cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jikk@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23557583     EISSN : 25494864     DOI : https://doi.org/10.33024/.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kedokteran dan kesehatan (JIKK) menyediakan platform untuk mempublikasikan artikel bidang Kedokteran dan kesehatan yang meliputi: kedokteran komunitas: epidemiologi penyakit, promosi kesehatan kedokteran keluarga pendidikan kedokteran kedokteran klinis: pediatrik, endokrin, reproduksi, muskuloskeletal, respirasi, geriatri, trauma, gastrointestinal. penyakit infeksi, THT, mata, sensoris kedokteran kerja kedokteran olahraga kedokteran dasar (biomedik)
Articles 1,379 Documents
Strategi Promosi Kesehatan Menuju Kawasan Tanpa Asap Rokok Di Wilayah Kampus Universitas Pekalongan Indriyani, Yulis; Irawan, Teguh; Putri, Fadia Hami; Nabila, Zuhaira; Syaharani, Dimas Tsani Laila; Nabila, Alya Nasya; Cahyarani, Deska Ayunda; Hidayati, Sri Rakhmah; Imania, Tsania Anna
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i2.21812

Abstract

Masalah merokok tetap menjadi tantangan dalam pelaksanaan Kebijakan Kawasan Tanpa Asap Rokok (KTR) di Universitas Pekalongan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis strategi promosi kesehatan yang mendukung kebijakan KTR dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam serta observasi terhadap mahasiswa, dosen, staf, dan pejabat kampus. Temuan penelitian menunjukkan bahwa strategi advokasi telah mulai diimplementasikan, tetapi belum merata di setiap unit kampus. Bina suasana dilakukan dengan pemasangan media sosialisasi KTR, namun belum maksimal dan kurang luas. Masyarakat telah bergerak, terutama berkat peran aktif mahasiswa dalam organisasi kesehatan, namun masih terhambat oleh rendahnya kesadaran individu. Di sisi lain, kolaborasi dengan pemerintah daerah telah berlangsung dengan adanya dukungan peraturan daerah mengenai KTR. Masalah utama mencakup kebiasaan merokok yang sudah mandarah daging, kurangnya pengawasan, serta sanksi yang belum tegas. Dengan demikian, diperlukan peningkatan strategi promosi kesehatan yang lebih menyeluruh dan kolaboratif dengan melibatkan seluruh anggota civitas akademika untuk mewujudkan lingkungan kampus yang sehat serta bebas dari asap rokok.  
Penentuan Tinggi Badan Berdasarkan Panjang Tulang Femur Pada Mahasiswa Suku Bali Di Universitas Malahayati Akbar, Muhammad Taufik; Kurniati, Mala; Pebriyani, Upik; Djamil, Adrian Rival; Fitriani, Dita
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i1.20836

Abstract

Identifikasi korban dalam kasus forensik, seperti pembunuhan dan bencana alam, sering kali menghadapi kesulitan ketika hanya bagian tubuh tertentu yang tersisa. Tulang femur sebagai tulang panjang terpanjang dalam tubuh manusia memiliki potensi tinggi sebagai indikator estimasi tinggi badan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara ukuran panjang tulang femur dengan tinggi badan pada mahasiswa suku Bali di Universitas Malahayati. Rancangan penelitian numerik dengan metode potong lintang yang dilaksanakan pada Maret 2025. Subjek studi ini mencakup 37 responden yang sudah dipilih melalui metode consecutive sampling. Hasil menunjukkan panjang hubungan signifikan panjang femur pria terhadap tinggi badan (p = 0.001; r = 0.888) dan panjang femur wanita terhadap tinggi tubuh yang menunjukan bahwa nilai p = 0.001 (p0.05) dengan nilai r = 0.892. Dapat disimpulkan adanya hubungan erat antara panjang tulang femur laki-laki terhadap tinggi badan dan terdapat korelasi yang sangat kuat antara panjang tulang femur perempuan terhadap tinggi badan. Hasil penelitian ini memiliki implikasi penting dalam bidang ilmu forensik, khususnya dalam upaya rekonstruksi tubuh korban yang tidak teridentifikasi melalui estimasi tinggi badan berdasarkan sisa tulang rangka.
Pengaruh Pemberian Susu Beras Terhadap Pertumbuhan Mencit Model Stunting Amalia, Nafa; Dalfian, Dalfian; Febriyani, Arti; Kurniati, Mala; Mandala, Zulhafis
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i2.22203

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Pemberian susu beras berpotensi menjadi solusi alternatif dan ekonomis untuk menangani stunting. Studi ini dilaksankan untuk mengetahui pengaruh pemberian susu beras terhadap pertumbuhan mencit (Mus musculus) model stunting. Studi ini berjenis eksperimental in vivo dengan desain Randomized Controlled Trial (RCT), pre and post test with control group design, menggunakan 25 ekor mencit jantan strain C57BL/6. Induksi stunting dilakukan melalui pemberian diet rendah protein selama 21 hari dan indometasin selama 7 hari. Subjek dikelompokkan dalam lima kelompok: kontrol normal (KN), kontrol negatif (K-), perlakuan susu beras 1 x sehari (K+), perlakuan susu beras 2 x sehari (KP1), dan perlakuan susu beras 3 x sehari (KP2). Parameter yang diukur ialah berat badan dan panjang ekor sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil uji menunjukkan tidak terdapat pengaruh signifikan secara statistik pada peningkatan berat badan untuk kelompok K+ (p = 0,376) dan KP2 (p = 0,376). Demikian pula pada hasil uji panjang ekor, tidak ditemukan pengaruh signifikan pada kelompok K+ (p = 0,796) dan KP2 (p = 0,796). Secara deskriptif, pemberian susu beras menunjukkan tren pertumbuhan linier pada berat badan dan panjang ekor mencit model stunting, meskipun belum menunjukkan bukti statistik yang kuat dalam studi ini.
Hubungan Klasifikasi Klinis Cerebral Palsy Dan Stres Pengasuhan Orangtua Putri, Shaffani Mahasuary; Karuniawaty, Titi Pambudi; Sari, Linda Silvana
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i2.22378

Abstract

Cerebral palsy (CP) adalah gangguan neurologis yang mempengaruhi kemampuan motorik dan fungsi sehari-hari, sehingga berpotensi meningkatkan stres pengasuhan orangtua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara klasifikasi klinis CP dan tingkat stres pengasuhan orangtua. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional pada 31 orangtua anak CP usia 0–18 tahun di Poliklinik Tumbuh Kembang RSUD Provinsi NTB (September–Desember 2024). Data dikumpulkan melalui klasifikasi klinis CP (GMFCS, MACS, EDACS) dan Parenting Stress Index-Short Form (PSI-SF). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman’s rho dengan tingkat kemaknaan p0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas orangtua mengalami tingkat stres pengasuhan yang rendah dan tidak terdapat hubungan signifikan antara klasifikasi GMFCS (p=0,166), MACS (p=0,590), maupun EDACS (p=0,312) dengan tingkat stres pengasuhan orangtua. Temuan ini mengindikasikan bahwa derajat keterbatasan fungsional anak dengan CP tidak berhubungan secara langsung dengan tingkat stres pengasuhan orangtua, yang kemungkinan dipengaruhi oleh keberadaan faktor protektif seperti penerimaan orangtua, dukungan keluarga, dan akses terhadap terapi.
Hubungan Hipertensi, Diabetes Melitus, Dan Anemia Dengan Kejadian Intra-Uterine Growth Restriction Di Rsud Tugurejo Semarang Hanifah, Safira Najwa; Irsam, Muhammad; Rohmani, Afiana
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i1.19569

Abstract

Kematian bayi di Indonesia banyak disebabkan oleh kondisi Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) yang dapat diakibatkan oleh pertumbuhan janin terhambat atau Intra-Uterine Growth Restriction (IUGR). IUGR disebabkan oleh hipertensi, anemia, diabetes melitus, dan faktor penyulit kehamilan lainnya. Tahun 2019-2022 didapatkan 61 kasus IUGR di RSUD Tugurejo Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan hipertensi, diabetes melitus, dan anemia dengan kejadian IUGR di RSUD Tugurejo Semarang. Penelitian analitik observasional dengan metode retrospective cross sectional.  Sejumlah 66 data rekam medis ibu hamil yang melakukan persalinan aterm di RSUD Tugurejo Semarang telah dikumpulkan. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square atau uji Fisher-Exact Test untuk menganalisis hubungan antarvariabel. Kejadian hipertensi, diabetes melitus, dan anemia sebagai variabel bebas, sedangkan kejadian IUGR sebagai variabel terikat. Hasil uji Chi Square menunjukkan terdapat hubungan antara hipertensi terhadap kejadian IUGR (p value 0,013) namun tidak terdapat hubungan yang signifikan antara anemia terhadap kejadian IUGR (p value 0,253). Hasil uji Fisher Exact Test menunjukkan terdapat hubungan antara diabetes melitus dengan kejadian IUGR (p value 0,006) dengan nilai PR 0,364 yang berarti diabetes melitus merupakan faktor proteksi kejadian IUGR. Temuan tersebut kemungkinan disebabkan pengelolaan medis yang dilakukan oleh ibu dengan diabetes melitus. Terdapat hubungan antara hipertensi dan diabetes melitus dengan kejadian IUGR, namun tidak didapatkan hubungan antara anemia dengan kejadian IUGR.
Keterlambatan Imunisasi Dasar Lengkap Di Puskesmas Godong 1 Kabupaten Grobogan Maslikah, Ida; Nisak, Ana Zumrotun; Nasriyah, Nasriyah
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i2.22046

Abstract

Cakupan imunisasi yang rendah di Jawa Tengah (2024) mencapai 72,70% menjadi bahan evaluasi pelaksanaan program imunisasi dasar lengkap pada bayi. Bahkan Puskesmas Godong 1 mencapai 110,6% pada tahun 2023, namun angka tersebut tidak mutlak karena 50% peserta mengikuti jadwal imunisasi susulan. Survei pendahuluan yang menunjukkan imunisasi dasar lengkap bulan Juni 2024 hanya sebesar 26-27%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keterlambatan melengkapi imunisasi dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah teknik asosiatif kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Populasi penelitian adalah ibu yang memiliki anak usia di bawah 2 tahun pada bulan Mei 2025 dengan jumlah sampel 45 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan observasi yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis univariat disajikan dalam bentuk persentase, sedangkan analisis bivariat menggunakan uji chi-square dengan nilai p 0,05. Hasilnya menunjukkan tingkat pendidikan yang tinggi (55,6%), pengetahuan yang baik (62,2%), kesadaran sosial budaya yang baik (64,4%), dan keterlambatan imunisasi (44,4%). Dengan demikian, terdapat hubungan antara pendidikan, pengetahuan, dan kesadaran sosial budaya dengan keterlambatan penyelesaian imunisasi dasar pada anak usia 2 tahun. Diharapkan hal ini akan meningkatkan pengetahuan dan perilaku masyarakat tentang imunisasi dasar yang lengkap.
Hubungan Antara Obesitas Dengan Durasi Menstruasi Pada Mahasiswa Angkatan 2021, 2022, Dan 2023 Prodi Pendidikan Dokter Universitas Malahayati Bandar Lampung Rahmaningtyas, Azahra Nurul Fitri; Shariff, Fonda Octarianingsih; Fitriani, Dita; Anggraeni, Marisa
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i1.21192

Abstract

Obesitas merupakan kondisi kelebihan lemak tubuh yang dapat mengganggu keseimbangan hormonal, termasuk hormon reproduksi seperti estrogen dan progesteron, sehingga berpotensi memengaruhi durasi menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara obesitas dan durasi menstruasi pada mahasiswi angkatan 2021, 2022, dan 2023 Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Malahayati. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional terhadap 170 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT) dan pengisian kuesioner durasi menstruasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 29,4% responden tergolong obesitas, dan 34,7% mengalami durasi menstruasi yang memanjang. Analisis uji korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara obesitas dan durasi menstruasi (p = 0,007) dengan korelasi positif lemah (rho = 0,205), yang mengindikasikan bahwa peningkatan Indeks Massa Tubuh (IMT) cenderung diikuti oleh durasi menstruasi yang lebih panjang. Temuan ini menegaskan bahwa obesitas berperan dalam memengaruhi keseimbangan hormonal yang berdampak pada durasi menstruasi. Oleh karena itu, diperlukan upaya promotif dan preventif untuk menjaga berat badan ideal guna mendukung kesehatan reproduksi perempuan.
Pengaruh Pola Jajanan Terhadap Status Gizi Remaja: Studi Observasional Pada Siswa Smk Negeri 1 Kertajati Rahmawati, Novita; Frisca, Frisca
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i2.21188

Abstract

Perubahan gaya hidup remaja, khususnya pola konsumsi jajanan, berpotensi memengaruhi status gizi. Jajanan merupakan makanan yang dikonsumsi di luar waktu makan utama dan berkontribusi terhadap asupan energi harian. Konsumsi jajanan yang berlebihan tanpa diimbangi aktivitas fisik yang cukup dapat meningkatkan risiko gizi lebih. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola konsumsi jajanan dan status gizi pada siswa SMK Negeri 1 Kertajati. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional dan melibatkan 257 siswa kelas XI yang dipilih melalui metode consecutive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pola konsumsi harian dan Food Frequency Questionnaire (FFQ), serta pengukuran antropometri untuk menentukan indeks massa tubuh (IMT) berdasarkan standar CDC 2000. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 55,3% responden memiliki frekuensi konsumsi jajanan jarang (3 kali/minggu), 57,2% memiliki jumlah konsumsi jajanan rendah (3 kali/hari), dan 44,4% termasuk kategori status gizi lebih. Jenis jajanan yang paling banyak dikonsumsi adalah jajanan berat (62,6%), diikuti camilan (57,6%) dan minuman (35,4%), sedangkan jajanan buah paling sedikit dikonsumsi (19,5%). Terdapat hubungan yang bermakna antara frekuensi konsumsi jajanan (p = 0,021) dan jumlah konsumsi jajanan (p = 0,004) dengan status gizi. Pola konsumsi jajanan yang tidak terkontrol merupakan faktor risiko penting terjadinya gizi lebih pada remaja.
Gambaran Skoring Kuesioner Puma Dengan Peak Flow Meter Pada Petugas Keamanan Di RSUD DR. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Harahap, Marlina Apriliani; Soemarwoto, Retno Ariza Soeprihatini; Sinaga, Fransisca Tarida Yuniar; Pratama, Sandhy Arya; Oktobiannobel, Jordy
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i1.20708

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan masalah kesehatan global yang dapat menyebabkan kecacatan hingga kematian. Banyak kasus PPOK tidak terdiagnosis, terutama di layanan kesehatan primer, karena gejala yang ringan atau tidak muncul sama sekali. Kuesioner PUMA adalah alat skrining sederhana dan efektif untuk mengidentifikasi individu dengan risiko tinggi PPOK. Selain itu, pengukuran fungsi paru menggunakan peak flow meter dapat mendukung deteksi dini. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan skor kuesioner PUMA dengan hasil pengukuran laju ekspirasi puncak (APE) pada petugas keamanan di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek. Sebanyak 63 orang menjadi partisipan dalam studi kuantitatif dengan desain potong lintang ini. Data dikumpulkan melalui kuesioner PUMA dan pemeriksaan APE menggunakan peak flow meter. Hasil menunjukkan bahwa 32 orang (50,8%) memperoleh skor 1 pada kuesioner PUMA, 21 orang (33,3%) skor 2, 8 orang (12,7%) skor 3, dan 2 orang (3,2%) skor 4. Berdasarkan APE, sebanyak 24 orang (38,1%) memiliki nilai normal, 2 orang (3,2%) memiliki nilai 50% dari normal, dan 37 orang (58,7%) berada pada kisaran 50%–80% dari nilai normal. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar petugas keamanan berisiko mengalami gangguan fungsi paru, sehingga penting dilakukan skrining dan pencegahan sejak dini pada kelompok pekerja beresiko.
Tatalaksana Awal Pasien Cedera Kepala Sedang Di Instalasi Gawat Darurat: Literature Review Putri, Giska Tri; Setiorini, Anggi; Putri, Aulia
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i1.21894

Abstract

Cedera kepala merupakan masalah signifikan di instalasi gawat darurat, dengan klasifikasi berdasarkan Glasgow Coma Scale. Cedera kepala sedang (GCS 9–13) berisiko tinggi menyebabkan komplikasi. Pemahaman manifestasi klinis dan tatalaksana awal diperlukan untuk mencegah kecacatan dan kematian, terutama akibat kecelakaan lalu lintas. Tujuan dari artikel ini adalah memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai manifestasi klinis dan rencana tatalaksana awal pada pasien cedera kepala sedang di instalasi gawat darurat sebagai pedoman untuk tenaga kesehatan yang bertugas di instalasi gawat darurat. Penelitian ini dilakukan dengan desain narrative review dengan menggunakan pendekatan literature review. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diambil dari database PubMed, ScienceDirect, Cochrane, Scopus, dan Garuda. Pencarian dan seleksi awal arikel dilakukan menggunakan metode PRISMA. Sebanyak 472 artikel yang lolos seleksi awal berdasarkan judul dan abstrak selanjutnya dievaluasi kelayakannya menggunakan JBI Critical Appraisal Checklist. Proses penelusuran literatur melalui lima database menghasilkan enam artikel yang layak ditelaah. Berdasarkan hasil telaah artikel, didapatkan bahwa primary dan secondary survey wajib dilakukan pada pasien cedera kepala sedang, posisi head-up yang paling optimal adalah 30°, pemberian cairan yang paling tepat adalah cairan normal saline, serta antibiotik profilaksis yang paling efektif adalah doxycycline.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 3 (2026): Volume 13 Nomor 3 Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2 Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1 Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12 Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11 Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10 Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9 Vol 12, No 8 (2025): Volume 12 Nomor 8 Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7 Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6 Vol 12, No 5 (2025): Volume 12 Nomor 5 Vol 12, No 4 (2025): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2025): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2025): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12 Vol 11, No 11 (2024): Volume 11 Nomor 11 Vol 11, No 10 (2024): Volume 11 Nomor 10 Vol 11, No 9 (2024): Volume 11 Nomor 9 Vol 11, No 8 (2024): Volume 11 Nomor 8 Vol 11, No 7 (2024): Volume 11 Nomor 7 Vol 11, No 6 (2024): Volume 11 Nomor 6 Vol 11, No 5 (2024): Volume 11 Nomor 5 Vol 11, No 4 (2024): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2024): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2024): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2024): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12 Vol 10, No 11 (2023): Volume 10 Nomor 11 Vol 10, No 10 (2023): volume 10 Nomor 10 Vol 9, No 10 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 9 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 8 (2023): Volume 10 Nomor 8 Vol 10, No 7 (2023): Volume 10 Nomor 7 Vol 10, No 6 (2023): Volume 10 Nomor 6 Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5 Vol 10, No 4 (2023): Volume 10 Nomor 4 Vol 10, No 3 (2023): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2023): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2023): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2022): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2022): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2022): Volume 9 Nomor 2 Vol 9, No 1 (2022): Volume 9 Nomor 1 Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2021): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 2 (2021): Volume 8 Nomor 2 Vol 8, No 1 (2021): Volume 8 Nomor 1 Vol 7, No 4 (2020): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2020): Volume 7 Nomor 3 Vol 7, No 2 (2020): Volume 7 Nomor 2 Vol 7, No 1 (2020): Volume 7 Nomor 1 Vol 6, No 4 (2019): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2019): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2019): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2019): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 4 (2018): Volume 5 Nomor 4 Vol 5, No 3 (2018): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2018): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2017): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2017): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2017): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2016): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2016): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2015): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2015): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2015): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2014): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2014): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2 Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 More Issue