cover
Contact Name
zulkarnain
Contact Email
lumbungfarmasiummat@gmail.com
Phone
+6281944867967
Journal Mail Official
lumbungfarmasiummat@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Framasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Mataram Jl. K.H Akhmad Dahlan No.1 Pagesangan
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Lumbung Farmasi : Jurnal Ilmu Kefarmasian
ISSN : 27155943     EISSN : 27155277     DOI : 10.31764
Core Subject : Health,
Penelitian Di Bidang Farmasi (Farmasi Bahan Alam, Farmasi Klinis & Komunitas, Farmasi Tekonologi, Kimia Farmasi, dan Biofarmasetika)
Articles 232 Documents
Efektivitas Krim Ekstrak Etanol 96% Daun Pandan Wangi (Pandanus Ammaryllifolius Roxb.) Terhadap Bakteri Propionibacterium Acnes Wintariani, Ni Putu; Andyani, Ni Kadek Ayu Surya; Suryaningsih, Ni Putu Aryati
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 6, No 2 (2025): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v6i2.22800

Abstract

Kulit sering terjadi penumpukan kotoran dan sel kulit mati yang berlebih, dimana kotoran ini apabila tidak segera dibersihkan, maka akan terjadi masalah kulit yang muncul. Salah satu masalah kulit yang muncul adalah jerawat. Jerawat pada kulit menyebabkan rasa tidak percaya diri, jerawat merupakan penyakit kulit yang sering terjadi pada masa remaja bahkan hingga dewasa yang ditandai dengan adanya komedo, papul, pustul, nodus, dan kista pada daerah wajah, leher, lengan atas, dada, dan punggung. Sediaan krim yang berasal dari daun pandan wangi (Pandanus ammaryllifolius Roxb.), diujikan ke bakteri penyebab jerawat yaitu Propionibacterium Acnes (P.Acnes). Metode yang digunakan yaitu eksperimental laboratoris dengan menguji kandungan fitokimia, dan aktivitas antibakteri terhadap bakteri P.acnes dengan metode uji bakteri disc diffusion. Uji fitokimia pada ekstrak daun pandan wangi didapatkan hasil positif mengandung flavonoid, saponin, tanin, steroid, serta menunjukan aktvitas antibakteri dan zona hambat rata-rata sediaan krim FI(10%) 8,25±0,12 mm yaitu kategori sedang, FII (15%) 13,28±0.82 mm dan FIII (35%) 15,00±0.93 mm kategori kuat, terdapat perbedaan yang signifikan (P<0,05) terhadap nilai zona hambat masing-masing formula krim dan peningkatan nilai zona hambat berbanding lurus seiring meningkatnya konsentrasi ekstrak pada krim. Krim konsentrasi 35% merupakan krim dengan zona hambat paling besar yaitu 15,00 mm yaitu kategori kuat.  
Artikel Review : Potensi Ashitaba (Angelica keiskei) sebagai Alternatif Terapi di Bidang Dermatologi Anindiya, Naya Wahyu; Hidajat, Dedianto; Hidayati, Agriana Rosmalina
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 6, No 2 (2025): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v6i2.30595

Abstract

Ashitaba ( Angelica keiskei ) merupakan tanaman asal Jepang yang telah banyak dibudidayakan di Indonesia. Penelitian tentang ashitaba sudah banyak berkembang dalam bidang dermatologi sehingga tinjauan pustaka ini bertujuan untuk melihat perkembangan potensi ashitaba sebagai terapi alternatif di bidang dermatologi. Metode penelusuran artikel yang digunakan yaitu penelusuran artikel ilmiah melalui database seperti Google Scholar, ResearchGate dan Proquest dalam rentang waktu 2014-2024. Hasil tinjauan pustaka menunjukkan ashitaba berpotensi menjadi pengobatan alternatif dalam bidang dermatologi karena mengandung bioaktif yang memiliki aktivitas antibakteri, antiinflamasi, antioksidan, menghambat enzim tirosinase dan mengurangi ukuran tumor melanoma. Namun, penelitian lebih lanjut secara in vivo diperlukan untuk terapi jerawat vulgaris, serta uji klinis pada manusia untuk terapi penyembuhan luka, penuaan dini, hiperpigmentasi, dan melanoma.
Uji Aktivitas Antioksidan Madu Lebah Kelulut (Heterotrigona itama) Asal Samarinda Menggunakan Metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazil) Andriani, Ainul; Avimaro, Rendri Arista; Kustiawan, Paula Mariana
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 6, No 2 (2025): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v6i2.25326

Abstract

Radiasi ultraviolet, polusi udara, dan asap rokok dapat memicu pembentukan radikal bebas yang disebut juga Reactive Oxygen Spesies (ROS). Oleh karena itu, diperlukan senyawa antioksidan yang dapat meredam efek negatif dari radikal bebas. Salah satu bahan alam yang mengandung antioksidan adalah madu lebah kelulut. Madu kelulut (Heterotrigona itama) asal Samarinda masih sedikit dilakukan kajian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan madu H. itama yang berasal dari Samarinda, Kalimantan Timur. Metode yang digunakan adalah pengujian uji tabung fitokimia untuk mengetahui golongan senyawanya dan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) menggunakan spektrofotometri UV-Vis untuk uji antioksidannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa madu H. itama mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid, tannin, dan alkaloid serta nilai IC50 sebesar 44,82 ppm dimana masuk dalam kategori mengandung aktivitas antioksidan kuat. Madu H. itama tersebut memiliki potensi dikembangkan menjadi alternatif dalam menjaga daya tahan tubuh dari radikal bebas.
Hubungan Polifarmasi dengan Potensi Terjadinya Interaksi Obat pada Pasien Congestive Heart Failure (CHF) di RSUD Provinsi NTB Nopitasari, Baiq Leny; Hijriani, Nursela; Nurbaety, Baiq; Anjani, Baiq Lenysia Puspita
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 6, No 2 (2025): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v6i2.30878

Abstract

Pasien Congestive Heart Failure (CHF) umumnya menderita penyakit penyerta lain sehingga membutuhkan berbagai macam obat dalam terapinya atau disebut polifarmasi, yang berpotensi terjadi interaksi obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan polifarmasi dengan potensi interaksi obat. Desain penelitian menggunakan cross sectional dan pengambilan data secara retrospektif  periode bulan November - Desember 2023. Jumlah sampel sebanyak 30 sampel yang dianalisis menggunakan drug interactions checker (medscape) dan analisis statistik menggunakan Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan obat CHF terbanyak yaitu furosemid dan spironolakton (16,5%). Penggunaan obat Non-CHF terbanyak yaitu clopidogrel dan atorvastatin (24,1%). Adapaun, kejadian interaksi obat sebanyak  99% mengalami interaksi dibandingkan tidak berinteraksi. Mekanisme interaksi obat farmakodinamika (34,4%) lebih banyak dibandingkan farmakokinetika. Tingkat keparahan monitor (moderat) (96%) lebih banyak dibandingkan minor dan mayor. Kesimpulan yaitu tidak terdapat hubungan antara polifarmasi dengan potensi interaksi obat pada pasien CHF dengan nilai Sig sebesar 0,719 (p-value> 0,05) dan, nilai korelasi sebesar -0,037 yang berarti bahwa hubungan antara kedua variabel tersebut sangat lemah.
Efektivitas Ekstrak Etanol Daun Ciplukan (Physalis angulata L.) Terhadap Penurunan Kadar Trigliserida Pada Mencit (Mus musculus) Rafsanjani, Arief; Salsabila, Aulia; Yuliana, Tri Puspita
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 6, No 2 (2025): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v6i2.27605

Abstract

Hypertriglyceridemia is a condition when triglyceride levels in the blood increase. High triglyceride levels can cause atherosclerosis, which is a risk factor for cardiovascular disease. The ciplukan plant contains chemical compounds, namely flavonoid compounds. Flavonoid compounds can reduce triglyceride levels by increasing the activity of the lipoprotein lipase enzyme. This research aims to determine the potential of Ciplukan (Physalis angulata L) leaf extract in reducing triglyceride levels in mice (Mus musculus). This type of research is experimental research with a Pretest-Posttest Control Group design. This study consisted of a negative control group, positive control, treatment dose I (2.8 mg/20 gr BW), dose II (5.6 mg/20 gr BW), and dose III (8.4 mg/20 gr BW ). Based on the results of the pne-way ANOVA analysis test, it showed significant differences between the negative control group and the positive control group, treatment dose I, dose II, and dose III with a significance value of p<0.05. The conclusion of this research is that the ethanol extract of ciplukan leaves has the potential to reduce triglyceride levels in mice induced by quail egg yolk.
Uji Aktivitas Antipembekuan Darah dan Docking dari Daun Kaki Unta (Waltheria indica L.) Awilda, Pertiwi; Bawaihi, Bawaihi; Jiddan, Muhammad Jayyid; Mildawati, Ratna; Hadi, Samsul
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 6, No 2 (2025): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v6i2.31402

Abstract

Di Indonesia, prevalensi penyakit jantung koroner (PJK) adalah 1,5% di semua kelompok umur, sehingga masih menjadi masalah serius. Jika berbicara tentang penyakit kardiovaskular, PJK berada di urutan teratas. Tujuan dari penelitian ini adalah uji aktivitas W. indica berkaitan dengan kemampuan sebagai antikoagulan. Darah tikus digunakan untuk teknik pengujian in vitro, sedangkan waktu pendarahan tikus diukur untuk pengujian in vivo, dengan menggunakan perangkat lunak PLANT dalam docking, penelitian insilico digunakan untuk mengidentifikasi senyawa dari W. indica yang mungkin memiliki sifat antikoagulan, Discovery Studio kemudian digunakan untuk mengidentifikasi residu yang terlibat dalam interaksi dan skor doking digunakan dalam analisis data. Hasil uji in vitro untuk ekstrak etanol menunjukkan adanya koagulasi pada menit ke-30, fraksi n-heksana pada menit ke-10, fraksi etil asetat dan n-butanol pada menit ke-60, dan pada uji in vivo pendarahan hingga 349 ± 23 detik untuk dosis 100 mg/kg BB, 425 ± 27 detik untuk dosis 200 mg/kg BB, dan 546 ± 34 detik untuk dosis 300 mg/kg BB, hal ini lebih baik dari pada kontrol, dan dengan docking mengungkapkan bahwa senyawa yang berpotensi dalam  pengujian ini adalah quercetin. Kesimpulannnya  W. indica  berpotensi sebagai antipembekuan  darah
Pengaruh Variasi Jenis Pelarut Terhadap Kadar Flavonoid dan Fenolik Total Esktrak Etanol Umbi Lobak Putih (Raphanus sativus L.) Saroya, Nadia Tus; Solikah, Wahyu Yuliana; Emelda, Emelda; Fauzi, Rizal; Lubis, Abdul Rahman
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 6, No 2 (2025): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v6i2.27991

Abstract

Lobak putih (Raphanus sativus L.) merupakan tanaman yang mengandung flavonoid, fenolik, dan saponin yang berperan sebagai antioksidan. Flavonoid merupakan senyawa fenolik alami yang sangat umum ditemukan pada berbagai jenis tanaman. Senyawa ini mengandung satu atau lebih gugus hidroksil (-OH) yang terikat pada cincin aromatik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan jenis pelarut terhadap kadar total flavonoid dan fenolik dalam ekstrak umbi lobak putih. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimental laboratorium. Tahapan penelitian meliputi pengambilan sampel, pembuatan simplisia, ekstraksi maserasi umbi lobak putih dengan menggunakan variasi pelarut yaitu etanol 70%, Etil Asetat, dan N-heksana. Pengukuran kadar flavonoid dan fenolik total dilakukan menggunakan spektrofotometer UV-Vis.Hasil skrining fitokimia pada masing-masing ekstrak mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan fenolik. Diperoleh kadar total flavonoid ekstrak umbi lobak putih pada pelarut etanol 70%, Etil Asetat, dan N-heksana berturut-turut 3,433 ± 0,298 mgQE/g; 0,146 ± 0,012 mgQE/g; 0,516 ± 0,026 mgQE/g. Sementara kadar total fenolik berturut-turut yaitu 24,53 ± 0,502 mgGAE/g; 4,4 ± 2,367 mgGAE/g; 6,65 ± 4,038 mgGAE/g. Berdasarkan hasil  analisis One Way ANOVA membuktikan bahwa variasi jenis pelarut memberikan pengaruh yang nyata terhadap kadar flavonoid dan fenolik total ekstrak umbi lobak putih dengan nilai signifikansi masing-masing 0,000* dan 0,001* (P<0,05).
Hubungan Pengetahuan tentang Diare dan Perilaku Ibu Balita dalam Swamedikasi di Desa Beber, Batukliang, Lombok Tengah Nurbaety, Baiq; Rosdiawati, Rosdiawati; Qiyaam, Nurul; Furqani, Nur
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 6, No 2 (2025): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v6i2.32092

Abstract

Swamedikasi adalah proses pengobatan yang dilakukan sendiri oleh seseorang mulai dari pengenalan gejala sampai pemilihan dan penggunaan obat. Swamedikasi biasanya dilakukan untuk mengatasi keluhan dan penyakit ringan yang sering dialami masyarakat seperti demam, pusing, nyeri, batuk, influenza, maag, kecacingan, penyakit kulit dan diare. Diare merupakan suatu keadaan yang tidak normal atau tidak seperti biasanya ditandai dengan peningkatan volume cair serta frekuensi buang air besar tiga kali atau lebih dalam sehari yang disebabkan karena infeksi, malabsorbsi, makanan dan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan pengetahuan tentang diare dan perilaku ibu balita dalam swamedikasi. Metode penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain cross sectional, serta menggunakan teknik pengambilan sampel dengan cara purposive sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 82 ibu balita dan dilaksanakan pada 27 juni – 30 juli 2024 dengan cara pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukan ibu balita memiliki tingkat pengetahuan yang cukup sebanyak 48 (58,5 %) dan perilaku cukup 37 (45,1%). Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan terhadap perilaku ibu dalam swamedikasi diare pada balita dengan nilai signifikan p = 0,000 (p-value < 0,05).
Aktivitas Antiinflamasi Seduhan Serbuk Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) Dengan Metode Stabilisasi Membran Fauziyyah, Khusna; Widyaningsih, Wahyu; Bachri, Moch Saiful; Utami, Dwi
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 6, No 2 (2025): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v6i2.26590

Abstract

Bunga telang (Clitoria ternatea L.) sering digunakan oleh masyarakat untuk keperluan pengobatan tradisional maupun dikonsumsi sebagai minuman yang berkhasiat untuk kesehatan. Bunga ini mengandung zat aktif berupa flavonoid dan antosianin yang berpotensi sebagai antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan mengkaji khasiat antiinflamasi seduhan bunga telang (Clitoria ternatea L.) dengan metode stabilisasi membran dan mengukur nilai IC50. Penelitian ini dilakukan dengan metode uji stabilisasi membran sel darah merah secara in vitro. Stabilisasi membran eritrosit secara in vitro dapat memperkirakan aktivitas antiinflamasi suatu senyawa atau ekstrak. Hal ini terjadi karena stabilisasi membran dapat mencegah pelepasan isi lisosom dan mencegah kerusakan jaringan lebih lanjut. Potensi aktivitas antiinflamasi dievaluasi dengan mengukur nilai IC50. Data nilai IC50  dibandingkan dengan standar natrium diklofenak dan analisis statistik dilakukan menggunakan SPSS dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bunga telang (Clitoria ternatea L.) positif mengandung flavonoid dan antosianin. IC50 seduhan bunga telang (Clitoria ternatea L.) sebesar 0,2633± 0,01677 mg/mL sedangkan natrium diklofenak sebesar  0,6665 ± 0,004505 mg/mL.  Nilai IC50 pada kedua sampel menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna (p<0,05). Seduhan serbuk  bunga telang (Clitoria ternatea L.) memiliki aktivitas stabilisasi membran lebih besar dibandingkan dengan standar natrium diklofenak.
Hubungan Faktor Klinis, Sosiodemografi dan Persepsi Kesehatan terhadap Lama Pengobatan Pasien Tuberkulosis Paru di Puskesmas Kota Ambon Nurhasan, Nurhasan; Ramatillah, Diana Laila
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 6, No 2 (2025): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v6i2.32399

Abstract

Tuberkulosis (TB) paru tetap menjadi tantangan besar dalam kesehatan masyarakat di Indonesia. Meskipun program pengobatan telah distandarisasi, variasi dalam lama pengobatan masih ditemukan, yang kemungkinan dipengaruhi oleh gejala klinis dan persepsi kesehatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara gejala klinis, persepsi kesehatan, dan faktor perilaku dengan durasi pengobatan TB paru. Studi kuantitatif dengan desain potong lintang (cross-sectional) ini melibatkan 111 pasien TB paru yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan rekam medis, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman, ANOVA, dan regresi linier. Dari hasil penelitian menunjukkan 60,4% laki-laki dan 39.6% perempuan dan adanya korelasi negatif yang signifikan antara gejala batuk (r = –0,358; p < 0,001), sesak napas (r = –0,327; p < 0,001), dan persepsi kesehatan (r = –0,212; p = 0,025) terhadap lama pengobatan. Variabel kelelahan juga menunjukkan pengaruh signifikan terhadap durasi pengobatan (B = 0,272; p = 0,039). Selain itu, semua variabel prediktor secara simultan memiliki hubungan yang signifikan terhadap lama pengobatan, ditunjukkan oleh nilai F hitung sebesar 3,679 dengan tingkat signifikansi < 0,001. Hasil ini menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara faktor klinis, sosiodemografi dan presepsi kesehatan terhadap lama pengobatan TB di Puskesmas Kota Ambon.