cover
Contact Name
Andhy Surya Hapsara
Contact Email
jurnalideguru@gmail.com
Phone
+628984400401
Journal Mail Official
jurnalideguru@gmail.com
Editorial Address
SMA Negeri 7 Yogyakarta, Jl. M.T. Haryono 47 Yogyakarta 55141
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru
ISSN : 25275712     EISSN : 27222195     DOI : https://doi.org/10.51169/ideguru
Core Subject : Education,
"Ideguru" means the overall thought conducted by teachers, in the form of classroom action research as well as scientific papers. The vision of Ideguru is to be one of the main references for teachers in planning, implementing and evaluating learning inovation in Yogyakarta Special Province (DIY), Indonesia. The mission of Ideguru is becoming a media for actualization and dissemination of scientific works for teachers in the region of DIY in particular and Indonesia in general.
Articles 869 Documents
Pendekatan Pedagogis untuk Memperkaya Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa pada Mata Pelajaran Ekonomi Simanungkalit, Erika Feronika Br; Data, Ari; Manu, R.E.H.Riwu; Butar, Agustina Butar-; Saragih, Fernando; Abineno, Mises B.C
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 10 No 2 (2025): Edisi Mei 2025
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v10i2.2003

Abstract

Minimnya kompetensi berpikir tingkat tinggi (HOTS) siswa pada mata pelajaran Ekonomi di SMA Kota Kupang menjadi penyebab utama dilakukan penelitian. Tujuan penelitian ini adalah : 1) Untuk mengetahui gambaran dan analisis kompetensi berpikir tingkat tinggi siswa pada mata pelajaran ekonomi di SMA Kota Kupang; 2) Untuk mengetahui Pendekatan pedagogis yang paling tepat digunakan untuk memperkaya kompetensi berpikir tingkat tinggi siswa pada mata pelajaran ekonomi di SMA Kota Kupang. Dalam penelitian ini, digunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa SMA di Kota Kupang. Teknik pengambilan sampel menggunakan non probability sampling berupa Convenience sampling dan diperoleh 132 siswa kelas XI sebagai sampel yang berasal dari 4 Sekolah Menengah Atas di kota Kupang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Kompetensi berpikir tingkat tinggi siswa kelas XI SMA Kota Kupang termasuk dalam kategori rendah, dengan indikator mengevaluasi dan menciptakan sebagai indikator kompetensi berpikir tingkat tinggi yang paling rendah.; 2) Hasil studi literatur yang dilakukan menemukan bahwa pendekatan pedagogis Social Constructivism dan pendekatan pedagogis Constructivism merupakan pendekatan pedagogis yang dapat guru terapkan dalam pembelajaran ekonomi untuk mengembangkan kompetensi berpikir tingkat tinggi siswa.
Analisis Kesulitan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita Perkalian pada Kelas III Sekolah Dasar Pranata, Syalshabil Shafa; Sa’dijah, Cholis; Anwar, Lathiful
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 10 No 2 (2025): Edisi Mei 2025
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v10i2.2022

Abstract

Kekeliruan dalam menghitung perkalian sering dirasakan siswa, terlebih bagi mereka yang kurang memahami konsep dasar perkalian itu sendiri. Ditambah dengan kurikulum merdeka yang memaksa siswa untuk terbiasa belajar matematika sambil berliterasi atau yang biasa disebut literasi numerasi. Banyak faktor yang mempengaruhi kesulitan siswa dalam mengerjakan soal cerita matematika pada materi perkalian, seperti kurang memahami soal dikarenakan kurang teliti dalam membaca soal, bahkan tidak paham terhadap konsep perkalian dan beberapa siswa masih kurang lancar dalam membaca, apalagi terbatasnya variasi aktivitas dan media pembelajaran. Banyaknya kesulitan tersebut sebenarnya dapat diatasi apabila guru mau aktif untuk memberikan lebih banyak soal perkalian berupa soal cerita literasi numerasi dan memberikan pengalaman belajar yang menarik bagi siswa melalui inovasi media pembelajaran yang tepat dan konkrit, kemudian siswa yang juga harus semangat untuk terus belajar dan aktif dalam pembelajaran. Maka pembelajaran matematika dalam bentuk soal cerita memerlukan pendekatan holistik yang mempertimbangkan kemampuan literasi, pemahaman konsep, dan kebutuhan akan variasi pembelajaran untuk mendukung implementasi literasi numerasi dalam Kurikulum Merdeka.
Peningkatan Keterampilan Membaca Pemahaman Menggunakan Model Cooperative Integrated Reading and Composition Berbantu Media Word Box di Kelas 3 Sekolah Dasar Negeri 36/VI Rantau Panjang III Dahlia, Dahlia; Aprizan, Aprizan; Aldino, Aldino
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 10 No 2 (2025): Edisi Mei 2025
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v10i2.2045

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan membaca pemahaman siswa kelas III di SD Negeri 36/VI Rantau Panjang III. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa banyak siswa mengalami kesulitan dalam mengenali huruf, mengeja, dan memahami isi bacaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses pembelajaran membaca pemahaman serta meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan model Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) dengan bantuan media Word Box. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dalam dua siklus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan membaca pemahaman dari siklus I ke siklus II, baik dari segi keterlibatan aktif siswa maupun jumlah siswa yang mencapai kompetensi sesuai dengan tujuan pembelajaran. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa model CIRC dengan media Word Box efektif dalam meningkatkan keterampilan membaca pemahaman siswa. Ke depan, model ini berpotensi diterapkan lebih luas sebagai pendekatan pembelajaran Bahasa Indonesia yang aktif, menyenangkan, dan kolaboratif di jenjang sekolah dasar.
Peningkatan Proses Hasil Belajar Menggunakan PBL Pembelajaran IPAS Kelas IV SDN 031/VI Rantau Panjang Winda, Winda; Sundahry, Sundahry; Avana, Nurlev
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 10 No 2 (2025): Edisi Mei 2025
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v10i2.2047

Abstract

Penelitian ini didasari oleh permasalahan rendahnya mutu proses dan capaian belajar siswa dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas IV SDN 031/VI Rantau Panjang. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis peningkatan proses serta hasil belajar siswa setelah diterapkannya model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan tahapan meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah 20 siswa kelas IV. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian memperlihatkan adanya peningkatan yang nyata dalam proses maupun hasil belajar. Observasi terhadap aktivitas guru meningkat dari 69,04% pada siklus I menjadi 83,33% di siklus II, sedangkan aktivitas siswa naik dari 60% menjadi 85%. Tingkat ketuntasan hasil belajar juga mengalami kenaikan dari 64,75% pada siklus pertama menjadi 81,25% pada siklus kedua. Temuan ini menegaskan bahwa model PBL efektif dalam mendorong keaktifan belajar dan memperkuat pemahaman siswa terhadap materi IPAS. Oleh karena itu, model PBL layak dijadikan alternatif strategi pembelajaran yang berorientasi pada pembelajaran aktif, bermakna, dan berpihak pada siswa.
Peningkatan Proses dan Hasil Belajar IPAS Peserta Didik Menggunakan Model Project Based Learning Siska, Siska; Subhanadri, Subhanadri; Habibie, Zulqoidi R.
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 10 No 2 (2025): Edisi Mei 2025
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v10i2.2049

Abstract

Masalah utama dalam penelitian ini adalah rendahnya proses dan hasil belajar peserta didik kelas IV SDN 31/VI Rantau Panjang pada mata pelajaran IPAS, yang ditandai dengan rendahnya ketuntasan belajar dan kurangnya partisipasi aktif peserta didik dalam pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatan proses dan hasil belajar peserta didik melalui penerapan model Project Based Learning (PjBL) pada mata pelajaran IPAS. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. subjek penelitian ini adalah 20 peserta didik kelas IV. Data dikumpulkan melalui observasi dan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PjBL mampu meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran. Pada siklus I, ketuntasan belajar mencapai 77,27%, dan meningkat menjadi 90,91% pada siklus II. Aktivitas peserta didik juga meningkat secara signifikan berdasarkan hasil observasi. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa model PjBL efektif dalam meningkatkan proses dan hasil belajar IPAS. Prospek penerapan model ini di masa mendatang adalah untuk menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna, kolaboratif, dan berpusat pada peserta didik di berbagai mata pelajaran di sekolah dasar.
Analisis Gaya Belajar Peserta Didik pada Era Digitalisasi di Sekolah Dasar Alqaini, Fijar Saif; Apdoludin, Apdoludin; Nofrianni, Elvima
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 10 No 2 (2025): Edisi Mei 2025
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v10i2.2056

Abstract

This research was conducted in response to the rapid advancement of digital technology that has significantly transformed learning processes in elementary schools, particularly in terms of students' learning styles. The study aims to analyze the learning styles of students at State Elementary School 36/II Sarana Jaya in the context of digital-based instruction. A qualitative descriptive approach was employed, utilizing data collection techniques such as in-depth interviews, classroom observations, and documentation. Data were analyzed descriptively to explore the tendencies of visual, auditory, and kinesthetic learning styles as they manifest in digital learning environments. The findings revealed that visual and auditory learning styles were predominant among students. Digital media such as instructional videos, interactive quizzes, and visual presentations helped enhance student motivation and engagement. Nevertheless, some obstacles were identified, including limited internet access, inadequate digital infrastructure, and students’ lack of digital literacy. The study concludes that aligning digital learning tools with students’ individual learning preferences can improve learning effectiveness and foster active participation. In the future, integrating technology that supports diverse learning styles is expected to create a more inclusive and engaging educational environment at the elementary level.
Peningkatan Proses dan Hasil Belajar IPAS Menggunakan Model Accelerated Learning Berbantu Media Roda Berputar Safitri, Mella; Subhanadri, Subhanadri; Putra, Randi Eka
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 10 No 2 (2025): Edisi Mei 2025
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v10i2.2057

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan proses dan hasil belajar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) melalui penerapan model Accelerated Learning berbantuan media roda berputar pada siswa kelas V SD Negeri 36/VI Rantau Panjang. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi untuk mengukur kualitas proses pembelajaran serta tes untuk mengetahui pencapaian hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam keterlibatan siswa selama proses pembelajaran, serta peningkatan pada hasil belajar. Proses pembelajaran mengalami peningkatan dari kategori “baik” pada siklus I menjadi “sangat baik” pada siklus II, sementara persentase ketuntasan belajar siswa meningkat dari 55% pada kondisi awal menjadi 90% pada akhir siklus. Temuan ini membuktikan bahwa model Accelerated Learning dengan media roda berputar efektif dalam menciptakan suasana belajar yang interaktif, menyenangkan, serta mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Oleh karena itu, model ini direkomendasikan untuk diterapkan secara luas dalam pembelajaran di sekolah dasar.
Peningkatan Proses dan Hasil Pembelajaran Bahasa Indonesia dengan Model Scramble Kelas III SDN 296/VI Rantau Panjang Sari, Mayang; Agrita, Tri Wera; Nofrianni, Elvima
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 10 No 2 (2025): Edisi Mei 2025
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v10i2.2058

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan proses dan hasil belajar Bahasa Indonesia melalui penerapan model pembelajaran Scramble pada peserta didik kelas III SD Negeri 296/VI Rantau Panjang. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada temuan awal bahwa sebagian besar siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi pelajaran akibat metode pembelajaran yang monoton dan kurang bervariasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Instrumen yang digunakan meliputi lembar observasi aktivitas guru dan siswa serta tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam keterlibatan siswa selama proses pembelajaran dan capaian hasil belajar. Aktivitas belajar siswa meningkat dari kategori “cukup baik” pada siklus I menjadi “sangat baik” pada siklus II. Selain itu, persentase ketuntasan belajar siswa juga mengalami peningkatan hingga mencapai 80% pada siklus II. Temuan ini membuktikan bahwa model Scramble efektif dalam menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan, interaktif, dan mampu mendorong pemahaman siswa terhadap materi secara lebih optimal.
Project Based Learning untuk Pembelajaran IPAS Kelas IV SDN 118/II Candi Paslah, Randi; Subhanadri, Subhanadri; Hamzah, Iri
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 10 No 2 (2025): Edisi Mei 2025
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v10i2.2060

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan proses dan hasil belajar dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) melalui penerapan pendekatan Project-Based Learning (PjBL) di kelas IV SDN 118/II Candi. Studi ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterlibatan siswa dan hasil belajar yang kurang memuaskan, yang sebagian besar disebabkan oleh dominasi metode ceramah dan kurangnya variasi dalam strategi pengajaran. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus yang mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 32 siswa kelas IV. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi terhadap aktivitas guru dan siswa, serta tes untuk menilai perkembangan hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan kemajuan yang signifikan baik dalam keterlibatan kelas maupun kinerja siswa. Aktivitas guru meningkat dari 62,50% menjadi 95,83%, sementara persentase siswa dengan partisipasi kategori “sangat baik” naik dari 18,75% menjadi 40,63%. Selain itu, proporsi siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKTP) meningkat dari 53,13% menjadi 84,38%. Temuan ini membuktikan bahwa metode PjBL efektif dalam menciptakan suasana belajar yang aktif, interaktif, dan bermakna, serta mendorong siswa untuk terlibat langsung dalam tugas-tugas berbasis proyek yang relevan dan menantang.
Penerapan Model Inkuiri untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Kelas IV SD Negeri 36/VI Rantau Panjang Ilahi, Kurnia; Putra, Randi Eka; Megawati, Megawati
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 10 No 2 (2025): Edisi Mei 2025
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v10i2.2061

Abstract

Partisipasi aktif yang terbatas dan rendahnya capaian akademik dalam mata pelajaran Matematika di kalangan siswa kelas IV SD Negeri 36/VI Rantau Panjang menjadi alasan mendasar dilaksanakannya penelitian ini. Masih digunakannya metode pengajaran yang bersifat konvensional turut berkontribusi terhadap menurunnya semangat belajar, kurangnya keterlibatan, dan minimnya ketertarikan siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan penerapan model pembelajaran berbasis inkuiri dalam meningkatkan proses serta hasil belajar pada mata pelajaran Matematika. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang dilaksanakan dalam dua siklus berulang mencakup tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Instrumen pengumpulan data mencakup lembar observasi terstruktur untuk memantau aktivitas guru dan siswa, serta tes yang dirancang guna mengukur hasil belajar. Temuan menunjukkan bahwa penerapan pendekatan inkuiri memberikan pengaruh positif dalam meningkatkan partisipasi aktif siswa selama proses pembelajaran dan secara signifikan membantu memperbaiki capaian akademik mereka. Pada akhir setiap siklus, terjadi peningkatan yang mencolok dalam jumlah siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa model inkuiri efektif dalam meningkatkan mutu proses dan hasil belajar Matematika. Selain itu, pendekatan ini memiliki potensi besar untuk diterapkan secara lebih luas sebagai strategi pembelajaran aktif yang relevan di jenjang sekolah dasar.