cover
Contact Name
Mufarizuddin
Contact Email
codevelopmen@gmail.com
Phone
+6282165028412
Journal Mail Official
codevelopmen@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai No. 23 Kabupaten Kampar Provinsi Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27214990     EISSN : 27215008     DOI : https://doi.org/10.31004/cdj.v2i3.2897
ommunity Development Journal : Jurnal Pengabdian masyarakat di terbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Pahlawan yang berisikan tentang hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya Kesehatan, pendidikan, teknik, pertanian, pertenakan, sosial humaniora, komputer, Kewirausahaan dan ekonomi. Jurnal ini terbit secara berkala Jurnal ini terbit enam kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember. Tujuan dari adanya jurnal ini adalah menyebarluaskan gagasan dan hasil pengabdian dan penelitian yang dilakukan oleh perguruan tinggi, Khususnya Universitas Pahlawan, yang dapat diterapkan dalam masyarakat. Community Development Journal berisikan bermacam kegiatan yang dilakukan baik oleh internal Universitas Pahlawan ataupun dari eksternal dalam menangani dan mengatasi berbagai permasalahan yang terjadi di masyarakat dengan menerapkan ilmu dan teknologi yang kemudian dapat bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5,523 Documents
PRODUCT BRANDING: STRATEGI MENINGKATKAN BRAND AWARENESS DAN NILAI PRODUK USAHA JAMU BU NENAH Kartini, Tini; Andari, Titiek Tjahja; Harini, Sri; Nurhalisza, Dian Tri; Safitri, Siti Maria; Rivaldi, Muhammad Ilhan; Santika, Eva Julia
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.38675

Abstract

Branding merupakan salah satu aspek krusial dalam dunia bisnis untuk menciptakan dan mengelola citra suatu produk di benak konsumen. Namun, tingkat kesadaran akan penting branding di kalangan usaha masih rendah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan tujuan untuk membahas dan mengimplementasikan strategi branding produk dalam upaya meningkatkan brand awareness dan nilai produk pada usaha jamu Bu Nenah yang berlokasi di Desa Benda, Kabupaten Sukabumi. Meski bisnis ini sudah berjalan bertahun-tahun dan memiliki pelanggan setia, namun potensi peningkatan jangkauan pasar masih sangat besar. Metode pelaksanaan yang diterapkan melalui observasi dan wawancara serta pemberian pelatihan untuk menganalisis langkah-langkah branding yang dilakukan pemilik dalam mempromosikan produk jamu tradisionalnya. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa strategi branding yang tepat seperti menciptakan identitas merek yang kuat, kemasan yang menarik, dan pembuatan banner bisnis dapat meningkatkan kesadaran konsumen terhadap produk dan memperkuat citra. Kegiatan ini memberikan wawasan bagi pengusaha kecil di sektor produk tradisional untuk menerapkan strategi branding sebagai alat penting dalam mengembangkan usahanya.
PEMBINAAN KARAKTER GENERASI MUDA MELALUI MODERASI BERAGAMA DI SMTK BENFOMENI KAPAN Boineno, Misael; Banamtuan, Maglon Ferdinand; Purnomo, Catur; Hermin, Hermin; Sole, Adriana I. S.; Notonis, Yulius Musa; Rissi, Cristian
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.38708

Abstract

Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengaplikasikan pembiasaan generasi muda dalam moderasi beragama dengan sub tema memperkuat karakater bangsa dan menangkal radikalisme di Sekolah Menengah Teologi Kristen Benfomeni Kapan. Ada dua metode yang dipakai dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat ini yakni: pertama, Seminar dan lokakarya dengan materi moderasi beragama, karakter bangsa, dan radikalisme. Kedua, kampanye media sosial dapat menggunakan berbagai platform media sosial, seperti Facebook, Twitter, dan Instagram, untuk menyebarkan informasi dan terlibat dengan audiens. Maka hasil yang diperoleh dalam melakukan pengabdian tersebut yakni: 1). analisis situasi: Sekolah Menengah Teologi Kristen Benfomeni Kapan merupakan salah satu Sekolah yang berada di desa O’Besi yang memiliki keragaman agama dan budaya. Kondisi ini berpotensi menimbulkan gesekan sosial jika tidak dikelola dengan baik. Beberapa tantangan yang dihadapi: a). Minimnya pemahaman tentang moderasi beragama; b). Pengaruh media sosial yang membawa paham radikal; dan c). Kurangnya ruang dialog antar pemuda berbeda agama; 2). Strategi Pembinaan meliputi: a). penguatan aspek kognitif; b). pengembangan aspek afektif, c). pemberdayaan aspek psikomotorik. 3). Dampak dan keberlanjutan. Sedangkan dari pengabdian kepada masyarakat ini dapat di simpulkan bahwa: Meningkatkan pemahaman pemuda tentang moderasi beragama; Memperkuat karakter kebangsaan; Membangun sistem pencegahan radikalisme berbasis komunitas; Menciptakan jaringan pemuda lintas agama; dan Menghasilkan role model pemuda moderat.
KOMPETENSI GURU SEBAGAI KUNCI KEBIJAKAN PENDIDIKAN YANG MENDORONG KEMANDIRIAN Amadi, Jam’an; Zulfa, Ira; Eliyin, Eliyin; Razali, Muhammad; Sipur, Sipur; Fajrillah, Fajrillah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.38734

Abstract

Kompetensi guru memiliki peran kritis dalam mendorong kemandirian siswa melalui implementasi kebijakan pendidikan yang efektif. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengidentifikasi dan meningkatkan kompetensi guru melalui pendekatan komprehensif dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang mendorong kemandirian siswa. Metode yang digunakan mencakup penyuluhan, difusi ipteks, pelatihan, mediasi, dan advokasi dengan melibatkan 45 guru dari Yayasan Perguruan IRA, SD IRA dan SMP IRA selama tiga bulan. Kegiatan dilaksanakan melalui serangkaian workshop, pendampingan, dan praktik langsung pengembangan rencana pembelajaran inovatif. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan kompetensi guru, dengan rata-rata peningkatan kemampuan pedagogis sebesar 23,4%, profesional 23,8%, dan pemahaman kebijakan pendidikan mencapai 31,6%. Sebanyak 78% guru berhasil merancang strategi pembelajaran berbasis problem-solving dan inquiry learning. Penelitian ini berkontribusi dalam mentransformasi praktik mengajar dan mendorong implementasi kebijakan pendidikan yang berfokus pada pemberdayaan potensi siswa melalui pengembangan kemandirian.
UPAYA PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN BULLYING DI SEKOLAH DEMI PERLINDUNGAN HAK ANAK DAN PEMBENTUKAN GENERASI BERAKHLAK Aulia, Ajeng Hijriatul; Jamilah, Jamilah; Wiraganti, Risna Wendy; Khatimah, Khusnul; Santoso, Aji; Putra, Muhammad Luthfi Setiarno
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.38748

Abstract

Masalah yang terjadi di sekolah adalah perilaku bullying yang melibatkan tindakan seperti mengejek, menyuruh, memalak, mendiskriminasi, dan bahkan kekerasan fisik. Beberapa faktor yang diyakini berkontribusi terhadap terjadinya bullying adalah faktor sosial ekonomi, perbedaan fisik, serta tindakan yang dilakukan di masa lalu. Dampak yang ditimbulkan akibat bullying antara lain penurunan prestasi belajar, sering bolos sekolah, keinginan untuk mengundurkan diri dari sekolah, hingga putus sekolah. Tujuan dari penyuluhan anti bullying adalah agar peserta didik dapat mengenali dan mencegah perilaku yang mengarah pada tindakan mengejek, menyuruh, memalak, mendiskriminasi, dan pemukulan. Penyuluhan ini dilaksanakan di SMP Muhammadiyah Palangka Raya menggunakan metode ceramah dan diskusi selama 1 jam, dengan diikuti oleh 30 peserta didik. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan post test. Hasil pre test menunjukkan pengetahuan peserta didik tentang bullying sebesar 85%. Setelah dilakukan post test, pengetahuan peserta meningkat menjadi 99,99%. Keberhasilan ini terlihat dari banyaknya peserta yang aktif bertanya dan menyelesaikan masalah, serta dari tingkat kepuasan peserta yang memotivasi mereka untuk menghindari dan tidak melakukan bullying di sekolah.
ANALISIS DAMPAK PROGRAM PERTUKARAN MAHASISWA MERDEKA (PMM) TERHADAP PENINGKATAN KESADARAN KEBERAGAMAN BUDAYA MAHASISWA DALAM KONTEKS KURIKULUM MERDEKA Purba, Risnafasya Cahyani; Saragih, Surya Eva Julita; Damanik, Elfina Okto Posmaida
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.38771

Abstract

Kampus merdeka adalah suatu inisiatif besar dalam transformasi pendidikan tinggi di Indonesia yang diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Tekologi Republik Indonesia. Program ini merupakan bagian dari kebijakan Kurikulum Merdeka, yang memiliki tujuan untuk memberikan kebebasan kepada mahasiswa untuk memilih jalur pembelajaran yang lebih fleksibel dan relevan degan kebutuhan zaman. Salah satu kegiatannya adalah Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM), yaitu suatu fasilitas yang disediakan oleh pemerintah untuk memperkenalkan keragaman budaya, memperluas perspektif, dan meningkatkan pemahaman antar suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Program ini juga memberikan kontribus pada penguatan kurikulum merdeka yang berfokus pada pengembangan kompetensi mahasiswa dalam konteks kebhinekaan. Kesadaran keberagaman budaya yang diperoleh melalui PMM diharapkan dapat menciptakan generasi yang lebih inklusif, toleran, dan siap menghadapi tantangan global di masa depan.
PENYULUHAN EDUKASI JAJANAN SEHAT DALAM UPAYA MENINGKATKAN KESADARAN PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR PADA ANAK PANTI ASUHAN YAYASAN TALENTA DELPITA Mahendra, A.; Shalini, Witya; Parulian, Tohap; Sirait, Ronnie Togar Mulia; Okta, Mila Asmawiani; Tharifah, Nabila Tijani; Ardiansyah, Muhammad; Hakim, Abdur Rahman
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.38773

Abstract

Program penyuluhan edukasi jajanan sehat dalam upaya meningkatkan kesadaran pada anak usia sekolah dasar pada anak Panti Asuhan Yayasan Talenta Delpita dilaksanakan sebagai bentuk wujud tri dharma perguruan tinggi. Pengabdian dilaksanakan di Panti Asuhan Yayasan Talenta Delpita pada tanggal 20 November 2024. Jajanan sehat adalah makanan atau minuman yang dikonsumsi di luar waktu makan utama dan memiliki kandungan gizi yang baik untuk tubuh. Jajanan sehat biasanya rendah gula, garam, dan lemak, serta kaya akan serat, vitamin, dan mineral. Contoh jajanan sehat termasuk buah-buahan segar, kacang-kacangan, yogurt rendah lemak, dan sayuran. Tujuan kegiatan penyuluhan yaitu untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan anak-anak tentang pentingnya memilih makanan yang sehat dimana tujuan utamanya yaitu meningkatkan kesadaran, mengurangi konsumsi makanan tidak sehat, mendorong kebiasaan makanan sehat, meningkatkan pengetahuan gizi dan mendukung pertumbuhan serta perkembangan yang optimal. Metode workshop dilakukan dalam bentuk pelatihan dan pendampingan yang dimulai dengan memberikan pengetahuan dan pemahaman terlebih dahulu mengenai bagaimana implementasi konsumsi jajanan sehat dan makanan bergizi sehingga peserta dapat memahami bagaimana pentingnya menjaga kesehatan sejak dini. Hasil dari kegiatan pelatihan ini adalah mendapatkan respon yang positif serta peserta antusias dan sangat proaktif dalam implementasi edukasi jajanan sehat.
PENCEGAHAN STUNTING MELALUI KUDAPAN: PEMBERDAYAAN KADER DI PONDOK PESANTREN AL HIKAM BANGKALAN Huda, Nailul; Susanti, Mery; Firdaus, Firdaus; Saputra, M. Kevin Bintang; Rohma, Deanita; Matin, Nur Sophia
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.38779

Abstract

Stunting adalah gagal tumbuh pada anak balita yang disebabkan oleh kekurangan gizi jangka panjang, terutama pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) karena kekurangan unsur seng (Zn). Selain itu, stunting juga merupakan masalah gizi yang berlangsung lama. Hasil Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) yang dilakukan pada tahun 2019 menunjukkan bahwa 27,67% anak di Indonesia mengalami stunting. Ini berarti bahwa 3 dari setiap 10 anak di Indonesia mengalami stunting. Mirisnya, angka ini masih di atas batas 20% yang ditetapkan oleh World Health Organization (WHO). Ada banyak penyebab stunting di Indonesia, termasuk faktor terdekat seperti status gizi ibu, praktik menyusui, dan praktik pemberian makanan pendamping. Sebuah penelitian juga mengungkapkan bahwa pengetahuan ibu tentang stunting masih tergolong rendah, sehingga perlu adanya upaya promosi kesehatan untuk mengurangi kasus stunting. Selain itu, ibu juga harus memahami bahwa asupan bahan makanan energi dan protein diperlukan guna pencegahan stunting. Asupan protein yang rendah merupakan faktor risiko kejadian stunting pada primer anak usia sekolah. Pemberian edukasi mengenai menu tinggi protein tidak hanya diberikan kepada ibu secara langsung, namun juga bisa diberikan kepada kelompok-kelompok masyarakat. Salah satu kelompok masyarakat yang bisa diberikan edukasi adalah kader pondok pesantren, dimana mereka bisa memberikan pengaruh di lingkungan pondok, sekitar rumah, atau keluarga mereka sendiri. Atas dasar itulah, FK UNUSA terdorong untuk turut mengambil bagian dalam sosialisasi menu tinggi protein kepada pondok pesantren. Adapun pondok yang digandeng sebagai mitra adalah Pondok Pesantren Al Hikam Bangkalan. Pihak FK UNUSA mendorong Pondok Pesantren Al Hikam Bangkalan untuk berperan dalam menyediakan menu tinggi protein kepada para santri. Diperlukan pengabdian dan pendampingan lebih lanjut baik kepada para kader maupun asatidz/asatidzah, khususnya terkait strategi dalam meningkatkan konsumsi protein para santri di pondok pesantren.
PENERAPAN HYGIENE TELINGA DALAM RANGKA PENCEGAHAN PENYAKIT TELINGA PADA SANTRI DI PONDOK PESANTREN DARUSSALAM AL-FAISHOLIYAH SAMPANG MADURA Afina, Rizka Dany; Roesbiantoro, Andi; Idris, Rizqi Mahmud; Wicaksono, Rio
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.38784

Abstract

Kesehatan telinga dan pendengaran merupakan hal penting yang perlu perhatian khusus. Pengetahuan mengenai hygiene telinga perlu diberikan kepada santri sebagai upaya pencegahan penyakit terutama penyakit infeksi telinga. Sebab, usia remaja rentan mengalami keluhan telinga terutama penyakit infeksi telinga. Tujuan dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan santri untuk melakukan penerapan hygiene telinga dalam rangka pencegahan penyakit telinga di Pondok Pesantren Darussalam Al-Faisholiyah Sampang Madura. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah terlaksana dengan baik pada tanggal 7 Mei 2024, di Pondok Pesantren Darussalam Al-Faisholiyah, Sampang Madura. Peserta yang hadir merupakan santri putra dan santri putri Pondok Pesantren Darussalam Al-Faisholiyah. Peserta yang hadir dalam kegiatan ini berjumlah 38 peserta, diantarnya adalah 12 santri putra dan 26 santri putri. Hasil nilai rata-rata pretes santri putra adalah 51,66, sedangkan hasil post-testnya adalah 78,33. Pada santri putri hasil rata-rata nilai pre-testnya adalah 63,07 sedangkan hasil rata-rata nilai post-testnya adalah 77,69. Terdapat peningkatan nilai rata-rata pada nilai post-test jika dibandingkan dengan nilai pre-test. Materi mengenai penerapan hygiene telinga dalam rangka pencegahan penyakit telinga telah tersampaikan dengan baik kepada peserta. Peserta antusias dan aktif bertanya kepada pemateri seputar materi yang disampaikan. Terdapat peningkatan pengetahuan santri setelah mendapatkan materi mengenai penerapan hygiene telinga. Harapan penulis adalah hal ini sebagai ikhtiar sebagai pencegahan penyakit telinga kepada santri putra dan putri Pondok Pesantren Darussalam Al-Faisholiyah.
KEHAMILAN DALAM ISLAM: PROMOSI KESEHATAN REPRODUKSI DAN KEHAMILAN PADA SANTRIWATI DI PP KHA WAHID HASYIM Nasir, Mohammad; Nila, Hartatiek; Safitri, Yati Isnaini; Ailany, Erla Syah Dilla; Haikal, Muhammad Alif; Rodhiyana, Rosda
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.38786

Abstract

Latar Belakang: Remaja merupakan kelompok yang rentan terhadap permasalahan kesehatan reproduksi, termasuk kehamilan di bawah umur, yang berisiko tinggi bagi kesehatan ibu dan anak. Keterbatasan pengetahuan dan layanan kesehatan reproduksi di kalangan remaja, khususnya santriwati di pesantren, menjadi perhatian utama. Tujuan: Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan santriwati tentang kesehatan reproduksi dan kehamilan melalui pendekatan islami, yang juga sejalan dengan nilai-nilai agama yang menghargai kesehatan ibu dan anak. Metode: Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah dan tanya jawab dengan materi kesehatan reproduksi serta persiapan kehamilan dalam perspektif Islam. Sebelum dan sesudah pelatihan, santriwati diminta mengisi kuesioner pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Hasil dan Pembahasan: Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman santriwati mengenai kesehatan reproduksi. Sebelum penyuluhan, hanya 10% santriwati yang memiliki pengetahuan baik, namun setelah pelatihan, angka tersebut meningkat menjadi 67,5%. Kesimpulan: Program ini menunjukkan efektivitas edukasi dalam meningkatkan pemahaman remaja tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, baik dari aspek kesehatan medis maupun agama. Pendidikan kesehatan reproduksi yang terpadu, terutama di lingkungan pesantren, menjadi langkah penting dalam mencegah kehamilan dini dan mempersiapkan generasi yang sehat sesuai dengan tuntunan agama.
PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN SINDROM KORONER AKUT (SKA) DI LINGKUNGAN PONDOK PESANTREN ZAINUL HASAN GENGGONG PROBOLINGGO Firdaus, Abraham Ahmad Ali; Riza, Mochamad Faishal; Fristiyanti, Regina Ayu; Matin, Nur Sophia; Rakhmawati, Shafira Cahyani; Rosyida, Naila Irtabaza
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.38787

Abstract

Sindrom Koroner Akut (SKA) berkontribusi sebesar 32% terhadap angka kematian global dan merupakan 85% penyebab kematian akibat penyakit jantung. Terdapat berbagai faktor predisposisi yang dapat meningkatkan risiko terjadinya SKA, antara lain usia >45 tahun, jenis kelamin, potensi genetik, riwayat keluarga, hipertensi, dislipidemia, merokok, obesitas, diabetes melitus, dan pola hidup dengan aktivitas fisik rendah. Namun berdasarkan kajian epidemiologi terkini dilaporkan bahwa kejadian SKA meningkat pada usia ?45 tahun. Maka perlu adanya kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan kesehatan terkait SKA dengan penekanan pada upaya dan pengendalian SKA di lingkungan Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan melalui tiga tahap, yaitu tahap persiapan yang meliputi kunjungan lapangan dan survei kebutuhan mitra agar materi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan serta pengurusan perizinan. Tahap pelaksanaan dilakukan dengan penyampaian materi, diskusi kelompok dan tanya jawab interaktif. Tingkat pengetahuan peserta kegiatan dapat diukur dengan menganalisis rerata skor pre-test dan post-test peserta kegiatan. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan rerata skor. Dari hasil yang diperoleh dilakukan uji paired sample T test dan diperoleh nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,001. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pre-test dan post-test, sehingga dapat disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan tentang SKA yang diberikan berdampak pada peningkatan pengetahuan peserta kegiatan.