cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,372 Documents
Penyuluhan Siaga Bencana Tanah Longsor pada Karang Taruna dan Kader di Desa Modelidu Kecamatan Telaga Biru Yunus, Pipin; Umar, Arifin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i8.21643

Abstract

ABSTRAK Bencana adalah rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan serta penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan atau faktor non-alam juga faktor manusia. Untuk mengetahui  Pengetahuan kader dan karang taruna mengenai siaga bencana tanah longsor di desa modelidu kecamatan telaga biru. Tehnik penyuluhan untuk mengetahui pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan yang diberikan kepada kader dan karang taruna tentang siaga bencana tanah longsor di desa modelidu. didapatkan dari 25  kader dan  karang taruna terdapat 18 orang pengetahuan kurang  dan 7 orang pengetahuan baik sedangkan setelah diberikan penyeluhan terdapat 20 orang dengan pengetahuan baik dan 5 orang pengetahuan kurang. Pengetahuan kader dan karang taruna dalam siaga bencana tanah longsor semakin meningkat dengan melakukan penanaman pohon dan dan tidak menebang pohon di daerah lereng gunung yang dapat beresiko tanah longsor Kata kunci: Karang Taruna dan Kader, Siaga Bencana, Tanah Longsor  ABSTRACT Disaster is a series of events that threaten and disrupt the lives and livelihoods of the community caused by both natural and non-natural factors as well as human factors. Objective: To determine the knowledge of cadres and youth organizations regarding landslide disaster preparedness in Modelidu Village, Telaga Biru District. Using counseling techniques to determine knowledge before and after Results: Counseling given to cadres and youth organizations about landslide disaster preparedness in Modelidu Village. It was found that out of 25 cadres and youth organizations, 18 people had poor knowledge and 7 people had good knowledge, while after being given counseling, there were 20 people with good knowledge and 5 people had poor knowledge. The knowledge of cadres and youth organizations in landslide disaster preparedness is increasing by planting trees and not cutting down trees in mountain slopes that can be at risk of landslides. Keywords: Youth Organization and Cadres, Disaster Preparedness, Landslide
Optimalisasi Literasi Kesehatan Reproduksi Remaja melalui Program Lentera (Literasi Reproduksi Remaja Aman dan Sehat): Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Komunitas Nursanti, Irna; Fadhillah, Harif; Natashia, Dhea; Irawati, Diana; Karmi, Rudi; Yanti, Damai
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i8.21548

Abstract

ABSTRAK Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap berbagai risiko kesehatan reproduksi, termasuk keterlibatan dalam perilaku seksual berisiko akibat rendahnya tingkat literasi. Peningkatan literasi reproduksi melalui pendekatan berbasis komunitas menjadi salah satu strategi penting dalam membekali remaja dengan pengetahuan, sikap, dan perilaku sehat yang sesuai kebutuhan usia. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan reproduksi remaja melalui program LENTERA (Literasi Reproduksi Remaja Aman dan Sehat) yang dilaksanakan dalam lingkungan komunitas. Program dilaksanakan dengan mengintegrasikan metode edukasi interaktif seperti pemaparan materi, diskusi kelompok, pemutaran video edukatif, refleksi nilai, dan sesi tanya jawab. Sebanyak 27 remaja putra dan putri dari komunitas di Kota Bandung terlibat dalam kegiatan ini. Evaluasi dilakukan dengan instrumen pre–post test menggunakan KPS2R dan adaptasi dari YRBSS. Analisis data menggunakan uji-t sampel berpasangan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan, sikap, dan kesiapan perilaku remaja dalam melakukan deteksi dini kesehatan reproduksi (p < 0,05), serta penurunan proporsi perilaku seksual berisiko. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan edukasi berbasis komunitas untuk meningkatkan literasi kesehatan reproduksi dan mendorong perilaku sehat pada remaja. Kata Kunci: Remaja, Literasi Reproduksi, Perilaku Sehat, Kesehatan Sekolah, Edukasi  ABSTRACT Adolescents represent an age group that is particularly vulnerable to various reproductive health risks, including engagement in risky sexual behaviors due to low levels of reproductive health literacy. This initiative aimed to enhance adolescents' reproductive health literacy through the LENTERA program (Safe and Healthy Adolescent Reproductive Literacy) implemented within a community setting. The program integrated interactive educational methods, including material presentations, group discussions, educational video screenings, value reflection sessions, and Q&A discussions. A total of 27 male and female adolescents from a community in Bandung participated. Evaluation was conducted using pre–post tests with the KPS2R instrument and an adapted version of the Youth Risk Behavior Surveillance System (YRBSS). Data were analyzed using paired sample t-tests. The results demonstrated a significant improvement in adolescents' knowledge, attitudes, and behavioral readiness for early reproductive health screening (p < 0.05), along with a decrease in the proportion of risky sexual behaviors. These findings highlight the importance of community-based educational interventions in promoting reproductive health literacy and encouraging healthy behaviors among adolescents. Keywords: Adolescents, Reproductive Literacy, Healthy Behavior, School Health, Education
Analisis Masalah Kesehatan Dusun Sukajaya Darat Desa Sukajaya Lempasing Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran Sary, Lolita; Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah; Arini, Mutiara; Faradisa, Ratih Mary; Fatmawati, Iin; Yustika, Reny; Firmansyah, Maulid Elang; Kaulani, Sirfia; Nugraha, Rezha Wahyu; Satria, Andhika
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i8.21271

Abstract

ABSTRAK Menetapkan skala prioritas terhadap permasalahan kesehatan masyarakat serta menentukan prioritas dalam pelaksanaan program intervensi merupakan hal yang sangat penting dilakukan, mengingat keterbatasan sumber daya manusia dan anggaran yang tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui masalah kesehatan masyarakat yang ada di Dusun Sukajaya Darat dan melakukan intervensi. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu Metode Focus Grup Discusion (FGD) bertujuan untuk mendapatkan masalah kesehatan yang harus segera di intervensi dan metode CARL untuk menentukan prioritas masalah. Masalah yang terdapat di desa Sukajaya darat yaitu Pasangan usia subur (PUS) yang tidak ber-KB, Merokok, MP-ASI sebelum 6 bulan, dan tempat sampah rumah tangga terbuka. Berdasarkan hasil analisis prioritas masalah diperoleh bahwa pasangan usia subur yang tidak ber-KB menjadi prioritas masalah. Dalam melakukan intervensi masalah tersebut, maka perlu dilakukan penyuluhan guna meningkatkan pengetahuan dan pemahaman para ibu atau pasangan usia subur mengenai keluarga berencana (KB).  Kata Kunci: Masalah Kesehatan Masyarakat, Prioritas Masalah,KB  ABSTRACT Establishing priority scales for public health problems and determining priorities in the implementation of intervention programs is crucial, considering the limited availability of human resources and budget. This study aims to identify public health problems in Dusun Sukajaya Darat and carry out appropriate interventions. The research methods used include the Focus Group Discussion (FGD) method, which aims to identify health issues that require immediate intervention, and the CARL method to determine problem priorities. The health problems identified in Dusun Sukajaya Darat include couples of childbearing age (PUS) not using family planning (FP), smoking, early introduction of complementary feeding (MP-ASI) before 6 months of age, and open household garbage disposal. Based on the priority analysis, the main issue identified was couples of childbearing age who are not using family planning. To address this issue, it is necessary to conduct counseling sessions to improve the knowledge and understanding of mothers or couples of childbearing age about family planning. Keywords: Public Health Problems, Problem Prioritization, Family Planning
Efforts to Control the Prevalence of Drug Use Among School Children Using a Kie Approach Sudirman, Sudirman; Saleh, Sitti Nurul Hikma; Subardin. AB, Subardin. AB; Sri Purwiningsih, Sri Purwiningsih
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i8.20671

Abstract

ABSTRACT Drug abuse among students is an increasingly concerning issue that requires appropriate preventive intervention in school environments. This community service activity aims to increase students' knowledge about drugs through a Communication, Information, and Education (KIE) approach. The method used involved counseling sessions for junior high school students participating in Loru Village and Pombewe Village, Sigi District. The activity lasted for two days. The material was delivered through lectures, interactive discussions, and educational media such as slides and leaflets. Evaluation was conducted using pre-tests and post-tests to measure changes in participants' knowledge levels. The results showed a significant improvement in understanding across all aspects of the material, including types, impacts, and the dangers of drug use. In conclusion, the KIE approach has proven effective in enhancing students' understanding and has the potential to serve as a preventive strategy in efforts to control drug abuse among students. Keywords: Counseling, Drugs, KIE, Students
Program Penerapan Daun Kelor sebagai Pencegahan Stunting melalui Peningkatan Pengetahuan Kader Posyandu di Desa Cengkong Kartika, Iin Ira; Jumaedi, Jumaedi; Widhiantika, Wieke; Lismayanti, Desty; Darmawan, Wendi; M, Putriayu; Zahra, Fitria; Siti N, Nasya
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i8.21302

Abstract

ABSTRAK Hasil survei tahun 2023 kejadian stunting baik kasus lama dan baru sebanyak 21,55, serta mengalami penurunan sebanyak 0,8% bila dibandingkan dengan tahun 2022. (Kemenkes RI, 2023). Menambah pengetahuan kader dan masyarakat khususnya keluarga yang memiliki ibu hamil dan balita  tentang pencegahan stunting dini pada ibu hamil dan balita melalui konsumsi daun kelor. Metode Kegiatan pengabdian masyarakat menggunakan metode penyuluhan interaktif jumlah populasi dan sampel 20 orang dengan tehnik pengambilan sampel purposive sampling. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada 27 Mei 2025, yang dilaksanakan di wilayah Desa Cengkong Kecamatan Purwasari Kabupaten Karawang, pelaksanaan pengabdian masyarakat dilakukan selama 1 hari, terjadi peningkatan pengetahuan kader dari nilai rerata pre test 8,00 menjadi nilai rerat post  8,5. Peningkatan pengetahuan hasil pre test tentang manfaat daun kelor bagi pencegahan stunting didapatkan 95% kader dengan pengetahuan cukup dan 5% dengan pengetahuan baik, sedangkan hasil post test tentang manfaat daun kelor bagi pencegahan stunting didapatkan 55% kader memiliki pengetahuan cukup dan 45% memiliki pengetahuan baik. Dari 20 orang menunjukan hasil uji Wilcoxon setelah dilakukan penyuluhan peserta yang mengalami penurunan pengetahun 1 orang, yang mengalami peningkatan positive 9 orang dan yang memiliki pengetahuan tetap sebanyak 10 orang. Uji statistic didapatkan nilai 0,011 (p value< α: 0,011) artinya ada hubungan antara pemberian penuluhan terhadap peningkatan pengetahuan kader. Pemberian penyuluhan tentang manfaat daun kelor sebagai pencegahan stunting dini terjadi peningkatan pengetahuan kader tentang manfaat daun kelor untuk dikonsumsi oleh ibu hamil dan balita sejak awal. meningkatkan konsumsi daun kelor dalambentuk produk makanan yang mudah dikonsumsi sebagai pencegahan stunting sejak dini dengan sasaran ibu hamil dan balita melalui penyebaran informasi manfaat daun kelor melalui social media. Kata Kunci: Daun Kelor, Pencegahan Stunting, Pengetahuan, Kader  ABSTRACT The survey results in 2023 showed that the incidence of stunting in both old and new cases was 21.55, and decreased by 0.8% when compared to 2022. (Indonesian Ministry of Health, 2023). To increase the knowledge of cadres and the community, especially families who have pregnant women and toddlers about preventing early stunting in pregnant women and toddlers through consumption of moringa leaves. Methods Community service activities using interactive counseling methods, the population and sample size is 20 people with purposive sampling technique. This community service activity was carried out on May 27, 2025, which was carried out in the Cengkong Village area, Purwasari District, Karawang Regency, the implementation of community service was carried out for 1 day, there was an increase in cadre knowledge from the pre-test mean value of 8.00 to the post-rate value of 8.5. Increased knowledge of pre-test results on the benefits of moringa leaves for stunting prevention obtained 95% of cadres with sufficient knowledge and 5% with good knowledge, while the results of the post-test on the benefits of moringa leaves for stunting prevention obtained 55% of cadres have sufficient knowledge and 45% have good knowledge. Of the 20 people showed the results of the Wilcoxon test after counseling participants who experienced a decrease in knowledge of 1 person, who experienced a positive increase in 9 people and who had permanent knowledge as many as 10 people. Statistical tests obtained a value of 0.011 (p value < α: 0.011) means that there is a relationship between the provision of counseling on increasing the knowledge of cadres. Providing counseling on the benefits of moringa leaves as a prevention of early stunting increased cadre knowledge about the benefits of moringa leaves for consumption by pregnant women and toddlers from an early age. Increase the consumption of moringa leaves in the form of food products that are easy to consume as a prevention of stunting from an early age with the target of pregnant women and toddlers through the dissemination of information on the benefits of moringa leaves through social media. Keywords: Moringa, Stunting Prevention, Knowledge, Cadres
Edukasi ASI Eksklusif dengan Ceramah dan Praktik Pada Kader Kesehatan di Kecamatan Sawangan Depok Marjan, Avliya Quratul; Ilmi, Ibnu Malkan Bakhrul; Anwar, Khoirul; Khairunnisa, Najwa; Azmi, Haikal Rizky; Naufal, Fandra Raditya; Noviana, Virnanda Rahma
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i7.20569

Abstract

ABSTRAK Air susu ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi alami yang berasal dari seorang ibu setelah melahirkan, dan direkomendasikan sebagai satu-satunya makanan untuk bayi baru lahir hingga usia enam bulan. WHO menganjurkan ASI eksklusif diberikan tanpa disertai makanan atau minuman apapun, termasuk air, namun obat-obatan dapat diberikan jika dalam kondisi medis yang yang diperlukan. Dalam praktik pelaksanaan ASI eksklusif, kader kesehatan memiliki peran yang sangat esensial terkait pengetahuan dan keterampilannya dalam hal praktik menyusui. Oleh karena itu, kegiatan edukasi tentang ASI eksklusif perlu dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan para kader untuk memaksimalkan proses pendampingan ibu menyusui. Kegiatan edukasi ini dilakukan agar pengetahuan tentang ASI eksklusif dan keterampilan kader dalam teknik perlekatan serta pijat laktasi meningkat. Edukasi dilaksanakan dengan metode ceramah menggunakan media leaflet, serta praktik menggunakan boneka bayi dan laktasi kit kepada 33 kader kesehatan di Kecamatan Sawangan, Depok. Hasilnya menunjukkan peningkatan nilai posttest (>76) sebesar 48,5%. Dimana didapatkan output yang diperoleh dari uji wilcoxon yaitu nilai Sig. 0,000 < 0,05, yang mengindikasikan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader setelah edukasi. Oleh karena itu, dapat diketahui bahwa edukasi menggunakan metode ceramah melalui media leaflet serta praktik menggunakan boneka bayi dan laktasi kit mampu meningkatkan pengetahuan serta keterampilan kader terkait ASI eksklusif. Kata Kunci: ASI Eksklusif, Ceramah, Kader Kesehatan, Praktik  ABSTRACT Breast Milk is a natural source of nutrition from a mother after giving birth, and is recommended as the only food for newborns up to six months of age. WHO recommends exclusive breastfeeding without any food or drink, including water, but medication can be given if medical conditions require it. In the practice of implementing exclusive breastfeeding, health cadres have a very essential role related to their knowledge and skills in breastfeeding practices. Therefore, educational activities about exclusive breastfeeding need to be carried out to improve the knowledge and skills of cadres to maximize the process of assisting breastfeeding mothers. This educational activity is carried out so that knowledge about exclusive breastfeeding and cadre skills in attachment techniques and lactation massage increase. Education was carried out through lectures using leaflet media, as well as practical sessions using baby dolls and lactation kits for 33 health cadres in Sawangan District, Depok. The results showed an increase in posttest scores (> 76) by 48.5%. The Wilcoxon test produced a significance value of 0.000 (< 0.05), indicating an increase in cadre knowledge and skills after education. Therefore, it can be concluded that education using lecture methods through leaflet media, along with practical sessions using baby dolls and lactation kits, effectively enhances the knowledge and skills of cadres regarding exclusive breastfeeding Keywords: Exclusive Breastfeeding, Lectures, Health Cadre, Practice
Implementasi Program Peduli Sehat untuk Meningkatkan Kesadaran dan Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular Nursanti, Irna; Fadhillah, Harif; Natashia, Dhea; Anggraini, Dewi; Susanti, Yuanita
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i8.21627

Abstract

ABSTRAK Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes, dan dislipidemia merupakan ancaman utama kesehatan masyarakat, terutama pada kelompok perempuan menopause yang mengalami perubahan hormonal dan metabolik signifikan. Rendahnya kesadaran terhadap deteksi dini dan gaya hidup sehat menjadi faktor yang memperburuk risiko. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan literasi kesehatan melalui program edukasi, pemeriksaan kesehatan, dan konsultasi individual berbasis komunitas pada kelompok usia ≥45 tahun, khususnya perempuan menopause. Dari 50 peserta, sebanyak 80% merupakan perempuan dengan rata-rata usia 62 tahun. Hasil pemeriksaan menunjukkan rata-rata tekanan darah sistolik 137,76 mmHg (prehipertensi), GDS 145,92 mg/dL (prediabetes), IMT 26,54 kg/m² (overweight), kolesterol 224,22 mg/dL (borderline high), dan asam urat 6,83 mg/dL (di atas normal untuk perempuan). Sesi penyuluhan dan konsultasi menunjukkan bahwa peserta memahami keterkaitan antara hasil pemeriksaan dengan risiko PTM, dan mayoritas menyatakan motivasi untuk mulai mengubah pola hidup. Program PEDULI SEHAT terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kepedulian peserta terhadap kondisi kesehatannya. Peran ‘Aisyiyah sebagai mitra komunitas memperkuat keberhasilan pendekatan edukatif yang partisipatif dan responsif gender, khususnya pada kelompok perempuan menopause. Kata Kunci: Penyakit Tidak Menular, Menopause, Edukasi Kesehatan, Deteksi Dini, Lansia.  ABSTRACT Non-Communicable Diseases (NCDs) such as hypertension, diabetes, and dyslipidemia are major public health threats, particularly among postmenopausal women who experience significant hormonal and metabolic changes. Low awareness of early detection and healthy lifestyle practices further increases these risks. This community-based program aimed to improve health literacy and awareness through education, health screening, and individual consultation targeting adults aged ≥45 years, with a focus on postmenopausal women. Of the 50 participants, 80% were women with a mean age of 62 years. Health screening results showed an average systolic blood pressure of 137.76 mmHg (prehypertension), random blood glucose of 145.92 mg/dL (prediabetes), BMI of 26.54 kg/m² (overweight), total cholesterol of 224.22 mg/dL (borderline high), and uric acid of 6.83 mg/dL (above normal for women). Educational and consultation sessions helped participants understand the link between their health indicators and NCD risk, and most expressed motivation to adopt healthier lifestyles. The PEDULI SEHAT program was effective in enhancing participants’ awareness and concern for their health status. The involvement of ‘Aisyiyah, a trusted community-based women’s organization, played a vital role in supporting a participatory and gender-responsive health promotion approach, especially among postmenopausal women. Keywords: Non-Communicable Diseases, Menopause, Health Education, Older Adults
Collaborative Malaria Surveillance Ending Outbreak In Merangin: Early Response By Academia And Muhammadiyah Community Ghiffari, Ahmad; Risdiansyah, Risdiansyah; Qamariah, Nurul; Faradila, Faradila; Shalshabilla, Alysha Titania; Mukhtarudin, Kuntafie Al Haq; Safitri, Rizka Nabila; Prameswarie, Thia; Ramayanti, Indri; Asmalia, Resy
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i8.21282

Abstract

ABSTRACT The Mass Blood Survey (MBS) conducted in August 2023 in Sungai Tebal Village, Jambi Province, in response to a malaria outbreak declared by the Regent of Merangin. The outbreak began with 52 confirmed malaria cases (50 Plasmodium vivax and 2 Plasmodium falciparum), indicating a substantial rise compared to previous years. The District Health Office, an academic institution, and community health partnered to carry out the MBS, which was launched six months after the index case. Prior to implementation, the team coordinated with local health authorities and community organization thus prepared for both rapid diagnostic testing (RDT) and public health education. A total of 33 individuals were tested, and all RDT results were negative, indicating no further local transmission. The findings underscored the importance of early detection, collaborative efforts, and sustained preventive strategies in malaria-endemic regions to avert future outbreaks. Keywords: Active Surveillance, Malaria Elimination, Outbreak Response, Rural Health, Integrated Control
Edukasi Bahaya Penyalahgunaan Napza Pada Remaja Witdiawati, Witdiawati; Purnama, Dadang; Luthfiyani, Nida
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i8.20906

Abstract

ABSTRAK Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius, terutama di kalangan remaja. Studi ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan remaja mengenai bahaya penyalahgunaan NAPZA di Kelurahan Sukamentri, Kabupaten Garut, serta mengevaluasi efektivitas kegiatan penyuluhan dalam meningkatkan pemahaman mereka. Metode yang digunakan adalah pemberdayaan masyarakat melalui edukasi kolaboratif antara tim pengabdian masyarakat dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Garut, yang menyasar remaja perwakilan RW 1–10 dan RW 21 kelurahan Sukamentri Kecamatan Garut Kota. Berdasarkan hasil survei pengetahuan tentang bahaya Napza terhadap 100 responden remaja usia 12–18 tahun, ditemukan bahwa 46% memiliki tingkat pengetahuan cukup, 28% kurang, dan hanya 26% yang memiliki pengetahuan baik. Intervensi edukatif yang dilakukan pada 48 remaja menunjukkan peningkatan skor rata-rata pengetahuan remaja dari 70,22 menjadi 75,22. Temuan ini menegaskan pentingnya edukasi berkelanjutan dan partisipasi aktif masyarakat, termasuk pembentukan Warga Peduli NAPZA, sebagai strategi pencegahan penyalahgunaan NAPZA di kalangan remaja. Kata Kunci: Remaja, Penyuluhan, Pemberdayaan Masyarakat NAPZA  ABSTRACT The misuse of narcotics, psychotropics, and addictive substances (NAPZA) is a serious public health issue, particularly among adolescents. This study aims to describe the level of knowledge among teenagers regarding the dangers of NAPZA abuse in Sukamentri Subdistrict, Garut Regency, and to evaluate the effectiveness of educational interventions in improving their understanding. The method used was community empowerment through collaborative health education involving a community service team and the National Narcotics Agency (BNN) of Garut, targeting adolescent representatives from RW 1–10 and RW 21. A survey of 100 adolescents aged 12–18 revealed that 46% had moderate knowledge, 28% had low knowledge, and only 26% demonstrated a high level of understanding. Educational interventions led to an increase in average knowledge scores from 70.22 to 75.22. These findings underscore the importance of continuous education and active community participation, including the formation of "Warga Peduli NAPZA" (NAPZA-Aware Citizens), as a strategic effort to prevent substance abuse among adolescents. Keywords: NAPZA, Health education, Community empowerment,  Adolescents.
Penerapan Behaviour Therapy dan Edukasi Dressing Luka Modern dalam Meningkatkan Harga Diri Pasien yang Mengalami Luka Fisik Saswati, Nofrida; Dasuki, Dasuki; Putri, Ade Ulfah Setiawati; Yunita, Yunita; Sianipar, Riski Marudur Ulina
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i8.21317

Abstract

ABSTRAK Harga diri merupakan konsep psikologis yang merujuk pada sejauh mana seseorang menghargai dan menghormati dirinya sendiri. Hal ini melibatkan persepsi individu terhadap kemampuan, nilai, dan harga dirinya dalam berbagai konteks kehidupan, harga diri yang rendah selalu  berperasaan tidak cukup selalu merasa tidak berharga, harga diri pasien dapat terpengaruh oleh berbagai kondisi fisik, salah satunya adalah luka fisik. Tujuan dilakukan kegiatan ini untuk meningkatkan harga diri dan pengetahuan dalam melakukan perawatan luka modern. Metode kegiatan yang dilakukan berupa ceramah, diskusi dan demonstrasi. Hasil kegiatan setelah diberikan terapi perilaku didapatkan harga diri pasien baik sebanyak 30 orang (100%), setelah dilakukan edukasi dan demonstrasi perawatan luka modern didapatkan hasil pengetahuan pasien tinggi sebanyak 30 orang (100%). Terapi perilaku dan edukasi perawatan luka modern mampu meningkatkan harga diri dan pengetahuan bagi pasien luka fisik. Diharapkan perawat mendapatkan pelatihan terapi perilaku dan memaksimalkan  perawatan luka modern bagi pasien yang mengalami luka fisik. Kata Kunci: Terapi, Perilaku, Perawatan, Luka, Modern  ABSTRACT Self-esteem is a psychological concept that refers to the extent to which a person values and respects themselves. This involves an individual's perception of their abilities, values, and self-worth in various contexts of life, low self-esteem always feels inadequate always feels worthless, patient self-esteem can be affected by various physical conditions, one of which is physical wounds. The purpose of this activity is to increase self-esteem and knowledge in carrying out modern wound care. The method of activity carried out is in the form of lectures, discussions and demonstrations. The results of the activity after being given behavioral therapy obtained good patient self-esteem of 30 people (100%), after education and demonstration of modern wound care, the results of high patient knowledge were obtained as many as 30 people (100%). Behavioral therapy and modern wound care education can increase self-esteem and knowledge for patients with physical wounds. It is hoped that nurses will receive behavioral therapy training and maximize modern wound care for patients with physical wounds. Keywords: Therapy, Behavior, Care, Wound, Modern

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue