cover
Contact Name
Agus Mailana
Contact Email
agus.mailana@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agus.mailana@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
ISSN : 26148846     EISSN : 26144018     DOI : -
Core Subject : Education,
Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam adalah jurnal berkala ilmiah yang diterbitkan oleh Prodi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Jurusan Tarbiyah STAI Al Hidayah Bogor. Jurnal ini mengkhususkan diri pada pengkajian ilmu manajemen pendidikan Islam. Pengelola menyambut baik kontribusi dalam bentuk artikel dari para ilmuwan, sarjana, professional, dan peneliti dalam disiplin ilmu manajemen pendidikan Islam untuk dipublikasikan dan disebarluaskan setelah melalui mekanisme seleksi naskah, telaah mitra bebestari, dan proses penyuntingan. Seluruh artikel yang dipublikasikan dalam jurnal ini merupakan pandangan dari para penulisnya dan tidak mewakili jurnal ini atau lembaga afiliasi penulisnya. Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam terbit dua kali dalam setahun antara bulan Januari-Juni dan Juli-Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 374 Documents
TEORI ORGANISASI NEOKLASIK: PENGEMBANGAN MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM Efa Nurazizah
Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 9 No 01 (2026): Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/im.v9i01.9521

Abstract

Studi ini menjelaskan tentang teori organisasi neoklasik yang hadir atas jawaban dari teori organisasi klasik. Pada awalnya penemuan ini bukanlah hal yang disengaja karena pada proses penelitiannya seluruh aspek dan unsur percobaan menggunakan teori klasik, namun ternyata hasilnya menunjukan hal yang berbanding terbalik. Hal-hal sosio Psikologis yang semuala tidak dianggap penting pada teori klasik, ternyata justru menjadi penentu utama kualitas dan produktifitas sebuah organisasi. Meski demikian teori neoklasik juga masih meninggalkan jejak kegagalan diantaranya menbuat hubungan antara manajer dan anggota menjadi lebih fleksibel hingga berdampak ada kurangnya wibawa dan memberi ruang untuk menghilangkan Batasan antara atasan dan bawahan. Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, manajemen selaku ilmu terapan sudah seyogyanya terus melakukan evaluasi dan observasi sesuai kebutuhan dan tuntutan zaman. Dengan demikian kemungkinan pengembangan dan perubahan teori pasti terjadi hingga sebuah organisasi bermutasi menjadi bentuk ideal sesuai kebutuhan zaman.
BASIC PRINCIPLES OF EDUCATIONAL MANAGEMENT FROM THE PERSPECTIVE OF THE QURAN Efa Nurazizah
Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 9 No 01 (2026): Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/im.v9i01.9550

Abstract

This article discusses educational management and its application in Islam. Running an educational unit is closely related to educational management. Islam is a mercy for all beings, governing all matters concerning humanity, including educational management. Allah SWT directly exemplified the basic principles of management in the creation and organization of the universe. Likewise, the Prophet Muhammad (peace be upon him) employed these basic principles in his preaching. Numerous verses in the Quran and Hadith explain these basic principles. Management as a science emerged during the British Revolution, but its application, particularly in Islam, dates back much earlier. The lack of Muslim scholars studying this science has led some to believe that management is a new discipline. This article aims to contribute knowledge so that a society divided by the dichotomy of knowledge need not be allergic to foreign terms without Islamic embellishments. Therefore, from an Islamic perspective, the basic principles of educational management are nothing new.
ISLAM AND SCIENCE: AN ANALYSIS OF THE GOLDEN AGE OF ISLAM IN THE FIELD OF SCIENCE AND TECHNOLOGY, ESPECIALLY IN THE FIELD OF MANAGEMENT Efa Nurazizah
Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 9 No 01 (2026): Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/im.v9i01.9551

Abstract

This article explains the position of science in Islam. Science and Islam are a duality. Islam once lived through a period of rapid scientific and technological development, with its influence reaching across Europe and the world. To this day, the scientific products of that era remain a global reference, and their stories are immortalized in scientific forums both eastern and western. A vast body of literature chronicles and analyzes the golden age of civilization. In Islam, science is equated with the Quran, for all knowledge originates from it. Numerous verses in the Quran and Hadith explain the importance of seeking knowledge and its virtues. Unfortunately, the dichotomy of knowledge has led some to believe that there are obligatory and optional sciences to be studied. This has weakened Muslim human resources, especially in responding to the challenges of the times, where science, technology, and the arts continue to develop. This article aims to contribute knowledge that openness to absorbing knowledge has a significant impact on the advancement of civilization. Eliminate the dichotomy of knowledge and avoid being allergic to new sciences that lack Islamic labels. The source of knowledge is, in essence, the Quran.
IMPROVING ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS' COUNTING AND READING ABILITY WITH A DEEP LEARNING-BASED MULTISENSORY APPROACH Rachmi Suni Merlia; Kartika Chrysti Suryandari; Chumdari Chumdari
Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 8 No 02 (2025): Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Institut Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/im.v8i02.10173

Abstract

Numeracy and literacy skills play an important role in supporting literacy and numeracy in the 21st century. Various studies show that these skills are still relatively low, so learning innovations are needed to increase student engagement and understanding. This This study demonstrates that the implementation of a deep learning-based multisensory approach can improve the numeracy and literacy skills of elementary school students. This quantitative study used a two-group pretest-posttest design. The research subjects consisted of 87 third-grade students at SD Negeri IV Wadas, divided into an experimental class (43 students) and a control class (44 students). The research instruments consisted of 15 counting ability questions and 15 reading questions. Data were collected through pretest and posttest and then analyzed using statistical tests and N-Gain. The results showed that both groups experienced an increase in counting ability and reading ability after learning, but the increase in the experimental class was higher than that in the control class. The N-Gain score in the experimental class reached 0.54 (moderate category) for counting ability skills and 0.53 (moderate category) for reading ability, while the control class scored 0.32 and 0.27 for counting ability and reading ability, respectively. These findings indicate that integrating a deep learning-based multisensory approach into Problem Based Learning has a more significant impact on improving the counting ability and reading ability of elementary school students.
PENGAMBILAN KEPUTUSAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENGOPTIMALISASI PERPUSTAKAAN DI MIN 17 ACEH BARAT Adela Imelia; Sri Hardianty; Dian Ayuningtyas
Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 9 No 02 (2026): Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam (Article On Progress)
Publisher : Institut Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/im.v9i02.10203

Abstract

Perpustakaan sekolah merupakan salah satu fasilitas penting yang mendukung proses pembelajaran, namun di banyak madrasah keberadaannya belum dimanfaatkan secara optimal akibat keterbatasan koleksi, fasilitas, dan pengelolaan yang belum profesional. Peran kepala sekolah dalam mengambil keputusan yang tepat menjadi kunci utama dalam mengoptimalkan fungsi perpustakaan sebagai pusat sumber belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pengambilan keputusan kepala sekolah, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya, serta menilai dampak keputusan tersebut terhadap optimalisasi pemanfaatan dan pengembangan perpustakaan di MIN 17 Aceh Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, dengan informan yang terdiri atas kepala sekolah, pengelola perpustakaan, guru, dan siswa. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengambilan keputusan kepala sekolah MIN 17 Aceh Barat berlangsung secara sistematis dan partisipatif melalui musyawarah yang melibatkan guru, komite sekolah, dan pengelola perpustakaan. Keputusan yang diambil secara bertahap telah membawa perubahan nyata, antara lain penambahan koleksi buku, pengadaan sarana seperti meja dan kursi, serta rehabilitasi fisik gedung perpustakaan. Pengambilan keputusan kepala sekolah yang sistematis, partisipatif, dan berbasis kebutuhan nyata terbukti mampu mendorong optimalisasi perpustakaan secara berkelanjutan, sehingga perpustakaan dapat berkembang menjadi pusat pembelajaran yang dinamis dan relevan dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di madrasah.
Manajemen MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM MODERN DALAM ANALISIS PEMIKIRAN H. ABDUL MALIK KARIM AMRULLAH (BUYA HAMKA) Siti Masyitoh; Iqlimatul Fajriyah; Rulaila Rulaila; Salsa Khumaira; Siti Uswatuh Khasanah; Sayid Qutub
Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 9 No 02 (2026): Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam (Article On Progress)
Publisher : Institut Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/im.v9i02.10318

Abstract

Manajemen dalam Pendidikan memiliki peranan penting dalam membentuk aturan kualitas manusia, baik dari aspek intelektual, moral, maupun spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep pendidikan Islam modern dalam perspektif Buya Hamka yang meliputi peserta didik, lingkungan pendidikan, kurikulum, pendidik, serta tantangan pendidikan di era modern. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui analisis berbagai sumber literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Buya Hamka memandang pendidikan sebagai proses pembinaan manusia secara menyeluruh yang mencakup aspek jasmani, akal, dan rohani. Pendidikan tidak hanya berorientasi pada pengembangan intelektual, tetapi juga pada pembentukan akhlak, karakter, dan spiritualitas peserta didik. Selain itu, Hamka menekankan pentingnya integrasi ilmu agama dan ilmu umum, peran keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam pendidikan, serta pembentukan karakter melalui keteladanan pendidik. Di tengah perkembangan teknologi dan globalisasi, pemikiran pendidikan Buya Hamka dinilai tetap relevan karena menekankan keseimbangan antara ilmu pengetahuan, moral, dan nilai-nilai keislaman.
PENANGANAN MUTASI JAMAAH HAJI TAHUN 2025 DI KEMENHAJ KABUPATEN DEMAK Shinta Maula Adriyani; Yuyun Affandi; Mustofa Hilmi
Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 9 No 02 (2026): Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam (Article On Progress)
Publisher : Institut Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/im.v9i02.10363

Abstract

Penelitian ini membahas penanganan mutasi jamaah haji tahun 2025 pada penyelenggaraan haji di Kabupaten Demak. Penelitian dilatarbelakangi oleh meningkatnya kebutuhan mutasi jamaah haji akibat perpindahan domisili, kebutuhan keluarga, dan alasan kedinasan yang memerlukan penyesuaian administrasi secara tertib dan terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses mutasi jamaah haji, kendala yang dihadapi dalam pelayanan mutasi, serta penanganan mutasi jamaah haji di Kabupaten Demak. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari petugas Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Kabupaten Demak serta jamaah haji yang melakukan mutasi keberangkatan. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses mutasi jamaah haji dilakukan setelah jamaah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BIPIH) dan masuk kuota keberangkatan tahun berjalan. Proses mutasi dilakukan melalui tahapan pengajuan permohonan, verifikasi dokumen, serta validasi data menggunakan Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT). Kendala yang sering muncul meliputi ketidaksesuaian data kependudukan, keterlambatan pengurusan paspor, kelengkapan dokumen administrasi, serta kurangnya pemahaman jamaah terhadap prosedur mutasi. Penanganan mutasi dilakukan melalui pelayanan administrasi yang komunikatif, edukasi kepada jamaah, pendampingan selama proses administrasi, serta pengecekan dokumen secara bertahap untuk meminimalisasi kesalahan data. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan sistem digital, ketelitian administrasi, dan kualitas komunikasi pelayanan menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran penanganan mutasi jamaah haji di Kabupaten Demak.
EFFECTIVENESS OF CURRICULUM IMPLEMENTATION MANAGEMENT ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION (PAI) IN THE ERA OF EDUCATIONAL TRANSFORMATION Robiah Adawiyah; Leli Zaenab; Lia Fadlia Sa'dayati; Suharyati Suharyati; Popi Puadah; Madian Muchlis
Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 9 No 02 (2026): Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam (Article On Progress)
Publisher : Institut Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/im.v9i02.10407

Abstract

Educational transformation in the digital era requires educational institutions to adapt the curriculum implementation effectively, including in Islamic Religious Education (PAI) learning. The shift in educational paradigms marked by the integration of technology, the implementation of the Merdeka Curriculum, and the demand for adaptive learning has become a significant challenge in managing the implementation of the PAI curriculum. This study aims to analyze the effectiveness of the management of PAI curriculum implementation in the era of educational transformation, covering aspects of planning, organizing, implementation, and evaluation of learning. This study employed a qualitative approach using a descriptive method. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The data were analyzed using data reduction, data presentation, and conclusion drawing techniques to obtain a comprehensive understanding of the effectiveness of PAI curriculum implementation in responding to educational transformation. The findings indicate that the effectiveness of PAI curriculum management is influenced by teachers’ competencies, school policy support, the utilization of learning technology, and the ability to adapt to curriculum changes. Proper management implementation can improve the quality of PAI learning, student participation, and the strengthening of students’ religiosity values. However, several obstacles remain, including limited facilities and infrastructure, low digital literacy among some educators, and the suboptimal implementation of technology-based learning evaluation. This study concludes that the effectiveness of managing the implementation of the PAI curriculum in the era of educational transformation requires synergy among school management, teacher competence, learning innovation, and technological support to achieve the objectives of Islamic education optimally.
DIGITAL LITERACY AND INTERNET ETHICS OF JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS IN UTILIZING SOCIAL MEDIA Atik Surya Harnanti; Munadi Munadi; Khusnul Khotimah
Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 8 No 02 (2025): Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Institut Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/im.v8i02.10586

Abstract

The development of digital technology and the increasing use of social media among junior high school students demands the strengthening of digital literacy and internet ethics in the learning context. This study aims to systematically analyze research findings related to the influence of digital literacy on internet ethics, the role of schools and teachers, the contribution of digital literacy to learning, and the forms of internet risk behavior experienced by junior high school students. The research method used is a Systematic Literature Review (SLR) by analyzing five journal articles indexed by SINTA and Scopus published in the period 2023–2025. The data analysis process was carried out using thematic analysis to identify key themes according to the research questions. The synthesis results show that digital literacy has a significant influence on the formation of internet ethics and social media behavior of students in the use of social media for learning. Schools and teachers have a strategic role in strengthening digital literacy and internet ethics through mentoring, habituation, and integration of digital literacy programs in learning. Digital literacy also supports students' ability to sort information and improves the quality of learning interactions. However, risky internet behaviors such as exposure to unverified information and uncontrolled social media use are still found, so strengthening digital ethics and ongoing supervision is needed.
SOSIOLOGI LEMBAGA PENDIDIKAN: PERGESERAN PARADIGMA KOMUNIKASI ORGANISASI DARI POSITIVISME KE KONSTITUTIF PADA MADRASAH ALIYAH ERA GLOBALISASI Rizky Ali Al Lathief; Muh Hanif
Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 9 No 02 (2026): Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam (Article On Progress)
Publisher : Institut Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/im.v9i02.10632

Abstract

Artikel ini menganalisis pergeseran paradigma komunikasi organisasi dalam lembaga pendidikan Islam, khususnya dari model positivistik yang menempatkan komunikasi sebagai saluran transmisi instruksi menuju paradigma konstitutif yang memahami komunikasi sebagai proses pembentuk organisasi. Penelitian dilakukan pada MA Andalusia melalui pendekatan kualitatif studi kasus dengan wawancara mendalam, penelusuran praktik komunikasi organisasi, dan telaah dokumen serta media kelembagaan. Data dianalisis secara tematik untuk menemukan pola keterbukaan komunikasi, proses pengambilan keputusan, penggunaan media digital, pembentukan identitas organisasi, dan relasi komunikasi dengan pemangku kepentingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi organisasi madrasah bergerak ke arah dialogis, partisipatif, dan adaptif. Guru, pimpinan, siswa, komite, serta wali santri terlibat dalam praktik komunikasi yang membentuk budaya organisasi, meskipun hambatan psikologis pada guru muda dan keterbatasan strategi komunikasi eksternal masih ditemukan. WhatsApp dan Instagram tidak hanya berfungsi sebagai kanal informasi, tetapi juga sebagai arena pembentukan citra, koordinasi, dan jaringan sosial sekolah. Kultur kepesantrenan yang menekankan tafaqquh fiddin dan pembentukan akhlak menjadi basis identitas organisasi. Kajian ini menegaskan bahwa paradigma konstitutif lebih memadai untuk menjelaskan dinamika komunikasi organisasi madrasah di era globalisasi karena mampu membaca organisasi sebagai realitas sosial yang terus diproduksi melalui komunikasi.

Filter by Year

2018 2026