cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,821 Documents
Transformasi ekonomi kelompok tani perempuan “Iye Ape Satu Hati” melalui implementasi strategi pemasaran hasil tani berbasis digital Sinurat, Donal Anry Jaya; Agustian, Efandri; Daud, Chrispy Theresia Pratiwi; Nastiti, Dyah Wahyu; Zebua, Darwin; Aprilio, Hardo; Sihombing, Midian Immanuel
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38870

Abstract

AbstrakKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan mendorong transformasi ekonomi Kelompok Tani Perempuan “Iye Ape Satu Hati” melalui implementasi strategi pemasaran hasil tani berbasis digital. Permasalahan utama yang dihadapi kelompok adalah keterbatasan dalam pemasaran produk, khususnya rendahnya pemanfaatan media digital. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi tahapan identifikasi kebutuhan, pelatihan pemasaran digital, implementasi strategi, pendampingan intensif, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggota dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran. Selain itu, terjadi perubahan perilaku anggota dalam melakukan promosi secara lebih aktif, peningkatan frekuensi pemasaran, serta adanya indikasi peningkatan penjualan hasil tani. Implementasi strategi pemasaran digital juga berkontribusi terhadap perluasan akses pasar dan peningkatan peluang ekonomi kelompok. Dengan demikian, integrasi teknologi digital dalam pemasaran hasil tani terbukti efektif dalam mendorong kemandirian ekonomi kelompok tani perempuan. Kata kunci: pemasaran digital; kelompok tani perempuan; pemberdayaan masyarakat; transformasi ekonomi; hasil tani. AbstractThis community service activity aims to enhance capacity and promote economic transformation of the Women Farmer Group “Iye Ape Satu Hati” through the implementation of digital-based agricultural marketing strategies. The main problem faced by the group is limited marketing capability, particularly the low utilization of digital media. The method used a participatory approach consisting of several stages, including needs assessment, digital marketing training, strategy implementation, intensive mentoring, as well as monitoring and evaluation. The results indicate an improvement in members’ knowledge and skills in utilizing social media as a marketing tool. In addition, there is a behavioral change in conducting more active promotion, increased marketing frequency, and indications of increased sales of agricultural products. The implementation of digital marketing strategies also contributes to expanding market access and enhancing economic opportunities for the group. Therefore, the integration of digital technology in agricultural marketing is proven to be effective in supporting the economic independence of women farmer groups. Keywords: digital marketing; women farmer group; community empowerment; economic transformation; agricultural products.
Membangun gizi seimbang di desa: intervensi edukasi untuk cegah stunting Noprianty, Richa; Kurniawati, Ratna Dian; Munawaroh, Madinatul; Winengsih, Ecih; Sutriyawan, Agung
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38560

Abstract

Abstrak Angka stunting di Desa Dukuh, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung masih tergolong tinggi dan menjadi permasalahan kesehatan prioritas pada mitra sasaran, khususnya di RW 13 yang teridentifikasi memiliki 6 balita stunting. Kondisi ini menunjukkan adanya permasalahan nyata pada mitra berupa kurang optimalnya pengetahuan keluarga tentang gizi seimbang, praktik pemberian makan pada balita yang belum tepat, serta kondisi kesehatan lingkungan yang belum mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Selain itu, keterbatasan akses informasi dan edukasi kesehatan yang berkelanjutan turut memperburuk situasi tersebut. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengabdian kepada masyarakat yang terarah melalui edukasi gizi dan peningkatan kesehatan lingkungan sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi mitra, sehingga diharapkan dapat menurunkan angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan generasi penerus. Pengabdian masyarakat dilaksanakan pada bulan Agustus 2025 oleh dosen Fakultas Ilmu Kesehatan dan mahasiswa Universitas Bhakti Kencana. Sasaran kegiatan adalah kader kesehatan dan ibu yang mempunyai anak usia 0 – 5 tahun berjumlah 34 orang. Kegiatan berupa pemberian edukasi tentang pencegahan stunting melalui gizi seimbang dengan metode isi piringku, pemberian vitamin A dan obat cacing dari kader serta membuat camilan bergizi dan sehat untuk balita. Peserta diberikan kuesioner pretest dan posttest. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata skor pretest responden adalah 10,79 dan meningkat menjadi 11,03 pada posttest. Terdapat peningkatan rerata sebesar 0,24 poin setelah dilakukan intervensi. Pembuatan camilan sehat menggunakan tempe dan sayuran diikuti oleh masyarakat dan dipilih pemenangnya. Cemilan dinilai dari rasa, tekstur dan warna yang menarik. Melalui demonstrasi dan pelatihan kreatif, keterampilan ibu dalam menyusun resep camilan sehat dan bergizi dapat ditingkatkan sebagai upaya pencegahan stunting di masyarakat. Kata kunci: camilan bergizi; edukasi kesehatan; gizi seimbang; pengabdian kepada masyarakat; stunting. Abstract The prevalence of stunting in Dukuh Village, Ibun Subdistrict, Bandung Regency remains high and represents a priority public health concern, particularly in RW 13, where six stunted toddlers have been identified. This situation reflects underlying issues, including inadequate family knowledge of balanced nutrition, inappropriate infant and young child feeding practices, and suboptimal environmental health conditions that hinder optimal child growth and development. Limited access to sustained health information and education further contributes to the persistence of the problem. This community engagement program aimed to address these challenges through targeted nutrition education and environmental health improvement interventions. The activity was conducted in August 2025 by lecturers and students from the Faculty of Health Sciences, Bhakti Kencana University. Participants included 34 individuals, consisting of health cadres and mothers with children aged 0–5 years. The intervention comprised education on stunting prevention through balanced nutrition using the “My Plate” approach, distribution of vitamin A supplementation and deworming medication by health cadres, and training on the preparation of healthy and nutritious snacks for toddlers. Participants completed pretest and posttest questionnaires to assess knowledge changes. The results indicated an increase in the mean score from 10.79 (pretest) to 11.03 (posttest), with a mean difference of 0.24 points, suggesting a modest improvement in participants’ knowledge following the intervention. Additionally, a community-based activity involving the preparation of healthy snacks made from tempeh and vegetables was conducted, with entries evaluated based on taste, texture, and visual appeal. Through demonstrations and hands-on training, mothers’ skills in developing nutritious snack recipes were enhanced, contributing to community-based efforts in stunting prevention. Keywords: nutritious snacks; health education; balanced nutrition; community service; stunting.
Optimalisasi kinerja host tiktok melalui pengembangan sistem monitoring live streaming dan rekap konten berbasis web di PT. Aqualux Yita Abadi Laili, Lu'lu'il; Adiyono, Soni
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38935

Abstract

Abstrak      PT Aqualux Yita Abadi, perusahaan yang memanfaatkan platform TikTok untuk pemasaran produk, menghadapi kendala dalam mengevaluasi kinerja host secara objektif akibat proses rekap konten dan monitoring live streaming yang masih dilakukan secara manual menggunakan catatan kertas. Metode ini menyebabkan ketidakakuratan data, tidak adanya dokumentasi terpusat, serta keterlambatan evaluasi kinerja. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan Sistem Monitoring Live Streaming dan Rekap Konten untuk Evaluasi Kinerja Host TikTok Berbasis Web bagi PT Aqualux Yita Abadi. Mitra sasaran kegiatan ini adalah PT Aqualux Yita Abadi yang melibatkan 9 orang host live streaming, 1 staf HRD, dan 1 Manajer Operasional sebagai peserta kegiatan, berlokasi di Jalan Lingkar Selatan Kec. Mejobo, Kabupaten Kudus. Metode pelaksanaan meliputi analisis kebutuhan sistem, perancangan sistem, pengembangan sistem menggunakan framework Laravel dengan arsitektur MVC, uji coba sistem (testing), evaluasi sistem, serta implementasi dan pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sistem berhasil dikembangkan dengan fitur autentikasi berbasis role, dashboard monitoring real-time, fitur validasi data, serta laporan kinerja yang dapat diekspor dalam format Excel. Implementasi sistem meningkatkan efisiensi waktu rekap data dari berhari-hari menjadi hitungan menit, menghilangkan potensi kesalahan pencatatan manual, serta menyediakan dokumentasi terpusat yang memudahkan verifikasi bukti live streaming. Keberhasilan kegiatan ini ditinjau dari kemampuan sistem dalam membantu pengelolaan monitoring live streaming secara lebih terstruktur dan objektif. Kata kunci: sistem monitoring; live streaming; evaluasi kinerja; laravel; pengabdian masyarakat. Abstract      PT Aqualux Yita Abadi, a company utilizing the TikTok platform for product marketing, faces challenges in objectively evaluating host performance due to the manual process of content recapitulation and live streaming monitoring using paper records. This method leads to data inaccuracies, lack of centralized documentation, and delays in performance evaluation. This community service activity aims to develop and implement a Web-Based Live Streaming Monitoring and Content Recapitulation System for Evaluating TikTok Host Performance for PT Aqualux Yita Abadi. The target partner of this activity is PT Aqualux Yita Abadi, involving 9 live streaming hosts, 1 HR staff member, and 1 operational manager as participant, located at Jalan Lingkar Selatan, Mejobo District, Kudus Regency. The implementation methods include system requirements analysis, system design, system development using the Laravel framework with MVC architecture, system testing, system evaluation, as well as implementation and training. The results show that the system has been successfully developed with role-based authentication features, real-time monitoring dashboards, data validation features, and performance reports that can be exported to Excel format. The system implementation improves data recapitulation time efficiency from days to minutes, eliminates the potential for manual recording errors, and provides centralized documentation that facilitates verification of live streaming evidence. The success of this activity is measured by the system's ability to assist in managing live streaming monitoring in a more structured and objective manner. Keywords: monitoring system; live streaming; performance evaluation; laravel; community service
Optimalisasi pembelajaran matematika melalui penggunaan media papan musi di SDN Lebao Tanjung Kumanireng, Lusia Bince; Resi, Bernadus Bin Frans
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38897

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalisasi pembelajaran matematika melalui implementasi media Papan Musi di SDN Lebao Tanjung. Mitra sasaran dalam kegiatan ini adalah siswa kelas IV SDN Lebao Tanjung yang berjumlah 19 orang. Metode pelaksanaan pengabdian meliputi tahap persiapan (observasi, koordinasi, dan produksi media), tahap pelaksanaan (sosialisasi, demonstrasi, dan praktik terbimbing), serta tahap evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada antusiasme dan partisipasi aktif siswa selama proses pembelajaran. Secara kuantitatif, penggunaan media Papan Musi mampu meningkatkan pemahaman konsep siswa yang terlihat dari hasil evaluasi pasca kegiatan yang melampaui standar ketuntasan minimal. Secara kualitatif, media ini berhasil mengubah persepsi siswa terhadap matematika menjadi lebih menyenangkan dan konkret melalui visualisasi pin warna. Simpulan dari pengabdian ini adalah media Papan Musi efektif sebagai alat peraga manipulatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di tingkat sekolah dasar. Kata Kunci: matematika; papan musi; KPK; FPB Abstract This community service activity aims to optimize mathematics learning through the implementation of Papan Musi media at SDN Lebao Tanjung. The target partners in this activity were 19 fourth-grade students of SDN Lebao Tanjung. The implementation method included the preparation stage (observation, coordination, and media production), the implementation stage (socialization, demonstration, and guided practice), and the evaluation stage. The results showed a significant increase in student enthusiasm and active participation during the learning process. Quantitatively, the use of Papan Musi media was able to improve students' conceptual understanding, as evidenced by post activity evaluation results that exceeded the minimum mastery standards. Qualitatively, this media succeeded in changing students' perceptions of mathematics to be more enjoyable and concrete through color pin visualization. The conclusion of this service is that Papan Musi media is effective as a manipulative teaching tool to improve the quality of mathematics learning at the elementary school level. Keywords: mathematics; papan musi; LCM; GCD
Deteksi dini kelainan knee dan ankle pada atlet futsal SMP Negeri 13 Kota Depok Karang, Ni Nyoman Melani; Adyasputri, A A I Ayesa Febrinia; Mulyoto, Raufina Riandhani; Nugroho, Bayu Meidiansyah; Indriyani, Fitri; Febrina, Naisya; Batosai, Rurouni; Angelica, Gabeuli; Aqila, Valya Modja
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38315

Abstract

Abstrak Saat ini futsal menjadi salah satu olahraga yang diminati. Futsal melibatkan beberapa kemampuan teknis dan fisik dalam permainnya yang menjadikan banyak variabel dapat memengaruhi keberhasilan dalam olahraga ini. Tingkat cedera yang terjadi pada futsal lebih tinggi dibandingkan dengan sepak bola.  Knee dan ankle merupakan dua bagian tubuh yang paling rentan mengalami cedera. Maka dari itu diperlukan deteksi dini untuk pencegahan cedera. Kegiatan ini bertujuan untuk deteksi dini kelainan pada knee dan ankle untuk pencegahan cedera dan memberikan intervensi yang tepat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu tahap proses persiapan, pelaksanaan, pengolahan hasil dari pemeriksaan.Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Merce UPN Veteran Jakarta, pada 2 Desember 2025 dengan metode demonstrasi yang melibatkan 17 orang. Hasil dari seluruh pemeriksaan yang telah dilakukan pada pemain futsal, pemeriksaan khusus yang sistematis mampu mendeteksi potensi masalah struktur jaringan sebelum berkembang menjadi cedera yang lebih serius. Hasil pemeriksaan menunjukkan hasil tertinggi yaitu 5 orang yang postifi pada Thessaly Test (29,45%). Sehingga dengan melakukan pemeriksaan knee dan ankle dapat menjadi program pencegahan cedera yang komprehensif dan deteksi dini faktor risiko, implementasi intervensi individual yang tepat sasaran, dan monitoring berkelanjutan terhadap status kondisi pemain yang akan mengoptimalkan performa dari pemain futsal. Kata kunci: ankle; deteksi dini; futsal; knee; pemeriksaan khusus. Abstract Futsal has emerged as one of the most widely practiced sports in contemporary society. The game demands a combination of technical skills and physical conditioning, making performance outcomes contingent upon numerous variables. Notably, the incidence of injury in futsal has been reported to be higher than that observed in association football, with the knee and ankle identified as the two anatomical regions most susceptible to injury. Consequently, early detection measures are essential for injury prevention purposes.This community service activity was designed to facilitate early detection of abnormalities in the knee and ankle joints, with the dual objectives of preventing sports-related injuries and providing appropriate clinical interventions.The program was conducted in three sequential phases: the preparatory phase, the implementation phase, and the phase of examination result processing. The activity was carried out at the Merce Building, UPN Veteran Jakarta, on December 2, 2025, employing a demonstration method with a total of 17 participants drawn from the futsal player population.The findings from the comprehensive physical examinations demonstrated that systematic special testing protocols are capable of detecting potential structural tissue abnormalities prior to their progression into more serious injuries. Among the examination results, the Thessaly Test yielded the highest positive rate, with 5 participants (29.45%) returning a positive result.These findings suggest that the implementation of knee and ankle screening programs can serve as a comprehensive injury prevention strategy through early identification of risk factors, the application of individually targeted interventions, and continuous monitoring of players' physical condition — all of which are anticipated to optimize the overall performance of futsal athletes. Keywords: ankle; early detection; futsal; knee; specialized examination
E-katalog produk fashion UMKM Desa Lulut Kabupaten Bogor untuk mendukung digitalisasi dan penjualan online Wiradharma, Gunawan; Harsasi, Meirani; Prasetyo, Mario Aditya; Ningrum, Karina Pramita; Anam, Khaerul
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38080

Abstract

AbstrakBerdasarkan hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) tahun 2024 yang difokuskan pada pelatihan foto produk, ditemukan bahwa agar program PkM memberikan dampak yang lebih berkelanjutan bagi mitra, perlu dilakukan kegiatan lanjutan yang lebih aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan nyata pelaku UMKM. Merespons masukan dari mitra dalam evaluasi kegiatan tersebut, program PkM tahun 2025 diarahkan untuk fokus pada pelatihan dan pendampingan pembuatan e-katalog produk sebagai strategi peningkatan kapasitas pemasaran digital dan digitalisasi produk fashion UMKM. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku UMKM di Desa Lulut, Kabupaten Bogor dalam mengembangkan e-katalog berbasis WhatsApp Business sebagai media pemasaran digital. Metode yang digunakan meliputi ceramah, praktik langsung, dan pendampingan. Evaluasi dilakukan terhadap 30 peserta UMKM menggunakan instrumen pretest dan posttest berbasis skala Likert 1–5 untuk mengukur perubahan pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan peserta. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh indikator, baik secara deskriptif maupun statistik (p < 0,001) dengan efek intervensi yang sangat besar (Cohen’s d > 1,7). Selain itu, temuan kualitatif menunjukkan tingginya antusiasme peserta terhadap keberlanjutan program dalam bentuk pelatihan lanjutan dan bimbingan usaha. Secara praktis, kegiatan ini menghasilkan luaran utama berupa migrasi penggunaan ke WhatsApp Business serta pembuatan katalog produk digital di dalam platform tersebut, yang secara langsung meningkatkan visibilitas dan aksesibilitas produk UMKM. Pelatihan e-katalog ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi digital dan daya saing pelaku UMKM. Program ini direkomendasikan untuk direplikasi dengan dukungan pendampingan lanjutan guna memperkuat adopsi digital dalam ekosistem UMKM lokal. Kata kunci: e-katalog; umkm; pemasaran digital; literasi digital; whatsapp business. Abstract Based on the results of the 2024 Community Service (PkM) program focused on product photography training, it was found that more sustainable impacts require follow-up activities that are more practical and aligned with the real needs of MSMEs. In response to partner feedback from the evaluation, the 2025 PkM program was designed to focus on training and mentoring in the development of product e-catalogs as a strategy to enhance digital marketing capacity and support the digitalization of fashion MSMEs. This program aimed to improve the capacity of MSME actors in Lulut Village, Bogor Regency, in developing e-catalogs based on WhatsApp Business as a digital marketing medium. The methods employed included lectures, hands-on practice, and mentoring. Evaluation was conducted on 30 MSME participants using pretest and posttest instruments based on a Likert scale (1–5) to measure changes in participants’ knowledge, skills, and beliefs. The results showed significant improvements across all indicators, both descriptively and statistically (p < 0.001), with a very large intervention effect (Cohen’s d > 1.7). In addition, qualitative findings revealed high participant enthusiasm for program sustainability through advanced training and business mentoring. Practically, the program resulted in the migration from personal to WhatsApp Business accounts and the creation of digital product catalogs within the platform, which directly enhanced product visibility and accessibility. This e-catalog training proved effective in improving digital literacy and the competitiveness of MSMEs. The program is recommended for replication with continued mentoring support to strengthen digital adoption within local MSME ecosystems. Keywords: e-catalog; msmes; digital marketing; digital literacy; whatsapp business.
Pelaksanaan uji petik pemakaian BBM kendaraan roda tiga angkutan sampah di Kota Palembang Emilda, Emilda; Dwipayana, Hendra; Handayani, Susi; Intan, Lies Nur
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38893

Abstract

Abstrak Pengelolaan sampah perkotaan memerlukan dukungan sistem operasional yang efisien, khususnya pada aspek pengumpulan dan pengangkutan sampah di tingkat permukiman. Salah satu komponen biaya operasional yang signifikan adalah penggunaan bahan bakar minyak (BBM) pada kendaraan roda tiga sebagai sarana utama pengangkutan sampah dari sumber ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS). Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan pendampingan pelaksanaan dalam memperoleh estimasi kebutuhan BBM kendaraan roda tiga melalui pelaksanaan uji petik. Metode pelaksanaan meliputi tahapan persiapan, pelaksanaan, dan pelaporan dengan teknik pengukuran jarak tempuh per liter BBM (km/liter) untuk memperoleh data konsumsi bahan bakar berdasarkan kondisi riil di lapangan. Hasil pelaksanaan uji petik ini menunjukkan pentingnya pengelolaan BBM berbasis data empiris sebagai dasar perencanaan anggaran dan evaluasi kinerja operasional kendaraan. Oleh karena itu, diperlukan upaya pemeliharaan kendaraan secara berkala serta peningkatan kapasitas pengemudi dalam menerapkan perilaku berkendara hemat energi guna meningkatkan efisiensi penggunaan BBM, sekaligus mendukung transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan layanan persampahan. Kata kunci: pengabdian masyarakat; uji petik BBM; kendaraan roda tiga; pengelolaan sampah; efisiensi operasional AbstractUrban waste management requires efficient operational systems, particularly in the collection and transportation of waste at the residential level. One of the major components of operational costs is fuel consumption in three-wheeled vehicles which function as the primary means of transporting waste from its source to Temporary Disposal Sites (TPS). This activity aims to assist in estimating fuel requirements for three-wheeled waste collection vehicles through the implementation of a spot-check method. The methodology consists of three main stages are preparation, implementation, and reporting with utilizing a fuel efficiency measurement approach based on distance traveled per liter (km/liter) to capture actual fuel consumption under real field conditions. These findings emphasize the importance of data-driven fuel management as a basis for budget planning and operational performance evaluation. Accordingly, regular vehicle maintenance and driver capacity development in adopting fuel-efficient driving practices are recommended to enhance fuel efficiency. Furthermore, such measures contribute to improving transparency and accountability in the management of urban waste services. Keywords: community service; fuel consumption spot-check; three-wheeled vehicles; waste management; operational efficiency
Pendampingan legalisasi produk Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) Anggraeni, Desy; Wulandari, Wulandari; Hilmia P, Nora
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38931

Abstract

AbstrakKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada kelompok pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kelurahan Griya Pinang, Kota Tangerang. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah rendahnya literasi regulasi dan belum dimilikinya Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), sehingga akses pasar terbatas pada lingkungan sekitar. Minimnya legalitas ini berdampak pada sulitnya produk lokal menembus pasar ritel modern dan terbatasnya kepercayaan konsumen terhadap aspek higienitas produk. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan kesiapan administratif pelaku usaha melalui metode sosialisasi, penyuluhan regulasi, serta pendampingan teknis secara langsung. Mitra sasaran dalam kegiatan ini adalah 21 pelaku UMKM pangan olahan rumahan di wilayah RW 05. Proses pendampingan difokuskan pada pemenuhan standar keamanan pangan dan tata cara pendaftaran perizinan pada sistem daring secara mandiri melalui Online Single Submission. Materi mencakup standar sanitasi, label kemasan, hingga masa kadaluwarsa produk. Hasil kegiatan melalui evaluasi post-test menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman dan komitmen peserta untuk mengurus legalitas produk, dengan tingkat keberhasilan sebesar 76,19%. Selain itu, mitra berhasil menyusun draf dokumen persyaratan secara lengkap dan siap diajukan. Melalui penguatan kapasitas ini, UMKM diharapkan mampu meningkatkan daya saing, memperluas akses pasar ritel, dan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap keamanan produk pangan lokal secara berkelanjutan dalam ekosistem ekonomi digital yang inklusif. Kata kunci: UMKM; PIRT; legalitas usaha; keamanan pangan Abstract This community service activity was carried out among Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Griya Pinang Village, Tangerang City. The main challenges faced by the partners were low regulatory literacy and the lack of a Home Industry Food Production Certificate (PIRT), limiting market access to the surrounding area. This lack of legality impacted local products' ability to penetrate the modern retail market and limited consumer trust in product hygiene. This activity aimed to improve the competency and administrative readiness of business actors through socialization, regulatory counseling, and direct technical assistance. The target partners for this activity were 21 home-processed food MSMEs in the RW 05 area. The assistance process focused on meeting food safety standards and procedures for registering permits independently through the online system through the Online Single Submission. Materials covered sanitation standards, packaging labels, and product expiration dates. The results of the activity, through a post-test evaluation, showed a significant increase in participants' understanding and commitment to managing product legality, with a success rate of 76.19%. In addition, partners successfully drafted complete and ready-to-submit requirement documents. Through this capacity building, MSMEs are expected to increase their competitiveness, expand retail market access, and enhance consumer confidence in the safety of local food products sustainably within an inclusive digital economy ecosystem.Keywords: UMKM; PIRT; business legality; food safety
Edukasi penggunaan infused tea lavender dan chamomile untuk mengurangi tingkat kecemasan remaja dalam menghadapi ujian sekolah di Kota Semarang Febrinasari, Nisa; Fatiha, Chilmia Nurul; Sabiti, Farah Bintang; Fawaid, Ainun
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.37797

Abstract

Abstrak Gangguan Kecemasan adalah jenis gangguan jiwa terbanyak kedua di Indonesia. Upaya untuk mengurangi kecemasan pada remaja di Indonesia saat ini menghadapi berbagai kendala, salah satunya adalah minimnya literasi kesehatan jiwa dan minimnya edukasi terkait keterampilan manajemen stress. Semakin meningkatnya kejadian kecemasan, semakin penting dalam mengatasi masalah tersebut dengan cara yang tepat. Salah satunya dengan menggunakan herbal lavender dan chamomile. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan tingkat pengetahuan remaja terkait manfaat konsumsi teh lavender dan chamomile dalam mengurangi tingkat kecemasan pada remaja khususnya pada saat menghadapi ujian sekolah di Mts dan MA Asshodiqiyah Kota Semarang. Metode penelitian ini yaitu pemberian edukasi, pretest dan posttest. Metode yang digunakan adalah cross-sectional dengan cara survey. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang mencakup indikator pengetahuan dasar terkait kecemasan, manfaat lavender dan chamomile. Responden penelitian sebanyak 45 murid MTS dan MA Asshodiqiyah Semarang. Peningkatan persentase jawaban dari pre-test (70,9%) ke post-test (93,1%) dengan adanya perbedaan signifikan (p=0,002) pada pengetahuan siswa menunjukkan bahwa informasi diterima dengan baik. Edukasi berkelanjutan terkait gangguan kecemasan secara menyeluruh direkomendasikan untuk meningkatkan pemahaman siswa atau remaja di Kota Semarang. Kata kunci: kecemasan; tehe lavender; teh chamomile; ujian sekolah; remaja.Abstract Anxiety disorders are the second most prevalent type of mental disorder in Indonesia. Efforts to reduce anxiety among adolescents in Indonesia currently face various challenges, including limited mental health literacy and insufficient education regarding stress management skills. As the prevalence of anxiety continues to increase, it becomes increasingly important to address this issue through appropriate interventions. One potential approach is the use of herbal remedies such as lavender and chamomile. Therefore, the objective of this study was to compare adolescents’ levels of knowledge regarding the benefits of consuming lavender and chamomile tea in reducing anxiety levels, particularly during school examinations, among students at MTS and MA Asshodiqiyah in Semarang city. The research methodology involved the provision of educational interventions followed by pre-test and post-test assessments. The analytical method employed was a cross-sectional study with an survey. Data were collected using structured questionnaires that included indicators of basic knowledge related to anxiety as well as the benefits of lavender and chamomile. The study respondents consisted of 45 students from MTS and MA Asshodiqiyah Semarang. An increase in the percentage of correct responses from the pre-test (70,9%) to the post-test (93,1%), with a statistically significant difference (p = 0.002), indicates that the information was well received by the students. Continuous and comprehensive education on anxiety disorders is recommended to enhance students’ and adolescents’ understanding in the city of Semarang. Keywords: anxiety; students; lavender tea; chamomile tea; exam.
Inovasi pendidikan berbasis keberagaman melalui implementasi pembelajaran berdiferensiasi-multikultural dengan pendekatan deep learning Persada, Yuris Indria; Widodo, Wahyu; Karim, Saifuddin; Ai, Kirana; Azzahroh, Fatimah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.37873

Abstract

Abstrak Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar, merupakan wilayah dengan keragaman budaya dan agama yang tinggi. Kondisi ini menuntut guru sekolah dasar untuk mampu merancang pembelajaran yang adaptif dan inklusif. Namun, hasil identifikasi kebutuhan menunjukkan 75% guru belum pernah mengikuti pelatihan pembelajaran berdiferensiasi dan multikultural berbasis deep learning, serta 80% masih menggunakan modul ajar yang kurang mempertimbangkan keberagaman siswa. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun perangkat pembelajaran berdiferensiasi-multikultural dengan dukungan teknologi kecerdasan artifisial dengan mitra guru di Gugus 1 Kec. Doko Kab Blitar sebanyak 50 guru. Metode yang digunakan yakni pendekatan partisipatif-kolaboratif dengan siklus plan-do-see selama enam bulan, meliputi perencanaan, pelatihan, implementasi, serta refleksi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan kompetensi guru dengan kenaikan rata-rata skor pretest 70 menjadi posttest 90. Selain itu, guru berhasil menghasilkan produk inovatif berupa modul tematik multikultural, e-modul, video interaktif, serta LMS sederhana berbasis Google Sites. Program juga menghasilkan terbentuknya komunitas belajar digital sebagai wadah keberlanjutan. Dengan demikian, pengabdian ini terbukti efektif mendorong guru untuk merancang pembelajaran yang lebih adaptif, multikultural, dan berbasis teknologi. Kata kunci: pembelajaran berdiferensiasi; multikultural; deep learning; sekolah dasar. Abstract Doko Subdistrict, Blitar Regency, is an area characterized by high cultural and religious diversity, requiring elementary school teachers to design learning experiences that are adaptive and inclusive. However, the needs assessment revealed that 75% of teachers had never participated in training on differentiated and multicultural learning based on deep learning, and 80% were still using teaching modules that insufficiently considered student diversity. This community service program aimed to improve teachers’ competence in developing differentiated-multicultural learning tools supported by artificial intelligence technology in collaboration with 50 teachers from Gugus 1, Doko Subdistrict, Blitar Regency. The program applied a participatory-collaborative approach using a plan-do-see cycle over six months, encompassing planning, training, implementation, and reflection. The results showed a significant improvement in teachers’ competence, as indicated by an increase in the average pretest score from 70 to a posttest score of 90. In addition, the teachers successfully produced innovative learning products, including multicultural thematic modules, e-modules, interactive videos, and a simple LMS based on Google Sites. The program also resulted in the formation of a digital learning community as a sustainable platform for continued collaboration. These findings indicate that the community service program was effective in encouraging teachers to design learning that is more adaptive, multicultural, and technology-based. Keywords: differentiated learning; multicultural; deep learning; elementary school.