cover
Contact Name
puryantoro
Contact Email
agribiosjurnal@gmail.com
Phone
+6285258422060
Journal Mail Official
agribiosjurnal@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian - Kampus 2 Universitas Abdurachman Saleh Jl. Baluran - Sumberkolak, Situbondo Jawa timur
Location
Kab. situbondo,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Agribios
ISSN : 02150638     EISSN : 27237044     DOI : https://doi.org/10.36841/agribios.v18i2
AgriBios melingkupi semua aspek dalam disiplin ilmu pertanian yang meliputi: Agribisnis Agronomi Teknologi Pertanian Perikanan Perkebunan Peternakan Teknologi Hasil Pangan
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Vol 22 No 2 (2024): November" : 21 Documents clear
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN GELINGGANG (Cassia Alata L.) TERHADAP BAKTERI PATOGEN SALURAN PENCERNAAN UNGGAS Fajri, Fadhli; Maulana, Fajri; Febrina, Bunga Putri; Sandri, Dwi; Jannah, Noor; Rafly, Muhammad
AGRIBIOS Vol 22 No 2 (2024): November
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v22i2.5474

Abstract

Tanaman gelinggang (Cassia alata L.) merupakan salah satu komoditas pertanian unggulan dari Kalimantan Selatan. Daun gelinggang (Cassia alata L.) mengandung senyawa fitokimia yaitu fenolik, flavonoid, saponin dan tannin yang dapat bersifat sebagai antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis pelarut terbaik dalam ekstraksi daun gelinggang ditinjau dari aktivitas antibakteri terhadap bakteri patogen dalam saluran pencernaan seperti Escherichia coli, Salmonella sp dan Staphylococcus aureus. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen, dan rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah : A = Tanpa AGP Sintetis dan Ekstrak Daun Gelinggang (Kontrol Negatif), B = AGP Sintetis (Kontrol Positif), C = Ekstrak Daun Gelinggang dengan Pelarut Air, D = Ekstrak Daun Gelinggang dengan Pelarut Etanol dan E = Ekstrak Daun Gelinggang dengan Pelarut Metanol. Hasil dari penelitian ini adalah ekstrak daun gelinggang dengan pelarut aquades, etanol dan methanol mampu menghambat bakteri patogen saluran pencernaan unggas (Escherichia coli, Salmonella sp, Staphilococcus aureus). Kemampuan zona hambat ekstrak daun gelinggang dengan pelarut aquades, etanol dan metanol terhadap bakteri patogen saluran pencernaan unggas (Escherichia coli, Salmonella sp, Staphilococcus aureus) sama atau tidak berpengaruh nyata dengan kemampuan zona hambat AGP sintetis (kontrol positif), namun memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata dengan perlakuan tanpa AGP sintetis dan ekstrak daun gelinggang (Kontrol Negatif).
PENGARUH WAKTU DAN TINGGI PENUTUP TERPAL PENGERINGAN MODEL SIPERKASA TERHADAP MUTU BENIH JAGUNG (Zea mays L.) Mufaidillah, Zurwan; Wijayanto, Budi; Wartapa, Agus
AGRIBIOS Vol 22 No 2 (2024): November
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v22i2.5061

Abstract

Penelitiaan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama waktu pengeringan dan berapa tinggi penutup terpal yang terbaik menggunakan model penjemuran SIPERKASA terhadap mutu benih jagung (Zea mays L). Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Maret sampai Mei 2024 di UPTD BBP Barongan, Bantul, Yogyakarta kemudian dilanjutkan pengujian di Laboratorium Teknologi Benih Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) 2 faktor yang diulang sebanyak 3 kali. Faktor yang pertama adalah lama waktu pengeringan dan faktor kedua adalah tinggi penutup terpal. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dengan taraf 5% dan 1%, apabila hasil penelitian menunjukkan berpengaruh nyata maka akan dilakukan uji lanjut menggunakan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan lama waktu pengeringan calon benih jagung tidak berpengaruh nyata terhadap variabel kadar air, daya berkecambah, kecepatan tumbuh benih, dan indeks vigor benih dan berpengaruh nyata terhadap variabel susut bobot dan laju pengeringan sehingga diperoleh perlakuan terbaik dalam peningkatan mutu fisiologis benih jagung dengan pengeringan model SIPERKASA diperoleh pada perlakuan W2 (32 jam) yaitu dengan kadar air 11,82%, daya berkecambah 91,11%, kecepatan tumbuh benih 43,64%/etml, indeks vigor 90,11%, susut bobot pengeringan 9,19%, dan laju pengeringan 0,29%. Tinggi penutup terpal pengeringan calon benih jagung tidak berpengaruh nyata terhadap semua variabel pengamatan sehingga diperoleh perlakuan terbaik dalam peningkatan mutu fisiologis benih jagung dengan pengeringan model SIPERKASA diperoleh pada perlauan T2 ( 110 cm) yaitu dengan kadar air 11,74%, daya berkecambah 92,67%, kecepatan tumbuh benih 44,46%/etml, indeks vigor 91,56%, susut bobot pengeringan 9,54%, dan laju pengeringan 0,31%.
PENANGANAN DOC (Day Old Chicken) ULU/KUB DAN KESEHATAN(PEMBERIAN VAKSINASI) DI SEKOLAH TINGGI PERTANIAN FLORES BAJAWA Mano, Wigberta Nai; Ngaku, Maria Alfonsa; Liko, Fransiskus Gae; Lawa, Laurensius
AGRIBIOS Vol 22 No 2 (2024): November
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v22i2.5407

Abstract

Animal husbandry in Indonesia is currently developing by utilising local genetics. Based on Government Regulation No. 68 of 2002, National Resilience is emphasised on self-reliance in food supply by utilising the potential of local resources. One of the native chickens developed is the KUB chicken. The advantages of KUB chickens are large egg production and rapid growth, low mortality rate, adaptation to a fast environment, more efficient feeding, more resistant to disease compared to other native chickens. The Industrial Work Practice activities were carried out for approximately one month from July to August 2024. The Industrial Practice activities were carried out at the Flores Bajawa College of Agriculture. The handling of KUB/ULU chicken DOC is quite different compared to the handling of native chickens, this can be seen in terms of feed, where the level of feed consumption required by KUB chickens is quite a lot besides the need for protein contained in the feed is also quite high, namely from 20-22% protein. The high need for protein aims to increase the strength of the shell and for the growth process of meat and feathers. In addition, in terms of DOC health, it is quite adequate, this is indicated by the routine administration of vaccines, medicines, vitamins and decomposers.
PEMANFAATAN EKSTRAK BUAH TAKOKAK (Solanum torvum Sw.) PADA FORMULASI MINUMAN SUPLEMEN SEBAGAI SUMBER ANTIOKSIDAN Faisal, Hendri; Andry, Muhammad; Lumbantoruan, Jernih Marisatua
AGRIBIOS Vol 22 No 2 (2024): November
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v22i2.5452

Abstract

The takokak fruit (Solanum torvum Sw.) is a wild plant and a member of the nightshade family that thrives in fertile, water-rich soils. Takokak fruit (Solanum torvum Sw.) contains flavonoid compounds that act as antioxidants. Consuming beverages rich in antioxidants can enhance the immune system and inhibit the onset of degenerative diseases, one source of which can be found in supplement drinks containing takokak fruit extract. This study aims to determine the antioxidant activity value (IC50) in supplement drinks with takokak fruit extract using the DPPH method through UV-Vis spectrophotometry, and to identify the concentration of the supplement drink most preferred by volunteers with additions of 6%, 8%, and 10% extract. The research was conducted experimentally, including sample collection, plant identification, preparation of simplicia, extraction, characterization tests of simplicia, preparation of formulations, evaluation tests of formulations, and tests for free radical scavenging activity. The results showed that the IC50 values of the supplement drink formulations with takokak fruit extract were 120.9875 ppm for F1, 99.7778 ppm for F2, and 82.0887 ppm for F3. The beverage formulations exhibited a green color characteristic, with a solution pH of 6.32-6.37, and demonstrated good stability during storage using cycling tests. The takokak fruit extract can be formulated as a supplement drink source of antioxidants, classified as moderate and strong, with the concentration most preferred by volunteers being F1 (6%).
ANALISIS EFISIENSI PEMASARAN TEMBAKAU DI DESA SELOMUKTI KECAMATAN MLANDINGAN KABUPATEN SITUBONDO Sulistyaningsih, Sulistyaningsih; Sari, Sasmita; Kurniawan, Diky
AGRIBIOS Vol 22 No 2 (2024): November
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v22i2.5744

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Saluran Pemasaran yang ada pada Tembakau di Desa Selomukti Kecamatan Mlandingan Kabupaten Situbondo dan mengetahui efisiensi pemasaran tembakau di Desa Selomukti Kecamatan Mlandingan Kabupaten Situbondo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga saluran pemasaran usahatani tembakau di Desa Selomukti Kecamatan Mlandingan yaitu saluran pemasaran I yaitu: Petani → pedagang pengepul → konsumen; II yaitu: Petani → pedagang pengecer → konsumen; dan III yaitu: Petani → pedagang pengepul → pedagang pengecer →konsumen. Marjin pemasaran yang paling tinggi adalah pada tingkat pedagang pengepul dengan jumlah Rp. 14.000 per kg dan efisiensi pemasaran yang paling baik berdasarkan farmer’s share adalah tingkat pedagang pengecer dengan nilai 84,93%. Tingkat efisiensi pemasaran petani 2,09, pedagang pengepul 1,22 dan pedagang pengecer 1,12 lebih besar dari 1, hal tersebut berarti semua pelaku usahatani efisien
PENINGKATAN KUALITAS NUTRISI SISA MAKANAN HOTEL DAN RESTORAN DI BANJARMASIN SEBAGAI PAKAN LOKAL TERNAK UNGGAS Febrina, Bunga Putri; Maulana, Fajri; Fajri, Fadhli; Sandri, Dwi; Andini, Elliani Cahya; Cahayati, Khaida Putri
AGRIBIOS Vol 22 No 2 (2024): November
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v22i2.5450

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kandungan nutrisi sisa makanan hotel dan restoran di Banjarmasin sebagai pakan ternak unggas. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial. Faktor A (Jenis Mikroorganisme) yaitu A1= Bacillus amyloliquefaciens, A2= Neurospora crassa, A3 = Saccharomyces cerevisiae dan Faktor B (Lama Fermentasi) yaitu B1= Lama fermentasi 5 hari, B2 = Lama fermentasi 7 hari dan B3 = Lama fermentasi 9 hari. Peubah yang diamati adalah kandungan energi metabolisme (kkal/kg), protein kasar (%), lemak kasar (%) dan serat kasar (%). Hasil penelitian ini antara jenis mikroorganisme dengan lama fermentasi menunjukan interaksi antara sangat nayata (P<0,01) terhadap kandungan energi metabolisme, namun tidak terjadi interaksi terhadap kandungan protein kasar, lemak kasar dan serat kasar. Dari penelitian ini dapat disimpulkan fermentasi sisa makanan restoran dan hotel di bajarmasin dengan Bacillus amyloliquefaciens pada lama fermentasi 7 hari diperoleh kandungan energi metabolisme 3.484,23 kkal/kg, protein kasar 21,41%, lemak kasar 7,69% dan serat kasar 5,90%. Kata kunci: hotel, nutrisi, peningkatan, restoran, sisa makanan,
RESPON TANAMAN SAWI HIJAU (Brassica juncea L. Var. Tosakan) TERHADAP PEMBERIAN PUPUK ORGANIK DAN AZOTOBACTER PADA TANAH MASAM Agustini, Rika Yayu; Muharam, Muharam; Setiawan, Muhammad Ghozi
AGRIBIOS Vol 22 No 2 (2024): November
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v22i2.5406

Abstract

Acid soils are characterized by low pH (<5.5) and high Al concentration. Organic fertilizers can provide nutrients, can also increase the pH of the soil, and reduce Al levels in the soil. In addition, the addition of Azotobacter bacteria can increase N nutrients and reduce Aluminum stress in the soil. The purpose of this study was to obtain the types of organic fertilizers and Azotobacter that provide the best results on the growth and yield of green mustard plants (Brassica juncea L.) on soils with high Aluminum content. The research was conducted at UNSIKA New Land, Pasirjengkol Village, Majalaya District, Karawang Regency, West Java Province. The design used was a Factorial Randomized Group Design (RAK) consisting of 6 treatments repeated 4 times to obtain 24 experimental units. The first factor is the type of organic fertilizer (K) which consists of 2 levels, namely K1 (Straw Fertilizer) and K2 (Cow Manure Fertilizer). The second factor is the dose of Azotobacter which consists of 3 levels, namely A1 (10 ml), A2 (20 ml), A3 (30 ml). The results showed that there was an interaction in the observation of wet weight of green mustard plants. The provision of various types of organic fertilizers showed that the K1 treatment (straw fertilizer) gave the best results in the observation of plant height, number of leaves, and wet weight of mustard green plants. Meanwhile, the application of Azotobacter influenced the observation of wet weight of mustard green plants in the A1 (10 ml) treatment, while the observation of the number of leaves of mustard green plants was obtained by the A2 (20 ml) treatment, and the observation of plant height of mustard green plants was obtained by the A3 (30 ml) treatment
ANALISIS SALURAN PEMASARAN BERAS DI DESA GIRIKARTO KECAMATAN SEKAMPUNG KABUPATEN LAMPUNG TIMUR Srijayanti, Umi; Ivan’s, Eny; Sari, Novia Ambar
AGRIBIOS Vol 22 No 2 (2024): November
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v22i2.5665

Abstract

Desa Girikarto Kecamatan Sekampung memiliki peluang besar untuk mengembangkan hasil produksi beras sebesar 6.983 ton. Peningkatan ini harus disetarakan dengan sistem pemasaran beras yang baik agar petani dapat menerima harga yang lebih menguntungkan. Permasalahan yang sering terjadi pada petani yaitu terbatasnya informasi pasar sehingga petani tidak mengetahui saluran pemasaran yang dapat memberikan keuntungan lebih maksimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi saluran pemasaran, margin pemasaran, farmer’s share, dan efisiensi pemasaran beras di Desa Girikarto Kecamatan Sekampung Kabupaten Lampung Timur. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive). Metode penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif. Analisis data menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif (margin pemasaran dan farmer’s share). Total responden 67 petani produsen, 3 pedagang pengumpul desa, 2 penggilingan desa, dan 4 pedagang pengecer. Hasil penelitian menunjukkan ada 3 tipe saluran pemasaran yaitu 1) petani-konsumen 2) petani-penggilingan desa-konsumen 3) petani-pedagang pengumpul desa-pedagang pengecer-konsumen. Margin pemasaran pada saluran pemasaran I sebesar Rp.0 saluran pemasaran II sebesar Rp. 2.862,00 saluran pemasaran III sebesar Rp. 4.731,00. Farmer’s share saluran pemasaran I sebesar 100% saluran II sebesar 73,38% saluran III sebesar 62,06%. Efisensi pemasaran saluran pemasaran I sebesar 0% saluran II sebesar 14,60% saluran III sebesar 22,65%.
FORMULASI DAN UJI ANTIDIARE SEDIAAN PATCH TRANSDERMAL EKSTRAK DAUN SENGGANI (Melastoma malabathricum L.) TERHADAP KELINCI Winata, Hanafis Sastra; Abadi, Hafizhatul; Leny, Leny; Andry, Muhammad; Ngete, Ani Florida; Yudianto, Tri; Nurjanah, Ayu; Pamungkas, Barolym Tri; Gumilar, Roni
AGRIBIOS Vol 22 No 2 (2024): November
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v22i2.5494

Abstract

One plant that has been used for traditional medicine with good results is Melastoma (Melastoma malabatricum L.). The plant known as Melastoma has three active compounds: tannins, saponins, and flavonoids. Melastoma leaves work well to cure diarrhoea. Adhesive patches with medication applied topically are called transdermal patches. Melastoma leaf extract transdermal patch formulations were utilised in this study, which employed laboratory experimental techniques. The potential of Melastoma leaf extract transdermal patch preparation formula as an antidiarrheal for rabbits was the subject of the study. Concentrations of extract: 10%, 20%, and 30%. Organoleptic testing, pH tests, weight uniformity tests, moisture tests, thickness tests, and fold resistance tests were the preparatory assessment parameters that were conducted. The characteristics of the antidiarrheal test were timing of diarrhoea occurrences, consistency of the stool, frequency of diarrhoea, and length of diarrhoea, all of which were monitored for six hours. The evaluation of the Melastoma leaf extract transdermal patch formulation demonstrated a significant difference, namely <0.05, according to the results of the ANOVA data analysis. The antidiarrheal test parameters had a significant difference between each concentration, namely <0.05, according to the findings of the ANOVA data analysis. The conclusions was possible to use a transdermal patch formulation of Melastoma leaf extract (Melastoma malabathricum L.) at a 30% concentration to prevent diarrhoea by making stools softer.
PENGARUH PUPUK KASCING DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG PANJANG (Vigna sinensis L.) Jufri, Afifah Farida; Rahayu, Lidya Sri; Yakop, Uyek Malik
AGRIBIOS Vol 22 No 2 (2024): November
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v22i2.5504

Abstract

Salah satu faktor penyebab penurunan produksi kacang panjang diantaranya kurang intensif cara budidaya oleh petani. Upaya yang dapat dilakukan dalam memperbaiki cara budidaya petani kacang panjang diantaranya dengan melakukan pemupukan yang berimbang sesuai kebutuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dosis yang tepat antara pupuk kascing dan NPK dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kacang panjang. Penelitian dilaksanakan pada Agustus – Oktober 2024 di Desa Sepakek, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) factorial. Faktor pertama yakni pupuk kascing (K) yang terdiri dari tiga taraf perlakuan K1 : 900 g/plot, K2 : 1.800 g/plot, dan K3 : 2.700 g/plot, sedangkan faktor kedua yakni pupuk NPK (N) yang terdiri dari dua taraf perlakuan N1 : 6 g/tan dan N2 : 9 g/tan. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang produktif, total buah panen per tanaman, total bobot segar buah per tanaman, dan panjang buah. Data hasil penelitian dianalisa menggunakan analysis of variance (ANOVA), jika berbeda nyata dilanjutkan dengan uji beda nyata jujur (BNJ) pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak adanya interaksi antara perlakuan pupuk kascing dan pupuk NPK pada semua parameter pengamatan. Perlakuan pupuk kascing dan pupuk NPK tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata pada pertumbuhan tinggi tanaman dan jumlah daun namun memberikan pengaruh yang nyata pada jumlah cabang produktif, total buah panen, dan total bobot buah segar kacang panjang. Perlakuan terbaik adalah pupuk kascing dengan dosis 2.700 gram/plot dengan jumlah cabang produktif sebesar 17.66 cabang, jumlah buah panen sebanyak 43.33 buah dan total bobot buah segar sebesar 393.08 gram, sedangkan untuk pupuk NPK dengan dosis 9 gram/tanaman memberikan hasil 14.33 cabang produktif, 40.27 buah panen, dan 377.89 gram bobot buah segar.

Page 2 of 3 | Total Record : 21