cover
Contact Name
zulkarnain
Contact Email
lumbungfarmasiummat@gmail.com
Phone
+6281944867967
Journal Mail Official
lumbungfarmasiummat@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Framasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Mataram Jl. K.H Akhmad Dahlan No.1 Pagesangan
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Lumbung Farmasi : Jurnal Ilmu Kefarmasian
ISSN : 27155943     EISSN : 27155277     DOI : 10.31764
Core Subject : Health,
Penelitian Di Bidang Farmasi (Farmasi Bahan Alam, Farmasi Klinis & Komunitas, Farmasi Tekonologi, Kimia Farmasi, dan Biofarmasetika)
Articles 232 Documents
Peran Konseling Apoteker terhadap Profile Kualitas Hidup Pasien Depresi di Rumah Sakit Jiwa Soerojo, Kota Magelang. Pranata, Meki; Fatiha, Chilmia Nurul; Rofiah, Khafidhotur
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 6, No 1 (2025): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v6i1.23843

Abstract

Depresi merupakan suatu keadaan psikologis yang dikenali dengan keadaan emosi seseorang yang dapat tiba-tiba menangis, merasakan kesedihan yang berlebihan, keputusasaan dalam menjalani hidup, tidak dapat berkonsentrasi. Meningkatnya keparahan dari pasien depresi akan mempengaruhi penurunan kualitas hidup sehingga perlu peran apoteker selama menjalani pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran konseling apoteker dalam meningkatkan kualitas hidup pasien di Rumah Sakit Jiwa, Kota Magelang. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperiment dengan metode pretest dan posttest pada kelompok perlakuan. Penentuan sampel menggunakan teknik purposive  sampling  dengan sampel sebanyak 31 responden. Pengambilan data dilaksanakan bulan maret sampai dengan bulan juni 2023 di Rumah Sakit Jiwa, Kota Magelang. Analisis data menggunakan uji chi-square meliputi karakteristik pasien, uji wilcoxon meliputi masing-masing domain kualitas hidup, dan uji paired t test meliputi konseling apoteker pretest dan posttest terhadap kualitas hidup pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik pasien pretest dan posttest tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap kualitas hidup pasien. Hal yang sama pada konseling apoteker pretest dan posttest terhadap kualitas hidup dengan nilai p>0,05. Namun, uji statistik masing-masing domain kualitas hidup menunjukkan hasil yang signifikan dengan nilai p<0,05.
Analisis Pengaruh Metode Penggerusan Kaplet Paracetamol terhadap Kadar Bahan Aktif Obat Aulia, Amanda; Febriani, Yuyun; Yuliana, Tri Puspita
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 6, No 1 (2025): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v6i1.29049

Abstract

One of the drugs commonly used by the general public is paracetamol. This drug has relatively mild side effects compared to other drugs, so it is common to be prescribed for compounding pulmonary drugs for patients with certain doses There are two grinding methods used, namely a mortir and a blender. The purpose of this study was determined the variation effects in the dissolution speed and particle size on decreasing levels of paracetamol potency in each grinding methods. UV-Vis Spectrofotometer was used as quantitative methode.  Based on the results, the percentage level of solubility velocity were in mortar: 70.54% aquadest, 115.49% ethanol, 96.10% acetone, 113.20% NaOH. In the blender: 65.44% aquadest, 88.14% ethanol, 48.31% acetone, 98.20% NaOH. Meanwhile, for variations in particle size, the mortar obtained: mesh20 101.82%, mesh40 117.73%, mesh80 80.91%, mesh100 113.20%. In the blender obtained: mesh20 96.98%, mesh40 88.40%, mesh80 69.06%, mesh100 99.11%. Furthermore, the statistical analysis by two-way anova obtained a significance value of 0.059 for variations in dissolution speed and 0.659 in particle size. In conclusion, there was an effect of variations in solvents but did not show an effect of variations in particle size on decreasing levels of active drug ingredients.
Blush On Cream Antioksidan Dari Pewarna Alami Ekstrak Buah Karamunting (Melastoma malabathricum L.) Asal Kalimantan Tengah Paramawidhita, Risqika Yuliatantri; Solikha, Sisi; Safitri, Rika Arfiana; Citrariana, Shesanthi
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 6, No 1 (2025): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v6i1.19836

Abstract

Blush on merupakan kosmetik dekoratif pemberi rona kemerahan pada pipi, agar wajah tampak terlihat lebih cantik, segar dan berdimensi. Buah Karamunting (Melastoma malabathricum L.) memiliki zat aktif yang terdiri dari fenolik, flavonoid, antosianin dan saponin. Antosianin yang terkandung pada ekstrak buah Karamunting (Melastoma malabathricum L.) dapat digunakan sebagai alternatif pewarna alami pada sediaan blush on. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah buah Karamunting (Melastoma malabathricum L.) dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan blush on cream dan untuk mengetahui hasil evaluasi fisik terhadap sediaan. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental yang meliputi pembuatan ekstrak, formulasi sediaan menggunakan ekstrak buah Karamunting (Melastoma malabathricum L.) dengan konsentrasi 8%, 9% dan 10% serta evaluasi fisik sediaan yaitu uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji oles dan uji daya sebar. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa ekstrak buah Karamunting (Melastoma malabathricum L.) dapat dibuat dalam bentuk sediaan blush on cream dan hasil evaluasi fisik diperoleh bahwa sediaan dengan konsentrasi 8% berwarna merah muda pucat, konsentrasi 9% berwarna merah muda, dan konsentrasi 10% berwarna merah muda tua, warna yang merata ketika dioleskan ke punggung tangan, sediaan yang homogen, pH 4,6-4,7 dan daya sebar yang memenuhi persyaratan semisolid kategori semistiff yang memiliki syarat daya sebar 3-5 cm, sehingga ketiga formula memenuhi kualitas evaluasi fisik.
Evaluasi Rasionalitas Peresepan Obat Berdasarkan Indikator World Health Organization (WHO) di Puskesmas “X” Yogyakarta Andriani, Yuni; Kusuma, Desinta Putri; Husna, Nadia
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 6, No 1 (2025): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v6i1.24386

Abstract

Rational use of drugs is when patients get the right drugs with their clinical needs such as the right dose, right duration of administration, and the lowest cost of treatment. Based on the World Health Organization (WHO) report, more than 50% of drug prescribing in the world has not been rational, the impact includes unwanted side effects to bacterial resistance to antibiotics. Prescribing indicators according to the WHO can be used to evaluate the rational use of drugs. This study aims tofind out the rationality of prescribing drugs in Puskesmas based on WHO indicators. This study is an observational descriptive studywith a cross-sectional approach. The data used in this study were prescriptions for February, May and December 2022 which were collected retrospectively. The results  of this study showed that most of the patients treated at Puskesmas "X" were female as many as 76 patients (69.09  %), aged at most 45-59 years as many as 44 patients (40.00%) and used BPJS PBI guarantee status as many as 46 patients (41.82%). The distribution of the most common diseases is essential (primary) hypertension as many as 11 diagnoses (10.00%), the most widely prescribed drugs class of analgesic-antipyretic drugs as many as 41 prescriptions (14.09%) in Paracetamol drugs as many as 37 prescriptions. Evaluation of the rationality of drug prescribing showed results that did not meet WHO standards, namely the average drug item per ep res sheet  was 2.65 items and the percentage of antibiotic drug prescribing was 24.55
Uji Aktivitas Antiinflamasi Ekstrak Etanol Daun Sereh Wangi (Cymbopogon nardus L.) Dengan Metode Denaturasi Protein Sari, Eni Kartika; Dellima, Beta Ria Erika Marita; Azizah, Fatimah Nur
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 6, No 1 (2025): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v6i1.19785

Abstract

Long-term use of steroid and non-steroidal antiinflammatory drugs (NSAIDs) will cause side effects such as liver damage, digestive disorders and other side effects. Therefore, alternative treatments are needed that utilize the potential of natural ingredients. Lemongrass leaves have active compounds of flavonoids, tannins, steroids, saponins and alkaloids which have the potential to act as antiinflammatory. This study aims to determine the antiinflammatory activity of ethanol extract of citronella leaves using the protein denaturation method. Bovine serum albumin (BSA) as protein for testing. The test was carried out in vitro based on its effect on the inhibition of protein breakdown using BSA as a test medium which was damaged by heating.The results showed that the ethanol extract of citronella leaves has antiinflammatory activity with its ability to inhibit protein breakdown, where the higher the concentration, the higher the % inhibition of inhibition of BSA protein damage. A % inhibition value of more than 20% can be said to have antiinflammatory activity. The IC50 value of the ethanol extract of citronella leaves is 19,608 ppm and diclofenac sodium is 29,124 ppm. The IC50 value of the ethanol extract of citronella leaves and diclofenac sodium is in the very active category because the IC50 value is less than 50 ppm. This indicates that the antiinflammatory activity of the ethanol extract of citronella leaves is higher than diclofenac sodium so that it has the potential to be used as an antiinflammatory agent.
Formulasi, Uji Sifat Fisik, Uji Stabilitas, dan Uji Aktivitas Antioksidan Gel Ekstrak Kulit Nanas (Ananas Comosus (L) Merr.) Fitriyani, Fitriyani; Septiani, Anggita Neli
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 6, No 1 (2025): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v6i1.21142

Abstract

Di Indonesia, kulit nanas (Ananas comosus (L) Merr.) umumnya hanya menjadi limbah, padahal kulit nanas mengandung senyawa kimia, salah satunya flavonoid yang memiliki aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formula terbaik dari gel ekstrak kulit nanas melalui uji sifat fisik, uji stabilitas, dan uji aktivitas antioksidan. Kulit nanas dimaserasi dengan etanol 96%. Formulasi gel mengandung 4% ekstrak, dengan variasi Carbopol 940 yaitu 0,6; 0,8; dan 1% untuk Formula 1, Formula 2, dan Formula 3. Gel diuji sifat fisiknya meliputi uji organoleptik, homogenitas, daya sebar, viskositas, dan daya lekat. Uji stabilitas gel menggunakan metode cycling test yang dilakukan selama enam siklus pada suhu 4±2°C dan 40±2°C masing-masing selama 24 jam. Aktivitas antioksidan dari sediaan gel diuji menggunakan metode DPPH. Formula 2 dan Formula 3 merupakan sediaan gel yang baik, dimana semua parameter uji sifat fisik telah memenuhi standar. Uji cycling test menunjukkan bahwa Formula 2 stabil, sedangkan Formula 1 dan Formula 3 tidak stabil. Aktivitas antioksidan dari gel ekstrak kulit nanas pada seluruh formula termasuk dalam kategori sangat kuat. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Formula 2 merupakan formulasi terbaik yang menghasilkan sifat fisik yang baik, stabil selama cycling test dan memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat.
Perbedaan Jenis Pelarut Terhadap Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Lamtoro (Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit) emelda, Emelda; Putri, Ade Lia; Lubis, Abdul Rahman; Dewi, Alvina Fitriya; Octaviani, Ani; Haryanggita, Bariqna'im Katon
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 6, No 1 (2025): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v6i1.24406

Abstract

Lamtoro leaves (Leucaena leucocephala) have long been a traditionally used plant because they are rich in nutrients and have several health benefits. Antioxidants are compounds that can protect organisms from oxidation and free radicals, which are factors that cause cell damage. This study aims to determine the IC50 value and antioxidant activity of 70% ethanol extract and acetone extract from lamtoro leaves. The extraction of lamtoro leaves was carried out using the soaking method with 70% ethanol solvent and acetone solvent, respectively. The antioxidant activity test was carried out by determining the free radical inhibitory activity of DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). Absorbance measurements were carried out using a UV-Vis Spectrofotometer at a wavelength of 517 nm. 70% ethanol extract and acetone extract of lamtoro leaves have very strong antioxidant activity with IC50 values of 41.18 ppm and 3,87 ppm, respectively. This result is the same as the comparison, namely vitamin C, which also has very strong antioxidant activity with IC50 value of 1.42 ppm. The conclusion of this research is that the acetone extract of lamtoro leaves have very strong antioxidant activity because they are still in the range of less than 50 ppm.
Profil Penggunaan Antibiotik di Apotek Best Pontianak Periode Oktober 2024 - Februari 2025 Wahdaningsih, Sri; Annafiatuzakiah, Annafiatuzakiah; Andres, Andres; Kamil, Insan; Wijaya, Anisa; Imania, Imania; Faujiah, Nurul; Goneril, Aldo
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 6, No 2 (2025): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v6i2.31584

Abstract

Penyakit infeksi dapat disebabkan oleh  mikroorganisme seperti bakteri, parasit, fungi dan virus. Infeksi terjadi karena adanya mikroorganisme yang masuk kedalam tubuh dan menyebabkan suatu penyakit. Pilihan pengobatan pertama  pada terapi infeksi adalah antibiotik. Pengendalian antibiotik di Provinsi Kalimantan Barat diatur dalam Surat Edaran Gubernur Kalimantan Barat Nomor 442/245/SDK-A/DINKES yang menyatakan bahwa antibiotik hanya dapat diperoleh melalui resep dokter. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pengguaan antibiotik di Apotek Best Pontianak periode Oktober 2024 hingga Februari 2025 berdasarkan resep dokter. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan observasi langsung ke Apotek. Pengambilan data dilakukan dengan metode non probability sampling. Hasil yang diperoleh menunjukkan pola penggunaan antibiotik yang paling banyak diresepkan yaitu cefixime (48,11%) dengan dosis 200 mg (31,06%) sediaan tablet (25,31%). Karakteristik pasien yang mendapat peresepan antibiotik berdasarkan jenis kelamin yaitu paling banyak diresepkan pada perempuan (50,13%) dibandingkan laki-laki (49,87%), dan paling banyak terjadi pada kelompok usia dewasa pada rentang 19-59 tahun (56,5%).
Identifikasi Senyawa Metabolit Sekunder pada Ekstrak dan Fraksi Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera) dengan Metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) Khairi, Widayatul; Widodo, Gunawan Pamudji; Harmastuti, Nuraini; Safwan, Safwan; Wahid, Abdul Rahman; Hendriyani, Irmatika; Ittiqo, Dzun Haryadi
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 6, No 2 (2025): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v6i2.30257

Abstract

AbstrakMoringa oleifera yang dikenal di Indonesia dengan nama kelor dan dikatakan sebagai “the miracle tree” atau pohon ajaib karena secara alamiah sebagai sumber gizi dan obat.Komponenekstrak daun kelor yang ditemukan memiliki golongan flavonoid. Sebagai antioksidan, antidiabetes, antiinflamasi, dan antimikroba, senyawa ini memiliki gugus -OH yang terikat pada cincin benzena. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder pada daun kelor. Ini akan dilakukan dengan menggunakan teknik kromatografi lapis tipis (KLT). Hasil ekstrak dan fraksi daun kelor, termasuk air, etil asetat, dan n-heksan, terdapat senyawa flavonoid, tanin, alkaloid, dan saponin pada fraksi etil asetat sedangkan pada ekstrak dan fraksi air terdapat senyawa tanin, pada fraksi n-heksan terdapat senyawa steroid. Kesimpulan terdapat senyawa metabolit sekunder pada daun kelor (Moringa oleifera).AbstractMoringa oleifera, known in Indonesia as "kelor," is referred to as “the miracle tree” due to its natural nutritional and medicinal properties. The components found in the Moringa leaf extract belong to the flavonoid group. As antioxidants, antidiabetic, anti-inflammatory, and antimicrobial agents, these compounds contain -OH groups attached to a benzene ring. The aim is to identify the secondary metabolites present in Moringa leaves using thin-layer chromatography (TLC) techniques. The study includes extracts and fractions of Moringa leaves, specifically water, ethyl acetate, and n-hexane, showed the presence of flavonoids, tannins, alkaloids, and saponins in the ethyl acetate fraction, while tannins were found in both the extract and water fraction. Additionally, steroids were detected in the n-hexane fraction. In conclusion, Moringa oleifera leaves contain secondary metabolites.
Penambahan Probiotik Pada Formula Serum Antiaging terhadap Penentuan Sun Protection Factor (SPF) dan Aktivitas Antioksidan Pratiwi, Elasari Dwi; Mayangsari, Fransisca Dita; Sari, Diah Indah Kumala; Kusumo, Djati Wulan
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 6, No 2 (2025): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v6i2.30981

Abstract

Paparan sinar UV yang berlebihan mampu memperparah kondisi kulit wajah, sehingga perlu adanya pengembangan sediaan kosmetik yang mengandung antioksidan dan SPF. Probiotik diketahui mampu menyembuhkan eksim atopik, dermatitis atopik, menyembuhkan luka bakar, menghilangkan bekas luka, mengobati jerawat, dan mencegah penuaan dini, serta regenerasi kulit. Penelitian ini bertujuan mengetahui nilai antioksidan dan nilai SPF serum probiotik. Pada Penelitian akan dibuat 2 formula yaitu F1 (0%) dan F2 (1%), yang selanjutnya dilakukan pengukuran nilai antioksidan menggunakan metode DPPH dan nilai SPF menggunakan metode mansur. Pada pengukuran nilai SPF yaitu F1 dengan nilai SPF 5,632 dan F2 dengan nilai SPF 5,735, kedua formula masuk dalam kategori efektivitas SPF sedang. Sedangkan pada pengukuran nilai antikoksidan yaitu F2 dengan nilai IC50 10.20 ppm dan K+(Serum probiotik dan Vitamin C) dengan nilai IC50 9.47 ppm, kedua formula masuk dalam katgoeri aktivitas antioksidan sangat kuat. Dengan demikian, penambahan probiotik 1% memliki aktivitas antioksidan dan nilai SPF yang baik.