cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,084 Documents
PENINGKATAN KETERAMPILAN GURU MELALUI PENDAMPINGAN PENYUSUNAN E-BOOK HEYZINE FLIPBOOK BERMUATAN LITERASI KEUANGAN SEBAGAI INOVASI PEMBELAJARAN Fatimah, Siti; FH, Yuliana; Amrina, Dian Eka; Inawati, Iin; Suryani, Pikria
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34736

Abstract

Abstrak: Pengembangan kompetensi guru dalam melaksanakan tugas profesionalisme merupakan suatu keharusan, karena guru merupakan salah satu kunci keberhasilan pendidikan. Guru juga harus mampu beradaptasi dengan berbagai perkembangan teknologi dan informasi yang ada sebagai salah satu tantangan pendidikan saat ini. kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru yang tergabung dalam KOMENKI dalam menyusun e-book heyzine flipbook bermuatan literasi keuangan sebagai inovasi pembelajaran. Mitra kegiatan ini adalah guru-guru ekonomi SMA di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan yang berjumlah 30 orang. Tahapan kegiatan yang dilakukan meliputi tahap pra-kegiatan dan sosialisasi, tahap pelatihan, tahap pendampingan dan evaluasi melalui pemberian pretest-postest untuk mengetahui pemahaman mitra, serta evaluasi produk e-book yang dihasilkan untuk melihat peningkatan keterampilan mitra. Berdasarkan kegiatan pendampingan yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa kegiatan ini telah mampu meningkatkan pengetahuan mitra dalam penyusunan e-book heyzine flipbook sebesar 27,11 dari nilai rerata pretest 54,00 dan rerata posttest 81,11. Selanjutnya, terjadi peningkatan keterampilan mitra dalam menyusun e-book heyzine flipbook, dimana sebesar 80% mitra mampu menghasilkan e-book heyzine flipbook yang dapat digunakan sebagai sumber belajar inovatif di sekolah.Abstract: Developing teacher competency in carrying out professional duties is a must, as teachers are one of the keys to educational success. Teachers must also be able to adapt to various technological and information developments that exist, as one of the challenges facing education today. This Community Service activity aims to improve the knowledge and skills of teachers who are members of KOMENKI in compiling an e-book heyzine flipbook project that focuses on financial literacy as a learning innovation. The partners in this activity were 30 high school economics teachers in Ogan Komering Ilir Regency, South Sumatra. The activities are included pre-activity and outreach, training, mentoring, and evaluation through the provision of pre-tests and post-tests to determine the partners' understanding, as well as the evaluation of the resulting e-book product to see the improvement in the partners' skills. The mentoring activities demonstrated that the program improved the partners' knowledge in preparing an e-book heyzine flipbook, amounting to 27.11 of the average value pretest 54.00 and average posttest 81.11. Furthermore, there was an increase in the skills of partners in compiling an e-book heyzine flipbook, where 80% of partners can produce an e-book heyzine flipbook, which can be used as an innovative learning resource in schools.
IMPLEMENTASI EDUKASI GEOPARK KAYANGAN API DI SEKOLAH DASAR: STRATEGI PENGENALAN POTENSI LOKAL SEJAK DINI Azzahra, Dewi Fatimah; Ramadani, Febiola Djangkaru; Sakhowi, M Ridwan; Ubaid, Mochamad Chilmi; Jalaludin, M. Qafid; Istigfaroh, Faridatul
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.33943

Abstract

Abstrak: Permasalahan utama di kawasan Geopark Kayangan Api adalah rendahnya pemahaman siswa terhadap potensi lokal dan nilai pendidikannya. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi geopark sejak dini dengan meningkatkan soft skill dan hard skill melalui pendidikan visual dan partisipatif di 3 SD/MI di Bojonegoro, yang melibatkan 27 siswa kelas IV-VI. Program ini menggunakan pengajaran langsung, pembelajaran kontekstual, dan kuliah interaktif. Evaluasi dilakukan dengan 20 pertanyaan kuis pasca kegiatan, yang berfokus pada pemahaman siswa, keterlibatan aktif, kehadiran, dukungan sekolah, penggunaan media yang efektif, dan pengembangan keterampilan. Hasil penelitian menunjukkan 66,67% siswa memahami dengan sangat baik, 18,52% mengerti, sedangkan sisanya memiliki pemahaman sedang hingga rendah. Hasil ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan siswa tentang geopark dan konservasi lingkungan. Kegiatan ini juga memperkuat soft skill seperti kepercayaan diri dan partisipasi, serta hard skill yang terkait dengan geografi lokal, membuktikan pendidikan geopark kontekstual, aplikatif, dan menyenangkan.Abstract: The main problem in the Kayangan Api Geopark area is students’ low understanding of its local potential and educational value. This community service aimed to improve geopark literacy from an early age by enhancing both soft and hard skills through visual and participatory education in three elementary schools/MI in Bojonegoro, involving 27 students in grades IV–VI. The program used hands-on teaching, contextual learning, and interactive lectures. Evaluation was conducted with 20 post-activity quiz questions, focusing on student understanding, active involvement, attendance, school support, effective media use, and skill development. Results showed 66.67% of students understood very well, 18.52% understood, while the rest had moderate to low comprehension. These outcomes indicate a significant improvement in students’ knowledge of geoparks and environmental conservation. The activity also strengthened soft skills such as confidence and participation, as well as hard skills related to local geography, proving geopark education to be contextual, applicable, and enjoyable.
PELATIHAN DIGITALISASI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBASIS PROJECT-BASED LEARNING TERINTEGRASI IoT UNTUK PENINGKATAN KOMPETENSI GURU SEKOLAH DASAR Nasution, Fauziah; Gultom, Fita Delia; Alwendi, Alwendi; Nasution, Eni Sumanti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35795

Abstract

Abstrak: Program Pengabdian Kemitraan Masyarakat ini dilaksanakan untuk menjawab permasalahan rendahnya kemampuan guru dalam menerapkan Project-Based Learning (PjBL) berbasis Internet of Things (IoT) di SDN 200112 Padangsidimpuan. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kompetensi digital dan pedagogis guru dalam mengintegrasikan teknologi IoT ke dalam desain pembelajaran Bahasa Indonesia. Kegiatan dilakukan melalui tahap perencanaan, sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan dan evaluasi, keberlanjutan program dengan melibatkan 21 guru dari sekolah mitra. Evaluasi dilakukan melalui observasi dan kuesioner untuk mengukur peningkatan kemampuan guru. Hasil menunjukkan peningkatan kompetensi sebesar 78% pada aspek hard skill (penguasaan konsep, desain proyek, dan penggunaan teknologi IoT) serta 65% pada aspek soft skill (kolaborasi, refleksi, dan inovasi pembelajaran). Guru menunjukkan kemampuan lebih baik dalam merancang proyek berbasis teknologi dan mengintegrasikan IoT dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Program ini membuktikan efektivitas model PjBL berbasis teknologi dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka dan membuka peluang pengembangan pelatihan lanjutan berbasis LMS serta penerapan IoT lintas disiplin.Abstract: This Community Partnership Service Program was implemented to address the issue of teachers' low ability to apply Internet of Things (IoT)-based Project-Based Learning (PjBL) at SDN 200112 Padangsidimpuan. The objective of this activity was to improve teachers' digital and pedagogical competencies in integrating IoT technology into Indonesian language learning design. The activity was carried out through the stages of planning, socialization, training, mentoring, and evaluation, with the program's sustainability involving 21 teachers from partner schools. Evaluation was conducted through observation and questionnaires to measure the improvement in teachers' abilities. The results showed a 78% increase in hard skills (concept mastery, project design, and use of IoT technology) and a 65% increase in soft skills (collaboration, reflection, and learning innovation). Teachers demonstrated improved abilities in designing technology-based projects and integrating IoT into Indonesian language learning. This program proves the effectiveness of the technology-based PjBL model in supporting the implementation of the Merdeka Curriculum and opens up opportunities for the development of LMS-based advanced training and the application of IoT across disciplines.
PELATIHAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN MENDALAM DAN IMPLEMENTASINYA DALAM MODUL AJAR BAGI GURU SD Mutiara, Rika; Agustina, Noni; Halim, Abd.
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.34876

Abstract

Abstrak: Konsep Pembelajaran Mendalam sudah pernah disosialisasikan oleh masing-masing kepala sekolah ke guru di lingkungan SD wilayah Lengkosambi Raya namun belum ada pelatihan tentang bagaimana menuangkan prinsip Pembelajaran Mendalam ke dalam modul ajar. Pengintegrasian prinsip tersebut ke modul ajar yang menjadi pedoman praktik mengajar memiliki peran penting bagi penerapan Pembelajaran Mendalam. Pelatihan ini bertujuan untuk membimbing guru SD untuk mengembangkan modul ajar yang mengintegrasikan prinsip Pembelajaran Mendalam. Pelatihan ini diikuti oleh 24 guru dan kepala sekolah dari berbagai SD di kecamatan Riung, Nusa Tenggara Timur. Evaluasi dilakukan dengan angket kepuasan, pre-test dan post-test, dan produk (modul ajar). Peserta sangat puas dengan pelatihan. Berdasarkan perbadingan hasil pre-test dan post-test, terdapat kenaikan sebesar 2.05%. Modul ajar yang dibuat juga mengintegrasikan prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan dalam kegiatan pembelajaran.Abstract: The concept of Deep Learning has been socialized by each principal to elementary school teachers in the Lengkosambi Raya area, but there has been no training on how to incorporate Deep Learning principles into teaching modules. Integrating these principles into teaching modules that serve as guidelines for teaching practice plays a crucial role in the implementation of Deep Learning. This training aims to guide elementary school teachers in developing teaching modules that integrate Deep Learning principles. It was attended by 24 teachers and principals from various elementary schools in Riung sub-district, East Nusa Tenggara. Evaluation was carried out using a questionnaire, pre-test and post-test, and product (teaching module). Participants were very satisfied with the training. Based on the comparison of pre-test and post-test results, there was an increase of 2.05%. The teaching modules created also integrate the principles of awareness, meaning, and joy in learning activities.
PENGUATAN KOMPETENSI GURU MELALUI LESSON STUDY SEBAGAI UPAYA TRANSFORMASI PEMBELAJARAN Nirmala, Sri Dewi; Puspitasari, Kristanti Ambar; Puryati, Puryati; Marisa, Riandi; Wahyudi, Heri; Damayanti, Gina; Zulfa, Sufina Siti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34566

Abstract

Abstrak: Guru berperan strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan yang tidak tergantikan oleh teknologi. Salah satu kompetensi penting adalah kemampuan menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik dan relevan dengan kebutuhan siswa. Pembelajaran berdiferensiasi merupakan pendekatan esensial untuk menjawab keragaman siswa, namun implementasinya masih menghadapi kendala. Kegiatan PkM ini bertujuan mendampingi guru sekolah dasar dalam mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi melalui lesson study. Kegiatan dilaksanakan pada Maret - Juni 2025 dengan melibatkan 25 guru kelas dan guru mata pelajaran. Pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) digunakan melalui tiga tahap: perencanaan berbasis analisis kebutuhan, pelaksanaan melalui sosialisasi dan pendampingan, serta evaluasi dan tindak lanjut, berdasarkan tahapan Lesson Study yakni Plan, Do, dan See. Hasil pendampingan menunjukkan 80% guru meningkat pemahamannya mengenai pembelajaran berdiferensiasi, 75% mampu merancang perangkat pembelajaran berdiferensiasi, 70% mampu menerapkan strategi kolaboratif, dan 65% mampu menggunakan asesmen autentik. Lesson study terbukti efektif meningkatkan kompetensi guru, keterampilan refleksi, dan budaya kolaborasi. Kegiatan ini diharapkan menjadi model penguatan kompetensi guru untuk mewujudkan pembelajaran adaptif dan inklusif di sekolah dasar, dengan tindak lanjut pada penguatan diferensiasi yang terintegrasi pembelajaran mendalam.Abstract: Teachers play a strategic role in improving the quality of education that cannot be replaced by technology. One important competency is the ability to organize educational learning that is relevant to students' needs. Differentiated learning is an essential approach to addressing student diversity, but its implementation still faces obstacles. This Community Service Program aims to assist elementary school teachers in implementing differentiated learning through lesson study. The activity was carried out from March to June 2025, involving 25 classroom teachers and subject teachers. The Participatory Rural Appraisal (PRA) approach was used in three stages: needs analysis-based planning, implementation through socialization and mentoring, and evaluation and follow-up, based on the Lesson Study stages of Plan, Do, and See. The results of the assistance showed that 80% of teachers improved their understanding of differentiated learning, 75% were able to design differentiated learning tools, 70% were able to apply collaborative strategies, and 65% were able to use authentic assessments. Lesson study proved to be effective in improving teacher competence, reflection skills, and a culture of collaboration. This activity is expected to become a model for strengthening teacher competencies to realize adaptive and inclusive learning in elementary schools, with follow-up on strengthening integrated differentiation and deep learning.
EDUKASI MITIGASI BENCANA BANJIR UNTUK MEMBANGUN SEKOLAH TANGGUH BENCANA DI NAGARI PELANGAI Febriandi, Febriandi; Anwar, Syafri; Afdhal, Afdhal; Ernawati, Ernawati; Rahmi, Lailatur; Mariya, Sri; Aulia, Beni; Pertiwi, Mentari Dian; Vratiwi, Septiana; Ahyuni, Ahyuni; Novio, Rery; Susetyo, Bigharta Bekti; Yudita, Annisa
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.33540

Abstract

Abstrak: Bencana banjir merupakan salah satu ancaman utama yang dihadapi oleh masyarakat di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk di nagari Pelangai. Sekolah-sekolah di wilayah ini menjadi salah satu institusi yang paling terdampak akibat bencana banjir, yang mengakibatkan terganggunya proses belajar mengajar, kerusakan sarana dan prasarana pendidikan, serta meningkatnya risiko bagi keselamatan siswa dan tenaga pendidik pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan edukasi mitigasi bencana banjir untuk membangun sekolah tangguh bencana di nagari pelangai bertujuan untuk menerapkan model edukasi mitigasi bencana banjir yang sesuai dengan karakteristik wilayah dan kebutuhan sekolah di nagari Pelangai. Dengan adanya program ini, sekolah diharapkan dapat menjadi lebih tangguh dalam menghadapi bencana banjir, sehingga proses pendidikan dapat tetap berjalan dengan baik meskipun dalam kondisi darurat. Mitra dalam program ini terbagi menjadi dua, pertama warga sekolah MTsN 12 Pesisir Selatan sebanyak 35 orang, dan masyarakat nagari Pelangai sebanyak 48 orang. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan meningkatnya pengetahuan siswa tentang mitigasi bencana banjir, peningkatan kesiapan sekolah dalam menghadapi bencana melalui penyusunan rencana kontinjensi dan pelaksanaan simulasi bencana, serta kemampuan siswa dan warga sekolah dalam memberikan respon cepat terhadap peringatan dini yang disimulasikan. Peningkatan pengetahuan siswa dan masyarakat di evalusi menggunakan angket wawancara dan observasi. Hal ini akan menjadikan sekolah tersebut menjadi sekolah tangguh bencana. Selain itu, peningkatan pemahaman tentang mitigasi bencana banjir sebanyak 80%, keterlibatan mitra dalam program sebanyak 86%, kemapuan praktik simulasi evakuasi sebanyak 71% dan kepuasan mitra terhadap program sebanyak 83%. terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat terhadap kode-kode peringatan dini bencana dan simulasi bencana sebanyak 89%.Abstract: Flood disasters are one of the main threats faced by communities in various regions of Indonesia, including the nagari of Pelangai. Schools in this region are among the institutions most affected by flood disasters, which disrupt the teaching and learning process, damage educational facilities, and increase risks for the safety of students and educators. Community service aimed at providing education on flood disaster mitigation to build disaster-resilient schools in the nagari of Pelangai aims to implement a flood disaster mitigation education model that aligns with the characteristics of the area and the needs of schools in the nagari of Pelangai. With this program, schools are expected to become more resilient in facing disasters floods, so that the educational process can continue to run well even in emergency conditions. The partners in this program are divided into two, first the school community of MTsN 12 Pesisir Selatan consisting of 35 people, and the community of Nagari Pelangai consisting of 48 people. The results of this service show an increase in students' knowledge about flood disaster mitigation, an increase in the school's preparedness for facing disasters through the development of contingency plans and the implementation of disaster simulations, as well as the ability of students and school staff to respond quickly to simulated early warnings. The increase in knowledge of students and the community is evaluated using interview questionnaires and observations. This will make the school a disaster resilient school. In addition, there is an increase in understanding of flood disaster mitigation by 80%, involvement of partners in the program by 86%, ability to practice evacuation simulations by 71%, and partner satisfaction with the program by 83%. There has been an increase in public knowledge regarding disaster early warning codes and disaster simulations by 89%.
PENERAPAN PICOBOT UNTUK FISIOTERAPI BERJALAN PASIEN PASCA STROKE DI RUMAH SAKIT WILAYAH JAWA TIMUR Rachmaningrum, Nilla; Adiputra, Dimas; Kusumawati, Aris
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.32954

Abstract

Absrak: Stroke merupakan salah satu penyebab utama disabilitas di seluruh dunia, dengan gangguan mobilitas sebagai dampak yang paling umum. Pasien stroke sering mengalami kesulitan berjalan akibat kelemahan otot, spastisitas, dan gangguan koordinasi, yang menghambat kemandirian serta menurunkan kualitas hidup. Rehabilitasi dengan fisioterapi konvensional telah terbukti membantu pemulihan, tetapi keterbatasan tenaga fisioterapis dan lamanya proses terapi menjadi tantangan tersendiri. Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan fisioterapi robotik dapat meningkatkan keseimbangan, kekuatan otot, dan pola berjalan pasien stroke. Robot Picobot adalah robot yang berfungsi untuk asistensi fisioterapi engkel yang bekerja dengan menggerakkan engkel secara otomatis. Pada kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan pengukuran tingkat penerimaan teknologi robot picobot terhadap masyarakat sasar 30 pasien pasca struke dan tingkat kepuasan mitra terhadap pemanfaatan robot picobot untuk membantu fisoterapi berjalan dalam hal ini dokter dan tenaga Kesehatan. Adopsi teknologi baru dengan faktor atau pengukuran Use Behavior, Facilitating Conditions, Behavioral Intention, Effort Expectancy, Performance Expectancy, dan Social Influence memiliki nilai rata-rata 4,23. Berdasarkan interval (4,20< x ≤ 5,00) skala likert (1-5) dengan jumlah responden (n) 30, berada pada kategori "sangat setuju". Artinya “Teknologi Robotik Picobot untuk Rehabilitasi Pasien Stroke di RSUD Bhakti Dharma Husada Surabaya dapat diterima oleh 30 pasien fisioterapi sebagai responden”.Abstract: Stroke is one of the leading causes of disability worldwide, with mobility impairment being the most common impact. Stroke patients often experience difficulty walking due to muscle weakness, spasticity, and coordination disorders, which hinder independence and reduce quality of life. Rehabilitation with conventional physiotherapy has been proven to help recovery, but limited physiotherapists and the length of the therapy process are challenges. Research shows that the use of robotic physiotherapy can improve balance, muscle strength, and gait patterns of stroke patients. Picobot Robot is a robot that functions as an ankle physiotherapy assistance that works by moving the ankle automatically. In this community service activity, the level of acceptance of picobot robot technology was measured among the target community of 30 post-stroke patients and the level of partner satisfaction with the use of picobot robots to assist walking physiotherapy, in this case doctors and health workers. Adoption of new technology with factors or measurements of Use Behavior, Facilitating Conditions, Behavioral Intention, Effort Expectancy, Performance Expectancy, and Social Influence had an average value of 4.23. Based on the interval (4.20 < x ≤ 5.00) Likert scale (1-5) with the number of respondents (n) 30, it is in the “strongly agree” category. This means that “Picobot Robotic Technology for Stroke Patient Rehabilitation at Bhakti Dharma Husada Surabaya Regional Hospital can be accepted by 30 physiotherapy patients as respondents”.
STRATEGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGEMBANGAN EKONOMI HIJAU DI PERTANIAN LAMONGAN Syaikuddin, Ahmad Yani; Sundari, Ariefah; Aminudin, Muhammad Imam; Nadzifah, Umi Nur; Prameswari, Andini Dwi; Hermawan, Moh. Agung Budi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.34902

Abstract

Abstrak: Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk menjawab tantangan Desa Sungelebak, Lamongan, yang masih bergantung pada energi fosil, pupuk kimia, dan pemasaran konvensional. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan hardskill dan softskill masyarakat dalam penerapan teknologi energi terbarukan, pengolahan limbah ternak menjadi pupuk organik, dan pemasaran digital produk pertanian. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi, pelatihan teknis, pendampingan intensif, dan evaluasi partisipatif yang melibatkan 50 anggota kelompok tani. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan teknis masyarakat sebesar 85%, pemanfaatan limbah ternak mencapai 100%, pengurangan penggunaan pupuk kimia hingga 50%, serta penghematan biaya energi rata-rata Rp400.000/bulan/petani. Di bidang pemasaran, kemampuan digital meningkat signifikan dengan terbentuknya lima akun e-commerce aktif dan kenaikan omzet hingga 30%. Kegiatan ini berhasil mengintegrasikan aspek teknologi, lingkungan, dan ekonomi hijau, sekaligus memperkuat kemandirian masyarakat menuju pertanian berkelanjutan.Abstract: This community service program addressed the challenges in Sungelebak Village, Lamongan, which still depends on fossil energy, chemical fertilizers, and conventional marketing systems. The main objective was to improve the community’s hard and soft skills in applying renewable energy technologies, converting livestock waste into organic fertilizer, and utilizing digital marketing for agricultural products. The methods included socialization, technical training, intensive mentoring, and participatory evaluation involving 50 farmer group members. The results showed an 85% improvement in technical skills, 100% utilization of livestock waste, a 50% reduction in chemical fertilizer use, and average energy cost savings of IDR 400,000 per farmer per month. In marketing, digital literacy improved markedly with five active e-commerce accounts and a 30% increase in sales turnover. This program successfully integrated technological, environmental, and economic dimensions of green economy while strengthening community independence toward sustainable agriculture.
PENDAMPINGAN EKSPLORASI MINAT DAN BAKAT SEBAGAI LANGKAH STRATEGIS MERANCANG RENCANA STUDI LANJUT DAN KARIR Walida, Sikky El; Fathani, Abdul Halim; Faradiba, Surya Sari; Damayanti, Nia Wahyu; Dzakiyyah, Hanun Shafiyatudz
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35235

Abstract

Abstrak: Permasalahan utama yang dihadapi peserta didik di MA Bilingual Batu adalah minimnya pemahaman diri terkait minat dan bakat, yang berakibat pada kebingungan dalam merancang rencana studi lanjut dan pilihan karir. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pendampingan eksploratif guna membantu peserta didik mengenali potensi diri sebagai dasar penyusunan rencana pendidikan dan karir yang lebih terarah. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini juga difokuskan pada pengembangan soft skills, seperti kemampuan refleksi diri, komunikasi interpersonal, dan pengambilan keputusan, serta hard skills berupa kemampuan analisis data. Metode yang digunakan meliputi asesmen psikologis berbasis minat dan bakat, diskusi kelompok terfokus, serta konseling individual. Kegiatan ini diikuti oleh 55 peserta didik kelas XII yang dipilih berdasarkan rekomendasi guru BK, dengan sistem evaluasi yang mencakup pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan tingkat pemahaman diri serta kuesioner kepuasan untuk menilai efektivitas pendampingan. Evaluasi juga dilengkapi dengan wawancara reflektif guna memperoleh gambaran kualitatif mengenai pengalaman peserta selama proses kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 86% peserta didik merasa lebih percaya diri dalam menentukan arah studi dan karir, serta menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap kekuatan personalnya. Di masa yang akan datang, kolaborasi antara sekolah, konselor, dan perguruan tinggi perlu ditingkatkan agar proses pendampingan dapat dilakukan secara berkelanjutan, terintegrasi, dan memberikan dampak yang lebih luas terhadap kesiapan karir generasi muda.Abstract: The main problem faced by students at MA Bilingual Batu is the lack of self-understanding regarding their interests and talents, which leads to confusion in planning their further studies and career choices. This community service activity aims to provide exploratory guidance to help students recognize their potential as a foundation for developing more directed educational and career plans. In its implementation, the activity also focuses on developing soft skills such as self-reflection, interpersonal communication, and decision-making, as well as hard skills in data analysis. The methods used include interest- and talent-based psychological assessments, focus group discussions, and individual counseling. The activity was attended by 55 twelfth-grade students selected based on recommendations from guidance and counseling teachers, using an evaluation system that included pre-tests and post-tests to measure changes in self-understanding, as well as satisfaction questionnaires to assess the effectiveness of the mentoring process. The evaluation was also complemented by reflective interviews to obtain qualitative insights into participants’ experiences during the program. The results showed that 86% of the students felt more confident in determining their educational and career paths and demonstrated an increased understanding of their personal strengths. In the future, collaboration among schools, counselors, and universities needs to be strengthened so that the mentoring process can be carried out sustainably, more integratively, and have a broader impact on the career readiness of young generations.
PENINGKATAN MINAT DAN LITERASI MASYARAKAT TERHADAP BUDIDAYA DAN OLAHAN PANGAN BERBASIS DAUN KELOR SEBAGAI UPAYA MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN Nuryati, Rina; Priyadi, Rudi; Juhaeni, Ade Hilman; Faqihuddin, Faqihuddin; Bunda, Cici Aulia Permata; Al Adawiah, Alin Robiah; Dina, Aslikh Lana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34721

Abstract

Abstrak: Kelor merupakan tanaman yang telah lama dikenal oleh masyarakat Indonesia. Akan tetapi, pemafaatannya menjadi pangan fungsional serta peluangnya dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga belum dilakukan. Daun kelor yang kaya akan gizi dapat diolah menjadi berbagai pangan fungsional yang membantu mencegah stunting serta berpeluang terwujudnya ketahanan pangan. Edukasi dan literasi masyarakat terhadap budidaya dan olahan pangan berbasis daun kelor perlu dilakukan mengingat manfaat serta potensi ekonomi yang dapat diperoleh oleh masyarakat. Proses pengabdian meliputi tahapan pra-kegiatan, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi. Pelasanaan kegiatan meliputi kegiatan edukasi gizi daun kelor, penyuluhan budidaya tanaman kelor, edukasi aneka olahan pangan kelor, dan praktik pembuatan olahan daun kelor. Pengabdian masyarakat ini diikuti oleh 20 peserta yag terdiri dari ibu rumah tangga dan kader posyandu. Ketercapaian kegiatan pengabdian dievaluasi melalui ketercapaian pemahaman peserta pelatihan melalui hasil pre-test serta post-test yang menunjukkan kenaikan skor serta antusias peserta. Keberlanjutan pengabdian didukung dengan pembagian bibit tanaman kelor untuk masing-masing peserta serta pengetahuan praktik pembuatan olahan pangan dari daun kelor.Abstract: Moringa is commonly famous all over Indonesia. However, its utilization as a functional food have not been fully explored. Moringa leaves, rich in nutrients, making it into various functional foods can help prevent stunting. Public education and literacy regarding the cultivation and processing of moringa leaf-based foods are necessary, it gives the nutritional benefits and economic potential. The community service process includes pre-activity, activity implementation, and evaluation stages. The implementation of activities includes education on moringa leaf nutrition, counseling on moringa cultivation, and education on various moringa food products. This community service was attended by 20 participants, consisting of housewives and integrated health post (Posyandu) cadres. The achievement of the community service activities was evaluated through the achievement of training participants' understanding through pre-test and post-test results, which showed increased scores and participant enthusiasm. The sustainability of the service was supported by the distribution of moringa plant to each participant and practical demonstration of making food products from moringa leaves.