cover
Contact Name
Avid Leonardo sari
Contact Email
goacademica@gmail.com
Phone
+6281221512892
Journal Mail Official
goacademica@gmail.com
Editorial Address
Jln. Cibolerang 2, Cileunyi - Bandung - Jawa Barat - Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Papatung : Jurnal Ilmu Administrasi Publik, Pemerintahan dan Politik
ISSN : -     EISSN : 27150186     DOI : https://doi.org/10.660303/japp
Core Subject : Humanities, Social,
Jurnal Papatung : Jurnal Ilmu Administrasi Publik, Pemerintahan dan Politik is an open access and peer-reviewed Journal, JAPP is scientific journal that contains the results of theoretical research and studies on Government, Politics and Public Administration. Managed by GlobalWriting Academica Consulting and Publishing. Focus and Scope Jurnal Papatung : Jurnal Ilmu Administrasi Publik, Pemerintahan dan Politik is a multi-disciplined journal focused on the study of Government, Politics and Public Administration in Indonesia, Asia and The World. The journal publishes theoretical and empirical research articles intending to promote and disseminate academic atmosphere in and on the region. The journal publication includes articles, research notes, notices on conferences, workshops and seminars, and book reviews.
Articles 193 Documents
PENDIDIKAN MODERASI ISLAM DI PERGURUAN TINGGI: KONSEP, IMPLEMENTASI, DAN DAMPAKNYA Suhendi, Saca
PAPATUNG: Jurnal Ilmu Administrasi Publik, Pemerintahan dan Politik Vol 7 No 2 (2024): PAPATUNG Volume 7 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : GoAcademica Research dan Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/japp.v7i2.1257

Abstract

Pendidikan moderasi di perguruan tinggi menjadi isu yang semakin penting di tengah tantangan sosial-politik yang penuh dengan polarisasi dan radikalisasi. Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membentuk karakter mahasiswa yang inklusif, toleran, dan dapat hidup berdampingan dalam keberagaman. Implementasi nilai moderasi melalui kebijakan institusional, kurikulum, serta partisipasi aktif mahasiswa dapat memperkuat kohesi sosial dan menjaga stabilitas nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menggali peran pendidikan moderasi dalam pembentukan karakter mahasiswa dan dampaknya terhadap kehidupan sosial dan keberlanjutan bangsa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menganalisis data dari berbagai sumber yang relevan, termasuk studi terdahulu dan dokumen terkait. Data yang terkumpul kemudian dianalisis untuk memahami proses, tantangan, dan dampak pendidikan moderasi di perguruan tinggi. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa pendidikan moderasi memiliki potensi besar dalam mencegah radikalisasi dan memperkuat kohesi sosial di kalangan mahasiswa. Pendidikan ini berperan penting dalam membentuk lulusan yang lebih inklusif, menghargai keberagaman, dan mampu menjadi pemimpin yang berpandangan terbuka. Oleh karena itu, integrasi nilai moderasi dalam sistem pendidikan tinggi sangat penting untuk menjaga stabilitas demokrasi dan keberlanjutan bangsa.
REVOLUSI AI DALAM PENDIDIKAN: BAGAIMANA CHATGPT DAN TEKNOLOGI LAINNYA MENGUBAH METODE PENGAJARAN DI INDONESIA? Chandra, Yulie Neila; Wijayanti, Gustini; Hartati, C. Dewi; Simbolon, Bintang R.; Gymnastiar, Iman Ahmad
PAPATUNG: Jurnal Ilmu Administrasi Publik, Pemerintahan dan Politik Vol 8 No 1 (2025): PAPATUNG Volume 8 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : GoAcademica Research dan Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/japp.v8i1.1258

Abstract

Transformasi teknologi digital telah membawa dampak signifikan terhadap sistem pendidikan, termasuk di Indonesia. Kehadiran kecerdasan buatan seperti ChatGPT mulai mengubah cara guru mengajar dan siswa belajar di berbagai jenjang pendidikan. Perubahan ini menimbulkan kebutuhan untuk memahami secara lebih dalam bagaimana AI memengaruhi praktik pembelajaran dan struktur pendidikan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak revolusi AI terhadap metode pengajaran di Indonesia, serta implikasinya terhadap peran guru, siswa, dan kebijakan pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengkaji berbagai literatur dan hasil penelitian terdahulu yang relevan. Analisis dilakukan untuk menggali dinamika penerapan AI dalam konteks pendidikan Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru mengalami pergeseran dari penyampai materi menjadi fasilitator pembelajaran berbasis teknologi, sementara siswa menunjukkan peningkatan akses terhadap pengetahuan dan pola belajar yang lebih mandiri. Namun, tantangan seperti keterbatasan infrastruktur, kesenjangan literasi digital, dan resistensi terhadap perubahan tetap menjadi hambatan utama.
EVALUASI SISTEM SUPERVISI AKADEMIK DALAM MENINGKATKAN KINERJA TENAGA PENDIDIK DI MADRASAH Suryana, Aep Tata
PAPATUNG: Jurnal Ilmu Administrasi Publik, Pemerintahan dan Politik Vol 5 No 3 (2022): PAPATUNG Volume 5 Nomor 3 Tahun 2022
Publisher : GoAcademica Research dan Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/japp.v5i3.1148

Abstract

Supervisi akademik di madrasah merupakan instrumen penting dalam meningkatkan kualitas kinerja tenaga pendidik. Namun dalam pelaksanaannya, masih ditemukan berbagai hambatan seperti ketimpangan sumber daya, beban kerja tinggi, dan kurangnya pelatihan bagi pelaksana supervisi. Ketidaksesuaian antara kebijakan administratif dan kondisi riil di lapangan turut memperlemah efektivitas supervisi dalam mendukung profesionalisme guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem supervisi akademik dalam meningkatkan kinerja pendidik di lingkungan madrasah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengkaji data-data dari hasil penelitian terdahulu dan sumber-sumber relevan. Analisis dilakukan secara mendalam untuk mengidentifikasi pola, tantangan, serta arah perbaikan supervisi akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi akademik yang dilakukan secara konsisten dan reflektif dapat mendorong peningkatan kedisiplinan, etos kerja, dan motivasi guru. Keterlibatan guru dalam evaluasi serta penyusunan indikator supervisi berperan penting dalam memastikan efektivitas proses pembinaan. Oleh karena itu, dibutuhkan sistem evaluasi berkala dan monitoring berkelanjutan yang mampu menjawab kebutuhan nyata pendidik di madrasah.
ANALISIS DAMPAK KEBIJAKAN SERTIFIKASI HALAL TERHADAP PERTUMBUHAN INDUSTRI PANGAN Astiwara, Endy Muhammad
PAPATUNG: Jurnal Ilmu Administrasi Publik, Pemerintahan dan Politik Vol 8 No 1 (2025): PAPATUNG Volume 8 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : GoAcademica Research dan Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/japp.v8i1.1264

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kebijakan sertifikasi halal terhadap pertumbuhan industri pangan, khususnya bagi UMKM, serta mengevaluasi apakah kebijakan yang ada inklusif dan adaptif terhadap kebutuhan pelaku usaha kecil. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan survei dan wawancara kepada pelaku UMKM di sektor pangan yang telah memperoleh sertifikasi halal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sertifikasi halal memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan usaha, terutama dalam meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperluas pasar. Biaya yang tinggi dan prosedur yang rumit menjadi hambatan utama bagi UMKM, yang sering kali kesulitan memenuhi persyaratan administratif dan finansial. Kebijakan sertifikasi halal di Indonesia belum sepenuhnya inklusif dan adaptif terhadap UMKM, karena kurangnya dukungan teknis dan pembiayaan yang memadai. Perbandingan dengan negara lain, seperti Malaysia, menunjukkan bahwa kebijakan yang lebih inklusif dan dukungan pemerintah yang lebih kuat dapat mempercepat proses sertifikasi halal dan mendorong pertumbuhan UMKM. Penelitian ini menyarankan perlunya reformulasi kebijakan yang lebih ramah UMKM untuk meningkatkan efektivitas sertifikasi halal dalam mendukung keberlanjutan industri pangan.
OPTIMALISASI PENERIMAAN PAJAK BEA PEROLEHAN HAK ATAS TANAH DAN BANGUNG (BPHTB) ATAS PERALIHAN HAK DI KABUPATEN GARUT Merdekawati, Agustine; Mulyana, Yaya
PAPATUNG: Jurnal Ilmu Administrasi Publik, Pemerintahan dan Politik Vol 8 No 1 (2025): PAPATUNG Volume 8 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : GoAcademica Research dan Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/japp.v8i1.1342

Abstract

Penelitian ini dilandasi oleh adanya fenomena belum optimalnya penerimaan pajak Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang dilakukan oleh Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Garut. Hal ini tercermin dari indikasi sebagai berikut; pertama, belum efektifnya proses pengajuan, verifikasi dan pembayaran BPHTB, kedua, masih cukup banyak wajib pajak yang belum sepenuhnya memahami pentingnya pajak BPHTB, dan ketiga, belum efektifnya pengawasan terhadap transaksi peralihan hak yang menyebabkan potensi penghindaran atau penyelundupan pajak. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif melalui metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi partisipatif, wawancara mendalam, dokumensi dan studi literatur. Teknik analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian menemukan bahwa secara empiris penerimaan Pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) Atas Peralihan Hak Pada Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Garut belum sepenuhnya optimal. Padahal jika dilihat dari potensi yang dimiliki, pajak tersebut memberikan kontribusi yang cukup signifikan terhadap peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Hasil penelitian juga mengungkap bahwa penerimaan Pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) Atas Peralihan Hak Pada Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Garut belum berjalan dengan optimal. Adapun hambatan yang dihadapi oleh Pemerintah Kabupaten Garut dalam mengoptimalkan penerimaan pajak Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), antara lain; data transaksi yang kurang akurat dan kurang transparan, masih rendahnya kesadaran wajib pajak, keterbatasan sumber daya aparatur dan teknologi, masih lemahnya tingkat kepatuhan sebagian PPAT/Notaris, dan masalah legalitas dan kepemilikan tanah.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMUNGUTAN PAJAK BPHTB ATAS PERALIHAN HAK DI KOTA BANDUNG Irawan, Wawan; Satibi, Iwan
PAPATUNG: Jurnal Ilmu Administrasi Publik, Pemerintahan dan Politik Vol 8 No 1 (2025): PAPATUNG Volume 8 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : GoAcademica Research dan Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/japp.v8i1.1343

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan pemungutan pajak Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bandung. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada permasalahan belum optimalnya penerimaan BPHTB, meskipun jenis pajak ini merupakan salah satu kontributor terbesar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi literatur. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pemungutan pajak BPHTB secara administratif telah sesuai dengan kebijakan dan prosedur yang berlaku. Namun, dari sisi capaian penerimaan, pelaksanaannya dinilai belum sepenuhnya optimal. Keberhasilan implementasi kebijakan ini dipengaruhi oleh tiga faktor utama: tingkat kendali terhadap masalah, kemampuan dalam menstrukturkan proses implementasi, serta variabel eksternal di luar kebijakan. Temuan ini mengindikasikan perlunya perbaikan pada aspek strategis dan operasional agar potensi penerimaan BPHTB dapat dimaksimalkan secara berkelanjutan.
ERA BARU PEMASYARAKATAN PASCA LAHIRNYA UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2022 TENTANG PEMASYARAKATAN Nasution, Muhammad Irsan; Gumelar, Dian Rachmat; Ilmia, Anisa
PAPATUNG: Jurnal Ilmu Administrasi Publik, Pemerintahan dan Politik Vol 7 No 3 (2024): PAPATUNG Volume 7 Nomor 3 Tahun 2024
Publisher : GoAcademica Research dan Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/japp.v7i3.1350

Abstract

Perkembangan persyaratan perundang-undangan untuk pemasyarakatan tidak sepenuhnya tercakup dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan. Undang-Undang Pemasyarakatan, Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995, juga dianggap tidak memadai dalam memfasilitasi pelaksanaan perlindungan hak sebagaimana yang digariskan dalam Pasal 28D Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pengaturan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 terhadap beberapa subsistem pemasyarakatan yang beroperasi secara independen dan tidak terhubung dengannya pada akhirnya berisiko menyebabkan tumpang tindih dan inkonsistensi norma. Penelitian ini menggunakan pendekatan hukum empiris dan bersifat kualitatif. Semua konsep pemasyarakatan berfungsi sebagai landasan bagi undang-undang pemasyarakatan yang baru. Sementara itu, mengubah paradigma pemasyarakatan didasarkan pada landasan filosofis, sosial, dan hukum. Sebagai subsistem peradilan pidana yang mengoordinasikan penegakan hukum, sistem pemasyarakatan yang komprehensif termasuk dalam ruang lingkup dan arah aturan dalam ukuran ini.
SOCIOLOGICAL PERSPECTIVES ON EDUCATIONAL INEQUALITY: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW OF SOCIAL STRATIFICATION, CULTURAL CAPITAL, AND ACCESS TO LEARNING OPPORTUNITIES Hikmat
PAPATUNG: Jurnal Ilmu Administrasi Publik, Pemerintahan dan Politik Vol 6 No 3 (2023): PAPATUNG Volume 6 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : GoAcademica Research dan Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/japp.v6i3.1376

Abstract

Educational inequality has long been a central concern in sociological inquiry, as it reflects the persistent disparities in access to resources, opportunities, and outcomes across social groups. This study conducts a systematic literature review to examine how sociological perspectives illuminate the mechanisms through which social stratification and cultural capital shape unequal educational trajectories. By synthesizing findings from diverse academic sources, the review highlights the multidimensional nature of inequality that extends beyond economic resources to include symbolic and cultural assets. The analysis draws extensively on Bourdieu’s theory of cultural capital, demonstrating how family background, linguistic practices, and cultural exposure reinforce social hierarchies in education. Moreover, the review underscores that access to learning opportunities remains unequally distributed across class, gender, and geographic lines. Existing studies consistently reveal that institutional structures often reproduce, rather than mitigate, social inequalities in education. The findings suggest that educational inequality is not merely a reflection of individual shortcomings but a structural issue embedded within broader social dynamics. In synthesizing these perspectives, this article contributes to a deeper theoretical understanding of how inequality persists within education systems. The review also identifies critical gaps in the literature, including limited comparative studies across contexts and insufficient attention to intersectionality. Ultimately, the study provides theoretical insights and policy-relevant implications for addressing educational inequality from a sociological standpoint.
DIGITAL TRANSFORMATION IN EDUCATION: A SOCIOLOGICAL LITERATURE REVIEW ON TECHNOLOGY, INEQUALITY, AND SOCIAL CHANGE Hikmat
PAPATUNG: Jurnal Ilmu Administrasi Publik, Pemerintahan dan Politik Vol 7 No 3 (2024): PAPATUNG Volume 7 Nomor 3 Tahun 2024
Publisher : GoAcademica Research dan Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/japp.v7i3.1377

Abstract

Digital transformation has profoundly reshaped the landscape of education, creating both opportunities and challenges that demand critical sociological inquiry. This article employs a literature review methodology to synthesize existing research on the intersection of technology, inequality, and social change in educational contexts. The review highlights that while digital tools enhance access to knowledge and innovative learning models, they also exacerbate persistent inequalities rooted in socioeconomic status, geography, and institutional capacity. Studies consistently reveal that the digital divide reinforces structural disadvantages, limiting the benefits of technology for marginalized groups. The sociological perspective emphasizes how technology is not merely a neutral instrument but a socially embedded phenomenon that reflects power relations and cultural dynamics. Literature further indicates that digital transformation in education contributes to broader processes of social change, including shifts in teacher–student relationships, institutional norms, and labor market demands. At the same time, findings underscore the role of policy frameworks and governance structures in mediating the equitable adoption of digital education. The analysis also points to the importance of integrating sociological theories to interpret the contradictions between technological promise and lived realities. By critically engaging with prior studies, this review reveals both progress and persistent challenges in creating inclusive digital education systems. Ultimately, the article contributes to scholarly debates by framing digital transformation in education as a multifaceted social phenomenon rather than a purely technological advancement.
GLOBALIZATION AND ITS IMPACT ON EDUCATIONAL PRACTICES: A SOCIOLOGICAL REVIEW OF CULTURAL INTEGRATION AND SOCIAL STRATIFICATION Hikmat
PAPATUNG: Jurnal Ilmu Administrasi Publik, Pemerintahan dan Politik Vol 8 No 1 (2025): PAPATUNG Volume 8 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : GoAcademica Research dan Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/japp.v8i1.1378

Abstract

Globalization has profoundly reshaped educational practices by fostering cross-cultural interactions and redefining the role of education in diverse societies. This article, based on a systematic literature review, examines how globalization influences cultural integration and social stratification within educational systems. The findings reveal that globalization encourages the diffusion of cultural values, yet simultaneously reinforces inequalities in access and outcomes. Literature suggests that educational institutions increasingly serve as arenas for negotiating cultural diversity, but persistent stratification often limits the inclusivity of such integration. Studies highlight that cultural integration within schools enhances intercultural competence, whereas social stratification perpetuates unequal opportunities among students. The review also indicates that globalization contributes to both homogenization and hybridization of educational practices, creating tensions between global standards and local identities. Comparative insights from various contexts demonstrate the uneven impact of globalization, with marginalized groups frequently experiencing systemic disadvantages. The synthesis emphasizes the sociological significance of understanding these dynamics in shaping equitable educational frameworks. The article contributes by bridging discussions on globalization, culture, and inequality, offering theoretical and practical implications for educational policy. It underscores the necessity of addressing stratification to realize the transformative potential of globalization in education.