Cakrawala Indonesia
Linguistics; phonology, morphology, syntax, discourse analysis, psycholinguistics, sociolinguistics, and critical discourse analysis.
Literature: local literature studies, Indonesian literature, foreign literature studies, children literature, literature studies for character education, and other literature studies.
Indonesian Language Teaching:curriculum development, learning methods, learning materials, learning media, assessment, Indonesian language learning across curricula, information and communications technology in Indonesian language learning, language skills, and other Indonesian language learning analyses.
Articles
147 Documents
Representasi Pengalaman Tokoh dalam Novel Orang-Orang Gila Karya Han Gagas
Syuriati, Syuriati;
Mahfud, Mahmudah;
Abidin, Aslan
Cakrawala Indonesia Vol 9 No 1 (2024): Mei-Oktober
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55678/jci.v9i1.1197
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis-jenis representasi pengalaman yang digunakan tokoh utama dalam novel Orang-Orang Gila karya Han Gagas kajian linguistik sistemik fungsional teori Halliday. Desain penelitian yaitu penelitian kualitatif bersifat deskriptif. Sumber data penelitian yaitu novel Orang-Orang Gila karya Han Gagas yang diterbitkan melalui penerbit Mojok di Yogyakarta. Data berupa klausa yang menunjukan representasi pengalaman tokoh utama dalam novel Orang-Orang Gila. Teknik pengumpulan data yaitu studi pustaka meliputi teknik dokumentasi, teknik membaca, dan teknik catat. Teknik analisis data berupa teknik analisis data mengidentifikasi, mengklasifikasi, menganalisis, dan mendeskripsikan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat representasi pengalaman pada novel Orang-Orang Gila karya Han Gagas. Dalam analisis representasi pengalaman jenis proses yang mendominasi dalam teks novel tersebut adalah proses material, diikuti oleh proses mental, proses perilaku, proses verbal, proses relasional, dan terakhir proses eksistensial.
Perempuan Minang dalam Novel Perempuan Bathin Karya A. R. Rizal
Yusup, Helmi;
Lukman, Lukman;
Gusnawaty, Gusnawaty
Cakrawala Indonesia Vol 9 No 1 (2024): Mei-Oktober
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55678/jci.v9i1.1213
Penelitian ini bertujuan menjelaskan refleksi perempuan Minangkabau dalam novel Perempuan Batih karya A. R. Rizal. Penelitian ini menggunakan pendekatan struktural model Teeuw. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka dengan cara membaca buku-buku serta tulisan-tulisan yang memiliki hubungan dengan objek penelitian. Jenis data yang akan digunakan dalam penelitian ini terbagi dua yaitu data primer dan data sekunder. Hasil penelitian mendeskripsikan penggambaran perempuan Minangkabau dalam novel Perempuan Batih terbagi menjadi dua yaitu penggambaran perempuan Minangkabau dulu dan penggambaran perempuan Minangkabau sekarang. Perempuan Minangkabau dulu digambarkan sebagai perempuan yang memegang teguh adat istiadat, penyayang dan setia, tegar dan mandiri. Perempuan Minang sekarang digambarkan sebagai perempuan modern, mudah putus asa, dan kehilangan jati diri. Penggambaran perempuan Minangkabau tersebut dikaji melalui penokohan.
Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal: Kajian Etno Kritis
Faizi, Ahmad;
Dzarna, Dzarna;
Kholik, Kholik
Cakrawala Indonesia Vol 8 No 2 (2023): Nopember-April
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55678/jci.v8i2.1229
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap berbagai kearifan lokal yang mewarnai pembelajaran di sekolah. Selain itu penelitian in juga mengungkap bagaimana kearifan lokal digunakan di dalam pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian Etno Kritis. Metode pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Data-data yang terkumpul dikelompokkan sesuai dengan fokus penelitian dan direduksi sesuai kebuhan analisis. Metode analisis yang digunakan adalah metode maju bertahap sesuai dengan teori pembelajaran responsif budaya. Temuannya, ada tiga jenis kearifan lokal yang digunakan di dalam pembelajaran, yaitu: bhâsa camporan, Abhâsa, rarèngghȃn, dan lalongèt. Evektivitas pembelajaran dapat dicapai dengan pemanfaatan kearifan lokal karena peserta didik lebih senang, merasa merdeka, dan merasa dihargai.
Komponen dan Pola Argumentasi Narasumber pada Program Mata Najwa “Debat RKUHP” Merdeka Berasuara” dengan Menggunakan Teori Toulmin
Asnira, Nor;
Aswadi, Aswadi;
Podding, Kamal;
Yusmah, Yusmah;
Zain, Suardi;
Kasman, Rosmini
Cakrawala Indonesia Vol 8 No 2 (2023): Nopember-April
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55678/jci.v8i2.1241
Abstrak: Komponen dan Pola Argumentasi Narasumber pada Program Mata Najwa “Debat RKUHP: Merdeka Bersuara” dengan Menggunakan Teori Toulmin.Penelitian ini bertujuan untukmengetahui komponen dan pola argumentasi narasumber pada program Mata Najwa “Debat RKUP: Merdeka Bersuara” dengan menggunakan teori Toulmin.Subjek penelitian ini yaitu video narasumber Mata Najwa “Debat RKUHP: Merdeka Bersuara”. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu menggunakan teknik simak dan teknik catat. Data yang diperolah dari penelitian ini berupa informasi dari transkip video acara Mata Najwa “Debat RKUHP: Merdeka Bersuara” sehingga bisa dimaknai secara akurat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perbedaan banyaknya data yang muncul baik dari komponen maupun pola argumentasi. Komponen yang paling sering muncul yaitu klaim dan yang paling jarang muncul yaitu rebuttal. Pola yang sering muncul yaitu pola 1 (C-D) dan yang jarang muncul yaitu pola 5 (C-D-W-B-Q-R). Berdasarkan hasil penelitian ini, diketahui bahwa penerapan pola argumen pada acara Mata Najwa “Debat RKUHP: Merdeka Bersuara” tidak dapat dikatakan sejalan dengan teori Toulmin. Memilih pola argumen melalui video pada acara Mata Najwa “Debat RKUHP: Merdeka Bersuara” tidak memungkinkan peneliti menemukan semua elemen argumen sebagai patokan untuk menyempurnakan sebuah argumen. Hal ini menunjukkan tingkat pemahaman argumen masih belum maksimal karena didominasi klaim dan data. Penelitian ini diharapkan dapat berfungsi sebagai referensi dan membantu pembaca memahami besarnya masalah dan teori di baliknya untuk memandu penyelidikan di masa depan. Dengan meneliti program-program seperti “Debat RKUHP: Merdeka Bersuara” karya Mata Najwa dan tayangan lain yang ditujukan untuk khalayak umum, peneliti juga berharap dapat dilakukan kajian lebih lanjut mengenai hal ini. Abstract: Compenents and Patterns of Resource Persons Argumentatio in The Mata Najwa Program "RKUHP Debate: Freedom of Speech" by Using Toulmin's Theory. This study aims to determine the components and patterns of resource person argumentation in the Mata Najwa program "Debat RKUHP: Merdeka Bersuara" by using Toulmin's theory.The subject of this research is Mata Najwa's resource person "RKUHP Debate: Merdeka Bersuara". This type of research is descriptive research using a qualitative approach. The data collection technique used is using listening techniques and note-taking techniques. The data obtained from this research is in the form of information from video transcripts of Mata Najwa's program "RKUHP Debate: Merdeka Bersuara" so that it can be interpreted accurately.The results showed that there were differences in the amount of data that appeared both from the components and patterns of argumentation. The most frequently appearing component is claim and the least frequently appearing is rebuttal. The pattern that often appears is pattern 1 (C-D) and the one that rarely appears is pattern 5 (C-D-W-B-Q-R). Based on the results of this study, it is known that the application of argument patterns in the Mata Najwa program "RKUHP Debate: Merdeka Bersuara" cannot be said to be in line with Toulmin's theory. Choosing argument patterns through videos on Mata Najwa's program "RKUHP Debate: Merdeka Bersuara" did not allow researchers to find all elements of the argument as a benchmark for perfecting an argument.This shows that the level of understanding of the argument is still not optimal because it is dominated by claims and data. This research is expected to serve as a reference and help readers understand the magnitude of the problem and the theory behind it to guide future investigations. By examining programs such as Mata Najwa's "RKUHP Debate: Merdeka Berbicara" by Mata Najwa and other shows aimed at general audiences, researchers also hope that further studies can be conducted on this matter.
Analisis Kesalahan Ejaan Pada Makalah Mahasiswa Semester V Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia
Podding, Kamal;
Ecca, Suleha;
Aswadi, Aswadi;
Lanta, Jumiati;
Desiani, Nur Fitria
Cakrawala Indonesia Vol 9 No 1 (2024): Mei-Oktober
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55678/jci.v9i1.1246
Tujuan penelitian untuk menganalisis kesalahan penggunaan Ejaan pada makalah mahasiswa semester V Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia di Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif yang fokus meneliti penggunaan tanda baca dan Ejaan kebahasaan. Data diperoleh dari makalah mahasiswa semester V Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia. Data diperoleh dengan teknik dokumentasi dokumen resmi internal, kemudian data diolah dengan teknik analisis deskriftif . Hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan kesalahan berbahasa dari segi ejaan (huruf kapital, huruf miring, dan tanda baca). Berdasarkan data kesalahan ejaan yang ditemukan, masih banyak kesalahan penulisan tanda koma dalam pendahuluan makalah mahasiswa letak kesalahan tidak menggunakan tanda koma sebelum kata dan seharusnya jika lebih dari dua unsur maka harus diberi sisipan tanda baca koma. Menurut panduan hal tersebut tidak dibenarkan karena tidak mengikuti panduan penulisan yang benar.
Kesantunan Berbahasa dalam Interaksi Pembelajaran di SMPN 1 Panca Rijang (Kajian Pragmatik)
Murdani, Elisa;
Kasman, Nuraini;
Yusmah, Yusmah;
Hanafi, Muhammad;
Ecca, Suleha;
Aswadi, Aswadi
Cakrawala Indonesia Vol 9 No 1 (2024): Mei-Oktober
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55678/jci.v9i1.1248
Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk kesantunan dan bentuk nilai dalam pembelajaran di SMPN 1 Panca Rijang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskripsi kualitatif untuk mendeskrikan data berupa bentuk kesantunan dan bentuk nilai dalam pembelaran di SMPN 1 Panca Rijang. Populasi pada penelitian ini terdiri dari 6 kelas pada kelas IX SMPN 1 Panca Rijang dan sampel penelitian ini terdiri dari kelas IX1-IX2. Yang Jumlah keseluruhan Siswanya 51. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan teknik observasi, dokumentasi, catat dan video, setelah itu di lanjutkan dengan menganalisis data yang ditemukan. Berdasarkan hasil analisis data mengenai Bentuk kesantunan berbahasa dalam interaksi dari guru ke siswa yang berwujud tuturan deklaratif menaati maksim kearifan, pujian, dan kemufakatan; tuturan interogatif menaati maksim kearifan dan pujian; tuturan imperatif menaati maksim kearifan; tuturan ekslamatif menaati maksim kearifan.sedangkan Bentuk kesantunan berbahasa dalam interaksi dari siswa ke siswa yang berwujud tuturan deklaratif menaati maksim kearifan, kedermawanan, pemufakatan, dan simpati; tuturan interogatif menaati maksim kearifan dan simpati; tuturan imperatif menaati maksim kearifan; tuturan ekslamatif menaati maksim kearifan.
Analisis Metafora Cosmos Dan Human Mantra Mappaenre’ Manu’ Pada Masyarakat Peternak Di Kabupaten Sidrap
Saleh, Firman;
Yusmah, Yusmah;
Ahmad, Nini Alwiyati Ali;
Yusuf, Rudy
Cakrawala Indonesia Vol 8 No 2 (2023): Nopember-April
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55678/jci.v8i2.1257
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna metafora cosmos dan human pada mantra Mappaenre’ Manu’ pada masyarakat Peternak di Kabupaten Sidrap. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, metode ini dipilih untuk memperoleh data yang lebih dalam mengenai metafora cosmos dan human pada Mantra Mappaenre’ Manu’ pada masyarakat Peternak di Kabupaten Sidrap. Untuk memperoleh data penelitian dibutuhkan teknik pengumpulan data yaitu; observasi, wawancara, rekam dan catat. Data yang diperoleh dianalisis berdasarkan teori Haley mengenai metafora cosmos dan human. Penelitian dilakukan di Desa Tanete Kecamatan Maritengngae Kabupaten Sidrap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat metafora cosmos meliputi benda-benda kosmos. Konsep kosmos memiliki jarak yang jauh sebagai bagian dari cakrawala, meski demikian benda kosmik memiliki ruang dan tempat sehingga masih bisa dicermati oleh indra manusia yang hasilnya menunjukkan mantra menggunakan kata keteng, matanna essoe, nurung, wae. Metafora human menjelaskan kategori makhluk hidup yang mempunyai kemampuan berpikir atau bernalar menggunakan akal yaitu manusia dan ragam perilakunya yaitu Muhamma, Datu, Nabi Sulaemana. Makna metafora cosmos dan human pada mantra Mappaenre’ Manu’ pada masyarakat Peternak di Kabupaten Sidrap mantra yang mengandung permohonan pada Allah SWT agar diberi keselamatan dan kelancaran saat Pammanu’ memulai berternak hingga ayam yang diternak bertelur. Dengan mantra, kelancaran dan keselamatan menjadi harapan. Bagian terakhir fungsi mantra adalah doa yang intinya adalah pengharapan kepada Tuhan yang maha Kuasa agar mengabulkan proses sesuai dengan ajaran agama yang sesungguhnya, sehingga segala harapan dalam prosesi dapat berjalan lancar. Besar bentuk harapan yang dititipkan pada tuturan sakral melalui mantra mampu memberikan efek yang tidak didapatkan dari medis karena sifat mantra yang dimiliki adalah magis.
Analisis Makna Narasi dan Ilustrasi dari Perspektif Gender pada Buku Tematik Terpadu Siswa Kelas I Kurikulum 2013 di Sekolah Dasar
Yakub, Ismail;
Rahman, Nurhayati;
Armin, Mardi Ardi
Cakrawala Indonesia Vol 9 No 1 (2024): Mei-Oktober
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55678/jci.v9i1.1258
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna narasi-narasi dan ilustrasi gender yang terdapat dalam buku tematik terpadu siswa kelas I pada kurikulum 2013 di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka, observasi, dokumentasi dan catat. Dalam pengelolahan data menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan teori Semantik dan Nature. Hasil menunjukkan Makna ilustrasi dan narasi dalam perpektif gender dapat berpengaruh dalam kegiatan belajar mengajar siswa pada buku tematik terpadu siswa kelas I pada kurikulum 2013 di sekolah dasar. Penggunaan metode yang tepat dan melibatkan semua siswa, pengelolaan kelas seperti pembagian tempat duduk wali kelas membagi secara acak tanpa melihat jenis kelamin dan prestasi siswa dan melakukan pergantian setiap bulan sekali agar siswa tidak merasa jenuh, dan pergaulan siswa khususnya yang terjadi di luar kelas terjadi interaksi antar siswa. Siswa laki-laki biasanya bermain dengan sesama gender sedangkan begitupula pada siswa perempuan yang bermain bersama teman perempuan untuk mempermudah para siswa memilih permainan yang siswa lakukan. Fator-faktor yang dapat memengaruhi perkembangan pendidikan dan karakter anak untuk menghindari bias gender dengan memperkenalkan pendidikan terhadap kesadaran gender terhadap anak-anak sejak dini, hal ini karena ditahun-tahun pertama kehidupan dan menanamkan nilai-nilai dan karakter yang dinilai baik di masyarakat.
Analisis Nilai Moral pada Kumpulan Cerpen Untaian Mutiara Khatulistiwa Karya Sahabat Minara
Alimuddin, Arman;
Khalik, suhartini;
R. Kasau, M. Nurzin;
Saifullah, Saifullah;
Lanta, Jumiati
Cakrawala Indonesia Vol 9 No 1 (2024): Mei-Oktober
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55678/jci.v9i1.1289
Abstrak: Analisis Nilai Moral pada Kumpulan Cerpen Untaian Mutiara Khatulistiwa Karya Sahabat Minara. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk-bentuk nilai moral dalam kumpulan cerpen Untaian Mutiara Khatulistiwa karya Sahabat Minara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan data berupa bentuk-bentuk nilai moral dalam kumpulan cerpen Untaian Mutiara Khatulistiwa karya Sahabat Minara. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan teknik pustaka dan teknik catat, setelah itu dilanjutkan dengan menganalisis data yang ditemukan. Berdasarkan hasil analisis data mengenai kumpulan cerpen Untaian Mutiara Khatulistiwa karya Sahabat Minara ditemukan empat bentuk nilai moral sesuai dengan teori Rachels (2004). Dalam penelitian ini, nilai moral kemurahan hati banyak ditemukan pada cerpen Rompi Putih Bulan Sabit karya Muh. Erwin, hal itu dikarenakan cerpen tersebut menceritakan tentang perjuangan seorang relawan medis asal Palestina yang dengan baik hatinya melakukan kewajibannya sebagai tanaga medis. Abstract: Analysis of Moral Values in the Short Story Collection Untaian Mutiara Khatulistiwa by Sahabat Minara. The aim of this research is to describe the forms of moral values in the short story collection Untaian Mutiara Khatulistiwa by Sahabat Minara. The method used in this research is a qualitative descriptive method to describe data in the form of moral values in the short story collection Untaian Mutiara Khatulistiwa by Sahabat Minara. The data collection technique in this research is using library techniques and note-taking techniques, after which it continues with analyzing the data found. Based on the results of data analysis regarding the short story collection Untaian Mutiara Khatulistiwa by Sahabat Minara, four forms of moral values were found in accordance with Rachels' (2004) theory. In this research, the moral value of generosity is often found in the short story Rompi Putih Bulan Sabit by Muh. Erwin, this is because the short story tells about the struggle of a medical volunteer from Palestine who kindly carries out his obligations as a medical worker.
Perpektif Mahasiswa terhadap Profil Dosen Bahasa Indonesia pada Era Society 5.0
Kurnia, Maya Dewi;
Afriyanti, Riskha;
Rosmaya, Elin;
Frananda, Muhamad
Cakrawala Indonesia Vol 9 No 1 (2024): Mei-Oktober
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55678/jci.v9i1.1322
Sebagai tenaga profesional, dosen harus memiliki empat kompetensi yang meliputi kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kompetensi kepribadian. Selain itu era society 5.0 dosen dituntut memiliki kecakapan teknologi. Kompetensi tersebut menentukan mutu akademik. Penelitian ini menjelaskan persepsi mahasiswa terhadap profil dosen pendidikan bahasa dan sastra Indonesia di era society 5.0. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Subjek dari penelitian ini seluruh mahasiswa tingkat dua pendidikan bahasa dan sastra Indonesia Universitas Swadaya Gunung Jati yang berjumlah 60 mahasiswa. Data dikumpulkan melalui angket selanjutnya dianalisis dengan model Miles and Huberman. Dari penelitian tersebut diketahui kompetensi pedagogik, kompetensi professional, kompetensi sosial, dan kepribadian dosen pendidikan bahasa dan sastra Indonesia Universitas Swadaya Gunung Jati berdasarkan perpektif mahasiswa tergolong baik.