cover
Contact Name
Misbah
Contact Email
misbah_pfis@ulm.ac.id
Phone
+628975586104
Journal Mail Official
btjpm@ulm.ac.id
Editorial Address
Jalan Brig Jend H. Hasan Basri Gedung FKIP Universitas Lambung Mangkurat, Kotak Pos No. 87 Banjarmasin Kal-Sel 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27222934     EISSN : 27223043     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Education, Social,
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat publishes articles from community service. This Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat is periodically published by Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Lambung Mangkurat. Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat published two times a year in May and November.
Articles 41 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 4 (2023)" : 41 Documents clear
Pelatihan Evaluasi Kualitas Pelayanan Publik Kelurahan di Kecamatan Sukajadi, Bandung Jimmy Gozaly; Yulianti Yulianti; Christina Wirawan; Indah Victoria Sandroto; Melina Hermawan; Christina Christina; Indah Ariyani; Kevin Hidayat
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i4.9014

Abstract

Kelurahan sebagai perangkat kecamatan dituntut untuk dapat memberikan pelayanan publik yang memuaskan bagi masyarakat. Evaluasi terhadap kinerja pelayanan dilakukan secara berkala melalui Survei Kepuasan Masyarakat (SKM), dengan hasil berupa nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) yang menjadi tolak ukur keberhasilan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Pihak kelurahan seringkali mengalami kesulitan dalam menetapkan prioritas perbaikan kinerja yang perlu dilakukan, mengingat cukup banyaknya unsur-unsur penilaian yang digunakan pada SKM. Untuk mengatasi hal tersebut dilakukan pengukuran terhadap tingkat kepentingan masyarakat terhadap unsur-unsur pelayanan yang digunakan sebagai dasar penetapan bobot dalam perhitungan nilai IKM dan penggunaan diagram Importance Performance Analysis (IPA) untuk menetapkan prioritas unsur-unsur pelayanan yang perlu ditingkatkan. Kegiatan pengabdian pada masyarakat dilakukan dalam bentuk pelatihan bagi pegawai kantor-kantor kelurahan di Kecamatan Sukajadi Kota Bandung, dimana pada akhir pelatihan peserta menguasai cara menetapkan prioritas perbaikan pelayanan berdasarkan penilaian tingkat kinerja dan tingkat kepentingan masyarakat terhadap unsur-unsurnya, sehingga diharapkan upaya peningkatan kinerja yang dilakukan dapat memberikan kepuasan bagi masyarakat. An urban village as a sub-district apparatus is required to provide satisfactory public services for the community. Evaluation of service performance is carried out periodically through Community Satisfaction Surveys (SKM), with the results in the form of Community Satisfaction Index (IKM) values, which measure success in providing services to the community. Urban village parties often experience difficulties in setting priorities for performance improvements that need to be carried out, considering that several assessment elements are used in SKM. To overcome this, a measurement is made of the level of public interest in the service elements, which is used as the basis for determining the weight in calculating the IKM value and the use of the Importance Performance Analysis (IPA) diagram to determine the priority of the service elements that need to be improved. Community service activities are carried out in the form of training for village office employees in Sukajadi District, Bandung City, for two consecutive days, where at the end of the training, the participants master how to set priorities for service improvement based on an assessment of the level of performance and the level of community interest in its elements, so that It is hoped that the efforts to improve the performance carried out can provide satisfaction for the community. 
Pelatihan Produksi Produk Pupuk Organik dan Maggot Kering sebagai Pakan Ternak dan Ikan pada Kelompok Tani Desimaria Panjaitan; Noverda Ayuchecaria; Frans Grovy Naibaho; Mirnawati Dewi
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i4.10106

Abstract

Para petani di Kelurahan Kalampangan  telah melakukan budidaya Black Soldier Fly (BSF) untuk mengatasi masalah sampah organik sisa perkebunan dan pertanian. Hasil budidaya BSF juga dapat dikembangkan menjadi produk pupuk organik dan pakan ternak yang merupakan solusi dari terus meningkatnya harga pupuk dan pakan ternak kimiawi. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pelatihan produksi produk pupuk organik dan pakan ternak berbasis budidaya maggot kepada para kelompok tani di Kelurahan Kalampangan. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Agustus 2023 di Kantor Badan Penyuluh Pertanian (BPP) Kelurahan Kalampangan Kota Palangka Raya. Kegiatan diikuti oleh 71 orang peserta yang didominasi oleh para petani dan sebagian lainnya merupakan perwakilan anggota PKK, masyarakat dan perangkat pemerintah setempat. Kegiatan pengabdian ini diawali dengan dilakukannya koordinasi dan persiapan kegiatan dengan perangkat kelurahan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan pembekalan peserta dengan buku saku materi, pemaparan materi pelatihan, demonstrasi pembuatan produk pupuk organik dan pakan ternak berbasis maggot BSF, dan sesi diskusi. Peserta kegiatan juga diminta untuk mengisi kuisioner pre-test dan post-test untuk menilai keberhasilan terlaksananya pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan tercapainya tujuan kegiatan karena adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta berdasarkan perbandingan nilai rata-rata kuisioner pre-test dan post-test yaitu dari 55,83% menjadi 82,55%.Farmers in Kalampangan have cultivated Black Soldier Fly (BSF) to overcome the problem of organic waste left over from plantations and agriculture. The results of BSF cultivation can also be developed into organic fertilizer and animal feed products, which are a solution to the increasing prices of chemical fertilizers and pellets. This activity aims to provide training in producing organic fertilizer products and animal feed based on BSF cultivation. Activities were carried out in August 2023 at the BPP Kalampangan Village, Palangka Raya City. This activity was attended by 71 participants, dominated by local farmer groups, and the rest were members of PKK, local people, and officials. This service activity began with coordinating and preparing activities with sub-district officials. The activities were carried out by providing participants with material pocketbooks, presenting training materials, demonstrating how to make organic fertilizer and animal feed products based on BSF maggots, and holding discussion sessions. Activity participants were also asked to fill out pre-test and post-test questionnaires. The results showed an increase in participants' knowledge and skills based on comparing the average scores of the pre-test and post-test questionnaires, namely from 55.83% to 82.55%.
Pembelajaran Berdiferensiasi Melalui Penyusunan Bahan Ajar Kimia Berbasis STEM di Lingkungan Lahan Basah dalam Kurikulum Merdeka Yogo Dwi Prasetyo; Syahmani Syahmani; Fauzia Dwi Sasmita; Misbah Misbah; Andy Azhari; Afifah Warohmah; Risqa Masila; Nanda Anadia
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i4.10176

Abstract

Berdasarkan data awal melalui kuesioner yang diisi oleh guru Kimia di MGMP Kabupaten Barito Kuala (Batola) diperoleh bahwa (1) pemahaman guru tentang pembelajaran Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) berada pada kategori cukup sebanyak 70,6%; (2) pemahaman guru tentang pembelajaran berdiferensiasi berada pada kategori cukup sebanyak 58,8%; dan (3) pemahaman guru tentang penyusunan rencana pembelajaran Kurikulum Merdeka berada pada kategori cukup sebanyak 64,7%.  Masalah yang ditemukan ini perlu diatasi oleh tim Program Dosen Wajib Mengabdi (PDWA) dengan memberikan pelatihan pembelajaran berdiferensiasi melalui penyusunan bahan ajar kimia berbasis STEM di lingkungan lahan basah dalam Kurikulum Merdeka bagi guru Kimia di MGMP Kabupaten Barito Kuala. Tujuan kegiatan ini ialah memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada guru kimia tentang penyusunan bahan ajar kimia berbasis STEM di lingkungan lahan basah dalam Kurikulum Merdeka. Kegiatan ini dilakukan 3 kali pertemuan yaitu 1 kali pertemuan secara online  pada tanggal 21 Juli 2023 dan 2 kali pertemuan secara offline pada tanggal 29 Juli dan 4 Agustus 2023. Adapun metode yang gunakan ada 4 tahap yaitu tahap analisis, tahap perencanaan, tahap pelatihan dan tahap evaluasi. Berdasarkan hasil angket evaluasi kegiatan maka dapat disimpulkan bahwa guru dapat menyusun bahan ajar kimia berbasis STEM dengan memperoleh nilai sebesar 72,44% termasuk kategori paham. Pelatihan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru kimia dalam menyusun bahan ajar kimia berbasis STEM.Based on preliminary data through a questionnaire filled out by Chemistry teachers at MGMP Barito Kuala (Batola) Regency, it was found that (1) teachers' understanding of Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) learning was in the sufficient category at 70.6%; (2) teachers' understanding of differentiated learning is in the sufficient category at 58.8%; and (3) teachers' understanding of the preparation of Independent Curriculum learning plans is in the sufficient category at 64.7%. This problem needs to be addressed by the Compulsory Service Lecturer Program (PDWA) team by providing differentiated learning training through preparing STEM-based chemistry teaching materials in a wetland environment in the Independent Curriculum for Chemistry teachers at MGMP Barito Kuala Regency. This activity aims to provide chemistry teachers with knowledge and skills regarding preparing STEM-based chemistry teaching materials in wetland environments in the Independent Curriculum. This activity was carried out in 3 meetings: one online meeting on 21 July 2023 and 2 offline meetings on 29 July and 4 August 2023. The method used was four stages, namely the analysis stage, the planning stage, the training stage, and the evaluation. Based on the activity evaluation questionnaire results, it can be concluded that teachers can prepare STEM-based chemistry teaching materials by obtaining a score of 72.44%, including the understanding category. This training can improve chemistry teachers' knowledge and skills in preparing STEM-based chemistry teaching materials.
Meningkatkan Pengetahuan Guru Olahraga Melalui Workshop Penyusunan Penelitian Tindakan Kelas dan Penulisan Artikel Ilmiah Ari Sutisyana; Yahya Eko Nopiyanto; Andes Permadi
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i4.9295

Abstract

Belum optimalnya pengetahuan guru olahraga dalam melaksanakan penelitian tindakan kelas menjadi dasar untuk dilakukannya kegiatan pengabdian ini. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan guru olahraga tingkat Sekolah Dasar di Kecamatan Sukaraja dalam menyusun penelitian tindakan kelas dan menulis artikel ilmiah. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan adalah menggunakan metode ceramah, demonstrasi, dan bimbingan secara intensif, serta pendampingan untuk mitra. Kegiatan dilaksanakan pada 21 Juni 2023 di Sekolah Dasar Negeri 149 Seluma. Mitra dalam kegiatan ini sebanyak 20 guru olahraga. Instrumen berupa tes tertulis yang terdiri dari 5 indikator digunakan untuk mengetahui tingkat pengetahuan mitra, yaitu: penelitian tindakan kelas, artikel ilmiah, turnitin, mendeley, publikasi artikel ilmiah. Hasil pre-test menunjukkan nilai rerata sebesar 44%. Hasil post-test menunjukkan nilai rerata sebesar 86%. Simpulan dari kegiatan ini adalah terjadi peningkatan pengetahuan mitra dalam penyusunan penelitian tindakan kelas dan penulisan artikel ilmiah.The lack of optimal knowledge of sports teachers in carrying out classroom action research is the basis for this service activity. This service activity aims to increase the understanding of elementary school-level sports teachers in Sukaraja District in preparing classroom action research and writing scientific articles. The method used to achieve the goals that have been set is using lectures, demonstrations, and intensive guidance, as well as mentoring for partners. The activity will be held on June 21, 2023, at State Elementary School 149 Seluma. Partners in this activity are 20 sports teachers. An instrument in the form of a written test consisting of 5 indicators is used to determine the partner's level of knowledge, namely classroom action research, scientific articles, Turnitin, Mendeley, and publication of scientific articles. The pre-test results show an average value of 44%. The post-test results show an average value of 86%. The conclusion from this activity was that there was an increase in partners' knowledge in preparing classroom action research and writing scientific articles.
Pengembangan Budaya Literasi Menulis bagi Guru dalam Penelitian Tindakan Kelas untuk Guru di SMPN Negeri 5 Kupang Tengah Ezra Tari; Martin Ch. Liufeto; Ferdinant Alexander; Deviana Sibulo
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i4.9827

Abstract

Tujuan melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah melatih guru untuk menyajikan ide dalam bentuk tulisan yang dapat diterbitkan. Selain itu, guru diberi pelatihan untuk mengelaborasi pengajuan dan hasil penelitian dengan baik dan tepat. Upaya pelatihan dilakukan agar guru dapat mengembangkan budaya literasi.  Metode pengabdian adalah penyampaian secara langsung dan latihan mandiri. Kegiatan diselenggarakan pada hari kesembilan bulan Agustus tahun 2023. Kegiatan ini dihadiri oleh 20 guru. Pengabdi menemukan ada lima orang guru yang telah memahami cara penyusunan proposal PTK. Sebagian besar guru telah memahami alur berpikir penyusunan penelitian ini. Guru telah menemukan cara memecahkan masalah, merumuskan, dan merancang penelitian.The goal of performing Action Research in the classroom is to prepare instructors to deliver ideas in a published format. Furthermore, teachers are trained to elaborate proposals and study findings correctly and accurately. Training is provided to teachers in order for them to build a literacy culture. Direct delivery and independent training are the service methods. The activity will take place on August 9, 2023. This meeting had 20 teachers in attendance. The servant discovered five instructors who knew how to write Classroom Action Research proposals. Most teachers comprehended the flow of thought in the production of this research. Teachers have learned how to address issues, generate hypotheses, and design research. 
Pelatihan Pelatih Fisik Tingkat Dasar untuk Meningkatkan Kompetensi Melatih Mahasiswa Prodi Pendidikan Jasmani FKIP Universitas Samudra Andi Nova; Rizkei Kurniawan; Muhajjir Syahputra; Fitria Fitria; M Anas Surimeirian; Julio Roberto; Boby Helmi; Rinaldi Aditya; Agung Nugroho; Dedi Nofrizal
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i4.9938

Abstract

Pelatih fisik (Strength Conditioning) menjadi peluang yang besar bagi Mahasiswa Pendidikan Jasmani FKIP UNSAM dalam mengembangkan bakat dan potensi. Peluang ini tentunya harus didukung dengan kualifikasi yang sesuai melalui pelatihan berlisensi sehingga mempunyai legalitas. Mendukung program ini Mahasiswa melakukan Pelatihan pelatih fisik yang dilaksanakan selama tiga hari dimulai dari tanggal 6 sampai 8 Februari 2023. Peserta pelatihan adalah mahasiswa Pendidikan Jasmani semester VI yang berjumlah 30 orang mahasiswa. Tujuan pelatihan sebagai upaya Peningkatan kompetensi mahasiswa dengan memberikan pengalaman, pengetahuan dan pelatihan untuk capaian IKU Perguruan Tinggi. Peningkatan IKU perguruan tinggi sangat mendukung kompetensi lulusan, khususnya pada Prodi Pendidikan Jasmani FKIP Universitas Samudra dengan pelatihan profesional pelatih fisik. Waktu pelaksanaan kegiatan ini mencakup lima tahapan dimulai dari pretes teori dan praktik, pemaparan materi secara kolaboratif dengan metode teori, praktik, diskusi dan tanya jawab. Penyampaian materi yaitu melakukan implementasi dengan praktik menyusun program latihan dan tahapan terakhir melakukan evaluasi pelatihan. Hasil evaluasi menunjukkan pelatihan ini mempunyai manfaat yang besar dalam menunjang kompetensi SDM mahasiswa. Dengan adanya pelatihan pelatih fisik tingkat dasar dapat memberikan daya saing mahasiswa setelah lulus sehingga mahasiswa Pendidikan Jasmani FKP Universitas Samudra memiliki skill melatih dengan dibekali sertifikat kompetensi pelatih fisik.Physical training (Strength Conditioning) is a great opportunity for FKIP UNSAM Physical Education Students to develop talents and potential. This opportunity must certainly be supported by appropriate qualifications through reviewed training so that it has legality. Supporting this program, students conduct physical trainer training, which will be held for three days from February 6 to 8, 2023. The training participants were Physical Education students in semester VI, totaling 30 students. The training aims to increase student competence by providing experience, knowledge, and training for the achievements of IKU Universitas. The improvement of higher education at IKU greatly supports the competence of graduates, especially in the Physical Education Study at FKIP Universitas Samudra, with professional training of physical trainers. The method of implementing this activity includes five stages, starting from theoretical and practical pretests, collaborative presentation of material with theory, practice, discussion, and question and answer methods. The material delivery is implemented by compiling training programs and the last stage of evaluating training. The evaluation results show that this training greatly benefits student HR competencies. The basic level of physical trainer training can provide student competitiveness after graduation so that Physical Education students of FKP Universitas Samudra have training skills by being equipped with a physical trainer competency certificate.
Pengembangan Diversifikasi Produk Olahan Aloe vera di Kelompok Wanita Tani Lestari Pakem Sleman Zuhud Rozaki; Farrah Fadhilalh Hanum; Elvina Nurrohma; Yudhi Pramudya; Nur Rahmawati
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i4.8679

Abstract

Tanaman lidah buaya atau juga dikenal sebagai Aloe vera merupakan komoditas pertanian yang memiliki potensi untuk dikembangkan, mulai dari sebagai bahan makanan, sampo, sabun ataupun hand sanitizer. Kelompok Wanita Tani (KWT) Lestari adalah salah satu kelompok yang mengembangkan aloe vera, akan tetapi secara umum masih dijual dalam mentah. Melihat potensi pengembangannya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan diversitas produk anggota KWT melalui pengembangan produk olahan aloe vera dalam bentuk sabun. Metode yang digunakan yaitu penyuluhan, pelatihan dan pendampingan. Kegiatan ini dilaksanakan dari November 2022 sampai Februari 2023, dan dalam pelaksanaannya berjalan dengan lancar dan mampu menghasilkan sabun dengan merek “Lesta”, baik yang cair ataupun padat. Antusiasme anggota dan pengurus KWT menjadi tolok ukur keberhasilan kegiatan pengabdian ini. Rencana tindak lanjutnya adalah pengajuan ijin produk, dan pemasaran produk sabun ini secara luas yang bisa dimulai dari jaringan yang dimiliki kelompok.Aloe vera plants, also known as Aloe vera, are an agricultural commodity that has the potential to be developed in a range of applications, including foodstuffs, shampoo, soap, or hand sanitizers. The Lestari Women's Farmer Group (KWT) is one of the groups that developed aloe vera, but it is generally sold raw. Seeing its development potential, this service activity aims to increase the product diversity of KWT members by developing processed aloe vera products in the form of soap. The methods used are counseling, training, and mentoring. This activity will be carried out from November 2022 to February 2023, and its implementation will run smoothly. It can produce soap with the brand "Lesta," both liquid and solid. The enthusiasm of KWT members and administrators is the benchmark for the success of this service activity. The follow-up plan is to apply for a product license and the widespread marketing of this soap product, which can be started from the network owned by the group.
Sosialisasi Mekanisme Pembuatan Peraturan Desa Berdasarkan UU No. 15 tahun 2019 di Desa Kalimas Agustinus Astono; Rizki Amalia Fitriani; Syarifah Arabiyah; Weni Sentia Marsalena; Dami Dami
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i4.8221

Abstract

Indonesia merupakan negara hukum, hal ini akhirnya berkonsekuensi pada suatu paham yang umumnya disebut sebagai positivisme. Berdasarkan paham positivisme hukum tersebut, maka diperlukan adanya peraturan tertulis sebagai landasan masyarakat dalam menjalani kehidupannya sehari-hari,  selaras dengan hal tersebut pada ketentuan UU No. 15 tahun 2019 memberikan tanggung jawab akademisi untuk berpartisipasi dalam peningkatan sumber daya manusia secara aktif, termasuk pada aparatur desa. Penyuluhan ini berfokus pada aparatur desa sebagai garda terdepan pelaksana pelayanan masyarakat, hal ini bertujuan agar pemerintah desa/aparatur desa memiliki pemahaman terkait pemuatan peraturan desa melalui aspek filosofis-historis, yuridis-normatif, maupun sosiologis-empiris. Pengabdian pada masyarakat ini menggunakan metode “sharing discussion”. Pelaksanaan pengabdian pada masyarakat ini dilakukan di Kantor Desa Kalimas, pada pukul 13.00 – 16.00 WIB dan diikuti sebanyak 16 orang peserta. Pelaksanaan  sosialisasi ini  mendapat respon positif dari aparatur desa, maupun warga desa sehingga di masa mendatang dapat dilanjutkan dengan kegiatan pelatihan pembuatan Peraturan Desa, Peraturan Kepala Desa, dan sebagainya.Trust Law No. 15 of 2019 bestows upon academics the responsibility to actively participate in enhancing human resources, including those in village apparatus. This counseling focuses on the village apparatus, which serves as the vanguard of community service implementation. This counseling aims to impart an understanding of village regulations through philosophical-historical, juridical-normative, and sociological-empirical aspects to the village government and village apparatus. This community service utilized the "sharing discussion" method and was conducted at the Kalimas Village Office, with 16 participants in attendance. The positive response from the village apparatus and residents following the implementation of this socialization indicates the possibility of continuing training activities aimed at developing Village Regulations, Village Head Regulations, and other related aspects in the future.
Peningkatan Keterampilan Komunikasi Pemasaran Pariwisata Berbasis Susur Sungai di Wisata Kampung Hijau Banjarmasin Yuanita Setyastuti; Achmad Bayu Chandrabuwono; Lalita Hanief; Noviana Sari
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i4.10044

Abstract

Kampung Hijau berada di Kelurahan Sungai Bilu Kecamatan Banjarmasin Timur. Kampung Hijau meliputi 5 RT dengan jumlah sekitar 149 Kepala Keluarga yang menetap di wilayah ini. Awalnya kawasan ini merupakan pemukiman yang padat dan kurang tertata apik, namun berkat gagasan Pemerintah Kota Banjarmasin dan keterlibatan warga, kini Kampung Hijau menjadi salah satu destinasi wisata di Banjarmasin yang menarik untuk dikunjungi. Permasalahan yang dihadapi Kampung Hijau yakni kelotok wisata yang tidak mampir ke dermaga, sehingga wisatawan hanya menikmati wisata Kampung Hijau hanya dari sungai. Selain itu, pokdarwis Kampung Hijau juga mengalami kendala dalam promosi wisata melalui media sosial Instagram. Tujuan pelatihan ini untuk meningkatkan kognitif anggota pokdarwis Kampung Hijau mengenai Komunikasi pemasaran pariwisata berbasis susur sungai. Metode kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini menggunakan komunikasi lisan untuk menyampaikan materi seputar komponen komunikasi pariwisata, komunikasi pemasaran pariwisata yang meliputi konsep 4P (Product, Place, Promotion dan Price). Media promosi pariwisata melalui word of mouth marketing dan media sosial dengan strategi storytelling dan positioning. Selain itu juga disampaikan materi Integrated Marketing Communication yang terdiri dari Public Relations, Periklanan, Personal Selling, Sales Promotion, Direct Marketing dan Internet Marketing. Kampung Hijau mempunyai potensi wisata yang dapat dioptimalkan dengan strategi word of mouth marketing dan melalui media sosial. Pokdarwis dan masyarakat dapat bersinergi dengan pemerintah untuk membuat konsep storytelling wisata Kampung Hijau.Kampung Hijau is in Sungai Bilu Village, East Banjarmasin District. Kampung Hijau includes 5 RTs with around 149 heads of families living in this area. Initially, this area was a dense and poorly organized settlement. However, with the ideas of the Banjarmasin City Government and the involvement of the residents, Kampung Hijau is now an interesting tourist destination in Banjarmasin to visit. The problem faced by Kampung Hijau is that “kelotok” that brought tourism down the river, don't stop by the pier, so tourists only enjoy Kampung Hijau tourism from the river. In addition, Pokdarwis at Kampung Hijau also experienced problems in promoting tourism through Instagram social media. This training aims to improve the cognitive abilities of Kampung Hijau’s Pokdarwis members regarding river-based tourism marketing communications. This Community Service activity method uses oral communication to convey material about the components of tourism marketing communication, including the 4P concept (Product, Place, Promotion, and Price). Tourism promotion media through word-of-mouth marketing and social media with storytelling and positioning strategies. In addition, Integrated Marketing Communication material was also presented, which consisted of Public Relations, Advertising, Personal Selling, Sales Promotion, Direct Marketing, and Internet Marketing. Kampung Hijau has tourism potential, which can be optimized with word-of-mouth marketing strategies and through social media. Pokdarwis and the community can work with the government to create a storytelling concept for Kampung Hijau tourism.
Pelatihan Model Project-Based Learning (PjBL) Berbasis STEM di SMP Negeri 2 Masesan, Bondowoso Firdha Yusmar; Pramudya Dwi Aristya Putra; Nur Ahmad; Iwan Wicaksono
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i4.9399

Abstract

Guru masa kini diharuskan memiliki kompetensi merancang pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan peserta didik. Kemampuan sebagai problem solver yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari (kontekstual) menggunakan PjBL (Project-Based Learning). Pelaksanaan PjBL melibatkan unsur yang menjadi fokus pembelajaran abad 21 yakni STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Oleh karena itu, guru seyogyanya memiliki pengetahuan mengenai PjBL dan STEM untuk diterapkan pada pembelajaran. Tujuan kegiatan pelatihan ini untuk meningkatkan pengetahuan mengenai pembelajaran PjBL berbasis STEM sehingga kualitas pembelajaran sesuai tuntutan abad 21 dapat terpenuhi. Metode pelaksanaan meliputi pemberian materi oleh narasumber, percobaan STEM sederhana, dan diskusi serta tanya jawab antara peserta dengan narasumber. Pelatihan dilakukan pada 6 guru IPA SMP Negeri 2 Maesan, Bondowoso pada tanggal 9 Juni 2023. Pada akhir pelatihan, peserta mengisi survei melalui kuesioner yang hasilnya diukur menggunakan Skala Likert, dan diperoleh skor 87% untuk komponen pengetahuan peserta. Berdasarkan data yang diperoleh dari isian kuesioner menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan peserta pelatihan mengenai pembelajaran PjBL berbasis STEM. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mengikuti keseluruhan kegiatan pelatihan.   Today's teachers are required to have the competence to design learning that can improve students' abilities as problem solvers related to everyday life (contextual) by using PjBL (Project Based Learning). The application of PjBL involves elements that are the focus of 21st-century learning, called STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Therefore, teachers must know about PjBL and STEM to be applied in learning. Training activities were carried out for six science teachers at SMP Negeri 2 Maesan, Bondowoso, on June 9, 2023, to increase knowledge about STEM-based PjBL learning so that the quality of learning according to the demands of the 21st century can be fulfilled. The implementation method includes providing material by experts, simple STEM experiments, and discussion, including questions and answers between participants and experts. At the end of the training, participants filled out a survey via a questionnaire. The data obtained from filling out the questionnaire showed that more than half of the training participants had never applied STEM-based PjBL learning to students. This training provides benefits that increase STEM-based PjBL knowledge to trainees, and enthusiasm can be seen from active participation in every activity until the training ends.