cover
Contact Name
Rahmad Fauzi
Contact Email
udauzi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
udauzi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. tapanuli selatan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT
ISSN : 25274295     EISSN : 26146061     DOI : -
Jurnal Education and Development merupakan publikasi karya ilmiah dari hasil penelitian, pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, baik sosial, budaya dan lingkungan. Sebagai upaya untuk mewujudkan visi dan misi di Perguruan Tinggi. Jurnal Education and development mewadahi hasil pemikiran dan penelitian dalam peningkatan dan pengembangan secara berkesinambungan untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Selain itu, dapat meningkatkan pengetahuan dan keilmuan. Jurnal Education And Development Terakreditasi Sesuai Dengan Keputusan Direktur Jendral Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia SK. Nomor 21/E/KPT/2018 Tentang Peringkat Akreditasi Jurnal Ilmiah Periode I Tahun 2018, Jurnal Education and Development Berada Pada Peringkat 6 (Enam) Dengan Nomor Urut 15 (Lima Belas), Masa Berlaku Akreditasi selama 5 (lima) Tahun dan Akan Berakhir pada Tanggal 9 Juli 2023.
Arjuna Subject : -
Articles 2,791 Documents
ANALISIS KONTRASTIF PENGGUNAAN KONSEP NAMA HEWAN DALAM PERIBAHASA JEPANG DAN PERIBAHASA JAWA Veronika, Prima; Wijayanti, Kenfitria Diah; Kurwidaria, Favorita; Rahadini, Astiana Ajeng; Said, Dewi Pangestu; Pribadi, Nirbito Hanggoro; Lestari, Eni Sri Budi
Jurnal Education and Development Vol 14 No 1 (2026): Vol 14 No 1 Januari 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i1.7635

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis atau membandingkan penggunaan konsep nama hewan dalam peribahasa Jepang dan Jawa serta pemanfaatannya dalam pembelajaran Bahasa Jawa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data berupa peribahasa Jepang dan Jawa. Data tersebut dikumpulkan menggunakan metode studi literatur. Peneliti menggunakan sumber data berupa buku, artikel ilmiah, dan penelitian serupa. Peneliti kemudian menguji keabsahan data yang telah terkumpul menggunakan teknik triangulasi sumber data. Setelah diuji keabsahannya, data dianalisis dengan teknik analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldana, yang berupa kegiatan kondensasi data, penyajian data, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa terdapat kontras atau perbedaan penggunaan konsep nama hewan dalam peribahasa Jepang dan Jawa. Konsep nama hewan yang digunakan antara lain monyet, anjing, serangga, ayam, ular, kuda, burung, katak, ikan, dan harimau. Perbedaan penggunaan konsep nama hewan tersebut tampak dari sudut pandang pemaknaan hewan sebagai pengkonotasian sifat atau perilaku yang perlu ditiru atau yang tidak layak ditiru. Akan tetapi, peribahasa-peribahasa tersebut memiliki kesamaan, yakni sebagai ungkapan tidak langsung yang digunakan dalam berkomunikasi.
TRANSFORMASI KURIKULUM MERDEKA : STRATEGI MENINGKATKAN KETERLIBATAN PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN SOSIOLOGI DI SMA PERBATASAN INDONESIA- MALAYSIA Gustiani, Gustiani; Ramadhan, Iwan; Zatalini, Adhalia; Imran, Imran; Imanulyaqin, Muhammad Nur
Jurnal Education and Development Vol 14 No 1 (2026): Vol 14 No 1 Januari 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i1.7640

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Kurikulum Merdeka dalam meningkatkan keterlibatan peserta didik pada pembelajaran sosiologi di SMA Negeri 1 Sajingan Besar, sebuah sekolah menengah atas yang berlokasi di wilayah perbatasan Indonesia - Malaysia. Kurikulum merdeka, yang resmi diterapkan pada tahun 2022, menekankan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dengan fokus pada peningkatan keterlibatan perilaku emosional dan kognitif peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi kelas, wawancara mendalam dengan guru dan peserta didik, serta dokumentasi pendukung dari pihak sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum Merdeka memberikan peluang bagi terciptanya pembelajaran yang lebih interaktif dan kontekstual, namun pada tingkat keterlibatan peserta didik masih bervariasi. Sebagian peserta didik aktif dalam diskusi dan pemecahan masalah sementara sebagian lainnya menunjukkan keterlibatan yang rendah akibat kurangnya motivasi belajar dan tantangan eksternal yang umum di wilayah perbatasan. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan implementasi kurikulum Merdeka tidak hanya bergantung pada adaptasi pedagogis tetapi juga pelatihan guru yang memadai ketersediaan sumber belajar yang relevan serta dukungan lingkungan sekolah yang kondusif. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan literatur mengenai kurikulum merdeka dan keterlibatan peserta didik khususnya di wilayah perbatasan, serta menawarkan wawasan praktis bagi peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah-sekolah daerah perbatasan.
PERBANDINGAN DAYA TARIK VISUAL DAN RASA ANTARA PASTRY ARTISAN DAN PASTRY KOMERSIAL Suswanto, Suswanto; Nugroho, Agung Yuliyanto
Jurnal Education and Development Vol 14 No 1 (2026): Vol 14 No 1 Januari 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i1.7641

Abstract

Perkembangan industri kuliner menunjukkan meningkatnya perhatian konsumen terhadap kualitas rasa dan daya tarik visual produk pastry. Pastry artisan, yang dibuat secara tradisional dengan sentuhan kreatif, dianggap memiliki keunggulan estetika dan cita rasa dibanding pastry komersial yang diproduksi massal. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan daya tarik visual dan rasa antara pastry artisan dan pastry komersial serta mengevaluasi preferensi konsumen terhadap kedua jenis produk. Metode yang digunakan adalah uji sensori dengan 50 panelis terlatih menilai aspek visual (warna, bentuk, dekorasi, penataan) dan aspek rasa (manis, gurih, tekstur, aroma, aftertaste) menggunakan skala Likert 1–5. Data dianalisis secara deskriptif dan uji t untuk mengetahui perbedaan signifikan antara kedua jenis pastry. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pastry artisan memperoleh nilai visual rata-rata 4,6 dan rasa 4,4, sedangkan pastry komersial masing-masing 3,8 dan 3,9. Analisis uji t menunjukkan perbedaan signifikan pada kedua aspek (p < 0,05), menegaskan bahwa konsumen lebih menyukai pastry artisan. Pembahasan mengungkapkan bahwa keunggulan pastry artisan terkait dengan perhatian pada detail, kreativitas dekorasi, dan penggunaan bahan berkualitas tinggi, sementara pastry komersial cenderung fokus pada produksi massal dengan standarisasi yang membatasi variasi rasa dan estetika. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pastry artisan lebih disukai konsumen baik dari segi visual maupun rasa. Temuan ini memiliki implikasi penting bagi produsen bakery dalam strategi pengembangan produk, diferensiasi, dan inovasi untuk memenuhi preferensi konsumen modern.
PEMODELAN HYBRID SUPPORT VECTOR MACHINE DAN K-NEAREST NEIGBORS UNTUK PERAMALAN PERMINTAAN SUKU CADANG OTOMOTIF: PENDEKATAN MACHINE LEARNING TERHADAP DATA FLUKTUATIF Dinata, Benny Martha; Ardhianto, Eka
Jurnal Education and Development Vol 14 No 1 (2026): Vol 14 No 1 Januari 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i1.7642

Abstract

Pengelolaan persediaan suku cadang otomotif menghadapi tantangan kompleks akibat pola permintaan yang fluktuatif, bersifat sporadis, dan tidak sepenuhnya mengikuti pola musiman. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan membandingkan kinerja empat pendekatan peramalan, yaitu Support Vector Machine (SVM), K-Nearest Neighbors (KNN), Hybrid Weighted Ensemble (gabungan SVM dan KNN), serta Seasonal ARIMA (SARIMA). Dataset yang digunakan berasal dari riwayat penjualan suku cadang selama 33 bulan, dengan karakteristik permintaan yang sangat bervariasi antar item.Hasil evaluasi menunjukkan bahwa model KNN memberikan performa terbaik dengan nilai MAE 33,22, RMSE 35,92, MAPE 7,31%, dan sMAPE 7,63%, diikuti oleh SVM dengan MAE 62,36 dan sMAPE 14,84%. Model Hybrid menghasilkan performa menengah, sedangkan SARIMA menunjukkan akurasi terendah dengan sMAPE mencapai 28,23%. Visualisasi tren prediksi memperkuat temuan ini, di mana model berbasis machine learning mampu mengikuti fluktuasi aktual secara lebih konsisten dibandingkan pendekatan statistik klasik. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan model hybrid yang secara khusus diadaptasikan untuk data permintaan suku cadang otomotif, serta integrasinya dengan teknik feature engineering seperti lag features dan seasonal encoding. Temuan ini merekomendasikan penggunaan pendekatan machine learning, khususnya KNN dan model hybrid, sebagai solusi praktis dalam sistem perencanaan persediaan. Implementasi model ini berpotensi menekan biaya penyimpanan, mengurangi risiko stockout maupun overstock, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data di tingkat operasional dan manajerial.
PENYESUAIAN DIRI DAN MOTIVASI BELAJAR PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) Br Ginting, Ayu Rifqi Indah; Utami, Narastri Insan
Jurnal Education and Development Vol 14 No 1 (2026): Vol 14 No 1 Januari 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i1.7643

Abstract

Motivasi belajar merupakan faktor penting dalam keberhasilan akademik siswa, dan salah satu aspek yang memengaruhinya adalah kemampuan penyesuaian diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penyesuaian diri dengan motivasi belajar pada siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis korelasi Product Moment. Subjek penelitian berjumlah 159 siswa SMA yang dipilih melalui teknik purposive random sampling. Instrumen penelitian berupa skala psikologi untuk mengukur penyesuaian diri dan motivasi belajar yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara penyesuaian diri dengan motivasi belajar dengan koefisien korelasi sebesar 0,678 (p = 0,001). Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,459 menunjukkan bahwa penyesuaian diri memberikan kontribusi sebesar 45,9% terhadap motivasi belajar. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi kemampuan penyesuaian diri siswa, semakin tinggi pula motivasi belajarnya. Implikasi dari hasil ini menekankan pentingnya dukungan sekolah dalam membantu siswa beradaptasi dengan lingkungan belajar melalui program orientasi yang berkelanjutan guna meningkatkan motivasi belajar mereka.
PENERAPAN MEDIA KINCIR ANGKA DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN KELOMPOK A DI TK AISYIYAH JAMBU KECAMATAN BAJO KABUPATEN LUWU Mardan, Shafira Adhara
Jurnal Education and Development Vol 14 No 1 (2026): Vol 14 No 1 Januari 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i1.7644

Abstract

Latar belakang penelitian menunjukkan bahwa kemampuan kongnitif pada anak usia tersebut perlu dioptimalkan agar dapat menguasai konsep konsep dasar secara lebih efektif. Media kincir angka dipilih karena diangap menarik, interaktif, dan dapat menfasilitasi pembelajaran yang lebih menyenangkan, sehingga berpotensi meningkatkan partisipasi dan pemahaman anak. Penelitian ini berfokus pada pengembangan kemampuan kognitif anak usia dini, khususnya kelompok A TK Aisyiyah Jambu Kecamatan Bajo Kabupaten Luwu, dengan memanfaatkan media kincir angka sebagai sarana pembelajaran. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian terdiri atas 10 anak dari kelompok A. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk menilai aspek kognitif anak, meliputi pengenalan angka dan simbolnya, kemampuan mengingat angka, mengelompokkan benda sesuai bilangan, memahami konsep ganjil-genap, serta menyusun urutan angka 1–10. Keberhasilan penelitian ditentukan berdasarkan peningkatan hasil belajar anak yang tercermin dari skor pencapaian pada setiap siklus. Temuan penelitian ini memperlihatkan adanya peningkatan kemampuan kognitif anak secara bertahap dari pra-siklus hingga siklus II. Pada pra-siklus, mayoritas anak (9 dari 10) masih berada pada kategori mulai berkembang (MB) dan hanya 1 anak yang mencapai kategori berkembang sesuai harapan (BSH), dengan persentase capaian 40%. Memasuki siklus I yang berlangsung dalam tiga kali pertemuan, penerapan media kincir angka mulai menunjukkan dampak positif, yakni 4 anak berada pada kategori MB, 5 anak mencapai BSH, dan 1 anak sudah masuk kategori berkembang sangat baik (BSB), sehingga persentase capaian meningkat menjadi 54%. Selanjutnya, pada siklus II yang juga berlangsung dalam tiga pertemuan, hasil yang diperoleh semakin signifikan, di mana 6 anak berada pada kategori BSH dan 4 anak telah mencapai BSB, dengan persentase capaian meningkat hingga 71%. Dengan demikian, penggunaan media kincir angka terbukti efektif dalam mendorong perkembangan kognitif anak, khususnya dalam kemampuan mengenal angka dan simbol bilangan.
IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SMP NEGERI 3 SAJINGAN BESAR WILAYAH PERBATASAN INDONESIA-MALAYSIA Abadi, Selvy; Ramadhan, Iwan; Wahyuni, Fauziah Sri; Imran, Imran; Imanulyaqin, Muhammad Nur
Jurnal Education and Development Vol 14 No 1 (2026): Vol 14 No 1 Januari 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i1.7646

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran IPS di SMP Negeri 3 Sajingan Besar, wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia. Kurikulum Merdeka menekankan fleksibilitas, relevansi, dan penguatan Profil Pelajar Pancasila, namun pelaksanaannya di daerah perbatasan masih menghadapi keterbatasan sumber daya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi Kurikulum Merdeka mencakup tiga tahap utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan hasil belajar. Guru IPS telah menyusun perangkat ajar sesuai konteks lokal dan menerapkan model Problem-Based Learning serta Project-Based Learning. Siswa menunjukkan peningkatan dalam pemahaman konsep sosial, berpikir kritis, dan tanggung jawab belajar. Meskipun fasilitas dan pelatihan masih terbatas, penerapan Kurikulum Merdeka di SMP Negeri 3 Sajingan Besar berjalan efektif dan relevan dengan kebutuhan pendidikan di wilayah perbatasan.
ANALISIS PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SOSIOLOGI BERBASIS LITERASI DIGITAL MELALUI PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DI KELAS X IPS MAS SIRAJUL ULUM PONTIANAK Kinanti, Easy Ilmi; Imran, Imran; Zatalini, Adhalia; Asriati, Nuraini; Prancisca, Stella
Jurnal Education and Development Vol 14 No 1 (2026): Vol 14 No 1 Januari 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i1.7648

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pembelajaran sosiologi berbasis literasi digital melalui model Problem Based Learning (PBL) di kelas X IPS MAS Sirajul Ulum Pontianak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan literasi digital peserta didik dalam menyikapi informasi secara kritis, meskipun sumber belajar yang digunakan berasal dari media cetak berupa koran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas satu guru mata pelajaran sosiologi dan delapan peserta didik kelas X IPS. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data diperoleh melalui triangulasi dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PBL berbasis literasi digital melalui pemanfaatan media cetak mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan analisis peserta didik, menjaga fokus dan konsentrasi selama pembelajaran, serta menstimulasi aktivitas belajar secara aktif. Guru berperan sebagai fasilitator dalam membimbing peserta didik untuk memilah dan menganalisis informasi secara bijak. Dengan demikian, pembelajaran sosiologi berbasis literasi digital melalui PBL tetap efektif meskipun tanpa penggunaan perangkat digital.
PENGGUNAAN MEDIA NYALAGAMES BERBASIS PEMBELAJARAN SOSIO-KULTURAL PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI SMA NEGERI 1 PONTIANAK Apriyani, Tyara; Ramadhan, Iwan
Jurnal Education and Development Vol 14 No 1 (2026): Vol 14 No 1 Januari 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i1.7649

Abstract

Pembelajaran Sosiologi di sekolah menengah sering dianggap abstrak, sehingga partisipasi dan motivasi siswa relatif rendah. Kondisi ini menuntut adanya media pembelajaran yang lebih interaktif dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, serta hasil penggunaan media Nyalagames berbasis pendekatan sosio-kultural pada pembelajaran Sosiologi di kelas X J SMA Negeri 1 Pontianak. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian mencakup satu guru Sosiologi dan 36 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran dirancang dengan mengintegrasikan Nyalagames ke dalam RPP dan menyesuaikan materi dengan konteks budaya lokal. Proses pembelajaran berlangsung lebih interaktif melalui permainan, diskusi kelompok, dan refleksi konsep. Siswa menunjukkan peningkatan motivasi, pemahaman, serta kemampuan menghubungkan teori dengan realitas sosial. Dengan demikian, Nyalagames berbasis sosio-kultural dapat menjadi inovasi efektif dalam menciptakan pembelajaran Sosiologi yang lebih kolaboratif dan bermakna.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN SOSIOLOGI BERBASIS MULTIKULTURAL DAN KEARIFAN LOKAL DI SMA NEGERI 1 PONTIANAK Rizqia, Della; Ramadhan, Iwan
Jurnal Education and Development Vol 14 No 1 (2026): Vol 14 No 1 Januari 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i1.7650

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi pembelajaran Sosiologi berbasis multikultural dan kearifan lokal di SMA Negeri 1 Pontianak, pemanfaatan nilai-nilai multikultural dalam proses pembelajaran, serta hambatan dan peluang yang dihadapi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif, melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan utama meliputi guru mata pelajaran Sosiologi dan lima siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap perencanaan, guru Sosiologi menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang tidak hanya berorientasi pada capaian kurikulum, tetapi juga memuat nilai multikultural dan kearifan lokal. Materi disusun dengan mencontohkan kehidupan multietnis di Pontianak, seperti Melayu, Dayak, Tionghoa, dan Madura. Pada tahap pelaksanaan, guru mengaitkan konsep Sosiologi dengan pengalaman nyata siswa melalui diskusi, studi kasus, dan presentasi, serta menggunakan contoh tradisi lokal seperti Cap Go Meh, Robo-robo, dan Gawai Dayak. Evaluasi tidak hanya menilai aspek kognitif, tetapi juga sikap toleransi, kerja sama, dan penghargaan terhadap perbedaan melalui observasi kelas. Hasilnya, siswa menunjukkan sikap terbuka, toleran, dan lebih mengenal identitas budaya lokal. Meski demikian, kendala masih ditemui, terutama keterbatasan sumber belajar yang mengintegrasikan kearifan lokal dalam Sosiologi. Secara keseluruhan, implementasi pembelajaran berbasis multikultural di SMA Negeri 1 Pontianak berdampak positif dalam memperkuat pemahaman keberagaman, menumbuhkan sikap toleransi, serta menguatkan penghargaan terhadap identitas budaya lokal.

Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 14 No 1 (2026): Vol 14 No 1 Januari 2026 Vol 13 No 3 (2025): Vol 13 No 3 September 2025 Vol 13 No 1 (2025): Vol 13 No 2 Mei 2025 Vol 13 No 1 (2025): Vol 13 No 1 Januari 2025 Vol 12 No 3 (2024): Vol 12 No 3 September 2024 Vol 12 No 2 (2024): Vol 12 No 2 Mei 2024 Vol 12 No 1 (2024): Vol 12 No 1 Januari 2024 Vol 11 No 3 (2023): Vol. 11 No.3.2023 Vol 11 No 2 (2023): Vol.11 No.2.2023 Vol 11 No 1 (2023): Vol.11 No.1. 2023 Vol 10 No 3 (2022): Vol.10. No.3 2022 Vol 10 No 2 (2022): Vol. 10 No. 2. 2022 Vol 10 No 1 (2022): Vol.10. No.1 2022 Vol 9 No 4 (2021): Vol.9 No.4 2021 Vol 9 No 3 (2021): Vol.9.No.3.2021 Vol 9 No 2 (2021): Vol.9.No.2.2021 Vol 9 No 1 (2021): Vol.9.No.1.2021 Vol 8 No 4 (2020): Vol.8.No.4.2020 Vol 8 No 3 (2020): Vol.8.No.3.2020 Vol 8 No 2 (2020): Vol.8.No.2.2020 Vol 8 No 1 (2020): Vol.8.No.1.2020 Vol 7 No 4 (2019): Vol.7.No.4.2019 Vol 7 No 3 (2019): Vol.7.No.3.2019 Vol 7 No 2 (2019): Vol.7.No.2.2019 Vol 7 No 1 (2019): Vol.7.No.1.2019 Vol 6 No 3 (2018): Vol.6.No.3.2018 Vol 6 No 2 (2018): Vol. 6. No.2 Oktober 2018 Vol 6 No 2 (2018): Vol.6.No.2.2018 Vol 6 No 1 (2018): Vol.6.No.1.2018 Vol 6 No 1 (2018): Vol. 6. No.1 Oktober 2018 Vol 5 No 2 (2018): Vol.5.No.2.2018 Vol 5 No 2 (2018): Vol.5. No. 2 Juli 2018 Vol 5 No 1 (2018): Vol.5. No.1 Juli 2018 Vol 5 No 1 (2018): Vol.5.No.1.2018 Vol 4 No 2 (2018): Vol.4.No.2.2018 Vol 4 No 2 (2018): Vol. 4 No. 2 April 2018 Vol 4 No 1 (2018): Vol.4.No.1.2018 Vol 4 No 1 (2018): Vol.4. No.1. April 2018 Vol 3 No 2 (2018): Vol.3 No.2 Januari 2018 Vol 3 No 2 (2018): Vol.3.No.2.2018 Vol 3 No 1 (2018): Vol.3.No.1.2018 Vol 3 No 1 (2018): Vol.3. No. 1. Januari 2018 Vol 7 No 5 (2017): Vol.7. No. 5. Nopember 2017 Vol 7 No 5 (2017): Vol.7. No. 5. Nopember 2017 Vol 7 No 1 (2017): Vol.7 No.1 Nopember 2017 Vol 7 No 1 (2017): Vol.7 No.1 Nopember 2017 Vol 6 No 5 (2017): Vol.6. No. 5. Agustus 2017 Vol 6 No 5 (2017): Vol.6. No. 5. Agustus 2017 Vol 6 No 4 (2017): Vol.6. No. 4. Mei 2017 Vol 6 No 4 (2017): Vol.6. No. 4. Mei 2017 Vol 6 No 3 (2017): Vol.6. No. 3. Agustus 2017 Vol 6 No 3 (2017): Vol.6. No. 3. Agustus 2017 Vol 6 No 2 (2017): Vol. 6 No. 2 Agustus 2017 Vol 6 No 2 (2017): Vol. 6 No. 2 Agustus 2017 Vol 6 No 1 (2017): Vol.6. No. 1. Agustus 2017 Vol 6 No 1 (2017): Vol.6. No. 1. Agustus 2017 Vol 5 No 3 (2017): Vol.5 No.3 April 2017 Vol 5 No 3 (2017): Vol.5 No.3 April 2017 Vol 5 No 2 (2017): Vol. 5 No. 2 April 2017 Vol 5 No 2 (2017): Vol. 5 No. 2 April 2017 Vol 4 No 5 (2017): Vol.4. No. 5. Januari 2017 Vol 4 No 5 (2017): Vol.4. No. 5. Januari 2017 Vol 4 No 4 (2017): Vol. 4 No. 4 Januari 2017 Vol 4 No 3 (2017): Vol.4 No.3. Januari 2017 Vol 4 No 3 (2017): Vol.4 No.3. Januari 2017 Vol 3 No 5 (2016): Vol.3. No.5. Nopember 2016 Vol 3 No 5 (2016): Vol.3. No.5. Nopember 2016 Vol 3 No 4 (2016): Vol. 3 No. 4 Nopember 2016 Vol 3 No 3 (2016): Vol.3. No. 3. Nopember 2016 Vol 3 No 3 (2016): Vol.3. No. 3. Nopember 2016 Vol 3 No 1 (2016): Vol.3 No. 1 Nopember 2016 Vol 3 No 1 (2016): Vol.3 No. 1 Nopember 2016 Vol 2 No 7 (2016): Vol. 2 No. 7 Agustus 2016 Vol 2 No 6 (2016): Vol.2. No. 6. Mei 2016 Vol 2 No 6 (2016): Vol.2. No. 6. Mei 2016 Vol 2 No 5 (2016): Vol.2. No. 5. Agustus 2016 Vol 2 No 5 (2016): Vol.2. No. 5. Agustus 2016 Vol 2 No 2 (2016): Vol.2. No. 2. Agustus 2016 Vol 2 No 2 (2016): Vol.2. No. 2. Agustus 2016 Vol 2 No 1 (2016): Vol. 2. No. 1 Agustus 2016 Vol 2 No 1 (2016): Vol. 2. No. 1 Agustus 2016 Vol 1 No 6 (2016): Vol.1 No.6. Mei 2016 Vol 1 No 6 (2016): Vol.1 No.6. Mei 2016 Vol 1 No 4 (2016): Vol.1. No. 4. Mei 2016 Vol 1 No 4 (2016): Vol.1. No. 4. Mei 2016 Vol 1 No 2 (2016): Vol.1. No. 2. Mei 2016 Vol 1 No 2 (2016): Vol.1. No. 2. Mei 2016 Vol 1 No 1 (2016): Volume 1 No.1 Mei 2016 Vol 1 No 1 (2016): Volume 1 No.1 Mei 2016 More Issue