cover
Contact Name
Mahsup
Contact Email
paedagoria.ummat@gmail.com
Phone
+6281805211294
Journal Mail Official
paedagoria.ummat@gmail.com
Editorial Address
Universitas Muhammadiyah Mataram Jln. KH. Ahmad Dahlan, No. 1, Pagesangan, Kota Mataram, 83127, Indonesia
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan
Core Subject : Education,
Theoretical studies, research and development of teaching materials, activities, models or learning media in the field of education include mathematics and natural sciences (physics, chemistry, biology, science, ICT, and its applications); (2) social science, history, geography, culture and economy; (3) language and literature, and (4) basic education; Research actions to increase motivation, activities, interests or learning outcomes in solving learning problems; Development or design of creativity, innovation, and technology based on software, online or e-learning; Development of curriculum, management, programs, and other education policies.
Articles 448 Documents
CHATGPT SEBAGAI ALAT PENDUKUNG PEMBELAJARAN: TANTANGAN DAN PELUANG PEMBELAJARAN ABAD 21 Kharis, Selly Anastassia Amellia; Zili, Arman Haqqi Anna
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 15, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v15i2.22039

Abstract

Abstrak: Chat Generative Pre-trained Transformer (ChatGPT) adalah model bahasa generatif yang dikembangkan oleh perusahaan riset kecerdasan buatan OpenAI pada tahun 2015. Penggunaan ChatGPT dalam dunia pendidikan telah menimbulkan tantangan dan peluang khususnya pada pembelajaran abad 21 yang perlu dipertimbangkan secara seksama. Penggunaan ChatGPT seharusnya dipandang sebagai alat pendukung pembelajaran. ChatGPT tidak dapat menggantikan peran guru. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengidentifikasi tantangan dan peluang penggunaan ChatGPT sebagai alat pendukung pembelajaran. Penelitian ini menggunakan studi literatur dengan pendekatan kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan ChatGPT dalam pendidikan dapat memberikan peluang untuk pengalaman pembelajaran yang interaktif, fleksibel, dan memperkenalkan siswa pada teknologi khususnya kecerdasan buatan. Hal ini sejalan dengan kompetensi pembelajaran abad 21. Namun penggunaan ChatGPT juga menimbulkan sejumlah tantangan seperti masalah integritas akademis, interaksi sosial, dan ketergantungan pada teknologi yang dapat mengurangi keterampilan berpikir kritis siswa. Untuk memanfaatkan ChatGPT secara efektif dalam pembelajaran diperlukan pendekatan holistik dan terpadu. Pengembangan kebijakan yang jelas mengenai batasan penggunaan ChatGPT dalam pembelajaran, penyesuaian model pembelajaran, dan peningkatan literasi digital siswa dapat diterapkan untuk menghadapi tantangan penggunaan ChatGPT. Dengan pemahaman yang mendalam tentang tantangan dan peluang penggunaan ChatGPT, pemangku kebijakan pendidikan, guru dan siswa dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik untuk mengintegrasikan ChatGPT secara efektif dalam lingkungan pembelajaran.Abstract:  The Chat Generative Pre-Trained Transformer (ChatGPT) is a generative language model developed by OpenAI in 2015. Its use in education presents challenges and opportunities, particularly in 21st-century learning, which require careful consideration. ChatGPT should be seen as a supportive learning tool and not a replacement for teachers. The research aims to identify the opportunities and challenges of ChatGPT as a learning aid, using a qualitative literature study approach. Based on research results, Its use in education offers opportunities for interactive, flexible learning experiences and introduces students to technology, especially artificial intelligence, aligning with 21st-century learning competencies. However, it also presents challenges such as academic integrity issues, social interaction concerns, and technology dependence potentially reducing students’ critical thinking skill. Effectively utilizing ChatGPT in 21st-century learning requires a holistic and integrated approach. Clear policy development regarding ChatGPT usage limits, adjustments to learning models, and enhancing students’ digital literacy can address these challenges. With a deep understanding of ChatGPT’s challenges and opportunities, education policymakers, teachers, and students can better prepare to integrate it effectively into the learning environment.
PENERAPAN METODE TANYA JAWAB DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB BERBANTUAN CHATGPT DALAM MRNINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI SISWA Nufus, Nadia Ainun; Wijaya, Mu'alim
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 15, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v15i2.20875

Abstract

Abstrak: Penerapan metode tanya jawab dalam pembelajaran bahasa arab berbantuan chatGPT untuk meningkatakan literasi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi dampak penerapan metode tanya jawab berbantuan ChatGPT dalam pembelajaran bahasa Arab terhadap kemampuan literasi siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif eksperimental yang melibatkan 20 siswa kelas X di sebuah Madrasah Aliyah. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar soal pre-test dan post-test, masing-masing terdiri dari 10 soal, sebagai alat untuk mengukur pemahaman awal dan perkembangan siswa setelah terlibat dalam pembelajaran. Hasil analisis data menunjukkan bahwa nilai rata-rata pre-test sebesar 61.75, sementara nilai rata-rata post-test meningkat menjadi 81.5. Peningkatan tersebut tercermin dalam nilai N-Gain sebesar 0.58 (kategori sedang) atau dengan persentase mencapai 58.14% (kategori cukup efektif). Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan metode tanya jawab berbantuan ChatGPT memiliki dampak positif dalam meningkatkan kemampuan literasi bahasa Arab siswa. Implikasi dari penelitian ini dapat menjadi dasar bagi pengembangan metode pembelajaran bahasa Arab yang lebih inovatif dan efektif di masa mendatang.Abstract:  This research aims to investigate the impact of implementing the question-and-answer method assisted by ChatGPT in Arabic language learning on students' literacy skills. This study is a quantitative experimental research involving 20 tenth-grade students in a Madrasah Aliyah. The research instruments utilized were pre-test and post-test questionnaires, each comprising 10 items, serving as tools to measure students' initial comprehension and progress after engaging in the learning process. Data analysis revealed that the average pre-test score was 61.75, while the average post-test score increased to 81.5. This improvement is reflected in the N-Gain score of 0.58 (moderate category) or a percentage of 58.14% (sufficiently effective category). These findings indicate that the implementation of the question-and-answer method assisted by ChatGPT has a positive impact on enhancing students' Arabic language literacy skills. The implications of this research can serve as a foundation for the development of more innovative and effective Arabic language teaching methods in the future.
PENINGKATAN KEMAMPUAN LITERASI MEMBACA SISWA MELALUI PHONIC LEARNING DI SEKOLAH DASAR Hasanudin, Hasanudin; Idris, Irfandi; Mahendra, Faisal Eka; Hartanti, Rezkiah; Hasyim, Ruslan
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 15, No 4 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v15i4.24000

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas II SD Muhammadiyah Malawili Kabupaten Sorong melalui metode pembelajaran fonik dalam meningkatkan literasi membaca. Pemahamamn terkait bacaan dalam proses belajar terhambat karena kurangnya kemampuan siswa dalam literasi membaca. Hal ini ditunjukkan dari rendahnya hasil capaian belajar siswa dengan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimum) sangat rendah. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan prosedur penelitian melalui perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak 2 kali siklus dengan subjek penelitian siswa kelas II yang berjumlah 28. Hasil dari penelitian ini yaitu, dalam siklus I rata-rata hasil belajar siswa 67,75 dengan presentase ketuntasan klasikal 71,72%. Sementara dalam siklus II rata-rata hasil belajar siswa mencapai nilai 82,61 dengan presentase ketuntasan klasikal 79% yang masuk kaegori tinggi. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan literasi membaca siswa melalui metode pembelajaran fonik pada siswa kelas II SD Muhammadiyah Malawili Kabupaten Sorong.Abstract: This study aims to improve the learning outcomes of second-grade students at SD Muhammadiyah Malawili, Sorong Regency, through the phonics teaching method to enhance reading literacy. Understanding related to reading in the learning process is hindered due to the lack of students' reading literacy skills. This is indicated by the low student achievement with a very low Minimum Mastery Criterion (MMC). This research was conducted using the Classroom Action Research (CAR) method with a research procedure involving planning, implementation, observation, and reflection. The research was carried out in two cycles, with the research subjects being 28 second-grade students. The results of this study show that in the first cycle, the average student learning outcome was 67.75, with a classical completeness percentage of 71.72%. Meanwhile, in the second cycle, the average student learning outcome reached 82.61, with a classical completeness percentage of 79%, categorized as high. From this data, it can be concluded that there is an improvement in students' reading literacy through the phonics teaching method among second-grade students at SD Muhammadiyah Malawili, Sorong Regency.
ENVIRONMENTAL PROBLEM-BASED LEARNING BOOTS SKILLS IN RIVER PROBLEM SOLVING AND ECOLOGICAL AWARENESS Kholifah, Evalia Nurul; Putra, Alfyananda Kurnia; Yembuu, Batchuluun
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 15, No 4 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v15i4.25866

Abstract

Abstrak: Peningkatan permasalahan sungai semakin kompleks memerlukan pembelajaran kontekstual yang dapat mengaitkan pembelajaran pada isu-isu lingkungan nyata dan relevan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan pemecahan masalah dan kesadaran ekologis diri siswa melalui Environmental-Oriented Problem-Based Learning (EoPBL) berdasarkan indikator variabel dan jenis kelamin siswa. Jenis penelitian quasi experimental melibatkan siswa kelas X3 dan X5 di SMA Islam Kepanjen, Kabupaten Malang, Indonesia. Pengumpulan data menggunakan tes dan kuesioner untuk menilai kemampuan pemecahan masalah dan kesadaran ekologis diri. Hasil penelitian bahwa uji non parametrik Mann-Whitney U menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada kemampuan pemecahan masalah (sig. (2-tailed) = 0.000 < 0.05) dan kesadaran ekologis diri (sig. (2-tailed) = 0.002 < 0.05) antara kelas eksperimen dan kontrol. Namun, tidak ada perbedaan yang signifikan dalam kemampuan pemecahan masalah (sig. (2-tailed) = p > 0.05) dan kesadaran ekologis diri (sig. (2-tailed) = p > 0.05) berdasarkan jenis kelamin pada kelompok eksperimen dan kelas kontrol. Implementasi model EoPBL memberikan perbedaan signifikan kemampuan pemecahan masalah dan kesadaran ekologis siswa kelas eksperimen, nilai rata-rata indikator variabel 90.16 dan 79.14 lebih tinggi dibandingkan siswa kelas kontrol 68.45 dan 70.92 yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Perbedaan jenis kelamin siswa mempengaruhi tidak adanya perbedaan signifikan antara siswa laki-laki dan siswa perempuan.Abstract:  Increasingly complex river problems require contextual learning that can link learning to real and relevant environmental issues. This study aims to determine the differences in problem solving skills and ecological self-awareness of students through Environmental-Oriented Problem-Based Learning (EoPBL) based on variable indicators and student gender. The quasi-experimental study involved students from classes X-3 and X-5 at Kepanjen Islamic High School in Malang Regency, Indonesia. Data were collected using tests and questionnaires to assess problem-solving and self-ecological awareness abilities. The results showed that the Mann-Whitney U non-parametric test showed a significant difference in problem solving ability (sig. (2-tailed) = 0.000 < 0.05) and self-ecological awareness (sig. (2-tailed) = 0.002 < 0.05) between the experimental and control classes. However, there were no significant differences in problem-solving abilities (sig. (2-tailed) = p > 0.05) and self-ecological awareness (sig. (2-tailed) = p > 0.05) based on gender within the experimental and control classes. The implementation of the EoPBL model provides a significant difference in the problem solving ability and ecological awareness of experimental class students, the average value of variable indicators 90.16 and 79.14 is higher than the control class students 68.45 and 70.92 who use conventional learning models. The difference in student gender affects the absence of significant differences between male students and female students.
ANALISIS KEBUTUHAN MAHASISWA AKAN PENGEMBANGAN BUKU AJAR DIGITAL BERBASIS FLIPBOOK FH, Yuliana; Firmansyah, Firmansyah; Amrina, Dian Eka; Leisthari, Anggi; Taslimah, Lidyah Sallimuh
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 15, No 4 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v15i4.24358

Abstract

Abstrak: Ketersediaan buku ajar dalam menunjang proses pembelajaran menjadi hal yang penting dan harus disusun secara sistematis oleh seorang dosen untuk meningkatkan mutu pembelajaraan dan ketercapaian pembelajaran yang telah ditargetkan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi secara mendalam mengenai kebutuhan awal mahasiswa akan pengembangan buku ajar digital berbasis flipbook. Metode penelitian yang digunakan, yakni deskriptif kuantitatif dengan teknik survey. Instrumen berupa keusioner yang digunakan dalam penelitian ini diberikan pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas Sriwijaya yang mengambil mata kuliah Teori Ekonomi Mikro di tahun 2024 dengan jumlah 68 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebesar 95,6% mahasiswa membutuhkan untuk dilakukannya pengembangan sumber ajar inovatif untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran, salah satunya adalah dengan mengembangkan buku ajar digital berbasis flipbook. Hal ini disebabkan karena masih terdapat kendala dalam mempelajari mata kuliah ini, diantaranya kompleksitas materi perkuliahan yang membutuhkan kemampuan analitis dan keterampilan matematis, keterbatasan waktu pembelajaran, serta keterbatasan sumber ajar yang tersedia. Hasil studi analisis kebutuhan ini akan dipergunakan peneliti sebagai dasar dalam mengembangkan buku ajar digital berbasis flipbook yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik mahasiswa, namun juga tetap menyesuaikan pada kurikulum dan capaian pembelajaran yang dibebankan di mata kuliah tersebut. Abstract: Availability of textbooks supporting the learning process is important and must be arranged systematically by a lecturer to improve the quality of learning and achievement of targeted learning. This research aims to obtain in-depth information regarding students' initial needs for developing digital-based textbooks flipbooks. The research method used is quantitative descriptive with survey techniques. The instrument in the form of a questionnaire used in this research was given to students of the Economic Education Study Program at FKIP Sriwijaya University who were taking the Microeconomic Theory course in 2024 with a total of 68 respondents. The research results indicate that 95.6% of students need to develop innovative teaching resources to support learning, one of which is developing flipbook-based digital textbooks. This is due to challenges in studying this course, including the complexity of lecture materials that require analytical skills and mathematical abilities, limited learning time, and a lack of available teaching resources. The results of this needs analysis study will be used by researchers as a basis for developing a digital-based textbook flipbook that follows the needs and characteristics of students, but also adapts to the curriculum and learning outcomes imposed in the course.
LEARNING USING THE PROBLEM BASED LEARNING MODEL: ANALYSIS OF TEACHERS' UNDERSTANDING AND ABILITY IN DESIGNING LESSONS Safi'i, Imam; Fitriani, Somariah
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 15, No 4 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v15i4.26001

Abstract

Abstrak: Penelitian mengenai kompetensi guru sudah banyak yang melakukan, namun penelitian yang menggali mengenai kompetensi guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran dengan model pembelajaran berbasis masalah (PBL) belum banyak ditrmukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kompetensi guru bahasa Indonesia dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran pada pembelajaran berbasis masalah ditinjau dari segi pemahaman struktur dan deskripsi aktivitas dalam pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis isi.  Pengumpulan data dilakukan dengan teknik padan yaitu dengan memadankan atau mencocokkan pengembangan rencana pelaksanaan pembelajaran dengan tahapan pembelajaran PBL. Sumber data dalam penelitian ini adalah  dokumen rencana pelaksanaan pembelajaran yang dihasilkan oleh guru bahasa Indonesia yang mengikuti program pelatihan pendidikan profesional guru di salah satu perguruan tinggi swasta di Indonesia. Analisis data dilakukan dengan membandingkan kesesuaian langkah dan kegiatan pembelajaran yang telah dikembangkan guru terhadap model pembelajaran PBL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya 68,97% guru yang menunjukkan kompetensi dalam menjelaskan tahapan pembelajaran berbasis masalah. Kompetensi guru dalam Mendeskripsikan aktivitas pembelajaran Berbasis Masalah dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran sangat rendah. Rata-rata sebesar 36,21. Hasil penelitian ini menunjukkan perlunya peningkatan tingkat pemahaman dan kompetensi guru dalam menerapkan model PBL dalam rencana pelaksanaan pembelajarannya.Abstract The available research on teacher competence is extensive; however, there has been no research on teacher competence in preparing learning implementation plans according to a problem-based learning (PBL) model. The purpose of this study was to understand the competence of Indonesian language teachers in preparing a learning implementation plan for problem-based learning lessons.  The research method used is content analysis. Data collection was carried out using the matching technique, namely by matching the development of a learning implementation plan with PBL learning stages. The data sources in this study were 29 learning implementation plan documents produced by Indonesian language teachers who attended a professional teacher education training program at a private university in Indonesia. Data analysis was carried out by comparing the suitability of the learning steps and activities that had been developed by the teachers against the learning model for PBL. The results showed that just 68.97% of teachers demonstrated competence in describing the stages of a problem-based learning lesson. Teacher competence in describing Problem Based Learning learning activities in the Learning Implementation Plan is very low. The average is 36.21.The results of this study indicate the need for an improved level of understanding and competence among teachers in implementing the PBL model in their learning implementation plans.
META ANALISIS: MODEL PEMBELAJARAN PJBL MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH Rani, Oni Maya; Caswita, Caswita
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 15, No 4 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Keberhasilan proses kegiatan pembelajaran dapat dicapai dengan memilih model pembelajaran yang sesuai dengan materi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pengaruh model pembelajaran Project Based Learning terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah. Penelitian menggunakan metode meta-analisis. Teknik pengumpulan data dengan cara mencari artikel yang sudah terpublikasi di jurnal online sesuai dengan permasalahan yang akan diteliti, melalui Publish Or Peris dan Google Schoolar. Hasil diperoleh bahwa hasil uji paired sample t-test diperoleh nilai sig. (2-tailed) 0,000 lebih kecil dari 0,5 yang bermakna bahwa terdapat perbedaan rata-rata kemampuan pemecahan masalah sebelum dan sesudah diberi perlakuan model pembelajaran project-based learning. Sedangkan rata-rata effect size  sebesar 2,37 dengan kategori sangat besar.Abstract: The success of the learning activity process can be achieved by choosing a learning model that is in accordance with the learning material. This study aims to analyze the effectiveness of the influence of the Project Based Learning learning model on improving problem-solving skills. The research uses a meta-analysis method. The data collection technique is by searching for articles that have been published in online journals according to the problem to be researched, through Publish Or Peris and Google Schoolar. The results obtained that the results of the paired sample t-test were obtained with a value of sig. (2-tailed) 0.000 is less than 0.5 which means that there is a difference in the average problem-solving ability before and after being treated with the project-based learning model. Meanwhile, the average effect size is 2.37 with a very large category.
TEAM GAMES TOURNAMENT LEARNING MODEL TO SOLVE THE MISSION IN SANDI HIZBUL WATHAN EXTRACURRUCULAR TO INCREASE LEARNING MOTIVATION Fajriyatuz, Nurul; Setyosari, Punaji; Mashfufah, Aynin
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 15, No 4 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v15i4.26158

Abstract

Abstrak. Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektifitas model team games tournament dalam pembelajaran Hizbul Wathan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Jenis penelitian adalah kualitatif deskriptif, dengan metode pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi, menggunakan teknik purposive sampling dalam menentukan subjek penelitian serta teknik triangulasi sumber dalam menguji keabsahan data. Hasil penelitian ini adalah model pembelajaran TGT efektif dalam peningkatan motivasi belajar siswa SD Muhammadiyah 1 kota Malang. Siswa memiliki motivasi belajar yang tinggi, dibuktikan dengan antusiasme yang tinggi dan berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran serta pengembangan ketrampilan sosial pendapat forum, koordinadi kelompok, kerjasama mengatur kelompok.Abstract:  The study aims to determine the effectiveness of the team games tournament model in Hizbul Wathan learning to increase student learning motivation. The type of research is qualitative descriptive, with data collection methods in the form of observation, interviews, and documentation, using purposive sampling techniques in determining research subjects and source triangulation techniques in testing the validity of data. The result of this study is that the TGT learning model is effective in increasing the learning motivation of students of SD Muhammadiyah 1 Malang. Students have high motivation to learn, as evidenced by high enthusiasm and active participation in the learning process as well as the development of social skills of forum opinions, group coordination, and cooperation in organizing groups.
DEVELOPMENT OF ANIMATED VIDEO MEDIA ASSISTED BY CANVA ON THE MATERIAL OF THE APPEARANCE OF THE EARTH'S SURFACE Oktaria, Winda; Fitriyeni, Fitriyeni
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 15, No 4 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v15i4.26261

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengembangkan video animasi tentang kenampakan permukaan bumi, (2) menghasilkan video animasi yang valid, dan (3) menghasilkan video animasi praktis. Model pengembangan yang digunakan dengan tahapan ADDIE yang terdiri dari (analisis, desain, pengembangan, implementasi, evaluasi). Data untuk penelitian ini dikumpulkan melalui metode wawancara dan kuesioner. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data adalah naskah wawancara dan formulir validasi. Di bawah ini adalah hasil pencariannya. (1) Perancangan video animasi dilakukan dalam naskah video. Naskah ini diubah menjadi video animasi selama tahap pengembangan ADDIE. (2) Hasil validitas video animasi berdasarkan penilaian ahli terkait yaitu 89% dengan kualitas sangat baik, ahli media mendapat penilaian 99% dengan kualitas sangat baik, penilaian ahli bahasa mendapat persentase sebesar 90% dengan kualitas -baik. Hasil yang diperoleh pada tes kelompok kecil sebesar 93% dengan kualifikasi sangat baik. Dengan cara ini, validitas video animasi pendidikan yang dikembangkan dapat dipastikan. (3) Kepraktisan media video animasi terlihat dari hasil validasi yang dilakukan oleh validator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media video animasi nyaman dan layak digunakan. Respon siswa menunjukkan respon yang positif, dan persentase yang diperoleh berdasarkan angket respon siswa adalah sebesar 93%.Abstract:  This study aims to (1) develop an animated video about the appearance of the earth's surface, (2) produce a valid animated video, and (3) produce a practical animated video. The development model used with ADDIE stages consisting of (analysis, design, development, implementation, evaluation). Data for this study were collected through interviews and questionnaires. The instruments used for data collection were interview scripts and validation forms. Below are the search results. (1) The designing of animated videos is done in a video script. This script was converted into an animated video during the ADDIE development stage. (2) The results of the validity of the animated video based on the assessment of related experts were 89% with very good quality, the media expert received an assessment of 99% with very good quality, the linguist's assessment received a percentage of 90% with good quality. The results obtained in the small group test amounted to 93% with very good qualifications. In this way, the validity of the educational animation video developed can be ensured. (3) The practicality of the animated video media can be seen from the results of the validation conducted by the validator. The results showed that the animated video media was comfortable and feasible to use. Student responses showed a positive response, and the percentage obtained based on the student response questionnaire was 93.%.
PENGEMBANGAN E-MODUL GEOMETRI BERBASIS ETNOMATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMP Andang, Andang; Hadi, Arnasari Merdekawati; Sowanto, Sowanto; Fitrah, Muh.; Febrianti, Dety
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 15, No 4 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v15i4.25842

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan e-modul berbasis etnomatematika untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah pada materi Geometri siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Kota Bima. Jenis Penelitian ini termasuk penelitian pengembangan dengan metode yang digunakan adalah metode R & D model 4D. Instrument penelitian yang digunakan diantaranya Instrument Lembar validasi bahan e-modul dan Instrument Soal Tes. Teknik analisis data yang digunakan antara lain: pertama, analisis data validasi. Kedua, data uji coba yang terdiri dari: data kemampuan guru  mengelola pembelajaran,  data aktivitas siswa, data respon siswa, dan data tes pemecahan masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata presentase keterlaksanaan pembelajaran sebesar 83,41% dengan kriteria baik. Hasil angket respon siswa yaitu terdapat 82,5% siswa merasa senang terhadap e-modul berbasis etnomatematika, 77,5% siswa menyatakan komponen e-modul bersifat baru, 85% siswa menyatakan berminat untuk mengikuti pembelajaran selanjutnya dengan menggunakan e-modul berbasis etnomatematika, 80% siswa menyatakan bahasa yang digunakan jelas, dan 82,5% menyatakan tertarik dengan tampilan e-modul yang dikembangkan. Hasil rata-rata dari aktivitas siswa selama mengikuti pembelajaran sebesar 81,16% dan berada dalam kategori baik.  Sedangkan rata-rata hasil nilai pre-tes individu siswa sebesar 36,51 dan hasil nilai post-tes sebesar 86,42. Adapun nilai N-Gain diperoleh sebesar 0,78 dan berkategori tinggi.Abstract:  The aim of this research is to develop an ethnomathematics-based e-module to improve problem solving abilities in Geometry material for Class VIII students at SMP Negeri 1 Bima City. This type of research includes development research with the method used is the 4D model R & D method. The research instruments used include the e-module material validation sheet instrument and the test question instrument. The data analysis techniques used include: first, validation data analysis. Second, trial data consisting of: data on the teacher's ability to manage learning, student activity data, student response data, and problem solving test data. The research results showed that the average percentage of learning implementation was 83.41% with good criteria. The results of the student response questionnaire were that 82.5% of students felt happy with the ethnomathematics-based e-module, 77.5% of students stated that the e-module components were new, 85% of students stated that they were interested in taking part in further learning using ethnomathematics-based e-modules, 80% of students stated that the language used was clear, and 82.5% stated that they were interested in the appearance of the e-module being developed. The average results of student activities during learning were 81.16% and were in the good category.  Meanwhile, the average individual student pre-test score was 36.51 and the post-test score was 86.42. The N-Gain value obtained is 0.78 and is in the high category.