cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,601 Documents
Peningkatan kualitas pakan serta keterampilan peternak dalam pengelolaan kesehatan ternak saat pandemi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kecamatan Muara Satu Kota Lhokseumawe Zulkifli Zulkifli; Munawwarah Munawwarah; Muuhammad Amran
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.34660

Abstract

Abstrak Kelompok Ternak Citra Mandiri adalah sekelompok peternak yang berfokus pada bisnis peternakan di Desa Padang Sakti, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe. Kegiatan utama mereka adalah pengembangan sapi, terutama dalam hal pemeliharaan dan pembesaran sapi potong berkualitas dari jenis Sapi Aceh. Salah satu tantangan yang dihadapi oleh kelompok ini adalah kurangnya pakan berkualitas serta minimnya pengetahuan tentang pencegahan dan pengendalian penyakit pada sapi, terutama ketika wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) melanda Kota Lhokseumawe. Pakan yang biasanya diberikan terdiri dari hijauan berupa rumput lapangan dan jerami padi, yang menunjukkan rendahnya kualitas pakan, sehingga pertumbuhan sapi bibit dan sapi yang digemukan menjadi terhambat. Dalam program pengabdian kepada masyarakat ini, dilakukan penyuluhan untuk memberikan pengetahuan, terutama mengenai penyediaan pakan menggunakan teknologi fermentasi, silase, dan amoniasi, serta langkah-langkah untuk mencegah dan mengatasi wabah penyakit mulut dan kuku yang sedang terjadi. Metode yang diterapkan dalam program ini adalah dengan menyelenggarakan penyuluhan dan diskusi dengan anggota kelompok petani ternak, serta praktik langsung pembuatan pakan fermentasi, silase, dan amoniasi, serta pelatihan tentang penanganan penyakit Mulut dan Kuku. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa anggota kelompok tani ternak menunjukkan antusiasme yang besar dalam mengikuti penyuluhan dan berdiskusi langsung dengan tim pengabdian. Anggota kelompok telah memahami teknologi pembuatan pakan ternak mulai dari fermentasi hingga silase dan amoniasi, serta pentingnya langkah-langkah pencegahan dan pengendalian penyakit mulut dan kuku pada hewan ternak. Kata kunci: kualitas; pakan; kesehatan ternak; PMK. Abstract Jaya Bersama Farmer Group is a group of cattle farmers who experience challenges in increasing pregnancy and birth rates. The problem that farmers face is the undetected occurrence of estrus or lambing, so that mating scheduling becomes inappropriate and results in failure in the pregnancy process. To overcome this problem, a community service was carried out by applying strategies for pregnancy examination and estrus synchronization (SE) so that signs of estrus are more easily visible. This community service activity consists of three stages, namely socialization, implementation, and evaluation. In the first stage, information and agreements related to the SE program were delivered, followed by implementation in the field. A total of 36 productive female cows were used in this activity, and from the examination of reproductive organs, 7 cows were found to be pregnant, 10 cows had reproductive problems, and 19 cows were ready for estrus synchronization. The hormone used in this process is PGF2α with a two-time injection method. From the synchronization results, 18 cows were observed showing signs of estrus, while 1 cow was not observed. Based on the results of estrus synchronization activities, it can be concluded that the use of estrus synchronization activities can increase the number of cows in heat in the jaya Bersama Livestock Group. Keywords: quality; feed; livestock health; FMD .
Peningkatan pemahaman lingkungan melalui pemanfaatan limbah minyak jelantah di Desa Segorotambak Naufal Dzikri Musyaffa; Maudy Pratiwi Novia Matovanni; Bernice Barbarossa Adine Romansa Patty; Aynia Ayu Nur Afifah; Beta Cahaya Pertiwi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.34350

Abstract

Abstrak Limbah minyak jelantah merupakan permasalahan lingkungan yang signifikan di Desa Segorotambak, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo. Masyarakat umumnya membuang limbah minyak jelantah ke saluran air atau menjualnya kepada tengkulak, yang berpotensi menimbulkan risiko kesehatan dan pencemaran lingkungan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam mengelola limbah minyak jelantah menjadi produk bernilai tambah berupa lilin aroma terapi dan sabun cuci. Kegiatan pengabdian dilakukan pada Sabtu, 31 Mei 2025 di Balai Desa Segorotambak dengan menggunakan metode survei, sosialisasi, pelatihan praktik langsung, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test menggunakan kuesioner. Proses pelatihan mencakup tahap pemurnian minyak jelantah, pembuatan lilin aromatik dengan campuran parafin dan minyak jelantah, pembuatan sabun melalui proses saponifikasi, serta sosialisasi penjualan online pada e-commerce. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap bahaya dan pengelolaan minyak jelantah, serta kemampuan mereka dalam memproduksi dan memasarkan produk hasil olahan menjadi 95%. Kegiatan ini tidak hanya berkontribusi pada pengurangan limbah, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan pemberdayaan komunitas. Program ini diharapkan dapat berkelanjutan dengan dukungan evaluasi dan inovasi lanjutan. Kata kunci: limbah minyak jelantah; sabun cuci; lilin aroma terapi; pemasaran digital; ekonomi hijau Abstract Waste cooking oil is a significant environmental problem in Segorotambak Village, Sedati District, Sidoarjo Regency. People generally dump the waste into drains or sell it to middlemen, which has the potential to cause health risks and environmental pollution. This community service activity aims to increase community awareness and skills in managing waste cooking oil into value-added products in the form of aromatic candles and soap. The methods used include surveys, socialization, direct practice training, and evaluation through pre-tests and post-tests using questionnaires. The training process includes the stages of refining used cooking oil, making aromatic candles with a mixture of paraffin and used cooking oil, making soap through the saponification process, and socializing online sales on e-commerce. The results of the activity showed an increase in community understanding of the dangers and management of used cooking oil, as well as their ability to produce and market processed products. This activity not only contributes to waste reduction, but also opens up economic opportunities and community empowerment. This program is expected to be sustainable with the support of further evaluation and innovation. Keywords: waste of cooking oil; solid soap; aromatherapy candle; digital marketing; green economic
Edukasi mitigasi bencana bagi anak usia dini di Pulau Sebesi melalui game edukatif dan papan interaktif Roby Naufal Arzaqi; Deri Hendriawan; Pepi Nuroniah; Aisah Karunia Rahayu; Ardi Sirajudin Ra'uf; Rizma Rubia Ningsih
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.35209

Abstract

Abstrak Kesiapsiagaan bencana perlu ditanamkan sejak usia dini terutama di wilayah rawan bencana seperti Pulau Sebesi, Lampung Selatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan mitigasi bencana pada anak usia dini, guru, dan orang tua melalui edukasi berbasis media inovatif. Metode yang digunakan meliputi observasi awal, pelatihan guru, sosialisasi orang tua, edukasi anak melalui game edukatif SMIGGI, papan interaktif, lagu mitigasi, simulasi evakuasi, serta evaluasi dengan pre-test, post-test, dan observasi langsung. Kegiatan dilakukan pada tanggal 5-7 Agustus 2025 yang melibatkan 23 anak, 23 orang tua, dan 4 guru PAUD. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan guru (rata-rata skor naik dari 55% menjadi 88%) dan orang tua (dari 48% menjadi 82%). Anak-anak juga menunjukkan keterampilan yang baik: 78% mampu memainkan game SMIGGI secara mandiri, 91% berhasil menempelkan prosedur mitigasi di papan interaktif dengan benar, dan 91% dapat menyanyikan lagu mitigasimem dengan lancar. Simulasi evakuasi memperlihatkan sebagian besar anak mampu mengikuti instruksi dengan tertib. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan bermain, bernyanyi, dan praktik langsung efektif meningkatkan kesiapsiagaan bencana sejak dini. Program ini merekomendasikan integrasi media edukasi ke dalam kurikulum PAUD serta pengulangan simulasi secara rutin agar kesiapsiagaan anak dan keluarga dapat terus terjaga. Kata kunci: anak usia dini; game edukatif; kesiapsiagaan; mitigasi bencana; papan interaktif. Abstract Disaster preparedness needs to be instilled from an early age, especially in disaster-prone areas such as Sebesi Island, South Lampung. This community service activity aims to improve understanding and disaster mitigation skills in early childhood, teachers, and parents through innovative media-based education. The methods used include initial observation, teacher training, parent socialization, children's education through SMIGGI educational games, interactive boards, mitigation songs, evacuation simulations, and evaluation with pre-test, post-test, and direct observation. The activity involved 23 children, 23 parents, and 4 PAUD teachers. The results showed a significant increase in the knowledge of teachers (the average score increased from 55% to 88%) and parents (from 48% to 82%). Children also showed good skills: 78% were able to play SMIGGI games independently, 91% managed to correctly paste the mitigation procedures on the interactive board, and 91% were able to sing mitigation songs fluently. The evacuation simulation showed that most of the children were able to follow instructions in an orderly manner. These findings confirm that play, singing, and hands-on practices are effective in improving disaster preparedness early on. This program recommends the integration of educational media into the PAUD curriculum and the regular repetition of simulations so that the preparedness of children and families can continue to be maintained. Keywords: disaster mitigation; early childhood; educational games; interactive boards; preparedness.
Peningkatan kompetensi digital marketing pelaku UMKM pangan lokal di kawasan destinasi pariwisata prioritas Borobudur Suci Sandi Wachyuni; Dewi Ayu Kusumaningrum; Ramon Hurdawaty
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.34243

Abstract

Abstrak Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan pemahaman digital marketing pelaku UMKM Pangan Lokal di Kawasan DPP Borobudur. Peningkatan kompetensi digital menjadi kebutuhan mendesak agar UMKM mampu beradaptasi dengan perkembangan pemasaran berbasis teknologi. Pelatihan ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Magelang serta beberapa institusi perguruan tinggi. Metode yang digunakan adalah pelatihan berbasis action research melalui tahap pre-test, pemberian materi, praktik terbimbing, dan post-test. Hasil evaluasi dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan peserta, dengan skor rata-rata yang naik dari 50,4% menjadi 93,2% atau tingkat keberhasilan 42,8%. Temuan ini menunjukkan bahwa materi dan metode pelatihan yang diberikan efektif. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan dan pendampingan digital marketing dapat berdampak positif terhadap pengetahuan pelaku UMKM pangan lokal. Rekomendasi kepada pemerintah dan stakeholder untuk mengadakan pendampingan lanjutan yang dilakukan secara intensif dan berbentuk praktik nyata agar UMKM mampu mengimplementasikan digital marketing dengan optiomal dan memberikan manfaat lebih maksimal. Kata kunci: UMKM; pangan lokal; digital marketing; kompetensi digital; literasi digital. AbstractThis activity aims to increase the literacy and understanding of digital marketing of Local Food MSME actors in the Borobudur DPP Area. Improving digital competence is a pressing need for MSMEs to adapt to the evolving technology-based marketing landscape. This training was conducted in collaboration with the Magelang Regency Tourism, Youth, and Sports Office and several higher education institutions. The method used is action research-based training  through the pre-test, material, guided practice, and post-test stages. The results showed a significant increase in the knowledge of the participants, with the average score increasing from 50.4% to 93.2% or a success rate of 42.8%. These findings show that the training materials and methods provided are effective. This activity shows that digital marketing training and assistance can have a positive impact on the knowledge of local food MSME actors. Recommendations to the government and stakeholders to hold follow-up assistance that is carried out intensively and in the form of real practices so that MSMEs are able to implement digital marketing optimally and provide maximum benefits. Keywords: MSMEs; local food; digital marketing; digital competence; digital literacy.
Pengenalan teknologi pembelajaran translanguaging berbasis web untuk meningkatkan literasi bahasa Arab-Indonesia di SMA Muhammadiyah 1 Babat Danang Bagus Reknadi; Siti Mujilahwati; Sugeng Dwi Hartantyo; M. Ghofar Rohman; Sholihul Amri; Uzlifatul Masruroh Isnawati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.35722

Abstract

AbstrakKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan dan mengimplementasikan teknologi translanguaging berbasis web sebagai sarana pendukung peningkatan literasi pembelajaran Bahasa Arab-Indonesia bagi siswa. Media pembelajaran yang tersedia sebelumnya masih terbatas dan belum mampu mengintegrasikan bahasa Arab dan bahasa Indonesia dalam satu platform, sehingga siswa mengalami kesulitan memahami materi secara lebih kontekstual. Kegiatan ini dilaksanakan di SMA Muhammadiyah 1 Babat, dengan melibatkan guru Bahasa Arab dan siswa sebagai peserta uji coba. Proses pengabdian dilakukan melalui analisis kebutuhan, perancangan aplikasi, pengembangan berbasis web, dan uji coba lapangan. Data diperoleh melalui penyebaran angket kepuasan serta observasi langsung terhadap aktivitas belajar mengajar. Tingkat kepuasan guru dan siswa diukur menggunakan kuesioner dengan skala penilaian terhadap kemudahan penggunaan, tampilan, dan manfaat aplikasi dalam proses pembelajaran. Aplikasi translanguaging ini dilengkapi fitur terjemahan kontekstual dua arah, kamus interaktif, dan latihan pemahaman teks yang membantu siswa meningkatkan literasi bahasa serta memudahkan guru dalam penyampaian materi.. Hasil uji menunjukkan tingkat kepuasan guru sebesar 87% dan siswa sebesar 90%, yang menandakan aplikasi ini diterima dengan baik. Secara keseluruhan, kegiatan ini membuktikan bahwa teknologi translanguaging berbasis web efektif mendukung literasi pembelajaran Bahasa Arab-Indonesia, dengan ruang lingkup yang masih dapat diperluas pada jenjang pendidikan lain agar manfaatnya semakin luas. Kata kunci: translanguaging; literasi; berbasis web; bahasa Arab-Indonesia; teknologi pembelajaran. AbstractThis community service activity aims to introduce and implement web-based translanguaging technology as a means of supporting students' Arabic-Indonesian language learning literacy. Previously available learning media were limited and unable to integrate Arabic and Indonesian into a single platform, resulting in students having difficulty understanding the material more contextually. This activity was carried out at SMA Muhammadiyah 1 Babat, involving Arabic language teachers and students as trial participants. The community service process was carried out through needs analysis, application design, web-based development, and field trials. Data were obtained through the distribution of satisfaction questionnaires and direct observation of teaching and learning activities. Teacher and student satisfaction levels were measured using questionnaires with a rating scale for ease of use, appearance, and the application's usefulness in the learning process. This translanguaging application is equipped with a two-way contextual translation feature, an interactive dictionary, and text comprehension exercises that help students improve language literacy and facilitate teachers in delivering material. The test results showed a teacher satisfaction level of 87% and a student satisfaction level of 90%, indicating that the application was well received. Overall, this activity proves that web-based translanguaging technology effectively supports Arabic-Indonesian language learning literacy, with a scope that can still be covered at other levels of education so that its benefits are even broader. Keywords: translanguaging; literacy; web-based; Arabic-Indonesian; learning technology.
Penguatan kapasitas nelayan teradisional dalam penanganan pasca panen melalui edukasi teknologi cold chain dan higiene di Desa Lhok Kuala Bubon Muhammad Arif; Akbardiansyah Akbardiansyah; Delfian Masrura; Rahmawati Rahmawati; Thaib Rizwan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.34320

Abstract

Abstrak Sektor perikanan merupakan sumber pangan dan pendapatan utama bagi masyarakat pesisir, termasuk nelayan tradisional di Desa Lhok Kuala Bubon. Namun, keterbatasan pemahaman terkait penanganan pasca panen, sanitasi, dan penerapan sistem cold chain menyebabkan kualitas ikan menurun, cepat rusak, dan harga jual rendah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan edukasi dan pendampingan kepada nelayan agar mampu menjaga mutu hasil tangkapan melalui penerapan cold chain serta praktik higiene yang benar. Metode pelaksanaan terdiri dari tiga tahap, yaitu sosialisasi, pendampingan, serta evaluasi dan feedback. Sosialisasi dilakukan dengan presentasi, diskusi, dan pemutaran video untuk memperkenalkan prinsip penanganan ikan yang baik. Pendampingan berfokus pada praktik langsung, penggunaan es, cool box, serta kebersihan alat tangkap. Evaluasi menggunakan pre-test dan post-test guna mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan nelayan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman sebesar 25% dengan nilai rata-rata post-test lebih tinggi dari pre-test. Nelayan yang menerapkan cold chain melaporkan ikan lebih segar, tahan lebih lama, serta harga jual meningkat sekitar 5–10%. Dampak langsung kegiatan ini terlihat pada meningkatnya kesadaran dan keterampilan nelayan dalam menjaga kualitas hasil tangkapan, meski keterbatasan akses es dan fasilitas pendingin masih menjadi kendala utama. Program edukasi dan pendampingan cold chain terbukti efektif dalam meningkatkan mutu hasil perikanan dan pendapatan nelayan. Implikasinya, dukungan infrastruktur dan kebijakan dari pemerintah sangat diperlukan agar penerapan teknologi ini dapat berlanjut secara berkesinambungan. Kata kunci: kualitas ikan; nelayan tradisional; penanganan pasca panen; rantai dingin; sanitasi dan higiene Abstract The fisheries sector is a vital source of food and income for coastal communities, including traditional fishers in Lhok Kuala Bubon Village. However, limited knowledge of post-harvest handling, sanitation, and the application of the cold chain system has led to a decline in fish quality, rapid spoilage, and reduced market value. This community engagement program aimed to provide education and assistance to fishers in maintaining catch quality through the implementation of cold chain practices and proper hygiene. The program was carried out in three stages: socialization, mentoring, and evaluation with feedback. Socialization was delivered through presentations, discussions, and educational videos introducing proper fish handling practices. Mentoring emphasized hands-on training in fish handling, the use of ice and cool boxes, and maintaining equipment hygiene. Evaluation was conducted using pre-tests and post-tests to measure improvements in fishers’ knowledge and skills. The results indicated a 25% increase in understanding, with post-test scores significantly higher than pre-test scores. Fishers who adopted cold chain practices reported that their fish remained fresher, lasted longer, and achieved a price increase of around 5–10%. This program had a direct impact on enhancing awareness and skills in maintaining fish quality, although limited access to ice and adequate cooling facilities remains a key challenge. Overall, the cold chain education and mentoring program proved effective in improving fish quality and increasing fishers’ income. Keywords: fish quality; traditional fishers; post-harvest handling; cold chain; sanitation and hygiene
Pemberdayaan masyarakat Desa Peron, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal berbasis optimalisasi IPTEK dan pengolahan pasca panen gula aren Rizki Setiadi; Widiyanto Widiyanto; Pudji Astuti; Moch Faizal Rachmadi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.35566

Abstract

AbstrakGula aren merupakan suatu bentuk produk olahan sari nira yang tercipta dari hasil tanaman aren. Gula aren mengandung banyak nutrisi diantaranya seperti kalium, zat besi, serat, magnesium, antioksidan, fosfor dan sebagainya. Gula aren juga sangat aman dikonsumsi untuk penderita diabetes, karena kadar inulin memiliki indeks glikemik yang rendah sebesar 35. Salah satu kelompok masyarakat pengolahan gula aren di Provinsi Jawa Tengah adalah Kelompok Usaha Bersama (KUB) UMKM Sukses Bersama “Sukma” yang beralamatkan di Desa Peron, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal. Kendala yang masih dihadapi sekarang ini adalah terbatasnya alat-alat produksi pengolahan pasca panen, sehingga jual beli gula aren belum sampai pada produk olahan pangan. Tidak hanya keterbatasan secara sarana alat produksi fisik, melainkan kemampuan pengetahuan dan keterampilan mitra sasaran juga masih terbatas untuk meningkatkan nilai tambah dan nilai ekonomis produk gula aren. Metode pelaksanaan adalah sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi serta keberlanjutan program. Beberapa Teknologi Tepat Guna (TTG) yang diserahkan pada mitra sasaran diantaranya meliputi mesin pengaduk, kompor, tungku penggorengan, oven dan sebagainya. Sementara olahan pasca panen gula aren adalah mengolahnya menjadi brownies alpukat, brownies crispy alpukat, sus ula alpukat dan wedang kaduga. Sementara itu, pendampingan pemasaran digital usaha dilakukan dengan turut serta melibatkan peran aktif para mahasiswa. Kata kunci: diversifikasi produk; gula aren; pasca panen; pemberdayaan masyarakat; teknologi tepat guna. AbstractPalm sugar is a processed product made from the sap of the sugar palm plant. Palm sugar contains many nutrients, including potassium, iron, fiber, magnesium, antioxidants, phosphorus, and so on. Palm sugar is also very safe for consumption by diabetics, because the inulin content has a low glycemic index of 35. One of the palm sugar processing community groups in Central Java Province is the Joint Business Group (KUB) of the UMKM Sukses Bersama "Sukma" located in Peron Village, Limbangan District, Kendal Regency. The current obstacle is the limited production tools for post-harvest processing, so that the sale of palm sugar has not yet reached processed food products. Not only are there limitations in physical production facilities, but the knowledge and skills of target partners are also still limited to increase the added value and economic value of palm sugar products. The implementation method is socialization, training, technology application, mentoring and evaluation as well as program sustainability. Some Appropriate Technologies (TTG) handed over to target partners include stirring machines, stoves, frying pans, ovens and so on. Meanwhile, post-harvest palm sugar processing includes avocado brownies, crispy avocado brownies, avocado milk and kaduga drink. Digital marketing assistance for the business is provided with the active involvement of students. Keywords: product diversification; palm sugar; post-harvest; community empowerment; appropriate technology.
Peningkatan pemberdayaan UKM melalui motivasi, pemasaran online dan peningkatan daya saing produk di Desa Cisontrol Kabupaten Ciamis Bunga Indah Bayunitri; Ignatius Oki Dewa Brata; Erly Sherlita; Roosaleh Laksono; Eriana Kartadjumena
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.33919

Abstract

Abstrak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian, namun banyak pelaku masih menghadapi kendala dalam motivasi usaha, pemasaran online, serta pengelolaan keuangan. Permasalahan utama terletak pada praktik akuntansi yang belum optimal, seperti pencatatan aset yang bercampur dengan kepentingan pribadi dan tidak adanya laporan keuangan yang memadai. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan melalui bimbingan teknis penyusunan pembukuan berbasis akuntansi sederhana. Metode pelaksanaan meliputi tahapan perencanaan, pelatihan, serta pendampingan langsung kepada para pelaku UMKM dengan pendekatan partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dalam memisahkan keuangan pribadi dan usaha, keterampilan dalam pencatatan transaksi, serta kemampuan menyusun laporan sederhana sesuai standar akuntansi dasar. Diskusi kegiatan menegaskan bahwa pendampingan berkelanjutan dan penerapan disiplin pencatatan menjadi kunci agar UMKM mampu meningkatkan daya saing, mengelola aset lebih profesional, memperluas akses pendanaan, dan mengembangkan bisnis secara berkelanjutan. Kata Kunci: akuntansi sederhana; pembukuan; pengabdian kepada masyarakat; UMKM. Abstract Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a strategic role in the economy, yet many entrepreneurs still face challenges in business motivation, online marketing, and financial management. The main problem lies in the lack of proper accounting practices, such as mixing personal and business assets and the absence of adequate financial reports. This Community Service Program (CSP) was conducted through technical guidance on preparing simple accounting-based bookkeeping. The method consisted of planning, training, and direct assistance to MSME participants through a participatory approach. The results indicate improvements in separating personal and business finances, recording daily transactions, and preparing simple financial reports in line with basic accounting standards. The discussion emphasizes that continuous mentoring and disciplined bookkeeping are essential for MSMEs to strengthen competitiveness, manage assets more professionally, expand access to funding, and achieve sustainable business growth. Keywords: bookkeeping; community service; MSMEs; simple accounting.
Peningkatan pengetahuan masyarakat petani melalui edukasi kesehatan tentang pencegahan infeksi cacing di Kecamatan Gisting, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung Jhons Fatriyadi Suwandi; Fitria Saftarina; Hanna Mutiara; Husaini Gustiar; Bilal Achmad; Ipan Jeremia Manik; Luthfi Shiba Andana; Muhammad Alif Zahran; Aloysius Krishartadi Damar Bawono; Nayla Priyanka Dara Tsanya; Reni Zuraida
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.35820

Abstract

Abstrak Infeksi soil transmitted helminth (STH) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, khususnya pada komunitas petani yang berisiko tinggi karena sering berinteraksi dengan tanah, minimnya penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), serta kondisi sanitasi dan higiene yang belum optimal. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko penyakit infeksi berbasis lingkungan seperti kecacingan STH, yang pada akhirnya dapat menurunkan produktivitas kerja dan kualitas hidup. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan petani di Kecamatan Gisting, Kabupaten Tanggamus, Lampung, mengenai jenis, cara penularan, pencegahan, dan dampak infeksi cacing STH terhadap kesehatan melalui penyuluhan kesehatan. Target kegiatan adalah 80 orang anggota kelompok tani dan keluarga, namun pada pelaksanaannya tanggal 13 Agustus 2025, dihadiri oleh 16 orang petani dan didampingi penyuluh pertanian setempat. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi, dan pembagian media edukasi sederhana. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest sebelum dan posttest setelah kegiatan, dengan uji statistik Wilcoxon untuk menguji perbedaan hasilnya. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta yang signifikan. Rerata skor dan nilai minimal meningkat dari 82,0 (37,5) menjadi 90,6 (62,5). Adanya perbedaan rerata skor yang bermakna antara pretest dan posttest (p = 0,009)) membuktikan keberhasilan kegiatan ini dalam meningkatkan pemahaman. Peningkatan pengetahuan ini diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam upaya menurunkan risiko infeksi kecacingan pada komunitas petani. Kesimpulannya, kegiatan penyuluhan ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan khalayak sasaran mengenai infeksi STH. Kata kunci: pengabdian masyarakat; kecacingan; penyuluhan kesehatan; petani; Lampung. Abstract Soil transmitted helminth (STH) infection remains a significant public health problem, especially among high-risk groups such as farming communities who have frequent contact with soil. The minimal use of Personal Protective Equipment (PPE) combined with inadequate sanitation and hygiene conditions can increase the risk of various environmentally-based infectious diseases, such as STH infection, which ultimately reduce work productivity and quality of life. This community service activity aimed to increase the knowledge of farmers in Gisting District, Tanggamus Regency, Lampung Province, regarding the types of STH worms that commonly infect humans, modes of transmission, prevention efforts, and their effects on health, through health education. The activity targeted members of farmer groups and their families, with an initial invitation extended to 80 farmers. The actual activity was carried out on August 13, 2025, attended by 16 farmers and accompanied by agricultural extension workers from the local Agricultural Extension Center (BPP). The methods used included interactive lectures, discussions, and the distribution of simple educational media. Evaluation was conducted using a pretest before and a posttest after the activity. The difference between the pre- and posttest results was analyzed using the Wilcoxon statistical test. The results demonstrated a significant increase in participants' knowledge about helminthiasis infection after the intervention. This was indicated by an increase in the mean score and minimum value from 82.0 (37.5) to 90.6 (62.5), and a statistically significant difference between the mean pretest and posttest scores (p = 0.009). This activity is expected to encourage changes in clean and healthy living behaviors (CHLB) to reduce the risk of helminth infection among the farming community. The conclusion is that there was a significant increase in the knowledge of the target audience following the implementation of this activity. Keywords: community service; helminth infection; health education; farmers; Lampung.
Optimalisasi pemanfaatan urine kambing sebagai Pupuk Organik Cair (POC) : guna mencegah penyebaran pencemaran lingkungan Rahmawati Ning Utami; Dahniar Dahniar; Irma Susanti; Andi Werawe Angka
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.34152

Abstract

AbstrakPengabdian ini dilaksanakan dengan mitra dalam hal ini Kelompok Tani Milenial yang terletak di Desa Lalampanua, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene. Persoalan yang dihadapi mitra pada aspek teknologi antara lain hampir setiap rumah tangga petani memiliki ternak kambing, namun manajemen limbahnya masih menjadi masalah serius. Urine kambing sering kali dianggap sebagai limbah yang mengganggu dan dibuang tanpa pengolahan. Metode dan tahapan dalam penerapan teknologi ke masyarakat dimulai dengan melakukan survei ke sekitar lokasi kelompok tani.  Dari hasil survei tersebut kita menentukan prioritas kebutuhan masyarakat yang paling penting adalah dengan memberikan sentuhan inovasi.  Setelah memperoleh hasil survey di lapangan, diadakan sosialisasi rencana kegiatan. Langkah selanjutnya melaksanakan penyuluhan, merancang pelatihan, menyiapkan alat-alat dan bahan yang akan digunakan. Secara umum pelaksanaan kegiatan ini memberikan informasi kepada anggota kelompok tani-ternak bahwa limbah peternakan dapat dimanfaatkan untuk menjadi pupuk organik cair yang dapat digunakan untuk tanaman dan dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia serta mengurangi pencemaran lingkungan sekitar peternakan sehingga menjadi peluang usaha untuk menambah pendapatan anggota kelompok ternak. Kata kunci: kambing; urine; POC AbstractThis community service project was carried out in collaboration with the Millennial Farmers Group located in Lalampanua Village, Pamboang Subdistrict, Majene Regency. The challenges faced by the group in terms of technology include the fact that almost every farming household owns goats, but waste management remains a serious issue. Goat urine is often regarded as a nuisance and disposed of without proper treatment. The methods and stages in applying technology to the community began with conducting a survey around the farmer group's location. Based on the survey results, we determined the most urgent needs of the community that required innovative solutions. After obtaining the survey results in the field, a socialization of the activity plan was conducted. The next step involves conducting outreach, designing training programs, and preparing the tools and materials to be used. In general, this activity provides information to members of the farming and livestock group that livestock waste can be utilized to produce liquid organic fertilizer for plants, thereby reducing the use of chemical fertilizers and minimizing environmental pollution around the farm. This also presents an opportunity for members of the livestock group to increase their income. Keywords: goat; urine; LOF