cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,821 Documents
Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT) Srikandi di Desa Pace, Kabupaten Jember, berbasis inovasi pertanian dalam upaya peningkatan nilai tambah produk pisang Sa'diyah, Halimatus; Sari, Vega Kartika; Rusdiana, Riza Yuli; Hartatik, Sri; Hariyono, Kacung; Rahmawati, Rani Aprillia; Prasetyo, Suci Wulaningtyas
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38095

Abstract

Abstrak Kelompok Wanita Tani (KWT) Srikandi  di Desa Pace, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, menjadikan budidaya kopi sebagai kegiatan pertanian utama mereka, dengan budidaya pisang sebagai sumber pendapatan tambahan. Namun, kelompok ini menghadapi keterbatasan yang signifikan, seperti kurangnya akses terhadap bibit pisang berkualitas tinggi dan kurangnya inovasi dalam pengembangan produk berbasis pisang, yang mengurangi daya saing pasar mereka. Inisiatif keterlibatan masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi kelompok tersebut melalui program pelatihan terstruktur yang berfokus pada teknik pengolahan pisang yang inovatif. Kegiatan tersebut meliputi presentasi edukatif dan praktik langsung, khususnya mengajarkan pembuatan “pisang coklat lumer” — keripik pisang yang dilapisi cokelat leleh. Pelatihan ini menggunakan varietas pisang lokal yaitu Kepok dan Sebulen, dipilih karena mudah diperoleh dan tekstur keripik yang renyah. Sebanyak 23 peserta mengikuti program ini. Hasil  evalusi menggunakan kuesioner menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta dalam pembuatan dan pemasaran produk, termasuk wawasan tentang pendekatan pemasaran digital. Program ini berhasil memberdayakan anggota KWT Srikandi untuk menciptakan produk pisang bernilai lebih tinggi, berkontribusi pada pembangunan ekonomi berkelanjutan dan kewirausahaan di tingkat lokal. Kata kunci: inovasi produk; pisang; pemberdayaan; nilai tambah; wirausaha Abstract The Srikandi Women Farmers Group (KWT) in Pace Village, Silo District, Jember Regency, engages in coffee cultivation as their main agricultural activity, with banana farming serving as a supplementary income source. However, the group encounters significant limitations, such as insufficient access to high-quality banana seedlings and a lack of innovation in banana-based product development, which reduces their market competitiveness. This community engagement initiative aimed to enhance the group’s economic capacity through a structured training program focused on innovative banana processing techniques. The activities included educational presentations and workshops, specifically teaching the preparation of “pisang coklat lumer” — banana chips coated with melted chocolate. The training utilized local banana varieties, including Kepok and Sebulen, chosen because they are easy to obtain and have a crispy chip texture. A total of 23 participants took part in the program. The outcome showed increased participant competence in both product-making and marketing, including insights into digital marketing approaches. This program successfully empowered members of KWT Srikandi to create higher-value banana products, contributing to sustainable economic development and entrepreneurship at the local level. Keywords: product innovation; banana; empowerment; value addition; entrepreneurship
PKM inovasi teknologi tepat guna dan e-Marketing pada UKM Chanda di Kota Pontianak Darusman, Darusman; Sarwono, Eko; Anwari, M. Khairul; Selviana, Selviana; Suwarni, Linda
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.34964

Abstract

Abstrak UKM memberikan peranan yang positif dalam pemulihan perekonomian di suatu wilayah, termasuk UKM Chanda selaku mitra PKM dalam kegiatan ini. Masih terbatasnya peralatan produksi, dan pengetahuan tentang pemasaran digital menjadi masalah prioritas yang dihadapi. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk menerapkan hasil penelitian tim pengusul melalui PKM Penerapan Inovasi Teknologi Tepat Guna Dan E-Marketing Pada UKM Chanda untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produk, serta pengetahuan tentang pemasaran digital. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini terdiri dari 5 tahap, yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian ini yaitu terlaksananya penerapan inovasi teknologi melalui mxer turbo, ampia, spinner, siller, oven pemanggang serbaguna ukuran besar. Selain itu, terjadi peningkatan pengetahuan mitra tentang manajemen kewirauhsaan dan pemasaran sebesar 60% antara sebelum dan setelah dilakukan kegiatan pengabdian. Saat kegiatan pengabdian selesai dilaksanakan, mitra sudah mampu melakukan memproduksi usahanya dengan menggunakan Teknologi tepat Guna yang telah diberikan sehingga mempercepat waktu produksi dan memperbanyak jumlah produksi. Kata kunci: PKM; teknologi tepat guna; e-Marketing; UKM. AbstractSMEs play a positive role in economic recovery in a region, including Chanda SME as the partner of this community service program. The limited production equipment and lack of knowledge about digital marketing remain the main problems faced. The objective of this program is to apply the research findings of the proposing team through the Community Service Program on the Application of Appropriate Technology Innovation and E-Marketing at Chanda SME to improve product quality and quantity, as well as knowledge of digital marketing. The implementation method of this program consists of five stages: socialization, training, technology application, monitoring, and evaluation. The outcomes of this community service include the successful application of technological innovations such as a turbo mixer, ampia, spinner, sealer, and a large multifunctional oven. In addition, the partner’s knowledge of entrepreneurship management and marketing increased by 60% between before and after the program. By the end of the program, the partner was able to produce using the provided appropriate technology, which accelerated production time and increased production capacity. Keywords: community empowerment; appropriate technology innovation; e-Marketing; SME.
Sosialisasi revitalisasi bahasa daerah melalui cerita rakyat pada guru SMP di Lawang Kidul, Muara Enim Kurniawan, Rudy; Tresno, Tresno; Rifai, Muhammad; Wulindari, Adetia
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38017

Abstract

AbstrakFenomena menurunnya penggunaan bahasa daerah di Sumatera Selatan, khususnya di Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, menjadi tantangan serius dalam upaya pelestarian identitas budaya lokal. Bahasa daerah seperti Melayu Palembang dan Lematang mengalami penurunan penutur akibat dominasi bahasa Indonesia dan berkurangnya transmisi antar generasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran guru mengenai pentingnya revitalisasi bahasa daerah melalui pendekatan berbasis cerita rakyat sebagai media edukatif dan kultural di sekolah. Mitra kegiatan adalah para guru SMP se-Kecamatan Lawang Kidul sebanyak 30 orang yang berperan sebagai agen pelestarian bahasa daerah di lingkungan pendidikan. Metode pelaksanaan dilakukan melalui sosialisasi dan ceramah interaktif, disertai pemutaran video cerita rakyat lokal seperti Antu Ayek dan Si Pahit Lidah. Kegiatan ini juga menampilkan diskusi reflektif mengenai strategi revitalisasi bahasa daerah melalui empat aspek utama: keluarga, integrasi muatan lokal, media cerita rakyat, dan perlombaan budaya. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tingkat pemahaman guru tertinggi terdapat pada aspek media cerita rakyat dan integrasi muatan lokal masing-masing 30%. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan komitmen guru dalam mengimplementasikan pembelajaran berbasis budaya lokal, serta menjadi langkah awal bagi penguatan kebijakan pendidikan yang berpihak pada pelestarian bahasa daerah di Muara Enim. Kata kunci: revitalisasi; bahasa daerah; cerita rakyat; guru. AbstractThe decline in the use of local languages in South Sumatra, particularly in Lawang Kidul Subdistrict, Muara Enim Regency, has become a serious challenge to preserving regional cultural identity. Local languages such as Malay Palembang and Lematang are facing a reduction in native speakers due to the dominance of Indonesian and the weakening of intergenerational transmission. This community service activity aimed to increase teachers understanding and awareness of the importance of local language revitalization through the use of folklore as an educational and cultural medium in schools. The program involved 30 junior high school teachers from Lawang Kidul Subdistrict as partners who play a key role in sustaining local language learning in the education environment. The implementation was carried out through socialization and interactive lectures, accompanied by the screening of local folklore videos such as Antu Ayek and Si Pahit Lidah. The activity also included reflective discussions on four main aspects of revitalization: family involvement, integration into local curricula, the use of folklore media, and language festivals or competitions. The evaluation results showed that teachers highest level of understanding was on the aspects of folklore media and curriculum integration (each 30%). Overall, this activity successfully enhanced teachers knowledge and commitment to implementing culturally based learning and became an initial step toward strengthening educational policies that support the preservation of local languages in Muara Enim. Keywords: revitalization; local language; folklore; teachers
Pemberdayaan kader kesehatan melalui penerapan terapi mindfulness body scan untuk mengurangi stres wanita menopause Sutiyarsih, Emy; Sulartri, Anastasia Sri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38232

Abstract

AbstrakBerdasarkan hasil studi pendahuluan didapatkan data jumlah wanita menopause  di Desa Gunungronggo sebanyak 327 orang, terdapat lima posyandu dikelola oleh 45 kader dan dua tenaga kesehatan penanggungjawab wilayah. Permasalahan yang dihadapi kader kesehatan belum berkembangnya pengetahuan kader tentang konsep stres, Mekanisme koping dan Mindfulness Body Scan untuk menurunkan stres pada wanita menopause. Kegiatan untuk mengatasi permasalahan tersebut pengabdi mengadakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan judul Pemberdayaan Kader Kesehatan Melalui Penerapan Terapi Mindfulness  Body Scan Untuk Mengurangi Stres Wanita Menopause Di Desa Gunungronggo, Kabupaten Malang. Tujuan dari PkM ini adalah meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kader kesehatan tentang Penerapan Terapi Mindfulness Body Scan Sebagai Upaya Mengurangi Stres Pada Wanita Menopause. Kegiatan dilaksanakan dengan pelatihan kader selama 3 kali pertemuan tanggal 26-27 November dan 1 Desember 2025 dengan metode  Ceramah Tanya Jawab, demonstrasi dan redemonstrasi. Hasil evaluasi didapatkan rerata pretest 50 dan post test 76 ada kenaikan 26 %, terjadi peningkatan pengetahuan secara signifikan dan hasil rerata postest demonstrasi metode Mindfullnes Body Scan sebesar 81 dalam kategori sangat baik. Diharapkan kader kesehatan dapat membagikan informasi kepada para wanita menopause dengan tetap dalam pengawasan  tenaga kesehatan penanggungjawab wilayah sehingga para wanita menopause diharapkan mampu menerapkan Terapi Mindfulness Body Scan  sebagai upaya mengurangi stres. Kata Kunci : menopause; stres; mindfulness; kader AbstractBased on the results of the preliminary study, data was obtained that the number of menopausal women in Gunungronggo Village is 327 people, with five integrated health service posts managed by 45 cadres and two health workers in charge of the area. The problem faced by health cadres is the lack of developed knowledge regarding the concepts of stress, coping mechanisms, and Mindfulness Body Scan to reduce stress in menopausal women.To address these issues, the team conducted a Community Service activity titled "Empowerment of Health Cadres Through the Application of Mindfulness Body Scan Therapy to Reduce Stress in Menopausal Women in Gunungronggo Village, Malang Regency." The objective of this activity is to increase the knowledge and skills of health cadres regarding the Application of Mindfulness Body Scan Therapy as an effort to reduce stress in menopausal women.The activity was carried out through cadre training during three meetings on November 26-27 and December 1, 2025, using lecture, question and answer, demonstration, and re-demonstration methods. The evaluation results showed an average pre-test score of 50 and a post-test score of 76, reflecting a 26% increase, which signifies a significant improvement in knowledge. Additionally, the average post-test score for the Mindfulness Body Scan method demonstration was 81, falling into the "excellent" category.It is expected that health cadres can share this information with menopausal women under the supervision of the local health workers in charge, so that menopausal women are also expected to be able to independently apply Mindfulness Body Scan Therapy as an effort to reduce stress. Keywords: menopause; stress; mindfulness; cadres
Perbaikan kualitas jalan setapak menjadi jalan setapak beton pada kawasan wisata Curug Ciastana Desa Bojongkasih, Kecamatan Kadupandak, Kabupaten Cianjur Iskandaria, Harfa; Mawantu, Inggit Musdinar Sayekti Sihing Yang; Rismawandi, Rismawandi; Abdulah, Iqbal; Pakpahan, Catherine Anjelique
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38830

Abstract

AbstrakCurug Ciastana yang berlokasi di Desa Bojongkasih, Kecamatan Kadupandak, Kabupaten Cianjur memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi kawasan wisata. Jika Curug Ciastana menjadi kawasan wisata, maka dapat menjadi faktor ungkit bagi perekonomian masyarakat setempat. Namun saat ini kondisi akses menuju Curug masih berupa setapak dan hal ini tentunya menjadi kendala akses bagi wisatawan. Berdasarkan informasi perangkat desa, Pemerintah Daerah sendiri sudah menyediakan alokasi dana. Namun dari pihak pemeritah setempat, dalam hal ini Kepala Desa Bojongkasih mengalami kendala dalam menyusun dokumen untuk memenuhi persyaratan pendanaan. Dokumen yang dimaksud adalah gambar rencana jalan akses pejalan kaki Curug Ciastana dan Rencana Anggaran Biaya. Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Budi Luhur menawarkan solusi untuk menyelesaikan permasalahan jalan akses Curug Ciastana. Solusi yang ditawarkan sesuai dengan kepakaran dalam tim. Kegiatan yang dilaksanakan berupa pendampingan dalam penyusunan kelengkapan dokumen untuk mengajuan dana peningkatan kualitas jalan setapak. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menghasilkan gambar preliminary jalan akses secara segmental dan rencana anggaran biaya per segmen jalan untuk kemudian dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Kata kunci: kawasan wisata; curug; jalan setapak; rencana anggaran biaya. AbstractCiastana Waterfall, located in Bojongkasih Village, Kadupandak District, Cianjur Regency, has the potential nature to be developed into a tourist destination. If Ciastana Waterfall becomes a tourist destination, it could boost the local economy. However, access to the waterfall is currently limited by footpaths, which poses a significant obstacle for tourists. According to village officials, the local government already has allocated funds. However, the local government, specifically the Bojongkasih Village Head, is facing challenges in preparing the documents to fullfil the funding requirements. These documents include a plan for the pedestrian access road to Ciastana Waterfall and a budget plan. The Budi Luhur University Community Service Team offers a solution to address the Ciastana Waterfall access road issue. The solution aligns with the team's expertise. The activities include assistance in preparing the necessary documents for applying for funds to improve the quality of the footpath. And the results of this community service activity are preliminary segmental access road drawing and a budget plan for each segment, which can then be adjusted to meet field conditions.. Keywords: tourism area; spring; pedestrian; budget plan.
Pemberdayaan kader kesehatan dalam penguatan kemampuan self management pada pelayanan Posyandu Desa Purwosekar Sakti, Ifa Pannya; Ati, Maria Prieska Putri Panglipur
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38190

Abstract

AbstrakPosyandu sebagai layanan kesehatan berbasis masyarakat sangat ditentukan oleh peran kader, termasuk dalam kemampuan self management. Namun, hasil observasi di Desa Purwosekar menunjukkan bahwa seluruh kader belum pernah memperoleh pelatihan terkait self management, sehingga berisiko menurunkan efektivitas pelayanan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam mengelola kegiatan posyandu secara mandiri, terarah, dan berkelanjutan sesuai dengan penerapan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP). Metode yang digunakan meliputi edukasi kesehatan, Focus Group Discussion (FGD), dan pelatihan penerapan self management. Kegiatan dilaksanakan pada 18–20 November 2025 di Balai Desa Purwosekar dengan melibatkan 37 kader kesehatan. Hasil evaluasi menunjukkan nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 72,1 (baik) menjadi 92,79 (sangat baik) dengan peningkatan sebesar 28,7%, dan seluruh kader berada pada kategori baik dan sangat baik. Selain itu, kemampuan penerapan self management mayoritas berada pada kategori baik (35,90%) dan sangat baik (51,28%), serta seluruh kader mampu menerapkannya dalam pelayanan posyandu secara mandiri tanpa pendampingan. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas kader dan berpotensi menjadi model pemberdayaan yang berkelanjutan. Kata kunci: kader Kesehatan; posyandu; self management. Abstract Posyandu as a community-based health service is highly determined by the role of cadres, including in self-management skills. However, observations in Purwosekar Village indicate that all cadres have never received training related to self-management, thus risking reducing service effectiveness. This Community Service (PkM) activity aims to improve the knowledge and skills of cadres in managing Posyandu activities independently, directed, and sustainably in accordance with the implementation of the Integrated Primary Service (ILP) Posyandu. The methods used include health education, Focus Group Discussions (FGDs), and training in self-management implementation. The activity was carried out on November 18–20, 2025 at the Purwosekar Village Hall, involving 37 health cadres. The evaluation results showed an average knowledge score increased from 72.1 (good) to 92.79 (very good) with an increase of 28.7%, and all cadres were in the good and very good categories. Furthermore, the majority of cadres' self-management skills were in the good (35.90%) and very good (51.28%) categories, and all cadres were able to implement it independently in integrated health post (Posyandu) services without assistance. This activity has proven effective in increasing cadre capacity and has the potential to become a sustainable empowerment model. Keywords: health cadres; integrated health posts (posyandu); self-management.
Gerak sehat jiwa sebagai upaya dalam peningkatan kualitas hidup lansia di Panti Tresna Werdha Tat Twam Asi Sentani Kabupaten Jayapura Gultom, Elisabeth; Apay, Frengki; Dia, Fitri; Purba, Ellen R.V.; Rahayu, Gemi; Kristiyani, Kristiyani; Mebri, Elisabet; Gentidatu, Sofietje; Manangsang, Frans; Marjuanah, Marjuanah; Rospuana, Rospuana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38939

Abstract

AbstrakPeningkatan jumlah lansia menimbulkan tantangan pada aspek kesehatan fisik dan psikososial, terutama di lingkungan panti werdha yang memiliki keterbatasan dalam pemantauan kesehatan berkala dan stimulasi aktivitas sosial. Kondisi ini juga ditemukan pada lansia di Panti Werdha Tresna “Taat Twam Asi” Sentani, dimana sebagian peserta menunjukkan masalah kesehatan fisik dan kecemasan yang memerlukan perhatian. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan psikososial lansia melalui skrining kesehatan, edukasi kesehatan, dan pendampingan psikososial. Metode kegiatan dilaksanakan melalui pemeriksaan tanda-tanda vital, gula darah, asam urat, dan kolesterol, dilanjutkan dengan penyuluhan kesehatan serta evaluasi kecemasan sebelum dan sesudah intervensi. Kegiatan melibatkan 31 orang lansia sebagai peserta. Hasil skrining menunjukkan rata-rata tekanan darah sistolik sebesar 124 mmHg dan diastolik 76 mmHg, respirasi 19 kali/menit, nadi 81 kali/menit, dan suhu tubuh 35,9°C. Hasil pemeriksaan juga menunjukkan adanya peserta dengan kadar gula darah, asam urat, dan kolesterol yang berada di atas batas normal, yang mengindikasikan risiko gangguan metabolik dan penyakit degeneratif pada lansia. Dari aspek psikologis, hasil evaluasi kecemasan menunjukkan adanya perbaikan setelah intervensi, ditandai dengan meningkatnya jumlah lansia pada kategori kecemasan ringan dari 48,4% menjadi 83,9%, serta tidak ditemukannya lagi kecemasan berat pada evaluasi post-test. Selain itu, selama kegiatan peserta tampak lebih aktif, antusias, dan menunjukkan interaksi sosial yang lebih baik. Kegiatan ini menunjukkan bahwa integrasi skrining kesehatan, edukasi, dan pendampingan psikososial merupakan pendekatan holistik yang efektif untuk meningkatkan kualitas hidup lansia. Diperlukan kegiatan berkelanjutan dan kolaborasi dengan pengelola panti serta fasilitas pelayanan kesehatan untuk mempertahankan dan meningkatkan hasil yang telah dicapai. Kata kunci: kecemasan; lansia; pengabdian masyarakat; skrining kesehatan; tanda-tanda vital AbstractThe increasing number of older adults in Indonesia presents major challenges in both physical health and psychosocial well-being. This condition is also evident among elderly residents of Tresna “Taat Twam Asi” Nursing Home in Sentani, where some participants showed physical health problems and anxiety requiring attention. This community service program aimed to improve the health status and psychosocial well-being of older adults through health screening, health education, and psychosocial assistance. The intervention methods included the assessment of vital signs, blood glucose, uric acid, and cholesterol levels, followed by health education sessions and evaluation of anxiety before and after the intervention. The program involved 31 older adults as participants. The screening results showed that the mean systolic blood pressure was 124mmHg, diastolic blood pressure was 76 mmHg, respiratory rate was 19 breaths per minute, pulse rate was 81 beats per minute, and body temperature was 35,9°C. The examination also indicated that several participants had blood glucose, uric acid, and cholesterol levels above normal limits, suggesting the risk of metabolic disorders and degenerative diseases among the elderly. From the psychological aspect, the anxiety evaluation demonstrated improvement after the intervention, marked by an increase in the proportion of older adults in the mild anxiety category from 48.4% to 83.9%, and no participants remained in the severe anxiety category in the post-test evaluation. In addition, during the activity, participants appeared more active, enthusiastic, and showed better social interaction. This program demonstrates that the integration of health screening, education, and psychosocial assistance is an effective holistic approach to improving the quality of life of older adults. Continuous programs and collaboration with nursing home managers and health service facilities are needed to sustain and further improve the outcomes achieved. Keywords: elderly; health screening; vital signs; anxiety; community service.
Transformasi digital sekolah : pengelolaan situs web untuk meningkatkan brand image SMK Kristen Surakarta Buana, Pratama Angga; Winarti, Titin; Widodo, Edi; Asmiatun, Siti; Ma’arif, Daffa Nurin Nabil; Wardani, Kasa Kusuma; Susilo, Djoko
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38409

Abstract

AbstrakBelum adanya jejak digital yang kuat serta terbatasnya aktivitas promosi sekolah secara daring menjadi permasalahan utama di SMK Kristen Surakarta. Program pengabdian ini dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan warga sekolah dalam mengelola situs web sebagai saluran informasi resmi yang kredibel guna memperkuat transparansi informasi bagi masyarakat. Kegiatan dilaksanakan melalui pelatihan langsung kepada 15 peserta yang terdiri dari 5 pendidik/tenaga kependidikan sebagai pengelola administrasi dan 10 peserta didik sebagai kontributor konten kreatif. Cakupan materi yang diberikan antara lain pembuatan konten positif, penerapan etika digital, serta optimalisasi fitur-fitur yang terdapat pada situs web sekolah. Proses evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest guna mengukur tingkat pemahaman etika digital, keamanan data, hak cipta, dan keterampilan pembuatan konten. Data hasil tes dianalisis menggunakan teknik komparatif deskriptif. Hasil menunjukkan adanya kenaikan nilai rata-rata dari 36,78 menjadi 40,44 dengan peningkatan tertinggi pada aspek pemahaman hak cipta (+18%). Selain itu, peserta menunjukkan sikap yang lebih positif terkait fungsi situs web sekolah, terutama dalam kemudahan memperoleh informasi dan mendukung proses penerimaan peserta didik baru. Secara keseluruhan, pelatihan ini memberikan dampak efektif dalam meningkatkan literasi digital dan citra sekolah secara daring. Keterbatasan program terletak pada waktu pelaksanaan yang relatif singkat sehingga disarankan adanya pelatihan lanjutan di masa mendatang. Kata kunci: branding sekolah; literasi digital; pelatihan; situs web; SMK Kristen Surakarta AbstractThe absence of a strong digital footprint and limited online promotional activities are the main challenges at SMK Kristen Surakarta. This community service program was conducted to improve the school community's ability to manage its website as a credible official information channel to strengthen information transparency for the public. The activity was carried out through direct training for 15 participants consisting of 5 teachers/staff as administrative managers and 10 students as creative content contributors. The material covered included creating positive content, applying digital ethics, and optimizing the school website's features. The evaluation process was conducted using pre-tests and post-tests to measure digital ethics, data security, copyright understanding, and content creation skills. The test data were analyzed using descriptive comparative techniques. The results showed an increase in the average score from 36.78 to 40.44, with the highest improvement in the copyright understanding aspect (+18%). In addition, participants showed a more positive attitude regarding the function of the school website, especially in the ease of obtaining information and supporting the new student admission process. Overall, this training effectively improved digital literacy and the school's online image. The limitation of the program is the relatively short implementation time; therefore, follow-up training is recommended in the future. Keywords: digital literacy; school branding; SMK Kristen Surakarta; training; situs web
Penguatan kompetensi mahasiswa melalui integrasi scite.AI dalam analisis literatur karya ilmiah Yunus, Santi; Yunus, Rita; Akbar, Muhammad; Albetris, Albetris; Sari, Nurfadilah Sindika
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38569

Abstract

Abstrak Perkembangan Artificial Intelligence (AI) di pendidikan tinggi menghadirkan peluang dalam penguatan literasi akademik, khususnya pada kemampuan analisis literatur mahasiswa. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi mahasiswa melalui integrasi Scite.AI sebagai pendukung analisis literatur dalam karya ilmiah. Program dilaksanakan pada 16 Agustus 2025 di Ruang BTE 21 dengan melibatkan 33 mahasiswa yang sedang atau akan menyusun tugas akhir. Metode yang digunakan adalah pelatihan berbasis pendampingan dengan desain workshop praktik dan pendekatan experiential learning. Kegiatan meliputi pemaparan konsep citation context, demonstrasi fitur Scite.AI, praktik analisis fungsi sitasi (mentioning, supporting, contrasting), serta diskusi dan refleksi. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan Scite.AI membantu mahasiswa memahami konteks sitasi secara lebih kritis dan tidak lagi bergantung pada jumlah sitasi semata. Integrasi AI yang dipadukan dengan pendampingan terstruktur terbukti mendukung peningkatan ketelitian analisis literatur dan kualitas argumentasi ilmiah. Dengan demikian, pemanfaatan Scite.AI berbasis pendampingan dapat menjadi strategi efektif dalam memperkuat kompetensi literasi akademik mahasiswa di era digital. Kata kunci: artificial intelligence; scite.AI; analisis literatur; citation context; pendampingan. Abstract The development of Artificial Intelligence (AI) in higher education offers opportunities to strengthen students’ academic literacy, particularly in literature analysis skills. This community service program aimed to enhance students’ competencies by integrating Scite.AI as a tool to support literature analysis in academic writing. The program was conducted on August 16, 2025, in Room BTE 21 and involved 33 students preparing their undergraduate theses or scientific articles. The method employed was mentoring-based training combined with a practice-oriented workshop and an experiential learning approach. Activities included introducing citation context concepts, demonstrating Scite.AI features, practicing citation function analysis (mentioning, supporting, contrasting), and conducting guided discussions and reflections. The results indicate that Scite.AI helped students interpret citation contexts more critically and move beyond relying solely on citation counts. The integration of AI with structured mentoring contributed to improved rigor in literature analysis and stronger scientific argumentation. Therefore, mentoring-based integration of Scite.AI represents an effective strategy for strengthening academic literacy competencies in the digital era. Keywords: artificial intelligence; scite.AI; literature analysis; citation context; mentoring.
Pelatihan pengintegrasian budaya lokal berbasis TIK ke dalam materi pembelajaran anak usia dini Sirjon, Sirjon; Olua, Erna; Beay, Rian Riolin; Setyaningsih, Diana; Indrawati, Indrawati; Annuar, Haerul
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38367

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi digital menuntut kemampuan guru untuk dapat mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi ke dalam pembelajaran yang kontekstual dan relevan dengan budaya lokal. Namun, guru dan calon guru pendidikan anak usia dini di Nimbokrang, Kabupaten Jayapura, masih menghadapi keterbatasan kompetensi teknologi, rendahnya kemampuan mengintegrasikan budaya lokal ke dalam materi ajar, serta minimnya pendampingan praktik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dan calon guru dalam memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk merancang pembelajaran berbasis budaya lokal. Mitra kegiatan adalah guru dan calon guru pendidikan anak usia dini di wilayah Nimbokrang dengan jumlah peserta 16 orang. Metode pelaksanaan meliputi analisis kebutuhan, pelatihan berbasis praktik, workshop pengembangan materi, pendampingan, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test disertai refleksi bersama. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh indikator, yaitu pemahaman teknologi, kemampuan integrasi budaya lokal, penggunaan teknologi untuk evaluasi pembelajaran, pengembangan materi kontekstual, peningkatan rasa percaya diri, dan komitmen penggunaan teknologi secara berkelanjutan. Seluruh peserta mencapai kategori sangat baik pada aspek kompetensi dan menunjukkan kesiapan menerapkan hasil pelatihan di lembaga masing-masing. Kata kunci: pendidikan anak usia dini; teknologi informasi dan komunikasi; budaya lokal; pelatihan guru; pembelajaran kontekstual. Abstract The development of digital technology demands that teachers integrate information and communication technology into contextual and culturally relevant learning. However, early childhood teachers and teacher candidates in Nimbokrang, Jayapura Regency, still face limited technological competency, low ability to integrate lokal culture into open materials, and minimal practical mentoring. This community service activity aims to improve the competency of teachers and teacher candidates in utilizing information and communication technology to design lokal culture-based learning. The activity partners are early childhood teachers and teacher candidates in the Nimbokrang area with 16 participants. The implementation method includes needs analysis, practice-based training, material development workshops, mentoring, and evaluation through pre- and post-tests accompanied by joint reflection. The activity results showed significant improvements in all indicators, namely understanding technology, the ability to integrate lokal culture, the use of technology for learning evaluation, the development of contextual materials, increased self-confidence, and commitment to the sustainable use of technology. All participants achieved the very good category in the competency aspect and demonstrated readiness to apply the training results in their respective institutions. Keywords: early childhood education; information and communication technology; lokal culture; teacher training; contextual learning