cover
Contact Name
Endah Setyaningsih
Contact Email
baktimas@untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
baktimas@untar.ac.id
Editorial Address
Sekretariat: Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Tarumanagara (LPPM - UNTAR). Gedung M, Lt. 5, Kampus 1 Universitas Tarumanagara Jl. Letjen S Parman no 1 Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
ISSN : 26210398     EISSN : 26207710     DOI : 10.24912/jbmi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia (P-ISSN 2620-7710 dan E-ISSN 2621-0398) merupakan jurnal yang menjadi wadah bagi penerbitan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu : 1. Psikologi 2. Komunikasi 3. Hukum 4. Budaya 5. Bahasa 6. Seni Rupa dan Design Jurnal ilmiah ini diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara. Dalam satu tahun, jurnal ini terbit dalam dua nomor, yaitu pada bulan Mei dan November. Jurnal ini terutama memuat artikel hasil-hasil penelitian ilmiah, termasuk penelitian normatif.
Articles 675 Documents
SOSIALISASI PENERAPAN TEKNOLOGI MONITORING KEHADIRAN REAL-TIME UNTUK MENINGKATKAN DISIPLIN KINERJA KARYAWAN UMKM GEHEL SNACK Gunawan, Rohmat; Alam Rahmatulloh; Randi Rizal; Visi Tinta Manik
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v7i1.26712

Abstract

The process of recording employee attendance data needs to be managed well to support the smooth running of human resource management activities in an institution or company. Fingerprint-based attendance recording systems are widely implemented in various companies because they are not easy to manipulate. However, attendance monitoring can usually only be done after the attendance data stored on the machine is downloaded to the server to be processed to produce information. This process takes time and cannot be done in real-time. The solution to overcome this problem is that in this service activity, socialization and implementation of real-time attendance monitoring technology is carried out to support increased employee discipline. The process of recording attendance is carried out using the fingerspotIO tool. Attendance recording data stored on the machine is transmitted to the server automatically for processing and the results are displayed on a PC or smartphone in real-time and can be accessed online. UMKM Gehel Snack is a business unit with superior products in the form of snacks which was chosen as a partner in this service activity. The real-time attendance monitoring system has been socialized at service partner locations, taking employee fingerprint patterns, installing the fingerspotIO application on desktop PCs, configuring working hours, and setting the start date for the system to be implemented. Real-time attendance monitoring can be carried out by administrators or company leaders via PC, laptop or smartphone as long as it is connected to the internet. ABSTRAK: Proses pencatatan data kehadiran karyawan perlu dikelola dengan baik guna menunjang kelancaran aktivitas pengelolaan sumber daya manusia di suatu institusi atau perusahaan. Sistem pencatatan kehadiran berbasis sidik jari banyak diterapkan di berbagai perusahaan karena tidak mudah dimanulasi. Namun monitoring kehadiran biasanya hanya dapat dilakukan setelah data kehadiran yang tersimpan di mesin, diunduh terlebih ke server untuk diolah sehingga dihasilkan infomasi. Proses ini membutuhkan waktu dan belum dapat dilakukan secara real-time. Solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut, pada kegiatan pengabdian ini dilakukan sosialisasi dan penerapan teknologi monitoring kehadiran secara real-time untuk mendukung peningkatan disiplin karyawan. Proses pencatatan kehadiran dilakukan dengan menggunaan alat bantu fingerspotIO. Data hasil pencatatan kehadiran yang tersimpan di mesin ditransmisikan ke server secara otomatis untuk diolah dan hasilnya ditampilkan di PC atau smartphone secara real-time dan dapat diakses secara online. UMKM Gehel Snack merupakan unit usaha dengan produk unggulan berupa makanan ringan yang dipilih sebagai mitra pada kegiatan pengabdian ini. Sistem monitoring kehadiran secara real-time telah disosialisasikan di lokasi mitra pengabdian, pengambilan pola sidik jari karyawan, instalasi aplikasi fingerspotIO di PC desktop, konfigurasi pengaturan jam kerja, dan pengaturan tanggal mulai peberlakuan sistem telah dilakukan. Monitoring kehadiran secara real-time dapat dilakukan oleh administrator atau pimpinan perusahaan melalui PC, Laptop atau smartphone selama terhubung ke internet.
Pemanfaatan Teknologi dalam Penerapan Presensi Digital Berbasis QR-Code Di SDN Gunung Cabe Desa Cimaja Agung, Dede; Kharisma, Ivana Lucia; Insany, Gina Purnama; Kamdan; Rahman, Wigi Januar; Purba, Raihan Lutfhi; Delia Nur Annisa, Delia Nur; Zakaria, Muhammad Maulana; Yansah, Ardi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 6 No. 3 (2023): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v6i3.26721

Abstract

In the current era, technology is considered a basic need that can make various jobs easier, including in the field ofeducation. However, knowledge about the use of technology is still uneven, especially in the educational context.Cimaja Village is a relatively advanced village where the people have a high interest in higher education. AtGunung Cabe Elementary School, student attendance is still recorded by recording in a book, referring to the use ofa paper calendar and keeping a physical attendance book. Recording with this system is susceptible to the risk ofdamage and loss of documents. Therefore, the Cimaja village KKN team created a digital attendance recordingsystem by implementing QR-Code technology which is connected to the student database. The aim of this activity isto simplify and increase the efficiency of the student attendance process with greater accuracy and speed. Apartfrom that, attendance results can be accessed mobile. The implementation of QR-Code based digital attendance isconsidered more effective than the manual attendance method using a book. During its implementation, teachersand students will gain new knowledge about the use of technology in QR-Code based digital attendance, as well asdevelop new skills in using the system. Thus, it can be concluded that this PKM activity has succeeded in changingthe situation for partners, namely SDN Gunung Cabe, through the implementation of presence using QR-Code. Theuse of this technology makes a positive contribution in increasing the efficiency and effectiveness of studentattendance management at school. ABSTRAK: Dalam era saat ini, teknologi dianggap sebagai kebutuhan pokok yang dapat mempermudah berbagai pekerjaan,termasuk dalam bidang pendidikan. Namun, pengetahuan tentang pemanfaatan teknologi masih belum merata,terutama dalam konteks pendidikan. Desa Cimaja merupakan desa yang tergolong maju dimana masyarakatnyamemiliki minat yang tinggi terhadap pendidikan yang tinggi. Pada SDN Gunung Cabe, pencatatan presensi siswamasih dilakukan dengan cara mencatat pada buku, mengacu pada penggunaan kalender kertas serta menyimpanbuku absensi secara fisik. Pencatatan dengan sistem ini rentan terhadap risiko kerusakan dan kehilangan dokumen.Oleh karena itu, tim KKN desa Cimaja membuat sebuah sistem pencatatan presensi secara digital denganmenerapkan teknologi QR-Code yang terkoneksi dengan database siswa. Tujuan dari kegiatan ini adalah untukmempermudah dan meningkatkan efisiensi proses presensi siswa dengan akurasi dan kecepatan yang lebih tinggi.Selain itu, hasil presensi dapat diakses secara mobile. Implementasi presensi digital berbasis QR-Code ini dianggaplebih efektif daripada metode presensi manual menggunakan buku. Selama pelaksanaannya, guru dan siswa akanmendapatkan pengetahuan baru tentang pemanfaatan teknologi dalam presensi digital berbasis QR-Code, sertamengembangkan keterampilan baru dalam menggunakan sistem tersebut. Dengan demikian, dapat disimpulkanbahwa kegiatan PKM ini berhasil mengubah keadaan pada mitra, yaitu SDN Gunung Cabe, melalui penerapanpresensi menggunakan QR-Code. Penggunaan teknologi ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkanefisiensi dan efektivitas manajemen kehadiran siswa di sekolah.
PELATIHAN PENGOLAHAN SAMPAH MENJADI ECO ENZYME DENGAN PENDEKATAN ABCD (ASSET-BASED COMMUNITY DEVELOPMENT) PADA MASYARAKAT DESA KLANGENAN, CIREBON Humardhiana, Ana; Fadila, Firdha; Kamalia, Mila
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 6 No. 3 (2023): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v6i3.26738

Abstract

Waste is an environmental issue that needs to be taken seriously. In Cirebon Regency, waste production is soabundant that it is predicted that landfills will run out of space by 2025. Therefore, a village-based wastemanagement is needed to solve this problem. The existence of waste in the environment, especially household waste,needs to be addressed with sustainable waste management by processing waste at the household level. The aim ofthis community service activity is to empower the village assets in increasing community knowledge about wastemanagement and providing training to the community through processing household waste into eco enzymes whichhave many beneficial values. This service activity was carried out in Klangenan Village, Cirebon Regency, WestJava. The method used was the ABCD (Asset-Based Community Development) approach. The results of this serviceactivity are: (1) the community began to realize the importance of managing and processing waste independently, (2)the community has knowledge and ability regarding techniques for processing waste into more valuable products ina sustainable manner, and (3) the community began to actively play a role in solving the waste problem inKlangenan Village so as to create a clean, comfortable and healthier environment. This community service inKlangenan Village is expected to initiate other similar activities, such as cleaning up the river, training to makeproducts from plastic waste, or processing organic waste into fertilizer for household gardens ABSTRAK: Sampah merupakan masalah lingkungan yang perlu ditangani secara serius. Di Kabupaten Cirebon produksi sampahsangat melimpah sehingga diprediksi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tidak mampu lagi menampung sampah padatahun 2025. Oleh karena itu, pengelolaan sampah berbasis desa sangat diperlukan untuk mengatasi hal ini.Keberadaan sampah di lingkungan khususnya sampah rumah tangga juga perlu disikapi dengan pengelolaan sampahyang berkelanjutan dengan melakukan pengolahan sampah pada level rumah tangga. Tujuan dari kegiatanpengabdian masyarakat ini adalah untuk pemberdayaan aset-aset desa dalam meningkatkan pengetahuan masyarakattentang pengelolaan sampah dan memberikan pelatihan kepada masyarakat melalui pengolahan sampah rumahtangga menjadi eco enzyme yang mempunyai banyak nilai manfaat. Kegiatan pengabdian ini dilakukan di DesaKlangenan Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Metode yang digunakan yakni pendekatan ABCD (Asset-BasedCommunity Development). Hasil dari kegiatan pengabdian ini yaitu: (1) masyarakat mulai menyadari akanpentingnya pengelolaan dan pengolahan sampah secara mandiri, (2) masyarakat memiliki pengetahuan dankemampuan tentang teknik pengolahan sampah menjadi produk yang lebih bernilai secara berkelanjutan, dan (3)masyarakat mulai secara aktif berperan dalam memecahkan masalah sampah di Desa Klangenan sehingga terciptasuatu lingkungan yang bersih, nyaman, dan lebih sehat. Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Klangenan inidiharapkan dapat menginisiasi kegiatan-kegiatan serupa lainnya, seperti pembersihan sampah di sungai, pelatihanpembuatan produk dari bahan sampah plastik, atau pengolahan sampah organik sebagai pupuk untuk kebun rumahtangga.
SOSIALISASI DAN PELATIHAN PERPUSTAKAAN ONLINE DI SMP MA'ARIF 13 TEMPUREJO KABUPATEN JEMBER Bonansyah Utoyo, Ega; Maulana, Fahrizal; Arizqina Fironika Fadilah, Anisa; Dea Suryani, Anisa; Sulaiman, Ahmad; Nuryanto
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 6 No. 3 (2023): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v6i3.26745

Abstract

Schools are one of the places for the next generation of the nation to get and train numeracy literacy skills. However, some schools are constrained by supporting facilities to support the formation of students' literacy and numeracy skills, especially physical libraries. Online libraries are a solution to this problem but some teachers have difficulty in using online library applications. This online library socialisation and training aims to introduce and help teachers to understand how the online library application works and how to implement it in student activities in the teaching and learning process. This activity is one of the programmes carried out by the Campus Teaching Batch 4 Year 2022 team of the Ministry of Education, Culture, Research and Technology of the Republic of Indonesia. The implementation of socialisation and training activities as well as online library monitoring was held at SMP Ma'arif 13 Tempurejo, Jember Regency on 23 August 2022 to 23 September 2022. The implementation method used planning, implementation, and evaluation stages. After the implementation of the online library socialisation and training programme, 80% of the teachers have implemented and understood how this digital-based library application works, and 26% of the teachers have implemented the library application. Therefore, the implementation of socialisation and training of online library in SMP Ma'arif 13. ABSTRAK Sekolah salah satu tempat bagi generasi penerus bangsa untuk mendapatkan dan melatih kemampuan literasi numerasi. Namun, beberapa sekolah terkendala fasilitas penunjang untuk mendukung terbentuknya kemampuan literasi dan numerasi siswa khususnya perpustakaan secara fisik. Perpustakaan online merupakan solusi dari permasalahan tersebut tetapi beberapa guru mengalami kesulitan dalam menggunakan aplikasi perpustakaan online. Sosialisasi dan pelatihan perpustakaan online ini bertujuan untuk mengenalkan serta membantu guru untuk memahami cara kerja aplikasi perpustakaan online dan cara mengimplementasikannya di dalam kegiatan siswa dalam proses belajar mengajar. Kegiatan ini satu program yang dijalankan oleh tim Kampus Mengajar Angkatan 4 Tahun 2022 Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Pelaksanaan kegiatan sosialisasi dan pelatihan serta monitoring perpustakaan online diadakan di SMP Ma’arif 13 Tempurejo Kabupaten Jember pada tanggal 23 Agustus 2022 hingga 23 September 2022. Metode pelaksanaan yang dilakukan menggunakan tahap perencanaan, pelaksanaan, serta tahap evaluasi kegiatan. Setelah pelaksanaan program sosialisasi dan pelatihan perpustakaan online dilakukan dapat dihasilkan sebanyak 80% guru sudah mengimplementasikan dan memahami cara kerja aplikasi perpustakaan berbasis digital ini, serta 26% para guru telah menerapkan aplikasi perpustakaan. Oleh karena itu, pelaksanaan sosialisasi dan pelatihan perpustakaan online di SMP Ma’arif 13 Tempurejo Kabupaten Jember sudah sesuai hasil yang diharapkan dan dapat menjadi langkah baru dalam membantu sekolah memperbaiki kemampuan literasi dan numerasi siswa.
LITERASI KOMUNIKASI KESEHATAN UNTUK GENERASI MUDA DI PANTI YAUMA (ASRAMA YATIM DAN DHU’AFA KEMAYORAN) Sari, Wulan Purnama; Helen, Helen; Tindaon, Elisabeth Indira Dameria; Khairunnisa, Julia; Michelle, Laurencia; Amesz, Mutiara Fransisca
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 6 No. 3 (2023): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v6i3.26751

Abstract

Health communication is the process of conveying health information to encourage change for individuals and groups to improve public health. Health communication is useful for providing information about the importance of maintaining a healthy body and the environment. The issue of health itself is still a problem in Indonesia, plus recently the issue of health has emerged again with the problem of air pollution in Jakarta. Awareness about health is still very minimal for the younger generation, especially for children in orphanages. Therefore, this Community Service Activity (PKM) was carried out at the Yauma Home Kemayoran Orphanage and Dhu'Afa Dormitory to build and increase the knowledge of the younger generation, especially orphanage children, regarding the importance of maintaining a healthy body and the environment. To help solve problems related to health issues, it must start from the younger generation, who are the nation's next generation. The target of this PKM activity is to increase awareness of the younger generation and orphanage children regarding maintaining a clean environment and taking care of their bodies. PKM activities are carried out using the story telling method which is a program in health communication. The results of PKM activities show that after conducting socialization regarding maintaining cleanliness, children in institutions have more awareness about the health of their bodies and the environment around them. The health communication carried out has been proven to bring changes in the knowledge, attitudes and behavior of the younger generation, especially children, in responding to the problem of maintaining body and environmental health ABSTRAK Komunikasi kesehatan merupakan proses penyampaian informasi kesehatan untuk mendorong perubahan bagi individu maupun kelompok untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Komunikasi kesehatan berguna untuk memberikan informasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan tubuh dan lingkungan. Isu mengenai Kesehatan sendiri masih menjadi permasalahan di Indonesia, ditambah belakangan terakhir ini isu kesehatan kembali mencuat dengan adanya permasalahan polusi udara di Jakarta. Kesadaran mengenai kesehatan masih sangat minim bagi generasi muda, khususnya bagi anak-anak panti asuhan. Untuk membantu menyelesaikan permasalahan terkait dengan isu kesehatan harus dimulai dari generasi muda, yang merupakan generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilakukan di Panti Yauma Kemayoran Asrama Yatim dan Dhu’Afa untuk membangun dan menambah pengetahuan generasi muda terlebih anak panti mengenai pentingnya menjaga kesehatan tubuh dan lingkungan. Target dari adanya kegiatan PKM ini adalah untuk meningkatkan kesadaran generasi muda, anak-anak panti mengenai menjaga kebersihan lingkungan dan menjaga tubuh. Kegiatan PKM dilakukan dengan menggunakan metode story telling yang menjadi program dalam komunikasi kesehatan. Hasil kegiatan PKM menunjukkan bahwa setelah dilakukannya sosialisasi mengenai menjaga kebersihan, anak-anak di panti lebih memiliki kesadaran mengenai kesehatan tubuh mereka serta lingkungan sekitar mereka. Komunikasi kesehatan yang dilakukan terbukti memberikan pengetahuan, sikap dan perilaku generasi muda terlebih anak-anak dalam menanggapi masalah menjaga kesehatan tubuh dan lingkungan
PENGABDIAN MASYARAKAT DAN PENINGKATAN KINERJA BISNIS DARI USAHA MIKRO EGK Astuti, Miguna; Rizkita Amanda, Agni; Marlina; Gunaedi Argo, Jenji; Surya Kusuma, Airlangga
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 6 No. 3 (2023): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v6i3.26779

Abstract

The ‘Edukasi Gemilang Kencana’ (EGK) business is located in the Depok area, West Java. Even though it has been around for quite some time, due to the Covid-19 pandemic, the Micro enterprosise EGK has been inactive. Some of the problems identified in EGK businesses include: (1) Low understanding of the staff regarding the importance of social media accounts for business marketing activities; (2) Staff’s in is still low in carrying out marketing activities using social media accounts; (3) Staff's understanding is still low regarding the importance of websites for business marketing activities; (4) Staff's understanding and skills are still low in managing social media and websites. Previously, EGK Partners only carried out conventional marketing activities, and had not implemented any digital marketing such as the electronic customer relationship management (E-CRM) activities such as social media and websites. Even when all points toward increase on market share, turnover and even business profits if business would be willing to implement E-CRM. So, the team then offered several solutions, including: (1) Training related to the importance of social media accounts for business performance; (2) Assistance in creating an official EGK Instagram social media account; (3) Training related to the importance of websites for business performance; (4) Assistance in creating the official EGK website. The results of the activities show that an increase in partners' knowledge and skills regarding E-CRM has been achieved. These increases include: (1) Knowledge regarding the importance of Social Media Accounts increased by 72.73%; (2) Skills in using social media accounts for business marketing activities increased by 71.13%; (3) Understanding and skills related to websites for business marketing activities increased by 100%; (4) Launching of the official EGK business Instagram account; (5) Launching of the official EGK website; (6) Increase in market share by 85%; (7) increase in turnover by 85%. The activity is also expected to contribute to the achievement of Sustainable Development Goals (SDGs) 1, 8 and 10 as well as contribute to the field of management science, especially digital marketing management ABSTRAK  Mitra EGK merupakan sebagai salah satu usaha yang berdomisili di wilayah Depok Jawa Barat. Meski telah berdiri cukup lama, namun dikarenakan Pandemi Covid-19, usaha mikro Edukasi Gemilang Kencana (EGK) sempat mengalami kevakuman. Beberapa permasalahan yang teridentifikasi pada usaha mitra EGK antara lain yaitu: (1) Pemahaman SDM masih rendah terkait pentingnya akun media sosial bagi kegiatan pemasaran usaha; (2) Keterampilan SDM yang masih rendah dalam menjalankan kegiatan pemasaran dengan menggunakan akun media social; (3) Pemahaman SDM yang masih rendah terkait pentingnya website bagi kegiatan pemasaran usaha; (4) Pemahaman dan keterampilan SDM yang masih rendah dalam mengelola media sosial dan website. Mitra EGK sebelumnya hanya melakukan kegiatan pemasaran yang bersifat konvensional, dan belum melaksanakan kegiatan E-CRM seperti social media dan website, padahal hal tersebut mampu meningkatkan pangsa pasar, omset dan bahkan profit usaha. Sehingga tim pengabdian menawarkan beberapa solusi, antara lain: (1) Pelatihan terkait pentingnya akun media sosial bagi kinerja bisnis; (2) Pendampingan pembuatan akun media sosial Instagram resmi EGK; (3)  Pelatihan terkait pentingnya website bagi kinerja bisnis; (4) Pendampingan pembuatan website resmi EGK. Hasil kegiatan memperlihatkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra terkait CRM & E-CRM telah tercapai. Adapun peningkatan tersebut termasuk pada: (1) Pengetahuan terkait pentingnya Akun Media Sosial meningkat sebesar 72,73% ; (2) Keterampilan dalam menggunakan akun media social untuk kegiatan pemasaran usaha meningkat sebesar 71,13%; (3) Pemahaman dan keterampilan terkait website bagi kegiatan pemasaran usaha meningkat sebesar 100%; (4) Terpublishnya akun Instagram bisnis resmi EGK; (5) Terpublishnya website resmi EGK; Peningkatan pangsa pasar sebesar 85%; peningkatan omset sebesar 85%. Kegiatan tersebut juga diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 1,8 dan 10 serta memberikan kontribusi pada bidang ilmu manajemen khususnya manajemen pemasaran digital
PERANCANGAN WISATA DESA PADA DUKUH GELANG BERBASIS EKOWISATA DENGAN PENDEKATAN “CULTURAL LANDSCAPE” dennas Syahputra, izza; Rahardyan, Rovega Krisna; Nurmalinda, Shakira Shaadiya; Kusumaningdyah N H; Anjar Sari, Pratiwi; Titis S P; Andria Nirawati, Maya
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 6 No. 3 (2023): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v6i3.26784

Abstract

Sumberdodol Village is a village that has a lot of potential with a vision and mission to become a tourist village,however the potential found in this village, especially in Dukuh Gelang, has the same potential in general as thevillage's potential with other hamlets around it. This community service aims to create a master plan for theSumberdodol tourist village by evaluating the potential of Sumberdodol Village as a tourist village. The method usedin this community service activity is through mapping an inventory of village potential through field observations,in-depth interviews with community leaders and traditional leaders, as well as literature studies to then carry out aSWOT analysis. The results of the inventory data and SWOT analysis are synthesized into recommendations formaster plan planning for tourist villages using the Cultural Landscape approach. Cultural landscape is aninteraction between human activities and the natural environment, which reflects a combination of natural elementsand human work. Due to this, the path in Dukuh Gelang always leads to springs, making it easier for tourists whowant to track and cycle to springs. The results of this community service show that Sumberdodol Village, especiallyDukuh Gelang, has the potential to become a nature-based village that can become a recreational attraction, bothlocally and outside the village. So it will be a tourism that is dif erent from other hamlets or has an SOV CulturalLandscape Air which is able to attract tourists to visit and can have a positive impact on the surrounding communityas well as providing options for designing a sustainable tourism master plan for Dukuh Gelang. ABSTRAK Desa Sumberdodol merupakan desa yang memiliki banyak potensi dengan visi misi menjadi desa wisata, akan tetapipotensi yang terdapat di desa ini terutama pada Dukuh Gelang memiliki kesamaan pada umumnya potensi desadengan dukuh lainnya di sekitarnya. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membuat masterplan desa wisatasumberdodol dengan mengevaluasi potensi Desa Sumberdodol sebagai sebuah desa wisata. Metode yang digunakanpada kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah melalui pemetaan inventarisasi potensi desa melalui observasilapangan, wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat dan tokoh adat, serta studi literatur untuk kemudiandilakukan analisis SWOT. Hasil data inventori dan analisis SWOT disintesiskan menjadi rekomendasi perencanaanmasterplan desa wisata dengan pendekatan Cultural Landscape. Cultural landscape merupakan interaksi antaraaktivitas manusia dan lingkungan alam, yang mencerminkan gabungan antara elemen alam dan hasil karya manusia,dari hal tersebut jalur pada Dukuh Gelang selalu mengarah pada sumber mata air sehingga memudahkan wisatawanyang ingin tracking dan cycling menuju sumber mata air. Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukan DesaSumberdodol terutama Dukuh Gelang memiliki potensi sebagai desa berbasis alam yang dapat menjadi daya tarikrekreasi, baik secara lokal, maupun luar desa. Sehingga akan menjadi wisata yang berbeda dengan dukuh lainnyaatau memiliki sebuah SOV Cultural Landscape Air yang mampu menarik wisatawan untuk berkunjung dan dapatmemberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar serta memberikan opsi perancangan masterplan wisata yangberkelanjutan bagi Dukuh Gelang.
EDUKASI PEMANFAATAN LIMBAH ORGANIK SEBAGAI ECO-ENZYME UNTUK PRODUK KESEHATAN BAGI MASYARAKAT RAWA KOPI-DEPOK Rahmi, Eldiza Puji; Revina, Rika; Farkhani, Aulia
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 6 No. 3 (2023): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v6i3.26792

Abstract

Waste from the production process in the community around Rawa Kopi, Depok, is one of the problems in their environment that requires further processing. Eco-enzyme is a potential organic waste processing technology and can be an effort to achieve the 12th SDGs goal regarding sustainable production and consumption patterns. This technology involves a fermentation process of organic waste combined with brown sugar/molasses and air in a certain ratio. The eco-enzyme liquid produced is an active ingredient that can be used for various purposes. This community service activity aims to provide outreach and education in utilizing waste, especially organic waste, which can be processed into eco-enzymes for the community around Rawa Kopi, Depok. The activity began with giving a pretest, then socialization about eco-enzymes through lectures and interactive discussions. Evaluation is carried out on the process, including attendance, enthusiasm/enthusiasm, participants' responses to training activities, and post-test material education. The results of the activity will provide knowledge to utilize organic waste around us into eco enzymes, which can then be further utilized into materials such as fertilizer, disinfectant, hand sanitizer and others. Community knowledge and understanding in utilizing organic waste around us into eco enzymes can increase after the activity. The results of the activity were able to provide knowledge about degenerative diseases and the use of Indonesian medicinal plants for degenerative diseases. Community knowledge and understanding of degenerative diseases and recognizing and utilizing plant medicines can increase significantly (p<0.001) after the activity up to 77.57%. ABSTRAK; ABSTRAK Limbah dari proses produksi pada UMKM masyarakat sekitar Rawa Kopi, Depok, menjadi salah satu permasalahandi lingkungan mereka yang memerlukan pengolahan lebih lanjut. Eco-enzyme adalah salah satu teknologipengolahan sampah organik yang potensial dan dapat menjadi salah satu upaya mencapai tujuan SDGs ke-12terkait pola produksi dan konsumsi yang berkelanjutan. Teknologi ini melibatkan proses fermentasi sampah organikyang dikombinasikan dengan gula merah/molase dan air dengan perbandingan tertentu. Cairan eco-enzim yangdihasilkan merupakan bahan aktif yang dapat digunakan untuk berbagai kepentingan. Kegiatan pengabdian kepadamasyarakat ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi dan edukasi dalam memanfaatkan limbah terutama limbahorganik yang dapat diolah menjadi eco-enzyme bagi masyarakat sekitar Rawa Kopi, Depok. Kegiatan dimulaidengan pemberian pretest, selanjutnya sosialisasi mengenai eco-enzyme melalui ceramah dan diskusi interaktif.Evaluasi dilakukan terhadap proses yang meliputi kehadiran, semangat/antusiasme, dan respon/tanggapan pesertaterhadap kegiatan pelatihan, serta posttest materi edukasi. Hasil kegiatan diharapkan mampu memberikanpengetahuan untuk memanfaatkan sampah organik di sekitar kita menjadi eco enzyme yang selanjutnya dapatdimanfaatkan lebih jauh menjadi bahan-bahan seperti pupuk, desinfektan, hand sanitizer dan lain-lain.Pengetahuan dan pemahaman masyarakat dalam memanfaatkan sampah organik di sekitar kita menjadi eco enzymebisa meningkat setelah kegiatan. Hasil kegiatan mampu memberikan pengetahuan tentang pemanfaatan limbahorganik sebagai eco-enzyme untuk produk kesehatan. Pengetahuan dan pemahaman masyarakat meningkat secarasignifikan (p<0,001) setelah kegiatan hingga 77,57%.
PENYULUHAN PEMERIKSAAN PERSIDANGAN, UPAYA HUKUM, DAN HAK-HAK WARGA BINAAN DI RUTAN PONDOK BAMBU Firmansyah, Hery; Gunawan, Angelene Vivian; Marshanda, Talitha; Michelle, Grace Bernadette; Marbun, Jessica
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v7i1.26793

Abstract

Legal aid is intended for underprivileged people, the poor (low income), the illiterate (those who cannot read or write or have low education), and those who do not have access to their rights due to pressure from those in more power. One type of detention according to Indonesian positive law is placement in a state detention center (remand center) (M Syafi, 2019). Pondok Bambu Class 1 East Jakarta State Detention Center tries to fulfill the rights of its prisoners both while the case examination process is still ongoing until the criminal execution stage. Indonesian formal criminal law has regulated the technicalities and rights of prisoners during the trial examination at the first level, appeal, cassation, and judicial review up to the implementation of the judge's decision, but the ignorance and reluctance of prisoners to exercise their rights can actually be an obstacle in the fulfillment of their rights. The purpose of this research is to increase knowledge and encourage prisoners to be aware of their legal rights and use pro bono legal aid. Community Service (PKM) in Pondok Bambu Class 1 Detention Center East Jakarta was conducted of line with one-way material presentation involving lawyers and paralegals from PKBH FH Untar. To realize the solution, the PKM was carried out with material presentation, questions and answers, free consultation, and followed up with the registration of defendants as pro bono clients of PKBH FH Untar. ABSTRAK: Bantuan hukum diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu, masyarakat miskin (berpenghasilan rendah), buta huruf (mereka yang tidak bisa membaca atau menulis atau berpendidikan rendah), dan mereka yang tidak mendapat akses terhadap hak-haknya karena tekanan dari pihak yang lebih berkuasa. Salah satu jenis penahanan menurut hukum positif Indonesia adalah dengan menempatkan dalam rumah tahanan negara (rutan) (M Syafi, 2019). Rumah Tahanan Negara Pondok Bambu Kelas 1 Jakarta Timur berusaha memenuhi hak-hak warga binaannya baik selagi masih berlangsungnya proses pemeriksaan perkara hingga tahap pelaksanaan pidana. Hukum formil pidana Indonesia telah mengatur teknis dan hak-hak warga binaan selama pemeriksaan persidangan di tingkat pertama, banding, kasasi, dan peninjauan kembali hingga pelaksanaan putusan hakim, namun ketidaktahuan dan keengganan para warga binaan untuk menggunakan hak-hak yang dimilikinya justru dapat menjadi penghambat dalam pemenuhan hak-hak mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan mendorong warga binaan untuk mengetahui hak-hak hukumnya dan menggunakan bantuan hukum pro bono. Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Rutan Pondok Bambu Kelas 1 Jakarta Timur dilakukan secara luring dengan pemaparan materi searah yang melibatkan pengacara dan paralegal dari PKBH FH Untar. Untuk mewujudkan solusi, maka PKM dilaksanakan dengan pemaparan materi, tanya jawab, konsultasi gratis, serta ditindaklanjuti dengan pendaftaran warga binaan sebagai klien pro bono PKBH FH Untar.
DUKUNGAN PSIKOSOSIAL UNTUK PENGUNGSI DI SHELTER KALIDERES JAKARTA BARAT Sulistyaningsih, Wiwik; Trihandayani, Dewi; Faturrohman; Hafizh, Ahmad Syahnurdin
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 6 No. 3 (2023): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v6i3.27069

Abstract

Status as refugees due to social disaster situations, namely conflict and war, means that survivors are forced tolive an abnormal life. Some of them showing psychological isues such as sleep disturbances, reducedconcentration and focus, loss of self-confidence and self-esteem, loss of interest in activities, psychosomaticcomplaints, and even depressive disorders. Meanwhile, from a social perspective, refugees experience physicalchanges, changes in norms and values, changes in culture and social roles, as well as changes in socialstructures and networks. All of this will have an impact on reducing the psychosocial welfare of refugees Toalleviate complaints of psychosocial problems, psychosocial support can be provided to refugees.Thebeneficiaries in this activity were around 120 refugees consisting of around 80 adults, 25 children and 15teenagers. The majority of them come from Afghanistan, and others come from Asian and African countrieswhich are currently in turmoil. The implementation of psychosocial support for refugees at the Kalideresshelter is provided in five forms of activities, namely health checks, providing food, child psychosocial,gardening and recreational sports. After being given this psychosocial support, the refugee residents showed afeeling of greater relief, felt happy because they could enjoy fun activities, and were grateful to have been givenassistance to fulfill their physical and recreational needs. However, longer community assistance are needed,involving greater resources, as well as stronger self-involvement of the refugees themselves so that they aremore empowered and more resilient to face the many challenges and difficulties. life.ABSTRAKStatus sebagai pengungsi akibat situasi bencana sosial yakni konflik dan peperangan membuat penyintasterpaksa harus menjalani kehidupan yang tidak normal. Tidak sedikit penyitas yang mengalami gangguan padaaspek psikologis, seperti seperti mengalami gangguan tidur, berkurangnya konsentrasi dan fokus, hilangnyakepercayaan diri dan harga diri, kehilangan minat untuk beraktivitas, keluhan psikosomatik, hingga gangguandepresi. Sementara dari segi sosial, pengungsi yang berpindah ke negara lain akan mengalami perubahan fisik,perubahan norma dan nilai, perubahan budaya dan peran sosial, serta perubahan struktur dan jaringan sosial.Hal itu semua akan berpengaruh pada menurunnya kesejahteraan psikososial pengungsi. Untuk meringankankeluhan problem psikososial tersebut maka dapat diberikan dukungan psikososial kepada pengungsi. Penerimamanfaat pada kegiatan ini adalah 120 orang pengungsi yang terdiri dari sekitar 80 orang dewasa, 25 oranganak, dan 15 orang remaja. Mayoritas mereka berasal dari Afghanistan, kemudian lainnya berasal darinegara-negara Asia dan Afrika yang sedang bergolak tidak aman. Adapun pelaksanaan dukungan psikososialbagi refugee di shelter Kalideres diberikan dalam lima bentuk kegiatan yakni pemeriksaan kesehatan,pemberian makanan, psikososial anak, gardening, dan rekreasional olah raga. Setelah diberikan dukunganpsikososial tersebut, warga pengungsi menunjukkan perasaan yang lebih lega, merasa gembira karena dapatmenikmati aktivitas yang menyenangkan, serta bersyukur telah diberi bantuan untuk pemenuhan kebutuhanfisik dan rekreasional. Namun demikian agar dukungan psikososial yang diberikan dapat berefek lebih optimalmaka diperlukan upaya pendampingan komunitas yang lebih lama, melibatkan sumber daya yang lebih besar,serta pelibatan diri yang lebih kuat dari diri pengungsi itu sendiri agar mereka lebih berdaya dan lebih resilienuntuk menghadapi banyaknya tantangan dan kesulitan hidup.Kata kunci: dukungan psikososial, pengungsi, resiliensi.