cover
Contact Name
zulkarnain
Contact Email
lumbungfarmasiummat@gmail.com
Phone
+6281944867967
Journal Mail Official
lumbungfarmasiummat@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Framasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Mataram Jl. K.H Akhmad Dahlan No.1 Pagesangan
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Lumbung Farmasi : Jurnal Ilmu Kefarmasian
ISSN : 27155943     EISSN : 27155277     DOI : 10.31764
Core Subject : Health,
Penelitian Di Bidang Farmasi (Farmasi Bahan Alam, Farmasi Klinis & Komunitas, Farmasi Tekonologi, Kimia Farmasi, dan Biofarmasetika)
Articles 232 Documents
Penggunaan Obat Off-Label Pada Pasien Anak Di Puskesmas Deket Kecamatan Lamongan Susanti, Irma
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 5, No 1 (2024): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v5i1.16508

Abstract

Penggunaan obat off-label pada pasien anak diperlukan monitoring yang ketat untuk menghindari efek yang tidak dikehendaki. Efek samping dan risikonya mungkin lebih besar daripada potensi manfaatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan obat off-label pada pasien anak berdasarkan dosis, usia/ berat badan dan indikasi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif, pengumpulan data secara retrospektif, menggunakan data resep pasien anak di Puskesmas Deket Lamongan. Penelitian ini juga dilakukan analisis data untuk mengetahui obat off-label kategori usia/berat badan, dosis, dan indikasi obat. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari-Agustus 2021 menggunakan total sampling. Dari 471 resep ditemukan off-label dosis sebanyak 68(65%), Off-label usia sebanyak 20 (19%), Off-label indikasi sebanyak 17(16%). Dilihat dari kategori off-label diketahui bahwa off-label dosis ditemukan lebih banyak daripada off- label usia dan off-label indikasi. Off-label dosis banyak ditemukan karena kurangnya informasi dosis pediatrik, kurangnya formulasi pediatrik yang tepat, kurangnya data uji klinis. Penelitian peresepan obat off-label tinggi sehingga perlu pemilihan obat yang tepat serta monitoring dalam penggunaan obat pada anak.
Hubungan Pengetahuan Dan Persepsi Terhadap Sikap Masyarakat Tentang Kehalalan Obat Di Kelurahan Jatikramat Kota Bekasi Shoaliha, Maratun; Febriani, Riska; Wada, Fauziah H
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 5, No 2 (2024): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v5i2.21494

Abstract

Obat halal menjadi isu yang sangat penting untuk di bahas mengingat masih banyak ditemukannya obat-obatan yang diduga mengandung bahan-bahan haram dan belum bersertifikat halal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan persepsi terhadap sikap masyarakat tentang kehalalan obat di Kelurahan Jatikramat Kota Bekasi. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dan penentuan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling. Besaran sampel yaitu 130 dihitung menggunakan rumus slovin dengan presisi 10% (0,1). Instrumen yang digunakan berupa kuesioner. Penelitian dilakukan mulai dari bulan Maret-Mei tahun 2023. Hasil Sosiodemografi responden mayoritas berjenis kelamin perempuan (58,5%), usia 26-35 tahun (31,5%), pendidikan SMA/SMK (43,8%), pekerjaan Ibu Rumah Tangga (39,2%). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengetahuan responden tentang kehalalan obat dikategorikan baik (51,5%). Hasil dari persepsi responden tentang kehalalan obat dikategorikan baik (60%). Hasil dari sikap responden tentang kehalalan obat dikategorikan baik (53,1%). Kesimpulan pada penelitian ini adalah ada hubungan antara pengetahuan terhadap sikap responden tentang kehalalan obat (p = 0,009) dan ada hubungan antara persepsi terhadap sikap responden tentang kehalalan obat (p = 0,000).Obat halal menjadi isu yang sangat penting untuk di bahas mengingat masih banyak ditemukannya obat-obatan yang diduga mengandung bahan-bahan haram dan belum bersertifikat halal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan persepsi terhadap sikap masyarakat tentang kehalalan obat di Kelurahan Jatikramat Kota Bekasi. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dan penentuan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling. Besaran sampel yaitu 130 dihitung menggunakan rumus slovin dengan presisi 10% (0,1). Instrumen yang digunakan berupa kuesioner. Penelitian dilakukan mulai dari bulan Maret-Mei tahun 2023. Hasil Sosiodemografi responden mayoritas berjenis kelamin perempuan (58,5%), usia 26-35 tahun (31,5%), pendidikan SMA/SMK (43,8%), pekerjaan Ibu Rumah Tangga (39,2%). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengetahuan responden tentang kehalalan obat dikategorikan baik (51,5%). Hasil dari persepsi responden tentang kehalalan obat dikategorikan baik (60%). Hasil dari sikap responden tentang kehalalan obat dikategorikan baik (53,1%). Kesimpulan pada penelitian ini adalah ada hubungan antara pengetahuan terhadap sikap responden tentang kehalalan obat (p = 0,009) dan ada hubungan antara persepsi terhadap sikap responden tentang kehalalan obat (p = 0,000).
Uji Aktivitas Antibakteri Dan Antijamur Fraksi Aseton, Etil Asetat, Dan Air Pada Tanaman Apu-Apu (Pistia stratiotes) Hendriyani, Irmatika; Safwan, Safwan; Hariadi Ittiqo, Dzun; Fitriana, Yuli; Wahid, Abdul Rahman
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 5, No 2 (2024): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v5i2.14591

Abstract

Tanaman apu apu (Pistia stratiotes L) biasa digunakan sebagai obat tradisional untuk mengobati demam, batuk rejan, flu, radang, serta penyakit kulit seperti bisul dan eksim. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menentukan perbandingan aktitivitas fraksi air, etil asetat dan n-heksan tanaman apu-apu terhadap bakteri Propionibacterium acnes, Eschericia coli dan jamur Candida albicans. Metode yang digunakan pada uji aktivitas antibakteri dan antijamur dengan tiga kali pengulangan menggunakan metode cakram kertas. Hasil penelitian menunjukan pada bakteri Propionibacterium acnes dari ketiga fraksi pada bagian tanaman apu-apu yang memiliki zona hambat yang baik terdapat pada fraksi n-heksan dan fraksi etil asetat dengan masing-masing diameter pada daun 7.9±0.95 mm, 3.1±0.36 mm pada batang, dan pada akar 7.2±0.49 mm. Pada bakteri Eschericia coli dari ketiga fraksi pada bagian tanaman apu-apu yang memiliki zona hambat yang baik terdapat pada daun fraksi n-heksan dengan diameter zona hambat 7.3±0.49 mm. Pada jamur Candida albicams dari ketiga fraksi yang memiliki diameter zona hambat yang baik terdapat pada daun fraksi etil asetat dengan besar diameter 2.2±0.88 mm. Kesimpulan penelitian ini adalah pada ketiga fraksi tanaman apu-apu memiliki aktivitas antibakteri dan antijamur yang berbeda-beda terhadap bakteri Propionibacterium acne, Escherichia coli dan jamur Candida albicans, dengan diameter zona hambat terbesar terdapat pada bakteri Propionibacterium acne sebagai gram positif.
Skrining Fitokimia dan Penetapan Kadar Tanin Ekstrak Daun Litsea elliptica Blume Chandra, Pra Panca Bayu
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 5, No 1 (2024): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v5i1.17435

Abstract

Litsea elliptica merupakan jenis yang berasal dari genus Litsea yang tumbuh di daerah tropis yang memiliki sekitar 45 genus dan lebih dari 2.000 spesies. Indonesia merupakan negara tropis di Asia Tenggara dengan genus tumbuhan yang beragam, salah satu Pulau yang banyak ditemukan Litsea adalah Pulau Kalimantan. Potensi sebagai obat yang berasal dari bahan alam memiliki peluang sebagai bahan baku obat tradisional. Metabolit sekunder yang terkandung dalam daun Litsea elliptica yaitu flavonoid, alcohol aromatic, fenolik, asam lemak, triterpen, asam ftalat monoester, furaldehide. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan fitokimia dan kadar tannin total ekstrak daun Litsea elliptica. Proses ekstraksi dilakukan secara maserasi dengan pelarut etanol 96%. Hasil ekstraksi maserasi kemudian dilakukan proses penguapan hingga diperoleh ekstrak kental. Skrining fitokimia terhadap ekstrak kental yang diperoleh menggunakan pereaksi kimia. Hasil skrining fitokimia diperoleh bahwa ekstrak daun Litsea elliptica mengandung alkaloid, saponin, tannin, fenolik, flavonoid, triterpenoid, steroid, glikosida dan minyak atsiri. Kandungan tannin total ditetapkan menggunakan Metode Folin Denis dengan instrumen spektrofotometri UV-Vis diperoleh kadar tannin total ekstrak daun Litsea elliptica sebesar sebesar 2661,22 mg/100 gram dengan nilai SD 24.
Identifikasi Drug Related Problems (DRPs) Pada Pengobatan Pasien Stroke Dengan Riwayat Hipertensi Di Rumah Sakit Universitas Tanjungpura Pontianak Susanti, Ressi; Wenny, Wenny; Purwanti, Nera Umillia
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 6, No 1 (2025): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v6i1.26028

Abstract

Pasien stroke seringkali menerima terapi polifarmasi karena sebagian besar pasien stroke mengalami komplikasi. Pemberian obat polifarmasi dapat berpotensi memunculkan masalah terkait obat atau Drug Related Problems (DRPs).   Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri profil pengobatan dan persentase kejadian DRPs terkait penggunaan obat stroke kategori dosis kurang, dosis lebih, dan interaksi obat pada pasien stroke dengan riwayat hipertensi di RS UNTAN. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan rancangan cross-sectional menggunakan data restrospektif dimana pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Data yang diperoleh dilakukan kajian DRPs dengan acuan literatur dihitung persentasenya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa profil pengobatan obat stroke yang paling banyak digunakan adalah citicoline sebanyak 55 pasien (82,1%), clopidogrel sebanyak 39 pasien (58,2%), aspirin sebanyak 21 pasien (31,3%), dan asam traneksamat sebanyak 6 pasien (8,96%). Kejadian DRPs pada pasien stroke kategori dosis terlalu rendah dan dosis terlalu tinggi sebanyak 0 pasien (0%). Kategori interaksi obat berdasarkan tingkat keparahan didapatakan pada tingkat major dengan 0 potensi (0%), pada tingkat moderate memiliki 22 potensi (32,84%), dan pada tingkat minor sebanyak 3 potensi (4,48%). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kejadian interaksi obat adalah DRPs yang paling banyak terjadi.
Gambaran Terapi Obat Pada Pasien Positif Covid-19 di RSUD Dr. Moewardi Surakarta Anggraini, Truly Dian; Mursiany, Anita; Faisyal, Jont; Millenia, Rani
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 6, No 1 (2025): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v6i1.23243

Abstract

Angka kejadian pasien terkonfirmasi positif COVID-19 mengalami peningkatan. BPOM telah menerbitkan panduan penatalaksanaan berupa informatorium Obat COVID-19 di Indonesia. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui terapi obat yang digunakan pada pasien terkonfirmasi positif COVID-19 sedang di rawat inap di RSUD Dr. Moewardi pada tahun 2022. Merupakan penelitian deskriptif non eksperimental dengan pengambilan data secara retrospektif dari rekam medis pasien. Sampel pada penelitian ini sebanyak 82 pasien adalah semua pasien COVID-19 derajat keparahan sedang hingga derajat keparahan berat yang menjalani perawatan rawat inap di  RSUD Dr. Moewardi pada periode Februari – Juli 2022. Analisis data dengan rancangan deskriptif non-analitik, kemudian disajikan dalam bentuk prosentase. Hasil penelitian golongan obat yang digunakan yaitu antivirus sebanyak 100% dan antibiotik sebanyak 58,54%. Semua pasien mendapatkan vitamin dan mineral (vit C, vit d, dan Zink) sebanyak 100%. Obat tambahan yang diberikan sesuai dengan gejala penyakit adalah acetil sistein (98,78%), Enoxaparine (63,41%), Paracetamol (24,39%), omeprazole (17,07%), ranitidine (14,63%), VIP albumin (8,54%), sucralfate (7,32%), curcuma (7,72%), ondansetron (3,66%), metamizole (3,66%), dexametason (3,66%), metoclopropamide (2,44%), attapulgite (2,44%), ketorolac (2,44%), antasida (1,22%), lansoprazole (1,22%), lactulose (1,22%), codein (1,22), heparin (1,22%), asam tranexamat (1,22%), colchicine (1,22%), CaCO3 (1,22%) dan dimenhydrinate (1,22%).
Evaluasi Penggunaan Obat Anti-Tuberkulosis dan Clinical Outcome Pasien Tuberkulosis Ekstra Paru di Rumah Sakit Paru Dr. M Goenawan Partowidigdo Rokhmah, Nisa Najwa; Gunawan, Dewi Oktavia; Ningsih, Whidya
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 6, No 1 (2025): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v6i1.24712

Abstract

Extra-pulmonary tuberculosis is tuberculosis that causes involvement of organs outside the lung parenchyma. Data detected tuberculosis cases in Indonesia were 717,941 cases, about 20-25% of tuberculosis cases occurred outside the lungs. This study was a descriptive analysis with retrospective data collection conducted at RSPG. Data were analyzed by means of descriptive univariate analysis and bivariate analysis using chi-square statistics. The use of anti-tuberculosis drugs in extra-pulmonary tuberculosis patients using first-line treatment, namely: Rifampicin, Isoniazid, Pyrazinamide and Ethambuthol. The results of the Clinical Outcome analysis of 50 patients based on the parameters of clinical symptoms, body weight, BTA test results and Thorax X-rays, namely there were 40 patients (80%) who experienced improvement in clinical symptoms, 42 patients (84%) experienced weight gain, 50 patients (100%) did not experience changes in BTA test results and 36 patients (72%) who experienced improvement in Thorax X-ray examination results. The results of Chi-square analysis showed that there was a significant influence between anti-tuberculosis treatment on Clinical Outcome based on patient clinical symptoms (p<0.05).
Profil Penggunaan Obat Antibiotik Sediaan Oral di Apotek Medika Sungai Pinyuh Periode Januari-Desember 2023 Nurzatusima, Dewi; Justicia, Adhisty Kharisma; Puspasari, Heny
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 6, No 1 (2025): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v6i1.25709

Abstract

Antibiotik ialah terapi untuk pengobatan pertama penyakit infeksi. Penggunaan antibiotik khususnya dinegara berkembang sangat tinggi pada pengelompokan anak, karena itu perlu penanganan khusus. Tujuan penelitian untuk mengetahui profil penggunaan antibiotik sediaan oral di Apotek Medika Sungai Pinyuh periode 2023. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan observasi langsung ke Apotek untuk pengumpulan data resep sebanyak 115 resep yang dipilih menggunakan kritia inklusi yaitu anak usia 0-12 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kategori usia yang paling sering mendapatkan resep antibiotik adalah usia balita dengan golongan antibiotik sefalosporin generasi ke-3 dengan nama zat aktif cefixime dengan dosis penggunaan 2×5 mL (100/5 mL) dengan sediaan dry syrup dan untuk lama pemakaian antibiotik tercepat 3 hari dan terlama adalah 14 hari.
Analisis Tingkat Pengetahuan Orang Tua Pada Pengobatan Mandiri Demam Pada Anak Usia 5-12 Tahun di Kelurahan Gegunung Alfiani, Fitri; Supriyadi, Supriyadi; Kartika, Agil Putra Tri
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 6, No 1 (2025): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v6i1.23392

Abstract

Kesehatan merupakan hal yang paling penting dalam kehidupan. Ketika seseorang mengalami gangguan kesehatan maka akan mengganggu kegiatan yang dilakukan, sehingga perawatan diri atau pengobatan mandiri sangat diperlukan. Demam terjadi ketika keadaan suhu tubuh yang meningkat, suhu tubuh normal seseorang bervariasi antara 36°C-37°C, namun suhu tubuh bisa melebihi 37°C. Salah satu ganguan kesehatan paling banyak dan sangat umum terjadi pada masyarakat adalah demam. Demam merupakan gejala awal dari beberapa penyakit serius, antara lain: demam berdarah, influenza, malaria, diare dan tifus. selain pengobatan yang diberikan tenaga medis, pengobatan mandiri merupakan cara yang paling umum dilakukan masyarakat untuk mengatasi gejala penyakit sebelum mencari pertolongan tenaga medis. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengetahuan orang tua pada Pengobatan Mandiri demam pada anak usia 5-12 tahun di Kelurahan Gegunung. Metodologi penelitian yang digunakan peneliti adalah kuantitatif dengan pendekatan survey dengan dengan responden 82. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebanyak 82 responden, sebanyak 34 orang (41.5%) memiliki pengetahuan pada kategori baik, dan 11 orang (13.4%) memiliki pengetahuan kategori cukup sedangkan 37 orang (45.1%) memiliki pengetahuan pada kategori kurang. Berdasarkan hasil uji presentase di peroleh bahwa tingkat pengetahuan orang tua pada pengobatan mandiri demam pada anak tergolong presesntase baik 41.5% dan cukup 13.4% sedangkan kurang 45.1%.
Pengembangan Metode Edukasi dan Pengawasan Kepatuhan Minum Obat Hipertensi di Kecamatan Gunung Sindur Marchia, Delphia Hermada; Maria, Ima; Ilmi, Primayanti Nurul; Rahmi, Eldiza Puji
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 6, No 1 (2025): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v6i1.25417

Abstract

Hipertensi di Indonesia sering ditemukan pada pelayanan kesehatan primer. Prevalensi hipertensi di Kabupaten Bogor Tahun 2019, terhadap jumlah penduduk usia ≥ 15 tahun yaitu sebesar 1.313.562 kasus. Terapi hipertensi merupakan terapi yang harus dilakukan seumur hidup, namun berdasarkan Laporan Riskesdas tahun 2018 mendapatkan hasil bahwa kepatuhan dalam minum obat pada pasien hipertensi tergolong rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi terhadap tingkat kepatuhan minum obat hipertensi di Puskesmas Gunung Sindur Kabupaten Bogor. Desain penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan satu grup pre-post test. Variabel independen dalam penelitian ini adalah pemberian edukasi terhadap pasien hipertensi dan variabel dependennya adalah kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi setelah hari ke-21 pemberian edukasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pemberian edukasi terhadap tingkat kepatuhan minum obat (p < 0,0001) dan penurunan terhadap tekanan darah sistol responden (p < 0,0001) serta diastol (p < 0,003). Pemberian edukasi dapat memengaruhi tingkat kepatuhan minum obat serta tekanan darah pasien hipertensi secara signifikan.