cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,588 Documents
Optimalisasi pembiasaan makan sehat bergizi dan hidup berkelanjutan di MI Al Hidayah Bangli melalui teknologi sekolah cerdas pangan berbantuan IoT (Internet of Things) Fitriyana, Nurul Isnaini; Putra, I Putu Andika Subagya; Purwantara, I Komang Gde Trisna; Suryawan, I Gede; Yasa, I Putu Rama Putra; Luhardi, Dellista Hapsari Roro
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.35446

Abstract

Abstrak MI Al Hidayah Bangli merupakan sekolah inklusif dengan 5 (lima) orang siswa berkebutuhan khusus (autisme dan tuna grahita) dari total siswa 100 orang (5%). Seluruh siswa di sekolah ini berasal dari etnis Jawa serta beragama Islam. Disabilitas, bahasa, budaya, etnik, kepercayaan, dan gender merupakan aspek yang memengaruhi inklusifitas. Pendidikan karakter merupakan bagian penting dalam sistem pendidikan, karena melalui pendidikan karakter akan terbentuk individu yang inklusif, terdidik, dan toleransi. Pendidikan karakter dapat dicapai melalui salah satu bentuk yaitu Pusat Kegiatan Belajar melalui kegiatan terpadu yaitu “Sekolah Cerdas Pangan” di MI Al Hidayah Bangli. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini menyediakan media pembelajaran multiliterasi berbasis ketahanan pangan di MI Al Hidayah. Sehingga, akan terbentuk pembiasaan makan sehat bergizi dan dan hidup berkelanjutan yang akan membentuk karakter yang inklusif. Teknologi Sekolah Cerdas Pangan dilaksanakan dalam beberapa tahap. Yang pertama adalah penanaman tanaman pangan (stroberi) dan tanaman obat (jahe) di Kebun Cerdas berbantuan teknologi IoT (Internet of Things). Yang kedua adalah edukasi dan praktik pembiasaan makan sehat bergizi berbantuan media pembelajaran flipbook digilat ber ISBN dengan judul Pangan Sehat. Yang ketiga adalah pengolahan sampah pangan menjadi ekoenzim berbantuan flip book digital. Evaluasi keberhasilan program dapat dilihat berdasarkan data terkuantifikasi, melalui pre-test dan post-test terhadap guru dan siswa di MI Al Hidayah Bangli. Hasil evaluai menunjukkan peningkatan pemahaman tentang teknologi IoT sebesar 81,70%; tentang pangan sehat 82,42%; tentang pengolahan sampah pangan 81,08%, serta tentang literasi budaya dan kewargaan sebesar 81,54%. Kata kunci: multiliterasi; IoT; sekolah cerdas pangan; pembiasaan makan sehat bergizi; kebun cerdas. Abstract MI Al Hidayah Bangli is an inclusive school accommodating five students with special needs (autism and intellectual disability), constituting 5% of the total student population of 100 individuals. All students in this school are of Javanese ethnicity and adhere to the Islamic faith. Disability, language, culture, ethnicity, belief, and gender are aspects that influence inclusivity. Character education is a crucial component within the education system, as it fosters the development of inclusive, educated, and tolerant individuals. Character education can be achieved through various forms, one of which is the Learning Activity Center (Pusat Kegiatan Belajar), implemented through the integrated activity "Smart Food School" (Sekolah Cerdas Pangan) at MI Al Hidayah Bangli. The objective of this community engagement activity is to provide multiliteracy learning media based on food security at MI Al Hidayah. Consequently, this initiative aims to establish a habit of healthy and nutritious eating and sustainable living, which will subsequently shape an inclusive character. The Smart Food School Technology was executed in several phases: First phase involved the cultivation of food crops (strawberries) and medicinal plants (ginger) in the Smart Garden (Kebun Cerdas) with the assistance of IoT (Internet of Things) technology. Second phase comprised education and practical implementation of healthy and nutritious eating habits, utilizing a digital flipbook learning medium with an ISBN, titled Pangan Sehat (Healthy Food). Third phase focused on processing food waste into eco-enzymes, also supported by a digital flipbook. The program's success was evaluated based on quantified data obtained from pre-tests and post-tests administered to teachers and students at MI Al Hidayah Bangli. Evaluation results indicated an increase in understanding: 81,70% regarding IoT technology; 82,42% concerning healthy food; and 81,08% pertaining to food waste processing; and 81,54% cultural literacy Keywords: multiliteracy; IoT; smart garden; smart food school; habituation of eating nutritious and healthy food
Optimalisasi perilaku perawatan kesehatan diri melalui penguatan literasi dan skrining kesehatan untuk mencegah penyakit tidak menular Antari, Gusti Ayu Ary; Devi, Ni Luh Putu Shinta; Widyanthari, Desak Made
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.35196

Abstract

Abstrak Prevalensi penyakit tidak menular terus meningkat dengan determinan utamanya adalah perilaku yang tidak sehat. Meskipun studi menunjukkan berbagai manfaat dari perilaku perawatan kesehatan, penerapannya masih kurang di level masyarakat. Rendahnya literasi, motivasi dan kepatuhan menjadi faktor yang turut berkonstribusi terhadap situasi tersebut. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan melalui edukasi promotif-preventif dan skrining kesehatan dasar. Kegiatan dilaksanakan pada 58 masyarakat Desa Tunjuk, Kabupaten Tabanan, tanggal 18-23 Agustus 2025, dengan metode edukasi dan pemeriksaan kesehatan. Hasil kegiatan yang diperoleh berdasarkan diskusi dan tanggapan peserta menunjukkan bahwa edukasi dinilai mampu meningkatkan pemahaman peserta mengenai perawatan kesehatan diri, Rata-rata indeks massa tubuh 24,41 kg/m2, tekanan darah sistolik 132,29 mmHg, kadar asam urat 5,54 mg/dl, kadar kolesterol 258,92 mg/dl dan kadar gula darah sewaktu 126,63 mg/dl. Peserta telah teredukasi mengenai perawatan kesehatan dan tindak lanjut terhadap hasil skrining kesehatan tersebut. Hasil pengabdian menunjukkan perlunya program edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan untuk mendorong internalisasi perilaku perawatan kesehatan diri secara konsisten. Implikasi dari kegiatan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah desa, puskesmas dan masyarakat untuk mengembangkan program perawatan kesehatan diri yang berkelanjutan. Kata kunci: literasi kesehatan; penyakit tidak menular; perawatan kesehatan diri; skrining. AbstractThe prevalence of non-communicable diseases has shown a persistent upward trend, predominantly driven by unhealthy lifestyle behaviors. Although prior research has consistently highlighted the benefits of health-promoting practices, their adoption at the community level remains suboptimal. Contributing factors include limited health literacy, low intrinsic motivation, and inadequate adherence to recommended behaviors. This community engagement initiative was designed to strengthen health literacy through promotive–preventive education and basic health screening. The program was implemented among 58 residents of Tunjuk Village, Tabanan Regency, dated 18-23 August 2025, utilizing structured educational sessions and comprehensive health assessments. Based on participants’ discussions and feedback, the educational activities were considered effective in improving their understanding of self-care, alongside clinical outcomes indicating a mean body mass index of 24.41 kg/m², mean systolic blood pressure of 132.29 mmHg, mean uric acid level of 5.54 mg/dl, mean cholesterol level of 258.92 mg/dl, and mean blood glucose level of 126.63 mg/dl. Participants received targeted education on self-care practices as well as recommendations for appropriate follow-up based on their screening results. The outcomes highlight the critical need for sustained, community-based educational interventions to foster the long-term internalization and consistent practice of health-promoting behaviors. Furthermore, the findings emphasize the importance of collaborative efforts among local authorities, primary healthcare services, and the community to ensure the continuity and sustainability of community-based self-care programs. Keywords: health literacy; non-communicable disease; self-care management; screening
Optimalisasi skill digital marketing berbasis ICT untuk siswa SMK jurusan akuntansi dan perkantoran Nababan, Junerdi; Sembiring, Asha; Hazimah, Zulfa; Kusnadi, Kusnadi; Ravel, Mutiha Aristo
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.34283

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi digital menuntut peningkatan keterampilan digital marketing yang berbasis teknologi informasi bagi siswa SMK, khususnya jurusan Akuntansi dan Perkantoran. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan skill digital marketing berbasis ICT untuk siswa SMK Akuntansi dan Perkantoran SMK Negeri 1 Kutalimbaru. Kegiatan ini diikuti oleh 24 siswa sebagai mitra sasaran yang memperoleh pelatihan praktik pembuatan katalog produk digital menggunakan Canva, pembuatan laporan respons kampanye menggunakan Excel dan Google Sheets, analisis data pelanggan dari form pemesanan, serta penjadwalan konten dan follow-up pelanggan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Project Based Learning dengan kombinasi ceramah, praktik langsung, diskusi, dan evaluasi. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan kemampuan siswa dalam menguasai alat digital yang relevan dengan kebutuhan industri 5.0, tercermin dari kemampuan mereka membuat materi promosi digital yang profesional dan laporan analisis data kampanye yang informatif. Program ini berkontribusi pada peningkatan daya saing lulusan SMK dalam menghadapi tantangan dunia kerja digital dan mendukung transformasi pendidikan vokasi berbasis ICT. Kata kunci: pengabdian masyarakat; pelatihan; digital marketing; ICT; SMK akuntansi dan perkantoran. Abstract The development of digital technology requires an increase in information technology-based digital marketing skills for vocational school students, especially those majoring in accounting and office administration. This community service program aims to optimize ICT-based digital marketing skills for vocational high school students in the Accounting and Office Administration departments at State Vocational High School 1 Kutalimbaru. The program was attended by 24 students as target participants who received practical training in creating digital product catalogs using Canva, generating campaign response reports using Excel and Google Sheets, analyzing customer data from order forms, and scheduling content and customer follow-ups. The implementation method used a Project-Based Learning approach combined with lectures, hands-on practice, discussions, and evaluations. The training results demonstrated an improvement in students' ability to master digital tools relevant to Industry 5.0 needs, reflected in their ability to create professional digital promotional materials and informative campaign data analysis reports. This program contributes to enhancing the competitiveness of vocational school graduates in facing the challenges of the digital workplace and supports ICT-based vocational education transformation. Keywords: community service; training; digital marketing; ICT; vocational school of accounting and office administration.
Pengabdian kepada masyarakat melalui pengembangan modul interaktif untuk peningkatan kualitas pembelajaran statistika di SMP Satu Atap Negeri Maumolo Simarmata, Justin Eduardo; Kehi, Yohanes Jefrianus; Laja, Yosepha Patricia Wua; Purnomo, Miko; Chrisinta, Debora; Abi, Roberto; Tavares, Ricson
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.34518

Abstract

Abstrak Pembelajaran Statistika di tingkat SMP sering dianggap sulit oleh siswa karena penyajiannya yang cenderung abstrak dan kurang kontekstual. Kondisi ini juga dialami oleh siswa SMP Satu Atap Negeri Maumolo, khususnya di kelas VIII, yang menunjukkan rendahnya pemahaman konsep dasar Statistika. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan dan menerapkan modul interaktif sebagai media pembelajaran yang dapat meningkatkan pemahaman siswa. Mitra kegiatan adalah SMP Satu Atap Negeri Maumolo dengan sasaran 30 siswa kelas VIII yang mengikuti kegiatan selama dua hari, pada tanggal 1 dan 2 Agustus 2025. Metode pelaksanaan meliputi penyusunan modul interaktif, penyampaian materi berbasis kontekstual, diskusi, serta pendampingan dalam mengerjakan latihan soal. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa yang terlihat dari peningkatan rata-rata nilai latihan dari 58 pada awal kegiatan menjadi 80 setelah penggunaan modul. Secara kualitatif, siswa menyatakan modul mudah dipahami, tampilannya menarik, serta membantu meningkatkan kepercayaan diri dalam mempelajari Statistika. Lebih dari 85% siswa terlibat aktif dalam diskusi dan mampu menyelesaikan soal dengan baik. Dengan demikian, kegiatan ini memberikan dampak positif dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran Statistika dan dapat dijadikan model alternatif pembelajaran bagi sekolah-sekolah di wilayah perbatasan. Kata kunci: Pengabdian masyarakat; modul interaktif; statistika; pemahaman siswa; SMP. Abstract Statistics learning at the junior high school level is often perceived as difficult by students due to its abstract presentation and lack of contextual approaches. This condition is also found among eighth-grade students of SMP Satu Atap Negeri Maumolo, who demonstrate limited understanding of basic statistical concepts. Therefore, this community service activity aimed to develop and implement an interactive module as a learning medium to improve students’ comprehension. The partner institution was SMP Satu Atap Negeri Maumolo, involving 30 eighth-grade students who participated in the program over two days, on August 1–2, 2025. The implementation methods included the development of the interactive module, contextual delivery of materials, group discussions, and guided practice in solving problems provided in the module. The results indicated an improvement in students’ understanding, as reflected in the increase of average practice scores from 58 at the beginning of the activity to 80 after the module was applied. Qualitatively, students reported that the module was easy to understand, visually engaging, and helpful in building their confidence in learning Statistics. More than 85% of students actively engaged in discussions and successfully completed the exercises. In conclusion, this activity had a positive impact on improving the quality of Statistics learning and can serve as an alternative model for schools in border regions. Keywords: community service; interactive module; statistics; student comprehension; junior high school.
Peningkatan literasi digital petani melalui sosialisasi pemanfaatan teknologi digital di Desa Cempaka Ogan Komering Ulu (OKU) Timur Oktadini, Nabila Rizky; Gumay, Naretha Kawadha Pasemah; Marjusalinah, Anna Dwi; Meiriza, Allsela; Lestarini, Dinda; Hardiyanti, Dinna Yunika; Raflesia, Sarifah Putri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.34460

Abstract

AbstrakPemanfaatan teknologi digital di sektor pertanian dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas petani. Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan literasi digital dan pengelolaan pengetahuan kepada Kelompok Tani (Poktan) Harapan Kita II di Kecamatan Cempaka Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur yang berjumlah 29 orang. Adapun petani yang tergabung dalam kelompok tani Harapan Kita II memiliki komoditas pertanian yang beragam seperti padi, tanaman buah seperti pepaya, jambu, dan berbagai jenis sayuran. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dengan beberapa tahapan yaitu persiapan, pembuatan materi penyuluhan dan pelatihan, penyuluhan dan pelatihan, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan adalah adanya peningkatan literasi digital petani terkait masalah hama dan penyakit tanaman, yang berimplikasi pada kemampuan mereka dalam mengakses informasi dan berbagi pengetahuan. Diharapkan kegiatan ini dapat terus berlanjut untuk mendukung keberlanjutan pertanian modern. Kata kunci: sosialisasi; literasi digital; pertanian; berbagi pengetahuan. AbstractThe utilization of digital technology in the agricultural sector can enhance farmers’ efficiency and productivity. This activity aims to promote digital literacy and knowledge management among the Harapan Kita II Farmers Group (Poktan) in Cempaka District, Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, consisting of 29 members. The farmers in this group cultivate various agricultural commodities such as rice, fruit crops like papaya and guava, as well as a variety of vegetables. The implementation of this community service program was carried out through several stages, including preparation, development of extension and training materials, delivery of extension and training sessions, assistance, and monitoring and evaluation. The results of this activity indicate an improvement in farmers’ digital literacy concerning pest and disease management, which has implications for their ability to access information and share knowledge. It is expected that this program will continue to support the sustainability of modern agriculture. Keywords: socialization; digital literacy; agriculture; knowledge sharing.
Sosialisasi masyarakat melalui demonstrasi pembuatan produk kesehatan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dalam pencegahan penyakit dispepsia di Kelurahan Siantan Hulu Kurniawan, Hadi; Fajriaty, Inarah; Julian, The Hezkiel David; Nursapni, Salma; Amelia, Nanda; Syamsa, Layla
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.33523

Abstract

Abstrak Dispepsia merupakan salah satu masalah kesehatan dengan prevalensi tinggi di Indonesia, termasuk di Kelurahan Siantan Hulu, Pontianak Utara, Kalimantan Barat, di mana tercatat 519 kasus pada Januari–Mei 2025. Kurangnya pengetahuan mengenai penyebab, pencegahan, dan penanganan dispepsia menjadi perhatian utama. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang dispepsia serta memperkenalkan pemanfaatan herbal lokal sebagai alternatif terapi. Kegiatan dilaksanakan bersama mitra ibu PKK, perangkat RT/RW, serta siswa/i SMKN 6 Pontianak, dengan total 61 peserta terlibat. Metode pelaksanaan berupa pelatihan praktis disertai pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukan peningkatan pengetahuan peserta dari rata-rata 75,52 (pre-test) menjadi 83,06 (post-test), atau naik 9,98%. Sebanyak 50,7% peserta menilai kegiatan ini baik dan 45,9% menilai sangat baik. Kegiatan juga berhasil menumbuhkan minat masyarakat dalam pemanfaatan dan pembuatan herbal lokal untuk upaya pencegahan penyakit saluran cerna. Kata kunci: dispepsia; edukasi kesehatan; tanaman herbal; masyarakat; Siantan Hulu. Abstract Dyspepsia is a common health problem with a high prevalence in Indonesia, including in Siantan Hulu Village, North Pontianak, West Kalimantan, where 519 cases were recorded from January to May 2025. Lack of knowledge about the causes, prevention, and management of dyspepsia is a primary concern. This community service activity aims to increase public knowledge and awareness about dyspepsia and introduce the use of local herbs as an alternative therapy. The activity was conducted together with partners from the PKK women's group, neighborhood officials (RT/RW), and students of SMKN 6 Pontianak, involving a total of 61 participants. The implementation method consisted of practical training accompanied by pre-tests and post-tests. Evaluation results showed an increase in participants' knowledge from an average score of 75.52 (pre-test) to 83.06 (post-test), an improvement of 9.98%. Approximately 50.7% of participants rated the activity as good and 45.9% as very good. The activity also succeeded in fostering community interest in utilizing and making local herbal remedies for the prevention of digestive tract diseases. Keywords: dyspepsia; health education; herbal plants; community; Siantan Hulu.
Edukasi teknologi pengolahan limbah padi menuju ketahanan pangan di Kota Tarakan Wulandari, Dewi Elviana Cahyaning C.; Suryana, Nia Kurniasih; Santoso, Dwi; Zahara, Siti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.34979

Abstract

Abstrak Kota Tarakan merupakan daerah dataran rendah dengan luas wilayah 250,80 km², di mana Kecamatan Tarakan Timur menjadi sentra pertanian dengan areal 297,115 ha dan menampung sekitar 36% petani. Potensi tersebut menjadikan wilayah ini sebagai penyumbang terbesar produksi pertanian di Kota Tarakan. Namun, pengelolaan pertanian berkelanjutan menuntut perhatian tidak hanya pada aspek lingkungan, tetapi juga ekonomi dan sosial. Salah satu permasalahan yang dihadapi petani adalah pengelolaan limbah padi, khususnya sekam, yang kaya unsur silika tetapi selama ini kurang dimanfaatkan. Berdasarkan identifikasi masalah, ditetapkan tiga prioritas utama, yaitu: (1) edukasi teknologi pemupukan yang baik dan benar, (2) edukasi inovasi pembuatan pupuk silika, dan (3) edukasi manajemen usahatani. Kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan bersama Kelompok Tani Serumpun Satu. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa petani mampu memahami dan mempraktikkan teknologi pemupukan yang tepat, memperoleh pengetahuan serta keterampilan dalam mengolah limbah sekam menjadi pupuk silika, dan mulai menerapkan manajemen usahatani secara lebih efisien. Dampak kegiatan ini tidak hanya mengurangi potensi pencemaran lingkungan, tetapi juga membuka peluang peningkatan nilai tambah dan efisiensi usaha tani. Pada tahap berikutnya, tim pelaksana bersama mitra akan melakukan pemantauan untuk menilai dampak penggunaan pupuk silika dan penerapan manajemen usahatani terhadap keberlanjutan produksi pertanian. Kata Kunci: padi; usahatani; pupuk; silika; limbah. AbstractTarakan City is a lowland area with an area of 250.80 km², where East Tarakan District is the center of agriculture with an area of 297.115 ha and accommodates around 36% of farmers. This potential makes this area the largest contributor to agricultural production in Tarakan City. However, sustainable agricultural management requires attention not only to environmental aspects, but also economic and social aspects. One of the problems faced by farmers is the management of rice waste, especially husks, which are rich in silica but have been underutilized. Based on the identification of problems, three main priorities were set, namely: (1) education on good and proper fertilization technology, (2) education on innovations in silica fertilizer production, and (3) education on farm management. The community service activities were carried out through socialization, training, and assistance with the Serumpun Satu Farmer Group. The results of the activities showed that farmers were able to understand and practice proper fertilization technology, acquire knowledge and skills in processing husk waste into silica fertilizer, and begin to implement more efficient farm management. The impact of these activities not only reduced the potential for environmental pollution but also opened up opportunities to increase added value and farming efficiency. In the next stage, the implementation team and partners will conduct monitoring to assess the impact of silica fertilizer use and the application of farm management on the sustainability of agricultural production. Keywords: rice; farming; fertilizer; silica; waste.
Peningkatan pengetahuan kader posyandu melalui inisiasi program posyandu remaja sehat di Desa Pace, Jember Rafi, Rizki Nur; Pratikno, Cahyaning Putri; Izzafattatin, Kurnia; Kusumawardani, Devi Arine; Baroya, Ni'mal; Wijayanto, Dony; Sari, Vina Ameliatunnikmah Desya Cournia
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.34469

Abstract

AbstrakRemaja termasuk kelompok usia yang rentan terhadap berbagai permasalahan kesehatan, seperti kurangnya pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi, gizi, kesehatan mental, serta rendahnya akses terhadap layanan kesehatan ramah remaja. Desa Pace, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, belum memiliki program posyandu remaja sehingga kebutuhan layanan kesehatan remaja belum terpenuhi secara optimal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menginisiasi pembentukan posyandu remaja melalui pendekatan pemberdayaan berbasis partisipasi yang dilaksanakan pada 29 Oktober – 16 Desember 2024 . Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) yang melibatkan remaja, masyarakat, tokoh desa, dan tenaga kesehatan. Tahapan kegiatan meliputi Survei Mawas Diri (SMD) untuk mengidentifikasi permasalahan kesehatan remaja dengan sasaran 80 orang, Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) untuk membangun kesepakatan pembentukan posyandu remaja dengan sasaran 39 orang, serta capacity building kader remaja guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengelolaan posyandu dengan sasaran 10 orang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebanyak 97,5% remaja dan 100% masyarakat serta tokoh desa mendukung terbentuknya posyandu remaja. MMD menghasilkan kesepakatan bersama pembentukan posyandu remaja yang ditandai dengan rencana penerbitan Surat Keputusan Kepala Desa. Pelatihan kader remaja berhasil meningkatkan pengetahuan sebesar 11% (dari nilai rata-rata pre-test 68% menjadi 79% pada post-test). Seluruh kader mampu memahami dan mempraktikkan konsep lima meja posyandu serta mengisi kartu kecerdasan majemuk dengan benar (100%). Pendekatan partisipatif mampu meningkatkan kesadaran, keterlibatan, dan kapasitas remaja serta masyarakat dalam pengelolaan posyandu remaja. Keberhasilan inisiasi posyandu remaja di Desa Pace diharapkan menjadi model percontohan layanan kesehatan ramah remaja di wilayah pedesaan dan mendukung upaya promotif serta preventif bagi generasi muda. Kata kunci: kader remaja; kesehatan remaja; partisipasi masyarakat; pemberdayaan; posyandu Abstract Adolescents are an age group vulnerable to various health problems, such as a lack of knowledge about reproductive health, nutrition, and mental health, and low access to youth-friendly health services. Pace Village, Silo District, Jember Regency, does not yet have a youth posyandu program, so the needs of adolescent health services have not been optimally met. This community service activity aims to initiate the establishment of a youth posyandu through a participatory empowerment approach, which was implemented from October 29 to December 16, 2024. The method employed was Participatory Rural Appraisal (PRA), which involved adolescents, the community, village leaders, and health workers. The activity stages included a Self-Awareness Survey (SMD) to identify adolescent health problems with a target of 80 people, a Village Community Deliberation (MMD) to build an agreement on the establishment of a youth posyandu with a target of 39 people, and capacity building for adolescent cadres to improve knowledge and skills in managing a posyandu with a target of 10 people. The results of the activity showed that 97.5% of adolescents and 100% of the community and village leaders supported the establishment of a youth posyandu. The MMD resulted in a joint agreement to establish a youth integrated health post (Posyandu), marked by the planned issuance of a Village Head Decree. The training of youth cadres successfully increased knowledge by 11% (from an average pre-test score of 68% to 79% in the post-test). All cadres were able to understand and practice the concept of the five Posyandu tables and correctly fill out the multiple intelligence cards (100%). The participatory approach successfully increased awareness, involvement, and capacity among youth and the community in managing the youth Posyandu. The successful initiation of the youth Posyandu in Pace Village is expected to become a pilot model for youth-friendly health services in rural areas, supporting promotive and preventive efforts for the younger generation. Keywords: adolescent cadres; adolescent health; community participation; empowerment; integrated service post
Pemberdayaan masyarakat guna mewujudkan sustainable village development di Desa Cekel, Kabupaten Grobogan berbasis sektor pertanian Widodo, Rahmat Doni; Saptariana, Saptariana; Santoso, Dwi Budi; Rachmadi, Moch Faizal
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.35565

Abstract

AbstrakTujuan kegiatan pengabdian adalah untuk meningkatkan kompetensi, keterampilan dan wawasan masyarakat Desa Cekel beserta mitra sasaran dalam optimalisasi sektor pertanian, sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi inovasi yang tepat. Pertanian mempunyai peran vital dalam pembangunan ekonomi dan ketahanan pangan Indonesia. Hampir 30% penduduk Indonesia menggantungkan hidup pada sektor pertanian. Upaya yang dilakukan pemerintah adalah mewujudkan swasembada pangan berbasis kearifan lokal khususnya pada sektor pertanian. Langkah tersebut sejalan dengan Asta Cita ke-2, ke-3, ke-4 dan ke-6 yang menjadi prioritas program dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2025-2029. Termasuk halnya di Desa Cekel, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan, mayoritas penduduknya bermatapencaharian di sektor pertanian seperti jagung dan pisang. Selama ini, masyarakat Cekel melakukan transaksi jual beli jagung dan pisang dalam bentuk buah segar yang sudah matang. Disamping itu, masih minimnya pengetahuan, wawasan dan keterampilan pasca panen menjadi kendala yang masih dihadapi termasuk halnya terbatasnya alat produksi pasca panen. Metode pelaksanaan adalah sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi serta keberlanjutan program. Teknologi dan inovasi yang diimplementasikan pada mitra sasaran Kelompok Wanita Tani Srikandi ini diantaranya adalah seperti mesin penepung, mesin perajang, oven, tungku penggorengan, spinner dan sebagainya. Disamping itu, bantuan Teknologi Tepat Guna seperti mesin pencacah bonggol juga diserahkan, sebagai solusi untuk memanfaatkan limbah bonggol yang tidak bermanfaat menjadi suatu produk bahan briket maupun lainnya. Pelatihan diversifikasi olahan produk juga dilakukan dengan mengolah pisang dan jagung menjadi keripik pisang, sale pisang, egg rolls, bolen pisang dan pudding jagung. Sementara pendampingan pemasaran digital dan web bisnis. Kata kunci: diversifikasi produk; pelatihan; pemasaran digital; pertanian; teknologi tepat guna. AbstractThe aim of the community service activities is to improve the competence, skills and insight of the Cekel Village community and target partners in optimizing the agricultural sector, as a form of community empowerment based on appropriate innovative technology. Agriculture plays a vital role in Indonesia's economic development and food security. Nearly 30% of Indonesia's population relies on the agricultural sector for its livelihood. The government's efforts are to achieve food self-sufficiency based on local wisdom, particularly in the agricultural sector. This step aligns with Asta Cita 2, 3, 4, and 6, which are priority programs in the 2025-2029 National Medium-Term Development Plan (RPJMN). In Cekel Village, Karangrayung District, Grobogan Regency, the majority of the population earns a living in the agricultural sector, particularly in corn and bananas. The Cekel community has traditionally traded corn and bananas in the form of fresh, ripe fruit. Furthermore, a lack of post-harvest knowledge, insight, and skills remains a persistent obstacle, including limited post-harvest production equipment. Implementation methods include outreach, training, technology application, mentoring, evaluation, and program sustainability. The technologies and innovations implemented for the target partners of the Srikandi Women's Farmers Group (KWT) include flouring machines, shredding machines, ovens, frying pans, spinners, and so on. In addition, Appropriate Technology assistance, such as a corn cob shredding machine, was also provided as a solution to utilize useless corn cob waste into briquettes and other products. Training on product diversification was also conducted by processing bananas and corn into banana chips, banana sale, egg rolls, banana bolen, and corn pudding. Meanwhile, digital marketing and business web assistance were provided. Keywords: product diversification; training; digital marketing; agriculture; appropriate technology.
Pemberdayaan peternak melalui optimalisasi penggunaan alat pencacah rumput odot untuk pembuatan silase serta pemanfaatan teknologi di Kulon Kali Farm Cahyowati, Meireni; Kurniawan, Indra; Prastujati, Anis Usfah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.34266

Abstract

AbstrakBanyuwangi mempunyai potensi terhadap budidaya kambing perah untuk mendukung kebutuhan susu. Tujuan kegiatan ini adalah mendukung peningkatan potensi Kulon Kali Farm melalui pemanfaatan alat pencacah rumput odot, peningkatan kualitas rumput odot melalui pembuatan silase serta pemanfaatan teknologi untuk pemasaran yang dihadiri 17 peserta. Kulon Kali Farm berfokus pada budidaya kambing perah yaitu kambing perah Saanen dan Sapera dengan produk yang dihasilkan susu segar dan susu pasteurisasi. Kambing perah memerlukan pakan untuk kebutuhan nutrisi, jenis pakan yang diberikan meliputi konsentrat dan hijauan jenis rumput odot. Namun mempunyai permasalahan yaitu memerlukan banyak waktu untuk mempersiapkan pakan, banyak limbah pakan. Pembuatan silase menjadi solusi untuk menjaga ketersediaan rumput odot dengan tetap mempertahankan nutrisinya serta mengoptimalkan pemanfaatan alat pencacah rumput odot supaya efisiensi tenaga dan waktu. Selain itu, untuk meningkatkan penjualan produk dari Kulon Kali Farm diperlukan pelatihan pemanfaatan teknologi. Metode kegiatan pengabdian kepada peternak di Kulon Kali Farm meliputi 1) pelatihan peternak di Kulon Kali Farm 2) evaluasi pelaksanaan kegiatan melalui pretest dan post test. Kegiatan mendapat respon positif dari peternak melalui diskusi narasumber dan peserta, peserta mengetahui penggunaan alat pencacah rumput, peserta melaksanakan pembuatan silase, peserta memahami penggunaan teknologi sebagai sarana promosi. Kata kunci: kambing; odot; silase; teknologi AbstractBanyuwangi has potential for dairy goat farming to support milk supply needs. The objective of this activity is to support the enhancement of Kulon Kali Farm's potential through the use of a grass chopper, improving grass quality through silage production, and utilizing marketing technology, attended by 17 participants. Kulon Kali Farm focuses on dairy goat farming, specifically Saanen and Sapera dairy goats, producing fresh milk and pasteurized milk. Dairy goats require feed to meet their nutritional needs, with the types of feed provided including concentrates and forage such as odot grass. However, there are challenges, such as the time-consuming process of preparing feed and the generation of feed waste. Silage production offers a solution to ensure the availability of odot grass while maintaining its nutritional value and optimizing the use of grass choppers to enhance labor and time efficiency. Additionally, to boost sales of Kulon Kali Farm’s products, training in technology utilization is required. The methods of community service activities for farmers at Kulon Kali Farm include: 1) training for farmers at Kulon Kali Farm, 2) evaluating the implementation of activities through pre-tests and post-tests. The activities received positive feedback from farmers through discussions with experts and participants, participants learned how to use the grass chopper, participants conducted silage production, and participants understood the use of technology as a promotional tool. Keywords: goat; odot; silage; technology.