cover
Contact Name
Emmy Syafitri
Contact Email
esyafitri@dharmawangsa.ac.id
Phone
+6282277137173
Journal Mail Official
jpm_reswara@dharmawangsa.ac.id
Editorial Address
Alamat : Jl. K. L. Yos Sudarso No. 224 Medan Kontak : Tel. 061 6635682 - 6613783 Fax. 061 6615190 Surat Elektronik : jpm_reswara@dharmawangsa.ac.id
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 27164861     EISSN : 27163997     DOI : https://doi.org/10.46576/rjpkm
Reswara adalah Jurnal pengabdian kepada masyarakat yang ditertbitkan dan dikelola oleh Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Dharmawangsa (LPkM UNDHAR). Jurnal ini diharapakan dapat menjadi alat informasi dan sosialisasi mengenai hasil-hasil pengabdian dari seluruh civitas akademika tentang berbagai macam inovasi dan solusi-solusi dalam berbagai persoalan dalam masyarakat. Artikel yang dimuat dalam Reswara meliputi hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat yang mempunyai relevansi dengan: Bidang pembangunan manusia dan daya saing bangsa Pengentasan kemiskinan berbasis sumber daya lokal Pengelolaan wilayah pedesaan dan pesisir berkearifan lokal Bidang peternakan, perikanan, dan kehutanan Pengembangan ekonomi, kewirausahaan, koperasi, industri kreatif, dan UMKM Pengembangan teknologi berwawasan lingkungan Bidang ilmu dan teknologi komputer Bidang sastra dan budaya Bidang hukum Bidang komunikasi dan soial politik Bidang pendidikan yang berorientasi integrasi nasional dan harmoni sosial
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 958 Documents
Penyuluhan Aman Berkomunikasi Melalui Whatsapp pada Ponpes di Kelurahan Talang Jambe Palembang Sanmorino, Ahmad; Gustriansyah, Rendra; Puspasari, Shinta
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v6i1.4937

Abstract

WhatsApp menjadi salah satu media komunikasi yang paling banyak digunakan oleh berbagai kalangan, termasuk di lingkungan pondok pesantren, karena kemudahannya dalam berbagi informasi secara cepat dan efisien. Namun, pemahaman tentang keamanan dalam penggunaannya masih sering terabaikan. Di Kelurahan Talang Jambe Palembang, penyuluhan terkait cara berkomunikasi yang aman melalui WhatsApp sangat dibutuhkan untuk melindungi para siswa dan tenaga pengajar dari potensi risiko siber yang dapat mengganggu kegiatan pembelajaran. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman para siswa dan tenaga pengajar di Pondok Pesantren Kelurahan Talang Jambe Palembang mengenai pentingnya berkomunikasi secara aman melalui WhatsApp. Diharapkan peserta dapat mengenali potensi risiko siber dan menerapkan langkah-langkah keamanan dalam aktivitas komunikasi sehari-hari. Adapun mitra kegiatan pengabdian ini adalah Pondok Pesantren di Kelurahan Talang Jambe Palembang. Pengabdian dilakukan melalui pendekatan penyuluhan dengan metode ceramah dan diskusi interaktif. Materi yang disampaikan mencakup praktik terbaik dalam penggunaan WhatsApp, seperti pengaturan privasi, pengenalan phishing, dan cara menghindari penipuan daring. Hasil feedback pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman para peserta perihal berkomunikasi secara aman melalui WhatsApp. Sebanyak 80 persen peserta menyatakan tidak akan mengklik sembarang tautan pada pesan WhatsApp. Sebanyak 80 persen peserta menyatakan tidak akan memberikan informasi pribadi ke orang tak dikenal. Sebanyak 80 persen peserta menyatakan akan selalu update versi WhatsApp terbaru agar lebih aman.
Pelatihan Public Speaking bagi Pelaku Desa Wisata Bukit Paralayang Kulon Progo Kusumaningrum, Maria Asumpta Deny; Funny, Rindu Alriavindra; Rahmawati, Fajar Khanif; Astuti, Yenni
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v6i1.5220

Abstract

Obyek wisata paralayang menawarkan keindahan pemandangan dari atas bukit. Wisata paralayang ini masih sangat jarang di Indonesia. Selain karena termasuk olahraga ekstrem dan memerlukan lokasi yang khusus, kemampuan sumber daya manusia dalam mendampingi wisatawan membutuhkan keahlian tertentu. Bukit Giri Sembung, Kelurahan Banjarasri, Kulon Progo, D.I. Yogyakarta merupakan salah satu obyek wisata paralayang yang baru ditemukan potensinya dan perlu dikembangkan. Pengembangan potensi wisata ini membutuhkan pendampingan dalam aspek manajemen, pemasaran dan pelayanan wisata. Melalui program kemitraan masyarakat, ditawarkan satu solusi berupa pendampingan pelayanan wisata dalam bentuk pelatihan public speaking. Pelatihan ini menjadi bagian dalam rangka memberikan pelayanan prima kepada wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara. Pelatihan dilaksanakan dalam empat proses, yakni analisis kebutuhan, perencanaan pelatihan, pelaksanaan pelatihan, dan evaluasi pelatihan. Dari analisis kebutuhan diperoleh informasi bahwa kemampuan public speaking para pelaku wisata dalam menggunakan Bahasa Inggris masih kurang dan memerlukan pelatihan. Oleh karenanya, pelatihan public speaking ini diberikan dalam Bahasa Inggris dengan target para pelaku wisata supaya dapat menyapa, bercerita, memberikan jawaban, serta menanggapi keluhan dari wisatawan mancanegara. Pelaksanaan pelatihan ini, secara umum, dapat disimpulkan berjalan dengan baik, yang dibuktikan dari umpan balik yang baik dari peserta
Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) “Zero Waste School-Plastic” Pratiwi, Fika Dewi; Notonegoro, Hartoyo; Noviayanti Manik, Jeanne Darc
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v6i1.5038

Abstract

Sampah plastik yang berakhir di wilayah perairan, mengancam kelestarian sumber daya perikanan dan kelautan, keamanan pangan komoditi perikanan serta kelestarian pariwisata Bahari di Pulau Bangka. Pendekatan strategis diperlukan untuk mengedukasi generasi muda di sekolah terhadap permasalahan sampah plastik yang ada di lingkungan sekitar. Kondisi eksisting, permasalahan internal yang dihadapi sekolah UPTD. SMPN 02 Merawang diantaranya minimnya literasi siswa tentang plastik dan mikroplastik, siswa terbiasa menggunakan single used plastic, tidak mampu mengidentifikasi kemasan plastik food grade. Permasalah eksternal yang dijumpai yaitu pengelolaan sampah dilakukan dengan cara dibakar, siswa juga belum pernah mendapatkan pelatihan daur ulang sampah plastik. Tumpukan sampah plastik juga terlihat di sekitar sekolah, menimbulkan bau dan risiko kesehatan. Tujuan kegiatan pengabdian yaitu penguatan terwujudnya profil pelajar pancasila pada siswa SMP terkait pengelolaan sampah plastik dan menumbuhkan kepeduliaan lingkungan pada siswa SMP 2 Merawang agar dapat menjaga kelestarian perairain dan biota air. Metode pelaksanaan kegiatan yaitu kombinasi antara sosialisasi, pendampingan disertai partisipasi aktif dari mitra. Program dilaksanakan pada bulan Agustus-September 2024. Program edukasi, sosialisasi mendatangkan narasumber pakar dari akademisi, Universitas Bangka Belitung dan Dinas Lingkungan Hidup, Kabupaten Bangka. Kegiatan pengabdian berhasil dilakukan dengan indikator yang dapat diukur yaitu adanya output kegiatan berupa kerajinan sofa bulat dari ecobrick dan kerajinan alat tempat pensil dan vas bunga dari sampah plastik buatan siswa, serta hasil kuesioner menunjukkan pernyataan sebagian besar siswa setuju sampai dengan sangat setuju bahwa implementasi P5 Zero waste school-plastic dilaksanakan dengan efektif dan diperlukan keberlanjutan kegiatan yang mendukung implementasi P5 untuk mengatasi permasalahan sampah plastik
Sosialisasi Memaksimalkan Potensi Diri Melalui Komunikasi yang Efektif di SMA Negeri 1 Sentolo Ibrahim, Yulianton Ashzar; Dwi Mulyani, Nur Sya'ban Ratri; Rahmawati, Endah
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v6i1.5326

Abstract

Komunikasi merupakan bagian penting dalam proses sosial individu, bahkan dalam lingkup pembelajaran. Berhasil tidaknya informasi yang disampaikan kepada orang lain sangat ditentukan oleh keefektifan komunikasi. Selanjutnya, Potensi diri individu diawali dengan beberapa kondisi dimana individu tersebut memiliki hal yang ingin dicapai berupa mimpi bersifat jangka panjang dan jangka pendek. Tujuan sosialisasi ini yaitu memaksimalkan potensi diri siswa melalui komunikasi yang efektif dengan pelaksanaan kegiatan antara lain: 1) Focus Group Discussion (FGD), 2) metode diskusi, ceramah, dan tanya jawab, 3) pemaparan materi dan video contoh komunikasi yang efektif. Kegiatan sosialisasi dihadiri oleh total 62 peserta yang terbagi dari 45 siswa-siswi SMA Negeri 1 Sentolo dan 17 mahasiswa FIP Bimbingan dan Konseling IKIP PGRI Wates, kegiatan ini telah dilaksanakan dengan baik tanpa ada kendala yang serius. Hal tersebut ditunjukkan dari hasil evaluasi kegiatan dengan nilai post-test yang mengalami peningkatan sebesar 23% dibandingkan nilai pre-test. Berdasarkan hal itu, dapat disimpulkan bahwa peserta memahami materi yang diberikan mengenai memaksimalkan potensi diri sebagai hal yang penting dilakukan oleh setiap individu sedini mungkin, serta pemahaman tentang teknik dan penerapan komunikasi yang efektif
Penerapan Pertanian Terpadu di Daerah Pesisir Desa Paluh Subur Kecamatan Hamparan Perak Sumatera Utara Sidauruk, Lamria; Panjaitan, Ernitha; Sihombing, Parsaoran; Simanjuntak, Pantas; Sitepu, Indrawaty; Lumban Tobing, Berton Edward
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v6i1.4279

Abstract

Desa Paluh Subur berada di pesisir Belawan Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang Sumatra Utara. Secara umum kondisi penduduk di desa ini memprihatinkan dengan mata pencaharian bercocok tanam padi dengan pengairan tadah hujan satu kali dalam setahun. Produktivitasnya masih jauh dari rata-rata produktifitas nasional. Penghasilan tambahan diperoleh dari ternak dan tanaman hortikultura. Teknologi budidaya padi sawah yang dikembangkan masyarakat selama ini masih sangat sederhana dan belum memanfaatkan potensi lahan secara maksimal. Tujuan Pengabdian Masyarakat bertujuan untuk menerapkan sistem pertanian terpadu untuk memaksimalkan potensi wilayah. Metode pelaksanaan adalah Participatory approach melalui penyuluhan, diskusi, praktek langsung dan pembuatan demonstrasi plot teknologi budidaya padi sawah dengan Metode SRI yang terintegrasi dengan peternakan dan memanfaatkan potensi lingkungan sekitar sehingga produksi padi dan pendapatan petani meningkat. Hasil kegiatan demonstrasi pada plot percobaan menunjukkan ada peningkatan produksi padi sebesar 47 %, mengurangi kebutuhan bibit sebesar 88 % dan mengurangi penggunaan pupuk Anorganik sebesar 35 % sebagai akibat pemanfaatan Jerami padi sebagai pupuk organik Bokashi. Hasil kegiatan penyuluhan menunjukkan bahwa ada peningkatan pengetahuan petani dalam hal pemanfaatan jerami padi sebagai bahan organik penambah unsur hara tanaman, pemanfaatan tumbuhan sekitar sebagai bahan untuk pestisida nabati, pengenalan kebutuhan unsur hara tanaman berdasarkan warna daun dan efisiensi penggunaan air dan bibit melalui polatanam padi dengan Metode SRI.  Hasil Integrasi usaha dengan peternakan kambing belum menunjukkan hasil yang signifikan sampai kegiatan pengabdian Masyarakat ini berakhir
Edukasi Perundungan Digital di SMKN 1 Minas Rianita, Dian; Amelia, Vita; Yandra, Alexsander; Husna, Khuriyatul; Irene, Audrey Fallicia
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v6i1.5164

Abstract

Cyberbullying telah menjadi masalah serius, terutama di kalangan remaja yang aktif menggunakan media digital. Seiring perkembangan teknologi, platform online dan media sosial membuka peluang baru untuk perundungan, sehingga penting dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya ini dan melatih literasi digital. Literasi digital mencakup pemahaman terhadap hoax, sementara literasi non-digital menekankan pada sikap menghadapi perundungan. Kegiatan ini dilakukan melalui sosialisasi, sesi tanya jawab interaktif, pelatihan literasi digital, serta simulasi dan role playing. Sebelum pelatihan, 80% siswa tidak mengenal istilah cyberbullying meskipun mereka akrab dengan gawai. Sebagian kecil siswa yang memahami istilah tersebut mengetahuinya melalui media sosial seperti Instagram (65%), Facebook (10%), dan game online (3%). Setelah pelatihan, seluruh siswa memahami konsep cyberbullying dan bahayanya. Cyberbullying berdampak serius, termasuk meningkatkan risiko kecemasan, depresi, dan stres pada korban. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan pendekatan multifaset yang mencakup pendidikan, legislasi, dan keterlibatan masyarakat. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran siswa tentang bahaya cyberbullying dan pentingnya literasi digital. Upaya berkelanjutan harus dilakukan untuk menciptakan lingkungan digital yang aman dan inklusif
Upaya Peningkatan Pengetahuan Stunting dan Pencegahannya di Wilayah Abepura, Papua. Sianturi, Elfride Irawati; Lingga, Irene Sondang; Soltief, Sitti Nurdjaja; Irpa, Makdalena; Rumanasen, David W; Rusnaeni, Rusnaeni
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v6i1.4992

Abstract

Angka prevalensi stunting secara nasional sangat tinggi dan angka nasional prevalensi stunting di Indonesia berada di sekitar 37 persen. Dalam menanggulangi ini beberapa program telah ditawarkan pemerintah untuk menanggulangi segera masalah ini. Ternyata capaian Indeks Khusus Penanganan Stunting (IKPS) di provinsi Papua sangat rendah di antara provinsi yang ada di Indonesia. Angka stunting di Jayapura terhitung sangat tinggi dimana kejadian stunting sangat berhubunan dengan kemiskinan serta kurangnya pemahaman ibu mengenai komposisi gizi. Abepura sebagai salah satu distrik dimana tingkat perekonomian yang rendah serta jumlah anak balita yang relatif tinggi menjadi salah satu perhatian untuk dilakukan kegiatan pengabdian dalam rangka pencegahan stunting. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan mengenai faktor yang berkaitan dengan kejadian stunting serta pencegahan stunting di kalangan ibu di daerah Jayapura. Kegiatan ini dilakukan dengan melakukan penyuluhan, serta sesi tanya jawab untuk mengukur penerimaan para partisipan terhadap materi. Dari 21 wanita sebagai partisipan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini diperoleh antusias yang sangat positif. Hal yang menarik dari kegiatan ini beberapa pertanyaan diajukan oleh partisipan di mana hal ini berfokus pada hal pengetahuan para ibu dalam melakukan modifikasi makanan agar kebutuhan gizi anak dapat terpenuhi. Hal lain yang tidak kalah pentingnya bahwa ada keingintahuan para partisipan mengenai langkah langkah yang harus dilakukan para ibu serta kader posyandu bila ada anak yang tidak dapat melakukan vaksinasi dengan tepat dikarenakan masalah kesehatan anak yang terganggu. Hasil yang diperoleh bahwa antusias dan animo partisipan cukup tinggi dimana selain mengenai gizi ada pula beberapa pertanyaan partisipan yang erat hubungannya dengan kesehatan balita, gizi dan vaksinasi. Dari hal tersebut maka pada kegiatan berikutnya dicanangkan untuk bekerjasama dengan tenaga kesehatan di Puskesmas terdekat dalam menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan vaksinasi dan malaria serta diare
Workshop Pengembangan Kompetensi Guru Melalui Pembuatan Media Pembelajaran Interaktif Menggunakan Augmented Reality Saluza, Imelda; Putri, Indah Pratiwi; Yulianti, Evi; Marcelina, Dona; Permatasari, Indah
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v6i1.5318

Abstract

Makalah ini membahas pelaksanaan workshop pengembangan kompetensi guru melalui pembuatan media pembelajaran interaktif menggunakan Augmented Reality (AR) di SMA Negeri 1 Banyuasin I. Kebijakan merdeka belajar memberikan kebebasan dalam pendidikan baik bagi guru maupun peserta didik. Artiannya guru diberi kebebasan dalam mengembangkan diri sehingga memiliki kompetensi untuk menjadi guru profesional. Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam memanfaatkan teknologi digital untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan interaktif bagi siswa. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), yang meliputi langkah-langkah perencanaan, implementasi, pengamatan, dan refleksi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 93,80% peserta memberikan respon positif terhadap kegiatan ini, dengan 98,08% guru merasa bahwa workshop ini meningkatkan kompetensi mereka. Meskipun terdapat tantangan dalam penerapan AR, terutama di kalangan guru senior, antusiasme untuk belajar dan mengembangkan media pembelajaran berbasis teknologi tetap tinggi. Kesimpulannya, kegiatan ini berhasil meningkatkan kompetensi guru dan diharapkan dapat dilanjutkan untuk mendukung profesionalisme guru dalam menghadapi perkembangan teknologi di pendidikan.
Penggunaan Media Sosial Untuk Pemasaran UMKM Topi di Desa Mojowiryo Kabupaten Mojokerto Abdillah, Adil; Rizkawati, Nidya; Fitriyani, Zenita Afifah; Rachmawati, Eny
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v6i1.5089

Abstract

Pemasaran mengalami perkembangan seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, sistem pemasaran digital menjadi marak digunakan dalam mengembangkan area pemasaran dan memperkenalkan produk yang diproduksi. Permsalahan yang dihadapi adalah banyak UMKM yang masih konvensial dalam menggunakan sistem pemasarannya sehingga usaha mereka tidak dapat berkembang dengan baik karena pemasaran hakikatnya membutuhkan biaya yang cukup banyak. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pemahaman terhadap pentingnya pemasaran digital dan pelatihan singkat pembuatan media sosial untuk pemasaran. Metode yang digunakan yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Adapun hasil dari pengabdian masyarkat ini adalah tahap persiapan dilakukan survey lokasi dan wawancara di UMKM Topi Pak Khusnul untuk menggali potensi masalah yang dihadapi. Pada tahap selanjutnya adalah tahap pelaksanaan dilakukan sosialisasi dan pelatihan terkait pemasaran digital dan media sosial serta tanya jawab untuk menambah pemahaman masayarakat semakin meningkat. Tahap akhir pada kegiatan ini adalah tahap evaluasi dilakukan posttest dan pretest untuk mengetahui sejauh mana pemahaman masyarakat terhadap materi yang diberikan dan hasilnya menunjukkan peningkatan. Dari hasil prestest dan post test terjadi peningkatan rata-rata sebesar 50% terhadap pemahaman terhadap pemasaran digital untuk perkembangan usaha UMKM, serta dari latihan pembuatan media sosial warga desa Mojowiryo mampu mebuat media sosial tersebut dengan baik. Dari adanya pengabdian kepada masyarakat mampu memberikan kontribusi positif pada warga dan pelaku UMKM di desa Mojowiryo dalam membuat etalase dagang dengan menggunakan media sosial.
Optimalisasi Pengetahuan Mahasiswa dalam Konsep Dasar Penelitian, Metode Penelitian Pendidikan, dan Publikasi Artikel Ilmiah Faturrahman, Mas Akhbar; Hidayat, Fiqri; Nirmala, Nira; Asikin, Saripah Nur; Febiola, Rizki Cantika; Angela, Paros Priskila; Ivan, Ivan; Maryani, Dian; Lestari, Dinda Dwi; Karmadi, Rexy Maulana Dwi
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v6i1.4977

Abstract

Penelitian menjadi salah satu komponen dari tridarma perguruan tinggi yang tidak terlepas dari civitas academica. Pemahaman tentang penelitian di bidang pendidikan menjadi suatu hal yang sangat penting karena berperan secara langsung dalam memecahkan berbagai permasalahan pendidikan. Namun, mahasiswa umumnya masih belum memahami dan menguasai konsep dasar penelitian dan metode penelitian pendidikan. Selain itu, kurangnya pemahaman mahasiswa terhadap tata cara publikasi artikel ilmiah yang baik dan benar menjadi suatu permasalahan. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan informasi yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa dalam mengoptimalkan pengetahuan mereka terhadap konsep dasar penelitian, metode penelitian pendidikan, dan publikasi artikel ilmiah. Kegiatan pengabdian dilaksanakan secara luring dalam bentuk seminar yang dihadiri oleh 69 orang peserta yang merupakan mahasiswa Universitas Tanjungpura. Pada kegiatan seminar yang dilaksanakan, narasumber menyampaikan empat materi yang mencakup “Konsep Dasar Penelitian”, “Metode Penelitian Pendidikan”, “Mengenal Jurnal dan Artikel Ilmiah”, dan “Prosedur Submit Artikel Ilmiah”. Berdasarkan hasil pengisian angket evaluasi kegiatan, kegiatan seminar yang dilaksanakan menunjukkan tingkat minat mahasiswa yang cukup tinggi dalam memahami konsep dasar penelitian, metode penelitian pendidikan, dan publikasi artikel ilmiah. Namun, terdapat beberapa kekurangan pada pelaksanaan kegiatan seminar yang menjadi bahan evaluasi untuk lebih meningkatkan keaktifan partisipasi dan minat peserta dalam pelaksanaan dan keberlanjutan kegiatan