cover
Contact Name
Teguh Sandjaya
Contact Email
teguh.sandjaya@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
kumawula.unpad@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2620844X     DOI : -
Kumawula: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, dengan nomor terdaftar ISSN 2620-844X (online) adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh Pusat Studi Desentralisasi dan Pembangunan Partisipatif Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran. Jurnal ini meliputi berbagai kajian terkait pengabdian masyarakat dari berbagai bidang ilmu dengan menggunakan dua bahasa (Inggris dan Bahasa Indonesia). Fokus dan ruang lingkup pengabdian masyarakat pada jurnal ini diantaranya Collaborative Governance, Pembangunan Partisipatif, Pembangunan Berkelanjutan, Pembangunan Inklusif, Ekonomi Kreatif, Knowledge Transfer for Community Development, Aktualisasi Kearifan dan Budaya Lokal, Sustainable Livelihood, Transfer Teknologi, Globalisasi dan Transformasi Sosial, Pengembangan Kompetensi dan Kewirausahaan, Pengembangan Ekonomi Kerakyatan, Rekayasa Sosial, Manajemen Konflik, dan Literasi Informasi Digital.
Arjuna Subject : -
Articles 565 Documents
PENGENALAN LITERASI BUDAYA DAN KEWARGANEGARAAN MELALUI UNGKAPAN YANG MELANGGAR UU ITE PADA MASYARAKAT Utami, Sintowati Rini; Kusmayati, Nurita Bayu
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i1.57056

Abstract

This community service aims to describe cultural and civic literacy training in improving public understanding of expressions that violate Indonesia's ITE Law (Law on Electronic Information and Transactions). The training provided will be more intensive and continuous, focusing on the application of cultural and civic literacy in identifying and understanding expressions that violate the ITE Law within the community. The program is targeted at 21 PKK mothers in Bahagia Village, Babelan District, Bekasi Regency. The training will be conducted both online and offline in four stages: (1) Presentation of cultural and civic literacy material related to the ITE Law. (2) Additional material on expressions that violate the ITE Law and key points within the law. (3) Examples of social media expressions that violate the ITE Law, along with safer alternative expressions. (4) Strategies for safe internet use and fostering a positive digital culture. The result of this training is a four-session program that equips participants with knowledge about expressions that violate the ITE Law on social media. It is expected that participants will be able to share this knowledge with their families and communities, thereby helping to create a healthier and more responsible digital environment. Kegiatan ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelatihan literasi budaya dan kewarganegaraan dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai ungkapan yang melanggar UU ITE. Pembinaan yang diperlukan tentunya dalam bentuk pelatihan yang lebih intensif dan berkesinambungan. Pembinaan dimaksud adalah pelatihan yang berkenaan dengan penerapan literasi budaya dan kewarganegaraan melalui ungkapan yang melanggar UU ITE pada masyarakat yang dibatasi pada 21 ibu-ibu PKK di Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Metode yang akan dilakukan dalam pelaksanaan program ini melalui daring dan luring dalam empat tahapan, yaitu: 1) pemaparan tentang materi literasi budaya dan kewarganegaraan yang melanggar UU ITE, 2) penambahan materi mengenai ungkapan-ungkapan yang melanggar UU ITE serta poin-poin penting dalam UU, 3) pemaparan materi tentang contoh ungkapan dalam media sosial yang melanggar UU ITE dan alternatif ungkapan yang lebih aman, 4) pemaparan materi tentang strategi aman berinternet dan membangun budaya digital positif. Hasil pelatihan adalah pelatihan literasi budaya dan kewarganegaraan dalam waktu 4 sesi sehingga mampu memberikan pengetahuan mengenai ungkapan yang melanggar UU ITE di media sosial. Diharapkan para peserta dapat meneruskan pengetahuan ini kepada keluarga dan komunitas mereka, sehingga tercipta lingkungan digital yang lebih sehat dan bertanggung jawab.
PENINGKATAN KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN MELALUI PENGELOLAAN SAMPAH DENGAN SISTEM 3R (REDUCE, REUSE, RECYCLE) UNTUK MERINTIS SEKOLAH MANDIRI SAMPAH DI SMPI ANNURIYAH KOTA MALANG Arif, Mohamad; Mutia, Tuti; Sumarmi, Sumarmi; Lichwatin, Titin
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i1.56635

Abstract

Waste is a problem faced by almost every city in Indonesia, including Malang City. If not properly managed, waste can lead to environmental pollution. This issue is not only the government's responsibility; the education sector must also be actively involved in waste management efforts. Students and teachers should serve as role models for waste management, demonstrating both knowledge and real action, starting from the school environment. Teaching and learning activities will be more effective if conducted in a comfortable and healthy environment. One approach to fostering environmentally conscious schools is by conducting waste management training. Teachers and students are the primary participants in this training. This initiative consists of four stages: the preparation stage, the implementation stage, the evaluation and follow-up stage, and finally, the program sustainability stage. The active participation of teachers and students is crucial in ensuring the success of waste management training in schools. The expected outcome of this initiative is a school environment that is independent in waste management, where waste is properly handled within the school premises. This includes the availability of adequate trash bins and support for independent waste management practices. Additionally, facilities for processing organic waste into fertilizer using a fermentation system can be established to help green the school environment. Awareness campaigns and hands-on training on waste management will also be conducted to encourage students to care for the environment by implementing the 3R waste management system: Reduce, Reuse, and Recycle.Sampah merupakan permasalahan yang dimiliki hampir di setiap Kota yang ada di Indonesia salah satunya adalah di Kota Malang. Sampah yang tidak terkendali dengan baik akan berdampak terhadap pencemaran lingkungan. permasalahan sampah ini tidak hanya menjadi beban pemerintah saja namun dunia pendidikan harus terlibat dan berperan aktif dalam upaya manajemen pengelolaan sampah. Siswa dan guru harus menjadi teladan terhadap pengelolaan sampah, sehingga pengetahuan dan juga aksi nyata harus dilakukan mulai dari sekolah. Kegiatan belajar mengajar akan menjadi lebih baik jika kondisi lingkungan nyaman dan sehat. Upaya yang dilakukan untuk mewujudkan sekolah yang berwawasan lingkungan adalah dengan melakukan pelatihan pengelolaan sampah di sekolah. Guru dan siswa menjadi objek yang utama dalam pelatihan ini. Terdapat 4 (empat) tahapan dalam pengabdian ini yakni Tahap persiapan, tahap pelaksanaan, tahap evaluasi dan tindak lanjut kemudian yang terakhir tahap keberlanjutan program. Partisipasi guru dan siswa menjadi sangat penting dalam terselenggaranya pelatihan pengelolaan sampah yang ada di sekolah. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah lingkungan sekolah yang mandiri sampah (sampah bisa dikelola dengan baik di lingkungan sekolah). Adanya tempat sampah yang memadai dan mendukung dalam mandiri sampah di sekolah. Tersedianya tempat pengelolaan sampah organik menjadi pupuk dengan sistem fermentasi dan dapat digunakan untuk menghijaukan lingkungan sekolah. Sosialisasi pengelolaan sampah dengan materi dan praktik efektif dalam mengajak siswa untuk mencintai lingkungan dengan melakukan pengelolaan sampah sistem 3R.
DETEKSI DINI PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI DENGAN KUESIONER PRA SKRINING PERKEMBANGAN (KPSP) Arista, Devi Maya; Nurvitriana, Nidya Comdeca; Wijayanti, Karunia; Mustofa, Vina Firmanty; Khusmitha, Qatrunnada Naqiyyah; Wahyuni, Sri
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i1.56089

Abstract

Screening preschool children's growth and development can help detect deviations or delays early, allowing for timely intervention before the child experiences worsening conditions or permanent disorders. Developmental delays in children may include speech and language disorders, autism, and attention deficit disorder. Therefore, it is essential to conduct developmental screenings appropriate to the child's age. This community service program implemented developmental screening using the Developmental Pre-Screening Questionnaire (KPSP) instrument for early childhood at PAUD Anggrek, Surabaya. A total of 26 children participated in this screening activity. The screening results were categorized based on the KPSP assessment: 22 children (85%) were classified as age-appropriate, 3 children (11%) were classified as doubtful, and 1 child (4%) showed developmental deviations. During the evaluation process, each child received a report that was submitted to their PAUD teacher and parents. This report contained the results of the developmental evaluation along with recommendations for age-appropriate stimulation activities.Skrining tumbuh kembang anak prasekolah dapat mendeteksi penyimpangan atau keterlambatan perkembangan anak sehingga dapat dicegah, sebelum anak jatuh dalam kondisi yang lebih buruk bahkan gangguan yang permanen. Kejadian keterlambatan perkembangan anak meliputi gangguan bicara/bahasa, autism, serta gangguan pemusatan perhatian. Dengan demikian, penting untuk dilakukan skrining perkembangan anak sesuai dengan usianya. Pengabdian masyarakat ini menggunakan metode pelaksanaan skrining perkembangan dengan instrumen Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) kepada anak usia dini di PAUD Anggrek Kota Surabaya. Sebanyak 26 orang anak mengikuti kegiatan skrining ini. Hasil skrining diperoleh penilaian berdasarkan kategori hasil pada instrument KPSP, yakni sesuai umur sebanyak 22 anak (85%), meragukan sebanyak 3 anak (11%), dan penyimpangan sebanyak 1 anak (4%). Dalam proses evaluasi, setiap anak akan menerima rapor yang disampaikan kepada pengajar PAUD dan orang tua. Rapor ini berisi hasil evaluasi perkembangan anak dan saran tentang rekomendasi stimulasi berdasarkan usia anak.
MEMBANGUN MINDSET MENABUNG MELALUI EDUKASI DAN PENDAMPINGAN UNTUK SISWA SMAN 1 MULAK ULU Yuliani, Yuliani; Taufik, Taufik; Parama Santati, F.X
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i1.54329

Abstract

This community service program aims to educate students on the importance of saving from an early age and enhance their understanding of effective saving methods. The program was conducted in Mulak Ulu, Lahat Regency, targeting 25 SMAN 1 Mulak Ulu students. The program lasted for four months and employed two main methods: counseling and mentoring. The counseling sessions covered topics such as the significance of saving, effective saving techniques, alternative saving options outside banking institutions, and the importance of setting financial goals, including emergency funds. Meanwhile, the mentoring sessions guided students in formulating their financial goals for the future. The results indicate that students strongly understood the importance of saving and proper saving methods. Additionally, they were able to establish diverse financial goals. The implication of this program is the development of a saving habit among students and shaping a financial mindset that perceives money not merely as a medium of exchange but also as a means to achieve long-term financial goals.Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang pentingnya menabung sejak dini, serta meningkatkan pemahaman mengenai cara menabung yang benar. Kegiatan ini dilaksanakan di Mulak Ulu, Kabupaten Lahat, dengan sasaran siswa SMAN 1 Mulak Ulu sebanyak 25 peserta. Program pengabdian berlangsung selama empat bulan dengan metode penyuluhan dan pendampingan. Penyuluhan mencakup materi tentang urgensi menabung, teknik menabung yang efektif, alternatif tempat menabung selain perbankan, serta pentingnya memiliki tujuan keuangan, termasuk dana darurat. Sementara itu, pendampingan dilakukan dengan membimbing siswa dalam merumuskan tujuan-tujuan keuangan mereka di masa depan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa, siswa memiliki pemahaman yang sangat baik tentang pentingnya menabung dan cara melakukannya dengan benar. Selain itu, siswa mampu menetapkan berbagai tujuan keuangan yang relevan. Implikasi dari kegiatan ini adalah terbentuknya kebiasaan menabung di kalangan siswa serta terbentuknya pola pikir yang lebih bijak dalam mengelola keuangan, di mana uang tidak hanya dipandang sebagai alat tukar, tetapi juga sebagai sarana untuk mencapai tujuan finansial di masa depan.
PENGEMBANGAN WISATA BAHARI BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DI PULAU LAE-LAE, KOTA MAKASSAR Idrus, Idham Irwansyah; Syam, Agus; Mappe, Ulfa Utami; Sunaniah, Sunaniah
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i1.58260

Abstract

Community Empowerment was carried out on Lae-Lae Island, Makassar City. Based on the issues identified with the partners, the objectives of this PKM (Community Service Program) were to conduct socialization and training on: 1) The utilization of information technology to introduce and promote marine tourism through a website, and 2) Enhancing knowledge and skills in photography, editing, and creating reviews (captions) for tourism promotion via social media. This activity was conducted in partnership with Pokdarwis, using an empowerment model. The implementation techniques included FGDs (Focus Group Discussions), interactive lectures with Q&A sessions, and demonstrations. The results of the PKM showed the successful achievement of its objectives: participants gained an understanding of the importance of tourism development for improving welfare, recognized the various untapped tourism potentials, acquired knowledge about the use of information technology for marine tourism development, and developed skills in mobile photography, caption writing for marine tourism promotion, and uploading content to social media. Pemberdayaan masyarakat dilaksanakan di Pulau Lae-Lae, Kota Makassar. Berdasarkan permasalahan mitra, maka tujuan PKM ini adalah melakukan sosialisasi dan pelatihan: 1) Pemanfaatan teknologi informasi untuk memperkenalkan sekaligus mempromosikan wisata bahari melalui website, dan 2) Peningkatan pengetahuan dan keterampilan fotografi, editing dan membuat ulasan (caption) untuk promosi wisata melalui media sosial. Kegiatan ini dilaksanakan bermitra dengan Pokdarwis, menerapkan model pemberdayaan. Teknik pelaksanaan dilakukan dengan cara FGD, ceramah dan tanya jawab interaktif, serta demonstrasi. Hasil PKM menunjukkan ketercapaian tujuan pelaksanaan, di mana peserta memiliki kesepahaman mengenai pentingnya pengembangan wisata untuk meningkatkan kesejahteraan, menyadari berbagai potensi wisata yang sebenarnya dimiliki dan belum dikembangkan, peserta memiliki pengetahuan mengenai pemanfaatan teknologi informasi untuk pengembangan wisata bahari, dan memiliki keterampilan dalam hal pengambilan gambar (foto) menggunakan handphone/smartphone, serta terampil membuat caption promosi wisata bahari, dan mengunggahnya di media sosial.
PENINGKATAN MOTIVASI KELOMPOK WANITA TANI SARINAH DALAM PROGRAM HARUM MADU PLUS Hendajany, Nenny; Aprianti, Ine; Kusmadi, Kusmadi; Setiawan, Audita
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i1.56480

Abstract

The Sarinah Farming Women's Group was established following outreach from the Garut Regency Government, which launched the Harum Madu (Integrated Useful Home Page) program. This initiative, introduced by the Garut Regency Agriculture Service, aims to optimize home gardens by planting productive crops. The formation of the Sarinah Women Farmers Group supports this program’s activities. However, over time, a decline in members' motivation has become evident, as seen in decreasing attendance at program activities. To address this issue, a community service initiative led by the PKM team at Sangga Buana University will implement comparative study methods and training. Participants from the Sarinah Women Farmers Group (KWT) will visit a vineyard in Karangsari Village, Karangpawitan District, Garut Regency. Additionally, motivational training will be provided to group members in Cinunuk, Wanaraja, Garut Regency. The success of this initiative will be evaluated through pre-test and post-test assessments. Following the comparative study and training sessions, farmer group members demonstrated renewed enthusiasm for planting grapes as an extension of the Harum Madu program. Kelompok Wanita Tani Sarinah terbentuk setelah adanya sosialisasi dari Pemerintah Kabupaten Garut yang meluncurkan program Harum Madu (Halaman Rumah Bermanfaat Terpadu). Program ini digagas oleh Dinas Pertanian Kabupaten Garut yang bertujuan untuk memanfaatkan pekarangan rumah agar ditanami hal yang produktif. Pembentukan kelompok Wanita Tani Sarinah menunjang kegiatan program tersebut, namun seiring berjalannya waktu kurangnya motivasi dari anggota tani menjalankan program ini, terlihat dari berkurangnya kehadiran di tempat pelaksanaan program. Permasalahan motivasi tersebut akan diselesaikan dengan metode studi banding dan pelatihan dalam kegiatan pengabdian masyarakat oleh tim PkM Universitas Sangga Buana. Peserta Kelompok Wanita Tani (KWT) Sarinah akan diajak untuk mengunjungi perkebunan anggur yang ada di Desa Karangsari Kecamatan Karangpawitan Kabupaten Garut. Pelatihan motivasi diberikan kepada pelaku Kelompok Wanita Tani Sarinah di Cinunuk Wanaraja Kabupaten Garut. Keberhasilan pengabdian ini akan diperlihatkan dari hasil pre test dan post test yang dilakukan. Setelah kegiatan studi banding dan pelatihan, para anggota kelompok tani bersemangat untuk menanam anggur sebagai tambahan dalam program Harum Madu. 
PENDEKATAN PARTISIPATIF PENGEMBANGAN TUNA SEGAR SECOND GRADE DAN HASIL SAMPING LOIN DI DESA BALAURING, KABUPATEN LEMBATA Soewarlan, Lady Cindy; Toruan, Lumban Nauli Lumban; Boikh, Lebrina Ivanthri
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i1.54846

Abstract

Balauring is one of the main tuna fishing centers in Lembata Regency, East Nusa Tenggara. The tuna caught from Balauring is sold to industries in Maumere and Larantuka, where it is processed into loins for export. Tuna weighing less than 10 kg is relatively low in value, and the by-products of loin processing remain underutilized. This community service project aims to train local communities in developing appropriate strategies tailored to their specific conditions. The method used was a participatory SWOT approach. The results indicate that optimizing second-grade tuna and loin by-products can be achieved through three main strategies: diversifying processed products, expanding market reach beyond Lembata through online marketing and utilizing maritime toll transportation, and improving access to funding. Balauring merupakan salah satu sentra nelayan penangkap tuna di Kabupaten Lembata- Nusa Tenggara Timur. Produksi tuna dari Balauring dijual ke industri di Maumere dan Larantuka, kemudian dijadikan loin untuk diekspor. Pada ukuran tuna yang berukuran kurang dari 10 kg harganya relatif murah dan sisa hasil samping loin kurang dimanfaatkan. Pengabdian ini bertujuan untuk melatih masyarakat agar dapat menentukan strategi pengembangan yang sesuai dengan kondisi mereka. Teknik yang dilakukan adalah menggunakan pendekatan SWOT partisipatif. Hasilnya, optimalisasi terhadap tuna second grade dan sisa hasil samping loin dilakukan dengan tiga cara, yaitu: melakukan diversifikasi olahan, memperluas jangkauan pasar ke luar Lembata melalui pemasaran secara daring (online) dan memanfaatkan transportasi tol laut, serta peningkatan akses terhadap  pendanaan.
SOSIALISASI PENGOLAHAN LIMBAH TEMPURUNG KELAPA MENJADI BRIKET DI DESA JEBAK, KECAMATAN TEMBESI, KABUPATEN BATANGHARI Marni, Lidia Gusfi; Kurniawan, Bayu; Utami, Wiji
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i1.57071

Abstract

The village of Jebak, located in the Tembesi District of Batanghari Regency, has an abundance of coconut trees. Generally, the villagers focus solely on processing the flesh of the fruit, while by-products such as coconut husks and shells are left unused and end up as waste. This activity aims to educate the community on how to process coconut shells into briquettes, offering an alternative to fossil fuels and a business opportunity to enhance the local economy. This program is implemented using the Asset-Based Community Development (ABCD) method through Kukerta (KKN) as a form of community service that emphasizes independence, creativity, and awareness of the community’s existing assets. The process of this community service activity is carried out through several stages: observation, planning, socialization, demonstration, and evaluation. The results show that 80% of the villagers in Jebak lack knowledge about briquettes. Therefore, socialization regarding briquette production is a crucial step in introducing the potential of local resources. Through hands-on demonstrations, the community can develop practical skills for independently producing briquettes. This community empowerment program should continue and expand by involving more community members and educational institutions so that skill development can contribute more significantly to the local economy and environmental preservation in Jebak. In this way, the people of Jebak are expected not only to achieve economic independence but also to contribute positively to environmental sustainability. Desa Jebak yang terletak di Kecamatan Tembesi Kabupaten Batanghari banyak ditemui pohon kelapa. Umumnya masyarakat desa hanya fokus mengolah hasil daging buah. Sedangkan hasil samping dari buah seperti sabut dan tempurung kelapa tidak dimanfaatkan dan berakhir menjadi limbah. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat mengenai pengolahan limbah tempurung kelapa menjadi briket sebagai alternatif bahan bakar fosil dan sebagai peluang usaha untuk meningkatkan perekonomian daerah. Program ini dilaksanakan menggunakan metode Asset Based Community Development (ABCD) melalui Kukerta (KKN) sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada kemandirian, kreatif dan terbentuknya kesadaran atas aset yang dimiliki oleh masyarakat. Proses kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu pengamatan, perencanaan, sosialisasi, demonstrasi dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 80% masyarakat Desa Jebak belum memiliki pengetahuan tentang briket. Sehingga sosialisasi mengenai pembuatan briket menjadi langkah penting untuk memperkenalkan potensi sumber daya lokal di daerah tersebut. Melalui demonstrasi yang dilakukan masyarakat dapat mengembangkan keterampilan praktis dalam memproduksi briket secara mandiri. Program pemberdayaan masyarakat ini hendaknya terus dilanjutkan dan diperluas dengan melibatkan lebih banyak masyarakat serta institusi pendidikan, sehingga peningkatan keterampilan dapat berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian lokal dan pelestarian lingkungan di Desa Jebak. Dengan demikian, masyarakat di Desa Jebak diharapkan tidak hanya mandiri secara ekonomi, tetapi juga berkontribusi positif terhadap lingkungan.
PENYULUHAN PELESTARIAN LINGKUNGAN MELALUI FILM ANIMASI PADA ANAK-ANAK DI WILAYAH CILIWUNG Sary, Marisa Puspita; Putri, Maulina Larasati; Sutjipto, Vera Wijayanti; Sutiyono, Citra Amalia Putri; Aulia, Farah
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i1.56793

Abstract

The Ciliwung River is facing serious problems related to environmental pollution. Public awareness, especially among children, regarding the importance of caring for the environment around the Ciliwung River remains relatively low. This community service program targets children living around the Ciliwung River by providing counseling on the importance of environmental preservation, accompanied by a screening of the animated film Adit & Sopo Jarwo. The method used in this community service activity is community education, aimed at instilling an understanding of how to address environmental issues around the Ciliwung River and encouraging children to participate in preserving their environment. It is hoped that this program will increase the awareness of the Ciliwung Care Community (MAT PECI) children about the importance of maintaining cleanliness and environmental sustainability, especially in the areas where they live. Sungai Ciliwung mengalami masalah serius terkait pencemaran lingkungan. Kesadaran masyarakat, terutama anak-anak mengenai pentingnya merawat lingkungan di sekitar Sungai Ciliwung masih tergolong rendah. Pengabdian ini memiliki target audiens anak-anak yang berdomisili di sekitar Sungai Ciliwung melalui kegiatan penyuluhan tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dengan penayangan film animasi “Adit & Sopo Jarwo”. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat adalah pendidikan masyarakat dengan menanamkan pemahaman untuk mengatasi permasalahan lingkungan di sekitar sungai Ciliwung, dan mendukung anak-anak untuk turut berperan menjaga kelestarian lingkungan-nya. Harapannya, program Pengabdian Kepada Masyarakat ini mampu meningkatkan kesadaran anak-anak Masyarakat Peduli Ciliwung (MAT PECI) tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan khususnya tempat tinggal. Hasil dari kegiatan ini secara efektif membuat anak-anak yang tinggal di wilayah binaan Masyarakat Peduli Ciliwung (MAT PECI) lebih memahami pentingnya menjaga kelestarian dan kebersihan lingkungan tempat tinggalnya. 
NATA DE LERI PANGANAN TINGGI SERAT ALTERNATIF PENGEMBANGAN PRODUK RAMAH LINGKUNGAN Ramadani, Anita; Jafar, Muhammad; Irfan Taufan Asfar, Andi Muhammad; Iqbal Akbar Asfar, Andi Muhammad; Arfiani, Rezha
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i1.56162

Abstract

Nata de Leri is a fermented product made from rice washing water, offering both health and environmental benefits. It is rich in fiber, vitamins, minerals, and probiotics, which promote digestive health, reduce cholesterol, and boost the immune system. As a low-calorie, fat-free option, it serves as a healthy snack aligned with eco-friendly living. This program helps communities recognize the importance of waste management while creating new economic opportunities through innovative local products. Using a participatory approach, the initiative engages communities in processing household waste, particularly rice washing water and dragon fruit peels, into valuable products like Nata de Leri. The first phase involves raising awareness through seminars about the potential of these waste materials. Next, participants receive training on processing waste into high-quality Nata de Leri, including packaging, labeling, and marketing strategies. Continuous mentoring ensures sustainable production and evaluates improvements in participants' knowledge and skills. Results from this initiative show a significant increase in participants' abilities to utilize rice washing water (90%), produce Nata de Leri (93%), and market the product (100%). This program not only provides solutions for waste management but also educates communities on environmentally friendly practices, positively impacting the local economy by utilizing available resources. By encouraging collaboration and innovation, this initiative supports sustainable environmental efforts and community development.Nata De Leri adalah produk fermentasi dari air cucian beras, yang tidak hanya mendukung kesehatan tetapi juga berperan penting dalam pengelolaan limbah rumah tangga. Produk ini kaya akan serat, vitamin, mineral, dan probiotik, yang bermanfaat bagi kesehatan pencernaan, menurunkan kolesterol, serta meningkatkan daya tahan tubuh. Selain itu, Nata De Leri rendah kalori dan bebas lemak, menjadikannya pilihan camilan sehat yang mendukung gaya hidup ramah lingkungan. Program pemanfaatan limbah ini juga membantu masyarakat untuk lebih sadar akan pentingnya pengelolaan limbah, serta membuka peluang ekonomi baru melalui inovasi produk lokal yang bernilai. Kegiatan ini menggunakan pendekatan society participatory yang melibatkan aktif masyarakat atau kelompok mitra dengan tujuan untuk memberdayakan masyarakat dalam mengolah limbah rumah tangga. Tahap awal berfokus pada sosialisasi, dimulai dengan seminar untuk meningkatkan kesadaran akan potensi limbah air cucian beras dan kulit buah naga. Tahap berikutnya adalah pelatihan, di mana mitra diajarkan cara mengolah limbah tersebut menjadi produk Nata De Leri dengan kualitas baik, termasuk proses pengemasan, pelabelan, dan strategi pemasaran. Pendampingan berlanjut setelah pelatihan untuk memastikan keberlanjutan produksi dan evaluasi terhadap peningkatan pengetahuan serta keterampilan mitra. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan mitra untuk memanfaatkan limbah air cucian beras (90%), keterampilan dalam pembuatan Nata De Leri (93%), dan pengetahuan dalam pemasaran (100%). Selain memberikan solusi terhadap manajemen limbah, kegiatan ini juga mengedukasi masyarakat tentang praktik ramah lingkungan serta memberikan kontribusi positif terhadap ekonomi lokal. Memanfaatkan sumber daya lokal yang ada, pengabdian ini mendorong berbagai pihak untuk bersama-sama menghadapi tantangan lingkungan melalui inovasi dan kolaborasi yang berkelanjutan.

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 3 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 3 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 3 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat More Issue