cover
Contact Name
Mufarizuddin
Contact Email
jurnalpgsd.up@gmail.com
Phone
+6282165028412
Journal Mail Official
jurnalpgsd.up@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai No 23 Kabupaten Kampar Provinsi Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP)
ISSN : 2655710X     EISSN : 26556022     DOI : https://doi.org/10.31004/jrpp.v5i1.4136
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) is a National peer-reviewes journal dedicated to the exchange of research and thinking in all aspects of education, especially basic education. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) publishes research results relating to the theory and practice of teaching and learning, curriculum development, learning materials, learning models, learning methods and learning media in education.Journal of Review of Education and Teaching (JRPP) is published four times a year in March June September and December. As our commitment to the advancement of science and technology, Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) follows an open access policy that allows published articles to be available for free online without any subscription.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 4,942 Documents
PEMBELAJARAN REFLEKTIF DALAM MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM UNTUK MENGEMBANGKAN KESADARAN MORAL SISWA DI BUNGO Yuyun Sinta Nara; Baili Baili; Mabruri Mabruri; Sugeng Kurniawan; Sriani Sriani
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 5 No. 1 (2022): Volume 5 Nomor 1 Juni Tahun 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v5i1.60032

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) memegang peran strategis dalam pembentukan karakter dan kesadaran moral peserta didik, namun implementasinya di lapangan masih sering terjebak pada pendekatan tekstual-hafalan yang kurang menyentuh dimensi internalisasi nilai. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas dan dinamika implementasi pembelajaran reflektif dalam mata pelajaran PAI untuk mengembangkan kesadaran moral siswa di Kabupaten Bungo, Jambi. Menggunakan desain mixed-methods explanatory sequential, penelitian melibatkan 120 siswa dan 8 guru PAI dari tiga SMP/MTs yang dipilih secara purposif. Instrumen meliputi Skala Kesadaran Moral (SKM), jurnal refleksi, pedoman wawancara mendalam, lembar observasi, dan rubrik penilaian proyek moral. Intervensi berlangsung selama 12 minggu dengan model pembelajaran reflektif yang diintegrasikan dalam modul PAI berbasis Kurikulum Merdeka. Hasil kuantitatif menunjukkan peningkatan signifikan pada skor kesadaran moral siswa (p < 0,01), terutama pada dimensi empati, tanggung jawab sosial, penalaran etis, dan regulasi diri. Temuan kualitatif mengungkap empat tema utama: (1) pergeseran paradigma dari hafalan menuju pemahaman kontekstual, (2) jurnal refleksi sebagai media internalisasi nilai, (3) dialog reflektif sebagai katalis empati antar-siswa, dan (4) tantangan struktural berupa keterbatasan waktu, variasi kompetensi guru, dan beban administratif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran reflektif dalam PAI efektif mengembangkan kesadaran moral ketika didukung oleh desain pedagogis terstruktur, kontekstualisasi kearifan lokal Bungo, dan pendampingan guru yang konsisten. Rekomendasi ditujukan kepada pengambil kebijakan, lembaga pelatihan guru, dan peneliti lanjutan untuk mengembangkan modul reflektif PAI yang terstandarisasi serta melakukan studi longitudinal.
INTERNALISASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PENGASUHAN ANAK GENERASI ALPHA DI KABUPATEN BUNGO: STRATEGI, TANTANGAN, DAN MODEL INTEGRATIF Lukman Saputra; Sugeng Kurniawan; Baili Baili; Sriani Sriani; Novi Riani
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2023): Volume 6 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i1.60033

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi nilai-nilai Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam pengasuhan anak Generasi Alpha di Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi. Generasi Alpha (kelahiran 2010–2025) menghadapi tantangan unik berupa dominasi ekosistem digital, pergeseran pola interaksi keluarga, dan fragmentasi perhatian yang berpotensi melemahkan transmisi nilai keagamaan. Menggunakan desain kualitatif fenomenologis, penelitian ini melibatkan 15 orang tua, 5 guru PAI, dan 3 tokoh agama yang dipilih secara purposif dari tiga kecamatan representatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman serta diverifikasi melalui triangulasi sumber dan member checking. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga strategi utama internalisasi: (1) keteladanan digital-spiritual yang mengintegrasikan uswah hasanah dengan literasi gawai, (2) ritualisasi ibadah dengan pendekatan kontekstual dan gamifikasi edukatif, serta (3) kolaborasi tripartit keluarga-madrasah-komunitas sebagai ekosistem nilai. Tantangan utama meliputi dominasi layar yang mengurangi dialog intergenerasional, kesenjangan literasi digital-keagamaan orang tua, dan komersialisasi konten agama di platform digital. Penelitian ini mengusulkan Model Pengasuhan PAI Generasi Alpha Berbasis Triangulasi Nilai (MIP-Alpha) yang menghubungkan internalisasi kognitif-afektif-psikomotorik dengan adaptasi pedagogis-digital. Temuan berkontribusi pada pengembangan teori pendidikan Islam kontemporer, praktik pengasuhan berbasis bukti, serta rekomendasi kebijakan untuk penguatan karakter religius di era digital.
PERAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBANGUN KETAHANAN KELUARGA PADA ERA DIGITAL DI KABUPATEN BUNGO: STUDI KUALITATIF DESKRIPTIF Ardi Ardi; Sugeng Kurniawan; Sriani Sriani; Baili Baili; Novi Riani
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 3 (2024): Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 No 3 Tahun 2024 (Special Issue)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i3.60034

Abstract

Era digital membawa transformasi mendalam pada dinamika keluarga, termasuk peningkatan risiko degradasi moral, disfungsi komunikasi, dan paparan konten negatif yang mengancam ketahanan keluarga. Penelitian ini mengkaji peran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membangun ketahanan keluarga pada era digital di Kabupaten Bungo, Jambi. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain fenomenologis, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 15 orang tua, 5 pendidik PAI, dan tokoh masyarakat, serta observasi dan analisis dokumen program pengajian dan modul pembelajaran. Analisis data menggunakan teknik tematik Braun & Clarke yang dimodifikasi. Hasil penelitian mengidentifikasi empat tema utama: (1) internalisasi nilai PAI sebagai fondasi komunikasi dan makna keluarga, (2) praktik pengasuhan Islami berbasis manajemen literasi digital dan adab bermedia, (3) peran lembaga PAI nonformal (majelis taklim, TPQ, kajian daring) dalam memperkuat jaringan sosial-religius, serta (4) tantangan kesenjangan literasi digital dan strategi adaptasi melalui fiqh kontemporer dan pendampingan komunitas. Temuan menunjukkan bahwa PAI berfungsi sebagai resilience buffer yang tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga kontekstual dan transformatif dalam menghadapi disrupsi digital. Studi ini memberikan kontribusi teoritis berupa integrasi kerangka ketahanan keluarga dengan maqasid al-syari’ah dalam konteks pedagogi digital, serta implikasi praktis berupa perlunya pengembangan modul parenting digital berbasis nilai Islam dan kolaborasi triad sekolah-masjid-keluarga.
PERKEMBANGAN JIWA KEAGAMAAN REMAJA DAN PENGUATAN MODERASI BERAGAMA DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 BUNGO Eka Dela Padmawati; Siti Khamim; Mabruri Mabruri; Sugeng Kurniawan; Baili Baili; Novita Nurul Hidayah
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 No 1 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i1.60035

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan jiwa keagamaan remaja serta penguatan moderasi beragama dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPN 2 Bungo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan jiwa keagamaan remaja dipengaruhi oleh faktor internal seperti perkembangan emosional dan kognitif, serta faktor eksternal yang meliputi keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial. Penguatan moderasi beragama dilaksanakan melalui integrasi nilai toleransi, keseimbangan (tawasuth), keadilan (i’tidal), dan sikap anti-radikalisme dalam proses pembelajaran, keteladanan guru, serta kegiatan keagamaan di sekolah. Implementasi tersebut berkontribusi dalam membentuk karakter peserta didik yang toleran, menghargai perbedaan, dan memiliki pemahaman keagamaan yang moderat.
KONSEP DIGITAL PARENTING BERBASIS NILAI-NILAI LUQMAN AL-HAKIM: KAJIAN PUSTAKA TERHADAP TANTANGAN LITERASI DIGITAL KELUARGA MUSLIM Aby Maulana; Khusnu Al Rizqiyah; Mohammad Rafi Khatami
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 3 (2024): Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 No 3 Tahun 2024 (Special Issue)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v9i2.60036

Abstract

Penelitian ini bertujuan merumuskan kerangka kerja konseptual digital parenting yang mengintegrasikan nilai Surah Luqman ayat 12-19 ke dalam teori komunikasi keluarga guna mengatasi kegagalan mediasi digital sekuler-restriktif hingga saat ini. Menggunakan metode kajian pustaka konseptual (conceptual literature review), sampel data penelitian ini mencakup teks tafsir Al-Qur'an otoritatif serta artikel jurnal ilmiah bertema parental media mediation yang dipublikasikan hingga awal tahun 2024. Analisis data dilakukan melalui teknik analisis isi (content analysis) dan analisis tematik.Hasil penelitian secara spesifik merumuskan Model Mediasi Aktif-Spiritual sebagai bentuk sintesis interdisipliner. Ditemukan bahwa sapaan empatik "Ya Bunayya" berkonvergensi secara struktural dengan orientasi percakapan tinggi (high conversation orientation) yang mampu meruntuhkan kesenjangan digital melalui pembentukan kepercayaan digital (digital trust) antara orang tua dan anak. Lebih lanjut, doktrin pengawasan Allah (muraqabah) pada ayat 16 terbukti berfungsi sebagai sistem penyaringan internal (internal firewall) yang melahirkan regulasi diri (self-regulation) secara mandiri pada anak dalam menghadapi anonimitas siber. Model ini juga mendekonstruksi narsisme digital melalui penguatan etika sosial pada ayat 18-19, sehingga menggeser lokus kendali dari pengawasan fisik-eksternal menjadi kesadaran spiritual transendental. Model ini berimplikasi pada pentingnya reorientasi kurikulum pengasuhan di lembaga pendidikan Islam dan pembaruan kebijakan standardisasi modul bimbingan perkawinan oleh Kementerian Agama melalui pengintegrasian kompetensi warga digital berbasis wahyu.
LEXICAL VARIATION BETWEEN BOLANGITANG AND SANGKUB REGIONAL LANGUAGES IN NORTH BOLAANG MONGONDOW REGENCY Nagita Syahwania Djenaan; Fadhil Fahrezi Manoppo; Nur Fadila Sadapu; Muziatun Muziatun
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 9 No. 2 (2026): Vol. 9 No. 2 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v9i2.60037

Abstract

This study examines the lexical variation between the regional languages of Bolangitang and Sangkub in North Bolaang Mongondow Regency, North Sulawesi. This study aims to identify the differences in vocabulary between the two languages, and analyze the use of these variations in everyday communication, as well as explain the social and geographical factors that influence the emergence of lexical variations. This study uses a qualitative descriptive method. Data was collected through live interviews and online interviews with native speakers from both regions. The research instrument consists of a list of 30 basic vocabulary related to daily life, such as body parts, household activities, food, nature, and greetings. The data collected was analyzed by comparing similarities and differences in vocabulary between the two languages. The results of the study showed several lexical differences in the vocabulary commonly used by the Bolangitang and Sangkub people. Some words were found to have the same shape, while others showed differences in form and pronunciation. This variation is influenced by geographical factors, patterns of social interaction, and local language customs. This study shows that lexical variation is not only a linguistic differentiator, but also reflects the social and cultural identity of the people in North Bolaang Mongondow. Therefore, this research is expected to contribute to the documentation and preservation of regional languages in Indonesia, especially in North Bolaang Mongondow.
EFEKTIVITAS IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DALAM MATA PELAJARAN PAI TERHADAP PENGEMBANGAN BERPIKIR KRITIS RELIGIUS SISWA: STUDI MIXED-METHODS DI MTSS AL-IKHLAS SUNGAI ARANG BUNGO Syukur Arianto; Muhammad Sabli; Mabruri Mabruri; Andryadi Andryadi; Noviriani Noviriani
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 1 (2021): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v9i2.60038

Abstract

Kurikulum Merdeka menekankan pembelajaran berdiferensiasi dan pengembangan kompetensi holistik, termasuk dimensi berpikir kritis religius dalam Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas implementasi Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran PAI terhadap pengembangan berpikir kritis religius siswa di MTsS Al-Ikhlas Sungai Arang, Kabupaten Bungo. Desain penelitian menggunakan pendekatan mixed-methods eksplanatori sekuensial. Sampel kuantitatif terdiri dari 84 siswa kelas VII dan VIII yang dipilih secara purposive, dilengkapi instrumen tes berpikir kritis religius (reliabilitas α=0,87) dan wawancara mendalam dengan 4 guru PAI serta 6 siswa. Analisis kuantitatif menggunakan uji-t berpasangan dan regresi linear sederhana, sementara analisis kualitatif menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada skor berpikir kritis religius (t=6,421, p<0,001, d=0,89) dengan kontribusi implementasi Kurikulum Merdeka sebesar 62%. Temuan kualitatif mengonfirmasi bahwa pendekatan proyek, diferensiasi konteks lokal, dan refleksi nilai Islam memperkuat kemampuan analisis, evaluasi, dan pengambilan keputusan berlandaskan dalil. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas guru dalam merancang asesmen autentik berbasis HOTS serta integrasi konteks kearifan lokal dalam modul ajar PAI.
METODE STORYTELLING (KISAH QUR’ANI) SEBAGAI STRATEGI PEMBELAJARAN PAI EFEKTIF: TINJAUAN TEORI KOMUNIKASI MASSA Muhammad Ismail; Khusnu Al Rizqiyah; Olivia Zhulinsky; Dika Ali Gunawan
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 No. 2 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i2.60039

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendekonstruksi karakteristik struktural dan retorika komunikasi Kisah Qur’ani serta memformulasikannya sebagai strategi instruksional berbasis cerita guna memitigasi krisis atensi (short attention span) siswa pada pembelajaran PAI dalam Kurikulum Merdeka. Metode yang digunakan adalah analisis isi kualitatif (qualitative content analysis). Korpus data mencakup total 157 unit analisis ayat dari Surah Yusuf (111 ayat) dan Surah Al-Qashash (46 ayat) yang dikodifikasi secara digital menggunakan perangkat lunak NVivo 14 melalui fitur Coding Matrix Analysis. Temuan utama menunjukkan bahwa retorika Kisah Qur’ani secara dominan digerakkan oleh elemen Fidelitas Naratif sebesar 41,2% (56 referensi koding) dan Koherensi Naratif sebesar 34,5% (47 referensi koding). Efek Pembingkaian mencatatkan angka akumulasi terendah sebesar 24,3% (35 referensi koding). Namun, ditemukan anomali kerapatan data (data density anomaly) yang signifikan pada Surah Al-Qashash, di mana jumlah referensi koding pada aspek pembingkaian konflik (17 referensi) hampir menyamai Surah Yusuf (18 referensi) meskipun panjang ayatnya kurang dari separuhnya. Hal ini membuktikan bahwa Al-Qur'an meningkatkan intensitas pembingkaian retorika secara dinamis sebanding dengan kompleksitas ketegangan makro-politik yang dihadapi oleh tokoh di dalam cerita. Implikasi penelitian ini menawarkan model rekayasa pedagogis melalui dua jangkar operasional kelas, yaitu teknik Suspense Storytelling dan Contextual Framing. Strategi ini berkontribusi nyata bagi guru PAI dalam merebut kembali fokus kognitif mendalam siswa dan menginternalisasikan karakter Profil Pelajar Pancasila secara persuasif ke dalam ranah afektif siswa di era digital.
STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENGINTEGRASIKAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE UNTUK MENINGKATKAN LITERASI KEAGAMAAN DIGITAL PESERTA DIDIK Lidya Putri Junita; Sriani Sriani; Novi Riani; Baili Baili; Joni Juliandra
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 No. 2 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i2.60040

Abstract

Transformasi digital dan perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah mengubah lanskap pendidikan, termasuk dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI). Namun, integrasi AI dalam pembelajaran PAI masih menghadapi tantangan substantif, khususnya dalam upaya membangun literasi keagamaan digital yang kritis, etis, dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi, menganalisis, dan merumuskan strategi yang dikembangkan guru PAI dalam mengintegrasikan AI untuk meningkatkan literasi keagamaan digital peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi fenomenologis. Partisipan terdiri dari delapan guru PAI jenjang SMP/MTs dan SMA/MA yang telah mengimplementasikan AI dalam pembelajaran selama minimal dua tahun. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi kelas, dan analisis dokumen pembelajaran. Analisis data menggunakan teknik tematik induktif-deduktif dengan triangulasi sumber dan metode untuk memastikan keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan lima strategi utama: (1) kurasi dan verifikasi konten keagamaan berbasis AI, (2) desain pembelajaran adaptif untuk personalisasi pemahaman spiritual, (3) pelatihan analisis kritis-etis terhadap output AI, (4) kolaborasi manusia-AI dalam proyek keagamaan kontekstual, dan (5) refleksi keagamaan berbasis prompt engineering yang terstruktur. Temuan ini memperluas kerangka TPACK menjadi AI-TPACK khusus PAI dan mengusulkan model literasi keagamaan digital yang mengintegrasikan dimensi kognitif, afektif, dan etis. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi pengembangan kebijakan kurikulum, pelatihan guru, dan desain materi PAI di era digital
PERAN SHALAT JAMA’AH DALAM MENINGKATKAN DISIPLIN SANTRI Delfina Nurhidayati; Mabruri Mabruri; Serli Aprilia; Andhini Salsabila; Muhammad Sabli; Baili Baili
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 1 (2021): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v4i1.60041

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran shalat berjamaah dalam membentuk kedisiplinan santri di lingkungan pesantren. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa shalat berjamaah merupakan salah satu bentuk pembiasaan yang efektif dalam menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan kesadaran religius. Melalui pelaksanaan yang dilakukan secara rutin dan terjadwal, santri dilatih untuk mematuhi aturan waktu serta membangun kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, pembiasaan tersebut tidak hanya menghasilkan kedisiplinan yang bersifat eksternal, tetapi juga mendorong terbentuknya kedisiplinan internal (self-discipline) yang berasal dari kesadaran diri. Santri mulai memahami bahwa shalat berjamaah bukan hanya kewajiban, melainkan juga kebutuhan spiritual. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi dalam membentuk karakter santri yang disiplin, religius, dan bertanggung jawab, serta memiliki dampak berkelanjutan dalam kehidupan mereka di luar pesantren.