cover
Contact Name
Nurbaiti
Contact Email
jurnal.tunasmedika@gmail.com
Phone
+62811243530
Journal Mail Official
jurnal.tunasmedika@gmail.com
Editorial Address
Jl. Terusan Pemuda no 1 A
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
ISSN : 20896042     EISSN : 25797514     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Tunas Medika : Jurnal Kedokteran & Kesehatan adalah jurnal Ilmiah yang memuat naskah publikasi Ilmiah di bidang Kedokteran dan Kesehatan yang meliputi bidang Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, Biomedis serta Pendidikan Kedokteran.Tunas Medika : Jurnal Kedokteran & Kesehatan merupakan memuat publikasi ilmiah Dosen, Mahasiswa dan peneliti lainnya di bidang Kedokteran dan Kesehatan dan diharapkan daptat memperkaya khazanah Pendidikan dan pengetahuan Indonesia
Articles 236 Documents
KORELASI ANTARA NILAI HBA1C DAN KADAR KOLESTEROL LDL PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSUD WALED KABUPATEN CIREBON Ahyaeni, Fenni Nurian; Luthfi, Muhammad; Brajadenta, Gara Samara; Noviani, Isti; Loebis, Irwan Meidi; Emman, Irene Max
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 11 No 1 (2025): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Fakultas Kedokteran UGJ Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/tumed.v11i1.10298

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Melitus (DM) Tipe 2 merupakan penyakit gangguan metabolik yang ditandai dengan kenaikan gula darah. Diagnosis DM dapat dilakukan dengan pemeriksaan kadar glukosa darah secara enzimatik dengan HbA1c. Low density lipoprotein (LDL) merupakan jenis kolesterol berbahaya dan paling banyak terdapat di dalam darah. Peningkatan kadar kolesterol LDL menjadi penyebab utama terjadinya gangguan yang menimbulkan penyakit jantuk koroner (PJK). Pasien DM dengan PJK dikarenakan adanya peningkatan kadar kolesterol LDL. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui korelasi antara nilai HbA1C dan kadar kolesterol LDL pada penderita DM tipe 2. Metode: Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dengan sampel 53 responden. Peneliti menggunakan data sekunder dengan analisa univariat dan bivariat. Hasil: Peneliti mendapatkan nilai HbA1C rata-rata penderita DM tipe 2 adalah 20,93% dan hasil nilai LDL tertinggi adalah 255,90 mg/dl. Hasil perhitungan analisa didapatkan HbA1C >6,5 bermakna dengan nilai p = 0,000 <0,050 yang berarti terdapat hubungan yang bermakna antara HbA1C dan kadar kolesterol LDL dengan penderita DM tipe 2. Simpulan: Hasil analisis dalam penelitian tersebut membuktikan adanya korelasi positif antara nilai HbA1C dan kolesterol LDL pada penderita Diabetes Melitus tipe 2. Kata kunci: Low density lipoprotein (LDL), kolesterol, diabetes melitus ABSTRACT Background: Diabetes Mellitus (DM) Type 2 is a metabolic disorder disease characterized by an increase in blood sugar. The diagnosis of DM can be made by examining blood glucose levels enzymatically with HbA1c. Low density lipoprotein (LDL) is a dangerous type of cholesterol and is the most abundant in the blood. Increased levels of LDL cholesterol are the main cause of disorders that cause coronary heart disease (CHD). DM patients with CHD due to an increase in LDL cholesterol levels. Aim: This study was conducted to determine the correlation between HbA1C values ​​and LDL cholesterol levels in patients with type 2 diabetes. Methods: This study used a cross sectional method with a sample of 53 respondents. Researchers used secondary data with univariate and bivariate analysis. Results: Researchers found the average HbA1C value for patients with type 2 diabetes was 20.93% and the highest LDL value was 255.90 mg/dl. In the calculation results, it was found that HbA1C > 6.5 was significant with p value = 0.000<0.050, which means that there was a significant relationship between HbA1C and LDL cholesterol levels with type 2 DM patients. LDL cholesterol in patients with type 2 diabetes mellitus. Conclusion: From the results of the analysis in this study, it was proven that there was a positive relationship between HbA1C and LDL cholesterol levels with type 2 DM patients
HUBUNGAN INDEX MASSA TUBUH (IMT) TERHADAP INDEX WOMAC PADA PASIEN OSTEOARTRITIS LUTUT GRADE III DI RSUD WALED Lestari , Mega Ayu; Dewangga, Taufan Herwindo; Manfaluthi, Ali; Rivani, Riza; Baihaqi, Irsyad; Wahidin, Dea Triasari Indriyanti; Chantika, Aprilyan Laras
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 11 No 1 (2025): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Fakultas Kedokteran UGJ Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/tumed.v11i1.10300

Abstract

Latar Belakang: Osteoartritis (OA) adalah penyakit degeneratif sendi yang bersifat kronik. Penyakit ini menyebabkan nyeri dan ketidakmampuan pada penderita sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Osteoartritis merupakan penyakit sendi yang paling banyak ditemukan di dunia, termasuk di Indonesia. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan index massa tubuh (IMT) terhadap index womac pada pasien osteoartritis lutut grade III di RSUD waled. Metode: Penelitian observasi menggunakan desain Cross sectional dengan uji spearman untuk mengetahui hubungan index massa tubuh (imt) terhadap index womac pada pasien osteoartritis lutut grade III di RSUD waled. Sampel penelitian ini adalah adalah pasien penderita Osteoartritis lutut Grade III di poli orthopaedi di RSUD Waled Kabupaten Cirebon yang terdaftar dan pernah berobat pada periode Juli 2023 – Juli 2024. Hasil: Analisis hubungan didapatkan bahwa p value sebesar (p > 0,05) yaitu 0,628 menyatakan arah pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat adalah negatif. Kesimpulan: tidak terdapat hubungan yang signifikan antara IMT terhadap Index Womac Pada Pasien Osteoartritis Grade III
The ANGIOFIBROMA NASOFARING: ANGIOFIBROMA NASOFARING Nurwiyan, Nafila; Cahyadi, Ismi; Purnamasari, Febriyanti; Budiman Saputra Basyir, Pahmi
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 11 No 2 (2025): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Fakultas Kedokteran UGJ Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/tumed.v11i2.9694

Abstract

ABSTRAK ANGIOFIBROMA NASOFARING Nafila Nurwiyan*, dr. Ismi Cahyadi, Sp.THT-BKL Subsp Onk (K), FICS ** , *Dokter Muda FK UGJ **Konsultan Pembimbing SMF THT-KL RSUD Waled Latar Belakang : Angiofibroma nasofaring atau juvenile nasofaringeal angiofibrama (JNA) merupakan tumor jinak pembuluh darah nasofaring yang secara histopatologi jinak tetapi secara klinis ganas karena sifatnya yang agresif dan merusak tulang serta meluas ke jaringan sekitar, seperti sinus paranasal, pipi, mata, dan tengkorak, serta mudah berdarah dan sulit dihentikan. Ketidakseimbangan hormon diketahui dapat menyebabkan defisiensi androgen atau kelebihan estrogen. Tujuan : Untuk meningkatkan kajian dan pengetahuan mengenai angiofibroma nasofaring. Hasil : Pasien mengeluh hidung sebelah kanan tersumbat, mimisan, dan mengorok saat tidur. Pada pemeriksaan fisik konka inferior di regio cavum nasii dextra tampak hipertrofi, mudah berdarah, tidak ada saluran udara. Kesimpulan : Hasil anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang mendiagnosis angiofibroma dan diberikan penatalaksanaan bedah yaitu ekstirpasi massa dan ligasi arteri karotis. Kata kunci : Angiofibroma nasofaring, hidung tersumbat, hormonal.
EFEKTIVITAS PENYULUHAN GIZI SEIMBANG BALITA TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU DI DESA CIREBON GIRANG Fauzah, Shofa Nur; Satrianugraha, Muhammad Duddy; Rillia, Habibah Citra; Rahma, Adetya; Ambarsari, Asih
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 11 No 2 (2025): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Fakultas Kedokteran UGJ Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/tumed.v11i2.10807

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Tahun 2021, 1 dari 5 (24,4%) anak mengalami stunting. Kejadian ini merupakan salah satu konsekwensi permasalahan gizi di Indonesia. Rendahnya asupan mineral dan vitamin, kurangnya keberagaman pangan dan sumber protein hewani menjadi salah satu faktor penyebab stunting. Perbedaan latar belakang dan karakteristik masyarakat menjadikan edukasi terkait gizi seimbang masih menjadi tantangan. Penelitian sebelumnya menjelaskan penyuluhan kesehatan efektif meningkatkan pengetahuan ibu terkait pola makan bergizi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penyuluhan gizi seimbang balita terhadap pengetahuan dan sikap ibu di desa Cirebon girang. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain pre-experimental (One Group Pretest Posttest Design telah dilakukan sejak bulan juni hingga juli 2023. Responden adalah ibu yang memiliki anak balita (0-59 bulan) berjumlah 97 ibu dengan menggunakan teknik Quota Sampling dan memenuhi kriteria inklusi. Hasil: Hasil uji Wilcoxon menunjukkan terdapat perbedaan peningkatan pengetahuan dan sikap terkait gizi seimbang yang signifikan (p = <0,001) antara sebelum dan setelah diberikan penyuluhan. Pengetahuan ibu dengan kategori baik meningkat menjadi 75,3 % dari sebelumnya 2.1%, sementara sikap ibu meningkat menjadi 93,8% dari sebelumnya 77,3% dari seluruh total responden. Kesimpulan: Penyuluhan efektif meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu. Intervensi penyuluhan berbasis keterampilan dibutuhkan untuk meningkatkan keterampilan pemenuhan gizi seimbang. Kata Kunci: Efektivitas, Penyuluhan, Gizi, Balita ABSTRACT Backgrounds: Background: In 2021, 1 in 5 (24.4%) children will experience stunting. This incident is one of the consequences of nutritional problems in Indonesia. Low intake of minerals and vitamins, lack of food diversity and animal protein sources are one of the factors causing stunting. Differences in community backgrounds and characteristics make education related to balanced nutrition still a challenge. Previous research explains that health education is effective in increasing mothers' knowledge regarding nutritious eating patterns. Objective: This study aims to determine the effectiveness of balanced nutrition education for toddlers on the knowledge and attitudes of mothers in Cirebon Girang village. Method: Quantitative research with a pre-experimental design (One Group Pretest Posttest Design was carried out from June to July 2023. Respondents were 97 mothers with children under five (0-59 months) using the Quota Sampling technique and met the inclusion criteria. Results: Wilcoxon test results showed that there was a significant difference in the increase in knowledge and attitudes related to balanced nutrition (p = <0.001) between before and after being given counseling. Knowledge of mothers in the good category increased to 75.3 % from the previous 2.1%, while mothers' attitudes increased to 93.8% from previously 77.3% of all total respondents. Conclusion: Effective counseling increases mothers' knowledge and attitudes. Keyword: Effectiveness, Counseling, Nutrition, Toddlers
PENGARUH STRES DAN RESILIENSI TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PADA MAHASISWA KEDOKTERAN UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI TINGKAT II: - Rohmania, Sri Rizki; Bastian, Shofa Nur Fauzah; Fachrudin , Duddy; Akbar, Muhammad Zul Fahmi; Chantika, Aprliyan Laras; Akuturisiano, Binto
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 11 No 2 (2025): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Fakultas Kedokteran UGJ Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/tumed.v11i2.10925

Abstract

Latar Belakang: Pembelajaran di tingkat II Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunung Jati dipersepsi yang paling berat oleh mahasiswa kedokteran. Motivasi belajar diperlukan mahasiswa untuk mengatasi kesulitan yang di alaminya selama pembelajaran. Motivasi belajar di pengaruhi oleh banyak faktor, yang di antaranya stress dan resiliensi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh stress dan resiliensi terhadap motivasi belajar pada mahasiswa kedokteran tingkat II Universitas Swadaya Gunung Jati. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. total sampling digunakan, dengan jumlah partisipan penelitian sebanyak 203 mahasiswa kedokteran tingkat II. Alat ukur menggunakan yaitu medical student stressor questionnaire, academic resilience 30, dan motivated strategies for learning quistionaire. Teknik pengolahan data menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil: Stres dan resiliensi memiliki pengaruh secara simultan terhadap motivasi belajar. Hasil uji f menyatakan nilai f hitung ( 38,056 ) > f tabel: (3,041) sumbangan pengaruh keduanya terhadap motivasi belajar sebanyak 27,6%. Stress dan resiliensi juga memiliki pengaruh secara parsial terhadap motivasi belajar. Hasil uji T hitung stress-motivasi belajar (5,048) > T tabel (1,971), dan nilai T hitung resilensi- belajar (5,776 ) > T tabel (1,97). Simpulan: Stress dan resiliensi memiliki pengaruh terhadap motivasi belajar mahasiswa kedokteran tingkat II Universitas Swadaya Gunung Jati.
KARAKTERISTIK DAN GAMBARAN HISTOPATOLOGI PADA PASIEN APENDISITIS DI RSUD 45 KABUPATEN KUNINGAN TAHUN 2022 Wahidin, Dea Triasari Indriyanti; Dillah, Agisny Alfatihatul; Fitrie, Alya Amila; Warsodoedi, Dini Sapardini; Larasati, Putri Ajeng Ayu; Loebis, Irwan Meidi; Luthfi, Muhammad
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 11 No 2 (2025): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Fakultas Kedokteran UGJ Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/tumed.v11i2.10926

Abstract

Latar Belakang: Apendisitis adalah peradangan pada apendiks vermiformis yang merupakan suatu keadaan darurat yang terjadi pada bidang bedah abdomen. Prevalensi angka kejadian apendisitis di Indonesia menempatkan angka tertinggi dari negara ASEAN dengan 10 juta penduduk mengalami apendisitis pertahunnya. Kejadian apendisitis dipengaruhi oleh beberapa hal seperti usia, jenis kelamin, kecukupan makanan berserat dan status gizi. Salah satu pemeriksaan yang bertujuan untuk mendiagnosis apendisitis dapat dilakukan dengan cara pemeriksaan histopatologi. Tujuan: Mengetahui karakteristik dan gambaran histopatologi pada pasien apendisitis di RSUD 45 Kabupaten Kuningan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif, dengan pendekatan retrospektif dan metode total sampling. Data yang digunakan yaitu data sekunder berupa rekam medis pasien apendisitis akut di RSUD 45 Kabupaten Kuningan. Hasil: Dari 49 sampel yang memasuki kriteria inklusi dan eksklusi didapatkan prevalensi karakteristik pasien apendisitis berdasarkan kelompok usia terbanyak adalah kelompok remaja akhir usia 17 – 25 tahun sebanyak 10 orang (20,4%) dan kelompok jenis kelamin terbanyak adalah kelompok laki-laki sebanyak 26 orang (53,1%). Sedangkan prevalensi gambaran histopatologi pasien apendisitis terbanyak adalah apendisitis akut phlegmonosa sebanyak 19 orang (36,5%). Kesimpulan: Prevalensi tertinggi pada karakteristik pasien apendisitis di RSUD 45 Kabupaten Kuningan adalah usia remaja akhir (17 - 25 tahun) dan jenis kelamin laki-laki, sedangkan prevalensi tertinggi pada gambaran histopatologi pasien apendisitis di RSUD 45 Kabupaten Kuningan adalah apendisitis akut phlegmonosa
HUBUNGAN DERAJAT CEDERA KEPALA DENGAN OUTCOME PASCA TINDAKAN OPERASI PASIEN BEDAH SARAF DI RSUD WALED KABUPATEN CIREBON PADA TAHUN 2021-2022 Ulfah, Siti Maria; Ayuwandari, Nenda; Sariadi, Dasa; Gunawan, Hendry; Max Emman, ⁠Irene; Wibisono, Rachmanda Haryo
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 11 No 2 (2025): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Fakultas Kedokteran UGJ Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/tumed.v11i2.10927

Abstract

Background: Head injury is a traumatic disturbance of brain function accompanied or without interstitial bleeding in the substance of the brain without interruption of brain continuity. The outcome of head injury is very important to know in order to prepare prevention measures, to prepare primary prevention strategies based on population size, and to prepare efficient and accurate treatment. Objective: To find out if there is a relationship between the degree of head injury and the postoperative results of neurosurgery patients at Waled Hospital in 2021-2022. Method: This type of research is qualitative research using an analytic observational method with a cross-sectional approach. The target population in this study were head injury patients who were treated at Waled Hospital, Cirebon Regency in 2021 – 2022. The sample size for this study was 50 people. Results: The degree of head injury in post-operative neurosurgery patients at Waled Hospital, Cirebon Regency in 2021-2022 has the most moderate head injuries (60%). The distribution of outcomes in postoperative neurosurgery patients at Waled Hospital, Cirebon Regency in 2021-2022 is mostly in the death category of 24 people (48%). The results of the Spearman correlation test showed that there is a p-value = 0.003, which means that there is a significant relationship between the degree of head injury and the postoperative outcome of neurosurgery patients at Waled Hospital, Cirebon Regency in 2021-2022. Then the results of the study found a value of r = 0.411, which means that there is a strong influence between the Degree of Head Injury and the Postoperative Results of Neurosurgery Patients at Waled Hospital, Cirebon Regency in 2021-2022. Conclusion: There is a significant relationship between the degree of head injury and the results of postoperative actions on Neurosurgery patients at Waled Hospital, Cirebon Regency in 2021-2022 Keywords: head injury, outcome, surgery in neurosurgery patients.
PROFIL LIPID PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI RSUD ARJAWINANGUN PERIODE 2022 Pamungkas, Nanda Dwi; Herdwiyanti, Menik; Indriyati, Rose; Wirandoko, Ignatius Hapsoro; Astuti, Widi; Canceryta, Sherly; Romdhoni, Mohamad
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 11 No 2 (2025): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Fakultas Kedokteran UGJ Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/tumed.v11i2.10951

Abstract

ABSTRAK LATAR BELAKANG Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit metabolik dengan karakteristikhiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, resistensi insulin atau keduanya. Resistensi Insulindapat disebabkan oleh dislipidemia sehingga menyebabkan DM. Riset Kesehatan Dasar (2018) menunjukanadanya peningkatan yang cukup signifikan pada prevalensi diabetes mellitus dari 6,9% menjadi 8,5%. Dikabupaten Cirebon, kecamatan Arjawingun memiliki penderita DM sebanyak 699 orang di dua pelayanankesehatan data dinkes kabupaten Cirebon. TUJUAN Mengetahui gambaran karakteristik Profil Lipid PadaPenderita Diabetes Mellitus Tipe 2 di RSUD Arjawinangun. METODE Penelitian ini menggunakan metodedeskriptif observasional dengan teknik pengambilan data total sampling. Didapatkan 88 sampel dari data RekamMedik Bulan Januari sampai Desember tahun 2022 sudah memenuhi kriteria inklusi dan eklusi. Data diolahdengan analisis univariat. HASIL Hasil penelitian menunjukan penderita DMT2 di RSUD Arjawinangunmemiliki mayoritas berusia lansia akhir sebanyak 36 sampel (40,9%), lebih banyak Perempuan 64 sampel(72,7%), memiliki mayoritas BMI dengan kategori obesitas tipe 1 sebanyak 38 sampel (43,2%), kadar GDS≥300 sebanyak 71 sampel (80,7%), kadar HbA1c (&gt;8%) 86 sampel (97,7%), kadar LDL (≥190 mg/dl) 23sampel (26,1%), kadar HDL (&lt;40 mg/dl) 63 sampel (71,6%), Trigliserida (200-499 mg/dl) 55 sampel (62,5%),kadar Kolesterol total (≥240 mg/dl) 45 sampel (51,1%). SIMPULAN Penderita DMT2 di RSUD Arjawinangun,lebih banyak Perempuan, penderita mayoritas lansia akhir dan memiliki BMI dengan kategori obesitas. KadarGDS tidak terkontrol, kadar HbA1c mayoritas kendali buruk. Pada pemeriksaan profil lipid didapatkanmayoritas HDL kategori rendah, LDL sangat tinggi, Trigliserida tinggi, dan Kolesterol total tinggi.Kata Kunci : Profil lipid, Diabetes mellitus tipe 2, Dislipidemia, resistensi insulin. ABSTRACT BACKGROUND Diabetes mellitus (DM) is a metabolic disease characterized by hyperglycemia that occursdue to abnormalities in insulin secretion, insulin resistance or both. Insulin resistance can be caused bydyslipidemia, leading to T2DM. Basic Health Research (2018) showed a significant increase in the prevalenceof diabetes mellitus from 6.9% to 8.5%. In Cirebon Regency, Arjawingun sub-district has 699 people with DM intwo health services. OBJECTIVE Determine characteristic of Lipid Profile in Patients with Type 2 DiabetesMellitus at Arjawingun hospital. METHODS This study used descriptive observational method with totalsampling data collection technique. From 239 samples 88 samples from medical record data from January toDecember 2022 with the inclusion and exclusion criteria. Data were processed with univariate analysis.RESULTS The results showed that patients with T2DM at Arjawinangun Hospital had a majority of late elderlyas many as 36 people (40.9%), more women 64 people (72.7%), had a majority of BMI with type 1 obesitycategory as many as 38 samples (43.2%), GDS levels ≥300 as many as 71 people (80.7%), HbA1c levels (&gt;8%)86 people (97.7%), LDL levels (≥190 mg/dl) 23 people (26.1%), HDL levels (&lt;40 mg/dl) 63 people (71.6%),Triglycerides (200-499 mg/dl) 55 people (62.5%), Total cholesterol levels (≥240 mg/dl) 45 people (51.1%).CONCLUSION Patients with T2DM at Arjawinangun Hospital, more women (72.7%) than men (27.3%), themajority of patients are elderly and have BMI in the obesity category. GDS levels are not controlled (≥300) asmuch as 80.7%, the majority of HbA1c levels are poorly controlled. In the lipid profile examination, the majorityof HDL was found to be low, LDL was very high, Triglycerides were high, and Total cholesterol was high.Keyword : Lipid profile, Diabetes mellitus, Dyslipidemia, insulin resistance.
HUBUNGAN LINGKAR LENGAN ATAS (LILA) IBU SAAT KEHAMILAN DENGAN KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEDONG TAHUN 2022 Munandar, Yoga Adam; Wahidin, M. Duddy Satrianugraha; Nurhendriyana, Herry; Yusuf, Ade; Noviani, Isti; Surjono, Deni Wirhana
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 11 No 2 (2025): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Fakultas Kedokteran UGJ Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/tumed.v11i2.10980

Abstract

LATAR BELAKANG : Stunting merupakan suatu gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang dialami anak akibat defisiensi nutrisi yang kronik. World Health Organization (WHO) menempatkan Indonesia sebagai negara urutan ketiga yang memiliki stunting tertinggi di Asia.Ibu hamil dengan masalah gizi kronik memiliki risiko melahirkan bayi stunting. Seorang ibu hamil yang mengalami kekurangan energi kronik (KEK) dapat di ukur pada lingkar lengan atas (LILA). LILA menjadi perangkat sederhana yang sangat akurat, berfungsi untuk mendeteksi malnutrisi seseorang. TUJUAN : Mengetahui hubungan LILA ibu saat kehamilan dengan kejadian stunting pada balita di Puskesmas Sedong Tahun 2022. METODE : Metode observasional analitik dengan desain cross sectional. Teknik sampel adalah total sampling dan didapatkan sampel sebanyak 250 responden. Pengambilan data menggunakan rekam medis dan buku KIA tahun 2022 kemudian dianalisis secara statistik menggunakan uji korelasi spearman. HASIL : Hasil uji univariat LILA Ibu saat kehamilan ≥23,5/normal terdapat 30(12,0%), LILA <23,5/KEK terdapat 220(88,0%). Kejadian Stunting terdapat 215(86,0%), kejadian tidak Stunting terdapat 35(14,0%). Hasil analisis bivariat menunjukan hubungan antara LILA Ibu saat kehamilan dengan kejadian stunting (nilai p value sebesar 0,001). KESIMPULAN : Terdapat hubungan antara LILA Ibu saat kehamilan dengan kejadian stunting di wilayah kerja puskesmas Sedong Tahun 2022 KATA KUNCI : Lingkar Lengan Atas (LILA), stunting ABSTRACT BACKGROUND :Stunting is a disorder of growth and development experienced by children due to chronic nutritional deficiencies. World Health Organization (WHO) ranks Indonesia as the third country with the highest stunting in Asia. Based on Riskesdas data in 2019, the stunting rate in Indonesia reached 30.8%. Pregnant women with chronic nutritional problems have a risk of giving birth to stunted babies. A pregnant woman who experiences chronic energy deficiency can be measured on the circumference of the upper arm (MUAC). MUAC becomes a simple device that is very accurate, serves to detect a person's malnutrition. AIM :To find out if there is relationship between maternal MUAC during pregnancy and the incidence of stunting in toddlers at the Sedong Puskesmasin 2022. METHODS :Observational analytic method with cross-sectional design. The sampling technique is total sampling and obtained a sample of 250 respondents. Collecting data using medical records and KIA books in 2022 and then statistically analyzing using the spearman correlation test. RESULT: The results of the univariate maternal LILA during pregnancy ≥23.5 / normal there are 30 (12.0%), LILA <23.5 / SEZ there are 220 (88.0%). The incidence of stunting was 215 (86.0%), the incidence of non-stunting was 35 (14.0%). Bivariate analysis showed a relationship between maternal LILA during pregnancy and the incidence of stunting (p value of 0.001).bivariate analysis showed a relationship between maternal LILA during pregnancy and the incidence of stunting (p value of 0.001). CONCLUSIONS:There is a relationship between maternal LILA during pregnancy and the incidence of stunting at the Sedong Puskesmas in 2022
GAMBARAN KARAKTERISTIK KASUS KEMATIAN MENDADAK DI RSUD WALED CIREBON TAHUN 2021-2022 Mumtasa, Almalia; Rahadiani, Ouve; Rivani, Riza; Sutara; Priyatmoko, Donny Prasetyo; Agustina, ⁠Dwi Rosa Eka; Sobari, Rhiza Mohammad Ishaq
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 11 No 2 (2025): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Fakultas Kedokteran UGJ Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/tumed.v11i2.10982

Abstract

Latar Belakang : Kematian mendadak merupakan suatu kejadian yang tidak terduga dan terjadi secara tiba-tiba, kematian mendadak ini adalah kematian dengan batasan kurang dari 24 jam sejak timbul gejala pertama. Analisis karakteristik kasus kematian mendadak penting untuk memahami penyebab, faktor risiko dan upaya pencegahan yang dapat dilakukan untuk mengurangi insiden kematian mendadak dimasyarakat. Tujuan : Studi ini bertujuan untuk menyajikan gambaran karakteristik kasus kematian mendadak berdasarkan dengan faktor yang terlibat di RSUD Waled Kabupaten Cirebon. Metode : Penelitian ini bersifat dekskriptif Observasional berdasarkan data kematian mendadak di RSUD Waled kabupaten Cirebon tahun 2021-2022. Hasil : Selama periode penelitian didapatkan 204 kasus yang terdiri dari laki-laki sebanyak 111 pasien (54,4%) sedangkan pada perempuan sebanyak 93 pasien (45,6%). Kelompok usia terbanyak adalah usia 46-55 Tahun yaitu sebanyak 58 Pasien (28,4%) diikuti usia 56-65 tahun sebanyak 52 pasien (25,5%), dan usia >66 Tahun sebanyak 45 pasien (22,1%). Jumlah terbanyak kasus kematian mendadak disebabkan oleh sistem respirasi sebanyak 112 pasien (54,9%) lalu sistem kardiovaskular juga menduduki penyebab tertinggi yaitu sebanyak 69 pasien (33,8%), dan sistem endokrin sebanyak 21 pasien (10,3%). Simpulan : berdasarkan penelitian ini didapatkan kasus kematian mendadak banyak terjadi pada laki-laki sebanyak 111 pasien (54,4%). Usia 46-55 tahun sebanyak 58 pasien (28,4%). Dan Penyebab paling banyak dari kematian mendadak yaitu sistem respirasi Sebanyak 112 pasien (54,9%). Kata Kunci : Kematian Mendadak, faktor risiko, sebab Kematian, penyakit cardiovaskular. Background Sudden death is an unexpected event that occurs suddenly, sudden death is death with a limit of less than 24 hours from the onset of the first symptoms. Analysis of the characteristics of sudden death cases is important to understand the causes, risk factors and prevention efforts that can be done to reduce the incidence of sudden death in the community. Aim : This study aims to present a description of the characteristics of sudden death cases based on the factors involved in RSUD Waled, Cirebon Regency. Methods : This study is a descriptive observational study based on sudden death data at Waled Hospital, Cirebon Regency in 2021-2022. Results : During the study period, 204 cases were obtained consisting of 111 male patients (54.4%) while 93 female patients (45.6%). The largest age group was 46-55 years old, namely 58 patients (28.4%) followed by 56-65 years old as many as 52 patients (25.5%), and >66 years old as many as 45 patients (22.1%). The highest number of sudden death cases was caused by the respiratory system as many as 112 patients (54.9%) then the cardiovascular system also occupied the highest cause of 69 patients (33.8%), and the endocrine system as many as 21 patients (10.3%). Conclusion : From this study, it was found that sudden death cases occurred mostly in men as many as 111 patients (54.4%). Age 46-55 years as many as 58 patients (28.4%). And the most common cause of sudden death is the respiratory system as many as 112 patients (54.9%). Key words: Sudden death, risk factors, cause of death, cardiovascular disease.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 11 No 2 (2025): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 11 No 1 (2025): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 10 No 4 (2024): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 10 No 3 (2024): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 10 No 2 (2024): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 10 No 1 (2024): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 9 No 1 (2023): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 8, No 2 (2022): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 8, No 1 (2022): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 7, No 2 (2021): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 7, No 1 (2021): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 6, No 2 (2020): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 6, No 1 (2020): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 5, No 2 (2019): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 5, No 1 (2019): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 4, No 2 (2018): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN Vol 4, No 1 (2018): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & kesehatan Vol 3, No 4 (2016): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 3, No 3 (2016): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 3, No 2 (2016): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 3, No 1 (2016): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 4 (2015): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 3 (2015): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 2 (2015): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 1 (2015): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 1, No 4 (2014): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 1, No 3 (2014): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 1, No 2 (2014): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan More Issue