cover
Contact Name
Muhammad Asy'ari
Contact Email
muhammadasyari1991@gmail.com
Phone
+6285338219596
Journal Mail Official
lumbunginovasi@gmail.com
Editorial Address
Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2541626X     DOI : -
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat | Lumbung Inovasi: Journal of Community Service (ISSN: 2541-626X) is an open access scientific journal that publish community service and empowerment articles. This journal published twice a year (bianually) in May and November.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 522 Documents
Optimalisasi Produktifitas Guru SDN Tingal 1 Blitar melalui Pendampingan Pembuatan Media Literasi Big Book Aini, Dian Fitri Nur; Kumalasani, Maharani Putri; Kusumaningtyas, Dian Ika; Primasari, Dena Ade; Arini, Nita Yulfarida; Laurensi, Erisa; Insiyah, Nur Alifa Niswatul; Stevanya, Shiva
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2024): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i3.1781

Abstract

Kegiatan pendampingan penyusunan media literasi merupakan kegiatan yang dapat meningkatkan jumlah media literasi bagi peserta didik, sehingga guru maupun peserta didik mendapatkan tambahan media literasi selain buku yang disediakan oleh pemerintah. SDN Tingal 1 Blitar terletak di Blitar, Jumlah guru di SDN Tingal 1 adalah 8 orang. Pendampingan ini berfokus pada media literasi big book. Hal tersebut dilakukan karena big book ini memberikan motivasi dan kesan berbeda jika peserta didik membacanya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengoptimalkan produktifitas guru dalam menyusun media literasi. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dalam beberapa tahapan diantaranya ialah Workshop, Pendampingan, Implementasi, dan Evaluasi. Hasil dari kegiatan pendampingan ini menghasilkan karya media literasi berupa big book yang disesuaikan dengan tingkatan kelas peserta didik. Terdapat 2 big book yang dihasilkan dengan tema yang berbeda. Guru merasa produktif dan bangga atas kemampuannya dalam menyusun media literasi. Bertambahnya kemampuan guru dalam melaksanakan kegiatan literasi, dan kemampuan peserta didik terkait literasi juga meningkat. Guru lebih mudah melakukan kegiatan literasi bersama peserta didik menggunakan media big book. Peserta didik juga merasa lebih tertarik dan semangat dalam melakukan kegiatan literasi. Aktivitas literasi peserta didik lebih meningkat dengan menggunakan big book. Optimizing the Productivity of SDN Tingal 1 Blitar Teachers through Assistance in Making Big Book Literacy Media Abstract Assistance in preparing literacy media is an activity that can increase the number of literacy media for students so that teachers and students get additional literacy media besides books provided by the government. Tingal 1 Blitar Primary School is located in Blitar, with 8 teachers at Tingal 1 Primary School. This mentoring focuses on big book literacy media. This is done because this big book provides motivation and a different impression if students read it. This service activity aims to optimize teacher productivity in developing literacy media. This service activity is carried out in several stages including workshops, mentoring, implementation, and evaluation. The results of this assistance activity produced literacy media works in the form of big books that are tailored to the grade level of students. There are 2 big books produced with different themes. Teachers feel productive and proud of their ability to develop literacy media. Teachers' ability to carry out literacy activities increased, and students' abilities related to literacy also increased. Teachers find it easier to do literacy activities with learners using big book media. Learners also feel more interested and enthusiastic in doing literacy activities. Learners' literacy activities are improved by using big books.
Peningkatan Kualitas Proposal Kewirausahaan Mahasiswa Melalui Pelatihan Soft Skill Dan Hard Skill Wardani, Ketut Sri Kusuma; Sukiastini, I Gusti Ayu Ngurah Kade; Fitriani, Herdiyana; Khaeruman, Khaeruman; Hunaepi, Hunaepi; Sutajaya, I Made; Sudiarta, I Gusti Putu
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2024): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i1.1815

Abstract

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bertujuan meningkatkan mutu proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) di bidang kewirausahaan dengan memperkuat keterampilan Soft Skill dan Hard Skill melalui pelatihan. Kegiatan pengabdian  ini melibatkan 15 mahasiswa Sarjana Sains Teknik dan Terapan (S1 FSTT) Universitas Pendidikan Mandalika. Implementasinya menggunakan metode transfer ilmu pengetahuan dan teknologi dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasilnya menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan kewirausahaan mahasiswa dalam Soft Skill dan Hard Skill. Pemahaman yang lebih baik terhadap kedua keterampilan ini berpotensi meningkatkan kualitas proposal PKM kewirausahaan. Sukses ini tercermin dalam respons positif yang tinggi dari mahasiswa, dengan 96.1% dari mereka menyatakan kepuasan terhadap program, menegaskan efektivitas pelatihan tersebut. Penemuan ini menegaskan pentingnya mengintegrasikan pelatihan Soft Skill dan Hard Skill untuk meningkatkan kualitas proposal PKM kewirausahaan mahasiswa, yang bisa dijadikan landasan untuk pengembangan lebih lanjut di perguruan tinggi. Dalam pengembangan program serupa di masa depan, disarankan untuk memperluas peserta agar lebih representatif dari berbagai disiplin ilmu, memperpanjang durasi pelatihan, dan menyelaraskan materi dengan kebutuhan pasar kerja. Pemantauan yang berkelanjutan terhadap dampak jangka panjang dari pelatihan juga sangat penting untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas program. Improving the Quality of Student Entrepreneurship Proposals Through Soft Skill and Hard Skill Training Abstract: The Community Partnership Program (PKM) aims to improve the quality of Student Creativity Program (PKM) proposals in the field of entrepreneurship by strengthening Soft Skills and Hard Skills through the training provided. This research involved 15 Bachelor of Applied Science and Technology (S1 FSTT) students from the Mandalika University of Education. The implementation uses the science and technology transfer method with planning, implementation and evaluation stages. The results show a significant increase in students' entrepreneurial abilities in Soft Skills and Hard Skills. A better understanding of these two skills has the potential to improve the quality of entrepreneurial PKM proposals. This success was reflected in the high positive response from students, with 96.1% of them expressing satisfaction with the program, confirming the effectiveness of the training. These findings emphasize the importance of integrating Soft Skills and Hard Skills training to improve the quality of students' entrepreneurial PKM proposals, which can be used as a basis for further development in higher education. In the development of similar programs in the future, it is recommended to expand the participants to be more representative of various disciplines, extend the duration of training, and align the material with the needs of the job market. Ongoing monitoring of the long-term impact of training is also critical to ensuring program sustainability and effectiveness.
Pelatihan Pembuatan Donat Labu Kuning Untuk Pemberdayaan Ibu-Ibu PKK Ayustin, Firdyana Dwi; Rahmawati, Rani; Aini, Khafidhoh Nurul; Wangi, Nisaul Barokati Seliro; Rohim, Abdur
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2024): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i2.1834

Abstract

Banyak ibu rumah tangga yang mempunyai waktu luang namun tidak bekerja karena kurangnya pengetahuan dan keterampilan. Oleh karena itu adanya pelatihan yang diikuti peserta ibu-ibu PKK di Desa Sungelebak, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan untuk mengisi waktu luang sehingga mampu membuka usaha pembuatan donat labu kuning sebagai usaha sampingan. Metode kegiatan pelatihan ini menerapkan 4 tahapan yang meliputi: tahap pertama survey dengan metode studi literatur, wawancara dan observasi langsung; tahap kedua pemaparan materi dengan metode pembelajaran langsung atau ceramah dan tanya jawab; tahap ketiga pelatihan dengan metode praktek secara langsung; dan tahap keempat pendampingan dengan metode pengamatan langsung. Hasil dari pengabdian yang pertama meningkatkan kesadaran di kalangan ibu-ibu PKK akan pentingnya perbaikan struktur usaha bagi perekonomian pedesaan. Kedua memanfaatkan pelatihan kewirausahaan untuk meningkatkan kemampuan membuat donat labu kuning. Berdasarkan nilai akhir yang diperoleh yaitu 92% untuk aspek antusias, 88% untuk aspek pengetahuan, dan 90% untuk aspek keterampilan. Dari aspek kompetensi, secara umum kegiatan ini dapat dikatakan tergolong berhasil, peserta antusias mengikuti pelatihan, memahami materi yang disampaikan, dan mampu terampil menerapkan materi pelatihan. Pelatihan ini mendapat tanggapan positif sehingga harus terus dikembangkan dan perlu ada kegiatan lanjutan yang terorganisir. Training In Making Pumpkin Donuts To Empower PKK Women Abstract Many housewives have free time but do not work due to lack of knowledge and skills. Therefore, the training attended by PKK women participants in Sungelebak Village, Karanggeneng District, Lamongan Regency, East Java can increase their knowledge and skills to fill their free time so they can open a business making pumpkin donuts as a side business. This training activity method applies 4 stages which include: the first stage is a survey using literature study methods, interviews and direct observation; the second stage is presentation of the material using direct learning methods or lectures and questions and answers; the third stage of training uses direct practical methods; and the fourth stage is mentoring using direct observation methods. The results of the first service increased awareness among PKK women of the importance of improving business structures for the rural economy. Second, take advantage of entrepreneurship training to improve your ability to make pumpkin donuts. Based on the final score obtained, namely 92% for the enthusiasm aspect, 88% for the knowledge aspect, and 90% for the skills aspect. From the competency aspect, in general this activity can be said to be classified as successful, participants were enthusiastic about taking part in the training, understood the material presented, and were able to skillfully apply the training material. This training received a positive response so it must continue to be developed and there needs to be organized follow-up activities.
Display Inovasi Produk Holistik Dalam Penerapan Kewirausahaan Keperawatan Berbasis Bukti Firmanti, Tria Anisa; Putri, Novita Surya; Wilujeng, Atik Pramesti; Syahbana, Ali; Supriyanto, Supriyanto; Satrianto, Anang; Rachmawan, Ivan; Syawaludin, Mufti
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2024): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i2.1836

Abstract

Meningkatnya kebutuhan masyarakat pada produk kesehatan belum diikuti dengan peningkatan inovasi produk kesehatan, perkembangan ilmu pengetahuan tidak diimbangi dengan pemanfaatan hasil penelitian untuk dijadikan dasar dalam pembuatan produk kesehatan yang dapat dijangkau dan dibuat sendiri oleh masyarakat. Kurangnya informasi terkait manfaan bahan alami untuk pembuatan produk kesehatan belum optimal pelaksanaannya. Tujuan: pengabdian masyarakat bertujuan meningkatkan minat masyarakat pada produk kesehatan berbahan alami berdasarkan bukti ilmiah. Metode: pengabdian masyarakat ini menggunakan metode display dengan mengenalkan produk kesehatan berbasis bukti secara visual dapat dilihat dan dirasakan langsung. Hasil: Pengabdian masyarakat dikunjungi oleh 68 civitas akademika STIKES Banyuwangi, sebelum display menunjukkan minat masyarakat 26% kurang dan 74% cukup,  setelah display minat masyarakat 12% cukup dan 88 % baik. Terdapat peningkatan minat masyarakat setelah dilakukan display produk inovasi holistic berbasis bukti. Pengabdian masyarakat dilaksanakan sesuai target dan dapat dgunakan sebagai acuan pelaksaan pengabdian masyarakat dengat tema yang sama dengan kerjasama BPPOM untuk menghasilkan produk kesehatan yang tersertifikasi. Kata Kunci: display, minat konsumen Holistic Product Innovation Display in Implementing Evidence-Based Nursing Entrepreneurship Abstract The increasing public need for health products has not been accompanied by an increase in health product innovation, the development of science has not been balanced with the use of research results as a basis for making health products that can be accessed and created by the public. Lack of information regarding the benefits of natural ingredients for making health products has not been implemented optimally. Objective: community service aims to increase public interest in health products made from natural ingredients based on scientific evidence. Method: This community service uses a display method by introducing evidence-based health products visually that can be seen and felt directly. Results: The community service was visited by 68 STIKES Banyuwangi academics before the display showed community interest was 26% poor and 74% sufficient, after the display community interest was 12% adequate and 88% good. There was an increase in public interest after displaying holistic, evidence-based innovation products. Community service is carried out according to targets and can be used as a reference for implementing community service with the same theme as BPPOM collaboration to produce certified health products.
The Enhancement of Skills Through Eco-Printing Training With Pounding Technique Among PKK Groups in Bangunjiwo Village, Bantul Kholifah, Nur; Triyanto, Triyanto; Eka Putri, Gina; Fitrihana, Noor; Istanti, Hanifah Nur; Mafiroh, Desfina; Ningrum, Vaisa Ayu
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2024): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i2.1842

Abstract

The objective of this Community Service Program (PkM) is to enhance the skills in creating ecoprinting products using the pounding technique for small business owners or novice entrepreneurs, specifically the PKK women’s group in Bangunjiwo Village, Bantul. This program involves twenty participants and a ten-member organizing committee from UNY's Vocational Faculty's Fashion Design Study Program, including five lecturers and five students. The stages of the PkM activities include needs analysis, preparation, implementation, and evaluation, conducted from March to June 2023. The outcomes of the PkM activities indicate that the feedback from the ecoprinting instructors using the pounding technique averaged 4.2 out of 5.0, categorized as good. The increase in participants' knowledge was obtained with an average N-gain value of 0.56 (56.27%) which was categorized as quite effective. The creativity of the products produced had an average score of 84.5 out of 100. Specific skills that need to be considered to produce high-quality products include recognizing the characteristics and experimental treatment of certain leaves, the type of surface of the pounding tool, the position, and accuracy on the stem and vein ends of the leaves, fabric dyeing strategies, and the patterns produced, as well as drying the fabric naturally or by air-drying. Another important aspect is the creativity in arranging leaves to achieve high artistic value and meaningful aesthetics. The quality of ecoprinting products using the pounding technique requires repeated training and experimentation to produce varied colors from leaf pigments and to select leaves with unique and interesting patterns.
Pendampingan Pengelolaan Laboratorium IPA SMP Muhammadiyah Kota Malang Untuk Memfasilitasi Keterampilan Proses Sains Siswa Permana, Tutut Indria; Nuryady, Moh Mirza; Ariesaka, Kiky Martha; Ganes, Tegar; Nazila, Farah
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2024): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i2.1855

Abstract

Pengelolaan laboratorium IPA harus didayagunakan secara efektif dan efisien untuk mendukung kegiatan kurikuler secara optimal. Pengelolaan laboratorium IPA yang optimal dapat mendukung tercapainya keterampilan proses sains siswa ketika menggunakan laboratorium pada proses pembelajaran. Namun demikian, tidak semua sekolah sudah memiliki sumber daya yang memadai dan pengelolaan laboratorium IPA yang baik. Seperti halnya yang terjadi di beberapa SMP Muhammadiyah di kota Malang yang mengalami kendala dalam pengelolaan laboratorium IPA di sekolah, seperti belum adanya etiket dan label pada alat bahan, belum adanya Standart Operational Procedure setiap alat, dan juga penataan alat bahan yang tidak aturan. Agar mampu memfasilitasi siswa untuk dapat memiliki keterampilan proses sains, sekolah memang perlu melakukan pengelolaan laboratorium IPA secara optimal untuk mendukung kegiatan akademik maupun non akademik siswa. Pengelolaan laboratorium yang baik akan memudahkan proses pembelajaran laboratorium, sehingga kegiatan pembelajaran praktik dilaboratorium dapat lebih maksimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendampingan dalam pengelolaan laboratorium IPA di SMP Muhammadiyah kota Malang. Kegiatan pengelolaan laboratorium ditujukan pada pihak sekolah yang terdiri dari pejabat struktural dan guru mata pelajaran yang berkaitan dengan kegiatan praktikum dalam laboratorium IPA. Kegiatan pengabdian tersusun atas: 1) observasi kondisi laboratorium IPA yang ada di sekolah; 2) sosialisasi dan workshop tentang standar pengelolaan laboratoium IPA; dan 3) pelaksanaan perbaikan managemen pengelolaan laboratorium IPA. Hasil kegiatan pengabdian ini adalah adanya peningkatan pengetahuan guru dalam pengelolaan laboratorium yang sesuai standar dan telah dilakukan perbaikan managemen pengelolaan laboratorium dengan melengkapi SOP yang ada di laboratorium. Lebih lanjut lagi, di laboratorium setiap sekolah mitra telah terdapat poster tatacara praktikum, SOP, etiket dan labelling alat bahan. Dengan demikian kegiatan pengabdian ini akan mewujudkan pengelolaan laboratorium IPA yang memadai untuk mendukung kegiatan akademik dan non akademik siswa yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran di SMP Muhammadiyah Malang. Assistance in Managing Science Laboratories at Muhammadiyah Junior High Schools in Malang City to Facilitate Students' Scientific Process Skills Abstract The management of science laboratories must be utilized effectively and efficiently to optimally support curricular activities. Optimal management of science laboratories can support the achievement of students' scientific process skills when using the laboratory in the learning process. However, not all schools have adequate resources and good science laboratory management. This is the case in several Muhammadiyah Junior High Schools in Malang city, which face challenges in managing their science laboratories, such as the lack of labels and etiquette on equipment and materials, the absence of Standard Operating Procedures for each piece of equipment, and the disorganized arrangement of equipment and materials. To facilitate students in acquiring scientific process skills, schools indeed need to manage their science laboratories optimally to support both academic and non-academic student activities. Good laboratory management will facilitate the laboratory learning process, making practical learning activities in the laboratory more effective. This community service activity aims to provide assistance in managing science laboratories at Muhammadiyah Junior High Schools in Malang city. The laboratory management activities are aimed at school personnel, including structural officials and subject teachers involved in laboratory practical activities. The community service activities consist of: 1) observing the current condition of science laboratories in the schools; 2) socialization and workshops on standard science laboratory management; and 3) implementing improvements in laboratory management. The results of this community service activity include an increase in teachers' knowledge in managing laboratories according to standards, and improvements in laboratory management by completing the existing SOPs in the laboratories. Furthermore, each partner school's laboratory now has posters on practical procedures, SOPs, etiquette, and labeling of equipment and materials. Thus, this community service activity will result in adequate science laboratory management to support both academic and non-academic student activities, aiming to improve the quality of the learning process at Muhammadiyah Junior High Schools in Malang city.
Pelatihan Metodologi Riset Sebagai Upaya Implementasi Program Madrasah Riset Bagi Guru Madrasah di Kabupaten Paser Salmitha, Lely; Ulfah, Zakiyah; Raihan, Raihan
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2024): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i2.1863

Abstract

Dalam program madrasah riset, guru pembimbing memiliki peran dalam mengarahkan dan memotivasi siswa dalam mewujudkan kreatifitas dan inovasinya dalam kegiatan riset. Sebagai upaya implementasi program madrasah riset pada madrasah di Kabupaten Paser penting untuk dilakukan pelatihan metodologi riset untuk dapat meningkatkan kemampuan guru dalam membimbing riset siswa dan sebagai bukti profesionalisme pada bidang keilmuan yang diampu. Tujuan kegiatan ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam melakukan riset. Kegiatan pelatihan metodologi riset, dilaksanakan dengan pendekatan andragogi dengan tahapan kegiatan meliputi observasi, perencanaan dan persiapan kegiatan, pelaksanaan kegiatan dan evaluasi kegiatan. Berdasarkan hasil survei diketahui bahwa 84,87% peserta sangat setuju dengan pelaksanaan kegiatan pelatihan metodologi riset, dan dapat dikatakan bahwa pelatihan tersebut telah berhasil dengan indikator bahwa kegiatan pelatihan telah sesuai sasaran, materi yang disampaikan juga relevan dengan kebutuhan peserta pelatihan, yang cakupan materinya sesuai dengan tujuan dan sasaran pelatihan serta sesuai dengan perkembangan ilmu dan Pendidikan. Training in Research Methodology to Implement a Research Madrasah Program for Teachers in Paser District Abstract As an attempt to implement the research madrasah programme in Paser district, it is important to conduct training in research methodology in order to improve the teacher's ability to guide students' research and as proof of professionalism in the field of science. The purpose of this activity is to improve the knowledge and skills of teachers when conducting research. Research methodology training activities are carried out with an andragogic approach, with stages of activities including observation, planning and preparation of activities, implementation activities, and evaluation activities. Based on the results of the survey, it is known that 84.87% of participants strongly agree with the implementation of training activities and the and the methodology of research, and it can be said that the training has been successful with indicators that training activities have been targeted. The material submitted is also relevant to the needs of the training participants, whose coverage matters in accordance with the purposes and objectives of training as well as in line with the progress of science and education.
Pelatihan Perancangan Logo Sebagai Identitas Visual Pure Management Palembang Yulius, Yosef; Halim, Bobby; Aiununnisa, Amelia; Rahma, Hadhira
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2024): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i2.1895

Abstract

Dengan berkembangnya pemasaran digital, para pengusaha jasa perlu memanfaatkan promosi digital, termasuk penggunaan logo sebagai identitas merek dan penerapannya pada media promosi. Logo sebagai identitas visual penting untuk memudahkan target pasar mengenali dan mengidentifikasi merek. Pure Management, yang bergerak di bidang pelayanan musik rohani, menghadapi tantangan dalam hal ini karena kurangnya divisi promosi dan desain grafis. Akibatnya, penggunaan logo sebagai identitas visual sering terabaikan, mempengaruhi citra perusahaan di mata publik. Untuk mengatasi masalah ini, Pure Management mengadakan pelatihan kolaboratif dengan tim pengabdian masyarakat tentang penerapan logo pada media promosi yang baik. Pelatihan ini menggunakan metode design thinking lima tahap: empathize, define, ideate, prototype, dan test. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah mendidik Pure Management tentang pentingnya penggunaan logo sebagai identitas organisasi yang tepat untuk meningkatkan pengenalan dan penggunaan oleh target pasar. Kegiatan ini juga berfungsi sebagai pembelajaran dasar desain komunikasi visual bagi masyarakat umum mengenai pentingnya logo. Diharapkan pelatihan ini dapat terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas merek Pure Management dan media promosi lainnya. Hasil dari kegiatan ini adalah terciptanya sebuah logo yang mampu menjadi identitas visual Pure Management atas dasar pemikiran bersama mulai dari konsep hingga hasil akhir, yang berdampak pada meningkatnya wawasan para peserta akan proses pembuatan logo berdasarkan sudut pandang keilmuan desain komunikasi visual, dan lebih dikenalnya Pure Management di kalangan Masyarakat. Logo Design Workshop as Visual Identity Pure Management Palembang Abstract With the development of digital marketing, service entrepreneurs need to utilize digital promotion, including the use of logos as brand identity and their application in promotional media. Logos as visual identities are essential to make it easier for the target market to recognize and identify the brand. Pure Management, which operates in the field of religious music services, faces challenges in this regard due to the lack of a promotion and graphic design division. As a result, the use of logos as visual identities is often neglected, affecting the company's image in the public eye. To address this issue, Pure Management held a collaborative training with the community service team on the proper application of logos in promotional media. This training uses the five stages of the design thinking method: empathize, define, ideate, prototype, and test. The goal of this community service is to educate Pure Management about the importance of using logos as the correct organizational identity to increase recognition and usage by the target market. This activity also serves as a basic learning experience in visual communication design for the general public regarding the importance of logos. It is hoped that this training can continue to improve the quality of the Pure Management brand and other promotional media. The result of this activity is the creation of a logo that can serve as the visual identity of Pure Management based on shared ideas from concept to final result, which impacts the participants' understanding of the logo creation process from a visual communication design perspective, and increases the recognition of Pure Management in the community.
Pelatihan Digital Marketing Batik Ecoprint (Bacoprint) Dengan Memanfaatkan Media Sosial Kelompok Nasyiatul Aisiyah Pekalongan Farida, Nurul; Kusumawati, Fitri Palupi; Budiono, Desi; Lepiyanto, Agil
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2024): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i2.1909

Abstract

Nasyiatul Aisiyah (NA) Cabang Pekalongan, Lampung Timur merupakan organisasi otonom Persyarikatan Muhammadiyah pada kalangan kelompok Perempuan muda keluarga Muhammadiyah yang terletak di kecamatan Pekalongan. Nasyiatul Aisiyah (NA) memiliki potensi potensi SDM yang mumpuni dan produk kewirausahaan hasil karya inovasi bacoprint Perempuan muda Nasyiatul Aisiyah. Namun, dengan potensinya tersebut belum dapat mengoptimalkan pemasaran produk kewirausahaan Batik Ecoprint (Bacoprint) melalui platform digital. Berdasarkan hasil wawancara dengan ketua dan sekretaris, setidaknya terdapat 70% anggotanya telah menggunakan platform digital media sosial instagram. Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pemasaran produk kewirausahan bacoprint, salah satu cara yang kami terapkan adalah dengan memberikan pelatihan bagi kelompok Nasyiatul Aisiyah (NA) dalam melakukan teknik pemasaran bacoprint melalui digital marketing dengan memanfaatkan media sosial. Pelatihan Digital Marketing Bacoprint diharapkan dapat memberikan manfaat untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan digital marketing Batik Ecoprint (bacoprint). Metode yang digunakan dalam pelatihan ini dengan tatap muka dengan penyampaian materi secara interaktif, demonstrasi, dan praktik langsung oleh para peserta. Hasil pelatihan ini menunjukkan keberhasilan yang mampu membuat peserta sangat antusias dan berminat untuk mengikuti kegiatan serupa untuk meningkatkan soft skill mereka. Batik Ecoprint (Bacoprint) Digital Marketing Training Utilizing Social Media of the Pekalongan Nasyiatul Aisiyah Group Abstract Nasyiatul Aisiyah (NA) Pekalongan Branch, East Lampung is an autonomous organization of the Muhammadiyah Association among young women's groups of the Muhammadiyah family located in Pekalongan sub-district. Nasyiatul Aisiyah (NA) has the potential for qualified human resources and entrepreneurial products resulting from the innovative work of Nasyiatul Aisiyah's young women. However, with this potential it has not been possible to optimize the marketing of Batik Ecoprint (Bacoprint) entrepreneurial products via digital platforms. Based on the results of interviews with the chairman and secretary, at least 70% of members have used the digital social media platform Instagram. To increase knowledge and skills in marketing bacoprint entrepreneurial products, one of the methods we apply is by providing training for the Nasyiatul Aisiyah (NA) group in carrying out bacoprint marketing techniques through digital marketing by utilizing social media. It is hoped that the Bacoprint Digital Marketing Training will provide benefits for increasing Batik Ecoprint (bacoprint) digital marketing knowledge and skills. The method used in this training is face-to-face with interactive delivery of material, demonstrations and direct practice by the participants. The results of this training showed success which made participants very enthusiastic and interested in taking part in similar activities to improve their soft skills.
Pengoptimalan Olahan Blondo untuk Peningkatan Perekonomian Masyarakat Desa Pingaran Ulu, Kalimantan Selatan Rahmi, Alia; Rohmanna, Novianti Adi; Saufi, Ahmad; Khusna, Lailil; Aristya, Muhammad Nabil Raihan; Azizah, Nur; Sari, Nur Sinta; Khairina, Mahfuzah
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2024): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i2.1930

Abstract

Desa Pingaran Ulu merupakan salah satu desa yang terletak diwilayah Kecamatan Astambul, Kalimantan Selatan. Sebagian besar masyarakat bekerja sebagai produsen Jengkol saus tahi lala. Pengolahan tahi lala secara lanjut dapat menghasilkan blondo. Blondo mengandung protein dan asam amino dan baik untuk dimanfaatkan sebagai makanan. Oleh karena itu, tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah mengoptimalkan olahan blondo sebagai strategi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Pingaran Ulu, Kalimantan Selatan. Kegiatan dilaksanakan selama 3 bulan dengan melibatkan sekitar 10 produsen saus tahi lala. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan sosialisasi, demonstrasi, dan diskusi. Evaluasi program dilakukan dengan mengukur partisipasi masyarakat, peningkatan pengetahuan dan keterampilan, dan perubahan perilaku. Selama kegiatan masyarakat diberikan informasi terkait proses pembuatan blondo dari saus tahi lala dan demontrasi pembuatan bolu dan brownis dari blondo. Berdasarkan hasil kegiatan, sekitar 60% dari 40 peserta memahami teknik pengolahan blondo menjadi produk. Peserta juga menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti pelatihan dan berniat untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dalam usaha mereka. Kegiatan ini dinilai berhasil karena antusias warga untuk terlibat sangat tinggi. Masyarakat juga mampu mengolah blondo menjadi bolu dan brownies sebagai opsi penambahan pendapatan. Optimizing The Blondo Product to Improve the Economy of Pingaran Ulu Village Community, South Kalimantan Abstract Pingaran Ulu Village is one of the villages located in Astambul District, South Kalimantan. Most of the people work as producers of Jengkol tahila sauce. Further processing of tahilala sauce could produce blondo. Blondo contains protein and amino acids and is suitable for use as a food. Therefore, the aim of this service activity is to optimize the blondo product to improve the economy of Pingaran Ulu Village community, South Kalimantan. The activity was carried out for 3 months involving around 10 tahilala sauce producers. Service activities are carried out through socialization, coercion, and discussion. Program evaluation is carried out by measuring community participation, increased knowledge and skills, and behavior changes. During the activity, the community was given information regarding the process of making blondo from tahilala sauce and a demonstration on making sponge cake and brownies from blondo. Based on the results of the activity, about 60% of the 40 participants understood the technique of processing blondo into products. Participants also showed high enthusiasm in attending the training and intended to apply the knowledge and skills gained in their business. This activity was successful because the enthusiasm of the communities was very high. The community was also able to process blondo into cakes and brownies as an option to increase income.