cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,742 Documents
Pemberdayaan kader kesehatan dalam pendampingan screening dan monitoring Ankle-Brachial Index (ABI) pada penderita diabetes mellitus Achmad Syukkur; Anang Nurwiyono
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v%vi%i.37871

Abstract

Abstrak Program Kemitraan Masyarakat (PkM) berjudul “Pemberdayaan Kader Kesehatan dalam Pendampingan Screening dan Monitoring Ankle-Brachial Index (ABI) pada Penderita Diabetes Mellitus” dilaksanakan di Desa Pandansari, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Kegiatan ini bertujuan guna meningkatkan kapasitas kader dalam deteksi dini komplikasi Penyakit Arteri Perifer (PAD) pada pasien DM. Angka penderita Diabetes Mellitus (DM) di Desa Pandansari cukup tinggi, namun pengetahuan masyarakat mengenai deteksi dini komplikasi penyakit arteri perifer (PAD) masih rendah. Meskipun kader kesehatan telah aktif di posyandu dan posbindu, mereka belum memiliki keterampilan khusus dalam mendampingi screening serta monitoring Ankle-Brachial Index (ABI). Permasalahan mitra meliputi tingginya jumlah penderita DM, rendahnya pengetahuan masyarakat tentang deteksi dini PAD, serta keterbatasan pengetahuan, keterampilan, dan sistem pendampingan kader dalam melakukan screening dan monitoring ABI. Program dilaksanakan melalui edukasi tentang DM dan komplikasinya, pelatihan teknis pemeriksaan ABI, serta pembekalan pencatatan hasil secara sistematis. Evaluasi melalui pretest dan posttest menunjukkan peningkatan pengetahuan kader sebesar 45,45% (dari skor 55,00 menjadi 80,00) dan peningkatan keterampilan praktik sebesar 42,22% (dari 56,25 menjadi 80,00). Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan PkM efektif meningkatkan kompetensi kader sebagai agen edukasi dan pendamping dalam pencegahan komplikasi DM di tingkat komunitas. Kata kunci: diabetes mellitus; kader kesehatan; penyakit arteri perifer; screening dan monitoring; Ankle-Brachial Index (ABI). Abstract The Community Partnership Program (PkM) entitled “Empowering Community Health Volunteers in Assisting the Screening and Monitoring of the Ankle-Brachial Index (ABI) among Patients with Diabetes Mellitus” was implemented in Pandansari Village, Poncokusumo Subdistrict, Malang Regency. This program aimed to enhance the capacity of community health volunteers in the early detection of complications related to Peripheral Artery Disease (PAD) among patients with Diabetes Mellitus (DM). The prevalence of DM in Pandansari Village is relatively high; however, community awareness regarding the early detection of PAD complications remains low. Although community health volunteers are actively involved in integrated health services (posyandu and posbindu), they lack specific skills in assisting with ABI screening and monitoring. The partner-related problems included the high number of DM cases, limited community knowledge regarding early PAD detection, and insufficient knowledge, skills, and structured mentoring systems among volunteers for conducting ABI screening and monitoring. The program was conducted through health education on DM and its complications, technical training on ABI measurement, and capacity building in systematic documentation of examination results. Evaluation using pretest and posttest demonstrated a 45.45% increase in volunteers’ knowledge (from a mean score of 55.00 to 80.00) and a 42.22% improvement in practical skills (from 56.25 to 80.00). These findings indicate that the program was effective in improving volunteers’ competencies as educators and facilitators in preventing DM complications at the community level. Keywords: diabetes mellitus; community health volunteers; peripheral artery disease; screening and monitoring; Ankle-Brachial Index (ABI).
Pelatihan dan pendampingan deep learning untuk guru ISMUBA di Sekolah Muhammadiyah se-Surakarta Mohamad Ali; Istanto Istanto; Nurul Latifatul Inayati; Dartim Dartim; Muh. Nur Rochim Maksum; Abil Fida Muhammad Qois Al Hadi; Lintang Faza Muqoddas; Ernita Chandra Choirunisa; Febriyani Amelia Putri; Linda Ayu Sholekhah; Indah Setyaningrum; Alya Amellia Ayu Janati; Fadhilla Nangroe Anggraini
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38470

Abstract

Abstrak Transformasi digital pendidikan menuntut guru memiliki literasi teknologi dan kemampuan pedagogik berbasis data, namun sebagian guru ISMUBA masih memiliki pemahaman terbatas mengenai pemanfaatan Deep Learning dalam pembelajaran. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi pengetahuan dan keterampilan guru dalam merancang serta mengimplementasikan pembelajaran berbasis Deep Learning. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, pelatihan konseptual dan praktik, pendampingan project-based learning, serta evaluasi. Mitra kegiatan adalah 15 sekolah Muhammadiyah di Surakarta dengan 60 guru ISMUBA sebagai peserta. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test serta penilaian produk pembelajaran. Hasil menunjukkan peningkatan kompetensi yang signifikan, yaitu kategori pengetahuan tinggi meningkat dari 25% menjadi 70%. Selain itu, peserta berhasil mengembangkan minimal tiga model pembelajaran berbasis Deep Learning yang siap diterapkan serta meningkatkan kepercayaan diri guru dalam penggunaan teknologi pembelajaran. Program juga membentuk komunitas kolaboratif guru berbasis teknologi sehingga berpotensi meningkatkan kualitas pembelajaran adaptif dan berbasis data secara berkelanjutan. Kata kunci: deep learning; literasi digital; ISMUBA; pembelajaran berbasis data; pengabdian masyarakat. Abstract The digital transformation of education requires teachers to have technological literacy and data-based pedagogic skills, but some ISMUBA teachers still have a limited understanding of the use of Deep Learning in learning. This service aims to improve teachers' knowledge competencies and skills in designing and implementing Deep Learning-based learning. The implementation method uses a participatory approach through socialization, conceptual and practical training, project-based learning assistance, and evaluation. The partners of the activity were 15 Muhammadiyah schools in Surakarta with 60 ISMUBA teachers as participants. Evaluation is carried out using pre-test and post-test as well as assessment of learning products. The results showed a significant increase in competence, i.e. the category of high knowledge increased from 25% to 70%. In addition, participants managed to develop at least three Deep Learning-based learning models that are ready to be implemented and increase teachers' confidence in the use of learning technology. The program also forms a collaborative community of technology-based teachers so that it has the potential to improve the quality of adaptive and data-based learning in an ongoing manner. Keywords: deep learning; digital literacy; ISMUBA; data-driven learning; community service.
Literasi bank syariah melalui pelatihan garda depan kepada Siswa SMA Negeri 17 Surabaya Ellen Theresia Sihotang; Yulian Belinda Ambarwati; Evi Sistiyarini; Agustina Ratna Dwiati; Zubaidah Nasution
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.35732

Abstract

Abstrak Indonesia merupakan negara yang mayoritas penduduknya beragama Muslim. Namun, hasi Survei Nasional Literasi Keuangan (SNLIK) 2025 dinyatakan bahwa  tingkat indeks literasi syariah masih rendah yaitu 43,42% secara khusus di kalangan pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA). Salah satu SMA Negeri Surabaya yang juga menghadapi permasalahan literasi perbankan syariah adalah SMAN 17. Hasil evaluasi materi bank syariah mencapai rata-rata nilai 60. Berdasarkan pada permasalahan tersebut maka pelatihan operasional bank syariah pada garda depan merupakan metode yang tepat untuk meningkatkan literasi. Hasil dari pelatihan tersebut diperoleh nilai rata-rata 4,42 untuk materi dan narasumer 4,52. Tingkat pengetahuan para siswa juga meningkat signifikan dari nilai rata-rata 6,00 menjadi 8,56 atau 43%. Para siswa mengikuti pelatihan dengan antusias karena kegiatan pelatihan tidak hanya sekedar memberikan teori tetapi para siswa diberi kesempatan untuk bermain peran sebagai petugas garda depan dengan mengoperasikan aplikasi bank syariah sebagai media pembelajaran. Kata kunci: bank syariah; literasi; siswa; SMA. Abstract Indonesia is a country where most of the population is Muslim. However, the 2025 National Financial Literacy Survey (NFLS) showed that the sharia literacy indeks remains low at 43.42%; especially among high school students. One public high school in Surabaya facing this issue is SMAN 17, where the average score for Islamic banking material was only 60. Based on this problem, front-office operational training for Islamic banking was considered an appropriate method to improve literacy. The training results revealed an average score of 4.42 for the material and 4.52 for the trainers. Students’ knowledge also increased from an average of 6.00 to 8.56 or 43%. They participated enthusiastically because the training did not only provide theory but also allowed them to role-play as front-line officers using Islamic banking application as a learning tool. Keywords: islamic bank; literacy; senior high school; student.
Sistem pertanian terpadu berbasis akuaponik: menuju ketahanan ekonomi kelompok pembudidaya ikan Rizha Bery Putriani; Septi Malidda Eka Putri; Nidya Kartini; Putu Cinthia Delis; Ridwan Ali Sahroni; Al Muhafit Fauzi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38632

Abstract

AbstrakBudidaya ikan air tawar merupakan usaha produktif yang banyak dijalankan masyarakat pedesaan, termasuk oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Bunda Jaya di Pekon Enggal, Kabupaten Pringsewu. Kelompok ini terdiri dari ibu rumah tangga yang memanfaatkan lahan terbatas untuk budidaya ikan lele dan bercocok tanam sayuran secara konvensional yang belum terintegrasi. Penelitian pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan dan menerapkan teknologi akuaponik sebagai solusi tepat guna yang mengintegrasikan budidaya ikan dan tanaman dalam satu sistem terpadu, efisien, dan ramah lingkungan guna meningkatkan produktivitas dan pendapatan kelompok. Metode yang dilakukan meliputi survei lokasi, sosialisasi program, pembangunan instalasi akuaponik, penebaran bibit ikan lele, serta pelatihan dan pendampingan kepada 35 anggota KWT Bunda Jaya. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam sistem akuaponik (pengetahuan tentang akuaponik dari 65% menjadi 98%; pengetahuan manfaat akuaponik dari 60% menjadi 98%; pemahaman kelebihan sistem akuaponik dari 57% menjadi 96%). Selain itu peserta dapat mengurangi ketergantungan pada pakan pabrikan, meningkatkan efisiensi produksi, serta membuka peluang pendapatan tambahan melalui panen sayuran. Inovasi sistem pertanian terpadu berbasis akuaponik ini terbukti memberikan dampak positif dalam mendukung ketahanan ekonomi kelompok pembudidaya ikan di wilayah tersebut. Kata kunci: akuaponik; budidaya ikan lele; kwt bunda jaya; sistem terpadu. Abstract Freshwater fish aquaculture is a productive business widely practiced by rural communities, including the Women Farmers Group KWT Bunda Jaya in Pekon Enggal, Pringsewu Regency. This group consists of housewives utilizing limited land for catfish farming and conventional vegetable cultivation that is not yet integrated. This community service project aims to introduce and implement aquaponics technology as an appropriate solution that integrates fish and plant farming into one efficient, environmentally friendly, and integrated system to improve productivity and income. The methods included site surveys, program socialization, aquaponic system installation, catfish stocking, and training for 35 members of KWT Bunda Jaya. The results showed increased knowledge and skills in aquaponics among participants, reduced dependency on commercial feed, improved production efficiency, and additional income opportunities through vegetable harvests. This integrated farming innovation positively supports the economic resilience of fish farmers in the area. Keywords: aquaponics; catfish aquaculture; kwt bunda jaya; integrated system.
Edukasi tata cara beretika pada mahasiswa tingkat 1 angkatan 2025/2026 prodi rekam medis dan informasi kesehatan Poltekkes Kemenkes Malang Muhammad Dudayev Caesar Putra; Dheka Sapti Iskandar; Nurul Uswatin; Putri Kusuma Pandin; Laifa Fusvita
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.37946

Abstract

Abstrak Etika dan pendidikan merupakan dua kata penting yang berbeda namun tidak dapat dipisahkan dalam praktiknya. Untuk dapat memahami kedua pokok ini sebagai modal awal dalam pemahaman yang benar tentang etika pendidikan harus didasarkan pada suatu pengertian yang benar tentang etika pendidikan itu sendiri. Visi dari prodi D3 rekam medis dan informasi kesehatan adalah “Menjadi Program Studi Diploma Tiga Rekam Medis dan Informasi Kesehatan yang Beradab dan Berdaya Saing Global dalam Bidang Klinikal Koding”. Oleh sebab itu pentingnya mahasiswa untuk mengetahui tata cara beretika yang baik dan benar agar dapat memenuhi visi prodi yaitu “beradab”. Oleh sebab itu penulis melakukan edukasi terkait etika terutama pada mahasiswa prodi D3 rekam medis dan informasi kesehatan sebagai betuk dari pengabdian masyarakat. Desain yang digunakan adalah quasi experimental pre and post test tanpa control group. Hasil pengabdian masyarakat dimana terdapat peningkatan pengetahuan pada mahasisawa tingkat 1 angkatan 2025/2026 prodi rekam medis dan Informasi kesehatan poltekkes kemenkes malang yang telah mendapatkan edukasi etika melalui poster dan buku pedoman. Rata-rata nilai pengetahuan sebelum edukasi etika (pre test) adalah 55.21 dan nilai rata-rata pengetahuan pasca pemeberian edukasi (post test) adalah 86.75. Keberhasilan kegaiatan pengabdian masyarakat ini dilihat dari adanya peningkatan Pengetahuan. Dimana terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 57.13% pada mahasiswa. Dengan adanya peningkatan pengetahuan diharapkan selanjutnya mahasiswa lebih memahami tata cara etika yang baik dan benar. Kata kunci: edukasi; poster; buku pedoman Abstract Ethics and education are two important words that are different but cannot be separated in practice. To be able to understand these two points as the initial capital in a corect understand of educational ethics must be based on a correct understanding of educational ethics itself. The vision of the D3 medical records and health information study program is "To become a Diploma Three Medical Records and Health Information Study Program that is Civilized and Globally Competitive in the Field of Clinical Coding". Therefore, it is important for students to know good and correct ethical procedures in order to fulfill the study program's vision, namely "civilized". Therefore, the author conducted education related to ethics, especially for D3 medical records and health information students as a form of community service. The design used was a quasi-experiment pre and post test without a control group. The results of community service where there was an increase in knowledge among first-year students of the 2025/2026 class of the medical records and health information study program at the Malang Ministry of Health Polytechnic who had received ethics education through posters and guidebooks. The average knowledge score before the ethics education (pre-test) was 55.21, and the average knowledge score after the education (post-test) was 86.75. The success of this community service activity was seen in the increase in knowledge, which increased by 57.13% among students. With this increase in knowledge, it is hope that students will have a better understanding of proper and correct ethical procedures. Keywords: education; poster; guidebook
Pendampingan pembentukan koperasi masjid Baitul Jannah Tungkop Kabupaten Aceh Besar untuk pemberdayaan ekonomi jamaah Analiansyah Analiansyah; Winny Dian Safitri; Wiwik Septiara
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38609

Abstract

Abstrak Masjid di Aceh umumnya masih difungsikan sebagai pusat ibadah dan kegiatan keagamaan, sementara perannya dalam pemberdayaan ekonomi jamaah belum optimal. Padahal, masjid memiliki potensi besar sebagai pusat pengembangan ekonomi umat melalui penguatan kelembagaan dan unit usaha berbasis komunitas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk (1) mendampingi pengurus Masjid Baitul Jannah Tungkop, Kabupaten Aceh Besar dalam proses pembentukan koperasi masjid; (2) memetakan potensi ekonomi jamaah dan aset masjid yang dapat dikembangkan sebagai unit usaha; serta (3) meningkatkan pemahaman dan kapasitas pengurus serta jamaah dalam pengelolaan kelembagaan ekonomi berbasis masjid. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) melalui tahapan identifikasi masalah, perencanaan program, pelaksanaan pendampingan, serta evaluasi bersama pemangku kepentingan. Kegiatan yang dilakukan meliputi penyuluhan perkoperasian, diskusi partisipatif, pemetaan potensi ekonomi masjid, serta perumusan rencana unit usaha koperasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pengurus dan jamaah tentang koperasi masjid, kesepakatan pembentukan koperasi konsumen, serta perencanaan unit usaha awal berupa toko sembako dan barbershop berbasis jamaah. Pendampingan ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan peran masjid sebagai pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Kata kunci: pendampingan; koperasi; pemberdayaan; ekonomi; jamaah. Abstract Mosques in Aceh generally still function as centers of worship and religious activities, while their role in the economic empowerment of worshippers is not optimal. In fact, mosques have great potential as a center for the economic development of the people through institutional strengthening and community-based business units. This community service activity aims to (1) assisting the management of the Baitul Jannah Tungkop Mosque, Aceh Besar Regency in the process of forming a mosque cooperative; (2) mapping the economic potential of worshippers and mosque assets that can be developed as business units; and (3) increasing the understanding and capacity of administrators and worshippers in the management of mosque-based economic institutions. The method used is Participatory Action Research (PAR) through the stages of problem identification, program planning, implementation of mentoring, and evaluation with stakeholders. The activities carried out include cooperative counseling, participatory discussions, mapping the economic potential of mosques, and formulation of cooperative business unit plans. The results of the activity showed an increase in the understanding of the management and worshippers about mosque cooperatives, agreements on the formation of consumer cooperatives, and the planning of initial business units in the form of worship-based grocery stores and barbershops. This assistance is expected to be the first step in strengthening the role of mosques as a center for sustainable community economic empowerment. Keywords: mentoring; cooperatives; empowerment; economy; congregation.
Optimalisasi gizi balita di Desa Sungai Asam: edukasi 'isi Piringku' dan inovasi olahan tempe kaya protein Windy Yuliana Budianto; Fitriati Noor; Muziati Hidayah; Intan Dewi Masitah; Andi Zulvikarni; Apipah Apipah; Miftah Ghani; Muhammad Rizqan Alfitri Akbar; Nor Ella Dayani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38396

Abstract

AbstrakKeberhasilan pembangunan nasional sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia (SDM). Adapun permasalahan yang ada dimasayarakat yaitu kurangnnya pengatuan ibu pemenuhan gizi pada anak, belum mengetahui jenis makanan bergisi yang baik dikonsumsi oleh anak. Salah satu upaya strategis dalam membina SDM berkualitas tersebut melalui pemenuhan kebutuhan nutrisi yang komprehensif. Edukasi kepada Ibu sangat diperlukan untuk memperbaiki gizi pada anak. Edukasi Gizi Seimbang Dengan “Isi Piringku” Serta Demonstrasi Pembuatan Nugget Berbahan Dasar Tempe dipilih agar dapat memperluas pemahaman ibu dalam pemberian makan. Sehingga kebutuhan gizi balita terpenuhi dan prevalensi gangguan pertumbuhan dapat ditekan. Pemberian edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terutama para orang tua balita agar bisa memberikan makanan sesuai dengan panduan gizi “isi piringku” yang diukur melalui tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi. Selain itu demontrasi pembuatan nugget tempe bertujuan untuk meningkatkan keterampilan orang tua melalui pengetahuan cara pembuatan nugget tempe serta mengetahui manfaatnya untuk anak. Kegiatan ini dimulai dengan tahap persiapan yaitu berkoordinasi dengan mitra pelaksana kegiatan. Tahap pelaksanaan metode yang digunakan pengabdian masyarakat ini yaitu berupa pemberian edukasi mengenai gizi seimbang untuk balita melalui “isi piringku”, dan demonstrasi pembuatan nugget tempe, sebelum memulai kegiatan peserta mengisi pre-test dan setelah kegiatan mengisi post-test untuk mengevaluasi kegiatan dan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan ini didapatkan adanya peningkatan rata-rata dari 68,18 menjadi 88,18. Berdasarkan hasil analisis dengan nilai sig. 0, 000 sehingga dapat disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan dan demonstrasi yang dilaksanakan terbukti bermanfaat dalam meningkatkan pengetahuan terkait Gizi seimbang dan pembuatan nugget tempe. kata kunci: gizi seimbang; balita; isi piringku; nuget; tempe. AbstractThe success of national development greatly depends on the quality of human resources (HR). The problems in the community include mothers' lack of knowledge in fulfilling children's nutritional needs and not knowing the types of nutritious foods that are good for children to consume. One strategic effort in developing quality HR is through fulfilling comprehensive nutritional needs. Education for mothers is very necessary to improve children's nutrition. Balanced Nutrition Education with “My Plate” and Demonstrations of Making Tempe-Based Nuggets was chosen to expand mothers' understanding of feeding. This ensures that toddlers' nutritional needs are met and the prevalence of growth disorders can be reduced. The purpose of providing this education is to increase public knowledge, especially among parents of toddlers, so that they can provide food according to the “My Plate” nutrition guidelines, which is measured through knowledge levels before and after the education. In addition, the demonstration of making tempeh nuggets aims to improve parents' skills through knowledge of how to make tempeh nuggets and to understand their benefits for children. This activity begins with the preparation stage, which includes coordinating with implementing partners and preparing the activity. The implementation stage of this community service method includes providing education on balanced nutrition for toddlers through “my plate,” and a demonstration of making tempeh nuggets. Before starting the activity, participants take a pre-test, and after the activity, they take a post-test to evaluate the activity and participants' knowledge. The results of this activity show an increase in the average score from 68.18 to 88.18. Based on the analysis results with a significance value of 0.000, it can be concluded that the health education and demonstration conducted are proven to be beneficial in increasing knowledge related to balanced nutrition and making tempeh nuggets. Keywords: balanced nutrition; toddlers; my plate; nugget; tempeh.
Peningkatan kesadaran dalam pengelolaan destinasi wisata Banten Lama sebagai cagar budaya Rani Sri Agustina; Nurikah Nurikah; Agus Prihartono PS; Ivanissa Fathony; Yeni Widyastuti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.34230

Abstract

Abstrak Berdasarkan Keputusan Gubernur Banten Nomor 437/Kep.160-Huk/2018 menjadikan kawasan Banten Lama sebagai kawasan cagar budaya sehingga keberadaannnya perlu dijaga terutama oleh masyarakat sekitar, tetapi dalam kenyataannnya di daerah wisata cagar budaya tersebut masih ada perbuatan vandalism, penjagaan daerah inti cagar masih longgar dan tidak adanya pusat informasi yang memadai tentang daerah wisata cagar budaya, sehingga harus ada kesadaran dan partisipasi masyarakat sekitar khususnya di daerah cagar budaya yaitu yang terletak di Kelurahan Banten untuk melestarikan lingkungan dan memberikan pelayanan yang baik kepada para wisatawan. Pendekatan yang digunakan dalam Pengabdian Kepada Masyarakat ini menggunakan metode partisipatif dengan melibatkan masyarakat dalam sosialisasi dan diskusi secara interaktif secara langsung, peserta yang hadir sebanyak 30 orang terdiri dari berbagai unsur masyarakat. Dari pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat tersebut diketahui bahwa di daerah wisata cagar budaya Banten Lama sudah terbentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang dibentuk masyarakat sekitar tetapi karena ada beberapa permasalahan internal yang mengakibatkan pokdarwis tersebut tidak aktif lagi sehingga diperlukan kegiatan lanjutan kegiatan Pkm untuk mengaktifkan kembali pokdawris di kawasan Banten Lama dengan harapan dapat lebih mendorong tingkat kesadaran masyarakat setempat di Kawasan wisata cagar Budaya. Kata Kunci : pengabdian; wisata; cagar budaya; kesadaran masyarakat. Abstract Based on Banten Governor Decree No. 437/Kep.160-Huk/2018, the Banten Lama area has been designated as a Cultural Heritage Tourism Area, so its existence needs to be preserved, especially by the local community. However, in reality, acts of vandalism still occur in the cultural heritage tourism area, the protection of the core zone of the heritage area remains lax, and there is no adequate information center about the cultural heritage tourism area. Therefore, there must be awareness and participation from the local community, especially in the cultural heritage area located in Banten Village, to preserve the environment and provide good service to tourists. The approach used in this community service activity is a participatory method, which involves the community in direct socialization and discussion in an interactive manner with 30 participants consisting of various elements of the community. From the implementation of this community service activity, it is known that in the Banten Lama cultural heritage tourist area, a Tourism Awareness Group (Pokdarwis) has been formed by the local community, However, due to several issues, the Pokdarwis is no longer active, necessitating further community service activities to reactivate the Pokdarwis in the Banten Lama area, with the hope of enhancing the local community's awareness of the cultural heritage tourism area. Keywords: community service; tourism; cultural heritage; public awareness.
Pemberdayaan koperasi MTS Muhammadiyah 2 Dukun melalui edukasi digitalisasi keuangan dan analisis pola transaksi Zahid Anugrah Muzaffar Rana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38691

Abstract

AbstrakKoperasi sekolah MTs Muhammadiyah 2 Dukun menghadapi tantangan manajerial berupa sistem keuangan manual dan stagnasi penjualan akibat terbatasnya kompetensi digital pengurus. Program pengabdian ini bertujuan mentransformasi tata kelola koperasi melalui digitalisasi keuangan dan revitalisasi pemasaran berbasis data. Metode yang diterapkan adalah Asset-Based Community Development (ABCD) terintegrasi dengan service-learning selama satu bulan. Intervensi difokuskan pada pelatihan aplikasi Money Manager dan Microsoft Excel untuk akuntabilitas laporan keuangan, serta implementasi Market Basket Analysis (MBA) menggunakan algoritma Apriori guna mengevaluasi pola belanja siswa. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan kompetensi teknis pengurus yang divalidasi melalui skor post-test. Pemrosesan 250 data transaksi mengungkap korelasi pembelian yang kuat, menjadi dasar perumusan strategi bundling "Kenyang Manis Gurih" dan "Segar Ceria" dengan nilai confidence 54,8%. Pada akhirnya, integrasi literasi digital dan analitik data sukses mengubah koperasi dari sistem konvensional menjadi ekosistem bisnis sekolah yang modern, transparan, dan berdaya saing tinggi. Kata kunci: digitalisasi keuangan; koperasi sekolah; market basket analysis; metode ABCD; strategi bundling. Abstract The school cooperative at MTs Muhammadiyah 2 Dukun faces managerial challenges, including manual financial recording and stagnant sales due to limited digital competence. This community service program aims to transform the cooperative's management through financial digitalization and data-driven marketing. Using the Asset-Based Community Development (ABCD) method integrated with Service-Learning over a one-month mentoring period, the intervention focused on training administrators in Money Manager and Microsoft Excel for financial accountability. Additionally, Market Basket Analysis (MBA) using the Apriori algorithm was implemented to evaluate student purchasing patterns. Results showed a significant improvement in administrators' technical competencies, validated by post-test scores. Processing 250 transaction records revealed strong purchasing correlations, forming the empirical basis for the "Kenyang Manis Gurih" and "Segar Ceria" product bundling strategies with a 54.8% confidence value. Ultimately, integrating financial digital literacy and data analytics successfully shifted the cooperative into a modern, transparent, and competitive school business ecosystem. Keywords: financial digitization; school cooperatives; market basket analysis; ABCD method; bundling strategy.
Pelatihan pengembangan potensi remaja karang taruna dalam pembuatan profil karier digital (career portofolio and career mapping wall) Nurul Maulida Alwi; Ardiansyah Ardiansyah; Andi Marshanawiah; Nanda Mirzawati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.35172

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui program KKN Tematik dengan tujuan meningkatkan potensi remaja Karang Taruna di Desa Ulapato B, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo dalam menyusun profil karier digital melalui career portofolio dan career mapping wall. Permasalahan utama yang dihadapi remaja adalah rendahnya literasi karier, keterampilan digital yang masih terbatas, serta minimnya pemahaman mengenai pentingnya perencanaan masa depan. Untuk mengatasi hal tersebut, kegiatan dirancang menggunakan pendekatan experiential learning dan edukasi partisipatif, yang meliputi pemetaan kebutuhan, pelatihan literasi karier, asesmen minat dan bakat berbasis teori Holland, workshop pembuatan CV digital dan portofolio karier, penyusunan career mapping wall, serta pelatihan personal branding melalui media sosial professional yaitu LinkedIn. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan remaja dalam mengenali potensi diri, membuat CV dan portofolio digital, serta menyusun rencana karier yang lebih sistematis. Selain itu, peserta mulai memanfaatkan media sosial profesional seperti LinkedIn untuk membangun citra diri positif. Manfaat dari kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kepercayaan diri dan kesiapan remaja dalam menghadapi dunia kerja, tetapi juga memperkuat peran Karang Taruna sebagai pusat pembinaan pemuda berbasis literasi digital. Program ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan remaja di era digital sekaligus mendukung pengurangan angka pengangguran di kalangan generasi muda. Kata kunci: potensi; remaja karang taruna; profil karier digital; career portofolio; career mapping wall. Abstract This community service activity was carried out through the Thematic KKN program with the aim of increasing the potencal of youth Karang Taruna (Youth Organization) in Ulapato B Village, Telaga Biru District, Gorontalo Regency, in developing digital career profiles through career portfolios and career mapping walls. The main problems faced by youth are low career literacy, limited digital skills, and a lack of understanding of the importance of future planning. To address these issues, the activity was designed using an experiential learning approach and participatory education, which included needs mapping, career literacy training, interest and talent assessments based on Holland's theory, workshops on creating digital CV and career portfolios, developing career mapping walls, and personal branding training through professional social media that is LinkedIn. The results of the activity showed an increase in the youth's ability to recognize their potential, create CVs and digital portfolios, and develop more systematic career plans. In addition, participants began utilizing professional social media such as LinkedIn to build a positive self-image. The impact of this activity not only increased the youth's self-confidence and readiness to face the world of work, but also strengthened the role of Karang Taruna as a center for youth development based on digital literacy. This program is expected to become a model for youth empowerment in the digital era while also supporting the reduction of unemployment rates among the younger generation. Keywords: potential; youth organization; digital career profile; career portofolio; career mapping wall.