cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,588 Documents
Edukasi dan pelatihan kader tentang kandungan pemanis buatan dan pewarna sintesis dalam makanan dan minuman di wilayah Puskesmas Mekarmukti Nurpratama, Widya Lestari; Alamsah, Deni; Sanjaya, Dandi; Kinayungan, Utami Putri; Asmi, Nur Fauzia
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.34480

Abstract

Abstrak Meningkatnya konsumsi makanan dan minuman olahan yang mengandung Bahan Tambahan Pangan (BTP) seperti pemanis buatan dan pewarna sintesis di wilayah Puskesmas Mekarmukti menjadi masalah penting dalam upaya menjaga kesehatan masyarakat. Tujuan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini yaitu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu tentang kandungan pemanis buatan dan pewarna sintesis pada makanan dan minuman. Metode yang digunakan yaitu penyuluhan tentang penggunaan pemanis buatan dan pewarna sintesis pada makanan dan minuman dengan menggunakan media leaflet, kemudian dilanjutkan dengan praktik pengujian kandungan pemanis buatan dan pewarna sintesis pada makanan dan minuman, dan sesi diskusi dan tanya jawab untuk memperdalam pemahaman kader posyandu tentang topik yang dibahas. Sasaran pada kegiatan ini 34 kader posyandu Desa Pasir Gombong yang merupakan wilayah kerja Puskesmas Mekarmukti. Kegiatan ini dilakukan di Aula Desa Pasir Gombong. Hasil kegiatan yaitu kader posyandu memiliki pengetahuan yang baik tentang bahaya pemanis buatan dan pewarna sintesis, kemudian dapat mengedukasi masyarakat tentang penggunaan pemanis buatan dan pewarna sintesis yang aman. Program PkM ini diharapkan dapat menjadi program pemberdayaan kader yang dapat mendukung meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekitar sehingga masyarakat Desa Pasir Gombong memiliki kesadaran yang lebih baik tentang bahaya pemanis buatan dan pewarna sintesis. Kata kunci: pemanis buatan; pewarna sintesis; kader; keamanan pangan. AbstractThe increasing consumption of processed foods and beverages containing Food Additives (BTP) such as artificial sweeteners and synthetic dyes in the Mekarmukti Community Health Center area is a significant issue in efforts to maintain public health. The purpose of this community service (PkM) is to improve the knowledge and skills of Posyandu cadres about the content of artificial sweeteners and synthetic dyes in food and beverages. The method used is counseling on the use of artificial sweeteners and synthetic dyes in food and beverages using leaflets, then continued with practical testing of artificial sweeteners and synthetic dyes in food and beverages, and a discussion and question and answer session to deepen the understanding of Posyandu cadres on the topic discussed. The target of this activity is 34 Posyandu cadres in Pasir Gombong Village which is the working area of Mekarmukti Community Health Center. This activity was carried out in the Pasir Gombong Village Hall. The results of the activity are that Posyandu cadres have good knowledge about the dangers of artificial sweeteners and synthetic dyes, then can educate the community about the safe use of artificial sweeteners and synthetic dyes. This PkM program is expected to be a cadre empowerment program that can support improving the health of the surrounding community so that the people of Pasir Gombong Village have a better awareness of the dangers of artificial sweeteners and synthetic dyes. Keywords: artificial sweeteners; synthetic colorants; cadres; food safety.
Pemberdayaan masyarakat melalui media informasi digital untuk akses layanan yang lebih efektif Ardyanti, Dian; Pramono, Joko Sapto; Tonapa, Emelia; Bernadetha, Bernadetha; Andrian, Ahmad; Kamiliya, Nurjihan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.35215

Abstract

Abstrak Pembangunan kesehatan bertujuan meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Salah satu strategi penting adalah melalui promosi kesehatan. Program Pengabdian Masyarakat di Puskesmas Bontang Barat dilaksanakan untuk mendukung hal ini. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai alur, jenis, dan jadwal pelayanan melalui Pengembangan media informasi digital. Metode pelaksanaan meliputi analisis situasi, perencanaan, pembuatan media (poster, flyer, dan video animasi), serta evaluasi input, proses, dan output. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan ketersediaan media edukasi yang informatif dan mudah diakses oleh pengunjung puskesmas. Media digital berhasil ditayangkan pada banner digital ruang tunggu serta media sosial resmi puskesmas. Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam mendukung pelayanan promotif dan preventif di Puskesmas Bontang Barat. Kata kunci: promosi kesehatan; media digital; informasi kesehatan AbstractHealth development aims to increase awareness, willingness, and ability to live healthy in order to achieve an optimal level of public health. One important strategy is through health promotion. The community service at Puskesmas Bontang Barat was carried out to support this goal. The purpose of the activity was to improve public understanding of service flow, types, and schedules through the development of digital information media. The implementation method included situation analysis, planning, media creation (posters, flyers, and animation videos), as well as input, process, and output evaluations. The results showed an increase in the availability of informative and accessible educational media for visitors. Digital media were successfully displayed on the waiting room digital banner and official social media. This activity had a positive impact in supporting promotive and preventive services at Puskesmas Bontang Barat. Keywords: health promotion; digital media; health information
Edumom TB Care dalam pencegahan TB Paru pada balita di Kabupaten Banjar Khairiyati, Laily; Marlinae, Lenie; Hidayah, Ani Kipatul; Rahmat, Anugrah Nur; Husaini, Husaini; Biworo, Agung; Arifin, Syamsul; Saleha, Anis Kamila; Wulandari, Dewi Kusuma; Widiono, Youlanda Eka
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.34227

Abstract

AbstrakTuberkulosis paru pada balita masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dengan tren kasus yang terus meningkat, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Martapura 2, Kabupaten Banjar. Di Kabupaten Banjar, kasus TB balita meningkat sekitar 197% dalam dua tahun terakhir, dari 43 kasus pada tahun 2022 menjadi 128 kasus pada tahun 2024. Kondisi di lapangan menunjukkan masih banyak ibu yang belum memahami tuberkulosis pada anaknya, sehingga deteksi dini dan kepatuhan pengobatan belum optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu balita mengenai pencegahan penularan TB, kepatuhan pengobatan, dan upaya menjaga lingkungan rumah yang sehat. Sasaran kegiatan adalah 21 ibu dengan balita penderita TB paru yang dipilih secara purposive. Kegiatan dilaksanakan pada Juli 2025 melalui metode home visit dengan media leaflet edukasi. Tahapan pelaksanaan meliputi persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Edukasi diawali dengan pre-test, dilanjutkan dengan penyuluhan interaktif menggunakan leaflet, dan diakhiri dengan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 77,14 pada pre-test menjadi 88,57 pada post-test (kenaikan 14,82%). Hasil ini menunjukkan bahwa penyuluhan dengan media leaflet efektif meningkatkan pengetahuan responden. Kata kunci: tuberkulosis balita; edukasi kesehatan; Ibu; home visit; leaflet AbstractTuberculosis (TB) in infants remains a public health issue with a continuing upward trend in cases, including in the working area of the Martapura 2 Community Health Center, Banjar Regency. The role of mothers is crucial in the prevention and successful treatment of infant TB, so family-based health education is needed. This community service activity aims to enhance mothers' knowledge about preventing TB transmission, treatment adherence, and maintaining a healthy home environment. The target audience consists of 21 mothers with infants diagnosed with pulmonary TB, selected through purposive sampling. The activity was conducted in July 2025 using the home visit method with educational leaflets as the medium. The implementation stages included preparation, implementation, and evaluation. Education began with a pre-test, followed by interactive counseling using leaflets, and concluded with a post-test. The results showed that the average knowledge score increased from 77.14 in the pre-test to 88.57 in the post-test (an increase of 14.82%). The Wilcoxon Signed-Rank Test yielded a p-value of 0.0001, indicating a significant difference. These results indicate that the educational session using the leaflet was effective in improving the respondents' knowledge. Keywords: tuberculosis in infants; health education; mother; home visits; leaflets
Pemberdayaan masyarakat Desa Suci melalui pembuatan briket ramah lingkungan limbah batok kelapa Noufal, Fatah An; Hasanah, Sitti Widatul; Rusdiana, Desi Ummi; Gunawan, Arvidhea Safira; Wahyuni, Sri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.34538

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Suci, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, yang memiliki potensi limbah batok kelapa melimpah namun belum dimanfaatkan secara optimal. Tujuan program ini adalah memberdayakan masyarakat melalui pelatihan pembuatan briket ramah lingkungan berbahan dasar limbah batok kelapa sebagai alternatif bahan bakar yang hemat, bersih, dan bernilai ekonomis. Metode pelaksanaan meliputi tiga tahapan, yaitu persiapan (perencanaan, pengadaan alat dan bahan, serta pembekalan konsep), pelaksanaan (pengarangan batok, penghalusan arang, pencampuran dengan perekat, pencetakan, dan pengeringan), serta evaluasi (penilaian kualitas briket dan refleksi bersama masyarakat). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah menjadi produk bernilai tambah. Briket yang dihasilkan memiliki karakteristik padat, tahan lama, dan nilai kalor sekitar 4.000–5.000 kalori/kg dengan asap minimal,  sehingga ramah lingkungan. Harga jual briket yang direkomendasikan kepada peserta sebesar Rp20.000/kg. Program ini tidak hanya mengatasi masalah limbah, tetapi juga membuka peluang usaha baru, mengurangi ketergantungan pada LPG dan kayu bakar, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kata kunci: briket; batok kelapa; pemberdayaan masyarakat; energi alternatif; pengolahan limbah. Abstract This community service activity was carried out in Suci Village, Panti District, Jember Regency, which has abundant coconut shell waste potential but has not been optimally utilized. The goal of this program is to empower the community through training in making environmentally friendly briquettes from coconut shell waste as an alternative fuel that is economical, clean, and economically valuable. The implementation method includes three stages, namely preparation (planning, procurement of tools and materials, and providing a concept), implementation (shell composition, charcoal refinement, mixing with adhesive, molding, and drying), and evaluation (briquette quality assessment and reflection with the community). The results of the activity showed an increase in community understanding and skills in processing waste into value-added products. The resulting briquettes are characterized by being dense, durable, and have a calorific value of around 4,000–5,000 calories/kg with minimal smoke, making them environmentally friendly. This program not only addresses the waste problem, but also opens up new business opportunities, reduces dependence on LPG and firewood, and improves community welfare. Keywords: briquettes; coconut shells; community empowerment; alternative energy; waste processing
Peningkatan pemahaman guru tentang proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dan deep learning di SDN 12 Cubadak Mentawai Kota Pariaman Radyuli, Popi; Sefriani, Rini; Sepriana, Rina
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.34310

Abstract

Abstrak Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini adalah untuk meningkatkan pemahaman guru mengenai proyek penguatan profil pelajar pancasila dan deep learning guru di kota Pariaman. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yang diawali dengan observasi dan wawancara dengan kepala sekolah serta guru. Setelah itu melakukan rembuk untuk penentuan jadwal pelaksanaan kegiatan, pemberian pelatihan dengan mendatangkan narasumber. Kegiatan dilakukan secara bertahap yaitu: persiapan dalam bentuk kerja sama dengan mitra, pendidikan atau pelatihan, penguatan dan evaluasi. Hasil dari kegiatan PKM yang sudah dilakukan menunjukkan terdapat peningkatan pemahaman guru SDN 12 Cubadak Mentawai Kota Pariaman terhadap Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dan Deep Learning.  Guru SDN 12 Cubadak Mentawai Kota Pariaman mengalami peningkatan tentang konsep  deep learning.  Kata kunci: pelatihan; P5; deep learning; guru SDN 12 Cubadak Mentawai. AbstractThe purpose of this community service (PkM) activity is to improve teachers' understanding of the Pancasila student profile strengthening project and teacher deep learning in Pariaman City. This community service activity is carried out through several stages, which began with observations and interviews with the principal and teachers. After that, discussions were held to determine the schedule for implementing training activities by inviting resource persons. The activities were carried out in stages, namely: preparation in the form of collaboration with partners, education or training, strengthening and evaluation. The results of the PKM activities that have been carried out show that there is an increase in the understanding of teachers at SDN 12 Cubadak Mentawai, Pariaman City regarding the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) and Deep Learning. Teachers at SDN 12 Cubadak Mentawai, Pariaman City, experienced an increase in their understanding of the concept of deep learning Keywords: training; P5; deep learning; teachers of SDN 12 Cubadak Mentawai.
Pelatihan penggunaan google sites sebagai media pembelajaran interatif bagi MGMP IPA Keerom Nensi, Mariana; Ledoh, Cartika Candra; Satar, Suriyah; Listiani, Hanida; Nurbaya, Nurbaya
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.34675

Abstract

Abstrak Dalam era digital, pemanfaatan teknologi dalam pendidikan menjadi suatu keharusan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Namun, tantangan yang dihadapi guru, khususnya di MGMP IPA Kabupaten Keerom, adalah keterbatasan pemahaman dan keterampilan dalam penggunaan teknologi digital, termasuk Google Sites sebagai media pembelajaran interaktif. Dalam hal ini keterbatasan akses internet, perangkat pendukung, serta kurangnya pelatihan dan bimbingan teknis. Pelatihan penggunaan Google Sites bertujuan mengembangkan kompetensi guru dalam merancang media pembelajaran interaktif berbasis digital. Kegiatan ini dilaksanakan selama satu hari dengan melibatkan 15 guru MGMP IPA di Kabupaten Keerom. Hasil capaian pelatihan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam beberapa aspek kompetensi guru. Pemahaman tentang Google Sites meningkat dari 25% sebelum pelatihan menjadi 85% setelah pelatihan. Sedangkan Kemampuan menyusun halaman dan konten pembelajaran naik dari 20% menjadi 80%. Hasil ini menunjukkan bahwa pelatihan singkat berbasis praktik mampu meningkatkan keterampilan guru secara efektif, meskipun dalam keterbatasan waktu dan fasilitas. Dengan demikian, pemanfaatan Google Sites dapat menjadi alternatif strategis untuk mendukung pembelajaran interaktif di sekolah, serta membuka peluang bagi guru dalam mengembangkan inovasi pembelajaran digital. Kata kunci: google sites; pembelajaran interatif; MGMP IPA. Abstract In the digital era, the use of technology in education is a necessity to improve the quality of learning. However, the challenges faced by teachers, especially in the MGMP IPA Keerom Regency, are limited understanding and skills in using digital technology, including Google Sites as an interactive learning medium. This includes limited internet access, supporting devices, and a lack of training and technical guidance. The Google Sites training aimed to develop teacher competency in designing digital-based interactive learning media. This one-day activity involved 15 MGMP IPA teachers in Keerom Regency. The training results showed a significant increase in several aspects of teacher competency. Understanding of Google Sites increased from 25% before the training to 85% after the training. Meanwhile, the ability to create learning pages and content increased from 20% to 80%. These results indicate that short, practice-based training can effectively improve teacher skills, despite limited time and facilities. Thus, the use of Google Sites can be a strategic alternative to support interactive learning in schools, as well as open opportunities for teachers to develop digital learning innovations. Keywords: google sites; interactive learning; MGMP IPA
Deteksi dini status gizi melalui pemeriksaan Bioelectrical Impedance Analysis (BIA) dan skrining penyakit tidak menular pada lansia Yuningrum, Hesti; Daulay, Suryani Agustina; Febriani, Wiwi; Ulandari, Atri Sri; Nabilla, Nabilla
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.36063

Abstract

Abstrak Kelompok lansia merupakan populasi yang sangat rentan terhadap berbagai masalah kesehatan, termasuk malnutrisi dan penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes melitus, dan dislipidemia. Deteksi dini terhadap perubahan komposisi tubuh dan faktor risiko PTM penting dilakukan guna mencegah komplikasi dan menurunkan beban penyakit pada kelompok usia ini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan deteksi dini status gizi menggunakan alat Bioelectrical Impedance Analysis (BIA) serta melakukan skrining PTM (tekanan darah, gula darah, dan asam urat) pada lansia di posyandu lansia kebon bibit diwilayah kerja Puskesmas Hajimena, Lampung. Metode yang digunakan meliputi pemeriksaan langsung dan edukasi hasil skrining. Sasaran kegiatan adalah 40 orang lansia yang aktif mengikuti posyandu lansia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat meningkatkan kesadaran lansia akan pentingnya pemantauan status gizi dan kesehatan secara berkala. Hasil skrining PTM berdasarkan tekanan darah menunjukkan sebagian besar lansia dengan kategori pre hipertensi sebanyak 14 orang (35%), kadar gula darah sewaktu (GDS) dalam kategori normal sebanyak 32 orang (80%) dan pemeriksaan asam urat kategori tinggi sebanyak 24 orang (60%). Pemeriksaan menggunakan BIA didapatkan nilai IMT sebagian besar responden kategori obesitas sebanyak 18 orang (45%), lemak tubuh kategori sangat tinggi sebanyak 29 orang (72.5%), lemak visceral kategori normal sebanyak 27 orang (67.5%) dan massa otot kategori rendah sebanyak 28 orang (70%).  Penggunaan metode BIA dan skrining penyakit tidak menular dapat mendeteksi permasalahan gizi serta faktor risiko PTM. Program ini memperkuat tindakan promotif dan preventif dalam pelayanan kesehatan yang dapat dilakukan oleh petugas kesehatan seperti bidan desa. Kata kunci: deteksi dini; status gizi; BIA; Penyakit tidak menular; lansia. Abstract The elderly are a population that is highly vulnerable to various health problems, including malnutrition and non-communicable diseases (NCDs) such as hypertension, diabetes mellitus, and dyslipidemia. Early detection of changes in body composition and NCD risk factors is important in order to prevent complications and reduce the burden of disease in this age group. This community service activity aims to conduct early detection of nutritional status using Bioelectrical Impedance Analysis (BIA) and screening for NCDs (blood pressure, blood sugar, and uric acid) in the elderly at the Kebon Bibit elderly health center in the Hajimena Community Health Center working area. The methods used included direct examination and screening result education. The target of the activity was 40 elderly people who actively participated in the elderly health center. This community service activity can increase the awareness of the elderly about the importance of regular monitoring of nutritional status and health. The results of the PTM screening based on blood pressure showed that most elderly people were in the pre-hypertension category, with 14 people (35%), while 32 people (80%) had normal blood sugar levels (GDS) and 24 people (60%) had high uric acid levels. The BIA examination found that most respondents were obese, with 18 people (45%) in the obese category, 29 people (72.5%) in the very high body fat category, 27 people (67.5%) in the normal visceral fat category, and 28 people (70%) in the low muscle mass category.  The use of the BIA method and non-communicable disease screening can detect nutritional problems and NCD risk factors. This program strengthens promotive and preventive actions in health services that can be carried out by health workers such as village midwives. Keywords: early detection; nutritional status; BIA; non-communicable diseases; elderly.
Pelatihan pembuatan visual branding berupa logo desa wisata agro Lembah Kecubung Widyasari, Widyasari; Setiawan, Bayu; Nastiti, Ratna Andriani; Kamal, Musthofa
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.34304

Abstract

Abstrak Sejalan dengan pengembangan Desa Wisata Agro Lembah Kecubung yang digagas oleh BUMDES Ki Ageng Arya, visual branding berupa logo sangat diperlukan untuk memperkenalkan potensi dan citra positif Desa Wisata Agro Lembah Kecubung kepada konsumen. Namun, pihak BUMDES Ki Ageng Arya belum memiliki wawasan dan pengetahuan terkait pembuatan logo. Berangkat dari permasalahan ini, tim Pengabdian Kepada Masyarakat dari Fakultas Arsitektur dan Desain, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur mengadakan kegiatan pelatihan dengan topik Visual Branding Desa Wisata dengan tujuan untuk memberikan wawasan dan pendampingan dalam rangka mengoptimalkan visual branding berupa logo Desa Wisata Agro Lembah Kecubung. Kegiatan pelatihan ini terdiri dari tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi, dengan menggunakan metode presentasi, diskusi dan praktik. Rangkaian kegiatan pelatihan ini adalah pemberian wawasan dan pengetahuan terkait visual branding desa wisata, diskusi penyusunan potensi Desa Wisata Agro Lembah Kecubung,  pembuatan konsep visual dan sketsa logo, praktik pembuatan logo digital. Selama kegiatan pelatihan berlangsung, peserta mengapresiasi kegiatan pelatihan ini dengan baik, memiliki semangat dan antusias dalam membut logo Desa Wisata Agro Lembah Kecubung. Peserta pelatihan juga memahami dan menyerap materi pelatihan serta aktif melakukan diskusi dua arah, sehingga respon positif ini nampak dari terciptanya logo Desa Wisata Agro Lembah Kecubung yang baru. Kata kunci: desa wisata; Lembah Kecubung; logo; visual branding Abstract In line with the development of the Agro Tourism Village of Lembah Kecubung initiated by BUMDES Ki Ageng Arya, visual branding design as a logo is considered essential to promote the village’s potential and cultivate a positive image among prospective visitors. However, BUMDES Ki Ageng Arya currently lacks sufficient insight and expertise in logo design. Responding to this issue, a Community Service Team from the Faculty of Architecture and Design, Universitas Pembangungan Nasional “Veteran” Jawa Timur, organized a training program entitled Visual Branding for Tourism Villages. The program aimed to provide knowledge and guidance in the creation of visual branding, specifically the logo for the Agro Tourism Village of Lembah Kecubung. The training activities encompassed three stages: preparation, implementation and evaluation, employing methods such as presentations, group discussions and hands-on practice. The series of activities included: delivering conceptual knowledge on visual branding for tourism villages, facilitating discussions to identify the unique potentials of Lembah Kecubung, developing visual concepts and logo sketches and practicing digital logo design. Throughout the training, participants showed high levels of enthusiasm and appreciation for the program. The actively engaged in the learning process, absorbed the material effectively and participated in two-way discussions. This positive response was reflected in the successful design of a new logo for the Agro Tourism Village of Lembah Kecubung. Keywords: tourism village; Lembah Kecubung; logo, tourism village; visual branding
Pemberdayaan ibu rumah tangga nelayan melalui edukasi gizi dan MP-ASI sehat untuk cegah stunting Rahman, Sugirah Nour; Samsiana, Samsiana; Syukroni, Ikbal; Santos, Hezron Alhim Dos
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.36140

Abstract

AbstrakMasalah stunting masih menjadi beban kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia. Kampung Beru, sebuah desa pesisir di Kecamatan Takalar, Sulawesi Selatan, merupakan salah satu daerah yang menghadapi permasalahan stunting pada anak. Kondisi ini terus terjadi meskipun desa tersebut memiliki sumber daya laut yang melimpah. Salah satu penyebab utamanya adalah kurangnya pengetahuan dan keterampilan praktis para Ibu Rumah Tangga  Nelayan dalam menyiapkan makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang bergizi bagi anak-anak mereka. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan para Ibu Rumah Tangga  nelayan melalui kegiatan edukasi gizi dan pelatihan keterampilan memasak. Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan pengetahuan tentang pencegahan stunting serta kemampuan dalam mengolah MP-ASI bergizi dengan memanfaatkan hasil laut lokal. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang nyata pada pengetahuan dan keterampilan peserta. Lebih dari 85% Ibu Rumah Tangga  Nelayan mengalami peningkatan pemahaman tentang pencegahan stunting dan mampu menyiapkan MP-ASI sehat dengan bahan pangan laut setempat. Edukasi gizi yang dikombinasikan dengan pelatihan praktis terbukti efektif dalam memberdayakan keluarga nelayan di wilayah pesisir. Pendekatan ini dapat menjadi model berkelanjutan yang dapat diterapkan di daerah pesisir lainnya untuk mendukung ketahanan pangan rumah tangga dan mempercepat penurunan angka stunting. Kata kunci: stunting; gizi; edukasi; MP-ASI. AbstractThe issue of stunting presents a significant public health burden in Indonesian. Kampung Beru, a coastal village in Takalar DIbu Rumah Tangga ct, South Sulawesi is one of the areas facing serious problems with childhood stunting. This issue persists despite the village's abundant marine resources, primarily due to a critical gap in knowledge and practical skills among fishermen's wives concerning the preparation of nutritious complementary foods for young children. This community service program aimed to empower fishermen’s wives through a series of nutrition education sessions and hands-on training. The intervention focused on increasing knowledge about stunting prevention and improving practical skills in preparing healthy complementary feeding using locally available seafood. The program demonstrated measurable improvements in both knowledge and practice among participants. More than 85% of fishermen’s wives showed increased awareness of stunting prevention and were able to prepare healthy complementary foods using local seafood resources. Nutrition education combined with practical training in healthy complementary feeding effectively empowered fishermen’s wives in coastal communities. This approach offers a sustainable model that can be replicated in other coastal communities to support household food security and accelerate stunting reduction. Keywords: stunting; nutrition; education; complementary food.
Peningkatkan pelanggan kelompok UMKM Rufata melalui komunikasi bisnis efektif di Jakarta Selatan Amran, Ellyana; Wahyuningsing, Wahyuningsing; Santosa, Budi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.35362

Abstract

Abstrak Salah satu kegagalan seseorang dalam dunia bisnis adalah tidak memahami dan menguasai cara melakukan komunikasi bisnis yang efektif. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini adalah untuk meningkatkan jumlah pelanggan yang semakin menurun akibat persaingan usaha di bidang kuliner pada kelompok UKM Rufata di Pancoran, Jakarta Selatan. Metode yang digunakan adalah metode partisipatif. Hasil PkM menunjukkan peserta memahami pendidikan komunikasi efektif dan pemasaran digital berupa informasi dan layanan online terkait bisnis. Untuk menjaga kualitas pelayanan kepada pelanggan, pengusaha harus mempunyai sikap terbuka dan positif terhadap keluhan pelanggan. Hal ini dapat meningkatkan loyalitas pelanggan terhadap produknya. Kata kunci: komunikasi bisnis; pelanggan; metode partisipatif; komunikasi efektif; pemasaran digital. Abstract One of the common failures in the business world is a lack of understanding and mastery of effective business communication. The purpose of this community service (PkM) was to increase the number of customers, which has been declining due to business competition in the culinary sector, within the Rufata SME group in Pancoran, South Jakarta. The method used was participatory. The results of the PkM indicated that participants understood effective communication and digital marketing education in the form of online information and services related to business. To maintain quality service to customers, entrepreneurs must have an open and positive attitude towards customer complaints. This can increase customer loyalty to their products. The implication of this PkM is that participants are expected to gain experience in handling customer complaints, which ultimately can increase customer satisfaction. Keywords: business communication; customers; participatory method; effective communication; digital marketing