cover
Contact Name
Teguh Sandjaya
Contact Email
teguh.sandjaya@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
kumawula.unpad@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2620844X     DOI : -
Kumawula: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, dengan nomor terdaftar ISSN 2620-844X (online) adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh Pusat Studi Desentralisasi dan Pembangunan Partisipatif Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran. Jurnal ini meliputi berbagai kajian terkait pengabdian masyarakat dari berbagai bidang ilmu dengan menggunakan dua bahasa (Inggris dan Bahasa Indonesia). Fokus dan ruang lingkup pengabdian masyarakat pada jurnal ini diantaranya Collaborative Governance, Pembangunan Partisipatif, Pembangunan Berkelanjutan, Pembangunan Inklusif, Ekonomi Kreatif, Knowledge Transfer for Community Development, Aktualisasi Kearifan dan Budaya Lokal, Sustainable Livelihood, Transfer Teknologi, Globalisasi dan Transformasi Sosial, Pengembangan Kompetensi dan Kewirausahaan, Pengembangan Ekonomi Kerakyatan, Rekayasa Sosial, Manajemen Konflik, dan Literasi Informasi Digital.
Arjuna Subject : -
Articles 565 Documents
EFFORTS TO IMPROVE THE ABILITY OF CADRES TO PROVIDE EDUCATION ABOUT FOOD PROVISION TO PARENTS WHO HAVE CHILDREN'S WASTING AND STUNTING IN KEDIRI RESIDENCE 2024 Suryono, Suryono; Hidayati, Ratna
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i2.55162

Abstract

Kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu lama pada anak menyebabkan kekurangan gizi kronis yang berakibat pada gangguan pertumbuhan yaitu tinggi badan anak lebih rendah dari standar umurnya yang disebut dengan stunting. Prevalensi stunting pada anak usia di bawah 5 tahun secara nasional sebesar 21,4% pada tahun 2022. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk melatih kader kesehatan dalam memberikan edukasi tentang pemberian makanan kepada orang tua yang memiliki anak wasting dan stunting sebagai salah satu upaya pencegahan wasting dan stunting. Metode pengabdian masyarakat dengan memberikan pelatihan kepada kader kesehatan. Pengabdian masyarakat ini melibatkan 36 kader di Desa Pelem, Kaliboto, dan Sumbersari, Kabupaten Kediri. Sebelum dan sesudah pelatihan diberikan, dilakukan pemberian angket kepada kader dengan teknik purposive sampling untuk menilai kemampuan kader dalam memberikan edukasi. Hasil kegiatan ini menunjukkan peningkatan kemampuan kader secara signifikan pV 0,001 sebelum dan sesudah diberikan pelatihan dalam memberikan edukasi. Rekomendasi perlu dilakukan diskusi kelompok terfokus terkait edukasi untuk lebih mengembangkan kemampuan kader.
PELATIHAN KONSERVASI PENYU SEBAGAI BIOTA YANG DILINDUNGI DI PANTAI TABLOLONG KABUPATEN KUPANG, PROVINSI NTT Herwaty, Susy; Usman, Luthfiah; Boli, Benediktus; Azis, Abdul; Sari, Theresia
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i2.57780

Abstract

Turtles are a rare, protected biota, but their existence is threatened with extinction, either due to natural factors or as a result of human activities. PKM partners/participants are community groups of turtle conservation activists on Tablolong Beach, West Kupang Regency, who carry out turtle protection independently with limited knowledge and understanding. The purpose and focus of this Community Service are to socialize the importance of turtle conservation efforts as protected biota, and to increase the capacity of knowledge and skills of conservation groups by implementing the transfer of science and technology related to turtle conservation. The method used is participatory, by encouraging the involvement and active participation of partners in the entire series of activities, while the implementing team acts as a facilitator in efforts to apply and implement the results of their research. The results of this community service activity show that the level of achievement of material mastery before socialization/training had an average pretest score of 54.61, and after socialization/training, a posttest score of 72.30. The increase in knowledge and understanding of participants/community groups can make a real contribution to turtle protection efforts. Penyu merupakan biota langka yang dilindungi, namun keberadaannya terancam punah, baik disebabkan oleh faktor alam ataupun sebagai imbas dari aktivitas manusia. Mitra/peserta PKM adalah kelompok masyarakat pengiat konservasi penyu di Pantai Tablolong, Kabupaten Kupang Barat yang melakukan perlindungan penyu secara swadaya dengan pengetahuan dan pemahaman yang terbatas. Tujuan dan fokus Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah melakukan sosialisasi pentingnya upaya konservasi penyu sebagai biota langka yang dilindung, karena terancam punah, meningkatkan kapasitas pengetahuan/keterampilan kelompok konservasi dengan melaksanakan transfer IPTEK terkait konservasi penyu.  Metode yang digunakan adalah partisipatif dengan mendorong keterlibatan dan peran serta mitra secara aktif pada seluruh rangkaian kegiatan sementara tim pelaksana bertindak sebagai fasilitator dalam upaya mengaplikasikan dan mengimplementasikan hasil-hasil risetnya. Hasil kegiatan abdimas ini adalah peningkatan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan mitra terkait konservasi penyu baik terkait aspek sosial kemasyarakatan maupun aspek manajemennya. Adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta/kelompok masyarakat dapat memberikan kontribusi nyata dalam upaya perlindungan penyu.
PENGUATAN PERAN PEMUDA KARANG TARUNA SEBAGAI UPAYA MENCIPTAKAN AGEN PERUBAHAN SOSIAL DI DESA CIBIRU HILIR, KABUPATEN BANDUNG Lesmana, Aditya Candra; Yunita, Desi
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i2.61540

Abstract

In Hamlet 4 of Cibiru Hilir Village, it is known that there is an active youth organisation in all neighbourhoods. However, it is also known that the existing youth organisation experiences a decline in youth interest in joining social organisations such as youth groups. This problem arises partly because the youth do not understand their role as agents of social change through participation in youth organisations. In addition, youth who are members of the youth group also lack an understanding of how to manage a good organisation, including creating programmes through problem and potential mapping to align with village development goals. The purpose of this community service is to increase understanding of the role of youth in the youth organisation as agents of social change in Hamlet 4, Cibiru Hilir. The method used is training and education, with the stages of activities starting from mapping the potentials and problems in Cibiru Hilir Village, analysing and determining programmes, preparing training materials, and implementing and evaluating the training activities. The results of the training showed a better understanding of the role of youth in Karang Taruna as agents of social change in their neighbourhood. Participants also understood how to map potentials and problems using SWOT analysis as a tool to create programmes that suit their needs. In addition, the results of this training also increased the motivation of the youth who participated in the training to join Karang Taruna and to create creative and innovative programmes in an effort to support village development goals. Pada Dusun 4 Desa Cibiru Hilir diketahui memiliki karang taruna yang aktif di seluruh RW yang ada. Meskipun aktif, diketahui terjadi penurunan minat pemuda untuk bergabung dalam karang taruna. Permasalahan ini muncul salah satunya karena para pemuda kurang memahami peran sebagai agen perubahan sosial melalui keikutsertaan dalam karang taruna. Selain itu, pemuda yang tergabung dalam karang taruna juga kurang memahami bagaimana manajemen organisasi yang baik, pembuatan program melalui pemetaan permasalahan dan potensi untuk menyelaraskan program dengan tujuan pembangunan desa. Tujuan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman peran pemuda dalam karang taruna sebagai agen perubahan sosial di Dusun 4 Cibiru Hilir. Metode yang digunakan adalah pelatihan dan edukasi dengan tahapan kegiatan dimulai dari pemetaan potensi dan permasalahan di Desa Cibiru Hilir, analisis dan penentuan program, persiapan program pelatihan, dan tahap pelaksanaan serta evaluasi kegiatan pelatihan. Hasil dari pelatihan yang dilakukan menunjukkan adanya pemahaman yang lebih baik terkait peran pemuda dalam karang taruna sebagai agen perubahan sosial di lingkungan tempat tinggalnya. Peserta pelatihan juga menjadi memahami bagaimana melakukan pemetaan potensi dan permasalahan dengan menggunakan analisis SWOT sebagai media untuk menciptakan program yang sesuai dengan kebutuhan. Selain itu hasil dari pelatihan ini juga meningkatkan motivasi pemuda yang mengikuti pelatihan untuk bergabung dalam karang taruna dan menciptakan program yang kreatif dan inovatif dalam upaya mendukung tujuan pembangunan desa.
LITERASI DIGITAL DALAM MEMITIGASI RISIKO JUDI DAN PINJAMAN ONLINE BAGI KOMUNITAS PEREMPUAN DI DESA BLUNGUN KABUPATEN BLORA PROVINSI JAWA TENGAH Hardi, Lalu Ary Kurniawan; Lestari, Kalimah Wasis; Asfar, Mohammad; Fitrianto, Hari; Widjayanto, Febby Risti; Latifah, Najwa; Aqila, Ratu Sakinatul; Sholikin, Ahmad Nur
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i2.58494

Abstract

The community service program held in Blungun Village, Blora, Central Java, aimed to improve digital literacy regarding the risks of online loans, online gambling, and cyber fraud. This activity involved members of the village’s Family Welfare Empowerment (PKK) Team and utilized both quantitative and qualitative approaches, with pre-tests and post-tests to measure improvements in digital literacy. The Wilcoxon analysis showed a significant increase in participants' understanding of digital threats. Additionally, the training enhanced participants' social campaigning skills, as demonstrated through their innovative strategies to educate the community about cybercrime. The success of the program was measured by active participation, creativity in developing educational materials, and the enthusiasm of participants in learning new topics. Participants not only increased their understanding but also became agents of change, helping to raise collective awareness and protect the community from digital threats. With significant results, this activity is expected to contribute to strengthening the community's resilience against risks in the digital era.Pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Desa Blungun, Blora, Jawa Tengah bertujuan meningkatkan literasi digital terkait risiko pinjaman online, judi online, dan penipuan siber. Kegiatan ini melibatkan anggota Tim Penggerak PKK dan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan literasi. Analisis Wilcoxon menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terkait bahaya digital. Selain itu, pelatihan ini juga mengembangkan keterampilan kampanye sosial peserta, yang ditunjukkan melalui rancangan strategi inovatif untuk mengedukasi masyarakat tentang kejahatan siber. Keberhasilan kegiatan diukur dari partisipasi aktif, kreativitas dalam membuat materi edukasi, serta antusiasme peserta dalam mempelajari topik baru. Peserta tidak hanya meningkatkan pemahaman mereka tetapi juga mampu berperan sebagai agen perubahan, membantu meningkatkan kesadaran kolektif dan melindungi komunitas dari ancaman digital. Dengan hasil yang signifikan, diharapkan kegiatan ini dapat berkontribusi dalam memperkuat ketahanan masyarakat terhadap risiko yang dihadapi di era digital.
PEMBERDAYAAN PKK MELALUI BUDIDAYA APOTIK HIDUP (STUDI KASUS PADA PKK GEUDUBANG JAWA) Murni, Mayang; Asnidar, Asnidar; Nafaida, Rizky
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i2.57973

Abstract

This community service activity is motivated by the importance of utilizing, revitalizing, and optimizing existing potential and resources, then processing that potential into a finished product with added economic value, whose benefits will be felt by the PKK Geudubang Jawa, Langsa Baro District, Langsa City. The purpose of this activity is to increase the capacity of PKK members in three important aspects. First, to increase the knowledge and skills of members in managing the potential of village land in an organized and long-term manner, so that the land can become a resource with economic value. Second, to increase PKK productivity by providing knowledge and skills in processing raw materials from village land into finished products that are ready to be sold, so that the PKK can have independent output products. Third, to increase the economic independence of PKK members through entrepreneurship training, business management, and product marketing, to ensure economic sustainability for PKK Geudubang Jawa. The methods used include socialization, training, mentoring, and evaluation. The results of PKK empowerment activities through the cultivation of this living pharmacy have had a significant positive impact on community welfare in various aspects, both in terms of health, environmental management, and family economic empowerment. One of the significant economic impacts of this activity is the development of local products based on medicinal plants. From the cultivation of medicinal plants, members of the PKK Geudubang Jawa have succeeded in processing herbal tea products called Teh Rempah. This tea is a mixture of local spices such as ginger, lemongrass, turmeric, and galangal, which are processed into ready-to-brew herbal drink products. Teh Rempah is now a leading product sold in the local market and provides new economic opportunities for PKK members. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memanfaatkan, merevitalisasi dan mengoptimalisasikan potensi serta sumber daya yang ada, kemudian mengolah potensi tersebut menjadi suatu produk jadi bernilai tambah ekonomis yang manfaatnya akan dirasakan oleh PKK Geudubang Jawa Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas anggota PKK dalam tiga aspek penting. Pertama, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota dalam mengelola potensi lahan desa secara terorganisir dan berorientasi jangka panjang, sehingga lahan dapat menjadi sumber daya bernilai ekonomis. Kedua, meningkatkan produktivitas PKK dengan memberikan pengetahuan dan keterampilan mengolah bahan baku dari lahan desa menjadi produk jadi yang siap dijual, sehingga PKK memiliki produk luaran yang mandiri. Ketiga, meningkatkan kemandirian ekonomi anggota PKK melalui pelatihan kewirausahaan, pengelolaan usaha, hingga pemasaran produk, untuk memastikan keberlanjutan ekonomi bagi PKK Geudubang Jawa. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, pendampingan dan evaluasi. Hasil kegiatan pemberdayaan PKK melalui budidaya apotek hidup ini telah memberikan dampak positif yang signifikan bagi kesejahteraan masyarakat diberbagai aspek, baik dari segi kesehatan, pengelolaan lingkungan, maupun pemberdayaan ekonomi keluarga. Salah satu dampak ekonomi yang signifikan dari kegiatan ini adalah pengembangan produk lokal berbasis tanaman obat. Dari hasil budidaya tanaman obat, anggota PKK Geudubang Jawa berhasil mengolah produk teh herbal yang dinamakan “Teh Rempah”. Teh ini merupakan campuran dari rempah-rempah lokal seperti jahe, serai, kunyit, dan lengkuas, yang diolah menjadi produk minuman herbal siap seduh. Teh Rempah kini menjadi produk unggulan yang dijual di pasar lokal, dan memberikan peluang ekonomi baru bagi para anggota PKK.
EDUKASI BENTANG LAHAN BUKIT KEHI DAN KERTAGENA DAYA, KABUPATEN PAMEKASAN Wagistina, Satti; Suharto, Yusuf; Hartono, Rudi; Syafitri, Dyah Rina; Kamal, Muhammad Mustafa Faiz; Joyti, Joyti; Putra, Bramantiyo K Dwi
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i2.57414

Abstract

The first objective of the Community Service (PkM) activity is to educate the managers of the Bukit Kehi Tourism Awareness Group (Pokdarwis) about the geological and geomorphological features (landscape). The second objective is to assist Pokdarwis managers in planning the development of tourist attractions. The method used is training with an andragogical approach. The learning medium used is a 25-page landscape flipbook. The activity stages include planning, preparation, implementation, and evaluation. As a result, Pokdarwis has increased its knowledge of the landscape of Kertagena Daya and Bukit Kehi. This knowledge is very important for Pokdarwis in the context of developing tourist attractions. However, to provide landscape education services to visitors, Pokdarwis requires a learning process to effectively introduce geological and geomorphological features. The development of Bukit Kehi tourism is planned to become geotourism, so in the future, assistance from the PkM team will be needed for Pokdarwis. Tujuan pertama kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah memberikan pengetahuan dan melatih  pengelola Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bukit Kehi tentang fitur geologi dan geomorfologi (bentang lahan). Tujuan kedua adalah mendampingi pengelola Pokdarwis merencanakan pengembangan obyek wisata. Metode yang digunakan adalah pelatihan dengan pendekatan andragogi. Media belajar yang digunakan adalah flipbook bentang lahan dengan jumlah 25 halaman. Tahapan kegiatan meliputi perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil kegiatan PkM adalah terjadi peningkatan  pengetahuan bentang lahan Desa Kertagena Daya dan Bukit Kehi. Pengetahuan ini sangat penting dimiliki oleh Pokdarwis dalam rangka pengembangan atraksi wisata. Namun, untuk memberikan layanan edukasi bentang lahan kepada para pengunjung, dibutuhkan proses belajar pengenalan fitur geologi dan geomorfologi. Pengembangan wisata Bukit Kehi direncanakan menjadi geowisata sehingga ke depan dibutuhkan pendampingan kepada Pokdarwis oleh tim PkM.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PEMBUATAN BIBIT JAMUR TIRAM DI DESA TONDOK BAKARU MAMASA SULAWESI BARAT Muis, Nurmuliayanti; Hidayah, Nurul; Syamsidah, Syamsidah; Jumadi, Oslan; Taufieq, Nur Anny S.; Indra, Indra; Wahid, Masyitha; Arifin, Asia; Rosman N., Andi
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i2.58930

Abstract

One of the challenges in oyster mushroom cultivation faced by the Andika Makmur Sejahtera Farmer Group in Tondok Bakaru Village, Mamasa Regency, is the limited access to oyster mushroom spawn. The community's lack of knowledge and understanding related to spawn production, compounded by limited equipment and facilities, necessitates the importation of oyster mushroom spawn from outside the island of Sulawesi. This situation affects the efficiency of the production process and results in high costs. To address this challenge, a team from Universitas Sulawesi Barat, supported by a team from Universitas Negeri Makassar, provided training and assistance in producing F0, F1, and F2 oyster mushroom spawn to members of the oyster mushroom farmer group in Tondok Bakaru Village. The aim of this community service program is to equip farmer group members with the skills and knowledge required for producing oyster mushroom spawn and using the necessary equipment. The program began with a field observation of the target partner’s conditions, both in person and through remote communication. This was followed by a coordination phase between the implementation team and the supporting team regarding the planned community service activities. The implementation phase included the delivery of materials on oyster mushroom spawn production techniques, accompanied by demonstrations and hands-on practice by farmer group members. The program concluded with monitoring and evaluation to assess the program's success. The training and assistance activities resulted in an 85.22% increase in community knowledge, indicating that these activities were effective in supporting the progress of oyster mushroom cultivation in Tondok Bakaru Village. Salah satu tantangan budidaya jamur tiram yang dialami oleh Kelompok Tani Andika Makmur Sejahtera di Desa Tondok Bakaru, Kabupaten Mamasa adalah sulitnya akses untuk memperoleh bibit jamur tiram. Kurangnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat terkait pembuatan bibit, ditambah dengan minimnya fasilitas peralatan yang dimiliki sehingga bibit jamur tiram harus didatangkan dari luar Pulau Sulawesi. Hal ini berdampak pada kurang maksimalnya proses produksi dan tingginya biaya yang dikeluarkan. Untuk menjawab tantangan tersebut, tim Universitas Sulawesi Barat didampingi oleh tim Universitas Negeri Makassar memberikan pelatihan dan pendampingan pembuatan bibit jamur tiram F0, F1, dan F2 kepada anggota kelompok tani jamur tiram di Desa Tondok Bakaru. Tujuan program pengabdian ini adalah untuk membekali anggota kelompok tani kemampuan dan keterampilan dalam membuat bibit jamur tiram dan menggunakan peralatan pendukung. Tahapan kegiatan dimulai dari observasi kondisi mitra sasaran secara langsung di lapangan dan melalui komunikasi jarak jauh. Dilanjutkan dengan tahapan koordinasi antara tim pelaksana dan tim pendamping terkait rencana kegiatan pengabdian yang akan dilakukan. Tahapan implementasi kegiatan dilakukan dengan pemberian materi terkait teknik pembuatan bibit jamur tiram yang dilanjutkan dengan demonstrasi dan praktik langsung oleh anggota kelompok tani. Program pengabdian ini diakhiri dengan monitoring dan evaluasi terhadap keberhasilan program yang telah dilaksanakan. Kegiatan pelatihan dan pendampingan memberikan peningkatan pengetahuan Kelompok Tani Andika Makmur Sejahtera hingga 85,22% yang menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan dan pendampingan pembuatan jamur tiram ini efektif untuk mendukung kemajuan proses budidaya jamur tiram di Desa Tondok Bakaru.
PEMBERDAYAAN IBU BALITA UNTUK MENINGKATKAN KESEHATAN ANAK MELALUI EDUKASI CEGAH DIARE DAN DEMONSTRASI PENDAMPING MAKANAN TAMBAHAN (PMT) BERBASIS PANGAN LOKAL Qurrota 'Aini, Tazqia; Hanatha Pasha, Yessinia; Marlita Primastuti, Amanda; Lailatul Rochmah, Fani; Salsabila, Sania; Dewantika Santoso Putri, Aisyah; Yumna Nurul Ismah, Adinda; Puspitasari, Cindy; Arfiani, Sinta; Berliana Mulazamah, Nandini; Rokhmah, Dewi
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i2.58245

Abstract

Diarrhea is a disease that is ranked second as the cause of death among children under five in the world. One of the important impacts of diarrhea in toddlers is related to malnutrition and growth failure, specifically stunting. Prolonged diarrhea can cause a decrease in nutritional status, especially in children under two years of age. Diarrhea prevention interventions are carried out through empowerment programs involving educational and coercive activities using the Participatory Rural Appraisal (PRA) method. PRA is an empowerment approach and technique that involves the community during program planning, implementation, monitoring, and evaluation activities. The material in the empowerment program is related to diarrhea, including the definition of diarrhea, the causes of diarrhea, and how to prevent diarrhea. This material is listed in the Cerdik Module, which includes menus with local ingredients. The empowerment program consists of two activities, namely diarrhea prevention education carried out by diarrhea care cadres and locally-based Supplemental Food Complementary Demonstration (PMT) activities. The activity was attended by 24 participants, namely mothers with children under five. Based on the results, it is known that the pre-test and post-test showed an increase in knowledge by 5.4%, as evidenced by the average pre-test score of 7.3 and the average post-test score of 7.7. Cooperation is needed between the government, community, and stakeholders related to diarrhea prevention efforts so that a diarrhea-free Sabrang Village can be realized. Diare merupakan penyakit dengan peringkat kedua sebagai penyebab kematian balita di dunia. Salah satu dampak penting diare pada balita adalah berkaitan dengan malnutrisi dan kegagalan pertumbuhan stunting. Diare yang berkepanjangan dapat menyebabkan penurunan status gizi, terutama pada anak di bawah usia dua tahun. Intervensi pencegahan diare dilakukan melalui program pemberdayaan melalui kegiatan edukasi dan demonstrasi dilakukan dengan metode Participatory Rural    Appraisal (PRA). PRA merupakan pendekatan dan teknik pemberdayaan yang melibatkan masyarakat selama kegiatan perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi program. Materi dalam program pemberdayaan berkaitan dengan diare, diantaranya definisi diare, penyebab diare, hingga cara pencegahan diare. Materi tersebut tercantum dalam Modul Cerdik yang di dalamnya terdapat menu-menu dengan bahan lokal. Program pemberdayaan terdiri dari dua kegiatan yakni edukasi cegah diare yang dilakukan oleh kader peduli diare dan kegiatan Demonstrasi Pendamping Makanan Tambahan (PMT) berbahan dasar lokal. Kegiatan diikuti oleh 24 sasaran yakni ibu-ibu dengan anak yang memiliki balita. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test diketahui terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 5,4% dibuktikan dengan rata-rata skor pre-test sebesar 7,3 dan rata-rata skor post-test sebesar 7,7. Diperlukan kerjasama antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan yang berkaitan dengan upaya pencegahan diare sehingga dapat mewujudkan Desa Sabrang yang bebas diare.
PENDAMPINGAN KADER KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI WILAYAH KERJA KELURAHAN ANDUONOHU TAHAP I : PENYULUHAN KESEHATAN DAN PELATIHAN MENYULUH Indriastuti, Diah; Rangki, La; Prasetya, Fikki; Ajurid, Muhammad Akbar Fala Iqra; Hadzal, Muh. Ghozi; Tahiruddin, Tahiruddin
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i2.57798

Abstract

Stunting is a major problem currently being faced by the health world, including Indonesia. Pregnant women receive health education related to stunting prevention, but stunting cases are still increasing, so treatment using various techniques is needed. Partnership and empowerment of cadres are not enough if advocacy and atmosphere building are still ignored. This community partnership empowerment (PKM) activity aims to improve the ability of posyandu (Integrated Health Service Post) cadres as health educators and companions for pregnant women in the community in terms of reducing the risk of stunting from the fetal stage. Its implementation is in two stages, namely: Stage 1, providing health education to improve cadres' knowledge about stunting and counseling training; and Stage 2, supervising cadres' counseling abilities. The results of the implementation of PKM Stage 1 showed an increase in cadres' knowledge about stunting material and how to provide counseling. This community service activity was welcomed by cadres and stakeholders. The outcomes of this activity included increased cadre knowledge, dissemination of health promotion media, and a memorandum of understanding between Anduonohu Village and the Faculty of Medicine, Halu Oleo University regarding efforts to improve public health.Stunting menjadi masalah utama yang sedang dihadapi oleh dunia kesehatan termasuk Indonesia. Ibu hamil menerima penyuluhan kesehatan terkait pencegahan stunting, namun kasus stunting masih meningkat sehingga diperlukan penanganan dengan teknik yang beragam. Kemitraan dan pemberdayaan kader belum cukup jika advokasi dan bina suasana masih diabaikan. Kegiatan pemberdayaan kemitraan masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan kemampuan kader posyandu sebagai penyuluh kesehatan dan pendamping ibu hamil di masyarakat dalam hal menurunkan risiko stunting sejak dari janin. Pelaksanaannya dalam 2 tahapan, yaitu tahap 1 pemberian penyuluhan kesehatan guna meningkatkan pengetahuan kader mengenai stunting dan pelatihan menyuluh serta, tahap 2 supervisi kemampuan menyuluh kader. Hasil pelaksanaan kegiatan PKM tahap 1 menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan kader mengenai materi stunting dan cara memberikan penyuluhan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini disambut baik oleh kader dan stakeholder, hasil kegiatan ini berupa pengingkatan pengetahuan kader, penyebaran media promosi kesehatan dan nota kesepahaman antara Kelurahan Anduonohu dan Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo dalam hal upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
PARADIPLOMASI DAN DIGITALISASI UMKM: INISIATIF LOKAL MENUJU KONEKTIVITAS GLOBAL DI DESA BATUKARAS KABUPATEN PANGANDARAN Dermawan, Windy; Anshori, Muhamad Fikry; Konety, Neneng; Ramadhan, Rizki Ananda
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i2.64151

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in coastal areas such as Batukaras have significant potential in the creative economy, particularly with products based on local wisdom. However, MSME actors continue to face various challenges, especially in digital marketing and connecting with global markets. Their reliance on conventional promotion methods, limited packaging design, and minimal access to digital technology hinder their capacity development. This article aims to analyse how paradiplomacy strategies and digitalisation can strengthen the position of Batukaras MSMEs in the global economic arena. Using a participatory approach in community engagement activities, the methods employed include outreach and technical assistance for MSME actors, supported by field surveys, interviews, and in-depth observation. The program focused on training in digital catalogue creation, activating location points on Google Maps, producing promotional content, and developing a village e-magazine. The results show that MSME actors experienced increased capacity in utilising digital media, greater exposure of local products to international tourists, and growing awareness of the importance of collaboration and innovation in marketing. In this context, paradiplomacy serves as a local development strategy based on global networking, bringing together local governments, business actors, and international communities. Thus, digitalisation and regional diplomacy not only expand global connectivity but also reinforce the foundation of a sustainable local economy. UMKM di daerah pesisir seperti Batukaras memiliki potensi besar dalam ekonomi kreatif, khususnya pada produk berbasis kearifan lokal. Namun demikian, pelaku UMKM masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam pemasaran digital dan keterhubungan dengan pasar global. Ketergantungan pada promosi konvensional, keterbatasan desain kemasan, dan minimnya akses terhadap teknologi digital menjadi hambatan dalam mengembangkan kapasitas mereka. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana strategi paradiplomasi dan digitalisasi dapat memperkuat posisi UMKM Batukaras dalam kancah ekonomi global. Melalui pendekatan partisipatif dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat, metode yang 672 Kumawula : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2025 digunakan meliputi sosialisasi dan pendampingan teknis kepada pelaku UMKM, yang dilengkapi dengan survei lapangan, wawancara, dan observasi mendalam. Fokus program meliputi pelatihan pembuatan katalog digital, aktivasi titik lokasi di Google Maps, produksi konten promosi, hingga penyusunan e-magazine desa. Hasilnya menunjukkan bahwa pelaku UMKM mengalami peningkatan kapasitas dalam memanfaatkan media digital, meningkatnya eksposur produk lokal kepada wisatawan mancanegara, serta tumbuhnya kesadaran akan pentingnya kolaborasi dan inovasi dalam pemasaran. Paradiplomasi, dalam konteks ini, berfungsi sebagai strategi pembangunan lokal berbasis jejaring global yang mempertemukan pemerintah daerah, pelaku usaha, dan komunitas internasional. Dengan demikian, digitalisasi dan diplomasi daerah bukan hanya memperluas konektivitas global, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi lokal yang berkelanjutan.

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 3 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 3 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 3 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat More Issue