cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,821 Documents
Edukasi pencegahan anemia pada remaja putri di MAN 2 Semarang Sulistyianingsih, Sulistyianingsih; Anggraeni, Indiana Gita; Ningrum, Dwi Monika
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38944

Abstract

Abstrak Anemia merupakan persoalan kesehatan yang prevalen di kalangan remaja putri dan berisiko menghambat konsentrasi belajar, kebugaran, serta kesehatan reproduksi di masa depan. Minimnya literasi mengenai anemia menjadi salah satu faktor determinan yang meningkatkan risiko kejadian tersebut pada kelompok usia remaja. Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalisasi pemahaman siswi di MAN 2 Semarang terkait pencegahan anemia melalui pendekatan promotif. Metode yang diterapkan meliputi pemaparan materi, penayangan video edukasi, diskusi interaktif, serta pendistribusian selebaran (leaflet). Efektivitas program diukur menggunakan instrumen kuesioner sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) kegiatan. Melibatkan 80 partisipan, profil usia didominasi oleh remaja 16 tahun (41,25%), diikuti 15 tahun (35%), 17 tahun (13,75%), dan 18 tahun (10%). Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pada tahap awal, 72,5% responden berkategori baik dan 27,5% berkategori kurang. Namun, pasca-intervensi, seluruh responden (100%) berhasil mencapai kategori pengetahuan baik. Temuan ini menegaskan bahwa edukasi kesehatan berbasis sekolah sangat efektif dalam memperkuat literasi remaja mengenai pencegahan anemia. Kata kunci: anemia; edukasi kesehatan; remaja putri; pengetahuan; pencegahan anemia. Abstract      Anemia is a prevalent health problem among adolescent girls and poses a risk of hindering concentration in learning, fitness, and reproductive health in the future. Lack of literacy regarding anemia is a determining factor that increases the risk of this incident in the adolescent age group. This activity aims to optimize the understanding of female students at MAN 2 Semarang regarding anemia prevention through a promotive approach. The methods applied include material presentation, educational video screenings, interactive discussions, and leaflet distribution. The program's effectiveness was measured using a questionnaire instrument before (pre-test) and after (post-test) the activity. Involving 80 participants, the age profile was dominated by 16-year-olds (41.25%), followed by 15-year-olds (35%), 17-year-olds (13.75%), and 18-year-olds (10%). The evaluation results showed that in the initial stage, 72.5% of respondents were categorized as good and 27.5% were categorized as poor. However, after the intervention, all respondents (100%) managed to achieve the good knowledge category. These findings confirm that school-based health education is highly effective in strengthening adolescent literacy regarding anemia prevention.. Keywords: anemia; health education; adolescent girls; knowledge; anemia prevention.
Pelatihan pembuatan POC limbah bonggol pisang kepok kepada kelompok tani berkat sentosa, Desa Batu Laki, Kabupaten Hulu Sungai Selatan Steven, Hengky Jony; Khairiah, Khairiah; Rasid, Muhammad Abdur; Novelindo, Louis Iondar; Nababan, Endang Mayjela Enjelika; Jawak, Gani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38742

Abstract

Abstrak Desa Batu Laki merupakan salah satu penghasil pisang kepok di Kecamatan Padang Batung Hulu Sungai Selatan.  Potensi limbah bonggol pisang kepok yang melimpah dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan pupuk organik cair (POC). Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah melatih masyarakat membuat POC dari bonggol pisang dan meningkatkan pengetahuan petani tentang pembuatan pupuk organik cair dan pemanfaatannya. Sasaran pelatihan adalah kelompok tani Berkat Sentosa, di Desa Batu Laki, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan. Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 8 Agustus 2025. Tahapan pelatihan diawali dengan sosialisasi kepada kelompok tani kemudian penyampaian materi, diskusi, serta praktek langsung pembuatan POC dari bonggol pisang. Pretest dan posttest dilakukan untuk mengukur pengetahuan petani tentang POC. POC yang dibuat difermentasi selama 14 hari. Kegiatan pelatihan berhasil membuat POC yang dicirikan dengan warna cokelat dan beraroma tapai dengan pH 4. Hasil pretest menunjukan nilai pengetahuan peserta sebesar 44,65 dan pada posttest nilainya menjadi 78,33. Pelatihan ini berhasil melatih peserta membuat POC dari bonggol pisang  dan meningkatkan pengetahuan sebesar 33,68 poin. Kegiatan yang dilakukan berhasil melatih, meningkatkan pengetahuan, dan keterampilan masyarakat membuat POC. Kata kunci: bonggol pisang; EM4; POC. Abstract Batu Laki Village is one of the producers of kepok bananas in Padang Batung District, Hulu Sungai Selatan. The abundant potential of kepok banana stalk waste can be utilized as a material for making liquid organic fertilizer (POC). The purpose of this community service activity was to train local farmers in the production of LOF from banana corms and to enhance their knowledge regarding organic fertilizer processing. The training was targeted at the Berkat Sentosa Farmers’ Group and was conducted on August 8, 2025. The program began with an initial socialization session, followed by the delivery of materials, discussions, and hands-on practice in producing LOF from banana corms. A pre-test and post-test were administered to assess the participants’ knowledge of LOF. The fertilizer produced was fermented for 14 days and was characterized by a brown color, a fermented (tape-like) smell, and a pH of 4. The pre-test results showed an average knowledge score of 44.65, which increased to 78.33 after the training. Overall, the program successfully trained participants in producing LOF from banana corms and improved their knowledge by 33.68 points. The community service activities carried out successfully trained, increased the knowledge, and skills of the community in making POC. Keywords: banana corm, EM4, POC.
Herbisida organik berbasis air kelapa terfermentasi sebagai alternatif pengendalian gulma di Desa Sidodadi, Kabupaten Pesawaran Pujisiswanto, Hidayat; Yosilia, Rani; Jannah, Husna Fii Karisma; Fahrizi, Dimas
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38057

Abstract

AbstrakHingga saat ini, pengendalian gulma masih didominasi oleh penggunaan herbisida kimia sintetik. Namun, penggunaan herbisida kimia secara berulang dalam jangka panjang berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, memicu resistensi gulma, serta membebani petani akibat harga produk yang relatif mahal. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pengendalian gulma yang lebih ramah lingkungan, ekonomis, dan mudah diaplikasikan oleh petani.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam pembuatan serta penerapan herbisida organik berbahan limbah air kelapa melalui metode fermentasi sebagai alternatif pengendalian gulma. Sasaran khusus kegiatan meliputi peningkatan pemahaman petani mengenai dampak gulma terhadap biaya dan pemeliharaan tanaman, pengenalan konsep dasar herbisida, serta penguasaan teknik pembuatan dan aplikasi herbisida organik.Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan berupa pemberian materi, pelatihan pembuatan herbisida organik berbahan limbah air kelapa, serta praktik lapang melalui demplot uji aplikasi herbisida organik. Kegiatan dilaksanakan di Desa Sidodadi, Kabupaten Pesawaran, dengan melibatkan petani yang tergabung dalam kelompok tani. Evaluasi dilakukan melalui pengukuran tingkat pemahaman dan penguasaan materi terkait gulma, herbisida, serta teknologi pembuatan dan aplikasi herbisida organik. Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya kemampuan petani dalam memahami konsep pengendalian gulma serta keterampilan sebesar 30% yang diukur menggunakan pre-test dan post-test dalam memproduksi dan mengaplikasikan herbisida organik pada lahan budidaya tanaman. Kata kunci: gulma; herbisida organik; air kelapa; fermentasi; pengendalian gulma. Abstract Weeds are a major constraint in crop production as they reduce yield and quality, increase production costs due to additional labor, and serve as hosts for pests and plant diseases. Weed control in agriculture still largely depends on synthetic chemical herbicides. However, their long-term and repeated use can cause environmental degradation, induce herbicide resistance in weed populations, and increase production costs for farmers. Therefore, alternative weed management strategies that are environmentally friendly, affordable, and easily adopted by farmers are urgently needed. This community service program aimed to enhance farmers’ knowledge and skills in producing and applying organic herbicides derived from fermented coconut water waste as an alternative method for weed control. The objectives included improving farmers’ understanding of the impacts of weeds on crop management, introducing basic concepts of herbicides, and developing technical skills in the preparation and application of organic herbicides. The program was implemented through extension activities, hands-on training, and field practice using demonstration plots. It was conducted in Sidodadi Village, Pesawaran Regency, involving local farmer groups. Program evaluation focused on participants’ understanding of weed management and organic herbicide production. The result of this activity was an improvement in farmers’ ability to understand weed control concepts, as well as a 30% increase in skills measured using pre-test and post-test in producing and applying organic herbicides in cultivated fields. Keywords: weeds; organic herbicide; fermented coconut water; weed management; sustainable agriculture.
Pelatihan penyusunan RPP berbasis kurikulum cinta sebagai upaya peningkatan kompetensi guru madrasah ibtidaiyah Aqodiah, Aqodiah; Said, Khaeruddin; Ali, Mustapa; Astini, Baiq Ida; Zaenudin, Zaenudin; Muhiburrahman, Muhiburrahman; Dewi, Novi Yanti Sandra
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38936

Abstract

AbstrakTransformasi pendidikan madrasah menuntut penguatan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi kognitif, tetapi juga mengintegrasikan nilai karakter secara sistematis dalam perencanaan pembelajaran. Namun, pada praktiknya, penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) masih cenderung bersifat administratif dan belum mengakomodasi integrasi nilai secara operasional. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam menyusun RPP berbasis Kurikulum Berbasis Cinta. Kegiatan dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Al-Istiqomah dengan melibatkan 15 orang guru sebagai mitra sasaran. Metode yang digunakan meliputi workshop konseptual, pelatihan teknis penyusunan RPP, pendampingan, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test, observasi, dan refleksi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru dengan rata-rata skor dari 54,3 menjadi 83,4 serta peningkatan keterampilan penyusunan RPP dari 53,2 menjadi 85,0. Secara kualitatif, terjadi perubahan paradigma guru dalam merancang pembelajaran dari yang berorientasi administratif menuju pembelajaran yang lebih holistik dengan integrasi nilai panca cinta dalam tujuan, kegiatan, dan asesmen. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik efektif dalam meningkatkan kompetensi guru serta dapat menjadi model penguatan pembelajaran berbasis nilai di madrasah. Kata kunci: kurikulum berbasis cinta; rencana pelaksanaan pembelajaran; kompetensi guru; pendidikan karakter; madrasah ibtidaiyah AbstractThe transformation of madrasah education requires strengthening learning processes that are not only cognitively oriented but also systematically integrate character values into lesson planning. However, in practice, lesson plans tend to be administrative in nature and have not yet accommodated the operational integration of values. This community service activity aims to improve teachers’ understanding and skills in developing lesson plans based on the Love-Based Curriculum. The activity was conducted at Madrasah Ibtidaiyah Al-Istiqomah, involving 15 teachers as target participants. The methods employed included conceptual workshops, technical training on lesson plan development, mentoring, and evaluation through pre-tests and post-tests, observation, and reflection. The results indicate a significant improvement in teachers’ understanding, with average scores increasing from 54.3 to 83.4, as well as an improvement in lesson plan development skills from 53.2 to 85.0. Qualitatively, there was a shift in teachers’ perspectives from administrative-oriented planning to more holistic learning design, integrating the five core values of love into learning objectives, activities, and assessment. This activity demonstrates that practice-based training is effective in enhancing teacher competence and can serve as a model for strengthening value-based learning in madrasahs. Keywords: love-based curriculum; lesson plan; teacher competence; character education; madrasah ibtidaiyah
Pelatihan penerapan asuransi BPJS bagi pemain sepak bola klub Waena di Kota Jayapura Irab, Samuel Piter; Togodly, Arius; Beroperay, Esar Roni; Putra, Miftah Faris Prima
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.37961

Abstract

Abstrak Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman pemain sepak bola Klub Waena mengenai pentingnya asuransi BPJS dalam menunjang kesehatan dan keselamatan kerja atlet. Program dilaksanakan melalui pelatihan terstruktur, pendampingan, dan evaluasi komprehensif terhadap 32 peserta. Metodologi penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan pre-test dan post-test untuk mengukur efektivitas intervensi. Instrumen kuesioner tervalidasi dengan skor maksimal 21 digunakan untuk menilai tingkat pemahaman peserta sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil analisis menunjukkan peningkatan signifikan skor rata-rata dari 13,88 menjadi 15,66 (p = 0,0072 < 0,05). Uji t-test berpasangan mengkonfirmasi perbedaan yang signifikan secara statistik dengan effect size besar (Cohen's d = 0,664). Transformasi kategori pemahaman menunjukkan peningkatan dramatis pada kategori "Sangat Baik" dari 6,2% menjadi 40,6%. Sebanyak 65,6% peserta mengalami peningkatan skor individual. Program terbukti efektif meningkatkan literasi BPJS di kalangan atlet sepak bola amatir. Kata Kunci: BPJS; atlet sepak bola; jaminan sosial; pengabdian masyarakat; literasi kesehatan. AbstractThis Community Service activity aims to improve the understanding of Waena Club soccer players regarding the importance of BPJS insurance in supporting athlete health and safety. The program was implemented through structured training, mentoring, and a comprehensive evaluation of 32 participants. The research methodology employed a quasi-experimental design with a pre-test and post-test to measure the effectiveness of the intervention. A validated questionnaire with a maximum score of 21 was used to assess participants' level of understanding before and after the training. The analysis showed a significant increase in the average score from 13.88 to 15.66 (p = 0.0072 < 0.05). A paired t-test confirmed a statistically significant difference with a large effect size (Cohen's d = 0.664). The transformation of understanding categories revealed a dramatic increase in the "Very Good" category from 6.2% to 40.6%. A total of 65.6% of participants experienced an increase in their individual scores. The program has proven effective in increasing BPJS literacy among amateur soccer athletes. Keywords: BPJS; soccer athletes; social security; community service; health literacy.
Penerapan konsep sekolah sehat dan ramah lingkungan melalui sanitasi berkelanjutan di SMA Istiqomah Muhammadiyah Boarding School, Samarinda Pramaningsih, Vita; Yuliawati, Ratna; Kumalasari, Virda Putri; Hayat, Andi Fajelul Fajrara; Fariski, Muhammad; Prananda, Parli
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38427

Abstract

AbstrakSMA Istiqomah Muhammadiyah Boarding school, Samarinda memiliki aktivitas warga sekolah 24 jam. Kegiatan belajar mengajar pada jam seklah dan aktivitas keagamaan serta aktivitas harian siswa asrama. Kondisi sanitasi ruangan pembelajaran, ibadah, dapur, laundry dan toilet untuk Mandi, Cuci, Kakus (MCK) perlu diperhatikan sanitasinya untuk menjaga kesehatan warga. Tingginya intensitas penggunaan fasilitas sanitasi menuntut penerapan sanitasi berkelanjutan serta Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) secara konsisten. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa terhadap sanitasi berkelanjutan serta mengevaluasi kondisi lingkungan fisik sekolah dalam mendukung penerapan konsep sekolah sehat dan ramah lingkungan. Kegiatan dilaksanakan di SMA Istiqamah Muhammadiyah Boarding School, Samarinda, dengan melibatkan 20 siswa sebagai peserta. Metode pelaksanaan meliputi edukasi sekolah sehat dan sanitasi berkelanjutan, pengukuran suhu, kelembapan, dan pencahayaan pada beberapa ruangan utama sekolah, pembentukan kader sekolah sehat, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa pada seluruh indikator meningkat dari  79% menjadi 93%. Peningkatan sikap siswa terhadap sanitasi berkelanjutan juga meningkat dari 80% menjadi 88%. Hasil pengukuran lingkungan fisik menunjukkan bahwa suhu ruangan 100% Memenuhi Syarat (MS) dan kelembaban 100% Tidak Memenuhi Syarat (TMS). Pencahayaan ruangan menunjukan hasil sebesar 30% ruangan Memenuhi Syarat (MS) berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2018. Kegiatan ini membuktikan bahwa intervensi edukasi dan pendampingan sanitasi berkelanjutan efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa sadar akan sanitasi berkelanjutan serta dapat menjadi dasar perbaikan kondisi parameter fisik lingkungan sekolah menuju terciptanya sekolah yang sehat, nyaman, dan ramah lingkungan. Kata kunci: pengetahuan; sikap; sekolah sehat; sanitasi berkelanjutan; lingkungan sekolah. AbstractSenior High School Istiqomah Muhammadiyah Boarding School, Samarinda has 24-hour school community activities. Teaching and learning activities during school hours and religious activities as well as daily activities of boarding students. The sanitation conditions of learning rooms, worship, kitchen, laundry and toilets for Bathing, Washing, and Toileting (MCK) need to be considered to maintain the health of residents. The high intensity of use of sanitation facilities requires the consistent implementation of sustainable sanitation and Clean and Healthy Living Behavior (PHBS). This community service activity aims to improve students' knowledge and attitudes towards sustainable sanitation and evaluate the condition of the school's physical environment in supporting the implementation of the concept of a healthy and environmentally friendly school. The activity was carried out at Istiqomah Muhammadiyah Boarding School, Samarinda, involving 20 students as participants. The implementation method includes education on healthy schools and sustainable sanitation, measuring temperature, humidity, and lighting in several main rooms of the school, forming healthy school cadres, and evaluation through pre-tests and post-tests. The results of the pre-test and post-test showed an increase in student knowledge in all indicators, increasing from 79% to 93%. The increase in students' attitudes towards sustainable sanitation also increased from 80% to 88%. The results of physical environmental measurements show that the room temperature is 100% Meets Requirements (MS) and humidity is 100% Does Not Meet Requirements (TMS). Room lighting shows results of 30% of the room Meets Requirements (MS) based on the Regulation of the Minister of Manpower of the Republic of Indonesia Number 5 of 2018. This activity proves that sustainable sanitation education and mentoring interventions are effective in increasing students' knowledge and attitudes of awareness of sustainable sanitation and can be the basis for improving the condition of the physical parameters of the school environment towards creating a healthy, comfortable, and environmentally friendly school. Keywords: knowledge; attitude; healthy schools; sustainable sanitation; school environment.
Edukasi pembuatan silase limbah daun tebu dan ekoenzim sebagai insektisida alami bagi petani di Kampung Lentigi, Sabah, Malaysia Perdani, Roro Rukmi Windi; Oktarlina, Rasmi Zakiah; Amiruddin, Suwaib; Hening, Putik Titian Cipta; Muthmainah, Jihan Siti; Bawono, Aloysius Krishartadi Damar; Prayogi, Norbertus Marcell; Balqis, Gasela Zalianti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38083

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada petani tebu di Kampung Lentigi, Kota Belud, Sabah, Malaysia, mengenai dua inovasi berbasis sumber daya lokal, yaitu pemanfaatan limbah daun tebu menjadi silase dan penggunaan ekoenzim sebagai insektisida alami. Petani di daerah tersebut menghadapi masalah berupa penumpukan limbah daun tebu yang belum dikelola secara optimal, serta serangan hama seperti kutu buluh putih, tikus, dan monyet ekor panjang yang turut menimbulkan risiko zoonosis. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode sosialisasi dan demonstrasi langsung dalam satu kali kunjungan. Tim memperkenalkan proses pembuatan silase menggunakan daun tebu cacah, molase, dan EM4 sebagai starter fermentasi, serta pembuatan ekoenzim dari fermentasi gula, kulit bawang merah, dan air sebagai alternatif pengendalian hama ramah lingkungan. Evaluasi dilakukan melalui observasi terhadap keterlibatan aktif dan respons peserta selama kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan respons positif dari para petani, silase dinilai berpotensi mengurangi limbah sekaligus menyediakan pakan ternak alternatif, sementara ekoenzim dipandang sebagai solusi pengendalian hama yang murah, mudah dibuat, dan lebih aman dibandingkan pestisida sintetis. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan petani dalam mengelola sumber daya lokal secara berkelanjutan, serta mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat Kampung Lentigi. Kata kunci: ekoenzim; insektisida alami; limbah daun tebu; penyuluhan; silase Abstract This community service activity aimed to educate sugarcane farmers in Kampung Lentigi, Kota Belud, Sabah, Malaysia, on two locally-based innovations: the utilization of sugarcane leaf waste as silage for animal feed, and the application of eco-enzyme as a natural insecticide. Farmers in this area face major challenges including unmanaged accumulation of sugarcane leaf waste and pest attacks from white mealybugs, rats, and long-tailed macaques, the latter of which also poses zoonotic disease risks. The activity was conducted using a qualitative descriptive approach through a single-visit socialization and hands-on demonstration session. The team introduced silage production using chopped sugarcane leaves, molasses, and EM4 as a fermentation starter, as well as eco-enzyme production from fermented sugar, onion peel, and water as an environmentally friendly pest control alternative. Evaluation was carried out through direct observation of participant engagement and responses during the session. Results demonstrated positive reception from the farmers — silage was perceived as a practical solution for waste reduction and alternative feed provision, while eco-enzyme was regarded as an affordable, easy-to-make, and safer alternative to synthetic pesticides. This program is expected to enhance farmers' knowledge, awareness, and skills in managing local resources sustainably, while contributing to food security and community welfare in Kampung Lentigi. Keywords: eco-enzyme, natural insecticide, outreach, silage, sugarcane waste
Psikoedukasi berbasis nilai islam dan penguatan pemahaman kader kesehatan jiwa di komunitas pedesaan Hudatullah, Ahmad; Usman, Nurhaqillah M.; Yanti, Safri; Yangkun, Guo; Hayati, Elli Nur
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v%vi%i.38474

Abstract

Abstrak Keterbatasan layanan kesehatan mental di wilayah pedesaan menuntut penguatan peran kader kesehatan jiwa sebagai aktor komunitas. Namun, kader masih menghadapi keterbatasan pemahaman dan tantangan stigma terhadap gangguan jiwa. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat pemahaman kader melalui psikoedukasi berbasis nilai Islam di Kalurahan Getas, Kabupaten Gunungkidul. Mitra kegiatan adalah kader kesehatan jiwa wilayah kerja UPT Puskesmas Playen II dengan 43 peserta, dan 27 data valid dianalisis. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan interaktif, diskusi reflektif, serta evaluasi pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan rerata skor dari 11,26 (SD = 0,813) menjadi 11,56 (SD = 0,577). Uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan perbedaan bermakna (Z = −2,000; p = 0,046). Sebanyak 37% peserta mengalami peningkatan skor, 52% tetap, dan 11% menurun. Secara kualitatif, kader menunjukkan peningkatan refleksi terhadap komunikasi empatik, peran pendampingan, dan integrasi nilai religius dalam praktik lapangan. Temuan ini menegaskan bahwa psikoedukasi kontekstual tidak hanya meningkatkan aspek kognitif, tetapi juga memperkuat dimensi afektif kader sebagai agen perubahan dalam layanan kesehatan jiwa berbasis komunitas. Kata kunci: kesehatan mental; psikoedukasi; kader kesehatan jiwa; nilai islam; komunitas pedesaan. AbstractLimited access to mental health services in rural areas highlights the strategic role of community mental health cadres. However, gaps in knowledge and persistent stigma remain significant challenges. This community service program aimed to strengthen cadres’ understanding through an Islamic values– based psychoeducation intervention in Getas Village, Gunungkidul Regency. The program involved 43 cadres affiliated with UPT Puskesmas Playen II, with 27 valid responses analyzed. The intervention consisted of interactive lectures, reflective discussions, and pre-test–post-test evaluation. Results indicated an increase in mean scores from 11.26 (SD = 0.813) to 11.56 (SD = 0.577). The Wilcoxon Signed Rank Test revealed a statistically significant difference (Z = −2.000; p = 0.046). Individually, 37% of participants improved, 52% remained stable, and 11% declined. Qualitative observations demonstrated enhanced reflective capacity regarding empathic communication, supportive roles, and integration of religious values in community-based mental health support. These findings suggest that culturally contextualized psychoeducation strengthens both cognitive and affective capacities of community cadres, reinforcing their function as frontline agents in rural mental health services. Keywords: mental health; psychoeducation; community health cadres; islamic values; rural community.
Pemberdayaan caregiver dalam menghadapi kegawatdaruratan lansia dengan hipertensi di lembaga kesejahteraan Sosial Lanjut Usia (LKS LU) Vinsur, Elizabeth Yun Yun; Sugiyanto, Sugiyanto; Nurwiyono, Anang
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.36181

Abstract

Abstrak Hipertensi pada lansia di Lembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia (LKS LU) berisiko tinggi berkembang menjadi kondisi kegawatdaruratan jika tidak terpantau dengan baik. Caregiver memegang peran vital, namun sering kali memiliki pengetahuan yang terbatas mengenai tanda krisis hipertensi dan manajemen awal kegawatdaruratan. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi caregiver dalam deteksi dini krisis hipertensi, manajemen obat, dan dukungan psikososial. Metode pelaksanaannya adalah edukasi bertahap dan simulasi kasus dengan desain one-group pretest-posttest pada 14 caregiver di LKS LU X. Evaluasi efektivitas diukur menggunakan kuesioner 15 item dan dianalisis menggunakan Normalized Gain (N-Gain). Hasil menunjukkan peningkatan skor pengetahuan yang signifikan dari rata-rata pre-test 51,9 menjadi post-test 77,2. Rata-rata N-Gain sebesar 0,45 (kategori Sedang), dengan dua caregiver mencapai kategori Tinggi (>0,7). Selain peningkatan kapasitas pengetahuan, kegiatan ini juga menghasilkan luaran berupa poster edukasi mengenai alur penanganan kegawatdaruratan hipertensi yang dipasang di area LKS LU sebagai panduan mandiri bagi caregiver. Program ini terbukti efektif meningkatkan kesiapan caregiver dalam situasi darurat, namun pendampingan berkelanjutan diperlukan bagi caregiver dengan latar belakang non-kesehatan untuk retensi pengetahuan yang optimal. Kata kunci: hipertensi; kegawatdaruratan; lansia; pengasuh. Abstract Hypertension in elderly people in nursing homes (LKS LU) is at high risk of developing into an emergency condition if not monitored properly. Caregivers play a vital role, but often have limited knowledge about the signs of a hypertensive crisis and initial emergency management. This service aims to improve the competence of caregivers in the early detection of hypertensive crises, medication management, and psychosocial support. The method used was gradual education and case simulations with a one-group pretest-posttest design involving 14 caregivers at the LKS LU. Effectiveness was evaluated using a 15-item questionnaire and analysed using Normalised Gain (N-Gain). The results showed a significant increase in knowledge scores from a pre-test average of 51.9 to a post-test average of 77.2. The average N-Gain was 0.45 (Moderate category), with two participants reaching the High category (>0.7). In addition to the increase in knowledge capacity, this program also produced an educational poster regarding the emergency management flow of hypertension, which was installed in the nursing home area as a self-guidance for caregivers. This programme proved effective in improving caregivers' preparedness in emergency situations, but ongoing support is needed for caregivers with non-health backgrounds to ensure optimal knowledge retention. Keywords: caregiver; emergency; hypertension; older-adults.
Plant survey analisis risiko pada UKM produksi pangan lokal Sari, Ita Marlita; Azzami, M Kaamil; Akhwazain, Syahla; Adinda P, Zahra; Ifany S, Ria Novian; Amalina, Alya Nur; Khalisa, Shakila Nur; Safitri, Dina Lutfia; Hidayat, Putri; Mutiara, Ratu Annisa; Pradiva M, Kania; Hakyanto, Eka; Fitrullah, Muhammad
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38479

Abstract

AbstrakUsaha Kecil dan Menengah (UKM) pangan memainkan peran penting dalam perekonomian lokal, namun keberlanjutannya seringkali terancam oleh praktik Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang tidak memadai. Data nasional menunjukkan bahwa sebagian besar kecelakaan kerja di industri pangan skala mikro berasal dari standar operasional yang tidak memadai. Pekerja rumahan di perkotaan umumnya melaporkan keluhan muskuloskeletal, sementara paparan asap masakan yang berkepanjangan meningkatkan risiko infeksi pernapasan akut. Kapasitas teknis yang terbatas, kurangnya fasilitas, dan tidak adanya prosedur operasi standar meningkatkan bahaya kerja di kalangan pekerja informal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi bahaya di tempat kerja, menilai risiko kesehatan, dan mengembangkan rekomendasi peningkatan K3 untuk UKM Sate Bandeng dalam binaan Puskesmas Singandaru di Serang, Banten. Kegiatan ini dilakukan pada November 2024, dengan menerapkan metode campuran kualitatif dan kuantitatif, termasuk observasi partisipatif kegiatan produksi, wawancara mendalam, dan analisis risiko menggunakan matriks frekuensi-keparahan. Temuan mengungkapkan berbagai bahaya di berbagai aspek fisik, kimia, biologis, ergonomis, psikososial, dan keselamatan. Para pekerja mengalami gejala pernapasan akibat paparan asap, ketegangan muskuloskeletal akibat tugas berulang dan berdiri terlalu lama, adanya risiko infeksi dari penanganan ikan mentah, dan stres terkait pekerjaan. Bahaya berisiko tinggi diidentifikasi berupa potensi sengatan listrik yang disebabkan oleh stopkontak yang tidak tertutup. Meskipun tindakan pencegahan seperti penggunaan masker dan alat pemadam kebakaran tersedia, penerapannya masih belum konsisten. Penguatan kepatuhan penggunaan APD, peningkatan ventilasi, dan pengamanan instalasi listrik merupakan strategi praktis dan berkelanjutan untuk meningkatkan perlindungan kesehatan kerja di tempat kerja sektor informal. Kata kunci: UKM; keselamatan dan kesehatan kerja; risiko bahaya. Abstract Food Small and Medium Enterprises (SMEs) play a vital role in local economies, yet their sustainability is frequently challenged by inadequate Occupational Safety and Health (OHS) practices. National reports indicate that most workplace accidents in micro-scale food industries stem from insufficient operational standards. Urban home-industry workers commonly report musculoskeletal complaints, while prolonged exposure to cooking smoke elevates the risk of acute respiratory infections. Limited technical capacity, lack of facilities, and absence of standard operating procedures increase occupational hazards among informal workers. This community service project aimed to identify workplace hazards, assess health risks, and develop OHS improvement recommendations for a Milkfish Satay SME supervised by the Singandaru Community Health Center in Serang, Banten. Conducted in November 2024, the study applied mixed qualitative and quantitative methods, including participatory observation of production activities, in-depth interviews, and risk analysis using a frequency and severity matrix. Findings revealed multiple hazards across physical, chemical, biological, ergonomic, psychosocial, and safety domains. Workers experienced respiratory symptoms from smoke exposure, musculoskeletal strain from repetitive tasks and prolonged standing, infection risks from handling raw fish, and work-related stress. A high-risk hazard was identified in the form of potential electric shock caused by uncovered electrical outlets. Although preventive measures such as mask use and fire extinguishers were available, their implementation remained inconsistent. Strengthening PPE compliance, improving ventilation, and securing electrical installations are practical and sustainable strategies to enhance occupational health protection in informal sector workplaces. Keywords: SME; occupational safety and health; hazard risk.