cover
Contact Name
Jamiludin Usman
Contact Email
jamielsoedin@gmail.com
Phone
+6285336521427
Journal Mail Official
perdikan@iainmadura.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Panglegur km. 4 Pamekasan, Jawa Timur, Indonesia.
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
Perdikan: Journal of Community Engagement
ISSN : -     EISSN : 26849615     DOI : http://dx.doi.org/10.19105/pjce
PERDIKAN journal focuses on community engagement program and the manuscript is about applied knowledge or science in community to advance theories, research and practices related to all forms of outreach and engagement. Community engagement means services to society, applying of knowledge or science and technology based on their field, increasing the capacity of society and community empowerment. The PERDIKAN journal draws on existing issues from those varieties of field. This includes highlighting innovation of community empowerment, and reporting on engaged research, community-based research, action research, and community services, as well as improving the knowledge and practice in the field of purposive community engagement. The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. PERDIKAN particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows:1) Community Services, People/Society, and Local Food; 2) Less Developed Region; 3) Student Community Services; 4) Training for Sustainable Development; 5) Community Empowerment, Social Access possiblity, including Environmental Issues.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 79 Documents
Pemanfaatan potensi bambu sebagai pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis Asset Based Community Development di Desa Bringsang Giligenting Nabila Yuli Firdaus; Nasidatul Usriyah; Najwa Muqoddas; Nurul Huda Farisya; Orisa Sativa Nathifah; Muhammad Reza Ali Syah; Mujiburrohman Mujiburrohman; Noer Moh Bahrul Fauzi; Ria Astuti
PERDIKAN (Journal of Community Engagement) Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/pjce.v4i2.6868

Abstract

Bamboo is a very useful plant for the community's economic life. Traditionally, generally, bamboo can be used for various purposes, such as household utensils, handicrafts, and foodstuffs. Currently, the potential in the form of bamboo is abundant but still needs to be utilized by the community in Bringsang Village. Giligenting District, Sumenep Regency. This service-based research aims to carry out training and mentoring programs for the community regarding the utilization of bamboo assets as souvenirs with high economic value. The approach in this study uses the Aset Based Community Development (ABCD) method, which focuses on local assets, potential and domestic strengths. This research starts with production training, product branding training, and online and offline Marketing Training. This service-based research succeeded in creating souvenirs from bamboo in the form of key chains, decorative lights, figures, food plates, and drinking bottles with the branding "BAMBRING" Souvenirs typical of Bringsang. Through the role of Karang Taruna as a local group, this production process has the full support of the village government and other stakeholders. This product can be an alternative livelihood for the local community so that it can create products that have an impact on increasing mutual welfare.(Bambu merupakan tanaman yang sangat bermanfaat bagi kehidupan ekonomi masyarakat. Secara tradisional, umumnya bambu dapat digunakan untuk berbagai keperluan seperti peralatan rumah tangga, kerajinan tangan, dan bahan makanan. Saat ini, Potensi berupa bambu jumlahnya sangat melimpah namun masih belum dimanfaatkan oleh masyarakat di Desa Bringsang. Kec. Giligenting, Kab. Sumenep. Penelitian berbasis pengabdian ini bertujuan untuk melaksanakan program pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat mengenai pemanfaatan aset bambu menjadi kerajinan souvenir bernilai ekonomi tinggi. Pendekatan pada penelitian ini menggunakan metode Aset Based Community Development (ABCD) yang berfokus pada aset, potensi dan kekuatan lokal domestik. Penelitian ini dimulai dari pelatihan produksi, pelatihan branding produk, dan Pelatihan Pemasaran secara online dan offline. Penelitian berbasis pengabdian ini berhasil menciptakan souvenir dari bambu berupa gantungan kunci, lampu hias, figura, tepak makan, dan botol minum dengan branding “BAMBRING” Souvenir khas Bringsang. Melalui peran Karang Taruna sebagai local group, proses produksi ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa dan stakeholders lainnya. Produk ini dapat menjadi alternatif mata pencaharian masyarakat setempat sehingga dapat menciptakan produktifitas yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan bersama).
MENJAMU: pelatihan branding dan packaging produk unggulan desa Karangwungu sebagai penguat ekonomi masyarakat Anisa Ulfah; Selma Yusniah; Alfi Nur Lailatul Muthoharoh; Muhammad Akbar; Muhammad Rozaq
PERDIKAN (Journal of Community Engagement) Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/pjce.v4i2.7310

Abstract

Karangwungu Village, Karanggeneng District, Lamongan Regency, is one of the villages with great potential in developing Small and Medium Enterprises (Usaha Mikro Kecil Menengah). 18 household heads run a cottage industry by producing herbal medicine as well as tempeh and tofu as the village's main products. The cottage industry is quite promising as a support for the community's economy, but it is still carried out traditionally. This is because they do not know how to use information technology. For this reason, through the Kuliah Kerja Nyata (KKN) in 2021, training was carried out to increase their insight so that they can market and package products more attractively. This needs to be done so that the products can reach a wider range of consumers. The methods used are observation, training, and reflection. The training resulted in the branding name 'Menjamu' as a brand of herbal medicine, and the packaging design was made. The results of the reflection showed that the community felt enthusiastic and was greatly helped by the training because it could increase their insight regarding product branding and packaging. This is expected to increase the results of product marketing that can strengthen the community's economy.(Desa Karangwungu, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan, merupakan salah satu desa yang memiliki potensi besar dalam pengembangan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah). Terdapat 18 kepala keluarga yang menjalankan industri rumahan dengan memproduksi jamu herbal serta tempe dan tahu sebagai produk unggulan desa. Industri rumahan tersebut cukup menjanjikan sebagai penopang ekonomi masyarat, tetapi masih dijalankan dengan cara tradisional. Hal tersebut disebabkan pelakunya belum memiliki pemahaman terkait teknologi informasi. Untuk itu, melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada 2021, dilakukan pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan wawasan mereka agar dapat mem-branding dan mengemas produk dengan lebih menarik. Hal tersebut perlu dilakukan agar produk yang dihasilkan dapat menjangkau konsumen yang lebih luas. Metode yang digunakan ialah observasi, pelatihan, dan refleksi. Pelatihan menghasilkan nama branding ‘menjamu’ sebagai merek jamu herbal sekaligus pembuatan desain kemasannya. Hasil refleksi menunjukkan bahwa masyarakat merasa antusias dan sangat terbantu dengan diadakannya pelatihan karena dapat meningkatkan wawasan mereka terkait branding dan packaging produk. Hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan hasil pemasaran produk yang dapat menguatkan ekonomi masyarakat).
DPR (Dengar Pahami Rangkul): community-based intervention untuk meningkatkan kesehatan mental mahasiswa generasi Z di kelurahan Lawangan Daya kecamatan Pademawu kabupaten Pamekasan Ishlakhatus Sa'idah; Anna Aisa; Diana Vidya Fakhriyani; Sri Rizqi Wahyuningrum
PERDIKAN (Journal of Community Engagement) Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/pjce.v4i2.7705

Abstract

This community service activity aimed to provide an understanding of the importance of maintaining mental health and knowing mental health conditions regularly to Z-generation students in the Lawangan Daya sub-district, Pademawu Pamekasan. The method used in this community service activity was the DPR (Dengar, Pahami, Rangkul) method, which means Listen, Understand, and Embrace. This model was developed from the basic concept of Community-Based Intervention, which in its realization, was carried out through interactive dialogue activities, persuasive expository, group discussions, games, assignments, and mentoring. The results of this dedication received a positive response and impact on the participants. They became aware of the importance of maintaining mental health. In addition, the participants also recognized their strengths as one of the main factors in maintaining mental health. The recommendation for this activity is that it is necessary to hold similar activities with different participants and places. (Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga kesehatan mental dan mengetahui kondisi kesehatan mental secara berkala kepada mahasiswa generasi z di kelurahan Lawangan Daya kecamatan Pademawu Pamekasan. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah metode DPR (Dengar Pahami rangkul). Model ini dikembangkan dari konsep dasar Community-Based Intervention dimana dalam realisasinya dilakukan melalui aktivitas dialog interaktif, ekspositori persuasif, diskusi kelompok, permainan, penugasan dan pendampingan. Hasil pengabdian ini mendapat respon yang positif dan memberikan dampak yang signifikan bagi peserta. Mereka menjadi sadar akan pentingnya menjaga kesehatan mental. Selain itu, peserta juga mengetahui kekuatan diri masing-masing sebagai salah satu faktor utama dalam menjaga kesehatan mental. Rekomendasi kegiatan ini yaitu perlu diadakan kegiatan sejenis dengan peserta dan tempat yang berbeda.)
Pemberdayaan masyarakat melalui pendampingan program bedah rumah warga bersama Lazisnu Mundurejo Umbulsari Ahmad Zuhairuz Zaman Sadid; Mazidatul Ilmiyah; Silvi Santiani; Ika Lutfi Damayanti; Rosa Delia Rahmadhany; Waslul Abror; Howiyah Indrawati
PERDIKAN (Journal of Community Engagement) Vol. 5 No. 1 (2023): (In progress)
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/pjce.v5i1.6946

Abstract

Welfare is an order in social life where people feel prosperous, healthy, and peaceful. In terms of the reach of development for the community to meet the necessities of life, one of which is community empowerment through home renovation assistance. The problem of failing to meet the needs of proper housing for residents is a strong indicator of the not-yet prosperous condition of some residents of Mundurejo Village, Umbulsari District, Jember Regency. This activity involves related parties in making it happen, especially from social institutions established at the service location. The essence of this empowerment is to help residents who belong to the du'afa so that they can have an equal standard of living in terms of housing. This service uses the Empowerment-Based Research method, a community service space for empowerment based on research results in Mundurejo Village, Umbulsari District, Jember Regency. The house renovation assistance program aims to help people experiencing poverty who do not have decent homes live comfortably and safely. The result of this house renovation assistance was the implementation of the renovation of two houses owned by two residents of Mundurejo Village. They have become more livable houses, as well as the realization of the social awareness of Mundurejo Village in preserving cooperation activities as positive social capital. (Kesejahteraan hidup merupakan tatanan dalam penghidupan sosial di mana orang-orang merasakan keadaan yang makmur, sehat, dan damai. Dalam artian terjangkaunya pembangunan untuk masyarakat demi memenuhi kebutuhan hidup, salah satunya adalah pemberdayaan masyarakat melalui pendampingan bedah rumah. Permasalahan kurang terpenuhinya kebutuhan papan yang layak huni bagi warga adalah salah satu indikator kuat kondisi belum makmurnya sebagian warga masyarakat Desa Mundurejo Kecamatan Umbulsari Kabupaten Jember. Kegiatan ini melibatkan pihak-pihak terkait dalam mewujudkannya, terutama dari lembaga sosial yang telah berdiri di lokasi pengabdian. Inti dari pemberdayaan ini adalah untuk membantu warga yang tergolong kaum du'afa agar dapat sejajar taraf hidupnya dalam hal tempat tinggal. Pengabdian ini menggunakan metode Empowerment–Based Research, yaitu ruang pengabdian kepada masyarakat untuk pemberdayaan yang berpijak pada hasil riset di Desa Mundurejo Kecamatan Umbulsari Kabupaten Jember. Tujuan dari program pendampingan bedah rumah untuk membantu warga kaum du'afa yang tidak memiliki rumah layak huni agar dapat hidup dengan nyaman dan aman. Hasil dari pendampingan bedah rumah ini adalah terlaksananya renovasi dua rumah milik dua warga Desa Mundurejo sehingga menjadi rumah yang lebih layak huni, serta terwujudnya kesadaran masyarakat Desa Mundurejo dalam melestarikan kegiatan gotong-royong sebagai modal sosial yang positif.)
Pelatihan akuntansi keuangan desa berbasis SISKEUDES sebagai upaya peningkatan akuntabilitas pengelolaan keuangan di Desa Bicorong Pakong Pamekasan Ira Hasti Priyadi; Uly Mabruroh Halida; Firman Ardiansyah; Nur Faiqoh
PERDIKAN (Journal of Community Engagement) Vol. 5 No. 1 (2023): (In progress)
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/pjce.v5i1.8063

Abstract

Constitution number 6 of 2014 mandates that the village government has to be independent in managing the government system. In its journey, the Village Law made significant changes to village development. However, it cannot be denied that many village heads and village officials have received the spotlight due to their failure to carry out the mandate of the Village Law. The reason is that they do not understand the rules and the low quality of human resources who manage village finances. The purpose of organizing this activity is to educate and provide adequate knowledge to village officials in managing village finances. The approach or method used is Participatory Action Research (PAR), which starts from a site survey, analyzing problems, developing solutions, conducting training, and finally evaluating. From the implementation of the activities, it was found that the participants gained an understanding of village financial management and provided solutions to the problems they faced. The Village Financial System (SISKEUDES) can facilitate village officials in reporting village finances so that the reported finances can be transparent and accountable. (Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 mengamanahkan agar pemerintah desa bisa mandiri dalam mengelola sistem pemerintahannya. Dalam perjalanannya, UU Desa memberi perubahan cukup signifikan terhadap pembangunan desa. Namun juga tidak dapat dipungkiri, banyak kepala desa beserta aparat desa yang mendapat sorotan disebabkan gagal mengemban amanah UU Desa ini. Penyebabnya karena belum memahami aturan serta rendahnya kualitas sumber daya manusia yang mengelola keuangan desa. Tujuan penyelenggaraan kegiatan ini untuk mengedukasi dan memberikan pengetahuan yang memadai kepada aparat desa Bicorong dalam mengelola keuangan desa. Adapun pendekatan atau metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), yang dimulai dari survei lokasi, menganalisis permasalahan, menyusun solusi, mengadakan pelatihan, dan yang terakhir evaluasi. Dari pelaksanaan kegiatan diperoleh hasil bahwa peserta memperoleh pemahaman tentang pengelolaan keuangan desa serta memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi. Sistem Keuangan Desa (SISKEUDES) dapat mempermudah aparatur desa dalam pelaporan keungan desa sehingga keuangan yang dilaporkan dapat transparan dan akuntabel.)
Penguatan kajian keagamaan melalui kajian kitab Fikih Mabadi’: pendampingan keagamaan bagi jemaah musala Al-Hikmah Desa Serut Kecamatan Boyolangu Tulungagung Chusnul Chotimah; Miftahuddin
PERDIKAN (Journal of Community Engagement) Vol. 5 No. 1 (2023): (In progress)
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/pjce.v5i1.8351

Abstract

Apart from being a large religious and social capital, diverse community backgrounds, heterogeneous social and economic status, occupational professions, different levels of religious understanding, multicultural traditions, and culture are also prone to triggering conflict. Therefore, this needs to be fostered and strengthened by instilling the values of moderation in religious activities in a society that is full of tolerance, nationalism, and acceptance of local traditions and culture. Such an effort was made by the people of Serut Village through the pioneering study of the Islamic classic book, Mabadi Fiqh. With the participation research method beginning with the ideas and initiation of several religious figures and the support of the congregation in the midst of the COVID-19 pandemic, this idea continued into action and has been running consistently since March 2022. The results of a routine yellow book study are as follows: 1) ongoing development of religious awareness of the Al-Hikmah musala congregation; 2) obtaining religious understanding and religious awareness based on religious moderation as religious reinforcement; and 3) an increasingly strong atmosphere of religious life that is peaceful, tolerant, and adapted to local culture and traditions actualized in musala jama'ah Al-Hikmah and the surrounding community. (Latar belakang masyarakat yang beragam, status sosial, ekonomi, dan juga profesi pekerjaan yang heterogen, tingkat pemahaman keagamaan berbeda, tradisi dan budaya yang multikultur, selain menjadi modal sosial agama yang besar, juga rentan memicu timbulnya konflik. Oleh karena itu, hal tersebut perlu dipupuk dan dikuatkan dengan penanaman nilai-nilai moderasi dalam kegiatan-kegiatan keagamaan di masyarakat yang sarat akan nilai toleransi, wawasan kebangsaan, penerimaan terhadap tradisi dan budaya lokal. Upaya demikian dilakukan masyarakat Desa Serut melalui rintisan kajian kitab kuning Mabadi Fikih. Dengan metode participation research diawali dengan ide dan inisiasi beberapa tokoh agama serta dukungan jemaah, di tengah masa Pandemi Covid-19, gagasan ini berlanjut hingga ke aksi dan sudah berjalan secara istiqomah sejak bulan Maret 2022. Hasil dari kajian kitab kuning secara rutin adalah sebagai berikut: 1) berlangsungnya pembangunan kesadaran keberagamaan jemaah musala Al-Hikmah, 2) didapatkannya pemahaman keagamaan dan kesadaran keagamaan berbasis moderasi beragama sebagai penguatan keagamaan, dan 3) semakin kukuhnya suasana kehidupan beragama yang damai, toleran, dan adapted dengan budaya dan tradisi lokal teraktualisasi pada musala jama’ah Al-Hikmah dan masyarakat sekitar.)
Pemanfaatan aplikasi keuangan berbasis android untuk meningkatkan kualitas laporan keuangan UMKM komunitas PEKKA Aulia, Fena Ulfa; Rohmaniyah, Wasilatur; Kulsum, Ummu; Basuki, Yayuk
PERDIKAN (Journal of Community Engagement) Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/pjce.v5i2.9966

Abstract

The urgency of financial reports is unavoidable, especially for decision-making. Not only for large-scale business entities, but the MSME scale is also essential for compiling financial reports, including MSMEs, which are carried out by PEKKA members/communities in Sampang. This study aims to provide an understanding of the urgency of financial reports and practically provide training in using an easy-to-use Android-based financial reporting application to record financial transactions and prepare financial reports through the Si APIK application. This mentoring research uses the Participatory Action Research (PAR) method by analyzing problems and offering solutions. The results of this study indicate that by using the Si APIK application, members of the PEKKA Community can easily improve financial reporting information following SAK EMKM.[Urgensi akan kebutuhan laporan keuangan merupakan suatu hal yang tidak dapat dihindari lagi terutama untuk pengambilan keputusan. Tidak hanya untuk entitas bisnis berskala besar, pun skala UMKM juga penting untuk menyusun laporan keuangan termasuk UMKM yang dilakukan oleh anggota/ komunitas PEKKA di Kabupaten Sampang.Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang urgensi laporan keuangan dan aplikasi berbasis android yang mudah digunakan untuk mencatat transaksi- transaksi keuangan dan meyusun laporan keuangan melalui aplikasi Si APIK. Metode yang digunakan dalam penelitian pendampingan ini yaitu PAR, dengan menganalisis masalah dan menawarkan solusi dari masalah yang dihadapi. Hasil penelitian ini menunjukkan dengan penggunaan aplikasi Si APIK, para anggota di Komunitas PEKKA dapat meningkatkan informasi laporan keuangan sesuai SAK EMKM dengan mudah.]
Peningkatan pemahaman batas usia perkawinan dalam UU 16/2019 dan persiapan mental pra nikah santri Daarul Lughoh Palengaan Pamekasan El Amin, Faris; Rahmawati, Theadora; Hosen; Fauzi, Achmad; Susylawati, Eka; Saputri, Videa Dewi; Yaqin, Ainol
PERDIKAN (Journal of Community Engagement) Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/pjce.v5i2.10122

Abstract

The latest law on marriage No. 16 of 2019 confirms that marriage can be legalized if the man and woman have reached the age of 19. However, this new regulation is still not widely known by the public, especially teenagers. This article is the result of community service activity in the form of outreach. The purpose of this community service is to provide understanding to students regarding the age limit for marriage and mental preparation in facing marriage, as well as preventing early marriage for teenagers at Daarul Lughoh Islamic Boarding School, Akkor Village, Palengaan Sub-District. This event has great benefits in increasing students' understanding of the importance of physical and mental preparation before going into a marriage, because a marriage is not only based on the principle of liking each other and consensual. Instead, a married life will definitely deal with many challenges and problems. Therefore, then it takes a mature personality and mentality to manage household life within the framework of sakinah mawaddah wa rahmah. (Undang-undang terbaru tentang perkawinan no 16 tahun 2019 menegaskan bahwa perkawinan dapat diizinkan apabila laki-laki dan wanita sebagai calon mempelai telah mencapai usia 19 tahun. Namun, peraturan baru ini masih belum banyak diketahui oleh masyarakat, khususnya para remaja. Artikel ini merupakan hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk sosialisasi. Adapun tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pemahaman kepada santri terkait batas usia perkawinan dan persiapan mental dalam menghadapi perkawinan, serta mencegah adanya pernikahan dini dari para remaja di pondok pesantren Daarul Lughoh Desa Akkor Kecamatan Palengaan. Acara ini dinilai mempunyai manfaat yang besar dalam meningkatkan pemahaman para santri akan pentingnya persiapan fisik dan mental sebelum melangsungkan pernikahan, karena sebuah pernikahan bukan hanya didasari atas prinsip suka sama suka saja. Akan tetapi, perlu disadari bahwa kehidupan pernikahan akan mengalami banyak tantangan dan masalah dalam bahtera rumah tangga sehingga dibutuhkan kepribadian dan mental yang dewasa untuk mengatur kehidupan rumah tangga dalam bingkai sakinah mawaddah wa rahmah.)
Improving high school students’ basic skills to analyze nutrition value labels of food products Sulandjari, Siti; Indrawati, Veni; Sholihah, Lini; Pratama, Satwika Arya
PERDIKAN (Journal of Community Engagement) Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/pjce.v5i2.10443

Abstract

The nutrition label is important for commercial food products to be available in the market and is compulsory to be included in the package. This paper's objective is to present the training description and its effectiveness in improving students' knowledge regarding creating nutrition labels for food products based on BPOM regulation. An experimental with Community Based Research approach was used in this study. A total of 26 female students from Senior High School (SHS) 1 Karas were involved in a one-day training. Based on the observation, most students were fairly participated during the training (33.4%). There was a significant increase in the respondents' knowledge after vs. before the training (45.77 vs. 32.69, p-value<0.05). We found a trend that students who performed low participation tended to have a lower post-test score. The student's participation during the training seems to correlate positively with the post-test score. We confirmed this relationship with Spearman rho's test, in which the correlation was 0.85 (p-value<0.05), suggesting that the correlation was strong enough. Our study demonstrated that one training session had a significant impact on the first-grade SHS students' knowledge of analyzing the nutrition value label on the food product. Engaging students to participate in the class actively can enhance the student's understanding. More intensive training with innovative methods that facilitate shy students.
Workshop media pembelajaran berbasis kurikulum merdeka untuk meningkatkan Technological Knowledge (TK) Guru SDN No. 60 Lembang AR, Rezki Amaliyah; Murtafiah; Amin, Nursafitri; K, Nur Rahma; Radiah; Nurhikma; Rahmawati, Lili; Rahma, Siti
PERDIKAN (Journal of Community Engagement) Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/pjce.v5i2.10493

Abstract

Implementing the Merdeka Belajar curriculum requires teachers to master technology (technological knowledge) in learning. However, until now, many teachers in schools still have not optimally mastered technology to carry out learning due to a lack of understanding of using information technology-based learning media. This condition impacts the learning process ineffectiveness due to the learning loss during the coronavirus pandemic and students' enthusiasm for learning because they cannot study independently at home. To resolve the issue, it is necessary to improve the ability of teachers to manage the learning process by utilizing information technology-based learning media, such as e-books based on multimedia learning. Through the Participatory Action Research, the service activities were carried out by conducting workshops and teacher assistance in designing information technology-based learning media in the form of e-books or flipbooks that contain multimedia content with the help of the Canva-heyzine application. The results revealed that there was an increase in teachers' technological abilities in designing multimedia-based learning media.(Penerapan kurikulum merdeka belajar menuntut guru untuk menguasai teknologi (technological knowledge) dalam pembelajaran. Namun, hingga saat ini, penguasaan teknologi untuk melaksanakan pembelajaran masih banyak yang belum optimal karena kurangnya pemahaman menggunakan media pembelajaran yang berbasis teknologi informasi. Kondisi ini berimbas kepada kurang efektifnya proses pembelajaran yang mengakibatkan terjadinya learning loss di masa pandemi virus corona dan berkurangnya semangat belajar siswa karena tidak mampu belajar secara mandiri di rumah. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka perlu meningkatkan kemampuan guru dalam mengelolah proses pembelajaran dengan memanfaatkan media-media pembelajaran berbasis teknologi informasi seperti penggunaan e-book berbasis multimedia pembelajaran. Dengan pendekatan Participatory Action Research, kegiatan pengabdian dilakukan menggunakan metode workshop dan pendampingan guru dalam mendesain media pembelajaran yang berbasis teknologi informasi berupa e-book berbentuk flipbook yang memuat konten multimedia dengan bantuan aplikasi canva-heyzine. Sasaran peserta workshop adalah guru-guru SDN No. 60 Lembang. Hasil yang diperoleh setelah melaksanakan kegiatan ini yaitu terdapat peningkatan kemampuan teknologi guru dalam mendesain media pembelajaran berbasis multimedia.)