cover
Contact Name
Teguh Sandjaya
Contact Email
teguh.sandjaya@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
kumawula.unpad@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2620844X     DOI : -
Kumawula: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, dengan nomor terdaftar ISSN 2620-844X (online) adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh Pusat Studi Desentralisasi dan Pembangunan Partisipatif Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran. Jurnal ini meliputi berbagai kajian terkait pengabdian masyarakat dari berbagai bidang ilmu dengan menggunakan dua bahasa (Inggris dan Bahasa Indonesia). Fokus dan ruang lingkup pengabdian masyarakat pada jurnal ini diantaranya Collaborative Governance, Pembangunan Partisipatif, Pembangunan Berkelanjutan, Pembangunan Inklusif, Ekonomi Kreatif, Knowledge Transfer for Community Development, Aktualisasi Kearifan dan Budaya Lokal, Sustainable Livelihood, Transfer Teknologi, Globalisasi dan Transformasi Sosial, Pengembangan Kompetensi dan Kewirausahaan, Pengembangan Ekonomi Kerakyatan, Rekayasa Sosial, Manajemen Konflik, dan Literasi Informasi Digital.
Arjuna Subject : -
Articles 565 Documents
AKSI BERGIZI UNTUK CEGAH ANEMIA: PENGALAMAN PROMOTIF-PREVENTIF DI PUSKESMAS CIHERANG, CIANJUR Gumilang, Lani; Rabbani, Salma Damayanti; Susanti, Ari Indra; Mandiri, Ariyati
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i2.63104

Abstract

The Aksi Bergizi Program is a school-based promotive and preventive intervention conducted by Universitas Padjadjaran’s KKN-PPM students in collaboration with Puskesmas Ciherang to address the high prevalence of anemia among adolescent girls. The program was implemented from January to February 2025 in three junior high schools in Cianjur Regency, involving 290 female students. Activities included education on nutrition and anemia, distribution and monitoring of iron supplementation (TTD), and the establishment of 71 Youth Health Cadres and Youth Ambassadors as peer change agents. Evaluation through pre- and post-tests showed an increase in students’ knowledge scores by 34.2%, from an average of 56.0 to 75.0. The participatory and collaborative approach between university students, schools, and health centers effectively enhanced awareness and adherence to TTD consumption, while supporting the program’s sustainability within the school environment. Program Aksi Bergizi merupakan intervensi promotif dan preventif berbasis sekolah yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN-PPM Universitas Padjadjaran bekerja sama dengan Puskesmas Ciherang, sebagai upaya menanggulangi tingginya prevalensi anemia pada remaja putri. Kegiatan berlangsung selama Januari–Februari 2025 di tiga SMP di Kabupaten Cianjur dengan melibatkan 290 siswi. Intervensi mencakup edukasi mengenai gizi dan anemia, distribusi serta pemantauan konsumsi tablet tambah darah (TTD), dan pembentukan agen perubahan sebaya berupa 71 Kader Kesehatan Remaja dan Duta Remaja. Evaluasi pre- dan post-test menunjukkan peningkatan skor pemahaman siswa sebesar 34,2% (dari rata-rata 56,0 menjadi 75,0). Pendekatan partisipatif dan kolaboratif antara mahasiswa, sekolah, dan puskesmas terbukti memperkuat kesadaran dan kepatuhan siswi dalam mengonsumsi TTD serta mendukung keberlanjutan program di lingkungan sekolah.
PENERAPAN PEMASARAN DIGITAL BAGI PELAKU PARIWISATA DESA PANUNDAAN, KABUPATEN BANDUNG Hakim, Raden Marsha Aulia; Chan, Arianis; Rivani, Rivani; Suryadipura, Dadan; Auliana, Lina
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i2.51418

Abstract

Panundaan Village, located in Ciwidey District, Bandung Regency, has significant potential in the tourism sector. To optimize this potential, collaboration among various stakeholders, including the village government, private sector, academics, community, and  residents, is required. The community service program implemented aims to support the development of tourism in Panundaan Village through digital marketing. The methods used include descriptive analysis through Focus Group Discussions (FGD) and surveys to evaluate the implementation of digital marketing by tourism businesses in the village. The FGD involved the Panundaan Village business community, such as Saluyu MSMEs, private business operators, agritourism operators, and village officials. The expected outcome is the achievement of an effective digital marketing process to enhance tourism businesses in Panundaan Village. Based on the activities conducted, it was found that 29% of business operators have implemented digital marketing through social media platforms like Instagram. Marketing through various digital platforms shows significant potential in supporting business growth. However, there is a need for skilled and focused human resources to manage and optimize all the digital marketing platforms utilized. Therefore, capacity building and training for workers in digital marketing are crucial steps to ensure the sustainability and effectiveness of the digital marketing strategy in Panundaan Village. Desa Panundaan, terletak di Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, memiliki potensi besar dalam sektor pariwisata. Untuk mengoptimalkan potensi ini, diperlukan kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk pemerintah desa, sektor swasta, akademisi, komunitas, dan masyarakat setempat. Program pengabdian masyarakat yang dilaksanakan bertujuan mendukung pengembangan pariwisata Desa Panundaan melalui pemasaran digital. Metode yang digunakan meliputi analisis deskriptif melalui Focus Group Discussion (FGD) dan survei untuk mengevaluasi implementasi pemasaran digital oleh pelaku usaha wisata di desa tersebut. FGD dilakukan dengan melibatkan komunitas usaha Desa Panundaan seperti UMKM Saluyu, pelaku usaha swasta, pelaku usaha agrowisata, dan perangkat desa. Hasil yang diharapkan adalah tercapainya proses pemasaran digital yang efektif dalam mengembangkan usaha wisata di Desa Panundaan. Berdasarkan kegiatan yang dilaksanakan, ditemukan bahwa 29% pelaku usaha telah menerapkan pemasaran digital melalui media sosial seperti Instagram. Pemasaran menggunakan berbagai platform digital menunjukkan potensi yang signifikan dalam mendukung pertumbuhan usaha. Namun, terdapat kebutuhan akan sumber daya manusia yang terampil dan fokus dalam mengelola serta mengoptimalkan seluruh platform digital yang digunakan. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas dan pelatihan tenaga kerja di bidang pemasaran digital menjadi langkah krusial untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas strategi pemasaran digital di Desa Panundaan.
ECO-FRIENDLY PESANTREN: STRATEGI PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS KOMUNITAS MELALUI ECOBRICKS DAN ECO-ENZYME Latifah, Sri; Suryani, Yani
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i3.59477

Abstract

Waste management remains a major challenge in many Islamic boarding schools (pesantren), including Pesantren Irsyaadul Ibad in East Lampung, which accommodates over 700 students (santri). This program aims to educate the pesantren community on utilizing ecobricks and ecoenzymes as environmentally friendly waste management solutions. Using the Participatory Action Research (PAR) method, the program encompasses several stages: planning, training, implementation, observation, and reflection. Data collection was conducted through questionnaires to assess the program's effectiveness. The results indicate a significant improvement in the students’ environmental awareness and understanding after participating in the program. The santri demonstrated enhanced skills in waste management, particularly in repurposing plastic waste into functional ecobricks and processing organic waste into ecoenzymes. These improvements were achieved through interactive training sessions and hands-on activities that encouraged active participation at every stage of the program. Through the PAR approach, the program successfully produced valuable products, such as garden decorations made from ecobricks and ecoenzyme liquids for daily household use. Additionally, the program’s implementation resulted in a notable reduction in the volume of waste generated within the pesantren environment. Reflections from the activities highlighted the program’s positive impact, including a cleaner environment and the establishment of a pesantren community with a strong sense of awareness and commitment to sustainable waste management practices. This program model can be replicated in other pesantren as a tangible contribution to environmental sustainability.Pengelolaan sampah menjadi tantangan utama dibanyak pesantren, termasuk Pesantren Irsyaadul Ibad di Lampung Timur, yang dihuni oleh lebih dari 700 santri. Program ini bertujuan untuk mengedukasi warga pesantren dalam memanfaatkan ecobrick dan ecoenzyme sebagai solusi pengelolaan sampah yang ramah lingkungan. Dengan metode Participatory Action Research (PAR), kegiatan ini mencakup tahap perencanaan, pelatihan, implementasi, pengamatan, dan refleksi. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu angket untuk mengetahui keberhasilan program yang dilakukan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman dan kepedulian lingkungan santri setelah mengikuti program. Santri menjadi lebih terampil dalam mengelola sampah, memanfaatkan bahan bekas menjadi ecobrick yang berguna, serta mengolah limbah organik menjadi ecoenzyme. Peningkatan ini terjadi melalui proses pelatihan interaktif dan praktik langsung yang mendorong keterlibatan aktif para peserta dalam setiap tahap kegiatan. Melalui metode PAR, program ini berhasil menciptakan produk bernilai guna seperti hiasan taman dari ecobrick dan cairan ecoenzyme yang bermanfaat untuk kebutuhan sehari-hari. Implementasi program juga menunjukkan pengurangan signifikan jumlah limbah yang dihasilkan di lingkungan pesantren. Refleksi dari kegiatan ini menegaskan dampak positif berupa lingkungan yang lebih bersih, serta terbentuknya komunitas pesantren yang memiliki kesadaran dan komitmen tinggi terhadap pengelolaan sampah berkelanjutan. Model program ini dapat direplikasi di pesantren lain sebagai kontribusi nyata dalam menjaga keberlanjutan lingkungan
MEMBANGUN KEPEDULIAN LINGKUNGAN MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN AKUARIUM DAN PENGENALAN AQUASCAPE KEPADA REMAJA KAMPUNG KUMA 1 Indriani, Yeni; Saselah, Jetti Treslah; Mose, Numisye Iske; Ulaan, Magdalin; Manganang, Yessi Ayu Putri
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i3.53419

Abstract

Perubahan lingkungan dan gaya hidup masyarakat dapat berdampak negatif terhadap kelestarian lingkungan. Dalam menghadapi dinamika ini, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kesadaran lingkungan, terutama di kalangan remaja, sebagai agen perubahan masa depan. Kegiatan pengabdian masyarakat mandiri ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak pelatihan pembuatan akuarium dan pengenalan aquascape terhadap kesadaran lingkungan dan kreativitas remaja di Kampung Kuma 1. Metode pelatihan menggunakan pendekatan PAR (Participatory Action Research) dengan melibatkan 57 peserta remaja. Hasil kegiatan ini dalam bentuk survei menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terkait akurium sebagai ekosistem mini,  fungsinya, jenis dan ukuran akuarium serta cara pembuatan akuarium. Pada topik aquascape secara signifikan meningkatkan pemahaman peserta terkait komponen biotik dan abiotik serta fungsi dari aquascape. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pelatihan akuarium dan aquascape dapat menjadi strategi efektif dalam membangun kesadaran lingkungan dan kreativitas remaja di Kampung Kuma 1 Sebagai respons terhadap perubahan lingkungan dan gaya hidup masyarakat. Pelatihan ini memberikan kontribusi positif pada pengembangan keterampilan praktis sambil memberdayakan remaja sebagai agen perubahan dalam menjaga kelestarian lingkungan.
IMPLEMENTASI PEMBUATAN PUPUK ORGANIK BERBAHAN AMPAS JAMU DI MIRACLE FARM CIMANGGIS DEPOK Usman, Ridwan; Firdaus, Ridwan Awalian; Janudi, Janudi; Wiratmani, Elfitria
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i3.61796

Abstract

Agriculture is largely carried out by the Indonesian people, taking into account favourable agricultural conditions and a culture of food security that has relied on agriculture since ancestral times. The national herbal medicine company produces a considerable amount of herbal medicine waste from its production process. Currently, this waste is not being utilised to its full potential and poses environmental problems if not handled seriously, as the company's waste storage space is limited. PT Miracle Farm is a company focused on modern agriculture, utilising available land in Depok City. Its business activities include educational tourism, agriculture, and fisheries, comprising open fields and greenhouses. Farming stages include seedling production, planting, and cultivation processes using fertilisers, with fertiliser procurement requiring significant costs. The solution involves seeking affordable fertiliser options that deliver good quality and results. Training activities on compost production using herbal medicine waste begin with washing the waste, then adding EM4 microbacteria and sugar for compost decomposition, resulting in soil fertility, reduced production costs, and improved environmentally friendly waste management. Sustainable agriculture combines the concepts of the circular economy and waste management. The training aims to boost agricultural productivity at PT Miracle Farm, reduce dependence on chemical fertilisers, and enhance environmental sustainability. The compost production process was successful overall. Pre- and post-tests were conducted to measure the outcomes of the activity, showing significant improvements. This indicates that participants understood the material and gained substantial benefits from the community service, making the training experience valuable.Pertanian sebagian besar dilakukan oleh masyarakat Indonesia dengan mempertimbangkan kondisi pertanian yang mendukung, budaya ketahanan pangan yang mengandalkan pertanian sejak nenek moyang. Perusahaan jamu nasional, sisa produksinya menghasilkan limbah ampas jamu yang cukup berlimpah. Saat ini belum termanfaatkan secara maksimal, dan mengalami permasalahan lingkungan jika tidak ditangani serius, ruang penyimpanan limbah di perusahaan terbatas. PT Miracle Farm adalah sebuah perusahaan yang berfokus pada pertanian modern dengan memanfaatkan lahan yang tersedia di Kota Depok. Kegiatan usahanya melalui wisata edukasi, sektor lain seperti pertanian dan perikanan, terdiri dari lahan terbuka dan rumah kaca Tahapan bertani, pembibitan, menanam, proses penanaman menggunakan pupuk, penyediaan pupuk membutuhkan biaya tidak sedikit. Solusinya mencarikan ide pupuk murah, kualitas dan hasilnya bagus. Kegiatan pelatihan pembuatan pupuk kompos berbahan ampas jamu, pertama pencucian ampas jamu, lalu penambahan mikrobacter EM 4 dan gula untuk pembusukan pupuk kompos, hasilnya untuk kesuburan tanah, menurunkan biaya produksi, dan meningkatkan pengelolaan sampah ramah lingkungan, pertanian berkelanjutan menggabungkan konsep ekonomi sirkular dan pengelolaan sampah. Pelatihan untuk produktivitas pertanian PT Miracle Farm, dan membantu mengurangi ketergantungan pupuk kimia dan meningkatkan kelestarian lingkungan berkelanjutan. Kegiatan pembuatan pupuk kompos secara keseluruhan berhasil. Pretes dan posttest dilakukan untuk pengukuran hasil kegiatan, perolehan peningkatan yang signifikan, indikasi ini menunjukkan peserta paham, mengerti, serta banyak memperoleh manfaat dari pengabdian kepada masyarakat, sehingga pengalaman pelatihan ini dapat bermanfaat.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA CIASIHAN MELALUI PENGOLAHAN BUAH JAMBU BIJI MERAH UNTUK PEMBUATAN SELAI Kuswandi, Wawan; Reza, Muhammad Aulia; Nasution, Umar; Rahman, First Riyatna; Ichsan Syam, Muhammad Luthfi; Ranti, Arum Ratnaning; Rahmin, Wulan Ali; Khosiin, Khosiin; Sutowo, Irpan Ripa’I; Hermawan, Febriangga; S, Zazirah; Dharma, Dinda Farahdilla; Ramlan, Ramlan; Salsabila, Balqis; Nasution, Riska Jannah
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i3.60667

Abstract

Guava is a fruit rich in vitamin C, fiber, and antioxidants, making it potentially beneficial for supporting health and producing economically valuable products. Through its orchards, the community of Ciasihan Village produces high-quality guava that can be marketed as fresh fruit or processed into juice products. However, the potential of this guava has not been widely disseminated or fully utilized. This community service aims to enhance the understanding and skills of the PKK women in Ciasihan Village in processing and marketing guava to its full potential in order to increase the product’s economic value and health benefits. The community service activities consist of three stages: discussion; preparation and coordination; and training. The result of this program is the increased understanding and skills of the PKK women in Ciasihan Village in marketing guava jam, helping them generate ideas to develop economically valuable products. This activity concludes that the PKK women in Ciasihan Village feel educated and assisted in finding ideas to process red guava. The recommendation from this activity is the need for further training to improve the knowledge and skills of the PKK women in Ciasihan Village to produce processed products and create economic opportunities to enhance the local community’s well-being.Buah jambu biji adalah buah yang kaya akan vitamin C, serat, dan antioksidan, menjadikannya potensial untuk mendukung kesehatan serta pengolahan produk bernilai ekonomis. Masyarakat Desa Ciasihan, melalui perkebunannya, menghasilkan buah jambu biji dengan kualitas yang baik, yang dapat dipasarkan sebagai buah segar maupun diolah menjadi produk jus. Namun, potensi buah jambu biji ini belum tersebar secara luas dan dimanfaatkan secara maksimal. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan ibu PKK di Desa Ciasihan dalam mengolah dan memasarkan buah jambu biji secara optimal, guna meningkatkan nilai ekonomi dan potensi kesehatan dari produk tersebut. Kegiatan pengabdian masyarakat ini meliputi tiga tahap, yaitu tahap diskusi, tahap persiapan dan koordinasi, serta tahap pelatihan. Hasil pengabdian ini adalah peningkatan pemahaman dan keterampilan ibu PKK di Desa Ciasihan dalam pemasaran produk selai jambu biji, yang membantu masyarakat memiliki ide untuk mengembangkan produk bernilai ekonomis. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini, ibu-ibu PKK Desa Ciasihan merasa teredukasi dan terbantu dalam menemukan ide untuk mengolah buah jambu biji merah. Rekomendasi dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah perlunya pelatihan lebih lanjut untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu PKK di Desa Ciasihan, sehingga dapat menghasilkan produk olahan dan menciptakan peluang ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
PELATIHAN PENGASUHAN UNTUK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS BAGI PARA PENGASUH DI YAYASAN BHAKTI LUHUR Nini, Klemensia; Wahyuni, Sri; Desa, Maria Vianti
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i3.59270

Abstract

Bhakti Luhur Foundation is a foundation engaged in handling children with special needs, including children with intellectual disabilities, physical disabilities, deaf-mute, and blind children. In this foundation, children with special needs are cared for, served, and educated so that their abilities develop under the guidance of caregivers. In the monthly evaluation, it was found that the development of children with special needs was not satisfactory, and upon further observation, it turned out that some caregivers lacked the competence to handle these children with special needs. This can be seen from their difficulties in accompanying children with intellectual disabilities while studying, caring for children with cerebral palsy, not mastering sign language, and not being fluent in reading and writing Braille. These problems certainly affect the quality of services provided to the children with special needs under their care. To prevent the service from deteriorating further, training needs to be held with the aim of improving the skills of caregivers, with the target of mastering both theory and practice. The training program provided includes training in handling children with special needs with intellectual disabilities, cerebral palsy, and deaf-mute and blind children. The material is delivered using lecture, discussion, question-and-answer methods, and hands-on practice. Participants consisted of 20 caregivers from 20 guesthouses, and the training was carried out over four days. The effectiveness of the training was measured using a pre-test and post-test with a target score above 70 (scale 0–100). The cumulative results showed that the theory score reached 86.97 and the practice score reached 85.90. These scores are categorized as very good. These results indicate that the training is effective in improving the caregivers’ understanding in both theory and practice so that they will be better prepared to handle children with special needs under their care, enabling the children’s development to be achieved optimally. Yayasan Bhakti Luhur adalah sebuah yayasan yang bergerak dalam bidang penanganan anak berkebutuhan khusus antara lain anak tunagrahita, tunadaksa, tunarungu-wicara dan tunanetra.  Di Yayasan ini anak-anak berkebutuhan khusus di rawat, dilayani dan didik agar berkembang kemampuannya oleh para pengasuh. Dalam evaluasi bulanan ditemukan perkembangan anak-anak berkebutuhan khusus kurang baik dan ketika diobservasi ternyata beberapa pengasuh kurang memiliki kompetensi untuk menangani anak-anak berkebutuhan khusus tersebut. Hal ini bisa dilihat dari kesulitan mereka dalam mendampingi anak tunagrahita saat belajar, merawat anak cerebral palsy, kurang menguasai bahasa isyarat dan tidak lancar dalam membaca serta menulis huruf braille. Masalah-masalah ini tentu akan memengaruhi layanan mereka terhadap anak berkebutuhan khusus yang diasuhnya. Untuk mencegah agar pelayanan tidak semakin buruk, maka perlu diadakan pelatihan dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan pengasuh dengan target bisa menguasai teori dan praktik. Program pelatihan yang diberikan adalah pelatihan penanganan untuk anak berkebutuhan khusus tunagrahita, cerebral palsy, tunarungu-wicara dan tunanetra.  Materi disampaikan dengan metode ceramah, diskusi, tanya jawab, dan praktik penanganan.  Peserta yang mengikuti sebanyak 20 pengasuh dari 20 wisma dan pelatihan dilaksanakan selama empat hari. Efektivitas pelatihan diukur dengan menggunakan pre-test dan post-test dengan target skor di atas 70 (skala 0-100). Adapun hasil yang dicapai secara akumulatif untuk skor teori mencapai skor 86,97 dan untuk skor praktik mencapai skor 85,90. Skor ini masuk kategori sangat baik. Hasil ini menunjukkan bahwa pelatihan ini efektif untuk meningkatkan pemahaman pengasuh dalam hal teori dan praktik sehingga akan lebih siap untuk menangani anak-anak berkebutuhan khusus yang diasuhnya dengan demikian perkembangan anak-anak berkebutuhan bisa dicapai secara lebih optimal.
TREND POSITIF: LEWAT GERAKAN HIJAU DAN KREATIVITAS MEMASAK PADA KELOMPOK REMAJA DI DESA DAYEUHKOLOT KABUPATEN BANDUNG Yunita, Desi; Lesmana, Aditya Candra; Wibowo, Heri; Amanatin, Elsa Lutmilarita
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i3.62822

Abstract

Remaja berada dalam fase perkembangan yang penuh tantangan, terutama saat menghadapi dilema pilihan hidup dan risiko seperti putus sekolah dan keterbatasan biaya pendidikan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan edukasi untuk memperkuat dan memotivasi cara berpikir remaja melalui pola tren positif, yang diwujudkan dalam praktik hulu-hilir berbasis potensi dan permasalahan sosial, dengan fokus pada gerakan hijau dan kreativitas memasak. Pendekatan yang digunakan melihat persoalan remaja sebagai bagian dari masyarakat berisiko. Namun, risiko tersebut dapat diprediksi dan diupayakan penyelesaiannya. Metode pengabdian dilakukan melalui pemetaan sosial sederhana, dilanjutkan dengan analisis sebab-akibat dari permasalahan remaja. Selanjutnya, ditentukan tahapan pengabdian dengan mengangkat tema tren positif serta memberikan informasi dan strategi program penyetaraan pendidikan serta peluang beasiswa. Hasil dari kegiatan ini terlihat dari partisipasi aktif dan respons positif para remaja selama proses edukasi berlangsung. Remaja di Desa Dayeuhkolot memperoleh gagasan baru dalam melihat persoalan dan peluang, serta memiliki cara pandang yang lebih konstruktif dalam mengatasi permasalahan yang mereka hadapi.
EVATOR BIO-FOAM: INOVASI KEMASAN BIODEGRADABLE BERBASIS WIRAUSAHA MAHASISWA Lubis, Mirna Rahmah; Muchlis, Muchlis; Zhafran, Muhammad; Rahman, Faris Izzatur
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i3.61238

Abstract

The development of environmentally friendly products is an innovative solution to minimizing the harmful effects of waste on the environment. This innovation development program aims to formulate innovative strategies for developing Evator Bio-Foam products, made from rice husks, specifically for students through an entrepreneurship-based approach. Evator Bio-Foam, a rice husk-based product, is specifically targeted at university students through an entrepreneurship-based approach. Evator Bio-Foam is a biodegradable packaging material made from a mixture of rice husks, soybean flour, and yeast, which is fermented and molded into a functional alternative to Styrofoam. The product is lightweight, water-resistant, food-safe, and decomposes naturally within a relatively short time. The strategy employed in this program integrates learning, creativity, and entrepreneurship to increase students’ awareness of environmental sustainability while providing them with essential business skills. The methods used include training, workshops, and business simulations focusing on production, marketing, and product management. The results show that this approach enhances students’ understanding of environmentally friendly innovation and encourages active involvement in developing sustainable businesses. This educational model not only supports environmental conservation efforts but also creates new opportunities in entrepreneurship that are relevant to market needs. Thus, it offers a viable alternative for cultivating a generation that is environmentally conscious and oriented toward business innovation.Pengembangan produk ramah lingkungan menjadi solusi inovatif untuk mengurangi dampak negatif limbah terhadap lingkungan. Program pengembangan inovasi ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan produk Evator Bio-Foam berbahan dasar sekam padi, khususnya untuk mahasiswa, melalui pendekatan berbasis wirausaha. Evator Bio-Foam merupakan kemasan biodegradable yang dibuat dari campuran sekam padi, tepung kedelai, dan ragi, yang difermentasi dan dicetak menjadi produk pengganti styrofoam. Produk ini bersifat ringan, tahan air, aman untuk makanan, serta mudah terurai secara alami dalam waktu relatif singkat. Strategi yang digunakan dalam program ini mengintegrasikan pembelajaran, kreativitas, dan kewirausahaan guna meningkatkan kesadaran lingkungan mahasiswa sekaligus membekali mereka dengan keterampilan bisnis. Metode yang digunakan meliputi pelatihan, workshop, dan simulasi bisnis yang berfokus pada proses produksi, pemasaran, dan pengelolaan produk. Hasil program menunjukkan bahwa pendekatan ini mampu meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang inovasi ramah lingkungan serta mendorong keterlibatan aktif dalam pengembangan usaha berkelanjutan. Model edukasi ini tidak hanya mendukung pelestarian lingkungan, tetapi juga menciptakan peluang baru di bidang kewirausahaan yang relevan dengan kebutuhan pasar. Dengan demikian, model edukasi ini dapat menjadi alternatif solusi untuk membangun generasi muda yang sadar lingkungan dan berorientasi pada inovasi bisnis.
TELUSUR.KOTA: PENGUATAN IDENTITAS “SALATIGA KOTA TOLERAN” DALAM KERANGKA PEMBANGUNAN PERDAMAIAN BERKELANJUTAN Ismoyo, Petsy Jessy; Prakosa, Abel Jatayu; Sasi, Galuh Ambar; Lado Ae, Rikko Yan; Harvanda, Visianya Agusti
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i3.59563

Abstract

The initiative to strengthen Salatiga's identity as the "City of Tolerance" through a historical city tour is a vital modality for peacebuilding. Salatiga, with its rich cultural tapestry and historical significance, is increasingly recognised for its harmonious coexistence among diverse communities. This project aims to highlight the city's multicultural heritage, showcasing its colonial architecture and historical sites that reflect a legacy of tolerance and cooperation. By organising guided tours that explore Salatiga's historical landmarks, such as colonial-era buildings and local cultural sites, participants—particularly young people—can engage with the city's narrative of unity amidst diversity. These tours will not only educate visitors about Salatiga's past but also foster dialogue among different community groups, enhancing mutual understanding and respect. Moreover, the project emphasises the importance of historical tours in peacebuilding efforts, encouraging civic engagement in building inclusive narratives. This grassroots approach is crucial for promoting an inclusive identity that resonates with both locals and visitors. In conclusion, the historical city tour is more than just a cultural exploration; it is a strategic effort to reinforce Salatiga's image as a beacon of tolerance and peace. By celebrating its history and fostering community engagement, Salatiga can position itself as a model for peaceful coexistence in Indonesia and beyond.Inisiatif untuk memperkuat identitas Salatiga sebagai “Kota Toleran” melalui tur kota bersejarah merupakan modal penting bagi pembangunan perdamaian. Salatiga, dengan kekayaan budaya dan nilai historisnya yang tinggi, semakin dikenal sebagai kota yang hidup berdampingan secara harmonis di antara berbagai komunitas. Proyek ini bertujuan untuk menyoroti warisan multikultural kota ini, dengan menampilkan arsitektur kolonial dan situs-situs bersejarah yang mencerminkan warisan toleransi dan kerja sama. Dengan menyelenggarakan tur berpemandu yang menjelajahi landmark bersejarah Salatiga, seperti bangunan era kolonial dan situs budaya lokal, sasaran kegiatan ini yang merupakan anak muda dapat terlibat dalam narasi persatuan kota di tengah keberagaman. Tur ini tidak hanya mengedukasi pengunjung tentang sejarah Salatiga, tetapi juga mendorong dialog di antara berbagai kelompok masyarakat, meningkatkan rasa saling pengertian dan rasa hormat. Selain itu, proyek ini menekankan pentingnya wisata sejarah dalam upaya pembangunan perdamaian, mendorong keterlibatan masyarakat dalam membangun narasi yang inklusif. Pendekatan akar rumput ini sangat penting untuk mempromosikan identitas inklusif yang beresonansi dengan penduduk setempat dan pengunjung. Kesimpulannya, tur kota bersejarah lebih dari sekadar eksplorasi budaya; ini adalah upaya strategis untuk memperkuat citra Salatiga sebagai mercusuar toleransi dan perdamaian. Dengan merayakan sejarahnya dan mendorong keterlibatan masyarakat, Salatiga dapat memposisikan diri sebagai model untuk hidup berdampingan secara damai di Indonesia dan sekitarnya.

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 3 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 3 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 3 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat More Issue