cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,306 Documents
STRATEGI PENGENDALIAN TERPADU UNTUK MENEKAN LEDAKAN POPULASI TUNGAU DAN KUTU PUTIH PADA PEPAYA Chandra Irsan; Suwandi Suwandi; Anton Meilus Putra; Nurlaili Habibi Danata; Rahmad Fadli
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.37736

Abstract

Abstrak: Peningkatan produktivitas dan keberlanjutan budidaya tanaman pepaya di Kabupaten Ogan Ilir sangat bergantung pada efektivitas pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) termasuk hama seperti tungau dan kutu putih. Kedua hama tersebut terutama sering mengalami peningkatan serangan selama musim kemarau, kondisi curah hujan rendah dan kelembaban udara. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk meningkatkan hardskill dan softkill petani mitra dalam menerapkan pengendalian secara terpadu yang ramah lingkungan (PHT). PHT ini memadukan beberapa metode pengendalian OPT agar hasilnya efisien dan efektif. Metode kegiatan yang digunakan meliputi sosialisasi, bimbingan teknis, dan praktik langsung di lapangan mengenai penggunaan sulfur dan surfaktan sebagai alternatif insektisida yang lebih ramah lingkungan. Kegiatan diikuti oleh 25 orang petani yang tergabung dalam kelompok tani pepaya. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan wawancara serta pengisian angket untuk mengukur pemahaman serta keterampilan peserta sebelum dan sesudah kegiatan pengabdian. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan skill dan pemahaman mitra sebesar 57% dalam mengidentifikasi morfologi hama serta penerapan teknik pengendalian mandiri. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat kepada kelompok tani pepaya di Ogan Ilir efektif diterapkan petani dalam menekan populasi hama secara berkelanjutan.Abstract: The productivity and sustainability of papaya cultivation in Ogan Ilir Regency are highly dependent on the effective management of Plant Pests (OPT), particularly mite and mealybug infestations. These pests typically exhibit increased population outbreaks during the dry season, triggered by low rainfall and low humidity levels. This community service program aimed to enhance both the hardskills and softskills of partner farmers in implementing environmentally friendly Integrated Pest Management (IPM). IPM integrates various control methods to achieve efficient and effective results. The methodology employed included socialization, technical guidance, and direct field demonstrations regarding the use of sulfur and surfactants as eco-friendly insecticide alternatives. The program involved 25 farmers from a local farmer group. Evaluation was conducted through interviews and questionnaires to measure the participants' knowledge and skills before and after the intervention. The results indicated a 57% increase in the partners' skills and understanding concerning pest morphological identification and the application of independent control techniques. Consequently, this community service activity in Ogan Ilir has proven effective in empowering farmers to suppress pest populations sustainably.
PSIKOEDUKASI PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI SUMBAWA BERSAMA FORUM ANAK SAMAWA Imammul Insan; Aisyah Putri Rawe Mahardika; Efan Yudha Winata; Aby Rizandi; Ade Dwi Pratiwi; Khuratin An Najwa
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.38327

Abstract

Abstrak: Fenomena kekerasan seksual saat ini menjadi fokus utama yang ada di Indonesia. Kenyataannya pelaku dan korban kekerasan seksual bukan hanya orang dewasa, namun juga sudah meluas hingga anak-anak di tanah air. Tujuan dari pengabdian ini untuk memfokuskan menguatkan dan meningkatkan pemahaman pada anak Siswa Sekolah Dasar dalam mencegah terjadinya perilaku kekerasan seksual pada anak. Metode sosialisasi digunakan dalam pengabdian ini dengan tujuan mampu meningkatkan pengetahuan terhadap pengenalan anggota tubuh yang dapat dan tidak disentuh oleh orang lain serta tercapainya sikap preventif pencegahan kekerasan seksual pada mitra. Terdapat tahap evaluasi sebagai upaya untuk mengetahui sejauh mana kegiatan pengabdian dapat mencapai indikator keberhasilan kesesuain materi, metode edukasi tepat dengan karakter peserta, serta penggunaan media edukasi dalam sosialisasi, dan partisipasi mitra dalam kegiatan pengabdian dengan skor > 75%. Hasil dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan terdapat peningkatan skor sebesar 31,6 point pada kegiatan edukasi mengenai pengenalan tubuh yang dapat disentuh dan tidak boleh disentuh pada siswa, serta kegiatan Ice Breaking secara signifikan dapat meningkatkan pengetahuan peserta, dengan rata-rata peningkatan skor 20,3 point.Abstract: The phenomenon of sexual violence is currently the main focus in Indonesia. In reality, the perpetrators and victims of sexual violence are not only adults, but have also spread to children in the country. The aim of this service is to focus on strengthening and increasing understanding among elementary school students in preventing sexual violence behavior in children. The socialization method is used in this service with the aim of increasing knowledge regarding the recognition of body parts that can and cannot be touched by other people and achieving preventive attitudes towards preventing sexual violence among partners. There is an evaluation stage as an effort to find out the extent to which service activities can achieve indicators of success in suitability of material, educational methods appropriate to the participant's character, as well as the use of educational media in socialization, and partner participation in service activities with a score of > 75%. The results of this service activity show that there is an increase in scores of 31.6 points in educational activities regarding the introduction of bodies that can be touched and cannot be touched for students, and the Ice Breaking activity can significantly increase participants' knowledge, with an average increase in score of 20.3 points.
RESTORASI LUMBUNG PANGAN MELALUI TRANSFORMASI SISTEM PERTANIAN DAN PETERNAKAN BERTEEKNOLOGI TERBARUKAN Anak Agung Gde Ekayana; I Dewa Putu Gede Wiyata Putra; I Dewa Gede Aristana; Gede Widayana; Ketut Srie Marhaeni Julyasih; I Nengah Suarmanayasa; Ida Bagus Putu Mardana; Gede Arya Amerta; Anak Agung Gde Suyoga Wiguna; Ida Bagus Putu Putra Mahartana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.38352

Abstract

Abstrak: Wilayah mitra sasaran menghadapi penurunan produktivitas pertanian dan peternakan akibat keterbatasan air, rendahnya efisiensi teknologi, serta meningkatnya kerentanan usaha tani. Program pengabdian Kosabangsa ini bertujuan meningkatkan produktivitas, efisiensi sumber daya, dan kapasitas teknis mitra melalui penerapan teknologi tepat guna berbasis energi terbarukan dan pendekatan partisipatif. Kegiatan dilaksanakan menggunakan metode Participatory Action Learning System (PALS) yang meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta dan penguatan kelembagaan dan keberlanjutan, dengan melibatkan dua kelompok mitra sektor pertanian dan peternakan sebanyak 50 orang. Evaluasi dilakukan melalui pre–post assessment keterampilan, observasi lapangan, dan pencatatan perubahan kinerja produksi. Hasil program menunjukkan peningkatan produktivitas pertanian sebesar 25%, peningkatan efisiensi penggunaan air sebesar 35%, serta penurunan tingkat penyakit ternak sebesar 50%. Selain itu, terjadi peningkatan hardskill mitra dalam pengelolaan teknologi dan praktik usaha tani berkelanjutan.Abstract: The target partner area faces declining agricultural and livestock productivity due to limited water, low technological efficiency, and increasing vulnerability of farming businesses. The Kosabangsa community service program aims to increase productivity, resource efficiency, and technical capacity of partners through the application of appropriate technology based on renewable energy and a participatory approach. Activities are implemented using the Participatory Action Learning System (PALS) method, which includes socialization, training, technology application, mentoring and evaluation, and institutional strengthening and sustainability, involving two groups of 50 agricultural and livestock sector partners. Evaluation is carried out through pre-post skills assessments, field observations, and recording changes in production performance. The program results show a 25% increase in agricultural productivity, a 35% increase in water use efficiency, and a 50% decrease in livestock disease rates. In addition, there has been an increase in partners' hard skills in technology management and sustainable farming practices.
PELATIHAN CAPCUT: STRATEGI PENGEMBANGAN MEDIA DIGITAL DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING (BK) Agus Triyanto; Ulvina Rachmawati; Fadhila Malasari Ardini; Widya Juwita Sari; Ismarini Bekti Setiani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.37663

Abstract

Abstrak: Pelatihan Capcut ini dilatarbelakangi tuntutan adaptasi layanan BK di era digital dan rendahnya literasi dan kompetensi digital guru BK, yang berpotensi pada penurunan daya tarik dan relevansi layanan BK bagi siswa Gen Z. Pelatihan CapCut ditujukan untuk meningkatkan literasi media digital dalam BK, literasi aplikasi CapCut, dan keterampilan teknis dalam membuat media digital BK berupa video psikoedukasi. Metode pelatihan berupa pemaparan materi dan tanya jawab, praktik terbimbing, penugasan mandiri, feedback, dan evaluasi. Partisipan berjumlah 31 guru BK yang tergabung di MGBK SMP Kab Bantul. Sistem evaluasi pretest-posttest berbasis angket dan wawancara digunakan untuk mengukur tujuan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor mean total dari 23.6 saat pretest menjadi 28.6 saat posttest dan peningkatan level pemahaman literasi dari level rendah dan sedang saat pretest menjadi level tinggi pada seluruh partisipan.Abstract: This CapCut training is motivated by the demands of adapting Guidance and Counseling services in the digital era and the low digital literacy and competence among school counselors. This situation has the potential to reduce the appeal and relevance of guidance and counseling services for Gen Z students. The CapCut training aims to enhance digital media literacy in guidance and counseling, CapCut application literacy, and technical skill in creating digital guidance and counseling media in the form of psychoeducational videos. The training method consists of material presentation and Q&A sessions, guided practice, independent assignments, feedback, and evaluation. Participants consisted of 31 school counselors who are member of MGBK SMP Kab Bantul. A pretest-posttest evaluation system based on questionnaires and interviews was used to measure the objectives. The results show an increase in the total mean score form 23.6 in the pretest to 28.6 in the posttest and an improvement in the level of literacy understanding from low and moderate in the pretest to a high level among all participants.
WORKSHOP HEALTHCARE TEAM CHALLENGE UNTUK MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI DALAM KOLABORASI INTERPROFESI MAHASISWA TENAGA KESEHATAN Endang Lestari; Jocel M. Regino
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.38279

Abstract

Abstrak: Masalah kesehatan yang semakin kompleks menuntut tenaga kesehatan mampu bekerja secara kolaboratif lintas profesi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kepercayaan diri dan ketrampilan mahasiswa tenaga kesehatan dalam melakukan kolaborasi interprofesi melalui workshop Healthcare Team Challenge di Universitas Santo Tomas (UST) Manila pada 4 Mei 2025. Workshop dilaksanakan dengan rangkaian: kuliah interprofessional collaboration (30 menit), praktik kolaborasi berbasis kasus menggunakan Healthcare Team Challenge (60 menit), dan refleksi (30 menit). Peserta berjumlah 53 mahasiswa dari berbagai program studi kesehatan yang dibagi menjadi 7 kelompok interprofesi. Evaluasi kuantitatif dilakukan menggunakan desain pre–post untuk mengukur kepercayaan diri kolaborasi; analisis perbedaan menggunakan uji Wilcoxon karena data tidak berdistribusi normal. Hasil menunjukkan peningkatan kepercayaan diri setelah pelatihan serta perbedaan yang signifikan antara skor sebelum dan sesudah workshop (p < 0,001). Evaluasi kualitatif melalui refleksi menunjukkan peserta merasakan manfaat berupa pemahaman peran profesi lain, peningkatan komunikasi, kerja tim, serta sikap open mind dalam kolaborasi. Disimpulkan bahwa workshop Healthcare Team Challenge efektif meningkatkan kepercayaan diri kolaborasi interprofesi mahasiswa dan mendukung penguatan kompetensi kolaboratif sejak masa pendidikan.Abstract: Increasingly complex health problems demand that health professionals collaborate effectively across disciplines. This community service activity aimed to enhance health students’ self-confidence in interprofessional collaboration through a Healthcare Team Challenge workshop at the University of Santo Tomas (UST), Manila, on May 4, 2025. The workshop comprised an introductory lecture on interprofessional collaboration (30 minutes), case-based collaborative practice using the Healthcare Team Challenge (60 minutes), and a reflection session (30 minutes). A total of 53 students from various health programs participated and were assigned to seven interprofessional groups. A pre–post design was used to assess self-confidence in interprofessional collaboration; differences between pre- and post-workshop scores were analysed using the Wilcoxon test due to non-normal data distribution. The results demonstrated an increase in self-confidence after the training and a statistically significant difference between pre- and post-workshop scores (p < 0.001). Qualitative findings from participants’ reflections indicated perceived benefits, including improved understanding of other professions’ roles, enhanced communication and teamwork, and a more open-minded attitude toward collaboration. In conclusion, the Healthcare Team Challenge workshop was effective in strengthening students’ self-confidence in interprofessional collaboration and supports the early development of collaborative competencies during professional education.
PENINGKATAN LITERASI TATA RUANG DAN KEPATUHAN HUKUM MASYARAKAT DALAM PEMANFAATAN LAHAN DI KAWASAN PEDESAAN KABUPATEN BANTUL Fahril Fanani; Ayu Candra Kurniati; Sri Retnaningsih
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.37978

Abstract

Abstrak: Pelanggaran tata ruang dan alih fungsi lahan di Kabupaten Bantul terus meningkat akibat rendahnya literasi hukum masyarakat mengenai prosedur perizinan termutakhir. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman tata ruang dan kepatuhan hukum masyarakat dalam pemanfaatan lahan. Pendekatan Penyuluhan Partisipatif Kolaboratif diterapkan melalui kerja sama dengan Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kabupaten Bantul. Kegiatan ini merangkul 50 peserta yang mewakili unsur aparatur pemerintahan desa dan tokoh masyarakat setempat. Evaluasi tingkat pemahaman keruangan dilakukan secara kuantitatif deskriptif dengan membandingkan capaian skor melalui instrumen 10 pertanyaan tertutup yang dikerjakan peserta sebelum dan sesudah intervensi. Hasil pengukuran menunjukkan peningkatan nyata pada keterampilan teknis masyarakat dalam memahami prosedur Pengendalian dan Pengawasan Pemanfaatan Ruang sebesar 88 persen, dengan lonjakan skor rata-rata dari 43 menjadi 81. Peningkatan keterampilan lunak juga terjadi melalui pergeseran cara pandang warga dari sikap apatis menjadi sadar hukum mengenai kegunaan legalitas bangunan untuk pengurangan risiko bencana dan perlindungan aset kepemilikan.Abstract: Spatial planning violations and land conversion in Bantul Regency continue to rise due to the low legal literacy of the community regarding the latest licensing procedures. This community service aims to improve spatial planning understanding and community legal compliance in land utilization. A Collaborative Participatory Counseling approach was implemented in partnership with the Land and Spatial Planning Agency of Bantul Regency. The activity involved 50 participants representing village government officials and local community leaders. The spatial understanding evaluation was conducted quantitatively and descriptively by comparing the scores of a 10-closed-question instrument administered to participants before and after the intervention. The measurement results showed a remarkable increase in the community's technical skills in understanding the Spatial Utilization Control and Supervision procedures by 88 percent, with a surge in the average score from 43 to 81. Furthermore, there was an improvement in soft skills through a shift in the citizens' mindset from an apathetic attitude to legal awareness regarding the usefulness of building legality for disaster risk reduction and property asset protection.
MODEL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERBASIS POTENSI LOKAL UNTUK PENINGKATAN KESEJAHTERAAN KELOMPOK TANI Syafrida Hafni Sahir; Tohap Parulian; Fitriani Tobing
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.37926

Abstract

Abstrak: Desa Sei Mencirim menghadapi ancaman limbah domestik dan stagnansi ekonomi akibat tingginya biaya pupuk kimia. Kegiatan PKM ini memberdayakan 35 petani Kelompok Tani Mitra melalui implementasi metode pengolahan sampah Takakura. Metodologi yang digunakan adalah monitoring CIPO (Context, Input, Process, Output) yang diintegrasikan dengan prinsip Triple Bottom Line. Evaluasi program dilakukan secara komprehensif melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, serta pengukuran pre-test dan post-test untuk menilai kapasitas peserta. Indikator keberhasilan mencakup penurunan volume sampah organik rumah tangga, peningkatan kompetensi pengomposan, dan efisiensi biaya produksi pertanian. Hasilnya, mitra mampu memproduksi kompos mandiri dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia. Kesimpulan, pemberdayaan berbasis potensi lokal yang dikelola secara sistematis melalui model CIPO mampu menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi kelestarian lingkungan dan kemandirian ekonomi desa. Temuan ini menegaskan bahwa pemberdayaan berbasis potensi lokal yang dikelola secara sistematis dan terintegrasi mampu menghasilkan dampak lingkungan, sosial, dan ekonomi secara simultan serta berkelanjutan bagi masyarakat desa.Abstract: Sei Mencirim Village faces environmental threats from domestic waste and economic stagnation due to high chemical fertilizer costs. This community service project empowers 35 farmers from the Farmer groups by implementing the Takakura composting method. The methodology employs CIPO (Context, Input, Process, Output) monitoring integrated with Triple Bottom Line principles. Program evaluation was conducted through field observations, in-depth interviews, and pre-test/post-test measurements to assess capacity building. Success indicators include reduced organic waste, enhanced composting skills, and agricultural production cost efficiency. Results show that partners can now produce compost independently, significantly reducing household waste and chemical fertilizer dependency. In conclusion, systematic local-based empowerment using the CIPO model fosters sustainable environmental conservation and rural economic independence. These findings confirm that systematic and integrated local-based empowerment effectively generates simultaneous and sustainable environmental, social, and economic impacts for rural communities.
PENGUATAN KEMANDIRIAN DAN DAYA SAING UMKM MELALUI IMPLEMENTASI SISTEM PENCATATAN KEUANGAN BERBASIS MICROSOFT EXCEL Elva Aulya; Sartini Wardiwiyono
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.37513

Abstract

Abstrak: UMKM memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia, namun banyak pelaku UMKM masih menghadapi kendala dalam pencatatan dan penyusunan laporan keuangan yang terstruktur. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada UMKM Jamu J’ger Bu Marni di Kelurahan Rojowinangun, yang bergerak di bidang produksi minuman tradisional, dengan tujuan meningkatkan pemahaman pengelolaan keuangan dan keterampilan penyusunan laporan keuangan berbasis Microsoft Excel. Metode yang diterapkan bersifat partisipatif dan edukatif, meliputi analisis kebutuhan, sosialisasi, pendampingan, dan evaluasi melalui pre-test dan post-test berdasarkan indikator pemahaman keuangan. Pendampingan menekankan peningkatan kemampuan non-teknis, yaitu pengelolaan keuangan, serta kemampuan teknis, yaitu pencatatan keuangan menggunakan Excel. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman mitra dari 25% menjadi 85%, dengan tingkat kepuasan tinggi, menegaskan bahwa pendekatan komunikatif dan praktik langsung efektif dalam meningkatkan keterampilan pengelolaan keuangan UMKM.Abstract: MSMEs play a strategic role in driving Indonesia's economic growth, but many MSME players still face obstacles in recording and compiling structured financial reports. This community service was carried out at Jamu J'ger Bu Marni MSME in Rojowinangun Village, which is engaged in the production of traditional beverages, with the aim of improving understanding of financial management and skills in compiling financial reports based on Microsoft Excel. The methods applied were participatory and educational, including needs analysis, socialization, mentoring, and evaluation through pre-tests and post-tests based on financial understanding indicators. The mentoring emphasized improving non-technical skills, namely financial management, as well as technical skills, namely financial recording using Excel. The results showed an increase in the partners' understanding from 25% to 85%, with a high level of satisfaction, confirming that a communicative approach and hands-on practice are effective in improving the financial management skills of MSMEs.
PELATIHAN TATA KERJA DAN POLA HUBUNGAN KOMISIONER-SEKRETARIAT BAWASLU DALAM MEWUJUDKAN TATA KELOLA PEMILU DEMOKRATIS Eusabius Separera Niron; Bruno Rey Pantola; Veronika Ruba Pena; Didimus Dedi Dhosa
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.37851

Abstract

Abstrak: Kinerja kelembagaan Bawaslu dalam mewujudkan tata kelola pemilu yang demokratis dan berkeadilan sangat ditentukan oleh efektivitas tata kerja serta pola hubungan antara komisioner dan aparatur pendukung kelembagaan. Namun, tumpang tindih kewenangan, lemahnya koordinasi, dan keterbatasan kapasitas sumber daya manusia masih menjadi tantangan utama dalam pelaksanaan pengawasan pemilu di tingkat daerah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta memperkuat tata kerja dan pola hubungan antara komisioner dan staf sekretariat Bawaslu Kabupaten Flores Timur guna mewujudkan pengawasan pemilu yang efektif, professional, dan akuntabel. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi, studi kasus kelembagaan, dan dialog interaktif yang menekankan sinkronisasi peran serta pembagian kewenangan sesuai regulasi Bawaslu. Kegiatan ini melibatkan 21 peserta yang terdiri atas komisioner dan staf sekretariat. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pemahaman pola hubungan komisioner–staf sekretariat sebesar 29,2%, prinsip tata kelola kelembagaan sebesar 28,8%, serta mekanisme koordinasi dan komunikasi kerja sebesar 28,6%. Hasil ini menegaskan efektivitas kegiatan dalam memperkuat kapasitas kelembagaan pengawasan pemilu di tingkat lokal.Abstract: The institutional performance of Bawaslu in realizing democratic and equitable electoral governance is largely determined by the effectiveness of work procedures and the pattern of relationships between commissioners and supporting institutional staff. However, overlapping authorities, weak coordination, and limited human resource capacity remain major challenges in the implementation of electoral supervision at the local level. This community service activity aims to enhance understanding and strengthen work procedures as well as the relationship patterns between commissioners and secretariat staff of the Flores Timur Regency Bawaslu in order to achieve effective, professional, and accountable electoral supervision.The implementation methods included the delivery of instructional materials, institutional case studies, and interactive dialogue emphasizing role synchronization and the division of authority in accordance with Bawaslu regulations. The activity involved 21 participants consisting of commissioners and secretariat staff. Evaluation through pre-test and post-test results showed an increase in understanding of Commissioner–Secretariat staff relationship patterns by 29.2%, principles of effective institutional governance by 28.8%, and work coordination and communication mechanisms by 28.6%. These findings confirm the effectiveness of the activity in strengthening the institutional capacity of electoral oversight at the local level.
PENGUATAN TATA KELOLA YAYASAN MELALUI EVALUASI DOKUMEN KELEMBAGAAN DALAM MENDUKUNG IMPLEMENTASI GOOD CORPORATE GOVERNANCE Retna Sari; Erna Hernawati; Queeny Dyah Ayu Nurfalah; Harry Z. Soeratin; Shafira Zahra Wirawan; Husnah Nur Laela Ermaya; Zaskia Hanifah; Iwan Kresna Setiadi; Shafwat Abdul Hayi Syuaib
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.38345

Abstract

Abstrak: Permasalahan tata kelola di Yayasan Panti Nugraha meliputi belum tersusunnya Annual Report, ketidaklengkapan dokumen kelembagaan, serta laporan keuangan yang masih sederhana. Pengabdian ini bertujuan memperkuat tata kelola yayasan sesuai Good Corporate Governance melalui penyusunan laporan tahunan dan standardisasi dokumen. Program yang dilaksanakan berupa sosialisasi, workshop, dan pendampingan partisipatif kepada 10 pengurus YPN, disertai advokasi dokumen dan FGD lintas unit yayasan. Evaluasi dilakukan melalui observasi dan checklist kelengkapan dokumen pada April dan Agustus 2025. Hasil menunjukkan peningkatan kelengkapan dokumen yayasan 50%, tersusunnya dokumen tata kelola yang berdampak pada penguatan administrasi, transparansi, akuntabilitas, serta arah pengembangan yayasan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.Abstract: Governance issues at the Panti Nugraha Foundation include the lack of an annual report, incomplete institutional documents, and financial reports that remain rudimentary. This service project aims to strengthen the foundation’s governance in accordance with Good Corporate Governance through the preparation of an annual report and the standardization of documents. The program consists of outreach sessions, workshops, and participatory mentoring for 10 YPN board members, accompanied by document advocacy and cross-unit focus group discussions (FGDs) within the foundation. Evaluation will be conducted through observation and document completeness checklists in April and August 2025. The results showed a 50% improvement in the completeness of the foundation’s documents, the development of governance documents that strengthened administration, transparency, and accountability, as well as a more structured and sustainable direction for the foundation’s development.