cover
Contact Name
Nur Isriani Najamuddin
Contact Email
isriani@biges.ac.id
Phone
+6281355082622
Journal Mail Official
isriani@biges.ac.id
Editorial Address
Jl. Mr.Muh Yamin No195 Cadika Manding Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Indonesia
Location
Kab. polewali mandar,
Sulawesi barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Bina Generasi
ISSN : 1979150X     EISSN : 26212919     DOI : https://doi.org/10.35907/bgjk.v13i2
Core Subject : Health,
Jurnal ini menerima tulisan ilmiah berupa laporan penelitian (Original article research paper) dengan fokus dan scope meliputi Keperawatan Komunitas dan keluarga, Keperawatan Anak, Keperawatan medikal bedah, Keperawatan jiwa, Keperawatan Maternitas, Kebidanan, Promosi Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Administrasi Kebijakan Kesehatan, Manajemen Rumah Sakit, Gizi Kesehatan Masyarakat dan Kesehatan Reproduksi. Bina Generasi : Jurnal kesehatan, Terbit 2 kali Setahun pada bulan maret dan september, berisi tulisan yang di angkat dari hasil penelitian dan kajian Analisis Kritis aplikasi teori dan pembahasan perpustakaan tentang masalah-masalah dibidang Kesehatan khususnya keperawatan dan kebidanan oleh mahasiswa dan dosen di dunia pendidikan dan intitusi pelayanan.
Articles 184 Documents
PENGARUH PEMBERDAYAAN TERHADAP KONFLIK PERAN DAN AMBIGUITAS PERAN PEGAWAI DI DINAS KESEHATAN KABUPATEN LUWU Dwi Utami, Ratri; Rahmayanti, Hadijah; Nuriana, Sri; Erpiani, Irma; Hastari Rahayu, Sri
Bina Generasi : Jurnal Kesehatan Vol 17 No 1 (2025): Bina Generasi : Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES BINA GENERASI POLEWALI MANDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35907/bgjk.v17i1.455

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis pengaruh pemberdayaan terhadap konflik peran pegawai, (2) menganalisis pengaruh pemberdayaan terhadap ambiguitas peran pegawai, (3) menganalisis pengaruh konflik peran terhadap ambiguitas peran pegawai, (4) menganalisis faktor apa yang paling berpengaruh terhadap konflik peran karyawan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional study. Besar sampel dalam penelitian ini adalah 50 orang pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai Agustus 2017. Data dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat dengan menggunakan program Statistical Product Service Solution (SPSS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pemberdayaan tidak berpengaruh langsung terhadap konflik peran pegawai dengan nilai signifikansi 0,479 > 0,05; (2) pemberdayaan mempunyai pengaruh langsung terhadap ambiguitas peran pegawai dengan nilai signifikansi 0,005 < 0,05; (3) konflik peran mempunyai pengaruh langsung terhadap ambiguitas peran pegawai dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05; (4) konflik peran mempunyai pengaruh langsung terhadap ambiguitas peran pegawai di Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Tahun 2017. Artinya konflik peran dan ambiguitas peran masing-masing berpengaruh terhadap kinerja setiap pegawai. Sehingga pegawai harus lebih berdaya agar tidak terpengaruh lagi dengan kinerjanya
HUBUNGAN KONSUMSI MINUMAN MANIS, ASUPAN ZAT GIZI MAKRO DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN OBESITAS SENTRAL DI POSBINDU WILAYAH KERJA PUSKESMAS TELUKJAMBE KARAWANG Cindy Feriska Saputri; Milliyantri Elvandari; Eka Andriani
Bina Generasi : Jurnal Kesehatan Vol 17 No 2 (2026): Bina Generasi : Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES BINA GENERASI POLEWALI MANDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35907/bgjk.v17i2.437

Abstract

Obesitas merupakan permasalahan kesehatan masyarakat dengan prevalensi yang terus meningkat di negara maju maupun berkembang. Obesitas diklasifikasikan menjadi dua yaitu obesitas secara umum dan obesitas sentral. Obesitas sentral merupakan kondisi lemak yang berlebih disertai penumpukan lemak visceral di area perut bagian sentral atau tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi minuman manis, asupan zat gizi makro dan aktivitas fisik dengan obesitas sentral. Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di 5 Posbindu wilayah kerja Puskesmas Telukjambe dengan sampel penelitian sebesar 80 responden menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji Kendall’s Tau. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa adanya hubungan antara konsumsi minuman manis (p=0,047), asupan energi (p=0,025), asupan lemak (p=0,004), asupan karbohidrat (p=0,003) dan aktivitas fisik (p=0,000) dengan obesitas sentral. Tidak terdapat hubungan antara asupan protein dengan obesitas sentral (p=0,806). Hasil ini menunjukkan bahwa konsumsi minuman manis, asupan zat gizi makro, serta tingkat aktivitas fisik berperan penting terhadap kejadian obesitas sentral dan perlu menjadi perhatian dalam upaya pencegahan.
FAKTOR YANG MEMENGARUHI KINERJA PERAWAT DI RSUD PROF. DR. H. ANWAR MAKKATUTU KABUPATEN BANTAENG Salim, Andi Azizah Nur Fadhilah; Andi Muhammad Multazam; Andi Nurlinda; Sumiaty; Yuliati; Reza Aril Ahri
Bina Generasi : Jurnal Kesehatan Vol 17 No 2 (2026): Bina Generasi : Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES BINA GENERASI POLEWALI MANDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35907/bgjk.v17i2.508

Abstract

Nurse performance is an important indicator in determining the quality of nursing services and overall hospital performance. Nurse performance is influenced by various psychosocial and individual factors, including work motivation, work stress, job satisfaction, and nutritional status. This study aimed to analyze the factors affecting nurse performance with job satisfaction as an intervening variable at RSUD Prof. Dr. H. Anwar Makkatutu, Bantaeng Regency. The findings of this study are expected to provide input for hospital management in improving nurse performance and the quality of nursing services. This study employed a cross-sectional design with a quantitative approach. The study sample consisted of all nurses working at RSUD Prof. Dr. H. Anwar Makkatutu, selected using a simple random sampling technique. The research variables included work motivation, work stress, nutritional status, job satisfaction, and nurse performance. Data were analyzed using univariate analysis, bivariate analysis with pearson correlation, and multivariate analysis using path analysis. The results showed that job satisfaction had a direct and significant effect on nurse performance. Work motivation had a positive and significant effect on job satisfaction, while work stress had a negative and significant effect on job satisfaction. Job satisfaction was proven to mediate the effects of work motivation and work stress on nurse performance. Nutritional status had no significant effect on job satisfaction or nurse performance. It is recommended that hospital management prioritize strategies to improve job satisfaction and work motivation, as well as effective management of work stress, in order to enhance nurse performance and the quality of nursing services.
VARIASI RESPONS KEPATUHAN TERHADAP INTERVENSI EDUKASI TERAPI MALARIA VIVAX BERDASARKAN KARAKTERISTIK PASIEN DI DAERAH ENDEMIK TINGGI MALARIA, PAPUA Sahiddin, Muhamad; Nasrah; Suprayitno, Guruh; Asrianto
Bina Generasi : Jurnal Kesehatan Vol 17 No 2 (2026): Bina Generasi : Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES BINA GENERASI POLEWALI MANDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35907/bgjk.v17i2.515

Abstract

Adherence to a 14-day primaquine regimen is essential for the radical cure of Plasmodium vivax malaria, yet adherence levels may vary across patient characteristics. This study examined variations in adherence to primaquine therapy based on sociodemographic, clinical, and environmental factors among P. vivax malaria patients in Jayapura City, Papua. A quantitative study was conducted among 278 patients attending six primary health centers, with adherence to primaquine for 14 days assessed using a per-protocol approach and pill count method. Patients were classified as having received specific education or not received specific education regarding primaquine therapy. Subgroup analyses were performed using the Chi-square test, and results were presented as risk ratios (RR) with 95% confidence intervals (CI). Adherence was higher among patients who received specific education (85.0%) compared with those who did not (61.8%; RR = 1.37; 95% CI: 1.19–1.58; p < 0.001). Higher adherence was observed among patients aged 15–29 years (RR = 1.32; 95% CI: 1.05–1.68; p = 0.017) and ≥30 years (RR = 1.75; 95% CI: 1.29–2.30; p = 0.002), patients with a history of malaria relapse (RR = 1.64; 95% CI: 1.30–2.08; p < 0.001), those living near swamp or lake areas (RR = 1.68; 95% CI: 1.18–2.38; p = 0.003), and patients who experienced drug side effects (RR = 2.33; 95% CI: 1.53–3.56; p < 0.001). These findings indicate that adherence to primaquine therapy varies according to patient characteristics, suggesting the need for targeted educational strategies tailored to specific patient profiles to improve adherence to radical cure treatment for P. vivax malaria.
HUBUNGAN STATUS GIZI, STATUS SOSIAL EKONOMI, DAN TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS PAMPANG, KOTA MAKASSAR, TAHUN 2021–2022 Aisyah, Nur; Delima, Andi Alifia Ayu; Darmawansyih; Setiawati, Dewi; Alwi, Zulfahmi
Bina Generasi : Jurnal Kesehatan Vol 17 No 2 (2026): Bina Generasi : Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES BINA GENERASI POLEWALI MANDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35907/bgjk.v17i2.517

Abstract

Introduction: Anemia in pregnancy is a condition in which pregnant women have hemoglobin (Hb) levels of <11 g/dL in the first and third trimesters, and <10.5 g/dL in the second trimester. Anemia during pregnancy can increase the risk of impaired fetal growth, higher perinatal mortality, preterm delivery, low birth weight, and decreased immunity in both mothers and infants. Objective: This study aimed to determine the relationship between nutritional status, socioeconomic status, and educational level and the incidence of anemia among pregnant women. Methods: This study employed a quantitative observational design with a cross-sectional approach and purposive sampling technique. A total of 173 pregnant women were selected from a population of 306. Secondary data were obtained from medical records. Results: The results showed a significant relationship between socioeconomic status and the incidence of anemia (p = 0.000). However, no significant relationship was found between nutritional status and the incidence of anemia (p = 0.193), nor between educational level and the incidence of anemia (p = 0.960). Conclusion: Socioeconomic status was significantly associated with anemia among pregnant women, while nutritional status and educational level were not.
HUBUNGAN TINGKAT SPIRITUAL DENGAN KUALITAS HIDUP LANSIA DI KABUPATEN GOWA Fitriani, Aidah; Nur Sayyidah; Rasdiayanah, Rasdiyanah; Sutria, Eny; Mildawati, Titi
Bina Generasi : Jurnal Kesehatan Vol 17 No 2 (2026): Bina Generasi : Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES BINA GENERASI POLEWALI MANDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35907/bgjk.v17i2.518

Abstract

Quality of life aspects include physical health, psychological well-being, independence, social relationships, relationships with the environment, and spiritual well-being. A good quality of life is characterized by optimal functional condition in the elderly when spiritual aspects are met. This is expected to improve the quality of life of the elderly, enabling them to enjoy their old age with meaning and happiness. The purpose of this study was to determine the relationship between the spiritual level of the elderly and the quality of life of the elderly in the Samata Community Health Center (Puskesmas) work area. This study used a quantitative and descriptive analytical design with a cross-sectional study approach using the SWBS and WHOQOL-OLD questionnaires, and analyzed using the Chi-Square statistical test. The results of the univariate study showed that the majority of elderly people were in the high spiritual level category and had a high quality of life (64.6%). Meanwhile, the bivariate test showed a significant relationship between spiritual level and quality of life in the elderly with a p-value of 0.011. The conclusion of this study is that the higher the spiritual level of the elderly, the higher the quality of life.
PENGARUH CONTINUING PROFESSIONAL DEVELOPMENT (CPD) TERHADAP PENGEMBANGAN JENJANG KARIR PERAWAT: LITERATUR REVIEW Metilda; Salsabila Dea Indri Nurul Aeni; Sinta Destianti; Siti Vivih Lutfiah; Sulis Oveliya; Syapta Nanda Erika Zaelani; Titania Salsabilla
Bina Generasi : Jurnal Kesehatan Vol 17 No 2 (2026): Bina Generasi : Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES BINA GENERASI POLEWALI MANDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35907/bgjk.v17i2.528

Abstract

Background: Program jenjang karir perawat di Indonesia mulai diterapkan sejak tahun 2006 dan secara formal diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 47 Tahun 2017 dengan standar yang mengacu pada Persatuan Perawat Nasional Indonesia. Salah satu komponen penting dalam pengembangan jenjang karir perawat adalah Continuing Professional Development, yaitu proses pembelajaran berkelanjutan yang bertujuan untuk mempertahankan dan meningkatkan kompetensi serta profesionalisme perawat sepanjang kariernya. Objective: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Continuing Professional Development terhadap pengembangan jenjang karir perawat. Method: Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan menelaah berbagai artikel ilmiah dan sumber pustaka yang relevan dengan topik Continuing Professional Development dan jenjang karir perawat. Result: Hasil telaah literatur menunjukkan bahwa Continuing Professional Development berperan signifikan dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan klinis, kemampuan berpikir kritis, profesionalisme, serta kepuasan kerja perawat yang menjadi prasyarat dalam sistem jenjang karir. Selain itu, Continuing Professional Development mendukung kesiapan perawat dalam memenuhi persyaratan kredensial, mempertahankan kompetensi, dan beradaptasi dengan tuntutan profesional pada berbagai tahap karier. Namun, efektivitas pelaksanaannya dipengaruhi oleh dukungan organisasi, ketersediaan fasilitas pelatihan, kebijakan institusional, serta faktor individu seperti motivasi dan beban kerja. Hambatan yang sering ditemui meliputi keterbatasan waktu, biaya, akses pelatihan, dan budaya organisasi yang kurang mendukung. Conclusion: Continuing Professional Development memiliki dampak positif yang signifikan terhadap pengembangan jenjang karir perawat. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan institusional yang terstruktur serta sistem pengembangan profesional berkelanjutan yang konsisten agar pelaksanaannya dapat berjalan optimal dan berkontribusi pada peningkatan mutu pelayanan keperawatan.
PENGARUH PEMANFAATAN PANGAN LOKAL TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA Nurlian, sri; Nurbayani
Bina Generasi : Jurnal Kesehatan Vol 17 No 2 (2026): Bina Generasi : Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES BINA GENERASI POLEWALI MANDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35907/bgjk.v17i2.530

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Stunting terjadi karena kekurangan gizi yang terjadi dalam masa 1000 hari kehidupan balita. Kekurangan gizi ini dikarenakan minimnya pengetahuan masyarakat terkait bahayanya stunting dan bagaimana mencegahnya. Hal ini merupakan hal yang tidak dapat dianggap remeh, jika kita melihat dampak keberlanjutan stunting ini. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemanfaatan pangan lokal terhadap kejadian stunting pada balita. Desain penelitian menggunakan cross-sectional dengan sampel 120 balita usia 24–59 bulan. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat (chi-square), Hasil menunjukkan pemanfaatan pangan lokal berpengaruh signifikan terhadap kejadian stunting (p < 0,001)
STANDARISASI INSTRUMEN KLASIFIKASI LUKA DAN CIDERA DI RUMAH SAKIT: A SCOPING REVIEW Nisa, Fakhrun; Rahmatullah, Rahmatullah; Fardi, Fardi
Bina Generasi : Jurnal Kesehatan Vol 17 No 2 (2026): Bina Generasi : Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES BINA GENERASI POLEWALI MANDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35907/bgjk.v17i2.531

Abstract

Latar Belakang: Cedera dan luka merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas secara global, dengan lebih dari 4,4 juta kematian setiap tahun. Luka dapat diklasifikasikan berdasarkan penyebab, durasi, dan kedalamannya. Namun, belum ada pedoman standar dalam penggunaan instrumen klasifikasi luka di rumah sakit. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi instrumen klasifikasi luka yang digunakan dalam studi klinis. Metode: Studi ini menggunakan metode scoping review dengan enam langkah yang dikembangkan oleh Arksey dan O’Malley. Pencarian data dilakukan melalui database PubMed, ScienceDirect, SAGE, dan Cochrane, dengan artikel yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Hasil: Dari 608 artikel yang diidentifikasi, 9 studi memenuhi kriteria dan dianalisis lebih lanjut. Ditemukan sembilan instrumen utama klasifikasi luka yang digunakan di rumah sakit, yaitu WSES, RCWC, ISS, Schenck’s KD, Classification of the Blast Injury to Thumb, Basicranial Artery Injury Classification, CFI Score, CCI®, dan DMSIT. Setiap instrumen memiliki kegunaan spesifik sesuai dengan jenis luka yang diklasifikasikan, mulai dari trauma akut hingga luka kronis. Kesimpulan: Instrumen klasifikasi luka memainkan peran penting dalam mendukung pengambilan keputusan klinis dan meningkatkan kualitas perawatan pasien.
INTEGRASI NILAI BUDAYA DALAM KEPERAWATAN IBU DAN ANAK : SYSTEMATIC REVIEW PERSPEKTIF LEININGER Nur, Rezeki; Hestiani K, Dewi; Najamuddin, Nur Isriani
Bina Generasi : Jurnal Kesehatan Vol 17 No 2 (2026): Bina Generasi : Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES BINA GENERASI POLEWALI MANDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35907/bgjk.v17i2.538

Abstract

Background: The effectiveness of maternal and child nursing care is influenced not only by clinical interventions but also by the integration of patients’ cultural values into the care process. In multicultural contexts, cultural mismatches between healthcare providers and families may reduce service utilization, therapeutic communication quality, and adherence to care plans. A comprehensive theoretical framework is required to systematically analyze cultural integration in maternal and child nursing practice. Objective: This study aimed to synthesize empirical evidence on the integration of cultural values in maternal and child nursing care using the Transcultural Nursing perspective of Leininger and to map the findings into the components of the Sunrise Model. Method: This study employed a systematic review with a narrative synthesis approach following the PRISMA 2020 guidelines. Literature was identified through structured database searches using keywords related to transcultural nursing, cultural competence, maternal nursing, and child nursing. Empirical studies focusing on cultural integration in maternal and child nursing and available in full text were included. Data were extracted using a structured form and analyzed by mapping findings into the domains of the Sunrise Model and the three modes of action: cultural preservation, accommodation, and repatterning. Results: Eight empirical studies met the inclusion criteria. The synthesis revealed that cultural integration predominantly occurs within the domains of education, social-kinship structure, and healthcare systems. Cultural accommodation emerged as the most frequently applied mode of action, particularly in negotiating clinical standards with patients’ cultural values. Cultural preservation was relevant when religious and family practices did not compromise safety, while cultural repatterning was required in situations involving value conflicts or communication barriers. Organizational support and culturally competent education were identified as critical factors enabling culturally congruent care. Conclusion: The integration of cultural values in maternal and child nursing is a multidimensional process involving individual competence, family dynamics, and organizational structures. Leininger’s Sunrise Model provides a comprehensive analytical framework to guide culturally sensitive nursing practice in multicultural settings.