cover
Contact Name
Hamidi
Contact Email
jmpi@unram.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpmpi@unran.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA
Published by Universitas Mataram
ISSN : -     EISSN : 26555263     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA (JPMPI) |e-ISSN: 2655-5263| merupakan Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat dan penerapan Ipteks yang memuat publikasi hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat, model atau konsep dan atau implementasinya dalam rangka peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, pemberdayaan masyarakat atau pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Jurnal Pengabdian Magister Pendidika IPA diterbitkan oleh Program Studi Magister Pendidikan IPA Program Pascasarjana Universitas Mataram, terbit 2 (dua) kali setahun yaitu bulan Juli dan Bulan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 1,560 Documents
Implementasi Dan Sosialisasi HACCP Gapoktan Bhinekas Sulandari, Uci; Maryuni, Maryuni; Rimantho, Dino; Mumpuni, Sri; Sugianto, Didik; Maharani, Maya Dewi Diah; Purba, Yunitasari; Sugiarta, Yohanes Baptista Gunawan; Lelitasari, Lelitasari; Marsito, Boy Jely; Fadhili, Khairil; Faiz, Nada Aqeel; Pricilia, Tsuraya; Zainuri, Indira
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i4.9989

Abstract

Gula aren adalah produk pertanian dari nira pohon kelapa atau pohon aren yang memiliki potensi ekspor senilai 2,2 juta dolar AS atau sekitar Rp30.000.000.000,-(tiga puluh milyar rupiah) berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2018. Pemasakan gula aren memiliki tahap awal yang dilakukan petani dengan menggunakan kayu bakar sehingga berdampak terhadap lingkungan berupa CO2 yang juga dapat menjadi sumber potensi kontaminasi diakibatkan terlepasnya polutan di udara dan rentan terjadinya kebakaran. Tujuan dari sosialisasi Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) kepada petani gula aren untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam menerapkan prinsip keamanan pangan pada proses produksi gula aren. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan dan dihadiri oleh para petani gula aren dari Desa Sirnaresmi Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi. Para peserta memperoleh tambahan informasi, pengetahuan, pengalaman tentang pentingnya menerapkan HACCP dalam proses pemasakan gula aren serta keinginan untuk menerapkan.
Peran Mahasiswa Asistensi Mengajar pada Kegiatan Ekstrakurikuler English Club di SMA Negeri 2 Gerung Senly Apriani; Sofia, Baiq Fara Dwirani; Ragaya ADB. R Balafif
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 1 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i1.10143

Abstract

Ekstrakurikuler english club adalah suatu kegiatan di luar jam sekolah yang dilakukan untuk mengasah kemampuan siswa dalam konteks berbahasa inggris. Pembinaan Ekstrakurikuler English Club dilakukan mahasiswa asistensi mengajar untuk memenuhi salah satu kegiatan yang terdapat dalam program asistensi mengajar, yang mewadahi mahasiswa agar memperoleh pengalaman lebih banyak dalam bidang ekstrakurikuler. Tujuan dari kegiatan ekstrakurikuler English Club ini adalah untuk meningkatkan kemampuan siswa di SMAN 2 Gerung dalam berbahasa Inggris. Ekstrakurikuler English Club diikuti oleh 8 orang siswa yang kemudian dilakukan 1 kali pertemuan dalam 1 minggu. Dari kegitaan ini dapat terlihat hasil yaitu meningkatnya kepercayaan diri siswa dalam berbicara bahasa inggris didepan teman sebayanya dan keberanian dalam berbicara dan menjawab soal serta menambah jumlah kosakata yang dimiliki oleh siswa.
Membangun Kreativitas Dan Kesadaran Lingkungan Melalui Lomba Daur Kreatif Menggunakan Sampah Di SMAN 2 Narmada: Daur Kreatif Samarina, Sisi; Nisa, Saskia Hairun; Saputri, Olifia Riski; Sultania, Tri; Wulandari, Alda; Liyyin, Sania; Hultaria, Ela; Redjeki, Suci Insani; Sundari, Siti; Atmawijaya, Rianto; Wahyudi, Lalu Trisna; Mayadi, Muhamad
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 1 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i1.10354

Abstract

The aim of this program is to increase students' creativity in utilizing used goods into valuable works while at the same time instilling environmental awareness at SMAN 2 Narmada by utilizing used goods. This research uses a descriptive qualitative approach. This approach was chosen because the aim of the research was not to test certain hypotheses or speculation, but rather to obtain in-depth understanding and interpretation. The results of this program are high enthusiasm and the ability to work together in teams, producing innovative works that are not only creative but also functional. This program has also succeeded in raising environmental awareness among students and honing their practical skills in managing used goods.
Sosialisasi Pembuatan Hairdum Berbahan Alami Daun Bambu (Bambusa SP) yang kaya akan vitamin E dan Antibiotik Untuk Mengatasi Masalah Rambut Bercabang Di Kalangan Remaja : Socialization of Making Hairdum Made from Natural Bamboo Leaves (Bambusa SP) which is rich in vitamin E and Antibiotics to Overcome Split Hair Problems Among Teenagers Puspasari, Ainur Kharisma; Rosemawati, Amelia Diesta Choirunia; Iqlima, Isna Fatimatul; Khasanah, Linaria Arofatul Ilmi Uswatun
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 1 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i1.10452

Abstract

Split ends are often experienced by teenagers, especially girls, and can be caused by various factors such as excessive sun exposure, use of chemical-based products, air pollution, and bad hair care habits. One solution that can be used to overcome this problem is to use natural ingredients, such as bamboo leaves, which are rich in vitamin E and antibiotic properties. This research aims to socialize the making of hairdum (hair mask) made from bamboo leaves to teenagers in Tlanak Village, Kedungpring District. This activity was carried out on October 16, 2024 at the Tlanak Village Hall with the method of counseling, practical training, and direct assistance in making hairdum. The socialization results showed that teenagers were very enthusiastic and interested in the benefits of bamboo leaves for hair health. Participants were also taught how to make Hairmist from bamboo leaves as a more natural and environmentally friendly alternative to hair care. This program is expected to increase teenagers' understanding of natural hair care and reduce dependence on chemical-based products. In addition, this program also encourages the utilization of local natural resources to develop products that are socially and economically beneficial. The results of this activity show a positive impact on adolescents' awareness of the importance of natural hair care, as well as opening up opportunities for product development.
Optimalisasi Pengelolaan Sampah Melalui Gerakan Eco-Sport di SDN 75 Locok Akmal; Maria Herlinda Dos Santos; Andi Ogo Darminto
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 1 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i1.10541

Abstract

The waste problem in Indonesia is a critical issue that has an impact on health, biodiversity, and ecological sustainability. With waste generation reaching 431,085.22 tons in 2022, education about waste management is very important, especially in the school environment. The University of Muhammadiyah Bone Community Service Program (KKN) at SDN 75 Locok implements the Eco-Sport movement that integrates environmental education with sports activities. Through this approach, students not only learn about recycling and waste sorting, but also actively participate in maintaining a clean environment. The results showed increased environmental awareness, social skills, and creating a cleaner and healthier school environment. This movement has the potential to form a generation that cares about environmental issues.
Pemanfaatan Limbah Kopi dan Kakao Sebagai Pupuk Kompos yang Berkualitas di Desa Karang Sidemen Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah Abdullah, Sirajuddin Haji; Priyati, Asih; De Side, Gagassage Nanaluih; Sumarsono, Joko; Dewi, Endang Purnama; Amaliah, Wenny; Putra, Guyup Mahardhian Dwi; Wijaya, Andre
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 1 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i1.10552

Abstract

Karang Sidemen Village is one of the outermost villages in Central Lombok Regency. Located at the northern tip of Mount Rinjani. As a village located at the foot of Lake Segara Anak, this village has a fertile and prosperous land contour. With the potential for large plantations and forest products, the government then designated this village as a Holtipark Village or horticultural park with various high-value plants including cocoa plants. Cocoa as a leading commodity III has not fully used technological processing and the trade value is still local. The problems that occur in Karang Sidemen Village due to abundant cocoa production with less than optimal handling of the results, in addition to the waste produced from handling its processed products, are one problem that must also be considered at the same time. An alternative solution offered for handling cocoa fruit skin waste in Karang Sidemen Village is by processing waste into compost that can be applied as organic material to increase soil fertility. By utilizing cocoa fruit skin waste as compost, it can provide cheap and environmentally friendly organic fertilizer, reduce the pile of organic waste scattered in the plantation environment, help manage waste early and quickly, reduce the need for land for disposal, and save the environment from damage and disturbances in the form of odor or air pollution. In this community service activity, the community is given socialization on how to process waste and the manufacturing process to the application of compost fertilizer utilization which can later be used as organic fertilizer to maintain, improve or increase soil fertility. With this alternative compost fertilizer, it is hoped that it can reduce the accumulation of waste produced by the community so that the cleanliness and beauty of Karang Sidemen Village as an agrotourism village can be achieved optimally. In addition, with this activity, the community can process their own cocoa fruit skin waste so that it can improve community welfare and income.
Pembuatan Briket Berbahan Dasar Tongkol Jagung sebagai Upaya Optimalisasi Pemanfaatan Limbah Jagung di Desa Sukarema Sabrina, Nidia Fitri; Febrian, Herlin; Hasyim; Anam, Khairul; Amri, Faesal; Fathurrahman, Imam; Irawandi, Hamzan; Armila, Sely; Rahmayanti, Mira; Purnamasari, Ayu; Purwanti, Defiya
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 1 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i1.10591

Abstract

Briket merupakan suatu jenis bahan bakar yang bisa menjadi alternatif pengganti bahan bakar fosil seperti minyak bumi. Briket umumnya terbuat dari hasil pembakaran suatu bahan hingga menjadi arang dan dipadatkan. Desa Sukarema merupakan salah satu desa di Kecamatan Lenek, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Sebagian besar masyarakat Desa Sukarema bermata pencaharian sebagai petani, mayoritas petani di Desa Sukarema menanam padi untuk dikonsumsi sehari – hari dan jagung untuk kemudian dikeringkan dan dipipil. Limbah tongkol jagung yang dihasilkan dari proses pengeringan jagung tersebut bisa dimanfaatkan menjadi salah satu bahan bakar alternatif seperti briket. Pembuatan briket yang dilakukan di Desa Sukarema masih manual, dimana tongkol jagung melalui proses pembakaran,penumbukan kemudian dicampur dengan tepung tapioka sebagai perekat dan dicetak menggunakan pipa, kemudian dijemur dengan sinar matahari. Briket tongkol jagung dengan perbandingan persentase tepung tapioka lebih banyak menghasilkan briket yang retak dan berat serta susah kering, sedangkan briket dengan persentase tepung tapioka lebih sedikit menghasilkan briket yang ringan, tidak mudah retak dan ketahanan terhadap bara api yang lebih lama.
Processing of Fish Floating Feed Formulation from Tofu Pulp Waste Sarjani, Tri Mustika; Abdul L. Mawardi; Ekariana S. Pandia; Elfrida Elfrida; M. Ali Akbar
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 1 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i1.10596

Abstract

The lack of knowledge and skills among the community, particularly the Mekar Jaya group in Seruway village, has resulted in the limited utilization of tofu dregs waste, which is primarily used as supplementary livestock feed. In fact, tofu dregs still contain sufficient nutrients to be used as a formulation ingredient for making floating fish pellets. The Mekar Jaya group already possesses village assets such as fish breeding ponds and fish pellet production machines, but fish farmers are still purchasing fish pellets for their fish farming. This community service activity aims to train fish farmers to process tofu dregs waste into fish pellet formulations, as well as to conduct hands-on training in producing floating fish pellets using the fish pellet machine. The method applied in this community service activity involves a structured training approach. Overall, the results of the community service activity show positive achievements. The Mekar Jaya farmer group has demonstrated independence in preparing floating fish feed formulations. They have also shown innovation and creativity in making floating feed and have begun independently producing the floating fish feed they learned through this training. The impact can be seen in the increased enthusiasm and motivation of the farming group in participating in the training provided
Budidaya Lebah Tetragonula sp Sebagai Upaya Pencegahan Stunting dan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Desa Bayan, Lombok Utara Abdullah, Mohammad Ibnu Hajar; Yulia Azmi Khotimah; Muhammad Muhsinin; Erwan; Ryan Aryadin Putra; Agussalim
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 1 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i1.10643

Abstract

Kabupaten Lombok Utara angka stunting mencapai 29,3%. kondisi ini disebabkan oleh kekurangan gizi, asupan gizi yang berkualitas rendah, dan keterbatasan ekonomi. Memanfaatkan madu Tetragonula sp, yang terkenal kaya akan vitamin, mineral, dan asam amino serta memiliki khasiat untuk meningkatkan kekebalan tubuh, adalah salah satu solusi yang mungkin dilakukan. Manfaat dari budidaya lebah Tetragonula sp adalah kebutuhan lahan yang rendah, biaya perawatan yang rendah, dan ramah lingkungan. Pada bulan Mei - Juli 2023, sebuah program percontohan dilakukan di Dusun Montong Baru untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam budidaya lebah Tetragonula sp. berdasarkan aktivitas budidaya “good practices”. Program ini mencakup sosialisasi, pelatihan, bantuan teknis, dan penyediaan koloni lebah tambahan. Sejumlah 36 peserta dari kelompok “Bunga Mekar”, kader Posyandu dan masyarakat setempat terlibat dalam kegiatan ini. Hasil dan capaian setelah sosialisasi dan pelatihan masyarakat dapat meningkatkan pemahaman terkait manfaat produk lebah Tetragonula sp, khususnya madu. Selain itu jumlah koloni lebah meningkat menjadi 65 koloni, dan produksi madu per panen menjadi 6 – 9 liter. Pendampingan intensif selama tiga bulan juga dilakukan untuk memastikan penerapan teknik budidaya yang optimal dan produksi produk yang berkualitas tinggi. Selain meningkatkan status gizi keluarga, madu Tetragonula sp. juga memberikan dampak ekonomi dengan menciptakan peluang usaha lokal. Pelaksanaan program ini diharapkan dapat diterapkan di daerah lain dengan angka stunting yang tinggi, sehingga memberikan dampak luas bagi peningkatan kesejahteraan dan pemenuhan gizi masyarakat.
Pengabdian Masyarakat Melalui Program Pelatihan Pembuatan Abon Dan Pengemasan Garam Untuk Meningkatkan Pemanfaatan Potensi Sumber Daya Alam Di Desa Persiapan Empol Mertha, I Wayan; Muhamad Yazid Mizanul Ilmi; Shafro’Khuluq Jamí’’yyah; Hermaya Sura Putri; Jannatul Aini; Syakila Gita Delphi; Ulya Febria Utami; Risky Riyyatul Ropidah; Baiq Gina Amalia Niarni; M.Alhafizin; Julya Astuti
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 1 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i1.10672

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat merupakan kegiatan sivitas akademika yang memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memajukan kesejahteraan masyarakat dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Desa Persiapan Empol memiliki potensi alam berupa garam dan bahan-bahan yang dapat diolah menjadi abon. Untuk mengoptimalkan potensi ekonomi dari sumber daya tersebut, dibutuhkan inovasi serta keterampilan dalam pengolahan dan pengemasan produk. Program ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat dalam pembuatan abon ikan dan pengemasan produk garam. Metode pengabdian dilakukan dalam tiga tahap yaitu pelatihan pembuatan abon dengan memanfaatkan ikan layah, pelatihan pengemasan abon di Dusun Empol dan pelatihan pengemasan garam di Bagek Kembar, serta tahapan pembuatan label produk sesuai standar label pangan. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat dalam mengolah sumber daya lokal seperti ikan dan garam menjadi produk bernilai ekonomis. Pada tahap kedua peserta pelatihan mampu mengemas produk abon dan garam yang dikemas dalam standing pouch dengan ukuran 100gr untuk garam halus dan 250gr untuk abon. Pada tahapan ketiga di proleh label produk sesuai standar label pangan untuk produk abon.