cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,306 Documents
DARI TRADISIONAL KE DIGITAL: TRANSFORMASI DAYA SAING UMKM KERIPIK SALE PISANG MELALUI INOVASI KEMASAN DAN E-COMMERCE Liana Verdini; Nurbani Kalsum; Tiara Kurnia Khoerunnisa; Elsa Ananta; Shiva Tasya Azzahra
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.38028

Abstract

Abstrak: UMKM Keripik Sale Pisang “Bahrul” di Desa Sripendowo menghadapi kendala rendahnya daya saing akibat penggunaan kemasan tradisional dan sistem pemasaran konvensional yang terbatas. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan nilai jual dan jangkauan pasar mitra melalui inovasi teknologi pengemasan dan digitalisasi pemasaran. Metode yang digunakan adalah pendampingan teknis berbasis proyek (problem-based project) yang melibatkan 10 personel mitra UMKM. Sistem evaluasi kegiatan dilakukan secara komprehensif melalui instrumen pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan literasi digital mitra, serta metode observasi langsung terhadap data penjualan pasca-intervensi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada literasi digital mitra (pengetahuan meningkat dari 38% menjadi 85% dan keterampilan meningkat dari 35% menjadi 83%). Secara ekonomi, jangkauan pasar meluas hingga lintas provinsi dan memberikan tambahan keuntungan bersih rata-rata sebesar Rp306.241 per bulan.Abstract: The “Bahrul” Banana Sale Chips SME in Sripendowo Village faces low competitiveness due to traditional packaging and limited conventional marketing. This community service aims to increase the partner's selling value and market reach through packaging technology innovation and marketing digitalization. The method used was project-based technical assistance involving 10 SME partners. The activity evaluation system was conducted comprehensively through pre-test and post-test instruments to measure the increase in partners' digital literacy, as well as direct observation of post-intervention sales data. The results showed a significant increase in the partner's digital literacy (knowledge increased from 38% to 85% and skills increased from 35% to 83%). Economically, market reach expanded across provinces and provided an average additional net profit of IDR 306,241 per month.
OPTIMALISASI PENGGUNAAN PANEL SURYA PADA POMPA AIR UNTUK MENDORONG KEMANDIRIAN PANGAN Elfi Yuliza; Sipriyadi Sipriyadi; Novalio Daratha; Yazid Ismi Intara; Siska Yosmar; Irkhos Irkhos; Pajri Yusup; Yosia Pandu Sihombing
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.38441

Abstract

Abstrak: Desa Banjarsari memiliki lahan pertanian yang cukup luas dengan sistem pengairan bersifat tadah hujan. Di sisi lain, disekitar persawahan terdapat sungai yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pengairan, namun dengan posisi lebih rendah . Oleh karena itu, pada kegiatan pengabdian ini dilakukan inovasi sistem pengairan pompa air berbasis energi surya dengan tujuan penyediaan sistem pengairan berbasis energi bersih dan sosilisasi penggunaan sistem. Adapun khalayak sasaran pada kegiatan ini adalah kelompok tani dan perangkat desa yang berjumlah 20 orang. Pelaksanaan pengabdian dibagi menjadi 3 tahap yakni persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Tahap persiapan dilakukan penyiapan sistem di laboratorium dan diskusi pelaksanaan kegiatan dengan mitra. Pelaksanaan kegiatan dimulai dengan pemasangan sistem, sosialisasi dan pelatihan. Sedangkan tahap evaluasi dilakukan melalui kuesioner dan wawancara. Berdasarkan tahapan yang dilakukan, dihasilkan sistem pengairan berbasis pompa panel, peningkatan pengetahuan dan keahlian khalayak. Hasil kuesioner menunjukan peningkatan pengetahuan khalayak tentang pemanfaatan panel surya, dari 80% menjadi 100% setelah pelaksanaan kegiatan.Abstract: Banjarsari Village has extensive farmland irrigated by rainwater. In Additon, a river located below the rice fields offers additional irrigation potential. To optimize this resource, a solar-powered water pump irrigation system was introduced as part of a community service initiative. The project aimed to provide a clean and sustainable irrigation solution while enhancing community awareness and capacity in utilizing renewable energy technology. The program engaged 20 participants, including farmers and village officials. Activities were conducted in three stages: preparation, implementation, and evaluation. During the preparation phase, the system was assembled and tested in the laboratory, followed by coordination meetings with local partners. The implementation phase involved on-site installation, community outreach, and hands-on training for users. The evaluation phase employed questionnaires and interviews to assess outcomes. The project successfully established a functional solar-powered irrigation system and strengthened participants’ knowledge and technical skills. Questionnaire results indicated a significant increase in awareness of solar panel utilization, rising from 80% prior to the program to 100% after its completion.
PENGUATAN KETAHANAN KESEHATAN MASYARAKAT PASCABENCANA MELALUI INTERVENSI KESEHATAN TERPADU DAN EDUKASI BERBASIS KOMUNITAS DI ACEH TAMIANG Aditya Sindu Sakti; Wahyunita Do Toka; Sandrawati Sandrawati; Amran Nur; Abulkhair Abdullah; Fathul Rizky S. Imam; Herri Yulimanida; Apriyanti Muhammad; Ferdian Hidayat
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.37721

Abstract

Abstrak: Banjir di Kabupaten Aceh Tamiang pada akhir 2025 mengganggu akses layanan kesehatan dasar, distribusi logistik, dan meningkatkan risiko penyakit berbasis lingkungan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan mempercepat pemulihan kesehatan pascabencana melalui intervensi kesehatan terpadu berbasis kebutuhan lapangan. Intervensi menekankan peningkatan hardskill masyarakat dalam praktik Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA), penggunaan obat rasional, serta pengelolaan sanitasi, disertai penguatan softskill berupa komunikasi kesehatan, kolaborasi komunitas, empati sosial, dan kesiapsiagaan adaptif. Program dilaksanakan di sepuluh desa dengan cakupan 691 penerima layanan kesehatan dan 660 rumah tangga penerima logistik melalui kerja sama dengan Puskesmas Tamiang Hulu, HEOC, dan MTA–DRC. Metode kegiatan meliputi pelayanan kesehatan jemput bola, distribusi logistik, edukasi PHBS, pelatihan TOGA, dukungan psikososial, dan penguatan layanan kesehatan primer. Hasil menunjukkan dominasi kasus ISPA, diare, dan penyakit kulit, sekaligus penguatan fungsi layanan primer. Secara kualitatif, masyarakat menunjukkan peningkatan keterampilan melalui partisipasi aktif, penerapan PHBS dan sanitasi rumah tangga, pemanfaatan TOGA untuk keluhan ringan, serta penggunaan obat yang lebih rasional dan terarah. Evaluasi dilakukan melalui observasi lapangan, pencatatan cakupan layanan, dan umpan balik mitra. Intervensi ini berkontribusi pada penguatan ketahanan kesehatan masyarakat pascabencana.Abstract: Flooding in Aceh Tamiang Regency at the end of 2025 disrupted access to basic health services and logistics distribution, and increased the risk of environment-based diseases. This Community Service activity aims to accelerate post-disaster health recovery through integrated health interventions based on field needs. The interventions emphasize improving community hard skills in the practice of Clean and Healthy Living Behaviors (PHBS), utilization of Family Medicinal Plants (TOGA), rational use of medicines, and sanitation management, accompanied by strengthening soft skills such as health communication, community collaboration, social empathy, and adaptive preparedness. The program was implemented in ten villages, covering 691 health service recipients and 660 households receiving logistics through collaboration with the Tamiang Hulu Community Health Center, HEOC, and MTA–DRC. The methods used included mobile health services, logistics distribution, PHBS education, TOGA training, psychosocial support, and strengthening of primary health services. The results showed a predominance of cases of respiratory tract infections, diarrhea, and skin diseases, as well as a strengthening of primary service functions. Qualitatively, the community showed an increase in skills through active participation, the application of PHBS and household sanitation, the use of TOGA for minor complaints, and more rational and targeted use of medicines. The evaluation was carried out through field observations, service coverage records, and partner feedback. Intervention.
TALAS SEBAGAI SOLUSI EKONOMI KREATIF: STRATEGI PENGABDIAN MASYARAKAT PADA KOMUNITAS MAJELIS Lina Asnamawati; Yuliawati Yuliawati; Yang Gusti; Is Eka Herawati; Ana Nurmalia
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.38077

Abstract

Abstrak: Permasalahan yang terjadi adalah belum optimalnya pemanfaatan potensi talas sebagai komoditas ekonomi kreatif karena keterbatasan pengetahuan, keterampilan pengolahan, pemasaran, dan manajemen usaha pada komunitas majelis sehingga peningkatan kesejahteraan ekonomi belum maksimal. Program ini bertujuan untuk memberdayakan perempuan untuk mencapai kemandirian ekonomi dengan memanfaatkan tanaman talas lokal yang melimpah namun belum dimanfaatkan secara optimal. Mitra kegiatan pengabdian ini adalah Ibu-Ibu Majelis Ta’lim Komunitas AMBU yang berada di Desa Gunung Bunder II, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, dengan jumlah peserta sebanyak 26 orang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan partisipatif dan pemberdayaan masyarakat (community empowerment approach). Program ini mendapat partisipasi yang antusias dan secara signifikan meningkatkan keterampilan peserta. Produk talas yang diolah diterima dengan baik dan menunjukkan potensi sebagai sumber penghasilan alternatif. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan signifikan kapasitas peserta (26 orang) dengan rata-rata nilai naik dari 41,95 menjadi 79,70 (meningkat 37,75 poin) berdasarkan hasil post dan pra test, serta usaha olahan talas terbukti layak secara ekonomi dengan biaya produksi Rp150.000, pendapatan Rp270.000, keuntungan Rp120.000, dan rasio R/C 1,8 yang menandakan usaha menguntungkan dan berpotensi berkelanjutan.Abstract: The problem identified is the suboptimal utilization of taro potential as a creative economy commodity due to limited knowledge, processing skills, marketing capabilities, and business management within the Majelis community, resulting in less-than-optimal improvement in economic welfare. This program aims to empower women to achieve economic independence by utilizing abundant local taro plants that have not been optimally developed. The partner of this community service activity is the women of Majelis Ta’lim Komunitas AMBU located in Gunung Bunder II Village, Pamijahan District, Bogor Regency, with a total of 26 participants. The community service program was implemented using a participatory and community empowerment approach. The program received enthusiastic participation and significantly improved the participants’ skills. The processed taro products were well accepted and demonstrated strong potential as alternative sources of income. The results showed a significant increase in participants’ capacity (26 individuals), with the average score rising from 41.95 to 79.70 (an increase of 37.75 points) based on pre-test and post-test results. Furthermore, the taro processing business proved to be economically feasible, with a production cost of Rp150,000, revenue of Rp270,000, profit of Rp120,000, and an R/C ratio of 1.8, indicating that the business is profitable and has sustainable potential.
PENGUATAN PERAN GURU PAUD MELALUI PROGRAM SADARZI (SEKOLAH SADAR GIZI) SEBAGAI UPAYA OPTIMASI KEMAMPUAN FUNGSIONAL ANAK PRA SEKOLAH Nahira Nahira; Husnul Khatimah; Sutrani Syarif; Nurjannah Supardi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.37595

Abstract

Abstrak: Guru merupakan seorang pendidik dan pendamping bagi peserta didik di sekolah. Peningkatan kompetensi dan kapasitas seorang guru dapat diperoleh melalui kegiatan penyuluhan dan pendampingan. Guru menjadi salah satu pihak yang dapat dijadikan mitra dalam upaya peningkatan kemampuan fungsional anak pra sekolah serta mencegah terjadinya stunting pada balita. Tujuan pengabdian ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan guru PAUD dalam melakukan upaya pemantauan pertumbuhan dan perkembangan peserta didik di sekolah. Metode pengabdian dilakukan melalui penyuluhan, pelatihan, serta pendampingan. Mitra sasaran pada kegiatan ini yaitu guru di RTK-KBIT Darul Fikri Makassar sejumlah 14 orang. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pretest dan posttest serta lembar observasi mengenai keterampian pengukuran antropometri, pengisian KPSP, serta kemampuan mengolah makanan sehat bagi balita. Hasil pretest peserta sebelum dilakukan kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa kurang dari 30% peserta yang terampil dalam melakukan pengukuran antropometri dan pengolahan udang menjadi makanan yang enak dan bergizi. Hasil posttest melalui lembar observasi menunjukkan bahwa setelah dilakukan kegiatan pelatihan, keterampilan peserta dalam melakukan pengukuran antropometri, pengisian KPSP, dan pembuatan kudapan bergizi mengalami peningkatan menjadi 100% peserta menjadi terampil.Abstract: Teachers are educators and companions for students at school. Improving a teacher's competence and capacity can be achieved through counseling and mentoring activities. Teachers are one of the parties who can be partners in efforts to improve the functional abilities of preschool children and prevent stunting in toddlers. The purpose of this community service is to improve the knowledge and skills of PAUD teachers in monitoring the growth and development of students at school. The community service method is carried out through counseling, training, and mentoring. The target partners in this activity are 14 teachers at RTK-KBIT Darul Fikri Makassar. The activity evaluation was carried out through pretests and posttests as well as observation sheets regarding anthropometric measurement skills, filling out KPSP, and the ability to process healthy food for toddlers. The results of the pretest of participants before this community service activity showed that less than 30% of participants were skilled in conducting anthropometric measurements and processing shrimp into delicious and nutritious food. The results of the posttest through the observation sheet showed that after the training activity, the skills of participants in conducting anthropometric measurements, filling out KPSP, and making nutritious snacks increased to 100% of participants being skilled.
PENDAMPINGAN PENINGKATAN KOMPETENSI BAHASA ARAB BAGI PESERTA MUSABAQAH FAHMIL QUR’AN TINGKAT KOTA PALU Muhammad Nur Asmawi; Fatima Fatima; Jafar Sidik; Muammar Ahsanul Hilmar; Wahida Harsono; Abd. Fattah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.38035

Abstract

Abstrak: Kemampuan berbahasa Arab merupakan kompetensi penting dalam Musabaqah Fahmil Qur’an (MFQ) yang menuntut peserta memahami dan merespons soal berbasis teks Arab secara cepat, tepat, dan efisien. Kegiatan pendampingan ini bertujuan meningkatkan kompetensi Bahasa Arab calon peserta MFQ Tingkat Kota Palu melalui program pendampingan yang terarah dan kontekstual. Pendampingan dilaksanakan pada 27–28 Oktober 2025 di Kantor Kementerian Agama Kota Palu dengan melibatkan 48 peserta dari delapan kafilah. Kegiatan menggunakan pendekatan service learning melalui tahapan analisis kebutuhan, perencanaan, pelaksanaan, refleksi, dan evaluasi. Metode yang diterapkan meliputi ceramah, diskusi, latihan, dan tanya jawab dengan fokus pada penguatan kosakata, pemahaman teks, dan kaidah kebahasaan sesuai karakteristik soal MFQ. Efektivitas kegiatan dievaluasi melalui perbandingan hasil pre-test dan post-test, yang masing-masing memuat 20 butir soal berbahasa Arab, melalui analisis deskriptif kuantitatif. Hasil menunjukkan adanya peningkatan kompetensi Bahasa Arab peserta dari nilai rata-rata skor pre-test sebesar 79.03 meningkat menjadi 87.92 pada skor post-test, sehingga pendampingan ini terbukti efektif dan berpotensi menjadi model pembinaan MFQ yang berkelanjutan.Abstract: Proficiency in the Arabic language is a crucial skill for the Musabaqah Fahmil Qur'an (MFQ), a competition that requires participants to quickly and accurately understand and respond to Arabic text-based questions. This community service program seeks to improve Arabic language abilities of prospective MFQ participants in Palu City through targeted, contextual mentoring. Mentoring took place on October 27-28, 2025, at the Palu City Ministry of Religious Affairs Office and involved 48 participants from eight groups. The activity employed a service-learning approach involving the stages of needs analysis, planning, implementation, reflection, and evaluation. Methods included lectures, discussions, exercises, and question-and-answer sessions, focusing on strengthening vocabulary, text comprehension, and linguistic rules, in line with the characteristics of MFQ questions. A pre-test and a post-test, consist of 20 questions for each test, analyzed with quantitative descriptive methods, were used to find out the activity's effectiveness. The results demonstrate an increase in Arabic language proficiency among participants, as evidenced by an average pre-test score of 79.03 and a post-test score of 87.92, indicating the program's effectiveness and potential as a sustainable MFQ training model.
PEMBERDAYAAN REMAJA MELALUI EDUKASI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN ALKOHOL DI KOTA JAYAPURA Ulfa Rahmadani; Syaharuddin Nur; Ilmidin Ilmidin
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.38110

Abstract

Abstrak: Konsumsi alkohol di kalangan remaja merupakan persoalan serius kesehatan masyarakat karena berdampak negatif terhadap aspek fisik, mental, dan sosial. Masa remaja yang penuh rasa ingin tahu serta pengaruh lingkungan meningkatkan kerentanan terhadap perilaku berisiko. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan remaja dalam pencegahan konsumsi alkohol, meliputi soft skill (pengambilan keputusan, komunikasi, dan penolakan terhadap pengaruh negatif teman sebaya) serta hard skill (pemahaman risiko kesehatan dan strategi pencegahan). Kegiatan melibatkan 30 siswa SMA di Kota Jayapura melalui metode penyuluhan interaktif, kuis, dan kampanye “Saya Hebat Tanpa Alkohol”. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test dengan 10–15 pertanyaan terkait pengetahuan, sikap, dan keterampilan pencegahan. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 34,8% dan perubahan sikap positif sebesar 33,4%. Lebih 80% peserta aktif berpartisipasi dalam kampanye yang mencerminkan peningkatan kesadaran dan komitmen terhadap perilaku sehat. Kegiatan ini memperkuat komitmen remaja untuk menjauhi alkohol serta mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang sehat dan produktif.Konsumsi alkohol di kalangan remaja merupakan persoalan serius kesehatan masyarakat karena dampak negatifnya secara fisik, mental, dan sosial. Masa remaja yang penuh rasa ingin tahu dan pengaruh lingkungan meningkatkan kerentanan terhadap perilaku berisiko. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan remaja melalui peningkatan pengetahuan dan sikap pencegahan terhadap bahaya alkohol. Kegiatan pengabdian melibatkan 30 siswa SMA di Kota Jayapura menggunakan metode penyuluhan interaktif, kuis edukatif, serta kampanye “Saya Hebat Tanpa Alkohol”. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan pada pengetahuan sebesar 34,8% dan perubahan sikap positif sebesar 33,4%. Selain itu, lebih dari 80% peserta aktif berpartisipasi dalam kampanye, yang mencerminkan peningkatan softskill dan kesadaran diri terhadap perilaku sehat. Kegiatan ini memperkuat komitmen remaja untuk menjauhi alkohol serta membangun lingkungan sekolah yang sehat dan produktif.Abstract: Alcohol consumption among adolescents is a serious public health concern due to its negative impacts on physical, mental, and social aspects. Adolescence, characterized by curiosity and strong environmental influences, increases vulnerability to risky behaviors. This community service activity aimed to improve adolescents’ knowledge, attitudes, and skills in preventing alcohol consumption, including soft skills (decision-making, communication, and refusal skills against negative peer influence) and hard skills (understanding health risks and prevention strategies). The program involved 30 high school students in Jayapura City through interactive counseling, quizzes, and the “I Am Great Without Alcohol” campaign. Evaluation was conducted using pre-test and post-test instruments consisting of 10–15 questions related to knowledge, attitudes, and prevention skills. The results showed an increase in knowledge by 34.8% and positive attitude changes by 33.4%. More than 80% of participants actively engaged in the campaign, reflecting improved awareness and commitment to healthy behavior. This activity strengthened adolescents’ commitment to avoiding alcohol and supported the creation of a healthy and productive school environment.Alcohol consumption among adolescents is a serious public health concern due to its negative physical, mental, and social impacts. The curiosity characteristic of adolescence and environmental influences increase vulnerability to such risky behaviors. This community service aims to empower adolescents by increasing their knowledge and preventive attitudes toward the dangers of alcohol. The program involved 30 high school students in Jayapura City using interactive counseling, educational quizzes, and the “I am Great Without Alcohol” campaign. Evaluation was conducted by comparing pre-test and post-test results. The findings showed a 34.8% increase in knowledge and a 33.4% improvement in positive attitudes. Furthermore, over 80% of participants actively engaged in the campaign, reflecting enhanced soft skills and self-awareness regarding healthy behavior. This activity strengthens adolescent commitment to avoiding alcohol and fosters a healthy, productive school environment.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM KERAJINAN BAMBU DAN TANI-TERNAK BERTEKNOLOGI IOT UNTUK MEWUJUDKAN AGROWISATA BALI AGA Ida Bagus Gede Surya Abadi; Rachmadhani Rachmadhani; Gede Widayana; Ida Bagus Gede Sarasvananda; Ida Bagus Putu Mardana; Gede Arya Amerta; Ni Kadek Cinta Eka Putri Jayanti; Gede Darmika Yasa; I Komang Restu Widi Artha; Anak Agung Gde Suyoga Wiguna
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.37998

Abstract

Abstrak: Sebuah desa Bali Aga di Bali Utara memiliki potensi warisan sosial-budaya dan sumber daya alam yang mendukung pengembangan agrowisata berbasis kearifan lokal. Namun, pemanfaatannya belum optimal akibat keterbatasan kompetensi masyarakat dalam manajemen usaha dan penerapan teknologi. Program pemberdayaan ini bertujuan meningkatkan kapasitas manajerial, produktivitas, dan efisiensi usaha melalui pengembangan sentra kerajinan bambu serta sistem tani-ternak multilayer berbasis IoT. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan Penthahelix dan metode Participatory Action Learning System (PALS) melalui tahapan pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi pretest–posttest berbasis indikator keberdayaan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan: 80% anggota menerapkan pencatatan usaha digital, produksi ternak meningkat hingga 75%, biaya pakan menurun 20%, dan omzet kerajinan bambu naik 40%. Program ini memperkuat integrasi ekonomi lokal berbasis agrowisata berkelanjutan.Abstract: A Bali Aga village in northern Bali possesses rich socio-cultural heritage and natural resources with strong potential for local-based agro-tourism development. However, these resources have not been optimally utilized due to limited community capacity in business management and technology adoption. This empowerment program aimed to enhance managerial capacity, productivity, and business efficiency through the development of a bamboo handicraft center and an IoT-based multilayer crop–livestock system. The program applied a Penthahelix approach combined with the Participatory Action Learning System (PALS), including training, technology implementation, mentoring, and pretest–posttest evaluation based on empowerment indicators. The results indicate significant improvements: 80% of members adopted digital business record-keeping, livestock production increased by up to 75%, feed costs decreased by 20%, and bamboo handicraft turnover rose by 40%. The program strengthened the integration of local economic activities within a sustainable agro-tourism framework.
PENINGKATAN KETERAMPILAN COMPUTATIONAL THINKING DAN PENGEMBANGAN DIRI SISWA RUMAH BELAJAR ALIYAH Nanum Sofia; Erika Ramadhani; Nur Wijayaning Rahayu
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.37420

Abstract

Abstrak: Pendidikan homeschooling merupakan metode pembelajaran alternatif yang memberikan fleksibilitas dalam metode belajar. Namun, siswa homeschooling seringkali menghadapi tantangan dalam persaingan dengan siswa dari sekolah umum, terutama dalam ujian masuk perguruan tinggi. Pengabdian masyarakat bertujuan memberikan pelatihan keterampilan computational thinking (CT) dan pengembangan diri bagi 20 siswa Rumah Belajar Aliyah (RBA) dalam menghadapi tantangan tersebut. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan membentuk dan meningkatkan pengembangan diri siswa Rumah Belajar Aliyah (RBA), baik secara akademik maupun emosional, yang berperan penting dalam mempersiapkan mereka untuk sukses. Metode yang digunakan ialah pelatihan soft skill tentang pengembangan diri dan computational thinking skill. Kegiatan ini juga memberikan hibah bantuan berupa buku, LCD projector, serta microfon. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi, wawancara, serta self-report untuk menilai perubahan kemampuan, kepercayaan diri, dan tingkat insecure peserta. Selain itu, evaluasi juga mencakup penilaian presentasi, skoring penugasan, dan penilaian lembar kerja siswa. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa keterampilan CT dan kepercayaan diri siswi RBA meningkat sebesar 75%. Hasil kegiatan ini menyimpulkan bahwa pelatihan CT dan pengembangan diri bagi siswa RBA berdampak signifikan. Dengan demikian, CT dan pengembangan diri dipandang urgen untuk masuk dalam kurikulum homeschooling.Abstract: Homeschooling is an alternative learning method that provides flexibility in learning methods. However, homeschooled students often face challenges in competing with students from public schools, especially in college entrance exams. Community service aims to provide computational thinking (CT) skills training and self-development for 20 students of Rumah Belajar Aliyah (RBA) in facing these challenges. This community service activity aims to shape and improve the personal development of Rumah Belajar Aliyah (RBA) students, both academically and emotionally, which plays an important role in preparing them for success. The methods used are soft skills training on personal development and computational thinking skills. This activity also provided grants in the form of books, LCD projectors, and microphones. The activity was evaluated through pre-tests and post-tests, observations, interviews, and self-reports to assess changes in the participants' abilities, confidence, and insecurity levels. In addition, the evaluation also included presentation assessments, assignment scoring, and student worksheet assessments. The training results showed that the CT skills and confidence of RBA students increased by 75%. The results of this activity concluded that CT training and self-development for RBA students had a significant impact. Thus, CT and self-development are considered urgent to be included in the homeschooling curriculum.
EDUKASI HIV BERBASIS SEKOLAH UNTUK PENCEGAHAN PERILAKU BERISIKO PADA REMAJA Sofyan Andri; Asnika Putri Simanjuntak; Dhini Aiyulie Novri; Cantika Anakita; Donel S.; Renardy Reza Razali
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.37760

Abstract

Abstrak: Remaja merupakan kelompok yang rentan terhadap risiko penularan HIV akibat keterbatasan pengetahuan dan masih adanya sikap serta perilaku berisiko. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku pencegahan HIV pada remaja melalui edukasi berbasis sekolah. Metode yang digunakan berupa penyuluhan dan diskusi interaktif tentang HIV yang dilaksanakan kepada 240 siswa sebagai mitra kegiatan. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan, sikap, dan perilaku pencegahan HIV setelah kegiatan, yang terdiri dari 61 pertanyaan. Hasil menunjukkan bahwa 52,5% peserta memiliki tingkat pengetahuan baik, 58,8% menunjukkan sikap positif terhadap pencegahan HIV, dan 84,6% telah menerapkan perilaku pencegahan yang baik. Capaian ini menunjukkan bahwa edukasi HIV berbasis sekolah berkontribusi positif dalam memperkuat literasi kesehatan dan mendorong pencegahan perilaku berisiko pada remaja. Program ini berpotensi menjadi model intervensi promotif dan preventif di lingkungan sekolah.Abstract: Adolescents are a vulnerable group for HIV transmission due to limited knowledge and the persistence of risky attitudes and behaviors. This community service program aimed to enhance knowledge, attitudes, and HIV preventive behaviors among adolescents through school-based education. The program was conducted through health education sessions and interactive discussions involving 240 students as program partners. Evaluation was carried out using a questionnaire assessing knowledge, attitudes, and HIV-related preventive behaviors after the activity, consisting of 61 questions. The results indicated that 52.5% of participants had good knowledge, 58.8% demonstrated positive attitudes toward HIV prevention, and 84.6% reported good preventive behaviors. These findings suggest that school-based HIV education contributes to improved health literacy and supports the reduction of risky behaviors among adolescents. This program has the potential to serve as a promotive and preventive model for HIV education in school settings.