cover
Contact Name
Emmy Syafitri
Contact Email
esyafitri@dharmawangsa.ac.id
Phone
+6282277137173
Journal Mail Official
jpm_reswara@dharmawangsa.ac.id
Editorial Address
Alamat : Jl. K. L. Yos Sudarso No. 224 Medan Kontak : Tel. 061 6635682 - 6613783 Fax. 061 6615190 Surat Elektronik : jpm_reswara@dharmawangsa.ac.id
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 27164861     EISSN : 27163997     DOI : https://doi.org/10.46576/rjpkm
Reswara adalah Jurnal pengabdian kepada masyarakat yang ditertbitkan dan dikelola oleh Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Dharmawangsa (LPkM UNDHAR). Jurnal ini diharapakan dapat menjadi alat informasi dan sosialisasi mengenai hasil-hasil pengabdian dari seluruh civitas akademika tentang berbagai macam inovasi dan solusi-solusi dalam berbagai persoalan dalam masyarakat. Artikel yang dimuat dalam Reswara meliputi hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat yang mempunyai relevansi dengan: Bidang pembangunan manusia dan daya saing bangsa Pengentasan kemiskinan berbasis sumber daya lokal Pengelolaan wilayah pedesaan dan pesisir berkearifan lokal Bidang peternakan, perikanan, dan kehutanan Pengembangan ekonomi, kewirausahaan, koperasi, industri kreatif, dan UMKM Pengembangan teknologi berwawasan lingkungan Bidang ilmu dan teknologi komputer Bidang sastra dan budaya Bidang hukum Bidang komunikasi dan soial politik Bidang pendidikan yang berorientasi integrasi nasional dan harmoni sosial
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 992 Documents
Peningkatan Efikasi Diri Penderita Hipertensi melalui Edukasi dan Pelatihan Manajemen Non-Farmakologis Oktarina, Yosi; Mekeama, Luri; Sari, Yulia Indah Permata; Subandi, Andi; Nurhusna, Nurhusna
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v7i1.7357

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis yang tidak dapat disembuhkan namun dapat dikendalikan melalui manajemen farmakologis dan non-farmakologis. Salah satu strategi non-farmakologis yang berperan penting adalah peningkatan efikasi diri pasien dalam melakukan perawatan diri. Hasil identifikasi awal di wilayah mitra menunjukkan bahwa sebagian besar penderita hipertensi belum memiliki kesadaran dan kemampuan yang memadai dalam melakukan perawatan diri. Sehingga hal ini menjadi dasar perlunya intervensi berbasis manajemen non farmakologis untuk meningkatkan efikasi diri penderita hipertensi, sehingga akan berdampak pada kemampuan perawatan diri pasien. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini yaitu untuk meningkatkan efikasi diri pada penderita hipertensi. Metode pelaksanaan pengabdian dilakukan melalui beberapa tahapan yang meliputi identifikasi permasalahan mitra, penyusunan rencana intervensi, pelaksanaan edukasi kesehatan tentang hipertensi, serta pelatihan peningkatan efikasi diri melalui pendekatan manajemen non-farmakologis, Pengabdian dilakukan pada 20 orang penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Simpang IV Sipin Kota Jambi. Setelah pelaksanaan kegiatan pengabdian, Hasil menunjukkan peningkatan rerata skor efikasi diri dari 3,29 menjadi 3,64 setelah intervensi. Adanya peningkatan efikasi diri diharapkan dapat meningkatkan kemampuan perawatan diri khususnya dalam mengendalikan tekanan darah
Literasi Media: Mengenal Modus TPPO dan Pencegahan di SMK 2 Kota Tanjungpinang Poti, Jamhur; Arianto, Bismar; Idiani, intan; Ammelia, Euis; Gemilang, Reza
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v7i1.7656

Abstract

Dalam era digital yang ditandai dengan kemajuan teknologi dan maraknya penyalahgunaan media sosial, literasi media menjadi krusial, terutama bagi generasi muda yang rentan terhadap Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Kondisi ini diperparah karena Kepulauan Riau (Kepri) yang telah diidentifikasi sebagai salah satu "pintu masuk-pintu keluar" utama TPPO di Indonesia. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan dengan tujuan utama untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran kritis siswa SMK terhadap modus TPPO yang memanfaatkan teknologi digital dan sektor pariwisata. Mitra pengabdian dalam kegiatan ini adalah SMK Negeri 2 Kota Tanjungpinang, sebuah sekolah kejuruan yang siswanya berada dalam kelompok usia produktif dan rentan terhadap tawaran kerja palsu di media digital. Metode pelaksanaan kegiatan adalah penyuluhan dan sosialisasi yang bersifat partisipatif dan interaktif, meliputi ceramah, sesi tanya jawab, studi kasus, dan simulasi, dengan menghadirkan narasumber ahli dari Kejaksaan Negeri Bintan dan akademisi. Hasil PkM menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan pada siswa dibandingkan Asesmen Awal dan pretest, di mana mayoritas peserta kini mampu mengidentifikasi tanda-tanda penipuan daring dan indikator TPPO, membuktikan efektivitas program dalam membentuk kesadaran kritis yang dibutuhkan di era digital
Peningkatan Pemahaman Kebudayaan Indonesia melalui Kokurikulum di Sanggar Belajar Penang Malaysia. Minsih, Minsih; Widyasari, Choiriyah; Helzi, Helzi; Cahyaningtyas, Alief Laela
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v7i1.6115

Abstract

Kebudayaan merupakan identitas nasional yang mencerminkan ide, perasaan, tindakan, dan karya manusia dalam masyarakat. Namun, anak-anak di Sanggar Belajar Ami dan Permai di Penang, Malaysia, memiliki keterbatasan pemahaman tentang kebudayaan Indonesia akibat kurangnya akses sumber belajar dan interaksi langsung dengan budaya Indonesia. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman kebudayaan Indonesia melalui program kokurikulum yang interaktif dan partisipatif. Program ini dirancang untuk memperkenalkan ragam budaya Indonesia, menumbuhkan semangat nasionalisme dan patriotisme, serta mengatasi keterbatasan akses informasi budaya bagi anak-anak di luar negeri. Metode pelaksanaan meliputi lima tahap: (1) pemetaan kondisi awal melalui pre-test, (2) sosialisasi dengan mitra, (3) pelatihan dan pendampingan menggunakan media audiovisual, (4) evaluasi melalui post-test, dan (5) pelaporan hasil. Partisipan terdiri dari 96 anak usia 5–15 tahun di dua sanggar belajar. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman budaya Indonesia, antara lain pengetahuan musik tradisional (60%), bahasa dan sastra (42–43%), adat dan tradisi (44–47%), serta rasa bangga terhadap budaya Indonesia (53–55%). Selain itu, program ini juga berhasil menumbuhkan keterampilan sosial dan solidaritas antarpeserta. Dengan demikian, pendekatan kokurikulum terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman kebudayaan Indonesia dan memperkuat identitas budaya anak-anak Indonesia di luar negeri
Edukasi Literasi Digital Bagi Peserta Didik PKBM Kencana Nusantara Himmah, Elok Faiqotul; Kaestria, Rommi; Syah, Hakim; Hardita, Veny Cahya
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v7i1.7532

Abstract

Tingginya penetrasi internet di Indonesia (210 juta pengguna pada 2022) belum diimbangi dengan literasi digital yang memadai, terutama di kalangan remaja yang mendominasi penggunaan internet dengan tingkat penetrasi mencapai 99,16%. Kesenjangan ini dapat menyebabkan munculnya permasalahan digital seperti ujaran kebencian, radikalisme, cyberbullying, hoax, serta maraknya konten pornografi secara global. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai literasi digital khususnya di kalangan remaja yang memiliki tingkat penetrasi internet terbesar yaitu 99,16%. Menyikapi hal tersebut, Tim Pengabdian Masyarakat (PKM) STMIK Palangkaraya bekerjasama dengan UIN Palangka Raya menyelenggarakan edukasi  literasi digital bagi remaja di Kota Palangka Raya, khususnya peserta didik Program Paket B di PKBM Kencana Nusantara. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan penguatan kesadaran dan sikap positif peserta dalam menggunakan internet. Edukasi dilakukan melalui metode ceramah, demonstrasi, dan diskusi, yang meliputi empat pilar literasi digital: keterampilan, etika, budaya, dan keamanan digital. Kegiatan ini berhasil mencapai tujuannya dengan menunjukkan dampak positif yang terukur. Meskipun tanpa pre-test dan post-test formal, ditemukan perubahan sikap nyata oleh peserta yaitu inisiatif peserta untuk mengganti kata sandi menjadi lenih kuat, serta tekad untuk membatasi waktu layar dan menggunakan teknologi secara lebih produktif. Secara kuantitatif, keberhasilan ini didukung oleh temuan awal bahwa 81% pesera telah memiliki kecenderungan positif untuk tidak menyebarkan hoax, serta tingginya apresiasi: 83,82% menyatakan materi sangat bermanfaat dan 82,35% menyatakan puas terhadap pelaksanaan kegiatan. Hasil ini mengindikasikan bahwa PKM mampu menguatkan kesadaran dan mendorong pembentukan sikap digital yang aman, etis, dan produktif.
Peningkatan Kompetensi Guru SMK Melalui Workshop Penyusunan Perangkat Evaluasi Pembelajaran dengan Dukungan Artificial Faradillah, Faradillah; Fadhiel Alie, Muhammad; Yulianti, Evi
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v7i1.7815

Abstract

Transformasi digital dalam dunia pendidikan menuntut guru untuk mampu beradaptasi dengan pemanfaatan teknologi, khususnya dalam proses asesmen pembelajaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam menyusun perangkat evaluasi pembelajaran berbasis Artificial Intelligence (AI). Kegiatan dilaksanakan pada bulan September 2025 di SMK PGRI 2 Palembang melalui workshop yang melibatkan 25 guru dari berbagai jurusan. Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, demonstrasi penggunaan platform AI (ChatGPT, Quizizz AI, dan Google Form AI Grading), serta praktik langsung penyusunan soal, rubrik penilaian, dan integrasi asesmen ke dalam sistem pembelajaran digital. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan, wawasan, kemampuan, dan keterampilan peserta, serta survei kepuasan peserta. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh aspek kompetensi. Aspek pengetahuan meningkat dari skor rata-rata 2,8 menjadi 4,6 (64,3%), wawasan dari 2,9 menjadi 4,5 (55,2%), kemampuan dari 2,7 menjadi 4,4 (62,9%), dan keterampilan mengalami peningkatan tertinggi dari 2,5 menjadi 4,7 (88,0%). Secara keseluruhan, rata-rata skor peserta meningkat dari 2,7 pada pre-test menjadi 4,6 pada post-test dengan persentase peningkatan sebesar 67,3%. Selain itu, tingkat kepuasan peserta terhadap pelaksanaan kegiatan berada pada kategori sangat baik. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan AI dalam evaluasi pembelajaran efektif dalam meningkatkan profesionalisme guru dan kualitas asesmen berbasis teknologi. Ke depan, kegiatan direkomendasikan untuk dilanjutkan melalui pendampingan berkelanjutan agar implementasi AI di sekolah dapat berjalan optimal dan konsisten
Pelatihan Kader Tentang Terapi Komplementer Anak dengan Kondisi ISPA Menggunakan Massage Therapy dan Clapping Ratnaningsih, Ester; Febriati, Listia Dwi; Sugathot, Aan Ika
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v7i1.7782

Abstract

Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) pada balita di Posyandu Cinta Abadi I Dusun Duku Desa Jambidan, Banguntapan, Kabupaten Bantul, masih menduduki urutan pertama masalah kesehatan anak. Sedangkan 80 % Ibu balita dan kader Posyandu belum mengerti bagaimana meringankan keluhan saat ISPA serta belum memahami tentang terapi komplementer dengan metode massage terapy dan clapping untuk mengatasi ISPA. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu dalam penanganan ISPA pada anak melalui penerapan terapi komplementer berupa massage therapy dan clapping. Kegiatan dilaksanakan pada Juli 2024 dengan sasaran 22 kader Posyandu balita, menggunakan metode ceramah, demonstrasi, dan praktik langsung. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan kader setelah pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman kader secara signifikan mengenai terapi komplementer massage therapy dan clapping sebagai upaya membantu meredakan keluhan ISPA pada anak. Pelatihan ini terbukti efektif sebagai upaya penguatan peran kader Posyandu dalam memberikan edukasi kesehatan kepada ibu balita serta mendukung penanganan ISPA berbasis keluarga dan komunitas
Diversifikasi Produk Olahan Bawang Merah: Strategi Pemberdayaan Ekonomi Kelompok Tani Kaombo 1 Desa Lanpandewa Jaya Sudarman, La; Kuswinton, Kuswinton; Sarimuddin, Sarimuddin; Restinawati, Restinawati; Nabila, Nabila
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v7i1.7369

Abstract

Desa Lapandewa Jaya di Kabupaten Buton Selatan merupakan sentra bawang merah dengan hasil panen melimpah. Namun, petani masih menjual secara mentah seharga Rp25.000–Rp35.000/Kg, yang tidak sebanding dengan biaya produksi. Akibatnya, pendapatan dan kesejahteraan petani rendah. Padahal, desa memiliki potensi ekonomi besar jika dilakukan pengolahan. Masalah utamanya adalah belum adanya diversifikasi produk, manajemen usaha, dan pemasaran berbasis ecommerce yang optimal. Pengabdian bertujuan untuk memberikan solusi terhadap hasil produksi bawang merah yang berfokus pada tiga aspek yakni aspek produksi melalui diversifikasi produk, aspek manajemen usaha melalui perencanaan usaha berbasis digital serta aspek pemasaran melalui pemasaran berbasis e-commerce. Mitra pengabdian adalah kelompok tani Kaombo 1 yang berumlah 15 orang. Metode pengabdian berupa perencanaan, sosialisasi, pelatihan dan penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, keberlanjutan program dan penyusunan laporan. Waktu pelaksanaan dari tanggal 10 Agustus 2024 - 30 Agustus 2025. Hasil pengabdian dari aspek produksi meghasilkan tiga produk berupa bubuk bawang merah harga jual Rp70.000/Kg, bawang goreng harga jual Rp55.000/Kg dan keripik bawang dijual seharga 45.000/Kg. Aspek manajemen usaha kelompok tani berhasil dalam mengelola usaha secara profesional serta membuka peluang diversifikasi produk olahan bawang merah yang berkelanjutan dan bernilai ekonomi tinggi. Aspek pemasaran berbasis e-commerce kelompok tani diperkenalkan pada konsep dasar pemasaran digital, strategi branding, dan pemanfaatan platform e-commerce seperti marketplace, media sosial, hingga website untuk mendukung penjualan produk. Hasil post-tes juga menunjukkan bahwa setelah kegiatan terjadi peningkatan pemahaman dari  kurang paham menjadi paham sebesar 100%
Program Edukasi Hidrasi Anak Sekolah Full Day di SDIT Alam Ar-Royyan Kota Padang Larasati, Aulia Sepriadina; Fasrini, Ulya Uti; Windasari, Noverika; Desmawati, Desmawati; Linosefa, Linosefa; Arisanty, Dessy
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v7i1.7657

Abstract

Konsumsi air yang cukup sesuai rekomendasi berperan penting bagi fungsi kognitif dan kesehatan anak. Akan tetapi, masih dijumpai anak sekolah dasar yang belum memahami manfaat mencukupi kebutuhan air tubuh. Program pengabdian ini bertujuan menilai sekaligus meningkatkan pengetahuan tentang hidrasi pada siswa kelas 4 dan 5 di sekolah dasar full day berbasis alam. Mitra program adalah SDIT Alam Ar-Royyan di Kota Padang. Metode yang digunakan berupa edukasi interaktif selama tiga sesi selama tiga minggu. Setiap sesi diawali pengarahan dan pre-test, dilanjutkan penyampaian materi melalui media audio visual, permainan, serta tanya jawab. Post-test dan penguatan materi dilaksanakan dua hari setelahnya. Instrumen penilaian menggunakan kuesioner cetak dan dianalisis secara deskriptif. Sebanyak dua puluh tiga siswa mengikuti pertemuan pertama, dengan tujuh belas siswa menyelesaikan seluruh rangkaian program. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan yang bermakna yaitu sebesar 96,1% siswa mengalami kenaikan skor pengetahuan dan 76,5% berpengetahuan “baik”. Ukuran kelompok yang kecil mendukung interaksi, fokus, dan umpan balik yang lebih personal. Hambatan utama adalah penjadwalan dan ketidakhadiran sebagian siswa. Penetapan jadwal melalui nota kesepahaman dengan bagian kurikulum, pelibatan orang tua dan guru melalui diskusi kelompok terarah, serta pemantauan kebiasaan minum harian di kelas diperlukan untuk keberlanjutan program.
Peningkatan Pemahaman Mengenai Diet Gagal Ginjal Kronis pada Pasien Hemodialisa Angraini, Dian Isti; Yoga, Made Agung Prasetya Adnyana; Susmalini, Susmalini; Zuraida, Reni
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v7i1.6133

Abstract

Lebih dari 90% pasien dengan penyakit ginjal kronik menerima hemodialisa. Kepatuhan diet pasien hemodialisa merupakan salah satu faktor penentu kualitas hidup pasien. Pemahaman peserta kegiatan ini mengenai diet gagal ginjal kronis lebih dari 50% belum baik. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman pasien hemodialisa mengenai diet penyakit gagal ginjal kronis. Metode yang akan dilakukan adalah dengan edukasi (promosi) kesehatan mengenai diet gagal ginjal kronis yang sesuai bagi pasien yang menjalani hemodialisa. Kegiatan ini dilakukan di instalasi hemodialisa di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung, pada tanggal 26 Oktober 2024, dengan peserta sebanyak 40 orang pasien hemodialisa. Hasil evaluasi terhadap pelaksanaan pengabdian menunjukkan bahwa 87,5% peserta mengalami peningkatan pemahaman hingga mencapai kategori baik, 12,5% peserta memiliki pemahaman yang tergolong cukup baik, dan 100% peserta mengalami peningkatan pemahaman mengenai definisi, patofisiologi dan penyebab penyakit gagal ginjal kronis, gambaran hemodialisa, diet yang sesuai dengan penyakit dan kondisi hemodialisa termasuk pembatasan cairan dan protein, serta contoh menu makanan. Kegiatan peningkatan pemahaman pasien hemodialisa mengenai diet penyakit gagal ginjal kronis ini merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan pasien hemodialisa dalam pengelolaan penyakit dan meningkatkan kualitas hidup. Kegiatan peningkatan pemahaman pasien hemodialisa mengenai diet penyakit gagal ginjal kronis ini terbukti efektif
Es Krim Kelor sebagai Inovasi Cerdas Olahan Pangan Lokal Solusi Pencegahan Stunting Menuju Ekonomi Berdaya Fajriah, Agustina Nurul; Asnidar, Asnidar; Nafaida, Rizky; Murni, Mayang; Perangin-angin, Mochammad Iswan; Rahma, Fathia
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v7i1.7555

Abstract

Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi kronis yang berdampak signifikan terhadap kualitas sumber daya manusia (SDM) di masa depan. Anak-anak yang mengalami stunting cenderung memiliki gangguan perkembangan dan daya tahan tubuh, yang pada akhirnya memengaruhi produktivitas dan daya saing bangsa. Kabupaten Aceh Timur menjadi salah satu daerah dengan prevalensi stunting tinggi, kondisi ini diperburuk oleh rendahnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan posyandu dan kurangnya pemahaman tentang pentingnya gizi seimbang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk: (1) meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya pencegahan stunting melalui pemanfaatan pangan lokal bergizi; (2) memberikan keterampilan kepada masyarakat dalam mengolah daun kelor menjadi es krim sehat; dan (3) menciptakan peluang usaha mikro melalui inovasi pangan lokal sebagai upaya mendukung ekonomi berdaya. Tahapan kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan, dan praktik langsung (demo).  Metode evaluasi dalam kegiatan ini menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan kader posyandu. Peserta mampu membuat es krim kelor secara mandiri dan memahami manfaatnya bagi pencegahan stunting. Selain itu, inovasi ini berhasil meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap kegiatan posyandu karena produk es krim kelor menjadi daya tarik bagi anak-anak. Selain aspek kesehatan, inovasi ini juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Dengan modal yang relatif rendah dan bahan baku yang tersedia secara lokal, es krim kelor berpotensi dipasarkan di sekolah-sekolah dan warung desa. Pendekatan ini sejalan dengan konsep ekonomi berdaya, dimana masyarakat diberdayakan melalui pemanfaatan sumber daya lokal untuk menciptakan nilai tambah. Dampak ini diharapkan mampu membantu masyarakat memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga