cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 2,415 Documents
Dampak Keluarga Perokok Aktif dan Status Gizi Balita dengan Kejadian Ispa Pada Balita Hasmita Hasmita; Hilma Yessi; Mike Asmaria; Kheniva Diah Anggita; Sandra Dewi; Prima Yose; Rika Armalini
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.43917

Abstract

Dampak rokok tidak hanya mengancam siperokok tetapi juga orang sekitarnya atau perokok pasif, termasuk balita yang tinggal bersama siperokok. Salah satu masalah yang seringkali timbul pada balita akibat paparan asap rokok adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dampak anggota keluarga perokok aktif dan status gizi balita dengan kejadian ISPA pada balita. Jenis penelitian ini Analitik dengan metode penelitian Cross sectional . Penelitian ini dilaksanakan di Pasar Sungai Geringging pada 27 April- 4 Mei 2020. Jumlah sampel 30 balita diambil secara Accidental sampling. Pengumpulan data diambil dengan cara mengambil data sekunder dengan membagikan kuesioner dan wawancara. Pengolahan data univariat dan bivariate dilakukan manual dengan analisa data uji statistic chi- square X2 hitung < X2 tabel. Hasil analisi univariat ditemukan dari 30 responden terdapat 56,6 % memiliki anggota keluarga perokok aktif, 66,6 % balita berstatus gizi baik dan 63,3 % balita tidak mengalami ISPA. Hasil analisis bivariat ditemukan nilai X2 Hitung (X2 Hitung > 3,841) artinya ada hubungan yang bermakna antara anggota keluarga perokok aktif (X2 Hitung= 13,25) dan status gizi balita (X2 Hitung=4,1) dengan kejadian ISPA. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ternyata ada dampak anggota keluarga perokok aktif dan status gizi balita dengan kejadian ISPA pada balita. Diharapkan tenaga kesehatan agar melakukan pembenahan perilaku orangtua terhadap ISPA, menyarankan orang tua untuk tidak merokok di dalam rumah dan mengedukasi para orang tua untuk mencukupi kebutuhan gizi balitanya. Balita yang mempunyai keluarga perokok 12 kali lebih tinggi beresiko ISPA.
Hubungan Anemia dengan Kualitas Hidup Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisa di RS Royal Prima Medan Tahun 2024 Intan Permata Sari Hulu; Serly Novela Nasution; Rina Aprina; Selvi Juliyanti Laia; Alfonsus Loi; Evalatifah Nurhayati
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.43959

Abstract

Penyakit Ginjal Kronik (PGK) adalah kondisi medis di mana laju penyaringan dan filtrasi ginjal menurun dalam kurun waktu tiga bulan atau bahkan lebih. Gagal ginjal kronik tidak memiliki gejala khusus atau indikasi yang jelas saat penyakitnya berkembang. Ketika laju filtrasi glomerulus mencapai kurang dari 60 mL/menit/1,73 m2 selama lebih dari tiga bulan maka akan terjadi gagal ginjal kronik dan fungsi ginjal akan rusak sehingga tidak dapat diperbaiki. Anemia adalah salah satu komplikasi berisiko tinggi yang disebabkan oleh penyakit gagal ginjal; sekitar 80 hingga 90% pasien mengalami anemia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan anemia dengan kualitas hidup pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RS Royal Prima Medan tahun 2024. Penelitian deskriptif korelatif dengan pendekatan cross-section. Penelitian ini melibatkan 57 sampel. Selanjutnya, metode univariat dan bivariat digunakan untuk menganalisis data yang telah dikumpulkan. Setelah uji chi-square, ditemukan bahwa nilai p-value 0,000 < 0,05, yang menunjukkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan yaitu hubungan anemia dengan kualitas hidup pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa. Kata Kunci: gagal ginjal kronik, anemia, kualitas hidup
Praktik Perawatan Diri Pada Orang Tua dengan Anak Talasemia Mayor Usia Sekolah di Bandung Raya Ardiansyah Ekaputra Suryadi; Ai Mardhiyah; Nina Sumarni
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.43972

Abstract

Latar belakang: Talasemia pada anak tidak hanya berdampak pada kehidupan anak, tetapi juga mempengaruhi kesejahteraan orang tua. Sebagai caregiver, orang tua menghadapi berbagai tantangan yang berdampak pada kesehatan fisik, emosional, dan mental, sehingga sering kali kurang memiliki waktu untuk melakukan praktik perawatan diri (self-care). Perawatan diri yang baik berkorelasi dengan kesejahteraan yang baik pada orang tua dan perawatan terhadap anak. Tujuan: Penelitian deskriptif kuantitatif ini bertujuan untuk mengetahui praktik perawatan diri orang tua yang memiliki anak dengan talasemia usia sekolah di Bandung Raya. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan survei deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian dilakukan menggunakan teknik purposive sampling pada orang tua dengan anak talasemia usia sekolah di Bandung Raya. Penelitian di lakukan pada seting komunitas yang di kumpulkan melalui Perhimpunan Orang Tua Penderita Thalasemia Indonesia (POPTI). Alat ukur penelitian menggunakan Caregiver Well-Being Scale (CWBS) yang diadaptasi dari Tebb (2013) dengan koefisien realibilitas (α=0.865). Analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif.. Hasil:  Sebanyak 84 orang tua dengan anak talasemia dianalisis pada penelitian ini. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar orang tua yang memiliki anak talasemia mayor usia sekolah masih berada pada tingkat praktik perawatan diri yang buruk (51,2%). Perawatan diri dimensi fisik, emosional, dan relasional memiliki hasil dominan buruk, sementara pada dimensi psikologis dan profesional menunjukan hasil baik lebih banyak, dan pada dimensi spiritual memiliki distribusi yang seimbang antara baik dan buruk. Simpulan: Praktik perawatan diri pada orang tua dengan talasemia masih menunjukan praktik yang rendah. Dengan demikian diperlukan program yang mendukung peningkatan perawatan diri orang tua di komunitas. Kata kunci: anak usia sekolah, praktik perawatan diri, talasemia.   Abstract Background: Thalassemia in children not only affects their lives but also impacts the well-being of their parents. As caregivers, parents face various challenges that affect their physical, Emotional, and mental health, often leaving them with little time to engage in self-care practices. However, good self-care practices are essential for improving their well-being and ensuring optimal care for their children. Objective: This study aims to survey the self-care practice among parents with thalassemia children In Bandung. Methods: This study used a quantitative descriptive approach.  The sample of this study use purposive sampling among  parents with with school-age children diagnosed with major thalassemia in Bandung area. This study was collected in the community setting through Perhimpunan Orang Tua Penderita Talasemia Indonesia (POPTI), This study was measured using the Caregiver Well-Being Scale (CWBS), adapted from Tebb (2013) with a reliability coefficient of α=0.865. Data analysis was conducted using univariate testing with frequency distribution. Results: The study involved 84 parents with children thalassemia. The results showed that the majority of parents with school-age children diagnosed with major thalassemia had bad self-care practices (51.2%). The physical, emotional, and relational self-care dimensions predominantly showed bad results, while the psychological and professional dimensions had a higher proportion of good results. Meanwhile, the spiritual self-care dimension showed a balanced distribution between good and bad categories. Conclusion: The self-care among parents with thalassemia showed low level. Therefore, the program aimed to improve self-care among parents are needed, especially in community setting.
Penguatan Standar Pengendalian Pencegahan Infeksi dan Pendekatan Inovatif untuk Mengatasi Infeksi Silang dalam Praktik Kedokteran Gigi: Literature Review Farista Widyastuti; Robiana Modjo
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.43973

Abstract

Latar Belakang: Praktik kedokteran gigi memiliki risiko tinggi terhadap infeksi silang yang dapat membahayakan pasien dan tenaga kesehatan. Penularan terjadi melalui kontak langsung, aerosol, atau permukaan yang terkontaminasi. Meskipun protokol pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) telah menjadi standar, implementasi di lapangan masih menghadapi berbagai tantangan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan PPI dalam praktik kedokteran gigi, mengidentifikasi celah kepatuhan, serta mengeksplorasi potensi pendekatan inovatif untuk meningkatkan keselamatan pasien dan tenaga medis. Metode: Tinjauan literatur dilakukan secara sistematis dengan mengikuti pedoman PRISMA. Kajian ini mencakup studi yang dipublikasikan antara tahun 2020 hingga 2025, menggunakan pendekatan kerangka PICO untuk memastikan relevansi dengan topik. Basis data seperti Google Scholar, Scopus, ScienceDirect, dan ProQuest digunakan untuk mengidentifikasi artikel yang sesuai. Hasil: Dari 297 artikel yang diidentifikasi, 11 studi memenuhi kriteria inklusi. Temuan menunjukkan bahwa meskipun tingkat pengetahuan dan kesadaran tenaga kesehatan tentang PPI relatif tinggi, kepatuhan terhadap langkah-langkah seperti penggunaan APD, sterilisasi alat, dan pengelolaan lingkungan klinis masih perlu ditingkatkan. Hambatan utama meliputi keterbatasan fasilitas, kurangnya pelatihan teknis, dan biaya teknologi modern. Kesimpulan: Penguatan PPI memerlukan pendekatan terpadu melalui edukasi berbasis bukti, dukungan fasilitas, dan penerapan teknologi inovatif seperti suction HVE, filter HEPA, dan pelatihan berbasis teknologi. Selain itu, dukungan organisasi dan kebijakan yang jelas sangat penting untuk memastikan implementasi yang optimal. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi risiko infeksi silang dan meningkatkan keselamatan praktik kedokteran gigi.
Hubungan Hiperemesis Gravidarum Dengan Status Gizi Pada Ibu Hamil Trimester I di Rumah Sakit Umum Daerah Teuku Peukan Aceh Barat Daya Anasril Anasril; Maryono Maryono; Tri Mulyono Herlambang; Khairunnisak Khairunnisak
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.43979

Abstract

Hiperemesis gravidarum merupakan salah satu tanda dan gejala kehamilan yang umum terjadi pada ibu hamil pada awal kehamilan trimester I. Hiperemesis gravidarum biasanya ditandai dengan mual muntah saat hamil muda pada beberapa kasus dapat berlanjut sampai kehamilan trimester kedua dan ketiga tapi itu jarang terjadi. Hiperemesis gravidarum dapat dipengaruhi oleh beberapa asupan diantaranya adalah asupan karbohidrat, asupan protein, asupan lemak jenuh, asupan asam lemak omega-3, asupan asam lemak omega-6, dan asupan vitamin B6. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan hiperemesis gravidarum dengan status gizi pada ibu hamil Trimister I di Rumah Sakit Umum Daerah Teuku Peukan Aceh Barat Daya. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan crossectional study. Dilakukan pada 64 orang ibu hamil trimester I menggunakan metode accidental sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pita LILA dan Indeks PUQE. Analisis menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil mengalami hiperemesis ringan yaitu sebanyak 59,4 % dan tidak mengalami KEK sebanyak 75%. Hasil uji chi square menunjukkan nilai p= 0,002 (< 0,05).) artinya ada hubungan yang signifikan antara hiperemisis gravidarum dengan status gizi ibu hamil. Disarankan kepada ibu hamil untuk memprioritaskan peningkatan program kesehatan dalam upaya meningkatkan status gizi ibu hamil dan mengurangi hiperemesis gravidarum
Pengaruh Film Pendek Berbahasa Palembang Terhadap Pengetahuan Mahasiswa Tentang Pencegahan Kekerasan Seksual Jum Natosba; Jaji Jaji; Zulian Effendy
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.44019

Abstract

Kekerasan seksual adalah masalah serius dan kompleks yang kini mulai menyebar di lingkungan universitas. Jika tidak ditangani dengan serius, hal ini dapat merugikan seseorang secara fisik, psikologis, dan sosial. Salah satu upaya untuk mengatasi hal ini adalah dengan meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa tentang pencegahan dan penanganan kekerasan seksual. Studi ini menggunakan bahasa Palembang sehari-hari sebagai media untuk pendidikan kesehatan karena dapat memberikan gambaran tentang kejadian nyata dalam waktu singkat. Selain itu, penggunaan bahasa dalam film ini memiliki potensi untuk melestarikan bahasa Palembang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh pemutaran film pendek di Palembang terhadap pengetahuan siswa dalam pencegahan dan penanganan kekerasan seksual. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain pre-eksperimental satu kelompok pretest-post test. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 30 mahasiswa di Universitas Sriwijaya, kampus Indralaya. Responden dipilih menggunakan metode pengambilan sampel acak. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner pengetahuan. Analisis statistik dalam penelitian ini untuk variabel pengetahuan menggunakan Uji Wilcoxon Signed-Rank. Hasil menunjukkan bahwa nilai p adalah 0,000 <0,05. Jadi dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh signifikan dari pemutaran film pendek di Palembang terhadap pengetahuan siswa mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan seksual. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi pilihan bagi Satgas PPKS dalam memilih media edukasi kesehatan untuk menangani kekerasan seksual. Kata Kunci: Budaya Palembang; film pendek; kekerasan seksual Abstract Sexual violence is a serious and complex problem that is now starting to spread in the university environment. If not handled seriously, it can harm someone physically, psychologically and socially. One effort to overcome this is by increasing students' knowledge and attitudes about the prevention and handling of sexual violence. This study uses everyday Palembang language as a medium for health education because it can provide a picture of real events in a short time. In addition, the use of language in this film has the potential to preserve the Palembang language. The purpose of this study was to determine the effect of showing short films in Palembang on students' knowledge in the prevention and handling of sexual violence. This study is a quantitative study with a pre-experimental one group pretest-post test design. The number of samples in the study was 30 students at Sriwijaya University, Indralaya campus. Respondents were selected using the random sampling method. The instrument used in this study was a knowledge questionnaire. Statistical analysis in this study for the knowledge variable used the Wilcoxon Signed-Rank Test. The results showed that the p value was 0.000 <0.05. So it can be concluded that there is a significant effect of showing short films in Palembang on students' knowledge regarding the prevention and handling of sexual violence. The results of this study are expected to be an option for the PPKS Task Force in selecting health education media to address sexual violence. Keywords: Palembang culture; short film; sexual violence
Delayed Endophthalmitis Due To Severe Corneal Ulcer Carnetta Andira Pramadhari; Irastri Anggraini
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.44025

Abstract

Globally, an estimated 1.2–2.0 million cases of infectious keratitis occur annually, with delayed treatment leading to endophthalmitis in 6–12% of cases. Endophthalmitis is an ophthalmological emergency condition that occurs due to severe intraocular inflammation caused by infection. This condition requires immediate intervention to prevent permanent blindness. In Indonesia, corneal ulcers rank as the second-leading cause of blindness nationally, with 30–40% of cases linked to agricultural injuries. Delayed corneal ulcer management can lead to complications like endophthalmitis. This study highlights the importance of understanding and early intervention regarding endophthalmitis associated with ophthalmological emergencies that can result in blindness. We reported a 66-year-old man with a history of eye contact with rice had gone to the community health center, but it could not be treated. Came to the Wongsonegoro Hospital Ophthalmology Clinic with complaints of constant pain in his left eye for the last month. Visual acuity OD 6/60 and OS 1/~ LP. Ophthalmological examinations of the left eye revealed mixed injection, hypopyon in COA in the anterior and posterior segment involvement with elevated digital IOP. Infiltrative ulcer lesions were observed at 1–6 o'clock in the temporal region. Funduscopic examination was not performed. He received analgesics, antibiotics, vitamin C, and artificial tears and was planned for evisceration.
Perbedaan Simulated Based Education (SBE) dan Problem Based Learning (PBL) tentang Cardio Pulmonary Resuscitation (CPR) terhadap Pengetahuan dan Skill CPR pada Mahasiswa Keperawatan Esri Rusminingsih; Nur Wulan Agustina; Endang Sawitri
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.44044

Abstract

Cardio Pulmonary Resuscitation (CPR) merupakan tindakan segera untuk tercapainya Return of Spontaneous Circulation (ROSC). Kemampuan CPR tenaga medis menentukan keberhasilan resusitasi dan meningkatkan kelangsungan hidup pasien. Penting bagi perawat memiliki pengetahuan dan skill CPR yang berkualitas (High Quality CPR). Pengetahuan dan skill CPR diperoleh dari berbagai metode pembelajaran, diantaranya dengan metode Simulation Based Education.Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi perbedaan metode pembelajaran SBE dan PBL tentang CPR terhadap Pengetahuan dan Skill CPR pada mahasiswa DIII Keperawatan. Penelitian ini menggunakan design quasi eksperiment with comparison group dengan populasi mahasiswa DIII Keperawatan tingkat I semester II. Pengambilan sampel menggunakan simple random sampling berjumlah 29 responden yang dibagi 2 kelompok, yaitu 14 orang kelompok SBE dan 15 orang kelompok PBL. Instrumen untuk mengukur pengetahuan CPR didasarkan pada guideline American Heart Association, dan skill CPR dinilai menggunakan check list standar operasional prosedur (SOP) CPR. Hasil penelitian terdapat perbedaan bermakna tingkat pengetahun sebelum dan sesudah intervensi (p=0,001). Tidak terdapat perbedaan metode pembelajaran SBE dengan PBL terhadap tingkat pengetahuan CPR (p=0,114). Rerata skor skill CPR pada kelompok SBE 97,57, dan kelompok PBL 35,73. Terdapat perbedaan bermakna antara metode pembelajaran SBE dengan PBL terhadap skill BLS mahasiswa Prodi DIII Keperawatan (p=0,001). Kata Kunci: Pengetahuan, Skill CPR, SBE, PBL
Analisis Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kinerja Pegawai Puskesmas di Kota Samarinda Agustina Simanangi Pamowa; Ratno Adrianto; Akhmad Azmiardi; Irfansyah Baharuddin Pakki; Rahmat Bakhtiar; Ida Ayu Indira Dwika Lestari
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.44055

Abstract

Tantangan yang dihadapi Puskesmas dalam meningkatkan kinerja karyawan cukup kompleks. Beberapa kendala yang sering dihadapi termasuk beban kerja yang tinggi, keterbatasan sumber daya manusia, serta fasilitas yang kurang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja pegawai Puskesmas di Kota Samarinda. Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini ialah seluruh pegawai Puskesmas Sidomulyo, Puskesmas Remaja, Puskesmas Karang Asam dan Puskesmas Segiri dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sebanyak 169 orang. Analisa data dilakukan dengan menggunakan analisa univariat dengan distribusi frekuensi, analisa bivariat dengan uji chi square dan analisa multivariat dengan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan faktor yang berhubungan adalah kompetensi (p=0,010), motivasi (p=0,017), kepemimpinan (p=0,020), disiplin kerja (p=0,005), budaya organisasi (p=0,003) dan lingkungan kerja (p=0,011). Sedangkan faktor yang tidak berhubungan ialah kemampuan (p=0,228) dan penghargaan (p=0,420). Faktor yang paling dominan dalam penelitian ini ialah kompetensi (p = 0,003, OR= 18,289) yang berarti pegawai dengan kompetensi yang baik memiliki kemungkinan 18,3 kali lebih besar untuk memiliki kinerja yang baik dibandingkan dengan pegawai yang kompetensinya kurang.
Peran Pendekatan Kedokteran Keluarga dalam Peningkatan Pelayanan Kesehatan di Layanan Primer : Literature Review Danar Wahyu Giwang Katon; Dumilah Ayuningtyas
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.44188

Abstract

Pendahuluan : Pendekatan kedokteran keluarga dalam pelayanan kesehatan primer. Tujuan : untuk meningkatkan akses, efektivitas, dan kualitas layanan kesehatan. Studi ini merupakan tinjauan literatur yang mengeksplorasi peran kedokteran keluarga dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan primer dan pengelolaan penyakit kronis. Metode yang digunakan adalah tinjauan sistematis dengan mengikuti pedoman PRISMA. Pencarian literatur dilakukan melalui berbagai basis data ilmiah, dengan kriteria inklusi mencakup studi yang membahas peran kedokteran keluarga dalam layanan primer dan manajemen penyakit tidak menular. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendekatan kedokteran keluarga berkontribusi terhadap peningkatan akses layanan kesehatan, efektivitas pengelolaan penyakit kronis, serta koordinasi perawatan multidisiplin. Kedokteran keluarga berperan dalam deteksi dini, edukasi pasien, dan pemantauan kesehatan jangka panjang. Selain itu, pendekatan berbasis komunitas dan teknologi kesehatan, seperti e-health, mendukung keberlanjutan layanan. Meskipun demikian, tantangan seperti keterbatasan sumber daya manusia, kurangnya kebijakan pendukung, dan beban kerja tinggi masih menjadi kendala dalam implementasi yang optimal. Kesimpulan:  pendekatan kedokteran keluarga memiliki potensi besar dalam memperkuat sistem pelayanan kesehatan primer. Diperlukan kebijakan yang mendukung penguatan layanan primer, peningkatan jumlah tenaga medis, serta pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan akses dan efektivitas layanan kesehatan. Kata Kunci: Kedokteran keluarga, layanan kesehatan primer, penyakit tidak menular, manajemen penyakit kronis.