cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,588 Documents
Peningkatan keterampilan caregiver formal dalam pengoperasian sistem informasi catatan keperawatan lansia di Lembaga Kesejahteraan Lanjut Usia (LKS-LU) Pangesti Lawang Anugrahanti, Wisoedhanie Widi; Debora, Oda; Firdaus, Jeffry Atur
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.35233

Abstract

AbstrakPelaksanaan pengabdian masyarakat di Lembaga Kesejahteraan Sosial-Lanjut Usia (LKS-LU) Pangesti Desa Ketindan Kecamatan Lawang Kabupaten Malang Provinsi Jawa Timur merupakan upaya untuk membuat sebuah sistem informasi catatan keperawatan berbasis website (pangesti.mikspwm.com) sebagai solusi pencatatan keperawatan lansia yang selama ini masih terlaksana secara manual menggunakan kertas (paperbased). Pengabdian masyarakat ini selain menyediakan sistem informasi juga bertujuan untuk meningkatkan keterampilan caregiver formal dalam mengoperasikan sistem informasi sebagai tindaklanjut adanya penerapan sistem informasi yang baru dibuat dan diimplementasikan. Peningkatan keterampilan caregiver formal dalam mengoperasikan sistem informasi memberikan implikasi penguatan kapasitas LKS-LU sebagai sebuah organisasi dalam mengelola dan menyediakan data kesehatan lansia. Hal ini mendukung pengambilan keputusan, pemantauan, dan pelaporan yang lebih baik di dalam institusi. Peningkatan keterampilan dilakukan dengan memberikan pelatihan bagi caregiver formal dengan metode ceramah tanya jawab beserta praktik secara langsung menggunakan perangkat laptop dan telepon seluler. Pelatihan dilaksanakan dalam 8 (delapan) kali pertemuan tanggal 2 sampai dengan 18 September 2025 melibatkan caregiver formal sejumlah 15 (lima belas) orang. Evaluasi pencapaian keterampilan dilakukan melalui pre-test dan post-test dengan instrumen checklist sejumlah 15 pertanyaan. Evaluasi keberfungsian sistem informasi menggunakan metode Blackbox. Hasil kegiatan menunjukkan rata-rata skor keterampilan pre-test dan post-test adalah 54,20 dan 91,13 dengan capaian peningkatan keterampilan caregiver formal tinggi dengan nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,81, dengan capaian efektivitas kegiatan pengabdian masyarakat tergolong efektif ditunjukkan nilai persentase N-Gain sebesar 81,21%. Diperolehnya keterampilan caregiver formal dalam mengoperasikan sistem informasi meningkatkan kapasitas manajemen dalam pengelolaan dan penyediaan data kesehatan lansia. Disarankan pihak manajemen lebih meningkatkan keterampilan caregiver formal dalam mengoperasikan sistem informasi dengan rutin menggunakan sistem informasi tersebut setiap hari serta mengembangkan keberlanjutan sistem informasi tersebut. Kata kunci: caregiver formal; catatan keperawatan; lansia; sistem informasi. Abstract The implementation of community service activities at the Pangesti Social Welfare Institution for the Elderly (LKS-LU), located in Ketindan Village, Lawang District, Malang Regency, East Java Province, constitutes an initiative to develop a web-based nursing record information system (pangesti.mikspwm.com) as a solution to elderly nursing documentation, which has previously been conducted manually using paper-based methods. In addition to providing the information system, this program aims to enhance the competencies of formal caregivers in operating the newly developed platform, thereby ensuring its effective adoption and utilization. Strengthening caregiver skills in system operation carries significant implications for reinforcing the organizational capacity of LKS-LU in managing and providing elderly health data, ultimately supporting improved decision-making, monitoring, and reporting within the institution. Capacity building was undertaken through structured training sessions employing lectures, interactive discussions, and hands-on practice using laptops and mobile devices. The training was conducted in eight sessions between September 2 and 18, 2025, involving 15 formal caregivers. Skill achievement was evaluated through pre-test and post-test assessments using a 15-item checklist, while system functionality was assessed using the Blackbox method. The results demonstrated average pre-test and post-test scores of 54.20 and 91.13, respectively, with a high level of skill improvement reflected in an average N-Gain score of 0.81. The effectiveness of the community service program was further confirmed by an N-Gain percentage of 81.21%, categorized as effective. The acquisition of caregiver competencies in operating the information system has strengthened management capacity in organizing and providing elderly health data. It is recommended that institutional management continue to enhance caregiver skills by encouraging routine daily use of the system and ensuring the sustainability of the information system through ongoing development. Keywords: elderly; formal caregiver; information system; nursing documentation.
Penguatan ekonomi desa melalui UMKM Kreatif dan berkelanjutan di Desa Dunggala, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo Ardiansyah, Ardiansyah; Alwi, Nurul Maulida; Taan, Hapsawati; Gani, Iman Perwiranegara
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.35051

Abstract

Abstrak Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat Desa Dunggala, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, melalui penguatan UMKM berbasis potensi lokal jagung. Selama ini jagung hanya dipasarkan dalam bentuk mentah sehingga nilai tambahnya rendah. Kegiatan ini dirancang untuk menjawab permasalahan keterbatasan keterampilan produksi, minimnya inovasi produk, rendahnya literasi digital, serta lemahnya strategi pemasaran. Metode yang digunakan meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi dengan pendekatan partisipatif-kolaboratif. Pelaksanaan program mencakup pelatihan produksi brownies jagung, pendampingan inovasi produk pemasaran digital melalui media sosial. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan masyarakat dalam mengolah jagung, terciptanya produk inovatif brownies jagung dengan kemasan menarik, serta meningkatnya kemampuan pemasaran berbasis digital. Dampak kegiatan pegbadian untuk meningkatkan keterampilan masyarakat serta peningkatan pendapatan tambahan serta secara meningkatnya motivasi dan kepercayaan diri masyarakat dalam berwirausaha. Pengabdian ini berkontribusi dalam penguatan ekonomi desa yang kreatif, inovatif, dan berkelanjutan, serta dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Kata kunci:: pengabdian; UMKM; poduk inovatif Abstract This community service program aims to empower the community of Dunggala Village, Tibawa District, Gorontalo Regency, by strengthening MSMEs based on local corn potential. Corn has previously only been marketed in its raw form, resulting in low added value. This activity is designed to address the problems of limited production skills, minimal product innovation, low digital literacy, and weak marketing strategies. The methods used include planning, implementation, monitoring, and evaluation stages with a participatory-collaborative approach. Program implementation includes corn brownie production training, product innovation assistance for digital marketing through social media. The results of the activity show an increase in community skills in processing corn, the creation of innovative corn brownie products with attractive packaging, and increased digital-based marketing capabilities. The impact of the community service activity is to improve community skills and increase additional income as well as increase community motivation and confidence in entrepreneurship. This service contributes to strengthening a creative, innovative, and sustainable village economy, and can be a model for community empowerment based on local potential. Keywords: community service; UMKM; innovative products
Penguatan karakter dan kompetensi pelajar melalui program edukasi terpadu dalam membangun generasi muda unggul di Desa Tengin Baru, Kecamatan Sepaku Rachmawati, Ayudhia; Putra, Umar Farauk Eka; Dhafin, Ahmad; Rachmadani, Nova Sri; Wulandari, Tiara Sahfitri; Ridho Abdilah, Muhammad Noval; Umhersuny, Brithnay Vensca Valencia; Marsanda, Siti; Rizal, Muhammad; Sasmita, Khania Fazza; Al Mubarok, Ahmad Zakki
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.34558

Abstract

Abstrak Pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian integral dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berfungsi memberdayakan masyarakat melalui transfer ilmu dan keterampilan. Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada 31 Juli hingga 7 Agustus 2025 di Desa Tengin Baru, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelajar melalui penguatan pengetahuan, sikap, dan keterampilan sosial. Terdapat 76 pelajar dari jenjang SD, SMP, dan SMA yang terlibat aktif dalam empat program utama, yaitu edukasi literasi keuangan dan pembiasaan menabung, pelatihan kepemimpinan serta manajemen organisasi, penyusunan business plan sederhana, dan forum debat pelajar yang dipadukan dengan pelatihan manajemen konflik sosial. Seluruh kegiatan dirancang dengan pendekatan partisipatif melalui metode ceramah, diskusi interaktif, Focus Group Discussion, simulasi, dan demonstrasi praktik agar peserta dapat belajar secara aktif dan kontekstual. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan nyata pada berbagai aspek kemampuan pelajar; 82% peserta memahami konsep dasar literasi keuangan, 76% mampu menyusun ide usaha sederhana, 79% dapat menjelaskan fungsi manajemen organisasi, dan 81% menunjukkan peningkatan dalam kemampuan komunikasi serta penyelesaian konflik. Adapun model pemberdayaan berbasis partisipasi efektif dalam memperkuat karakter, kemampuan berpikir kritis, serta kesadaran sosial pelajar, sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan ke-4 tentang pendidikan berkualitas dan tujuan ke-8 mengenai pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi. Kegiatan ini diharapkan menjadi model edukasi terpadu yang dapat direplikasi untuk membentuk generasi muda yang unggul dan berdaya saing di wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara. Kata kunci: business plan; kepemimpinan; literasi keuangan; manajemen konflik; pengabdian masyarakat.   Abstract Community service is an integral component of the Tri Dharma of Higher Education, serving as a means to empower communities through the transfer of knowledge and practical skills. This program was conducted from July 31 to August 7, 2025, in Tengin Baru Village, Sepaku District, Penajam Paser Utara Regency, with the primary objective of enhancing students’ capacity through the strengthening of knowledge, attitudes, and social skills. A total of 76 students from elementary, junior high, and senior high school levels actively participated in four main programs: financial literacy education and saving habits, leadership and organizational management training, basic business plan development, and a student debate forum combined with conflict management training. All activities were designed using a participatory approach, integrating lectures, interactive discussions, Focus Group Discussions, simulations, and practical demonstrations to promote active and contextual learning. The implementation results indicated significant improvements in various aspects of students’ competencies: 82% of participants demonstrated an understanding of basic financial literacy concepts, 76% were able to formulate simple business ideas, 79% could explain the functions of organizational management, and 81% showed enhanced communication and conflict resolution skills. The participatory empowerment model proved effective in strengthening students’ character, critical thinking, and social awareness, while simultaneously contributing to the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly Goal 4 on quality education and Goal 8 on decent work and economic growth. This activity is expected to serve as an integrated educational model that can be replicated to develop an excellent and competitive young generation in the supporting areas of the new capital city, Nusantara. Keywords: business plan; leadership; financial literacy; conflict management; community services.
Pencegahan stroke dengan intervensi edukasi dan screening resiko stroke pada lansia di Kampung Skow Sae Distrik Muara Tami Jayapura Papua Rophi, Kristiyani Herda; Swastika, I Ketut; Purba, Ellen R. V.; Apay, Frengky; Manangsang, Frans; Marjuannah, Marjuannah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.35392

Abstract

Abstrak Kemunduran fungsi organ pada lansia dapat meningkatkan faktor resiko terhadap beberapa masalah kesehatan salah satunya adalah stroke. Data Puskesmas Skow menunjukkan bahwa di Kampung Skow Sae terdapat 1 kasus stroke pada lansia, 25 kasus hipertensi, 10 kasus diabetes melitus, dan 20 kasus kolesterol tinggi pada kelompok usia lanjut. Selain itu, sekitar 38% lansia di Kampung Skow Sae tidak rutin menghadiri kegiatan Posyandu Lansia, sehingga pemantauan faktor risiko dan edukasi kesehatan tidak berlangsung optimal. Kader lansia juga melaporkan bahwa informasi mengenai stroke serta pemeriksaan risiko stroke belum pernah dilakukan di Posyandu Lansia. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan lansia tentang penyakit stroke dan melakukan screening resiko stroke pada lansia. Metode kegiatan mencakup 2 kegiatan yakni: (1) Pemberian edukasi berupa penyuluhan interaktif; dan (2) Melakukan screening risiko stroke dengan menggunakan The Stroke Risk Score Card (SRSC) yakni instrument hasil pengembangan model deteksi risiko stroke oleh National Stroke Association. Kegiatan dilaksanakanpada tanggayl 21 Maret 2025 dan melibatkan 28 lansia sebagai peserta. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan kuasioner untuk menilai perubahan pengetahuan dan The Stroke Risk Score Card (SRSC) untuk menilai tingkat risiko stroke pada peserta. Hasil kegaiatan menunjukan peningkatan pengetahuan lansia dengan hasil  mean pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi/penyuluhan  (23,93 dan 56,43) dengan peningkatan 136%.  Hasil screening 10,8% lansia dengan risiko tinggi stroke, 32,1% risiko sedang stroke dan 57,1% dengan risiko rendah stroke. Kegiatan ini dapat dilakukan berkelanjutan untuk menurunkan faktor risiko stroke, sehingga kejadian stroke bisa dicegah dan menurunkan disabilitas serta mortalitas akibat stroke. Implikasinya, diperlukan penguatan edukasi kesehatan, pemantauan rutin faktor risiko, serta rujukan dan tata laksana cepat bagi lansia berisiko tinggi melalui kolaborasi antara PKM, kader, dan keluarga. Kata kunci: pengabdian; lansia; resiko stroke; Stroke Risk Score Card (SRSC)   Abstract Declining organ function in older adults increases the risk of various health problems, one of which is stroke. Data from the Skow Community Health Center (Puskesmas Skow) show that in Skow Sae Village there is 1 case of stroke in an older adult, 25 cases of hypertension, 10 cases of diabetes mellitus, and 20 cases of hypercholesterolemia in the elderly population. In addition, about 38% of older adults in Skow Sae Village do not regularly attend the Posyandu Lansia (integrated health post for the elderly), resulting in suboptimal monitoring of risk factors and health education. Elderly cadres also reported that information regarding stroke and stroke risk assessment has never been provided at the Posyandu Lansia. This community service activity aimed to increase older adults’ knowledge about stroke and to conduct stroke risk screening among them. The methods consisted of two activities: (1) providing education through interactive health counseling, and (2) conducting stroke risk screening using the Stroke Risk Score Card (SRSC), an instrument developed by the National Stroke Association for stroke risk detection. The activity was carried out on March 21, 2025 and involved 28 older adults as participants. Evaluation was conducted using a questionnaire to assess changes in knowledge and the SRSC to determine the level of stroke risk among participants. The results showed an increase in knowledge, with mean scores before and after education/counseling of 23.93 and 56.43, respectively, representing a 136% improvement. Screening results showed that 10.8% of older adults had a high risk of stroke, 32.1% had a moderate risk, and 57.1% had a low risk of stroke. This activity can be continued sustainably to reduce stroke risk factors, thereby preventing stroke events and reducing disability and mortality due to stroke. The implications highlight the need to strengthen health education, routinely monitor risk factors, and ensure prompt referral and management for high-risk older adults through collaboration between the health center, community health cadres, and families. Keywords: devotion; elderly; stroke risk; Stroke Risk Score Card (SRSC).
Penerapan teknologi AI ChatGPT dan Canva untuk inovasi modul pembelajaran di SMA Negeri 2 Tomohon Aini, Mellyatul; Pabur, Herminus Efrando; Hibrida, Anas Romzy
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.34225

Abstract

Abstrak Pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) atau Kecerdasan Buatan dalam dunia pendidikan saat ini memberikan kemudahan bagi guru. Salah satu kemudahan yang didapat oleh guru dalam memanfaatkan AI yaitu optimalisasi penyusunan perangkat pembelajaran berupa modul pembelajaran. Tujuan dari pelatihan penerapan teknologi AI ChatGPT dan Canva adalah untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun perangkat pembelajaran berbasis AI sehingga lebih optimal dan inovatif. Peserta pelatihan adalah guru SMA Negeri 2 Tomohon sebanyak 18 guru, dan dilaksanakan pada tanggal 10-11 Juli 2025. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dengan beberapa tahapan yaitu persiapan, sosialisasi, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan. Kegiatan dilakukan dengan metode ceramah, tanya jawab, dan demonstrasi. Pelatihan pemanfaatan AI ini dilakukan dengan Teknik praktik langsung sehingga guru-guru dapat secara langsung menggunakan aplikasi AI untuk menyusun perangkat pembelajaran berupa modul pembelajaran. Hasil pelatihan ini terbukti dapat meningkatkan keterampilan guru dalam memanfaatkan teknolgi AI, dibuktikan dengan hasil analisis N-Gain sebesar 0,84 dalam kategori tinggi (0,70 ≤ g ≤ 100) dengan interpretasi sebesar 84% dalam kategori efektif (> 76%). Pelatihan ini memberikan dampak positif terhadap keterampilan guru dalam memanfaatkan teknologi AI dalam dunia Pendidikan, yaitu penyusunan modul pembelajaran. Hal ini juga berdampak pada efisiensi waktu guru dalam menyusun perangkat pembelajaran, sehingga lebih efektif dan optimal. Kata kunci: artificial intelligence; canva; ChatGPT ; modul pembelajaran; pelatihan. Abstract The use of Artificial Intelligence (AI) technology in education today provides convenience for teachers. One of the conveniences teachers gain from utilizing AI is the optimization of instructional materials in the form of learning modules. The objective of the training on the application of AI technology ChatGPT and Canva is to enhance teachers' ability to develop AI-based instructional materials that are more optimal and innovative. The training participants were 18 teachers from Tomohon State High School 2. The community service activity was carried out in several stages: preparation, socialization, implementation, and evaluation. The activity was conducted using lecture, question-and-answer, and demonstration methods. This AI utilization training was conducted using hands-on techniques so that teachers could directly use AI applications to develop learning materials in the form of learning modules. The results of this training have proven to enhance teachers' skills in utilizing AI technology, as evidenced by an N-Gain analysis score of 0.84 in the high category, with an interpretation of 83.8% in the effective category. This training has had a positive impact on teachers' skills in utilizing AI technology in education, specifically in developing learning modules. This has also improved the efficiency of teachers' time in developing learning materials, making the process more effective and optimal. Keywords: training; artificial intelligence; ChatGPT; canva; learning modules.
Implementasi kegiatan penghijauan sekolah melalui penanaman tanaman hias dan buah di SDN 025 Samarinda Utara Suryani, Andy Suryani; Ismirianty, Sophia; Normalinda, Normalinda; Shonia, Shonia; Reskiana, Dede; Rochdi, Edith Abram
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.35204

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di SDN 025 Samarinda Utara sebagai upaya penghijauan untuk memperbaiki kualitas lingkungan sekolah sekaligus menanamkan nilai peduli lingkungan pada siswa. Tujuan kegiatan adalah menciptakan lingkungan sekolah yang hijau, nyaman, dan edukatif serta membentuk karakter siswa melalui praktik langsung merawat tanaman. Mitra sasaran adalah pihak sekolah dengan melibatkan guru dan siswa/i. Metode pelaksanaan terdiri dari tahap persiapan, edukasi, pelaksanaan, perawatan, evaluasi dan pendampingan. Hasil kegiatan secara kualitatif menunjukkan peningkatan antusiasme, kepedulian, tanggung jawab serta empati siswa terhadap lingkungan. Sementara secara kuantitatif, lingkungan sekolah mengalami perubahan signifikan dengan bertambahnya jenis tanaman hias dan buah serta meningkatkan kenyamanan suasana belajar. Selain memperindah sekolah, kegiatan ini juga memperkuat hubungan sosial antara siswa dan guru melalui kerja sama serta menumbuhkan sikap gotong royong. Dengan demikian, program ini terbukti bermanfaat dalam aspek estetika, pendidikan dan karakter, serta berpotensi diterapkan dan diperluas ke sekolah lain sebagai model sekolah hijau berkelanjutan. Kata kunci: lingkungan sekolah; penghijauan; tanaman Abstract This community service activity was carried out at SDN 025 North Samarinda as a greening effort to improve the quality of the school environment while instilling environmental values in students. The goal of the activity is to create a green, comfortable, and educational school environment and shape students' character through direct practice of caring for plants. The target partners are schools involving teachers and students. The implementation method consists of preparation, education, implementation, maintenance, evaluation and mentoring stages. The results of the activity qualitatively show an increase in student enthusiasm, concern, responsibility and empathy for the environment. Meanwhile, quantitatively, the school environment has experienced significant changes with the addition of ornamental and fruit plants and an improved comfortable learning atmosphere. In addition to beautifying the school, this activity also strengthens social relationships between students and teachers through cooperation and fosters a spirit of mutual cooperation. Thus, this program has proven to be beneficial in terms of aesthetics, education and character, and has the potential to be implemented and included in other schools as a model of sustainable green schools. Keywords: school environment; greening; plants
Gerakan RW peduli stunting: masyarakat sehat, anak hebat Pertiwi, Tria Saras; Sapang, Mertien; Kurniawati, Anastasia Cyntia Dewi; Zahra, Davina Affah; Hadi, Fariz Satya; Kesiha, Alifah Syibilla
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.34605

Abstract

Abstrak Desa Lebak Wangi merupakan salah satu yang menjadi salah satu lokus percepatan penurunan stunting. Berdasarkan hasil wawancara awal dan observasi lapangan di RW.007, Desa Lebak Wangi, Kec. Sepatan Timur, Kab. Tangerang (lokasi mitra), ditemukan sejumlah permasalahan terkait stunting meliputi, minimnya pengetahuan kader maupun ibu balita terkait pencegahan stunting, kurangnya kesadaran & kehadiran ibu balita ke posyandu, sarana posyandu & akses informasi terkait stunting terbatas, minimnya pengelolaan data balita atau tidak tersedia alat bantu pencatatan dan pelaporan untuk penyimpanan data pihak internal khususnya di RW.007, Desa Lebak Wangi, Kec. Sepatan Timur. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan dan keterampilan kader mengenai pencegahan stunting melalui “Gerakan RW Peduli Stunting”. Adapun metode kegiatan ini diawali dengan sosialisasi penyamaan persepsi bersama ketua RW dan perwakilan kader RW 007, kemudian pembentukan tim RW “stunting corner”, pelatihan berupa edukasi literasi gizi serta pelatihan kader dalam deteksi dini stunting mencakup pengukuran antropometri, pencatatan dan pemantauan balita menggunakan form elektronik berupa kobotoolbox, kemudian dilanjutkan dengan pendampingan dan evaluasi kegiatan. Adapun tim kader yang dilatih sebanyak 28 orang selaku tim RW Peduli Stunting di Desa Lebak Wangi. Hasil pelatihan kader menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan dan keterampilan kader dari 66,84% sebelum pelatihan menjadi 94,71% setelah pelatihan. Keberadaan Stunting Corner di balai warga serta form pemantauan digital menjadi pusat informasi yang mudah diakses masyarakat dan mendukung kader dalam menyampaikan pesan kesehatan secara lebih efektif. Kata kunci: gerakan RW; peduli stunting; stunting corner; Desa Lebak Wangi Abstract Lebak Wangi Village is one of the designated loci for accelerating stunting reduction. Based on preliminary interviews and field observations in RW.007, Lebak Wangi Village, Sepatan Timur District, Tangerang Regency (partner location), several issues related to stunting were identified, including limited knowledge among cadres and mothers of toddlers regarding stunting prevention, low awareness and attendance of mothers at the posyandu (integrated health post), limited posyandu facilities and access to information related to stunting, as well as inadequate management of toddler data or the absence of recording and reporting tools for internal data storage, particularly in RW.007, Lebak Wangi Village, Sepatan Timur District. This activity aims to improve the knowledge and skills of community health cadres in stunting prevention through the “RW Cares about Stunting Movement” (Gerakan RW Peduli Stunting). The methods include an initial socialization and perception alignment session with the RW leader and RW 007 cadre representatives, followed by the formation of the RW “Stunting Corner” team, and training sessions on nutrition literacy education and early stunting detection. The training covers anthropometric measurement, toddler recording and monitoring using an electronic form via KoboToolbox, and is followed by mentoring and activity evaluation. A total of 28 cadres were trained as members of the RW Cares about Stunting team in Lebak Wangi Village. The results of the cadre training showed an increase in the average knowledge and skills of cadres from 66.84% before training to 94.71% after training. The establishment of the Stunting Corner at the community hall, along with the use of a digital monitoring form, has created an easily accessible information center for residents and supported cadres in delivering health messages more effectively. Keywords: community harmony movement; caring for stunting; stunting corner; Lebak Wangi Village
Penerapan irigasi tetes, pelatihan pemasaran digital UMKM, dan pengembangan web GIS dalam pemberdayaan masyarakat Desa Suko Mulyo Rachmawati, Ayudhia; Wardhana, Dwi Wahyu; Fulaiyah, Sya’diah Rahmah; Aulia, Tiara Fitri; Putri Suhartono, Mei Rieska; Nabila, Frisa; Sapitri, Bella; Putri Suhartono, Mei Riesda; Harum, Adam Prima; Saputra, Alif Fajar
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.34557

Abstract

Abstrak Desa Suko Mulyo merupakan desa dengan potensi pertanian dan usaha mikro yang menjanjikan, namun menghadapi berbagai kendala seperti keterbatasan teknologi irigasi, kurangnya literasi digital dalam pemasaran produk UMKM, serta belum optimalnya pemetaan potensi wilayah secara digital. Berdasarkan hasil observasi, mitra masyarakat membutuhkan dukungan berupa penerapan teknologi tepat guna dan pelatihan yang berorientasi pada penguatan kapasitas lokal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan keterampilan dan pemahaman masyarakat dalam pemanfaatan teknologi pertanian melalui penerapan sistem irigasi tetes, penguatan kemampuan pelaku UMKM dalam bidang pemasaran digital, serta pengembangan Web GIS potensi desa sebagai sarana promosi dan perencanaan pembangunan berbasis data. Adapun kegiatan yang terselenggara dirancang demi mewujudkan tujuan pembangunan yang berkelanjutan (SDG’s)  melalui pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi dan inovasi lokal. Metode pemberdayaan yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah interaktif, praktik langsung, dan kolaborasi partisipatif yang melibatkan 26 peserta dari unsur perangkat desa, kelompok PKK, dan masyarakat umum. Kegiatan dilaksanakan di Desa Suko Mulyo, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur pada akhir Juli hingga pertengahan Agustus 2025. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan rerata skor pengetahuan peserta sebesar 38,6% dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi pertanian dan media digital, serta tumbuhnya kesadaran akan pentingnya pengelolaan potensi desa secara terintegrasi. Luaran dari pelaksanaan program meliputi satu sistem irigasi tetes yang berfungsi optimal, modul pelatihan pemasaran digital, dan website Web GIS potensi desa yang dapat diakses publik. Program ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kapasitas mitra, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap penguatan ekonomi lokal dan keberlanjutan pembangunan desa berbasis teknologi. Kata kunci: digital marketing; irigasi tetes; pemberdayaan masyarakat; UMKM; web GIS Abstract Suko Mulyo Village has strong potential in agriculture and small enterprises but continues to face several challenges, such as limited irrigation technology, low digital literacy among MSME actors, and the underuse of digital mapping to display local resources. Field observations indicated that the community needs support through the application of appropriate technology and capacity-building activities. This community engagement program was carried out to improve the community’s knowledge and skills in using agricultural technology through the introduction of a drip irrigation system, to strengthen MSME actors in digital marketing practices, and to develop a Web-GIS platform as a medium for promotion and data-based village planning. The program was aligned with the Sustainable Development Goals (SDGs) by promoting technology-driven empowerment and local innovation. The empowerment approach combined interactive lectures, hands-on practice, and participatory collaboration involving 26 participants consisting of village officials, PKK women’s group members, and local residents. Activities were conducted in Suko Mulyo Village, Tenggarong Seberang District, Kutai Kartanegara Regency, East Kalimantan Province, from late July to mid-August 2025. The results showed a clear improvement in participants’ understanding and skills, reflected in an average knowledge increase of 38.6 percent. The program produced three main outputs: an operational drip irrigation system, a digital marketing training module, and a publicly accessible Web-GIS platform of village potentials. Overall, the program enhanced community capacity, encouraged local economic growth, and supported sustainable village development based on technology. Keywords: digital marketing; derip irrigation; community empowerment; MSME; web GIS
Peningkatan pengetahuan tentang penanganan fraktur pra hospital pada Siswa SMA Negeri 5 Kota Bengkulu dengan metode demonstrasi Rosyadi, Imron; Hasymi, Yusran; Yustisia, Nova; Wasalamah, Bardah; Sorena, Esti; Susilawati, Desi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.36144

Abstract

AbstrakKondisi gawat darurat pada anak usia SMA memiliki potensi yang cukup tinggi. Hal ini dikarenakan anak usia SMA memiliki aktivitas yang sangat tinggi di luar rumah. Kondisi gawat darurat seperti fraktur dapat menimpa siswa SMA saat berada di sekolah. Sehingga kemampuan untuk melakukan pertolongan pertama pada saat kejadian sangat dibutuhkan. SMA Negeri 5 Kota Bengkulu terletak di pusat Kota Bengkulu dengan lalu lintas yang cukup padat. Hal ini menjadi faktor yang kuat bagi pengabdi untuk memilih SMA Negeri 5 menjadi lokasi pengabdian masyarakat. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang penanganan fraktur pra hospital dengan menggunakan metode demonstrasi dengan diawali penyuluhan kesehatan. Peserta pengabdian masyarakat adalah siswa kelas XI yang berjumlah 50 orang. Metode pelaksanaan yang dilakukan adalah dengan memberikan pretest terlebih dahulu. Selanjutnya pengabdi memberikan edukasi kesehatan dan demonstrasi penanganan fraktur pada peserta. Setelah itu pengabdi memberikan posttest untuk mengukur tingkat pemahaman siswa dalam menangani fraktur. Hasil yang didapatkan adalah adanya peningkatan skor pengetahuan siswa. Rerata nilai pretest adalah 75 dan rerata nilai posttest adalah 85. Hasil pengabdian ini menunjukkan pemberian edukasi kesehatan dan metode demonstrasi efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa SMA dalam memberikan pertolongan gawat darurat pra hospital pada korban yang mengalami fraktur. Kata kunci: fraktur; pra hospital; edukasi kesehatan; demonstrasi AbstractEmergency conditions in high school students have a high potential. This is because high school students have very high activities outside the home. Emergency conditions such as fractures can occur to high school students while at school. Therefore, the ability to provide first aid at the time of the incident is crucial. State Senior High School 5 in Bengkulu City is located in the center of Bengkulu City with heavy traffic. This is a strong factor for volunteers to choose State Senior High School 5 as the location for community service. The aim of this community service is to improve students' understanding of pre-hospital fracture management using a demonstration method preceded by health education. The participants of the community service are 50 students in grade XI. The implementation method includes conducting a pretest first. Then, the volunteers provide health education and demonstrate fracture management to the participants. After that, a posttest is given to measure the students' level of understanding in handling fractures. The results show an increase in students' knowledge scores. The average pretest score is 75 and the average posttest score is 85. This community service project demonstrates that health education and demonstration methods are effective in improving high school students' understanding of providing pre-hospital emergency assistance to victims with fractures. Keywords: fracture; pre-hospital; health education; demonstration
Pelatihan pembuatan bakso ikan terbang pada POKLAHSAR Mosso Indah di Labuang, Sulawesi Barat Nur, Muhammad; Ihsan, Muhammad Nur; Tenriware, Tenriware; Alam Nasyrah, Adiara; Ayuandiani, Wulan; Husniah, Husniah; Tikawati, Tikawati; Said, Muhammad; Sapri, Rasti; Wahana, Syainullah; Fahrul, Fahrul
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.34247

Abstract

AbstrakKelurahan Mosso merupakan wilayah penghasil ikan terbang di Sulawesi Barat. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pelatihan dan penerapan cara pembuatan bakso ikan terbang yang baik dan benar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan pada Hari Minggu, tanggal 5 Juli 2025 yaitu pemberian materi dan penerapan pembuatan bakso ikan terbang di lingkungan Somba, Kelurahan Mosso, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat. Metode kegiatan ini adalah pemberian materi cara pembuatan bakso dan penerapan pembuatan bakso ikan terbang secara langsung. Kegiatan ini diikuti oleh kelompok Pokhlaksar Mosso Indah dengan jumlah anggota 10 orang terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara dan anggota mitra usaha. Pengukuran tingkat pengetahuan peserta dilakukan melalui pre-test dan post-test dengan rentang skor 0–100, sedangkan keterampilan dinilai menggunakan skala 1–4. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada rata-rata pengetahuan peserta, yaitu dari 50 menjadi 80 setelah pelatihan. Selain itu, sebanyak 85 % peserta mencapai level keterampilan ≥3, yang mengindikasikan bahwa sebagian besar peserta telah memiliki kemampuan baik dalam proses produksi dan pengemasan produk bakso ikan terbang. Hasil dari kegiatan ini adalah peningkatan keterampilan dan pengetahuan baru kepada kelompok mitra usaha dalam penerapan pembuatan bekso ikan terbang dengan baik dan benar yang dapat meningkatkan kualitas bakso ikan terbang.  Selain itu, kelompok mitra usaha diberikan pengetahuan terkait dengan pengemasan produk bakso ikan terbang sehingga daya simpan lebih lama. Keywords: ikan terbang; masyarakat;  bakso ikan terbang; pengemasan; Sulawesi Barat Abstract Mosso Village is a producer of flying fish in West Sulawesi. The purpose of this activity is to provide training and the proper method for making flying fish meatballs. The community service activity was conducted on Sunday, July 5, 2025, which included the provision of materials and the practical application of making flying fish meatballs in the Somba area, Mosso Village, Majene Regency, West Sulawesi Province. The method of this activity is the provision of material on how to make meatballs and the direct application of making flying fish meatballs. This activity was attended by the Mosso Indah Pokhlaksar group, consisting of 10 members including the chairman, secretary, treasurer, and business partner members. Participants' knowledge levels were measured using a pre-test and post-test with a score range of 0–100, while skills were assessed using a scale of 1–4. The evaluation results showed a significant increase in participants' average knowledge, from 50 to 80 after the training. Furthermore, 85% of participants achieved a skill level ≥3, indicating that most participants had developed good skills in the production and packaging of flying fish meatballs. The outcome of this activity was an increase in skills and new knowledge for the business partner group in the proper and correct application of making flying fish meatballs, which can improve the quality of flying fish meatballs. Additionally, the business partner group was provided with knowledge related to packaging flying fish meatball products to extend their shelf life. Kata kunci: flying fish; community; meatball production; packaging; West Sulawesi