cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,372 Documents
Edukasi Gizi dan Pola Asuh: Solusi Atasi Stunting di Kelurahan Bori Appaka Bara, Farida Tandi; Nopiyanti, Nopiyanti; Nurdalifah, Nurdalifah; Mar'atussaliha, Mar'atussaliha
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i9.21250

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat serius di Indonesia, termasuk di Kelurahan Bori Appaka yang mencatat prevalensi 38%, jauh di atas ambang toleransi WHO. Penyebab utama stunting bersifat multidimensi, dengan pola asuh dan asupan gizi yang tidak memadai sebagai faktor sentral. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam pengasuhan dan mendidik gizi anak melalui pendidikan interaktif berbasis potensi lokal. Kegiatannya meliputi pemeriksaan kesehatan dan edukasi terkait pola asuh, pemberian ASI eksklusif, MP-ASI, serta pemanfaatan sumber pangan lokal. Sebanyak 71 warga mengikuti pemeriksaan kesehatan, dan 25 ibu bayi dan balita berpartisipasi dalam sesi edukasi. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai praktik pengasuhan dan gizi yang tepat. Pendekatan ini dinilai efektif dalam mendorong perubahan perilaku dan mendukung pencegahan stunting secara berkelanjutan. Kegiatan ini memberikan kolaborasi lintas sektor serta pelatihan pengolahan bahan pangan lokal sebagai strategi penguatan intervensi berbasis komunitas. Kata Kunci: Stunting, Edukasi Gizi, Pola Asuh, Sumber Daya Lokal  ABSTRACT Stunting is a serious public health problem in Indonesia, including in Bori Appaka Village which recorded a prevalenceof 38%, far above the WHO tolerance threshold. The main cause of stunting is multidimensional, with inadequateparenting and nutritional intake as central factors. This community service activity aims to improve the knowledgeand skills of mothers in parenting and educating child nutrition through interactive education based on localpotential. Its activities include health checks and education related to parenting, exclusive breastfeeding, MP-ASI,and the use of local food sources. A total of 71 residents took part in health check-ups, and 25 mothers of babies andtoddlers participated in the education session. The results showed an increase in participants' understanding ofproper parenting and nutrition practices. This approach is considered effective in encouraging behavior change andsupporting the prevention of stunting in a sustainable manner. This activity provides cross-sector collaboration andtraining on local food processing as a strategy to strengthen community-based interventions Keywords: Stunting, Nutrition Education, Parenting, Local Resources
Program Edukasi Jajanan Sehat dan Pelatihan Kebersihan Urogenitalia untuk Pencegahan Penyakit Ginjal dan Infeksi Saluran Kemih di Mi Darunnajah Debong Kulon Kota Tegal Cuciati, Cuciati; Khasanah, Dwi Uswatun; Hermawan, Didi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i9.21424

Abstract

ABSTRAK Anak usia sekolah dasar rentan terhadap gangguan kesehatan akibat konsumsi jajanan yang tidak sehat dan kebiasaan menjaga kebersihan diri yang kurang optimal. Salah satu dampak serius dari kebiasaan ini adalah meningkatnya risiko penyakit ginjal dan infeksi saluran kemih (ISK). Kurangnya edukasi sejak dini mengenai pentingnya memilih jajanan sehat dan menjaga kebersihan organ urogenital menjadi faktor penyebab utama. Untuk itu, diperlukan intervensi edukatif yang terarah dan menarik guna meningkatkan kesadaran dan pengetahuan siswa. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang jajanan sehat dan cara menjaga kebersihan organ urogenitalia sebagai Upaya untuk mencegah penyakit ginjal dan infeksi saluran kemih. Metode yang digunakan yaitu ceramah dengan menggunakan power point dan video edukasi, demontrasi cara mencuci tangan yang benar setelah buang air kecil dan air besar, pre test dan post test untuk mengukur pengetahuan tentang jajanan sehat, penyakit ginjal dan infeksi saluran kemih. Sasaran kegiatan adalah siswa kelas V MI Darunnajah Debong Kulon Kota Tegal. Hasil pre-test menunjukkan sebagian besar siswa memiliki pengetahuan baik (69,4%), cukup (18,4%), dan kurang (14,2%). Setelah intervensi edukatif, hasil post-test menunjukkan peningkatan signifikan: pengetahuan baik mencapai 95,9% dan cukup 4,1%, dengan kategori kurang tidak ditemukan. Selain peningkatan pengetahuan, siswa juga menunjukkan antusiasme tinggi dan mampu mempraktikkan perilaku kebersihan diri secara tepat. Program edukasi ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa. Keberlanjutan kegiatan serta keterlibatan guru dan orang tua sangat diperlukan untuk mendukung pembentukan perilaku hidup sehat secara berkelanjutan pada anak usia sekolah. Kata Kunci: Jajanan Sehat, Penyakit Ginjal, Infeksi Saluran Kemih   ABSTRACT Elementary school-aged children are vulnerable to health problems due to the consumption of unhealthy snacks and suboptimal personal hygiene habits. One of the serious consequences of these behaviors is the increased risk of kidney disease and urinary tract infections (UTIs). The lack of early education about the importance of choosing healthy snacks and maintaining urogenital hygiene is a major contributing factor. Therefore, structured and engaging educational interventions are needed to raise awareness and knowledge among students. This community service program aimed to improve students’ knowledge about healthy snacks and urogenital hygiene as a preventive measure against kidney disease and UTIs. The methods used included lectures using PowerPoint presentations and educational videos, demonstrations on proper handwashing after urination and defecation, and pre-test and post-test evaluations to measure knowledge about healthy snacks, kidney disease, and UTIs. The target participants were fifth-grade students at MI Darunnajah Debong Kulon, Tegal City. The pre-test showed that most students had good knowledge (69.4%), fair (18.4%), and poor (14.2%). After the intervention, post-test results showed significant improvement: 95.9% had good knowledge, 4.1% fair, and none had poor knowledge. Students also showed high enthusiasm and were able to properly demonstrate personal hygiene behaviors. This educational program was effective in increasing students’ understanding. Program sustainability and active involvement of teachers and parents are essential to support the development of healthy behaviors in school-aged children. Keywords: Healthy Snacks, Kidney Disease, Urinary Tract Infection, Hygiene Education.
Penerapan “Samuri” sebagai Upaya Deteksi Lesi Rongga Mulut pada Kelompok Lansia Perokok di Desa Kledung Kabupaten Temanggung Megawati, Ani; Sukmawati, Ayuda Nur; Pratiwi, Devy Anugraeni; Firmansyah, Shofin Okta
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i9.21661

Abstract

ABSTRAK  Kanker rongga mulut merupakan salah satu jenis kanker yang sering dijumpai di dunia, dengan prevalensi yang meningkat, terutama di Indonesia. Kabupaten Temanggung, sebagai salah satu pusat produksi tembakau terbesar di Jawa Tengah, menunjukkan tingginya insiden lesi suspek kanker rongga mulut yang sering kali terabaikan oleh masyarakat. Pendekatan deteksi dini sangat diperlukan untuk menurunkan angka kejadian kanker rongga mulut yang sering terdiagnosis pada stadium lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Kledung, Kabupaten Temanggung, terutama bagi lansia yang memiliki kebiasaan merokok atau mengunyah tembakau, mengenai deteksi dini kanker rongga mulut melalui metode SAMURI (Periksa Mulut Sendiri). Metode pengabdian masyarakat yang dilakukan mencakup sosialisasi, edukasi, dan penerapan metode SAMURI kepada 15 peserta lansia yang berpartisipasi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta tentang bahaya merokok terhadap kesehatan rongga mulut, serta kemampuan mereka dalam melakukan deteksi mandiri dengan SAMURI. Penggunaan media edukasi seperti poster dan buku saku juga terbukti efektif dalam memperkuat pemahaman peserta. Program ini diharapkan dapat menjadi model untuk pencegahan dini lesi rongga mulut di komunitas lain, khususnya di kalangan lansia yang berisiko tinggi akibat kebiasaan merokok.  Kata Kunci: SAMURI, Lansia, Merokok, Kanker Mulut, Lesi Rongga Mulut  ABSTRACT  Oral cavity cancer is a type of cancer commonly encountered worldwide, with increasing prevalence, especially in Indonesia. Temanggung Regency, as one of the largest tobacco-producing centers in Central Java, shows a high incidence of suspected oral cavity lesions that are often overlooked by the community. Early detection approaches are necessary to reduce the incidence of oral cavity cancer, which is frequently diagnosed at advanced stages. This study aims to enhance the knowledge and skills of the community in Kledung Village, Temanggung Regency, especially among elderly individuals with smoking or tobacco-chewing habits, regarding early detection of oral cavity cancer through the SAMURI method. The community service approach implemented includes socialization, education, and application of the SAMURI method to 15 elderly participants. Evaluation results showed a significant increase in participants' knowledge about the dangers of smoking on oral cavity health, as well as their ability to conduct self-examination using SAMURI. The use of educational media such as posters and pocket books was also proven effective in reinforcing the participants' understanding. This program is expected to serve as a model for early prevention of oral cavity lesions in other communities, particularly among elderly individuals at high risk due to smoking habits.  Keywords: SAMURI, Elderly, Smoking, Oral Cancer, Oral Lesion
Intervensi Psikoedukasi Pada Anak dengan HIV/AIDS: Sebuah Model Pendekatan Humanistik bagi Anak dan Lingkungan Komunitas Dalam Menghadapi Stigma di Yayasan Vina Smart Era (VSE) Latipah, Siti; Naryati, Naryati; Nuraenah, Nuraenah; Aisyah, Aisyah; Widakdo, Giri; Siswandi, Iyar
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i9.21899

Abstract

ABSTRAK Stigma terhadap HIV/AIDS masih tinggi, tidak mudah bagi masyarakat untuk menerima penderita HIV/AIDS hidup secara normal di tengah-tengah mereka. Ketakutan akan terjadinya penularan serta keyakinan bahwa penderita akan memberikan kesialan pada lingkungan mereka, merupakan tantangan dalam menangani dampak sosial HIV/AIDS. Anak-anak penderita HIV/AIDS tentu akan dirugikan manakala mereka ditolak di sekolah-sekolah karena ketakutan guru akan penularan virus, penolakan teman sebaya untuk bermain bersama. Namun apabila status HIV mereka tidak disampaikan, maka tidak menutup kemungkinan anak-anak lain di sekolah tersebut akan terancam tertular melalui transmisi darah walaupun hal tersebut tidak mudah. Sementara pada isu HIV/AIDS jelas, anak adalah korban karena mereka telah membawa virus ini sejak dilahirkan. Namun mereka tidak dapat menikmati perlakuan yang wajar dari lingkungannya karena menderita HIV positif. psikoedukasi adalah salah satu diantara beberapa bentuk intervensi yang dapat mereduksi stigma dalam jangka waktu menengah hingga jangka panjang. Sampel berjumlah 30 responden yang diambil dengan teknik total sampling, hasil rata -rata sebelum dilakukan intervensi skor stigma dengan skor 5,50, hasil rata rata sesudah intervensi pada skor 3,83. Hasil uji statistik menunjukkan adanya pengaruh psikoedukasi terhadap stigma sosial pada anak dengan hiv aids (ADHA) dengan uji Paired T-Test dengan nilai p value 0,000 < dari α 0,05, dan ditemukan adanya penurunan rata – rata skala tingkat stigma dari sebelum dilakukan psikoedukasi 5,50 menjadi skala tingkat 3,83 setelah dilakukan psikoedukasi. Stigma yang di terima akan memperburuk kondisi anak dengan hiv/aids. Stigma sosial yang diterim dari luar antra lain: penolakan dari lingkungan rumah. Stigma sosial yang di dapat ini tentunya akan merubah perilaku dan berdampak pada psikologis dan ini akan mempengarhi kualitas hidup bagi anak dengan hiv/aids. Penanganan hiv/aids tidak hanya mengandalkan intervensi ARV namun harus bersifat holsitik, untuk melengkapi pengobatan semua unsur dilibatkan, aspek gizi, complementary, spritualitas, psikososial. Salah satu unsur adalah menghilangkan stigma sosial sehingga akan meningkatkan kualitas hidup. Kata Kunci: Anak Dengan HIV AIDS, Kualitas Hidup. Psikoedukasi, Stigma Sosial  ABSTRACT The stigma against HIV/AIDS is still high, it is not easy for society to accept HIV/AIDS sufferers living normally in their midst. Fear of transmission and the belief that sufferers will bring bad luck to their environment, are challenges in dealing with the social impact of HIV/AIDS. Children with HIV/AIDS will certainly be disadvantaged when they are rejected at schools because of teachers' fear of transmitting the virus, and their peers' refusal to play together. However, if their HIV status is not disclosed, it is possible that other children at the school will be at risk of being infected through blood transmission, although this is not easy. Meanwhile, on the issue of HIV/AIDS, it is clear that children are victims because they have carried this virus since birth. However, they cannot enjoy fair treatment from their environment because they are HIV positive. Psychoeducation is one of several forms of intervention that can reduce stigma in the medium to long term. A sample of 30 respondents was taken using the total sampling technique, the average result before the intervention was a stigma score of 5.50, the average result after the intervention was a score of 3.83. The results of statistical tests show the influence of psychoeducation on social stigma in children with HIV/AIDS (ADHA) with a Paired T-Test with a p value of 0.000 <α 0.05, and it was found that there was a decrease in the average scale of the level of stigma from before psychoeducation 5.50 to a scale level of 3.83 after psychoeducation. The stigma received will worsen the condition of children with HIV/AIDS. Social stigma received from outside includes: rejection from the home environment. This social stigma will certainly change behavior and have an impact on psychology and this will affect the quality of life for children with HIV/AIDS. Handling HIV/AIDS does not only rely on ARV intervention but must be holistic, to complete the treatment all elements are involved, nutritional aspects, complementary, spirituality, psychosocial. One element is eliminating social stigma so that it will improve the quality of life. Keywords: Children with HIV AIDS, Psychoeducation, Social Stigma
Pemberian Nuget Ikan Daun Kelor di Pekon Kota Jawa Kabupaten Pesisir Barat sebagai Pencegahan Stunting. Putri, Aprilia Syah; Tirtana, Denta; Setya, Dona; Sitepu, Mestiria Harbani; Syahputra, Fauzi; Nuzapril, Mulkan; Handayani, Muliawati; Citra, Lalik Salistia; Putri, Ryana Tammi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i9.21169

Abstract

ABSTRAK Kota Pekon Jawa Pesisir Barat, Lampung  merupakan daerah yang termasuk 3T yaitu terdepan, tertinggal, dan  terluar. Mengingat bahwa potensi perikanan yang ada di Pesisir Barat ini sangat menjanjikan untuk keberlanjutannya. Dengan potensi yang ada, perlu pengolahan hasil tangkapan yang baik dan dimanfaatkan untuk kehidupan di masyarakat khususnya di keluarga nelayan. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pemberian nugget ikan, melakukan edukasi, pelatihan dan pemberian informasi kepada ibu hamil dan balita di desa Pekon Kota Jawa. Metode yang dilakukan adalah dengan pemberian nugget ikan selama 4 minggu kepada ibu hamil dan balita serta melakukan edukasi, pelatihan dan pemberian informasi. Hasil intervensi diamati menggunakan parameter antropometri meliputi Berat Badan (BB), Tinggi Badan (TB), Lingkar lengan Atas (LLA) dan Lingkar Perut pada ibu hamil, kemudian pengukuran Berat Badan (BB), Tinggi Badan (TB) dan Lingkar kepala (LK) pada anak baduta. Pada pengukuran tersebut didapatkan bahwa setelah pemberian nugget ikan didapatkan hasil pengukuran yang semakin meningkat untuk setiap minggunya. Kesimpulannya dari permasalahan yang ada kami mencoba melakukan edukasi, pelatihan pembuatan nugget ikan dan pemberian informasi untuk pencegahan stunting di daerah tersebut. Sehingga harapannya dengan kegiatan pelatihan dan edukasi serta pemberian asupan makanan bergizi dapat menambah wawasan dari masyarakat nelayan dan bisa menambah kegiatan perekonomian mereka serta dapat secara mandiri terhindar dari stunting dan terciptanya masyarakat serta lingkungan yang sehat.  Kata Kunci: Telur Dan Daun Kelor, Nugget Ikan, Stunting, Pekon Kota Jawa Pesisir Barat.  ABSTRACT Pekon Jawa Pesisir Barat City, Lampung is an area included in the 3T, namely the outermost, most remote, and most remote. Given that the fisheries potential in Pesisir Barat is very promising for its sustainability. With the existing potential, it is necessary to process the catch well and utilize it for the life of the community, especially in fishing families. The purpose of this community service activity is to provide fish nuggets, provide education, training and provide information to pregnant women and toddlers in Pekon Kota Jawa village. The method used is to provide fish nuggets for 4 weeks to pregnant women and toddlers and provide education, training and information. The results of the intervention were observed using anthropometric parameters including Body Weight (BW), Height (TB) and Upper Arm Circumference (LLA) in pregnant women, then measuring Body Weight (BW), Height (TB) and Head Circumference (LK) in toddlers. In these measurements, it was found that after providing fish nuggets, the measurement results increased every week. Therefore, from the existing problems, we tried to provide education, training in making fish nuggets and provide information to prevent stunting in the area. So it is hoped that training and education activities as well as providing nutritious food intake can increase the insight of the fishing community and can increase their economic activities and can independently avoid stunting and create a healthy society and environment. Keywords: Eggs and Moringa, Fish Nuggets, Stunting, Pekon City Pesisir Barat.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan Media Audiovisual tentang SADARI terhadap Pengetahuan Remaja Putri Rahayu, Cicielia Ernawati; Desmaryani, Nani; Ellis, Ellis; Mataputun, Donny Richard
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i9.21733

Abstract

ABSTRAK Kanker payudara merupakan kanker agresif dan ancaman serius bagi perempuan data dari Globocan mencatat bahwa dari total 396.914 kasus kanker di Indonesia dan  68.858 kasus (16,6%) merupakan  kanker payudara, dengan angka kematian yang mencapai 22.000 jiwa. Penyebab pasti dari kanker payudara belum diketahui secara jelas, beberapa faktor risiko telah diidentifikasi, seperti riwayat keluarga, perubahan hormonal, usia menarche yang terlalu dini (kurang dari 12 tahun). Untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan media audiovisual terhadap pengetahuan remaja putri. Penelitian pra-eksperimen dengan desain one group pre-test and post-test melibatkan 38 responden, dengan menggunakan purposive sampling. Uji statistik Wilcoxon Signed Ranks Test yang menunjukkan nilai Z = -4.305 dengan signifikansi < 0,01, yang berarti terdapat perbedaan pengetahuan yang bermakna sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan. Membuktikan bahwa media audiovisual merupakan metode yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai pentingnya melakukan SADARI sebagai upaya deteksi dini kanker payudara. Kata Kunci: Kanker Payudara, SADARI, Audiovisual, Remaja Putri ABSTRACT  Breast cancer is an aggressive cancer and a serious threat to women data from Globocan noted that of the total 396,914 cancer cases in Indonesia and 68,858 cases (16.6%) were breast cancer, with a mortality rate reaching 22,000 people. The exact cause of breast cancer is not yet clearly known, several risk factors have been identified, such as family history, hormonal changes, too early age of menarche (less than 12 years). To determine the effect of health education with audiovisual media on the knowledge of adolescent girls. Pre-experimental research with a one-group pre-test and post-test design involving 38 respondents, using purposive sampling. The Wilcoxon Signed Ranks Test statistical test showed a Z value = -4.305 with a significance of <0.01, which means there is a significant difference in knowledge before and after being given health education. Proving that audiovisual media is an effective method in increasing the knowledge of adolescent girls about the importance of doing BSE as an effort to detect breast cancer early. Keywords: Breast cancer, SADARI, Audiovisual, Adolescent Girls
Pelatihan Bantuan Hidup Dasar untuk Kader Posyandu dalam Pengembangan Kader Posyandu sebagai Pemimpin Kesehatan di Puskesmas Tanah Tinggi Kota Tangerang Tahun 2024 Wijonarko, Bangun; Ahmad, Viyan Septiana; Mawaddah, Dina Sri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i9.21181

Abstract

ABSTRAK Henti jantung mendadak adalah keadaan kondisi gawat darurat medis yang dapat terjadi pada siapa saja, kapan saja dan dimana saja yang dapat berpotensi fatal jika tak segera ditangani. Keberhasilan penanganan korban Resiko kematian akibat henti jantung dapat ditangani dengan Bantuan Hidup Dasar (BHD) serta penanganan yang cepat dan tepat. Intervensi cepat dapat meningkatkan peluang korban untuk hidup. Masyarakat, bila dilatih melakukan pertolongan pertama yang efektif, dapat berperan penting dalam mengurangi angka kematian yang disebabkan henti jantung mendadak. Untuk memberikan pertolonga yang cepat dan tepat pada saat dibutuhkan, kader kesehatan dapat diberi pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD), sehingga memiliki pengetahuan dan keterampilan yang relevan. Kader posyandu merupakan kader kesehatan sebagai fasilitator bagi masyarakat dalam mendapatkan pelayanan-pelayanan kesehatan dasar dan kader posyandu berperan mendukung para petugas kesehatan dalam menyosialisasikan dan melatih masyarakat. Memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada kader posyandu tentang Bantuan Hidup Dasar (BHD) pada pasien yang mengalami kegawatdaruratan karena henti jantung agar kader posyandu lebih terampil dan kompeten sehingga dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan bantuan hidup dasar ke masyarakat. Sasaran kegiatan terdiri dari 30 kader posyandu dari Puskesmas Tanah Tinggi. Kegiatan ini melibatkan pemberian materi serta demonstrasi BHD, diikuti dengan praktik langsung oleh kader. Sebelum pelatihan 93,3% kader kurang berpengetahuan, sementara setelah pelatihan, 83,3% menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan. Pelatihan BHD terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi kadrer. Kader diharapkan dapat memfasilitasi sosialisasi Bantuan Hidup Dasar kepada masyarakat. Penyebaran informasi mengenai hasil pelatihan vital agar lebih banyak masyarakat yang memahami dan mampu melakukan Bantuan Hidup Dasar (BHD).  Kata Kunci: Bantuan Hidup Dasar, Kader Posyandu, Kegawatdaruratan.   ABSTRACT Sudden cardiac arrest is a medical emergency that can happen to anyone, anytime, anywhere and can be potentially fatal if not treated immediately. Successful handling of victims The risk of death due to cardiac arrest can be handled with Basic Life Support (BLS) and fast and appropriate treatment. Rapid intervention can increase the victim's chances of survival. The community, if trained to perform effective first aid, can play an important role in reducing the number of deaths caused by sudden cardiac arrest. To provide fast and appropriate assistance when needed, health cadres can be given Basic Life Support (BLS) training, so that they have the relevant knowledge and skills. Posyandu cadres are health cadres as facilitators for the community in obtaining basic health services and posyandu cadres play a role in supporting health workers in socializing and training the community. To provide knowledge and skills to posyandu cadres about Basic Life Support (BLS) in patients experiencing emergencies due to cardiac arrest so that posyandu cadres are more skilled and competent so that they can provide knowledge and skills in basic life support to the community. The target of the activity consisted of 30 Posyandu cadres from Tanah Tinggi Health Center. This activity involved providing materials and demonstrations of BHD, followed by direct practice by cadres. before the training, 93.3% of cadres lacked knowledge, while after the training, 83.3% showed a significant increase in knowledge. BHD training has proven effective in improving cadre competence. Cadres are expected to be able to facilitate the socialization of Basic Life Support to the community. Dissemination of information regarding the results of vital training so that more people understand and are able to perform Basic Life Support (BLS) Keywords: BHD, cadre, Emergency
Psikoedukasi dalam Meningkatkan Kesadaran Kesehatan Mental Remaja untuk Mencegah Perilaku Kecanduan Game Online Risna, Risna; Fauzia, Neila; Zaiturrahmi, Zaiturrahmi; Makfirah, Aula; Aiman, Ummul
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i9.21778

Abstract

ABSTRAK Kecanduan game sering ditandai dengan ketidakmampuan diri untuk mengendalikan keinginan bermain, sehingga susah atau tidak mampu menghentikan perilaku tersebut terlepas dari segala cara yang dilakukan untuk berhenti. Remaja dianggap lebih rentan kecanduan gamedari pada orang dewasa. Periode ketidakstabilan menjadikan remaja cenderung mudah terjerumus terhadap percobaan hal-hal yang dianggap baru. Fenomena kecanduan game online ini semakin meluas dan memprihatinkan, karena banyaknya remaja yang menjadi pecandu game online. Kenyataannya di Desa Linggong Sagoe saat ini tidak pernah para remaja mendapatkan edukasi mengenai dampak buruk dari kecanduan game online.Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk mengedukasi remaja tentang pencegahan perilaku kecanduan game online guna meningkatkan kesehatan mental. Pengabdian ini merupakan hibah Direktorat  Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat KEMDIKTISAINTEK skema pemberdayaan berbasis masyarakat dengan ruang lingkup pengabdian masyarakat pemula pendanaan tahun 2025. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pemberian materi dengan cara ceramah, diskusi, simulasi dan tanya jawab. Program pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan pada hari Sabtu 12 Juli 2025 di meunasah desa Linggong Sagoe kecamatan Simpang Tiga Kabupaten Pidie. Peserta yang hadir dalam pengabdian ini sebanyak 35 orang peserta dari kelompok mitra, kader, dan perangkat desa. Pada tahap pertama kegiatan dilakukan dengan penyampaian materioleh ketua tim tentang dampak perilaku kecanduan game online, faktor pemicu dan pencegahannya. Materi disampaikan denganmedia power point. Di akhir penyampaianmateri dilakukan diskusi dan tanya jawab dengan peserta. Tahap kedua adalah edukasi solusi untuk meningkatkan kesadaran mental kesehatan remaja dalam mencegah kecanduan game online dan simulasi penggunaan modul interaktif serta media WhatsApp Group untuk literasi digital.  Kata Kunci: Kesehatan Mental, Remaja, Kecanduan Game Online     ABSTRACT Game addiction is often characterized by an inability to control the urge to play, making it difficult or impossible to stop the behavior despite all efforts to stop. Adolescents are considered more vulnerable to game addiction than adults. This period of instability makes adolescents more likely to fall into experimenting with things they consider new. The phenomenon of online game addiction is increasingly widespread and concerning, because many adolescents are addicted to online games. In fact, in Linggong Sagoe Village, adolescents have never received education about the negative impacts of online game addiction. The purpose of this community service is to educate adolescents about preventing online game addiction behavior in order to improve mental health. Research and Community Service, Ministry of Education, Science, and Technology, community-based empowerment scheme with the scope of community service for beginners, funding in 2025. The methods used in this activity are providing material through lectures, discussions, simulations, and questions and answers. The community service program was held on Saturday, July 12, 2025, at the meunasah of Linggong Sagoe Village, Simpang Tiga District, Pidie Regency. 35 participants attended this service, consisting of partner groups, cadres, and village officials. In the first stage of the activity, the team leader delivered material about the impact of online game addiction behavior, triggers, and prevention. The material was delivered using PowerPoint. At the end of the presentation, a discussion and Q&A session with participants was held. The second phase included educational solutions to raise awareness of adolescent mental health and prevent online gaming addiction, as well as a simulation of using interactive modules and WhatsApp groups for digital literacy.Keywords: Mental Health, Teenagers, Online Game Addiction
Socialization of The Dangers of Drug Abuse and Its Impact on Mental Health in The Community Wardany, Nadia Sintia; Pragholapati, Andria; Perdani, Agni Laili; Wahdini, Ridha; Sumartini, Sri; Wahyoe, Asih Purwandari; Suparto, Tirta Adikusuma; Sulastri, Afianti; Rohaedi, Slamet; Rahmi, Upik
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i9.21621

Abstract

ABSTRACT Drug abuse remains a serious problem in Indonesia, with devastating effects both physically and mentally. This community service project explored public knowledge about the dangers of drug abuse and its impact on mental health. The activity was conducted at the Cigugur Tengah Community Health Center in Cimahi. Education and health promotion through interactive counseling, group discussions, and collaboration with the National Narcotics Agency (BNN) and medical personnel. This activity involved 30 participants, including cadres and families/caregivers of patients with mental disorders. Showed an increase in participants' knowledge regarding the identification of types of drugs, their psychological effects, and prevention and early detection strategies. The discussion also highlighted the importance of the role of families and the community in supporting prevention efforts. This outreach program effectively raised public awareness and served as the first step in building a drug-aware environment that supports overall mental health. Keywords: Community, Drug Abuse, Mental Health
Pemberdayaan Caregiver Terkait Pengobatan Penyakit Cacingan pada Lansia di LKS LU Panti Pangesti Malang Sugiyanto, Sugiyanto; Vinsur, Elizabeth Yun Yun; Anisyah, Luluk
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i9.21860

Abstract

ABSTRAK Penyakit  kecacingan  merupakan  penyakit  menular  yang  masih  menjadi  masalah  kesehatan  masyarakat  di  Indonesia  karena tersebar  di  sebagian  besar  wilayah  Indonesia.  Kecacingan  dapat  menimbulkan  masalah  kesehatan,  gizi,  kecerdasan,  dan  produktivitas. World Health Organization (WHO) menyatakan pada tahun 2018 secara global, angka kejadian infeksi kecacingan ialah 24% atau lebih dari 1,5 miliar penduduk dunia. Menurut Kemenkes RI pada tahun 2017, 2,5% - 62% masyarakat di Indonesia terinfeksi dengan cacing. Khusus pada orang lanjut usia, obat cacingan dibutuhkan sebagai pengobatan sekaligus pencegahan komplikasi. Umumnya, gejala cacingan yang dialami oleh orang lanjut usia hampir sama dengan gejala yang dialami oleh anak-anak. Maka dalam pengabdian ini yang menjadi sasaran kegiatan ini adalah caregiver di LKS-LU Pangesti Lawang, diharapkan caregiver mampu meningkatkan pengetahuan dan pendampingan para lansia dalam melakukan pencegahan kecacingan dan terkait dengan pengobatan serta identitifikasi penyakit cacingan pada lansia, diharapkan dengan pemberian edukasi mengenai penyakit kecacingan dapat meningkatkan pengetahuan dan pendampingan kepada lansia, sehingga kesehatan lansia dapat terjaga dengan baik. Metode kegiatan pengabdian yang telah dilakukan, pada tahap pertama dilakukan kegiatan pendekatan terhadap caregiver. Luaran Pkm antara lain laporan PkM, Jurnal JKPKM (Malahayati) dan Poster. Hasil evaluasi untuk peningkatan pengetahuan sebesar 62,96 % (Baik) dengan nilai Pre-test = 54,0 dan Post-test = 88,0. Kesimpulan bahwa tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dalam kegiatan PkM terkait pengobatan penyakit cacingan pada lansia di LKS LU Panti Pangesti Malang telah tercapai dengan baik. Kata Kunci: Caregiver, Edukasi, Penyakit Cacingan dan Pengobatannya  ABSTRACT Worm infestation is a contagious disease that remains a public health problem in Indonesia because it is widespread across most of Indonesia. Worm infestation can cause health, nutrition, intelligence, and productivity problems. The World Health Organization (WHO) stated that in 2018, the global incidence of worm infection was 24%, or more than 1.5 billion people worldwide. According to the Indonesian Ministry of Health in 2017, 2.5% - 62% of the population in Indonesia were infected with worms. Especially for the elderly, deworming medication is needed as a treatment and prevention of complications. Generally, the symptoms of worms experienced by the elderly are almost the same as the symptoms experienced by children. Therefore, in this community service, the target of this activity is caregivers at LKS-LU Pangesti Lawang. It is hoped that caregivers can increase their knowledge and assistance in preventing worm infestation and related to the treatment and identification of worm infestation in the elderly. It is hoped that by providing education about worm infestation, knowledge and assistance to the elderly will increase, so that their health can be well maintained. The community service activities carried out included an initial approach to caregivers. The outcomes of the community service activities included a community service report, a JKPKM journal (Malahayati), and a poster. The evaluation results showed a 62.96% increase in knowledge (Good), with a pre-test score of 54.0 and a post-test score of 88.0. The conclusion is that the goal of increasing knowledge through community service activities related to the treatment of worm infections in the elderly at the Panti Pangesti Community Health Center (LKS LU) in Malang has been achieved. Keywords: Caregiver, Education, Worm Infections and Their Treatment

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue