77.5 to 92 (18.7%) and an improvement in elderly care skills from an average of 72.5 to 85 (17.2%). In conclusion, this initiative effectively enhances the knowledge and skills of rural women in elderly care.
PEMBERDAYAAN KADER DAN IBU NIFAS DALAM MENDETEKSI POSTPARTUM BLUES Alza, Nurfaizah; Nurhidayah, Nurhidayah; Suherlin, Ika
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.28478

Abstract

Abstrak: Postpartum blues merupakan suasana hati yang buruk dan gejala depresi ringan yang bersifat sementara, terjadi pada 10 hari pertama dimana puncaknya pada hari ketiga sampai kelima postpartum. Postpartum blues dapat berdampak pada hubungan ibu dan bayinya yang merupakan dasar perkembangan emosional, relasional, perilaku, dan sosial anak di masa depan. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam mendeteksi dini postpartum blues. Metode yang digunakan yaitu ceramah, tanya jawab, demonstrasi, dan pendampingan. Mitra sasaran adalah 6 kader. Evaluasi berupa pretest dan posttest untuk pengukuran pengetahuan kader dan ibu nifas, serta observasi keterampilan kader dalam dalam mendeteksi postpartum blues. Hasil yang dicapai adalah terdapat peningkatan rata-rata pengetahuan kader terkait postpartum blues sebesar 1.80 dan pengetahuan kader terkait penilaian postpartum blues 4.20. Semua kader terlibat aktif (100%) dalam mendeteksi dua ibu nifas. Terdapat peningkatan rata-rata pengetahuan ibu nifas terkait postpartum blues sebesar 3.00 dan peningkatan keterampilan kader dalam melakukan penilaian postpartum blues sebesar 11.81 pada tahap pertama dan 3.81 pada tahap kedua.Abstract: Postpartum blues is a bad mood and mild depressive symptoms that are temporary, occurring in the first 10 days and peaking on the third to fifth postpartum days. Postpartum blues can have an impact on the relationship between mother and baby, which is the basis for a child's emotional, relational, behavioral, and social development in the future. The purpose of this activity is to increase the knowledge and skills of cadres in the early detection of postpartum blues. The methods used are lectures, questions and answers, demonstrations, and mentoring. The target partners are 6 cadres. The evaluation process involves administering pretests and posttests to measure the knowledge of cadres and postpartum mothers, as well as observing their skills in detecting postpartum blues. The results were that the average amount of knowledge that cadres had about postpartum blues went up by 1.80 and the amount of knowledge that cadres had about assessing postpartum blues went up by 4.20. All cadres were actively involved (100%) in detecting two postpartum mothers. There was an increase in the average knowledge of postpartum mothers related to postpartum blues by 3.00 and an increase in cadre skills in conducting postpartum blues assessments of 11.81 in the first stage and 3.81 in the second stage.
PENINGKATAN PEMAHAMAN ASPEK BISNIS MELALUI PELATIHAN PACKAGING PRODUK BAGI SISWA MULTIMEDIA Slamet, Slamet; Indrawati, Iin Dyah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.29689

Abstract

Abstrak: Keterampilan bisnis menjadi penting bagi siswa multimedia yang sering kali memiliki potensi kreatif tinggi namun minim pengetahuan bisnis. Kurangnya pemahaman siswa multimedia tentang aspek bisnis, khususnya packaging, dapat menghambat mereka dalam mengembangkan dan memasarkan produk kreatif mereka secara maksimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa multimedia dalam aspek bisnis, khususnya dalam hal packaging, membekali siswa dengan pengetahuan praktis tentang pentingnya desain dan fungsi packaging dalam strategi pemasaran, dan mendorong siswa untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menciptakan packaging yang menarik dan fungsional. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan intensif yang mencakup teori dan praktik tentang packaging. Materi meliputi aspek perilaku pelanggan dan desain grafis, pemilihan bahan, serta strategi pemasaran. Kegiatan pelatihan dilaksanakan di SMK Islam Bina Nusantara Gumelar. Berdasarkan evaluasi berupa kuesioner, pelatihan ini berhasil meningkatkan pemahaman peserta terkait perilaku pelanggan dan desain grafis, pemilihan bahan, dan strategi pemasaran melalui packaging dengan rata-rata sebesar 94%.Abstract: Business skills are becoming increasingly important for multimedia students, who often possess high creative potential but lack business knowledge. The limited understanding of business aspects, particularly packaging, can hinder multimedia students from fully developing and marketing their creative products. This community service activity aims to enhance multimedia students' understanding and skills in business aspects, especially in packaging. It equips students with practical knowledge about the importance of design and functionality in packaging as part of marketing strategies, while encouraging them to be more creative and innovative in creating attractive and functional packaging. The activity was conducted through intensive training, which included both theoretical and practical sessions on packaging. The material covered aspects such as customer behavior, graphic design, material selection, and marketing strategies. Based on the evaluation in the form of a questionnaire, this training successfully improved participants' understanding of customer behavior, graphic design, material selection, and marketing strategies through packaging, with an average increase of 94%.
ECOBRICK SEBAGAI SOLUSI DALAM MINIMASI LIMBAH PADAT DI KAWASAN WISATA PESISIR KABUPATEN BERAU Fitrah, Muhammad Aidil; Elvira, Vivi Filia; Syamsir, Syamsir; Rachmawati, Ayudhia; Ningsih, Riyan; Sedionoto, Blego; Badrah, Sitti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.29578

Abstract

Abstrak: Produksi limbah padat di kawasan wisata pesisir terus meningkat akibat perilaku dan praktik pengelolaan sampah yang tidak memadai sehingga menyebabkan pencemaran lingkungan pesisir. Salah satu solusi inovasi untuk minimasi limbah padat khususnya plastik secara sederhana melalui pembuatan ecobrick. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan limbah padat di kawasan wisata pesisir Kab. Berau. Metode yang diterapkan dalam kegiatan pengabdian Masyarakat meliputi tahap persiapan, sosialisasi, simulasi praktik, serta monitoring dan evaluasi menggunakan instrumen pre-test dan post-test dengan jumlah sampel 13 Orang (n-13). Hasil evaluasi menunjukkan rata-rata pengetahuan masyarakat dari 76,92% pada pre-test menjadi 92,3% pada post-test, dengan peningkatan sebesar 15,38%. Berdasarkan hasil tersebut maka disimpulkan terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan limbah plastik menjadi ecobrick. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dan bernilai ekonomis di kawasan wisata pesisir.Abstract: Solid waste production in coastal tourism areas continues to increase due to inadequate waste management behavior and practices, causing pollution of the coastal environment. One of the innovative solutions for solid waste minimization, especially plastic, is simply through ecobricking. This community service activity aims to increase community knowledge and skills in solid waste management in the coastal tourism area of Teluk Sulaiman Village, Biduk-biduk District, Berau Regency. The methods applied in community service activities include the preparation stage, socialization, practical simulation, and monitoring and evaluation using pre-test and post-test instruments with a sample size of 13 people (n-13). The evaluation results show the average community knowledge from 76.92% in the pre-test to 92.3% in the post-test, with an increase of 15.38%. Based on these results, it is concluded that there is an increase in community knowledge about managing plastic waste into eco-bricks. This activity is expected to significantly contribute to sustainable environmental management and economic value in coastal tourism areas.
A LITTLE FARMER’S: PROGRAM PENGENALAN PROFESI PETANI PADA ANAK USIA DINI MELALUI METODE STORY TELLING INTERAKTIF Maulida, Dwi Laila; Yektiningsih, Endang; Ramadhani, Mirza; Leilasari, Yennyka; Nurmalitasari, Putri; Putra, Akbar Hari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.29468

Abstract

Abstrak: A Little Farmer’s adalah program yang dibuat sebagai upaya untuk pengenalan dan edukasi tentang profesi petani pada anak yang disesuaikan dengan kemampuan, kebutuhan, dan metode yang menarik sehingga menciptakan ketertarikan pada anak terhadap profesi petani. Seperti yang kita ketahui bahwa regenerasi petani masih menjadi isu klasik dalam sektor pertanian yang ditandai dengan rendahnya minat generasi muda terhadap pertanian. Salah satu penyebab utama rendahnya minat generasi muda yaitu kurangnya pengetahuan dan pemahaman tentang profesi petani sejak dini. Kegiatan pengabdian tentang pengenalan profesi petani bertujuan utuk meningkatkan kreativitas, melatih sensori dan motorik anak serta memberikan edukasi tentang alat alat pertanian yang digunakan petani sehingga terbentuk ketertarikan anak terhadap profesi petani. Metode Story Telling interaktif dikemas dalam bentuk sosialisasi dan pendampingan untuk Anak TK. Jumlah peserta yang mengikuti sosialisasi sebanyak 50 orang. Kegiatan evaluasi dilakukan melalui observasi langsung untuk melihat seberapa jauh pemahaman siswa tentang profesi petani. Hasil menunjukkan bahwa 78 % siswa mampu untuk menceritakan kembali bagaimana pengalaman yang sudah didapat di depan kelas.Abstract: A Little Farmer’s is an educational program designed to introduce children to the farming profession through approaches tailored to their age, needs, and interests. This program aims to foster children's enthusiasm for farming through interactive and engaging methods. The regeneration of farmers remains a longstanding challenge in the agricultural sector, marked by the low interest of younger generations in pursuing farming careers. One of the main causes of this low interest is the lack of knowledge and understanding about the farming profession from an early age. Through the A Little Farmer’s program, children are encouraged to explore the farming profession while enhancing their creativity, developing sensory and motor skills, and learning about the tools commonly used by farmers. This is achieved through interactive storytelling sessions presented in the form of socialization and hands-on guidance, specifically designed for kindergarten students. The program was attended by 50 children, and its success was evaluated through direct observation to assess how well they understood the farming profession. The results showed that 78% of the participants were able to confidently share their experiences in front of the class. 
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG FAKTOR RISIKO DAN FAKTOR PROTEKTIF KESEHATAN MENTAL PADA REMAJA Bachtiar, Nanda; Hasan, Muhammad Ibnu; Karmandika, Ardhi Henda
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.29745

Abstract

Abstrak: Kesehatan mental remaja merupakan aspek penting dalam perkembangan mereka, karena berdampak langsung pada kesejahteraan emosional, psikologis, dan sosial. Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran remaja terhadap faktor risiko serta strategi dalam mengatasi masalah kesehatan mental agar mereka dapat menghadapi tantangan hidup dengan lebih baik. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan soft skills peserta, khususnya dalam hal pemahaman tentang kesehatan mental, kemampuan mengelola stres, serta keberanian untuk mencari bantuan jika menghadapi masalah psikologis. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah, di mana peserta diberikan pemaparan mengenai faktor risiko yang dapat memengaruhi kesehatan mental remaja, seperti tekanan akademik dan masalah interpersonal. Selain itu, juga disampaikan berbagai strategi untuk mengelola stres dan cara mencari bantuan profesional jika dibutuhkan. Kegiatan ini diikuti oleh 35 siswa SMA, yang menjadi target utama dalam upaya peningkatan kesadaran dan keterampilan dalam menjaga kesehatan mental mereka. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan menggunakan angket untuk menilai pemahaman peserta terhadap materi, manfaat kegiatan, serta perubahan sikap mereka terhadap strategi pengelolaan stres dan keberanian dalam mencari bantuan. Berdasarkan hasil evaluasi, terjadi peningkatan pemahaman sebesar 88,5%, peningkatan kesadaran akan manfaat sosialisasi sebesar 88,5%, peningkatan komitmen dalam menerapkan strategi mengelola stres sebesar 80%, dan peningkatan keberanian untuk mencari bantuan jika mengalami masalah kesehatan mental sebesar 71,4%.Abstract: Adolescent mental health is an important aspect of their development, as it has a direct impact on emotional, psychological and social well-being. This socialization aims to increase adolescents' awareness of risk factors and coping strategies for mental health problems so that they can better face life's challenges. The aim of this activity is to improve participants' soft skills, especially in terms of understanding mental health, ability to manage stress, and courage to seek help if facing psychological problems. The method used in this activity was lecture, where participants were exposed to risk factors that can affect adolescents' mental health, such as academic pressure and interpersonal problems. Strategies to manage stress and how to seek professional help if needed were also presented. This activity was attended by 35 high school students, who became the main target in an effort to increase awareness and skills in maintaining their mental health. Evaluation of the activity was carried out using a questionnaire to assess participants' understanding of the material, the benefits of the activity, as well as changes in their attitudes towards stress management strategies and courage in seeking help. Based on the evaluation results, there was an increase in understanding by 88.5%, an increase in awareness of the benefits of socialization by 88.5%, an increase in commitment to implementing stress management strategies by 80%, and an increase in courage to seek help if experiencing mental health problems by 71.4%.
PENDAMPINGAN PEMBUATAN BILLINGUAL ILLUSTRATED STORYBOOK BERBASIS INFORMASI GEOSPASIAL SEBAGAI INOVASI MEDIA PROMOSI UNTUK MENINGKATKAN CITRA EDUWISATA Mahfudz, Akbar Abdurrahman; Ariasari, Ana; Nabiu, Nur Lina Maratana; Afriwilda, Mayang T
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.29915

Abstract

Abstrak: Desa Kemumu memiliki potensi wisata edukasi berbasis alam dan budaya yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik utama di Kabupaten Bengkulu Utara. Namun, promosi wisata di Desa Kemumu masih terbatas, sehingga diperlukan inovasi dalam media promosi yang lebih menarik dan informatif. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemandirian Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Argatirta Kemumu yang beranggotakan 18 orang dalam mempromosikan wisata edukasi melalui pengembangan buku cerita ilustratif dwibahasa berbasis informasi geospasial. Metode pengabdian dilakukan melalui pelatihan dan pendampingan penyusunan konten cerita, pemilihan bahasa, ilustrasi gambar serta penggunaan informasi geospasial untuk memperkuat narasi dalam buku Sistem evaluasi dilakukan melalui analisis kuesioner dengan indikator keberhasilan berupa minat masyarakat, relevansi program, dan tingkat kepuasan peserta. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa 90% peserta merasa puas dan memahami pentingnya inovasi media promosi melalui buku cerita bergambar berbasis informasi geospasial.Abstract: Kemumu Village has the potential for nature and culture-based educational tourism that can be developed as the main attraction in North Bengkulu Regency. However, tourism promotion in Kemumu Village is still limited, so innovation is needed in more attractive and informative promotional media. This community service aims to increase the understanding and independence of the Argatirta Kemumu Tourism Awareness Group (Pokdarwis), which has 18 members promoting tourism education through developing bilingual illustrative storybooks based on geospatial information. The community service method is carried out through training and mentoring in compiling story content, choosing languages, illustrating images, and using geospatial information to strengthen the narrative in the book. The results of the community service showed that 90% of participants were satisfied and understood the importance of innovation in promotional media through illustrated storybooks based on geospatial information.
OPTIMALISASI BANK SAMPAH, KELOMPOK WANITA TANI, DAN POS PEMBINAAN TERPADU DENGAN PERSPEKTIF AL-ISLAM KEMUHAMMADIYAHAN Soleha, Maratus; Maeda, Serly; Fitriyani, Fitriyani; Asy-Syifa, Zahwa Zia; Nurhidayati, Aulia; Putri, Dhea Ananda; Rahman, Ibadu; Mardani, Muhammad; Muthmainnah, Yulianti; Hastomo, Widi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.29739

Abstract

Abstrak: Pengelolaan sampah dan ketahanan pangan berbasis komunitas masih menghadapi tantangan seperti rendahnya kesadaran masyarakat, minimnya pemanfaatan teknologi, serta kurangnya integrasi nilai-nilai Islam dalam praktik lingkungan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam mengelola sampah serta pertanian berkelanjutan melalui pendekatan berbasis Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Metode yang digunakan yaitu Participatory Action Research, serta implementasi sistem digital pada bank sampah dan Kelompok Wanita Tani (KWT). Program ini melibatkan 85 peserta dari RW 08 Cirendeu, Ciputat Timur, yang terdiri dari pengurus bank sampah dan anggota KWT. Evaluasi keberhasilan dilakukan melalui survei pre-test dan post-test, wawancara mendalam, serta Focus Group Discussion (FGD). Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat sebesar 70%, peningkatan pendapatan anggota KWT sebesar 25%, serta penurunan volume sampah tidak terkelola sebesar 35%. Selain itu, 80% anggota KWT mulai menggunakan pupuk organik dan 75% peserta memahami konsep AIK dalam pengelolaan lingkungan. Dengan strategi keberlanjutan yang mencakup kemitraan dengan lembaga Muhammadiyah dan sistem insentif digital, program ini diharapkan dapat terus berjalan secara mandiri dan memberikan dampak positif jangka panjang bagi masyaraka.Abstract: Community-based waste management and food security continue to face challenges such as low public awareness, limited use of technology, and lack of integration of Islamic values into environmental practices. This program aims to enhance community understanding and skills in waste management and sustainable agriculture through an Al-Islam and Kemuhammadiyahan (AIK)-based approach. The methodology employed is Participatory Action Research (PAR), combined with the implementation of a digital system for the waste bank and Women's Farming Group (KWT). The program involved 85 participants from RW 08 Cirendeu, Ciputat Timur, including waste bank administrators and KWT members. Success was evaluated through pre-test and post-test surveys, in-depth interviews, and Focus Group Discussions (FGD). The evaluation results showed a 70% increase in community awareness and participation, a 25% rise in KWT members' income, and a 35% reduction in unmanaged waste volume. Additionally, 80% of KWT members adopted organic fertilizers, and 75% of participants gained a deeper understanding of AIK concepts in environmental management. With sustainability strategies that include partnerships with Muhammadiyah institutions and a digital incentive system, this program is expected to continue independently and create a lasting positive impact on the community.
PENYULUHAN TENTANG DESAIN DAN MANAJEMEN KANDANG YANG BAIK SERTA RAMAH LINGKUNGAN Sikone, Hilarius Yosef; Utama, Wigbertus Gaut; Ahmadi, Puspita Chaya; Dalle, Nautus Stivano; Karlina, Maria Apriliana Ade
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.29885

Abstract

Abstrak: Ternak babi sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT). Salah satu aspek penting ketika memelihara ternak babi adalah kandang. Kandang harus didesain/dirancang agar tak menimbulkan polusi/ pencemaran lingkungan. Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan/pemahaman dan ketrampilan masyarakat di desa Golowua tentang desain dan manajemen kandang yang baik dan ramah lingkungan. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Desember 2024, di desa Golowua, yang diikuti oleh 25 orang anggota masyarakat peternak babi. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah metode penyuluhan, dan demonstrasi cara sanitasi kandang serta pembuatan pupuk bokashi yang ramah lingkungan. Kegiatan awal berupa pre-test kemudian dilakukan penyuluhan, dilanjutkan dengan demonstrasi cara sanitasi kandang dan proses pengolahan limbah berupa pembuatan pupuk bokashi. Kegiatan PkM di desa Golowua berhasil dilaksanakan dengan baik dan ditutup oleh kegiatan evaluasi hasil berupa post-test yang menghasilkan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang desain dan manajemen kandang yang baik dan ramah lingkungan rata-rata sebesar 56,5% sekaligus meningkatkan keterampilan dalam pembuatan bokashi.Abstract: Pig farming has become an inseparable part of people's lives in East Nusa Tenggara (NTT). One of the important aspects when raising pigs is the barn. The cage must be designed/designed so as not to cause environmental pollution/pollution. The purpose of this Community Service (PkM) activity is to increase the knowledge/understanding and skills of the community in Golowua village about good and environmentally friendly cage design and management. This activity was held in December 2024, in Golowua village, Langke Rembong district, Manggarai regency, which was attended by 25 members of the pig farming community. The methods used in the implementation of this activity are counseling methods, and demonstrations of how to sanitize cages and make environmentally friendly bokashi fertilizer. The initial activity was in the form of a pre-test and then counseling was carried out, followed by a demonstration of how to sanitize cages and the waste treatment process in the form of making bokashi fertilizer. The PkM activity in Golowua village was successfully carried out and closed by an evaluation of the results in the form of a post-test which resulted in an increase in community knowledge about good and environmentally friendly cage design and management by an average of 56.5% while improving skills in making bokashi.
PENERAPAN SMART FARMING MAGGOT BSF DALAM MENDORONG KUALITAS AYAM UNGGUL Pradnya, Irene Nindita; Zakia, Maulida; Sukestiyarno, Yohanes Leonardus; Enjelita, Anggun; Emyu, Dalnius; Maulana, Ivan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.30036

Abstract

Abstrak: Desa Karangkobar di Kendal memiliki lingkungan alam yang subur, menjadikannya tempat yang cocok untuk peternakan ayam. Ketersediaan pakan alami, udara bersih, dan kualitas air yang baik mendukung kesehatan ternak. Masalah pada Tini Farm, mitra peternakan mikro dalam program ini, hanya terdapat 6 pekerja berpendidikan dasar. Peternak ayam masih mengandalkan pakan konvensional (pur) yang rendah protein dan berisiko mengandung zat berbahaya. Alternatif seperti maggot BSF memiliki nutrisi tinggi dan ramah lingkungan, tetapi budidayanya terkendala teknologi, media wadah, serta suhu dan kelembaban yang kurang optimal untuk pertumbuhannya. Tujuan pengabdian adalah penerapan smart farming maggot BSF yang meningkatkan kualitas ayam siap dijual dalam 1–3 bulan antara 125-200 ekor ayam per siklus serta keterampilan mitra dalam pemantauan pertumbuhan maggot berbasis IoT. Metode pelaksanaan koordinasi dengan 6 peternak Tini Farm di Desa Karangkobar, konstruksi, praktik, serta pendampingan penggunaan advanced technology maggot cultivation dan automatic feeder berbasis IoT terutama penerapan suhu optimal (30–36°C) dan kelembaban (60–70%). Sosialisasi meliputi instalasi, kontrol suhu dan kelembaban, serta monitoring real-time. Evaluasi dilakukan melalui wawancara serta kuesioner sebanyak 15 pertanyaan, dengan pendampingan lanjutan selama 3–6 bulan. Hasil survei menunjukkan 72,2% masyarakat tertarik mengenai budidaya maggot sedangkan dalam evaluasi lanjutan 60,6% masyarakat mengalami peningkatan produksi dari budidaya maggot BSF. Teknologi ini mampu menekan biaya produksi dan meningkatkan daya saing peternak.Abstract: Karangkobar Village in Kendal has a fertile natural environment, making it an ideal location for poultry farming. The availability of natural feed, clean air, and highwater quality supports livestock health. However, Tini Farm, a micro-scale poultry farming partner in this program, faces several challenges. It only employs six workers with basic education, and the farmers still rely on conventional feed (pur), which is low in protein and may contain harmful substances. Alternative feeds like BSF maggots offer high nutritional value and are environmentally friendly, but their cultivation is limited by technology, container media, as well as suboptimal temperature and humidity conditions. This program aims to implement smart farming using BSF maggots to enhance chicken quality, enabling sales within 1–3 months, producing 125–200 chickens per cycle. It also focuses on improving farmers' skills in IoT-based maggot growth monitoring. Implementation includes coordination with six poultry farmers at Tini Farm, construction, practical training, and assistance in using advanced maggot cultivation technology and IoT-based automatic feeders. Training covers installation, temperature and humidity control, and real-time monitoring. Evaluation involved interviews and a 15-question questionnaire, followed by 3–6 months of additional assistance. Results show 72.2% of the community is interested in maggot farming, with 60.6% increasing production. This technology reduces costs and boosts competitiveness.

Page 6 of 11 | Total Record : 102